Perangkat pembelajaran merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran yang menentukan terselenggaranya suatu pembelajaran yang berhasil atau tidak. Perangkat pembelajaran memiliki peran penting dalam pembelajaran, di mana penggunaan perangkat pembelajaran yang baik dapat membantu proses pembelajaran di kelas. Perangkat pembelajaran sebagai sarana untuk mengimplementasikan pembelajaran di kelas harus memenuhi kriteria- kriteria atau standar pengembangan instruksional yang baik agar sesuai dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Menurut Nieveen, dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, perancang atau pengembang hendaknya mempertimbangkan tiga hal, yakni kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.56 Kevalidan perangkat pembelajaran mencakup validitas isi, yaitu sejauh mana perangkat pembelajaran yang dikembangkan didasarkan pada kebaruan ilmu pengetahuan dan validitas konstruk, yaitu sejauh mana berbagai komponen dalam perangkat pembelajaran yang dikembangkan berhubungan satu sama lain secara konsisten.
Kepraktisan berkaitan dengan kemudahan dan keterlaksanaan ketika perangkat pembelajaran tersebut digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Akker menegasakan bahwa kepraktisan mengacu pada pengguna dengan mempertimbangkan apakah perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran dan apakah pengguna menyatakan perangkat pembelajaran yang
56 Nienke Nieveen, “Prototyping to Reach Product Quality,” in Design Approaches and Tools in Education and Training (Springer, 1999), 127.
53 53 dikembangkan dapat diterapkan di kelas.57 Keefektifan mengacu pada pengalaman dan hasil yang diperoleh oleh pembelajar menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Ini berarti bahwa keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dilihat dari kualitas hasil belajar, sikap, dan motivasi pembelajar. Disamping itu, keefektifan dapat juga dilihat ketika perangkat pembelajaran yang dikembangkan memberikan hasil sesuai tujuan dan harapan atau keinginan yang telah ditetapkan. Jadi, keefektifan perangkat pembelajaran yag dikembangkan dapat dinilai menggunakan indikator- indikator seperti (1) aktivitas pembelajar, (2) respon pembelajar, dan (3) hasil tes belajar.
Selanjutnya, Plomp dalam Rochmad menyatakan bahwa pengukuran kevalidan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dilakukan melalui penilaian pakar atau ahli, pengukuran kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dilakukan melalui penilaian pakar atau ahli dan pengguna, dan pengukuran keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dilakukan melalui uji coba lapangan.58 Jadi, validasi dilakukan melalui pertimbangan pakar yang mencakup validasi komponen perangkat pembelajaran, kepraktisan diukur melalui penilaian pengguna tentang komponen perangkat pembelajaran, dan keefektifan diukur dari kualitas hasil belajar, sikap, dan motivasi pembelajar melalui ujicoba.
Tujuan diadakannya pengembangan perangkat pembelajaran ialah untuk menghasilkan sebuah produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada yang dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan lainnya adalah untuk menghasilkan produk pembelajaran yang mampu memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Prinsip pengembangan perangkat pembelajaran yang harus diperhatikan adalah (1) ketersediaan bahan sesuai tuntutan kurikulum, (2) karakteristik
57 Jan Van den Akker, “Principles and Methods of Development Research,” in Design Approaches and Tools in Education and Training (Springer, 1999), 126.
58 Rochmad Rochmad, “Desain Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika,” Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 3, no. 1 (2012): 29.
54 54 sasaran, dan (3) tuntutan pemecahan masalah belajar.59 Pengembangan perangkat pembelajaran harus memperhatikan tuntutan kurikulum, artinya perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan harus sesuai dengan kurikulum. Apabila perangkat pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum, tidak ada yang sulit untuk diperoleh, sehingga membuat perangkat pembelajaran sendiri adalah suatu keputusan yang bijak. Kemudian menyangkut karakteristik sasaran, hal ini berarti bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan hendaknya dapat disesuaikan dengan karakteristik pembelajar sebagai sasaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan orang lain seringkali tidak cocok untuk pembelajar dengan beberapa alasan, misalnya lingkungan sosial, geografis, budaya, tahapan perkembangan siswa, kemampuan awal pembelajar, minat, latar belakang keluarga dan lain sebagainya.
Selanjutnya, berkaitan dengan tuntutan pemecahan masalah belajar, prinsip ini berarti bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan harus tepat dan dapat membantu pembelajar mengatasi kesulitan yang dialaminya dengan penjelasan yang sederhana, sesuai dengan tingkat berfikir pembelajar.
59 Pedoman Memilih Dan Menyusun Bahan Ajar, 8.
55 55 BAB III KONSEP MODEL PENGEMBANGAN A. Hakikat Model
Secara umum model merupakan kerangka kerja yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan sebuah kegiatan. Model dirancang sebagai suatu penggambaran operasi dari suatu sistem nyata secara ideal dengan tujuan untuk menjelaskan atau menunjukkan hubungan-hubungan penting yang terkait. Selain itu, model dapat merangkum informasi-informasi yang bersifat kompleks atau rumit menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.
Menurut Achmad, model merupakan representasi dari suatu objek, benda, atau ide-ide dalam bentuk yang disederhanakan dari kondisi atau fenomena alam.60 Model berisi informasi-informasi tentang suatu fenomena yang dibuat dengan tujuan untuk mempelajari fenomena sistem yang sebenarnya. Model dapat merupakan tiruan dari suatu benda, sistem atau kejadian yang sesungguhnya yang hanya berisi informasi- informasi yang dianggap penting untuk ditelaah.
Selanjutnya, Suparman menyatakan bahwa model adalah suatu representasi realitas yang menggambarkan struktur dan tatanan dari suatu konsep serta menampilkan salah satu dari empat bentuk, yaitu deskripsi verbal (model konseptual), langkah-langkah kegiatan (model prosedural), replika fisik (model visual), dan persamaan/rumus (model matematikal).61 Sementara itu, Seels dan Glasgow dalam Setyosari mengemukakan bahwa model adalah representasi visual atau verbal dari proses rancangan pembelajaran yang digunakan untuk mengarahkan dan melengkapi rancangan dalam berbagai situasi atau lingkungan pendidikan dan pelatihan. Jadi, model pada prinsipnya dirancang sebagai representasi sebuah sistem, proses atau teori.62
60 Mahmud Achmad, Teknik Simulasi Dan Pemodelan (Buku Ajar) (Makasar:
Fakultas Pertanian, Universitas Hasanudin, 2011), 1.
61 Suparman, Desain Instruksional Modern (Jakarta: Universitas Terbuka, 2013).
62 Setyosari, Metode Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan.
56 56 Dalam konteks penelitian pendidikan dan pengembangan, model biasanya disajikan dalam bentuk prosedur pengembangan sesuai dengan model pengembangan yang dipilih untuk menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk.
Dengan model yang dipilih, sejumlah input atau masukan bisa diperoleh untuk menyempurnakan produk-produk pembelajaran yang dihasilkan.63