B. Macam-Macam Perangkat Pembelajaran
1. Silabus
a. Pengertian Silabus
Silabus merupakan keterangan yang mendetail mengenai muatan dan filsafat kurikulum yang masih bersifat lebih umum agar dapat diterjemahkan ke dalam bentuk kegiatan belajar di dalam kelas sehingga tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai dengan mudah.
Ini menunjukkan bahwa silabus merupakan penjabaran dari apa yang telah ditetapkan dalam kurikulum, khususnya berkenaan dengan materi pelajaran yang harus diberikan kepada pembelajar. Silabus merupakan bagian kecil dari keseluruhan program lembaga, sedangkan kurikulum merupakan seluruh program dan aktivitas lembaga yang meliputi apa yang akan dipelajari pembelajar, bagaimana mempelajarinya, sistem evaluasi, dan berbagai fasilitas lainnya.
Menurut Munthe, silabus adalah sebuah ikhtisar mata kuliah yang disusun secara sistematik yang memuat tujuan, pokok bahasan dan
36 36 sub-pokok bahasan, alokasi waktu, dan sumber bahan yang dipakai.34 Secara umum silabus sebuah mata kuliah memuat kompetensi minimal atau tujuan pembelajaran atau hasil belajar yang akan dicapai atau dihasilkan, materi-materi yang akan diperoleh dan referensi atau sumber bacaan. Silabus dapat digunakan sebagai panduan dosen dalam menjabarkan kompetensi menjadi perencanaan pembelajaran, sehingga sasaran silabus adalah dosen, kelompok dosen mata kuliah, konsorsium, dan program studi.
Selain itu, Ur menyatakan bahwa silabus adalah sebuah dokumen yang berisi hal-hal yang akan diajarkan dalam suatu mata kuliah yang mengandung komponen isi (kata, struktur, dan topik) dan proses (kegiatan dan metode).35 Ur lebih jauh menjelaskan bahwa ada beberapa karakteristik yang dimiliki oleh sebuah silabus yaitu: (1) memuat daftar lengkap berupa isi (kata, struktur, dan topik) dan proses (kegiatan dan metode), (2) unsur tersusun mulai dari bagian yang paling penting, (3) mempunyai tujuan pembelajaran yang jelas yang biasanya dikemukakan di bagian pengantar, (4) merupakan sebuah dokumen publik, (5) memuat jadwal waktu, (6) memuat metodologi atau pendekatan, dan (7) memuat materi yang akan diajarkan.
Jadi, silabus sebagai sebuah perangkat pembelajaran yang berisi kompetensi-kompetensi yang akan diajarkan kepada pembelajar mutlak diperlukan sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara terencana dan sistematis.
b. Macam-Macam Silabus Pengajaran Bahasa
Menurut Krahnke, silabus pengajaran bahasa asing dapat dibedakan sebagi berikut.36
34 Bermawi Munthe, “Desain Pembelajaran,” Yogyakarta: Pustaka Insan Madani (2009): 202.
35 Penny Ur, A Course in Language Teaching Trainee Book (Cambridge University Press, 1999), 176.
36 Karl Krahnke, Approaches to Syllabus Design for Foreign Language Teaching. Language in Education: Theory and Practice, No. 67. (ERIC, 1987), 10–11.
37 37 a) Silabus Struktural
Silabus struktural merupakan silabus pengajaran bahasa yang relatif lama digunakan dalam program pengajaran bahasa, jauh sebelum silabus-silabus bahasa lain muncul pada era modern ini.
Silabus ini memuat butir-butir tata bahasa yang membentuk kaedah bahasa sebagai pijakan dalam pemilihan dan pengurutan materi pelajaran. Oleh karena itu, silabus ini dalam wujudnya berisikan daftar butir-butir tata bahasa yang diurut berdasarkan tingkat kesulitan dan kompleksitasnya, dari materi yang mudah dan sederhana menuju ke materi yang sulit dan kompleks, sehingga membantu pembelajar secara bertahap menguasai sistem tata bahasa bahasa sasaran.
b) Silabus Fungsional
Silabus fungsional adalah silabus pengajaran bahasa yang menitikberatkan pada fungsi-fungsi komunikatif bahasa sebagai landasan dalam pemilihan dan pengurutan bahan atau materi pelajaran.Tujuan pembelajaran bahasa dideskripsikan dalam bentuk fungsi-fungsi komunikatif yang dibutuhkan oleh pembelajar, seperti meminta informasi, mengundang ke pesta ulang tahun, menyapa atau memberi salam, meminta maaf, menyatakan rasa suka atau tidak suka, menyatakan pendapat, memberikan petunjuk, berterima kasih, meminta pertolongan dan sebagainya. Penetapan fungsi-fungsi itu berpengaruh terhadap pemilihan dan pengurutan materi pelajaran yang berupa gramatika dan bentuk-bentuk bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan fungsi-fungsi tersebut.
c) Silabus Berbasis Keterampilan
Silabus berbasis keterampilan terdiri dari sejumlah keterampilan atau kemampuan spesifik yang berperan penting atau diperlukan dalam penguasaan bahasa sasaran. Secara khusus, keterampilan di sini dikaitkan dengan berbagai hal yang harus dapat dikuasai agar seseorang cakap atau kompeten dalam suatu bahasa. Sebagai contoh, keterampilan membaca untuk memahami gagasan utama sebuah
38 38 bacaan, keterampilan menulis sebuah paragraf yang baik, keterampilan menyimak untuk memahami gagasan utama sebuah pembicaraan atau percakapan dan sebaginya. Jadi, silabus ini didesain dalam rangka pembelajaran keterampilan berbahasa dengan memfokuskan pada salah satu keterampilan bahasa pada setiap fase pembelajarannya.Tujuan utama pengajaran bahasa dengan menggunakan silabus ini adalah untuk mempelajari keterampilan berbahasa tertentu dan mengembangkan keterampilan berbahasa yang bersifat lebih umum yang dapat diterapkan pada saat dibutuhkan.
d) Silabus Berbasis Topik
Silabus berbasis topik tidak mendasari pemilihan dan pengurutan materi pelajaran pada aspek gramatika dan fungsi bahasa sasaran, tetapi pada topik-topik yang berkaitan dengan kehidupan pembelajar, seperti olah raga, sastra, cuaca, musik, dan sebagainya.
Topik-topik tersebut dapat dikembangkan secara luas menjadi beberapa subtopik yang saling terkait. Topik olah raga, umpamanya, dapat dikembangkan menjadi beberapa subtopik, seperti senam, renang, sepak bola, bola basket, dan atletik. Pengembangan materi pembelajaran bahasa berdasarkan topik yang diplih dapat menimbulkan konsekuensi tersendiri, yakni pengulangan materi yang sama pada topik-topik lain.
e) Silabus Berbasis Tugas
Silabus berbasis tugas merupakan silabus pengajaran bahasa yang materi pelajarannya diorganisir berdasarkan tugas-tugas atau kegiatan belajar yang harus dilakukan pembelajar dalam mempelajari bahasa sasaran. Adapun tugas dalam konteks ini diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan seseorang sebagai hasil dari proses memahami bahasa.
Sebagai contoh, melamar pekerjaan, berbicara dengan penjaga toko, mencari informasi tentang hotel atau penginapan melalui telepon, mengisi formulir tentang identitas diri, melakukan debat tentang sebuah isu dan sebagainya. Dengan demikian, materi pengajaran dalam silabus ini berupa serangkaian tugas-tugas kompleks dan terencana
39 39 yang dibutuhkan pembelajar pada saat menggunakan bahasa yang dipelajari. Dengan kata lain, silabus ini lebih menekankan pada aktivitas atau tugas-tugas sebagai prioritas pembelajaran bahasa, sedangkan aspek bahasa itu sendiri merupakan hal yang bersifat sekunder.
c. Mengembangkan Silabus Pengajaran Bahasa
Harmer mengemukakan beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan silabus. Kriteria-kriteria itu adalah keterpelajaran, frekuensi cakupan, dan kegunaan.37 Kaitannya dengan keterpelajaran, struktur atau leksikal yang akan disajikan hendaknya dimulai dari yang lebih mudah terlebih dahulu. Dengan kata lain, kita mengajarkan struktur atau leksikal yang lebih mudah pertama, kemudian berlanjut ke tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemajuam pembelajar. Dalam konteks frekuesi, menyajikan butir-butir yang lebih sering muncul dalam bahasa yang dipelajari akan lebih berarti daripada butir-butir yang jarang digunakan oleh penutur asli bahasa tersebut.
Sementara itu kaitannya dengan cakupan, beberapa kata dan struktur memiliki cakupan yang lebih besar dibandingkan dengan kata atau struktur lainnya. Karena alasan ini, maka kita bisa mengajarkan terlebih dahulu kata atau struktur yang cakupannya lebih besar kemudian diikuti oleh kata atau struktur yang cakupannya lebih kecil. Selanjutnya berkaitan dengan kegunaan, beberapa kata lebih banyak berguna pada situasi tertentu atau lebih banyak digunakan ketika berbicara dibandingkan dengan kata-kata lainnya. Dengan kata lain, lebih baik menyajikan kata-kata yang lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari daripada yang jarang dipergunakan.