• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip penggunaan model pembelajaran inkuiri

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Model Pembelajaran Inkuiri

3. Prinsip penggunaan model pembelajaran inkuiri

Dalam penggunaan model pembelajaran inkuiri ada beberapa prinsip – prinsip yang harus diperhatikan sebagaimana dikemukakan oleh Majid (2013: 223) yaitu:

a. Berorientasi pada pengembangan intelektual artinya strategi inkuiri memiliki tujuan utama sebagai pengembangan kemampuan berpikir sehingga strategi pembeljaran ini berorientasi tidak hanya kapada hasil belajar melainkan juga kepada proses belajar.

b. Prinsip interaksi artinya dalam proses pembelajaran maka sudah tentu terjadi proses interaksi, baik interaksi antar siswa maupun siswa dengan guru atau terhadap lingkungannya. Sehingga tugas guru

bukanlah sebagai subjek belajar melainkan hanya sebagai pengatur dan pengelola terjadinya interaksi tersebut.

c. Prinsip bertanya artinya kemampuan siswa dalam menjawab berbagai persoalan adalah bagian dari proses berpikir, olehnya itu, kemampuan guru dalam bertanya untuk memancing proses berpikir siswa menjadi mutlak diperlukan.

d. Prinsip belajar untuk berpikir artinya proses berpikir adalah proses pemanfaatan dan penggunaan seluruh potensi otak secara maksimal.

e. Prinsip keterbukaan artinya pembelajaran akan bermakna bila pembelajaran tersebut menyediakan berbagai kemungkinan sehingga guru cukup menyediakan ruang atau memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan hipotesis atau kemungkinan tersebut sehingga secara terbuka siswa membuktikan kebenarannya.

4. Langkah-langkah Pelaksanaan Model Pembelajaran Inkuiri

Secara Umum menurut Majid (2013: 224) proses pembelajaran dengan menggunakan strategi dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

a. Orientasi merupakan langkah untuk membina susasana pembelajaran yang responsif. Tugas guru pada tahap ini adalah merangsang kemampuan berpikir siswa dalam memecahkan masalah. Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kemauan belajar siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan

22

masalah. Sehingga tanpanya maka pemebelajaran tidak akan berjalan lancar.

b. Merumuskan Masalah, artinya dengan melibatkan siswa, guru menyjikan berbagai persoalan yang menantang siswa untuk berpikir dalam menemukan jawaban dari teka-teki tersebut. Proses mencari jawaban inilah yang sangat penting dalam strategi inkuiri.

c. Merumuskan hipotesis, artinya jawaban sementara dari persoalan yang dikaji yang perlu diuji kebenarannya. Tahap ini membutuhkan wawasan yang luas serta kemampuan berpikir logis.

d. Mengumpulkan data, adalah tahap mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Maka tugas guru pada tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.

e. Menguji hipotesis, adalah tahap menentukan jawaban dari hipotesis, dimana kebenaran jawaban yang diberikan bukan berdasarakan argumentasi belaka melainkan didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga melatih alur berpikir siswa menjadi lebih rasional.

5. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri

Berbagai keunggulan model pembelajaran inkuiri menurut Majid (2013: 227) sehingga sangat dianjurkan penggunaannya dalam pembelajaran ialah: menekankan pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang, memberikan ruang kepada siswa untuk

belajar sesuai dengan gaya belajar mereka, dan sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar sebagai proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman. Keuntungan lainnya ialah model pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Artinya siswa yang lemah dalam belajar tidak akan menghambat siswa yang memiliki kemampuan yang baik dalam belajar.

Disamping memiliki keunggulan, model pembelajaran ini juga memiliki kelemahan yaitu: sulitnya mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa, sulit merencanakan pembelajaran karena terbentur pada kebiasaan siswa dan dibutuhkan pula waktu yang relatif panjang.

24 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilaksanakan di kelas, dimana dalam penelitian tindakan peneliti mendeskripsikan dan menjelaskan suatu situasi sosial pada waktu yang bersamaan dengan melakukan perubahan atau intervensi dengan tujuan perbaikan atau partisipasi. Arikunto (2008: 58) menjelaskan PTK dengan menggabungkan batasan pengertian tiga kata inti yaitu penelitian, tindakan dan kelas sebagai berikut:

1. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

2. Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan.

3. Kelas adalah sekelompok siswa dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dengan seorang guru.

Dengan menggabungkan batasan pengertian tiga kata inti di atas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan., yang sengaja dimunculkan dan terjadi di kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau diarahkan oleh guru dan dilakukan oleh siswa. Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan masalah nyata yang

terjadi didalam kelas. PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembagan profesionalnya.

B. Lokasi dan Objek Penelitian

Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 3 Pangkajene. Maka yang menjadi objek penelitian adalah siswa SMA Negeri 3 Pangkajene Kabupaten pangkep. Sementara guru dan kepala sekolah dalam hal ini sebagai informan.

C. Variabel Penelitian

Variabel merupakan bagian yang akan diteliti atau yang menjadi titik perhatian penelitian. Sebagaimana Menurut Kidder dalam Sugiyono (2013: 61) menyatakan bahwa variabel adalah suatu gejala yang menjadi fokus peneliti untuk mengamati dan mempelajari serta menarik kesimpulan darinya. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu :

1. Variabel independen (bebas tidak terikat) adalah model pembelajaran inkuiri.

2. Variabel dependen (terikat) adalah hasil belajar PAI.

D. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional penelitian ini terkait dengan variabel yang akan diteliti yaitu sebagai berikut :

1. Model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang dimana siswa menemukan persoalan yang harus diselesaikan dan mencari sendiri jawaban dari persoalan tersebut. Hal ini memungkinkan siswa

26

berpikir lebih kritis dan analitis. Model pembelajaran inkuiri ini juga menjadikan siswa lebih aktif dalam pembelajaran sebagai subjek belajar, sehingga posisi guru hanya sebagai fasilitator dan pembimbing siswa dalam membantu mengarahkan siswa mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

2. Hasil Belajar PAI merupakan sesuatu yang diperoleh oleh siswa setelah melaksanakan usaha-usaha belajar secara maksimal yang diwujudkan dalam bentuk angka dan pernyataan. Hasil belajar yang dimaksud peneliti adalah hasil yang diperoleh siswa melalui tes formatif yang diberikan kepada siswa serta didukung oleh hasil observasi peneliti selama proses pembelajaran berlangsung.

E. Populasi Dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah sekumpulan individu atau kelompok yang menjadi sumber data dan informasi yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian.

Menurut Sugiyono (2013: 117) populasi adalah generalisasi yang terdiri atas: objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.

Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 222 orang yang terdiri dari jumlah siswa sebanyak 207 orang dan jumlah guru sebanyak 14 orang dan 1 orang kepala sekolah SMA Negeri 3 Pangkajene. Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut:

Tabel 1. Keadaan Populasi di SMA Negeri 3 Pangkajene NO Kategori Populasi Jenis Kelamin

Jumlah

L P

1. Kepala sekolah 1 - 1

2. Guru 4 10 14

3.

Siswa kelas XI IPA

(kelas Ibnu Sina) 7 17 24

Siswa kelas XI IPA

(kelas Ibnu Rusyd) 9 15 24

Siswa kelas XI IPS

(kelas Al Farabi) 11 12 23

Siswa kelas XI IPS

(kelas Ibnu Khaldun) 13 9 22

4. Siswa Kelas X 46 67 113

Total 91 132 221

Sumber Data: SMA Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep. 2015 2. Sampel

Pada dasarnya penentuan sampel pada penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi atau keterangan-keterangan mengenai hal yang diteliti dengan cara meneliti sebagian populasi yang telah dipilih dan dianggap dapat mewakili semua populasi yang ada. Menurut Sugiyono (2013: 118) mengatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Penarikan sampel yang dilakukan peneliti dengan menggunakan teknik purposive sampling tidak dilakukan pada semua tingkat kelas, tetapi hanya mengambil perwakilan kelas sebagai sampel penelitian. Adapun sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 dengan

28

nama kelas Ibnu Sina di SMA Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep.

Untuk lebih jelasnya keadaan sampel adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Keadaan Sampel SMA Negeri 3 Pangkajene

NO Kategori Sampel

Jenis

Kelamin Jumlah Sampel

L P

1. Siswa kelas XI IPA

(kelas Ibnu Sina) 7 17 24

Jumlah 7 17 24

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipakai dalam melaksanakan penelitian sehingga dapat berjalan secara sistematis dan terstruktur. Alat bantu dalam pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara antara lain :

1. Pedoman observasi yaitu alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala- gejala yang diselidiki.

2. Pedoman tes yaitu alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

3. Pedoman wawancara yaitu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit.

G. Prosedur Penelitian

Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas pada penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Langkah penelitian yang ditempuh pada setiap siklus menurut Arikunto (2008: 16) terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection).

Tahapan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:

Penjelasan mengenai alur pelaksanaan penelitian tindakan kelas tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Perencanaan

Berhasil

Pengamatan

Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan

Perencanaan Pengamatan

Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan

30

Siklus 1

1. Tahap perencanaan

Dalam tahapan ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan sebelum diadakan penelitian terlebih dahulu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri.

b. Merancang pembelajaran dengan merumuskan tujuan-tujuan khusus yang harus dikuasai oleh siswa.

c. Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas ketika pembelajaran PAI melalui model pembelajaran inkuiri.

d. Menyiapkan lembar kerja siswa dan kunci jawaban.

e. Menyiapkan alat bantu yang sesuai dengan materi kegiatan proses belajar mengajar melalui model pembelajaran inkuiri pada pembelajaran PAI.

2. Tahap pelaksanaan tindakan

Tahap ini merupakan implementasi atau penerapan dari rancangan.. Sebagai contoh skenario pembelajaran yang akan diterapkan sebagai berikut :

a. Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa.

b. Guru mengabsen siswa sebelum memulai pembelajaran.

c. Guru menjelaskan kepada siswa tentang tujuan-tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

d. Guru memberikan pertolongan khusus kepada siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

e. Setelah semua siswa mencapai tujuan pembelajaran pada unit pelajaran bersangkutan, barulah guru mulai mengajarkan unit pelajaran berikutnya.

f. Guru memberikan tes akhir siklus I sebagai bahan evaluasi taraf keberhasilan setiap siswa terhadap semua tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Dalam tes ini pun diterapkan patokan yang tetap dan pasti dengan menentukan taraf keberhasilan minimal.

3. Tahap observasi dan evaluasi

Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Data dari hasil observasi dicatat dalam lembar observasi meliputi kehadiran siswa, keaktifan siswa baik dalam hal bertanya, mengerjakan tugas dan memberikan tanggapan, selanjutnya melaksanakan evaluasi pada akhir siklus I dengan menggunakan tes tertulis. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur penguasaan siswa terhadap materi yang telah diperoleh selama siklus I berlangsung.

32

4. Tahap refleksi

Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang telah dilakukan sebagai langkah untuk menganalisis hasil kerja siswa. Analisis dilakukan untuk mengukur baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada siklus I. Hasil analisis siklus I inilah yang dijadikan acuan untuk merencanakan siklus II, sehingga yang dicapai pada siklus II pelaksanaan penelitian sesuai dengan yang diharapkan.

Siklus II

Langkah yang dilakukan pada siklus II pada umumnya sama dengan kegiatan yang telah dilakukan pada siklus I yaitu sebagai berikut : 1. Tahap perencanaan

a. Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi pada siklus I.

b. Menyusun kembali rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri.

c. Merancang kembali pembelajaran dengan merumuskan tujuan-tujuan yang harus dicapai.

d. Merancang kembali lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas, ketika pembelajaran PAI melalui model pembelajaran inkuiri.

e. Merancang kembali lembar kerja siswa dan kunci jawaban.

f. Merancang kembali alat bantu yang sesuai dengan materi kegiatan proses belajar mengajar melalui model inkuiri pada pembelajaran PAI.

2. Tahap pelaksanaan tindakan

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah dengan melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan yang berisi tentang tindakan yang diterapkan. Sebagai contoh skenario pembelajaran yang akan diterapkan sebagai berikut:

a. Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa.

b. Guru mengabsen siswa sebelum memulai pembelajaran.

c. Guru menjelaskan kepada siswa tentang tujuan-tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

d. Guru memberikan pertolongan khusus kepada siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

e. Setelah semua siswa mencapai tujuan pembelajaran pada unit pelajaran bersangkutan, barulah guru mulai mengajarkan unit pelajaran berikutnya.

f. Guru memberikan tes akhir sebagai bahan perbandingan hasil tes siklus I.

3. Tahap observasi dan evaluasi

Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Data dari hasil observasi dicatat dalam lembar observasi meliputi kehadiran siswa, keaktifan siswa baik dalam hal bertanya, mengerjakan tugas dan memberikan tanggapan, selanjutnya melaksanakan evaluasi pada akhir

34

siklus II dengan menggunakan tes tertulis. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur penguasaan siswa terhadap materi yang telah diperoleh selama siklus II berlangsung.

Langkah yang dilakukan pada siklus II pada umumnya sama dengan yang telah dilakukan pada siklus I dengan melakukan beberapa perbaikan, seperti mengamati siswa lebih tegas dan memberi teguran bagi siswa yang kurang disiplin, untuk siswa yang hasil belajarnya rendah dan mengalami kesulitan menyelesaikan soal diberikan bimbingan khusus di kelas sampai mencapai hasil belajar yang minimal serta memberikan motivasi agar siswa dapat lebih bergairah

dan senang belajar PAI. Hasil yang diperoleh dari siklus ini diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya, selanjutnya akan diadakan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran PAI dengan pembelajaran mastery learning.

4. Tahap refleksi

Menganalisis kembali untuk mendapatkan simpulan mengenai hasil tindakan yang dilakukan. Diharapkan pada siklus II ini, hasil belajar siswa mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan siklus I.

H. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Sumber data adalah siswa.

Adapun teknik yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan ialah:

1. Teknik observasi adalah cara pengumpulan data dengan mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang dapat memperlihatkan pengelolaan pembelajaran inkuiri oleh guru dan partisipasi siswa secara keseluruhan. Lembar pengamatan ini mengukur secara individual maupun kelas bagi keaktifan belajar mereka. Hal-hal yang diamati berupa kehadiran, perhatian, keaktifan, dan penguasaan siswa terhadap materi serta siswa yang melakukan kegiatan lain saat pembelajaran, siswa yang masih pasif dan tampil percaya diri.

2. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa terhadap materi yang telah diajarkan sehingga dapat ditentukan hasil belajar yang diperoleh oleh setiap siswa. Tes ini dilakukan pada akhir pertemuan setiap siklus. Tes yang digunakan peneliti merupakan jenis tes tertulis dalam bentuk essay. Sebanyak 5 soal dengan bobot nilai 20 setiap soal. Dengan ketentuan nilai 20 bila benar sempurna, 15 bila benar kurang sempurna, 10 bila setengah benar dan 5 bila jawaban salah.

I. Teknik analisis Data

Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Menurut sugiyono (2013: 207) menegaskan bahwa statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya.

36

Analisis data yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan hasil-hasil tindakan yang mengarah pada peningkatan keaktifan siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Analisis data secara kuantitatif digunakan untuk memperoleh keterangan-keterangan yang mempunyai data yang konkret dan dapat diukur mengenai hasil belajar siswa.

Menurut Tiro dalam bukunya “Dasar-dasar statistika” (2000: 132) mengatakan bahwa rumus yang digunakan untuk menentukan nilai rata- rata siswa dalam analisis statistik adalah sebagai berikut :

Mean:

Dengan :

̅

Nilai rata-rata

∑ X = Jumlah semua nilai siswa

∑ N = Jumlah siswa

Arikunto dalam Ekawati (2014: 50) menyatakan bahwa tingkat keberhasilan belajar siswa terhadap model pembelajaran yang digunakan dapat dinyatakan dalam skala sebagai berikut:

Interval Nilai Kategori Huruf Keterangan

0 – 50 Sangat Rendah E Gagal

51 – 69 Rendah D Kurang

70 – 79 Sedang C Cukup

80 – 89 Tinggi B Baik

90 – 100 Sangat Tinggi A Sangat Baik

37 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Lokasi Penelitian

1. Sejarah Berdirinya SMA Negeri 3 Pangkajene

SMA Negeri 3 Pangkajene yang selanjutnya dikenal dengan nama SMAGA yang merupakan singkatan dari SMA tiga ini berdiri pada tanggal 2 Juli 2014 sebagaimana yang tertera pada SK pendirian sekolah dan pada tanggal yang sama dikeluarkan pula Surat Izin Sekolah. Pada awalnya sekolah ini dirintis oleh bapak Abd. Azis yang di SK-kan selaku pelaksana tugas pada bulan Februari 2014, pada bulan April hadirlah bapak Syarifuddin, bapak Rusli Nur dan bapak Mukhlis serta Ibu Herlina yang di nota tugaskan pada sekolah tersebut. maka selama bulan Maret, April hingga Mei, dilakukanlah sosialisasi untuk penerimaan siswa baru SMA Negeri 3 Pangkajene hingga pada bulan juli diterimalah siswa angkatan pertama dengan jumlah siswa 98 orang yang terbagi menjadi empat kelas.

Setelah dikelurkannya SK Pendirian Sekolah dan surat izin sekolah maka pada tanggal 07 Juli 2014 di SK-kanlah bapak Abd. Azis selaku kepala sekolah pertama SMA Negeri 3 Pangkajene. Saat ini, selain dikenal dengan sebutan SMAGA, Sekolah yang beridentitas SMA Negeri 3 Pangkajene ini memiliki nama yaitu SMA Andalan.

2. Makna Logo, Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran a) Makna Logo SMA Negeri 3 Pangkajene

1) Segi delapan bergaris tebal warna hijau melambangkan sikap religius/islami.

2) Latar segi empat berwarna biru melambangkan cita-cita yang agung.

3) Belah ketupat berwarna abu-abu melambangkan identitas sekolah menengah atas.

4) Lambang Tut Wuri Handayani merupakan identitas lembaga pendidikan.

5) Sembilan bintang berwarna kuning melambangkan kejayaan dalam bidang keilmuan olimpiade sains.

6) Bola dunia melambangkan prestasi yang mendunia/

mengglobal.

7) Buku berwarna putih melambangkan semangat kesucian belajar.

8) SMA Negeri 3 Pangkajene merupakan identitas sekolah.

39

b) Visi SMA Negeri 3 Pangkajene

Generasi Prestasi Global Berlandaskan Iman dan Taqwa

c) Misi SMA Negeri 3 Pangkajene

1) Mewujudkan sistem pembelajaran inovatif yang mengaktualisasikan kompetensi peserta didik.

2) Mewujudkan pengembangan bakat minat yang berbasis kebutuhan dan berorientasi masa depan.

3) Mewujudkan prilaku yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti.

4) Mewujudkan peserta didik yang memiliki sikap sportif dan kompetitif.

5) Mewujudkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki integritas, profesional, berakhlak, dan berbudi pekerti.

6) Menanamkan keteladanan melalui kultur sekolah yang sesuai dengan norma agama, sosial, dan kebangsaan.

7) Mewujudkan lulusan yang mampu diteladani secara intelektual, emosional, dan spiritual.

d) Tujuan SMA Negeri 3 Pangkajene

1) Menghasilkan peserta didik yang berprestasi dalam bidang matematika, sains, sosial, dan bahasa.

2) Menghasilkan peserta didik yang inovatif dan mampu berkompetisi di era global.

3) Menghasilkan peserta didik yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai akhlak mulia dan budi pekerti luhur.

4) Menghasilkan peserta didik yang memiliki sikap sportif dan kompetitif.

5) Menghasilkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki integritas, profesional, berakhlak, dan berbudi pekerti, serta berorientasi pada pelayanan.

6) Menghasilkan lulusan yang mampu diteladani secara intelektual, emosional, dan spiritual.

7) Menghasilkan lulusan yang mampu memenangkan persaingan di Perguruan Tinggi Negeri.

e) Sasaran SMA Negeri 3 Pangkajene

1) Mengembangkan sistem pembelajaran yang inovatif.

2) Menjuarai berbagai lomba akademik maupun nonakademik pada tingkat kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional..

3) Membentuk prilaku peserta didik yang mampu diteladani secara intelektual, emosional, dan spiritual.

4) Menamatkan siswa dengan nilai rata-rata 7,0 sejak tahun pelajaran 2016/2017.

5) Menjadi sekolah teladan pada tingkat Kabupaten Pangkep.

6) Mengembangkan pembelajaran yang didukung oleh sarana dan prasaran yang lengkap.

41

3. Data Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Pangkajene

Tabel 3 Data Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Pangkajene

NO URAIAN JUMLAH KEADAAN SARANA

DAN PRASARANA

1 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik

2 Ruang Wakasek Kurikulum 1 Baik

3 Ruang Wakasek Kesiswaan 1 Baik

4 Ruang Tata Usaha 1 Baik

5 Ruang Belajar/Kelas 8 Baik

6

Ruang Lab Sains (biologi,

kimia dan fisika) 1 Baik

7 Ruang Perpustakaan 1 Baik

8 Ruang Guru 1 Baik

9 Ruang UKS/PMR 1 Baik

10 Toilet/WC 5 Baik

11 Ruang Dapur 1 Baik

12 Aula 1 Baik

13 Ruang Gudang 1 Baik

14 Ruang BK 1 Baik

15 Kantin 1 Baik

Sumber data: SMA Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep. 2015

SMA Negeri 3 Pangkajene masih sementara membangun empat gedung baru untuk ruang kelas sebagai persiapan ruang kelas XII.

4. Data Guru SMA Negeri 3 Pangakajene

Tabel 4 Data Guru SMA Negeri 3 Pangakajene

NO NAMA /NIP ALAMAT RUMAH PANGKAT/

GOL 1 Drs.H, Syarifuddin

19631231 199003 1 145

Kassi Kel. Kassi Kec. Balocci Kab.

Pangkep

Pembina tk.1/IV.b 2 Rusli Nur, S,Pd

19710221 1994 12 1 004

Pangkajene kab.

Pangkep

Pembina tk.1/IV.b 3 Abd.Azis,S.Pd, M,Pd

197350514 200003 1 004

Jl.Matahari perum POLRI kel.Bontokio

Pembina/iv.a 4 Ruslan Usman, S,Pd

19820612 200902 1 006

Labakkang Penata/ IIIc 5 Drs. HJ. Sarfiah

19690126 200701 2 011

Makassar Penata/III.c 6 Herawati Abuhaer, S.Pd,

MM

19790928 20080 2 010

Vila mutiara lestari No. 18 Makassar

Penata/ III.c 7 Istitha, S,Pd.

19861025 200902 2 007

Labakkang Penata muda Tk.1/IIIb 8 Baharuddin, S.Pd.

19821110 201101 1 005

Bulu-bulu Penata

muda/III.a 9 Hj. Herlina, S,Pd

19710318 200502 003

Minasatne jl.

Ketimun no. 5

penata/ III.c 10 Dra. St. Aisyah, M,Pd

19670408 199412 2 005

Pallateang Pembina/IV.a 11 Nurhayati, S,Pd.

19851120 201101 2 005

Baru-baru Tangnga Penata muda Tk.1/IIIb 12 Yusri Rauf, S,Pd Pangkajene Penata

muda/III.d 13 Nurhayati, S,Pd

19790121 200912 2 003

Ujung loe penata muda Tk.I/III.c 14 Rismawati, S,Pd

19791215 201001 2 010

Pangkajene Penata / III.c Sumber data: SMA Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep. 2015

Jumlah guru beserta staf keseluruhan sebanyak 33 orang, tabel 4 di atas hanya menunjukkan data guru yang telah berstatus PNS.

Dokumen terkait