• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

BAB III METODE PENELITIAN

H. Teknik Pengumpulan Data

I. Teknik Analisis Data

Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Menurut sugiyono (2013: 207) menegaskan bahwa statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya.

36

Analisis data yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan hasil-hasil tindakan yang mengarah pada peningkatan keaktifan siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Analisis data secara kuantitatif digunakan untuk memperoleh keterangan-keterangan yang mempunyai data yang konkret dan dapat diukur mengenai hasil belajar siswa.

Menurut Tiro dalam bukunya “Dasar-dasar statistika” (2000: 132) mengatakan bahwa rumus yang digunakan untuk menentukan nilai rata- rata siswa dalam analisis statistik adalah sebagai berikut :

Mean:

Dengan :

̅

Nilai rata-rata

∑ X = Jumlah semua nilai siswa

∑ N = Jumlah siswa

Arikunto dalam Ekawati (2014: 50) menyatakan bahwa tingkat keberhasilan belajar siswa terhadap model pembelajaran yang digunakan dapat dinyatakan dalam skala sebagai berikut:

Interval Nilai Kategori Huruf Keterangan

0 – 50 Sangat Rendah E Gagal

51 – 69 Rendah D Kurang

70 – 79 Sedang C Cukup

80 – 89 Tinggi B Baik

90 – 100 Sangat Tinggi A Sangat Baik

37 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Lokasi Penelitian

1. Sejarah Berdirinya SMA Negeri 3 Pangkajene

SMA Negeri 3 Pangkajene yang selanjutnya dikenal dengan nama SMAGA yang merupakan singkatan dari SMA tiga ini berdiri pada tanggal 2 Juli 2014 sebagaimana yang tertera pada SK pendirian sekolah dan pada tanggal yang sama dikeluarkan pula Surat Izin Sekolah. Pada awalnya sekolah ini dirintis oleh bapak Abd. Azis yang di SK-kan selaku pelaksana tugas pada bulan Februari 2014, pada bulan April hadirlah bapak Syarifuddin, bapak Rusli Nur dan bapak Mukhlis serta Ibu Herlina yang di nota tugaskan pada sekolah tersebut. maka selama bulan Maret, April hingga Mei, dilakukanlah sosialisasi untuk penerimaan siswa baru SMA Negeri 3 Pangkajene hingga pada bulan juli diterimalah siswa angkatan pertama dengan jumlah siswa 98 orang yang terbagi menjadi empat kelas.

Setelah dikelurkannya SK Pendirian Sekolah dan surat izin sekolah maka pada tanggal 07 Juli 2014 di SK-kanlah bapak Abd. Azis selaku kepala sekolah pertama SMA Negeri 3 Pangkajene. Saat ini, selain dikenal dengan sebutan SMAGA, Sekolah yang beridentitas SMA Negeri 3 Pangkajene ini memiliki nama yaitu SMA Andalan.

2. Makna Logo, Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran a) Makna Logo SMA Negeri 3 Pangkajene

1) Segi delapan bergaris tebal warna hijau melambangkan sikap religius/islami.

2) Latar segi empat berwarna biru melambangkan cita-cita yang agung.

3) Belah ketupat berwarna abu-abu melambangkan identitas sekolah menengah atas.

4) Lambang Tut Wuri Handayani merupakan identitas lembaga pendidikan.

5) Sembilan bintang berwarna kuning melambangkan kejayaan dalam bidang keilmuan olimpiade sains.

6) Bola dunia melambangkan prestasi yang mendunia/

mengglobal.

7) Buku berwarna putih melambangkan semangat kesucian belajar.

8) SMA Negeri 3 Pangkajene merupakan identitas sekolah.

39

b) Visi SMA Negeri 3 Pangkajene

Generasi Prestasi Global Berlandaskan Iman dan Taqwa

c) Misi SMA Negeri 3 Pangkajene

1) Mewujudkan sistem pembelajaran inovatif yang mengaktualisasikan kompetensi peserta didik.

2) Mewujudkan pengembangan bakat minat yang berbasis kebutuhan dan berorientasi masa depan.

3) Mewujudkan prilaku yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti.

4) Mewujudkan peserta didik yang memiliki sikap sportif dan kompetitif.

5) Mewujudkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki integritas, profesional, berakhlak, dan berbudi pekerti.

6) Menanamkan keteladanan melalui kultur sekolah yang sesuai dengan norma agama, sosial, dan kebangsaan.

7) Mewujudkan lulusan yang mampu diteladani secara intelektual, emosional, dan spiritual.

d) Tujuan SMA Negeri 3 Pangkajene

1) Menghasilkan peserta didik yang berprestasi dalam bidang matematika, sains, sosial, dan bahasa.

2) Menghasilkan peserta didik yang inovatif dan mampu berkompetisi di era global.

3) Menghasilkan peserta didik yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai akhlak mulia dan budi pekerti luhur.

4) Menghasilkan peserta didik yang memiliki sikap sportif dan kompetitif.

5) Menghasilkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki integritas, profesional, berakhlak, dan berbudi pekerti, serta berorientasi pada pelayanan.

6) Menghasilkan lulusan yang mampu diteladani secara intelektual, emosional, dan spiritual.

7) Menghasilkan lulusan yang mampu memenangkan persaingan di Perguruan Tinggi Negeri.

e) Sasaran SMA Negeri 3 Pangkajene

1) Mengembangkan sistem pembelajaran yang inovatif.

2) Menjuarai berbagai lomba akademik maupun nonakademik pada tingkat kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional..

3) Membentuk prilaku peserta didik yang mampu diteladani secara intelektual, emosional, dan spiritual.

4) Menamatkan siswa dengan nilai rata-rata 7,0 sejak tahun pelajaran 2016/2017.

5) Menjadi sekolah teladan pada tingkat Kabupaten Pangkep.

6) Mengembangkan pembelajaran yang didukung oleh sarana dan prasaran yang lengkap.

41

3. Data Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Pangkajene

Tabel 3 Data Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Pangkajene

NO URAIAN JUMLAH KEADAAN SARANA

DAN PRASARANA

1 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik

2 Ruang Wakasek Kurikulum 1 Baik

3 Ruang Wakasek Kesiswaan 1 Baik

4 Ruang Tata Usaha 1 Baik

5 Ruang Belajar/Kelas 8 Baik

6

Ruang Lab Sains (biologi,

kimia dan fisika) 1 Baik

7 Ruang Perpustakaan 1 Baik

8 Ruang Guru 1 Baik

9 Ruang UKS/PMR 1 Baik

10 Toilet/WC 5 Baik

11 Ruang Dapur 1 Baik

12 Aula 1 Baik

13 Ruang Gudang 1 Baik

14 Ruang BK 1 Baik

15 Kantin 1 Baik

Sumber data: SMA Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep. 2015

SMA Negeri 3 Pangkajene masih sementara membangun empat gedung baru untuk ruang kelas sebagai persiapan ruang kelas XII.

4. Data Guru SMA Negeri 3 Pangakajene

Tabel 4 Data Guru SMA Negeri 3 Pangakajene

NO NAMA /NIP ALAMAT RUMAH PANGKAT/

GOL 1 Drs.H, Syarifuddin

19631231 199003 1 145

Kassi Kel. Kassi Kec. Balocci Kab.

Pangkep

Pembina tk.1/IV.b 2 Rusli Nur, S,Pd

19710221 1994 12 1 004

Pangkajene kab.

Pangkep

Pembina tk.1/IV.b 3 Abd.Azis,S.Pd, M,Pd

197350514 200003 1 004

Jl.Matahari perum POLRI kel.Bontokio

Pembina/iv.a 4 Ruslan Usman, S,Pd

19820612 200902 1 006

Labakkang Penata/ IIIc 5 Drs. HJ. Sarfiah

19690126 200701 2 011

Makassar Penata/III.c 6 Herawati Abuhaer, S.Pd,

MM

19790928 20080 2 010

Vila mutiara lestari No. 18 Makassar

Penata/ III.c 7 Istitha, S,Pd.

19861025 200902 2 007

Labakkang Penata muda Tk.1/IIIb 8 Baharuddin, S.Pd.

19821110 201101 1 005

Bulu-bulu Penata

muda/III.a 9 Hj. Herlina, S,Pd

19710318 200502 003

Minasatne jl.

Ketimun no. 5

penata/ III.c 10 Dra. St. Aisyah, M,Pd

19670408 199412 2 005

Pallateang Pembina/IV.a 11 Nurhayati, S,Pd.

19851120 201101 2 005

Baru-baru Tangnga Penata muda Tk.1/IIIb 12 Yusri Rauf, S,Pd Pangkajene Penata

muda/III.d 13 Nurhayati, S,Pd

19790121 200912 2 003

Ujung loe penata muda Tk.I/III.c 14 Rismawati, S,Pd

19791215 201001 2 010

Pangkajene Penata / III.c Sumber data: SMA Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep. 2015

Jumlah guru beserta staf keseluruhan sebanyak 33 orang, tabel 4 di atas hanya menunjukkan data guru yang telah berstatus PNS.

43

B. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri

Model pembelajaran inkuiri sesungguhnya telah diterapkan oleh hampir seluruh guru SMA Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep, dengan berbagai macam metode pembelajaran yang berbeda.

Sebagaimana penuturan kepala sekolah, bapak Abd. Azis saat diwawancarai oleh peneliti pada tanggal 04 November 2015 bahwa para guru telah menggunakan model pembelajaran yang bervariatif sesuai dengan materi pembelajaran yang diajarkan jika dilihat dari RPP yang diajukan. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sendiri, bapak Ruhul Yusuf pun menuturkan hal serupa saat diwawancarai pada tanggal 04 November 2015 bahwa untuk beberapa materi tertentu ia terkadang menggunakan model pembelajaran inkuiri.

Hasil wawancara peneliti terhadap ibu Risma selaku guru Fisika SMA Negeri 3 pangkajene juga menggunakan model pembelajaran yang bervariatif, disesuaikan dengan materi pembelajaran yang diajarkan. Hal senada dikemukakan pula oleh kepala sekolah yang sekaligus bertindak sebagai guru bahasa Indonesia saat wawancara tanggal 04 November 2015 bahwa ketika mengajar ia lebih banyak menggunakan pendekatan kontekstual dengan model pembelajaran bervariatif yang salah satunya adalah model pembelajaran inkuiri dengan motede yang bervariatif pula misalkan pada materi pembelajaran terkait penulisan berita ia menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode belajar kelompok. Jadi pada umumnya guru-guru SMA Negeri 3 Pangkajene

menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual namun dengan model pembelajaran yang bervariatif sesuai dengan materi pelajaran sehingga peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran inkuiri cukup sulit diukur dikarenakan para guru tidak monoton menggunakan model pembelajaran inkuiri disetiap materi pembelajaran yang diajarkannya. Hal ini pula yang terjadi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Namun sejauh pengamatan guru peningkatan hasil belajar siswa selalu mengalami peningkatan termasuk ketika model pembelajaran inkuiri diterapkan.

Maka untuk mengukur peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam melalui model pembelajaran inkuiri siswa SMA Negeri 3 Pangkajene kabupaten Pangkep maka diterapkanlah model pembelajaran inkuiri selama tujuh pertemuan dengan dua bab materi pembelajaran yaitu bab III dengan materi iman kepada rasul Allah dan bab IV dengan materi sifat- sifat terpuji yaitu perilaku tobat dan raja’.

Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil penelitian setelah pelaksanaan model pembelajaran inkuiri. Metode pelaksanaannya mengikuti cara kerja PTK yang dilakukan melalui putaran spiral yang terdiri dari 4 tahapan yang berulang-ulang dengan proses pengkajian berdaur atau siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.

Sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa hasil penelitian akan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data yang

45

digunakan dengan analisis kualitatif yaitu data hasil observasi, sedangkan data tentang hasil belajar siswa dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif.

1. Paparan Data Siklus I a) Tahap Perencanaan

1) Peneliti melakukan diskusi awal dengan guru mata pelajaran untuk membahas permasalahan yang akan dipecahkan dalam penelitian ini. Setelah itu, menelaah kurikulum/silabus Pendidikan Agama Islam kelas XI IPA 1 (Kelas Ibnu Sina)

2) Mengembangkan silabus sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.

3) Menyusun skenario pembelajaran yang berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

4) Membuat instrumen pedoman observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran pada saat proses pembelajaran berlangsung.

5) Mendesain instrumen tes akhir siklus I sebagai alat evaluasi untuk mengetahui hasil yang diperoleh oleh siswa.

Setelah peneliti melakukan hal tersebut di atas, kemudian peneliti mengimplementasikannya pada saat proses pembelajaran berlangsung sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

b) Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan I dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 September 2015 pukul 13.00-14.30 pertemuan II pada hari Sabtu, 19 September 2015 pukul 13.00-14.30, pertemuan III pada hari Sabtu, 26 September 2015 pukul 13.00-14.30 dengan materi Iman kepada Rasul Allah.

Pada dasarnya penelitian tindakan disesuaikan dengan tindakan yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Operasional tindakan dalam proses pembelajaran ini dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru yang mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam. Penilaian terhadap proses belajar siswa dilaksanakan sejak awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Instrumen pengumpulan data yang digunakan sebagai bahan penilaian terhadap aktivitas proses dan hasil belajar siswa adalah menggunakan instrumen pengumpulan data yang telah disiapkan, yaitu berupa lembar observasi (pengamatan), dan lembar penilaian hasil tes belajar. Oleh sebab itu, teknik penilaian yang dipergunakan disesuaikan dengan objek yang dinilai dan disesuaikan dengan tujuan penelitian.

Kegiatan pembelajaran ini melalui bimbingan kelompok maupun individu secara intensif berdasarkan pada tujuan penelitian. Penilaian dilaksanakan secara terpadu dengan proses pembelajaran dalam penelitian tindakan. Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini, dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan melalui

47

tiga tahapan kegiatan yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Deskripsi kegiatan dimaksud disajikan dalam tahapan pelaksanaan kegiatan siklus I pada tabel 5 dibawah ini :

Tabel 5 Pertemuan I

Waktu Kegiatan Pembelajaran Nilai/Karakter

15 menit

Kegiatan awal

1. Guru dan siswa berdoa bersama sebelum belajar

2. Guru mengabsen siswa sebelum pelajaran dimulai

3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta kompetensi dasar yang akan dicapai dalam pembelajaran 4. Guru memotivasi siswa tentang

pentingnya materi yang akan dipelajari

1. Religius

2. Disiplin

45 menit

Kegiatan Inti

1. Guru Mulai menstimulus keingintahuan siswa dengan memberikan pertanyaan- pertanyaan mendasar seputar materi seperti:

a) Pernahkah kalian mendengar kata Rasul? Apa makna kata “Rasul”

yang selama ini kalian pahami?

1. Rasa Ingin Tahu

2. Berpikir kritis

b) Jika Rasul Allah berarti utusan Allah, maka nabi Nuh juga disebut Rasulullah karena beliau pun utusan Allah

c) Lalu siapa sajakah yang disebut Rasulullah? Apakah sama Nabi dan Rasul?

2. Guru mengajak siswa menyelami materi

“Iman kepada Rasul Allah” dan lagi-lagi menghujani mereka dengan berbagai pertanyaan untuk mengarahkan siswa agar berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari ketidaktahuan mereka dan memuaskan keingintahuannya.

Misalnya guru menanyakan:

a) Apa yang dimaksud iman kepada Rasul Allah?

b) Apa itu iman? Mengapa kita harus beriman kepada rasul Allah?

c) Bagaimana sebenarnya hukum beriman kepada rasul Allah?

3. Inisiatif

4. Analitis

5. Patuh

49

d) Bagaimana dampak yang ditimbulkan bila seseorang tidak beriman kepada Rasul Allah?

3. Guru membantu siswa memberikan kesimpulan akhir dari berbagai hasil pemikiran siswa mengenai pengertian iman kepada Rasul Allah, hukum serta akibat/dosa bagi seseorang yang tidak beriman kepada Rasul Allah.

20 menit

Kegiatan Akhir

1. Guru memberi kesempatan bagi siswa untuk mempertanyakan hal-hal yang kurang dipahaminya terhadap materi.

2. Siswa diberi tugas rumah untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh teman- temannya.

3. Guru memberikan pesan diakhir pelajaran agar siswa beriman kepada Rasul Allah

4. Guru dan siswa berdoa bersama dan mengakhiri pelajaran dengan salam

1. Inisiatif

2. Religius

Tabel 6 Pertemuan II

Waktu Kegiatan Pembelajaran Nilai/Karakter

15 menit

Kegiatan awal

1. Guru dan siswa berdoa bersama sebelum belajar

2. Guru mengabsen siswa sebelum pelajaran dimulai

3. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari sebelumnya

1. Religius

2. Disiplin

45 menit

Kegiatan Inti

1. Guru mengulas kembali materi sebelumnya dan mengingatkan siswa akan pentingnya beriaman kepada rasul Allah dan bahayanya ketika seseorang tidak beriman kepada rasul Allah

2. Guru mengarahkan siswa untuk memahami tanda-tanda orang yang beriman kepada rasul Allah dengan mulai memberikan pertanyaan seperti:

a. Sudahkah kalian beriman kepada Rasul Allah? Apa buktinya?

b. Apakah bapak kepala sekolah sudah beriman kepada Rasul Allah?

1. Rasa Ingin Tahu

2. Inisiatif

3. Berpikir kritis dan analitis

4. Peka

5. Patuh

51

Bagaimana kalian mengetahui bahwa bapak kepala sekolah telah beriman atau tidak?

3. Siswa memahami bahwa seseorang yang beriman kepada Rasul Allah memiliki ciri tersendiri dalam hidupnya.

4. Guru mengarahkan siswa untuk menemukan tanda-tanda orang yang beriman kepada rasul Allah.

5. Siswa diminta untuk menyebutkan contoh-contoh gambaran kehidupan keseharian orang yang beriman kepada rasul Allah

20 menit

Kegiatan Akhir

1. Guru mengadakan tanya jawab untuk memantapkan pengetahuan siswa 2. Guru menyimpulkan materi pelajaran

pertemuan 1 dan 2

3. Guru dan siswa berdoa bersama dan mengakhiri pelajaran dengan salam

1. Kreatif

2. Inisiatif

3. Religius

Pada kegiatan ini, peneliti bertindak sebagai guru sehingga guru yang dimaksud pada table 5 dan 6 adalah peneliti sendiri.

c) Tahap Observasi

Kegiatan observasi dilakukan secara kontinyu setiap kali pembelajaran berlangsung dalam pelaksanaan tindakan dengan mengamati sikap atau perilaku siswa dalam proses pembelajaran selama berlangsungnya proses inkuiri (mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran) dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sesuai dengan indikator penilaian yang sudah ditetapkan dengan menggunakan analisis kualitatif.

Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tahap ini adalah melakukan pengamatan terhadap kegiatan belajar siswa dan mencatatnya dalam lembar observasi. Lembar observasi tersebut digunakan untuk mengetahui perubahan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas. Deskriptif tentang sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran pada siklus I ditunjukkan pada tabel 7 berikut :

Tabel 7 Hasil Observasi Sikap Siswa Selama Mengikuti Proses Pembelajaran Siklus I

No Aspek yang diamati

Pertemuan Rata-rata Persen 1 2 3

1. Jumlah kehadiran siswa pada saat proses

pembelajaran.

23 23 T E S

23 95.8

2. Siswa yang memperhatikan penjelasan guru.

22 23 22.5 97.8

53

3. Siswa yang aktif (berbicara / berkomentar, bertanya, dan menjawab) dalam proses pembelajaran.

15 17 S

I K L U S

I

16 69.5

4. Siswa yang menguasai materi pelajaran (komentar yang berbobot).

10 13 11.5 50

5. Siswa yang melakukan kegiatan lain pada saat proses pembelajaran (main- main atau ribut).

1 - 0.5 2.1

6. Siswa yang masih pasif. 8 6 7 30.4

7. Siswa yang tampil percaya diri

12 13 12.5 54.3

Berdasarkan tabel 7 diperoleh data bahwa siklus I dari 24 siswa.

Siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran sebanyak 23 orang atau sebesar 95.8 persen, yang memperhatikan penjelasan guru yakni sebanyak 97.8 persen dari siswa yang hadir, yang aktif (berbicara/berkomentar, bertanya dan menjawab) dalam proses pembelajaran sebesar 69.5 persen, yang menguasai materi pelajaran (memberikan komentar yang berbobot) mencapai 50 persen, yang melakukan kegiatan lain selama proses pembelajaran (main-main atau

ribut) adalah hanya 2.1 persen, lalu yang masih pasif sebanyak 30.4 persen siswa dan yang tampil percaya diri sebanyak 54.3 persen.

Data di atas diperkuat oleh pernyataan bapak Ruhul Yusuf selaku guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 3 Pangkajene saat wawancara via telepon pada tanggal 06 November 2014 bahwa perhatian serta minat belajar siswa meningkat selama proses pembelajaran dengan model inkuiri diterapkan.

Pada siklus ini dilaksanakan hasil tes belajar yang berbentuk ulangan harian setelah selesai penyajian materi pertemuan I dan II untuk siklus I. Adapun hasil analisis hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri (mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran) apabila dikelompokan ke dalam 5 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi nilai seperti yang disajikan pada tabel 8 dibawah ini:

Tabel 8 Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar Siklus I Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

0 – 50 Sangat Rendah 0 0

51 – 69 Rendah 3 12.5

70 – 79 Sedang 10 41.6

80 – 89 Tinggi 7 29.2

90 – 100 Sangat Tinggi 4 16.6

Jumlah 24 100

55

Berdasarkan tabel 8 diatas, dapat dikemukakan bahwa pada siklus I ini menunjukkan bahwa dari 24 siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Pangkajene yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri (mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran) secara umum penguasaan siswa terhadap materi Iman kepada rasul Allah pada siklus I cukup maksimal. Hal ini terlihat bahwa siswa yang memperoleh nilai pada kategori sangat rendah tidak ada dengan persentase 0 persen, siswa yang berada pada kategori rendah hanya 3 orang dengan persentase 12.5 persen siswa, yang berada pada kategori sedang sebanyak 10 orang dengan persentase 41.6 persen, siswa yang berada pada kategori tinggi sebanyak 7 orang dengan persentase 29.2 persen dan siswa yang berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 4 orang dengan persentase 16.6 persen.

Berdasarkan data hasil belajar siklus I menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Bapak Ruhul Yusuf mengungkapkan hal serupa saat wawancara via telepon pada tanggal 06 November 2014 bahwa benar hasil belajar siswa jauh lebih baik dari sebelumnya setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri meskipun masih ada yang mendapat nilai dibawa standar berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu 70.

d) Tahap Refleksi

Pada tahap refleksi peneliti mengkaji kekurangan dan tindakan yang telah diberikan. Hal ini dilakukan dengan cara melihat observasi pada siklus I. Dari hasil observasi diketahui bahwa diantara mereka masih ada siswa yang pasif dan butuh bimbingan dalam proses pembelajaran meskipun hasil tes cukup maksimal. Serta masih ada siswa yang merasa takut menjawab petanyaan yang diajukan oleh guru atau temannya, karena tidak biasa bicara untuk mengeluarkan pendapatnya.

Hasil refleksi tersebut menjadi dasar acuan dilanjutkan pelaksanaan kegiatan ke siklus II dengan mengupayakan hasil belajar yang lebih maksimal dan lebih menekankan pada keaktifan semua siswa dalam proses pembelajaran dengan model inkuiri (mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran).

2. Paparan Data Siklus II a) Tahap Perencanaan

Pada saat pembelajaran dimulai pada siklus II kegiatan guru dalam tahap perencanaan adalah :

1) Membuat kembali rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.

2) Mempelajari kembali tentang aspek-aspek yang perlu diperhatikan berkenaan dengan model pembelajaran inkuiri (mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran)

3) Menjabarkan tujuan pembelajaran pada siswa.

57

4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru maupun temannya sesuai dengan materi yang diajarkan.

5) Membuat instrumen pedoman observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran pada saat proses pembelajaran siklus II berlangsung.

6) Mendesain instrumen tes akhir siklus II sebagai alat evaluasi untuk mengetahui hasil yang diperoleh oleh siswa.

b) Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan siklus II pada pertemuan I dilaksanakan pada hari Sabtu, 03 Oktober 2015 pukul 13.00-14.30, pertemuan II pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015 pukul 13.00-14.30, pertemuan III pada hari Sabtu, 17 Oktober 2015 pukul 13.00-14.30, dan pertemuan IV pada hari Sabtu, 24 Oktober 2015 pukul 13.00-14.30, dengan materi berperilaku sifat-sifat yang terpuji.

Pada dasarnya penelitian tindakan disesuaikan dengan tindakan yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Operasional tindakan dalam proses pembelajaran ini dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru yang mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam. Penilaian terhadap proses belajar siswa dilaksanakan sejak awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Instrumen pengumpulan data yang digunakan sebagai bahan penilaian terhadap aktivitas proses dan hasil belajar siswa adalah menggunakan instrumen pengumpulan data yang telah disiapkan, yaitu berupa lembar observasi (pengamatan), dan

lembar penilaian hasil tes belajar. Oleh sebab itu, teknik penilaian yang dipergunakan disesuaikan dengan objek yang dinilai dan disesuaikan dengan tujuan penelitian.

Kegiatan pembelajaran ini melalui bimbingan kelompok maupun individu secara intensif berdasarkan pada tujuan penelitian. Penilaian dilaksanakan secara terpadu dengan proses pembelajaran dalam penelitian tindakan. Pelaksanaan tindakan siklus II dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan melalui tiga tahapan kegiatan yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Deskripsi kegiatan dimaksud disajikan dalam tahapan pelaksanaan kegiatan pada siklus II pada tabel 9 dibawah ini :

Tabel 9 Pertemuan I

Waktu Kegiatan Pembelajaran Nilai/Karakter

15 menit

Kegiatan awal

1. Guru/peneliti dan siswa berdoa bersama sebelum belajar

2. Guru mengabsen siswa sebelum pelajaran dimulai

3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta kompetensi dasar yang akan dicapai dalam pembelajaran 4. Guru memotivasi siswa tentang

pentingnya materi yang akan dipelajari

1. Religius

2. Disiplin

Dokumen terkait