• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.7. Teori Regionalisme Tropis

2.7.2. Prinsip Regionalisme Tropis

59 Secara struktur kolam ombak ini memiliki rangka baja yang disusun secara bertingkat hingga menyerupai ombak. Pelingkup kolam obak berupa membran yang lembut berfungsi untuk keselamatan pengguna sehingga meminimalisir cedera ketika terjatuh. Pada dasar rangka terdapat bak penampung air yang kemudian dipompa menuju nozzle sehingga papan selancar dapat bergerak di permukaan air.

2.7. Teori Regionalisme Tropis

60 1. Material Menggunakan Bahan Bangunan Lokal Dengan Teknologi Modern

Dalam kaitannya dengan lokasi, arsitektur mengangkat kelokalan sebagai bagian penting dari arsitektur, yaitu dengan cara memakai material lokal, alat mekanik lokal, pekerja lokal, memperhatikan kebutuhan lokal, memperhatikan budaya/tradisi/sejarah lokal, sehingga hal tersebut dapat digunakan dalam proses berarsitektur (Rachmawati & Prijotomo, 2010).

Material atau bahan bangunan merupakan unsur utama dalam perancangan arsitektur. Dalam Frick (1997) dikatakan bahwa bahan bangunan dapat dikategorikan menjadi bahan bangunan alami dan bahan bangunan buatan.

Bahan bangunan alami adalah bahan bangunan yang bersifat anorganik, seperti batu alam, tanah liat, dan tras, dan juga yang bersifat organik, seperti daun, kayu, dan bambu. (Octavia, dkk, 2013).

2. Tanggap Dalam Mengatasi Kondisi Iklim di Daerah Setempat.

Iklim tropis adalah iklim yang terjadi atau berlaku pada daerah tropis, yakni daerah diantara isotherm 200 dibelahan bumi utara dan selatan. Terdapat dua macam iklim tropis yakni tropis kering dan tropis lembab. Menurut Lippsmeier (1994) Indonesia termasuk dalam daerah hutan hujan tropis atau tropika basah yang meliputi daerah sekitar katulistiwa sampai sekitar 150 utara dan selatan.

Karakter iklim tropis lembab ditandai dengan presipitasi (hujan) dan kelembaban tinggi dengan temperatur yang hampir selalu tinggi. Terdapat dua

Gambar 2.41 Bahan Lokal Pada Arsitektur Tradisional Baduy Sumber :Jurnal Temu Ilmiah LPBI 2016

61 musim dalam tiap tahunnya, yakni musim kemarau dan musim penghujan (Sardjono, 2012).

Kondisi iklim ini akan mempengaruhi rasa nyaman penghuni dalam bertempat tinggal. Dalam upaya mencapai kenyamanan untuk bertempat tinggal, dapat digunakan elemen pendukung untuk mengendalikan kenyamanan termal. Elemen-elemen iklim tropis yang mempengaruhi kenyamanan termal antara lain adalah (Sardjono, 2012) :

a. Radiasi

b. Temperatur Udara c. Kelembapan Udara d. Curah Hujan e. Pergerakan Udara

Menurut Tri Harso Karyono (2016) dalam buku “Arsitektur Tropis; Bentuk, Teknologi, Kenyamanan, & Penggunaan Energi” beberapa prinsip rancangan arsitektur tropis :

I. Organisasi Ruang dan Orientasi Bangunan

Orientasi atau hadapan bangunan mempengaruhi tinggi-rendahnya temperatur udara di dalam ruangan. Demikian pula ketebalan dinding dan

Gambar 2.42 Orientasi Bangunan

Sumber : tanganketiga.com/orientasi-bangunan-rumah/

diakses 2023

62 warna dinding luar berpengaruh terhadap temperatur udara di dalam bangunan.

Dinding ruang di bagian barat akan mendapatkan radiasi matahari siang dan sore yang sangat tinggi, dan membuat ruang di dalamnya panas.

Sebaiknya sisi barat bangunan digunakan untuk ruang-ruang servis seperti kamar mandi/toilet, gudang, atau tangga, terutama jika sisi ini tidak mendapat pembayangan.

II. Rancangan Atap

Perlu diperhatikan bahwa atap yang tinggi dengan volume atap yang besar akan membantu mengurangi pemanasan ruang-ruang yang berada di bawahnya. Jika di bawah atap tidak dibuat plafon, maka tidak terdapat ruang atap di bawah penutup atap. Ruang yang terbentuk di bawah atap langsung dibatasi oleh lanntai, sehingga kalor dari pelapis atap akan langsung diteruskan ke ruang tersebut tanpa melalui ruang atap.

Untuk memastikan agar temperatur udara di dalam ruangan tidak tinggi, maka perlu dilakukan usaha untuk mengurangi radiasi matahari yang jatuh ke permukaan atap. Bangunan diharapkan akan menjadi lebih sejuk jika permukaan luar atap dapat dihindari dari radiasi sinar matahari. Cara lain adalah memberikan bukaan untuk ventilasi silang di “ruang atap”.

III. Bukaan dan Ventilasi

Rancangan arsitektur tropis harus memungkinkan terjadinya aliran udara silang secara maksimum di dalam bangunan. Aliran udara sangat berpengaruh dalam menciptakan ‘efek dingin’ pada tubuh manusia, sehingga sangat membantu pencapaian kenyamanan termal pengguna bangunan.

63 IV. Dinding Transparan dan Pembayangan

Sinar matahari merupakan gelombang pendek yang dapat menembus dinding transparan bangunan seperti halnya kaca. Kemudian sinar akan memanaskan benda-benda yang ada di dalam ruanga tersebut,ketika benda di dalam ruangan menjadi panas maka kalor yang dipancarkan berubah dan merupakan gelombang panjang.

Karena material kaca umumnya tidak dapat dilalui oleh gelombang panjang,mengakibatkan kalor terperangkap di dalam ruangan sehingga peristiwa ini di sebut sebagai ‘efek rumah kaca’.

Gambar 2.43 Diagram Pencahaayan dan Penghawaan Sumber : interiordesign.id/ventilasi-pengertian-jenis-dan-

kegunaannya/ diakses 2023

Gambar 2.44 Pembayangan Dengan Selasar Sumber : www.constructionplusasia.com/ diakses 2023

64 Pada gambar 2.44, selasar di tepi bangunan mencegah masuknya radiasi matahari secara langsung ke bidang kaca,mencegah terjadinya efek rumah kaca.

V. Dinding Masif

Arsitektur tropis perlu mempertimbangkan rancangan dinding masif terutama jika dinding tersebut berada di sisi barat yang langsung berhadapan dengan matahari, dalam hal ini bagaimana pembayangan perlu diberikan untuk mengurangi pemanasan pada dinding tersebut akibat radiasi langsung dari matahari.

VI. Ketebalan Bangunan

Ketebalan bangunan di sini diartikan sebagai bagian terpendek dari sisi bangunan. Dalam arsitektur tropis, sisi terpendek bangunan dituntut untuk setipis mungkin sehingga memungkinkan cahaya alami, seperti cahaya langit dapat mencapai area atau titik terjauh dari jendela dalam satu ruangan di siang hari.

VII. Material Bangunan

Material yang digunakan oleh bangunan seringkali dapat mencerminkan kondisi iklim setempat di mana bangunan tersebut dibangun. Material bangunan berpengaruh terhadap kondisi termal ruang di dalam bangunan.

Jenis material, ketebalan, dan warna material akan berpengaruh terhadap pertukaran kalor secara radiasi dan konduksi terhadap lingkungan di sekitar bangunan.

VIII. Penataan Ruang Luar dan Penghijauan

65 Dalam rancangan arsitektur tropis, rancangan ruang luar bangunan memegang peran penting untuk memodifikasi temperatur udara luar. Agar temperatur di luar bangunan tidak panas, maka penggunaan material keras (beton,aspal) pada permukaan halaman, taman, atau parkir yang tidak mendapat peneduhan perlu diminimalkan.

3. Memiliki Konteks Budaya Setempat

Konteks budaya dalam arsitektur regionalisme merupakan bagian dari hal yang berhubungan dengan kebudayaan. Kebudayaan biasanya dapat berupa konteks sosial, agama, teknologi, estetika, serta kebutuhan lainnya dalam pemenuhan kebutuhan di lingkup daerah tersebut. Dalam arsitektur regionalisme, konteks budaya tercermin dalam wujud karya arsitektur.

Dokumen terkait