• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN SURFING COMMUNITY CENTER DI KABUPATEN NIAS SELATAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR REGIONALISME TROPIS

N/A
N/A
Generay Zebua

Academic year: 2023

Membagikan "PERANCANGAN SURFING COMMUNITY CENTER DI KABUPATEN NIAS SELATAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR REGIONALISME TROPIS "

Copied!
230
0
0

Teks penuh

Instansi terkait Kabupaten Nias Selatan yang membantu memperoleh data-data yang saya perlukan dalam penyusunan tugas akhir ini;. Oleh karena itu, perancangan pusat komunitas selancar di Kabupaten Nias Selatan ini menggunakan pendekatan arsitektur regionalisme tropis sebagai salah satu cara untuk mengatasi permasalahan bangunan yang sudah tidak memiliki ciri khas kedaerahan.

Judul

Pengertian Judul

3 Berdasarkan rincian definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa perancangan pusat komunitas selancar di Kabupaten Nias Selatan dengan pendekatan arsitektur regionalis tropis merupakan usulan dasar untuk mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih baik (Tim Mcginty, 1997 Dalam hal ini adalah tempat olah raga yang dilakukan di permukaan air (Seputarilmu.com, 2021) atau ombak yang menggunakan papan untuk bermanuver di atas ombak (Richard, 2010) oleh beberapa kelompok masyarakat (society) dalam skala yang lebih kecil. ruang lingkupnya (Fairi, dkk. 1980; 52n) dan menjadi landasan atau landasan bagi berbagai jenis usaha (KBBI Edisi Ketiga, 2001) serta pedoman pengajaran yang digunakan berupa kedaerahan yang diartikan sebagai kesadaran untuk membuka diri. keunikan tradisi dalam merespon tempat dan iklim, dan selanjutnya munculnya identitas formal dan simbolik (Tan Hock Beng, 1994). Dengan demikian, kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan tujuan dalam berselancar dapat terus berkembang, baik dari segi keterampilan individu maupun kelompok, serta bangunan yang menjadi pusat komunitas tersebut memperoleh identitas daerah.

Latar Belakang Permasalahan

  • Perkembangan Surfing Nias Selatan
  • Obyek Bangunan Surfing Community Center
  • Permasalahan Community Center

Sebagai tuan rumah event selancar internasional, peselancar lokal Nias Selatan juga mengikuti kegiatan Nias Pro. Dalam ajang Sail Nias kali ini Kabupaten Nias Selatan menjadi tuan rumah dan penyelenggara lomba selancar Nias Pro 2019.

Gambar 1.1 Logo Nias Pro 2022  Sumber : Indonesia.travel
Gambar 1.1 Logo Nias Pro 2022 Sumber : Indonesia.travel

Latar Belakang Lokasi

  • Luas dan Batas Wilayah
  • Karakteristik Wilayah

Wilayah Kabupaten Nias Selatan mempunyai delapan bulan basah (bulan dengan curah hujan > 200 mm), tiga bulan lembab (bulan dengan curah hujan antara 100 – 200 mm), dan satu bulan kering (bulan dengan curah hujan <100 mm). Kedua klasifikasi iklim di atas menunjukkan kondisi alam Kabupaten Nias Selatan relatif lembab dan basah.

Gambar 1.2 Ombak Pantai Sorake
Gambar 1.2 Ombak Pantai Sorake

Latar Belakang Pendekatan

Nias Selatan merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang termasuk dalam negara yang beriklim tropis lembab. Ciri-ciri iklim tropis lembab seperti yang ada di Indonesia adalah rata-rata kelembaban udara sekitar 90%. Sedangkan berdasarkan kondisi klimatologi Kabupaten Nias Selatan, suhu udara rata-rata bervariasi antara 25,7C – 26,4C dengan kelembaban rata-rata sekitar 88% dan kecepatan angin rata-rata 6 knot, kondisi iklim ini dipengaruhi oleh iklim India. Samudera yang berbatasan langsung di sebelah timur Kabupaten Nias Selatan.

Gambar 1.4 Rumah Adat Nias Selatan  Sumber : Wikimedia.org/ diakses 2023
Gambar 1.4 Rumah Adat Nias Selatan Sumber : Wikimedia.org/ diakses 2023

Rumusan Masalah

  • Rumusan Masalah Umum
  • Rumusan Masalah Khusus

Tujuan dan Sasaran

  • Tujuan
  • Sasaran

Lingkup Pembahasan

  • Arsitektural
  • Non Arsitektural

Mengetahui fasilitas yang memenuhi standar dan kebutuhan ruang pusat komunitas selancar sehingga dapat berlangsung kegiatan pelatihan dan pengembangan komunitas selancar. Perancangan bangunan gedung dengan struktur yang memenuhi standar bangunan dan utilitas yang menunjang fungsi bangunan seperti mekanikal, elektrikal dan plumbing.

Sistematika Penulisan

Bab ini membahas tentang metode yang digunakan dalam perancangan bangunan, membahas tentang urutan perencanaan komunitas selancar di wilayah Nias Selatan, alur proses penulisan dari awal hingga akhir. Bab ini membahas sintesa konsep yang berasal dari Ringkasan Desain Komunitas Selancar penulis.

Keaslian Penulisan

Judul TA: Surfing Community Center di Gunungkidul dengan pendekatan indoor dan outdoor yang terintegrasi. Deskripsi: Surfing community center merupakan sebuah ruang yang berfungsi sebagai wadah bagi komunitas selancar, peselancar, dan penggemar selancar.

Tinjauan Surfing

  • Pengertian dan Sejarah Surfing
  • Pemahaman Dasar Surfing
  • Peralatan Surfing
  • Manfaat Surfing

Saat berselancar, hampir seluruh bagian tubuh bekerja, dan otot inilah yang menjadi keunggulan berselancar di atas air (Melinda, 2012). Berselancar memungkinkan otot-otot tubuh untuk terus bergerak sehingga baik untuk membentuk tubuh lebih berisi.

Tabel 2.1 Pembagian Metode Pembelajaran Surfing
Tabel 2.1 Pembagian Metode Pembelajaran Surfing

Tinjauan Community Center

  • Pengertian Community Center
  • Aspek Dasar Community Center
  • Fungsi dan Tujuan Community Center
  • Karakteristik Community Center

Pusat komunitas didirikan bersama dengan lembaga pendukungnya dalam wilayah geografis tertentu yang didefinisikan dengan jelas. Secara umum, jenis kemitraan yang dibangun oleh pusat komunitas dan lembaga pendukungnya adalah sebagai berikut (Jo, 2015).

Gambar 2.4 Aspek Dasar Community Center  Sumber : John Well-Thorpe, 2008
Gambar 2.4 Aspek Dasar Community Center Sumber : John Well-Thorpe, 2008

Tinjauan Fasilitas Community Center

Selain itu, Community Center mendukung berbagai kegiatan CSO secara langsung dan tidak langsung, termasuk pendampingan penulisan proposal dan mendorong partisipasi berbagai kelompok masyarakat dalam ruang dialog kebijakan publik. Suatu kompleks bangunan biasanya terdiri dari beberapa objek fungsional dengan ukuran konstruksi khusus.

Tinjauan Dasar Perencanaan dan Perancangan Community Center

  • Teori Perencanaan dan Perancangan Bangunan Community Center
  • Persyaratan Teknis Community Center

Profil komunitas atau kotamadya setempat merupakan hal penting yang juga harus diperhatikan ketika merencanakan sebuah pusat kota. Pusat komunitas harus dapat diakses oleh berbagai kelompok umur, dari anak-anak hingga orang dewasa dan juga penyandang disabilitas.

Gambar 2.5 Site Plan Bowburn Community Center  Sumber : Architect’s Handbook (Blackwell,2002)
Gambar 2.5 Site Plan Bowburn Community Center Sumber : Architect’s Handbook (Blackwell,2002)

Tinjauan Surfing Community Center

  • Pengertian Surfing Community Center
  • Fasilitas Surfing Community Center

47 Bengkel Papan Selancar berfungsi sebagai tempat edukasi pembuatan papan selancar bagi anggota komunitas selancar dan sebagai tempat persewaan bagi pengunjung. Kafe/bar berfungsi sebagai tempat bersantai bagi anggota komunitas dan pengunjung pusat komunitas selancar. Gudang tersebut berfungsi untuk menyimpan barang-barang penunjang kegiatan pusat selancar komunitas yang saat ini tidak digunakan.

Gambar 2.8 Layout Ruang Information Center  Sumber : Architect’s Handbook (Blackwell,2002:148) Gambar 2.7 Layout Lobby Salterback Community Center
Gambar 2.8 Layout Ruang Information Center Sumber : Architect’s Handbook (Blackwell,2002:148) Gambar 2.7 Layout Lobby Salterback Community Center

Tinjauan Khusus Surf Pool

  • Jenis Kolam Ombak
  • Detail Arsitektural Kolam Ombak

Kolam ombak ini memiliki ukuran yang berbeda-beda, tergantung dari jenis kolam ombak yang digunakan. Kolam ombak flowrider tunggal memiliki panjang 14,5 meter, lebar 7,7 meter, dan tinggi 4 meter. Sedangkan kolam ombak tipe double flowrider memiliki panjang 16,7 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 4,6 meter.

Gambar 2.39 Ukuran dan Potongan Kolam Ombak  Sumber :
Gambar 2.39 Ukuran dan Potongan Kolam Ombak Sumber :

Teori Regionalisme Tropis

  • Pengertian Regionalisme
  • Prinsip Regionalisme Tropis
  • Jenis Regionalisme

Untuk memastikan suhu udara dalam ruangan tidak tinggi, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi radiasi matahari yang jatuh pada permukaan atap. Kemudian sinar tersebut akan memanaskan benda-benda yang ada di dalam ruangan, ketika benda-benda di dalam ruangan memanas maka panas yang dipancarkan berubah menjadi gelombang panjang. Karena material kaca umumnya tidak dapat melewati gelombang panjang, hal ini mengakibatkan panas terperangkap di dalam ruangan, sehingga fenomena ini disebut dengan 'efek rumah kaca'.

Gambar 2.41 Bahan Lokal Pada Arsitektur Tradisional Baduy  Sumber :Jurnal Temu Ilmiah LPBI 2016
Gambar 2.41 Bahan Lokal Pada Arsitektur Tradisional Baduy Sumber :Jurnal Temu Ilmiah LPBI 2016

Studi Kasus Bangunan

  • Bangunan Dengan Fungsi Surfing Community Center
  • Bangunan Dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme Tropis

Surf Snowdonia adalah kolam ombak buatan atau laguna selancar yang luas yang terletak di Dolgarrog, Cowny Valley, Wales Utara. Gambar peta situs menunjukkan bahwa Surf Snowdonia mempunyai beberapa fasilitas yang dapat digunakan pengunjung, beberapa fasilitas pendukung tersebut adalah: Bangunan dengan pendekatan arsitektur Regionalisme Tropis Gambar 2.55 Surf Snowdonia Retail Store Gambar 2.55 Surf Snowdonia Retail Store Sumber: www.sevenarchitecture.co .uk/ diakses pada tahun 2023.

Gambar 2.49 Wellenwerk surf course  Sumber : wellenwerk-berlin.de/ diakses 2023
Gambar 2.49 Wellenwerk surf course Sumber : wellenwerk-berlin.de/ diakses 2023

Kesimpulan Studi Kasus Bangunan

  • Bangunan Dengan Fungsi Surfing Community Center
  • Bangunan Dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme Tropis

76 Hal ini memastikan balai ITB, karena lokasinya di Jawa Barat, menunjukkan ciri khas daerah Sunda. Bentuk atap tradisional yang digunakan hingga saat ini masih dipertahankan karena kaya akan nilai budaya dan ciri khas bangunan lain di ITB. Suatu pusat komunitas menampung satu atau lebih komunitas, baik yang sejenis maupun yang berbeda jenis.

Tabel 2.4 Kesimpulan Studi Kasus Bangunan Dengan Pendekatan Arsitektur  Regionalisme Tropis
Tabel 2.4 Kesimpulan Studi Kasus Bangunan Dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme Tropis

Landasan Teori

Pendekatan teoritis yang digunakan dalam perancangan pusat komunitas selancar ini merupakan gabungan antara pendekatan arsitektur regionalis dan arsitektur tropis. Kesimpulan dari studi kasus gedung pusat komunitas selancar: harus mempunyai fungsi utama sebagai tempat pelatihan selancar dan harus ada ruang untuk setidaknya satu jenis. Kesimpulan dari studi kasus bangunan dengan pendekatan arsitektur regionalisme tropis: seluruh jenis pendekatan yang digunakan masih mengedepankan identitas kedaerahan, penggunaan material baik lokal maupun pabrikan masih menekankan penggunaan teknologi modern, mengatasi iklim dengan prinsip arsitektur tropis, bangunan menggunakan penghawaan alami dan penerangan gedung semaksimal mungkin. Terus gunakan cahaya buatan di malam hari.

Kerangka Landasan Teori

  • Pengertian Metode Perancangan
  • Metode Perancangan Berdasarkan Pendekatan
  • Metode Rasional Analisis
    • Identifikasi Masalah
    • Rumusan Permasalahan
    • Pengumpulan Data
    • Analisis Arsitektur
  • Sintesis
  • Konsep Desain
  • DED ( Detail Engineering Design )
  • Kerangka Pola Pikir

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam perencanaan Pusat Komunitas Selancar Kabupaten Nias Selatan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Perancangan Pusat Komunitas Selancar di Kabupaten Nias Selatan ini didasari oleh pemberitaan tentang diadakannya Kejuaraan Selancar Internasional di Nias Selatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan secara jelas dari beberapa kesulitan dalam mencapai tujuan penelitian terkait perencanaan komunitas selancar di wilayah Nias Selatan.

Gambar 3.2 Bagan Analisis Pendekatan  Sumber : Analisis Penulis (2023)
Gambar 3.2 Bagan Analisis Pendekatan Sumber : Analisis Penulis (2023)

Analisis Pendekatan

  • Pengembangan Konsep Regionalisme Tropis

Sumber: merdekapers.com/fahombo-batu/ diakses 2023 Gambar 4.1 Komposisi Rumah Adat Nias Selatan Sumber: museum-nias.org/arsitektur-nias/ diakses 2023 Penerangan yang cukup pada siang hari dapat membantu mengurangi konsumsi energi bangunan secara hemat, dimana Sinar matahari sebagai sumber penerangan alami pada siang hari masuk melalui bukaan berbentuk kisi-kisi dan skylight khas rumah adat Nias Selatan. Struktur yang digunakan merupakan struktur rumah panggung khas rumah adat Nias Selatan yang nantinya akan disulap sesuai kebutuhan desain.

Gambar 4.2 Tradisi Fahombo Nias Selatan
Gambar 4.2 Tradisi Fahombo Nias Selatan

Program Ruang

  • Analisis Fungsi Bangunan
  • Analisis Pengguna dan Aktivitas
  • Analisis Hubungan Ruang
  • Analisis Besaran Ruang
  • Analisis Modul Ruang
  • Zonasi Horizontal dan Vertikal

Komunitas selancar ini berasal dari Kabupaten Nias Selatan, anggota komunitas juga menjadi bagian dari pengelola pusat komunitas selancar tersebut. Tamu yang datang ke pusat komunitas selancar merupakan pengunjung non-komunitas dan peserta pelajaran selancar. Analisis hubungan spasial merupakan rangkaian ruang yang digambarkan berdasarkan kebutuhan ruang yang diperlukan dalam perancangan Surfing Community Center di Kabupaten Nias Selatan.

Tabel 4.1 Daftar Pengguna dan Aktivitas
Tabel 4.1 Daftar Pengguna dan Aktivitas

Analisis Pemilihan Lokasi Site

  • Gambaran Umum Kecamatan Luaha Gundre Maniamolo

132 Persyaratan teknis yang tertulis dalam Buku Pedoman Arsitektur, perancangan rumah sipil harus memperhatikan lokasi perancangan dan lokasi perancangan, yaitu terletak di jantung masyarakat setempat dan dekat dengan fasilitas lain, seperti perumahan, pertokoan. , sekolah, perpustakaan dan dapat diakses dengan transportasi umum. Berdasarkan data diatas maka dapat disimpulkan bahwa perancangan Surfing Community Center di Kabupaten Nias Selatan dapat dilakukan pada kawasan wisata khusus olahraga air yang meliputi pantai Sorake dan Lagundri yang terletak di Kecamatan Luaha Gundre Maniamolo. . Kecamatan Luaha Gundre Maniamolo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Nias Selatan dengan luas wilayah 50,39 km2 dan jumlah penduduk 10.593 jiwa pada tahun 2021.

Gambar 4.31 Lokasi Rencana Perancangan di Kecamatan  Luaha Gundre Maniamolo
Gambar 4.31 Lokasi Rencana Perancangan di Kecamatan Luaha Gundre Maniamolo

Kriteria Lokasi Alternatif Site

  • Alternatif Site
  • Skoring Site

Alternatif lokasi 1 terletak pada kawasan yang berfungsi sebagai wisata khusus antara lain olahraga air dan wisata alam. Alternatif lokasi 1 terletak pada lahan kosong yang tergolong lahan kering dan berpasir, mempunyai kontur cukup datar dan letaknya cukup jauh dari sempadan pantai. Alternatif lokasi 2 juga terletak pada kawasan yang berfungsi sebagai wisata khusus antara lain olahraga air dan wisata alam.

Tabel 4.8 Aksesibilitas Transportasi Alternatif Site 1
Tabel 4.8 Aksesibilitas Transportasi Alternatif Site 1

Data Site

  • Data Site Makro
  • Data Site Mikro

140 Berdasarkan skor lokasi pada tabel diatas yang menjadi acuan dalam pemilihan lokasi perancangan, maka ditetapkan alternatif lokasi 1 sebagai lokasi perancangan pusat komunitas selancar di Kabupaten Nias Selatan karena mempunyai nilai skor terbesar. 142 Kabupaten Nias Selatan mempunyai identitas sebagai suku Nias yang mempunyai banyak variasi budaya antara lain lompat batu, tari perang, megalit dan rumah adat di Nias Selatan. Deskripsi: Wilayah ini mempunyai 11 bulan basah (bulan dengan curah hujan > 100 mm), 1 bulan lembab (bulan dengan curah hujan 60 - 100 mm) dan tidak ada bulan kering (bulan dengan curah hujan < 60 mm) karena wilayah selatan relatif lembab dan lembap. Kabupaten Nias Selatan. basah.

Gambar 4.39 Budaya Kabupaten Nias Selatan
Gambar 4.39 Budaya Kabupaten Nias Selatan

Analisis Site

Potensi: Kawasan Nias Selatan memiliki banyak budaya yang dapat ditransformasikan atau diadaptasi menjadi bangunan. Akses pejalan kaki menuju lokasi dapat dilakukan dari sisi barat situs yang terhubung dengan akses kendaraan, dan melalui sisi utara situs dengan jembatan penyeberangan yang disediakan pemerintah. Akses pejalan kaki menuju petak dimungkinkan dari dua sisi petak, yaitu dari sisi barat sepanjang jalan utama dan dari sisi utara melalui jembatan penyeberangan orang.

Gambar 4.53 Analisis Kebisingan  Sumber : Analisis Penulis (2023)
Gambar 4.53 Analisis Kebisingan Sumber : Analisis Penulis (2023)

Analisis Gubahan Massa

Massa bangunan awal mengikuti bentuk tanah yang boleh dibangun, dengan penambahan jumlah lantai menjadi 2 lantai, mengikuti bentuk rumah adat di Nias Selatan yang berbentuk panggung. Pada sisi selatan bangunan di lantai dua, sebagian besar bangunan dijadikan sebagai area cafe/bar, alasannya karena area ini merupakan area yang berada di tengah jalur sinar matahari, sehingga pengunjung bersantai di area ini. daerah bisa santai. Menikmati matahari terbit atau terbenam. Bentuk-bentuk yang pada akhirnya menambah massa bangunan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, seperti budaya atau adat istiadat penduduk setempat.

Gambar 4.64 Volumetric Phase 1  Sumber : Analisis Penulis (2023)
Gambar 4.64 Volumetric Phase 1 Sumber : Analisis Penulis (2023)

Analisis Utilitas

  • Sistem Jaringan Air Bersih
  • Sistem Jaringan Air Kotor
  • Sistem Jaringan Elektrikal
  • Sistem Jaringan Penghawaan
  • Sistem Internet dan Telephone
  • Sistem Speaker
  • Sistem Keamanan
  • Sistem Proteksi Kebakaran
  • Sistem Transportasi Vertikal

Sistem jaringan air limbah bersumber dari aktivitas pengguna bangunan. Peredaran air kotor dapat dibedakan menjadi dua yaitu limbah cair dan limbah padat. Limbah cair yang dimaksud adalah limbah cair yang berasal dari wastafel, floor drain, urinoir dan sejenisnya. Limbah cair kolam yang dimaksud adalah limbah cair yang berasal dari pengurasan air kolam.

Tabel 4.11 Standar Pemakaian Air Bersih
Tabel 4.11 Standar Pemakaian Air Bersih

Analisis Sistem Struktur

  • Sub Structure
  • Upper Structure
  • Supper Structure

Konsep Pendekatan

Konsep Gubahan Massa

Konsep Zonasi

Konsep Sirkulasi

Konsep Utilitas

  • Konsep Utilitas Air Bersih
  • Konsep Utilitas Air Kotor
  • Konsep Elektrikal
  • Konsep Penghawaan
  • Konsep Proteksi Kebakaran

Konsep Struktur

Kesimpulan Konsep Akhir

Gambar

Grafik 1.1 Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Domestik di Kabupaten Nias  Selatan 2016 - 2020
Gambar 1.3 Peta Wilayah Administratif Kabupaten Nias Selatan  Sumber : RPJMD Kabupaten Nias Selatan Tahun 2021-2026
Gambar 2.2 Anatomi Papan Selancar   Sumber : selancar.net/anatomi-papan-selancar
Gambar 2.3 Jenis Papan Selancar Berdasarkan Ukuran  Sumber : www.vectorstock.com/
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana merumuskan konsep perancangan Akademi Kebidanan Di Rokan Hilir yang sesuai dengan pendekatan arsitektur tropis lippsmeir1. Menghasilkan suatu rancangan

Pendekatan Arsitektur Tropis akan digunakan untuk memecahkan masalah terkait iklim tropis basah yang menungi lokasi perancangan Akademi Sepakbola Nusantara ini sehingga

Dalam perencanaan dan perancangan Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Indragiri Hilir ini menggunakan pendekatan arsitektur tropis sebagai tema. Metode yang

“ Graha Wayang Orang Di Surakarta Dengan Pendekatan

Tatanan Massa, Perancangan terhadap tatanan massa pada SSB ini sesuai dengan prinsip Arsitektur Tropis dan konsep desain yang diangkat, yang disesuaikan dengan

Metode yang digunakan dalam Perancangan Resort Hotel adalah dengan pendekatan Arsitektur Tropis yang sangat cocok dengan kondisi alam dan kondisi daerah di pantai pulau kera.. Daerah

Dokumen ini membahas tentang perancangan Performing Art Center di Batusangkar, Sumatera Barat dengan pendekatan Arsitektur

Tujuan dan Sasaran Tujuan dari perencanaan dan perancangan bangunan pusat kebudayaan ini adalah : • Penerapan arsitektur regionalisme sebagai identitas lokal daerah tersebut agar