1. pengertian metode CARL
Metode CARL (Capability, Accessibility, Readiness, Leverage) adalah salah satu pendekatan analitis yang digunakan untuk menentukan bobot prioritas pada permasalahan atau alternatif solusi. Capability menilai sejauh mana sumber daya atau kapasitas tersedia untuk menangani masalah;
Accessibility mengevaluasi kemudahan dalam mengakses solusi; Readiness mengukur kesiapan dalam implementasi; dan Leverage menilai dampak potensial terhadap tujuan yang lebih luas. Dengan membandingkan empat dimensi ini, metode CARL memberikan kerangka kerja sistematis untuk mengidentifikasi prioritas strategis berdasarkan bobot yang paling relevan dengan kondisi tertentu.(Afrilyantari et al., 2023)
Metode CARL (Capability, Accesibility, Readness, Leverage) adalah teknik untuk menentukan prioritas masalah, terutama ketika data yang tersedia bersifat kualitatif. Metode ini menggunakan empat kriteria utama untuk mengevaluasi masalah dan memberikan skor untuk menentukan prioritas tindakan. Metode CARL terdiri dari:
a. Capability, ketersediaan sumber daya, seperti dana dan sarana/alat
36
b. Accesibility, kemudahan mengatasi masalah, yang didasarkan pada ketersediaan metode, cara, teknologi, dan penunjang pelaksanaan seperti peraturan atau juru teknis
c. Readness, kesiapan tenaga pelaksana dan kesiapan sasaran, seperti keahlian, kemampuan, dan motivasi.
d. Leverage, seberapa besar pengaruh kriteria yang satu dengan yang lain dalam pemecahan yang dibahas.
Dalam skoring menggunakan metode CARL yaitu diberi skor antara 1-5 kemudian dihitung menggunakan CxAxRxL untuk perhitungan total skor yang digunakan untuk mengetahui prioritas masalah untuk diselesaikan terlebih dahulu. (Romadhona, 2016). Untuk mengurangi tingkat subjektivitas dalam menentukan prioritas masalah, perlu menetapkan kriteria setiap unsur CARL tersebut. Teknik penilaian pada matriks CARL umumnya dilakukan dengan menentukan skor dalam skala nilai 1-5. Keterangan dari penilaian dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel 3. 2 Skala Linkert Penilaian CARL 1 Sangat tidak menjadi masalah
2 Tidak menjadi masalah 3 Cukurp menjadi masalah 4 Menjadi masalah 5 Sangat menjadi masalah
Hasil dari matriks CARL adalah perkalian nilai dari keempat faktor pembanding dan diurutkan dari nilai terbesar hingga terkecil sesuai dengan jumlah nilai skor yang didapatkan. Semakin tinggi nilai skor untuk masing-masing unsur tersebut. Masalah yang memiliki nilai skor tertinggi akan menjadi prioritas utama masalah. Berikut adalah penerapan CARL untuk pembobotan masalahnya.
37
Tabel 3. 3 Daftar Masalah
Daftar Masalah C A R L Skor Ranking Belum ada Standar
Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur pengodean secara EMR (Elektronic Medical Record)
2 3 2 3 36 2
Berkas yang belum terintegrasi dalam EMR membuat petugas kesulitan saat mengecek kode dengan data pelayanan, karena beberapa tulisan sulit terbaca.
2 2 1 3 12 5
Kode eksternal cause di jumpai masih banyak tidak diberikan kode
2 2 2 3 24 4
Pending klaim masih sering terjadi akibat berbagai kendala dalam pengajuan.
2 2 3 5 60 1
Terdapat kasus yang dalam pengodean diagnosis penyakit dan tindakan belum tepat
2 2 2 4 32 3
Berdasarkan table diatas terdapat 5 kasus yang sudah ditemukan di lahan praktik, hasil matriks CARL didapatkan bahwa poin tertinggi dari segi Capability (C), Accessibility (A), Readiness (R), Leverage (L) kemudian yang menjadi prioritas utama untuk melakukan penyelesaian masalah adalah Terjadinya pending klaim masih sering terjadi akibat berbagai kendala dalam pengajuan.
Permasalah pada Rumah Sakit X telah ditemukan berkas persyaratan tidak lengkap pada pelayanan rawat jalan dan terjadi pengembalian berkas klaim sehingga dapat merugikan rumah sakit karena memperlambat proses pembayaran klaim. Penyebab berkas
38
klaim tertunda dikarenakan masih adanya berkas yang diajukan belum memenuhi persyaratan klaim BPJS Kesehatan. Dengan adanya berkas klaim tertunda, maka aliran dana kas rumah sakit menjadi terganggu, karena jumlah biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit tidak sesuai dengan jumlah biaya yang didapatkan (Farhansyah et al., 2024).
Masalah ini dipilih sebagai prioritas utama karena memiliki dampak besar terhadap operasional dan finansial rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan. Pending klaim yang terus terjadi dapat menyebabkan arus kas terganggu, pelayanan menjadi kurang efisien, serta meningkatkan beban administrasi bagi petugas. Selain itu, klaim yang tertunda atau ditolak juga dapat menimbulkan ketidakpuasan baik dari pihak rumah sakit maupun pasien yang membutuhkan kejelasan dalam pembayaran layanan mereka.
39 BAB IV
PENENTUAN PENYEBAB MASALAH A. Penyebab Masalah Berdasarkan Unsur 5M
1. Pengertian
Model 5M adalah model tata kelola yang banyak digunakan dalam bisnis dan manufaktur untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses. Model ini berfokus pada lima elemen utama, yang masing- masing memainkan peran penting dalam keberhasilan keseluruhan operasi apa pun.
Pada penelitian (Saputro et al., 2022) Menurut ahli manajemen organisasi, sebuah komunitas dikatakan memenuhi syarat sebagai sebuah lembaga dalam pelembagaan jika memenuhi setidaknya tiga unsur yakni man, money, materials. Harrington Emerson dalam Phiffner John F. dan Presthus Robert V. (1960) menegaskan manajemen mempunyai lima unsur (5M), yaitu: (1) Man; (2) Money; (3) Materials;
(4) Machines; dan (5) Methods .
a. Man merujuk pada sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh organisasi.
b. Money dalam hal ini sumber pendanaan merupakan salah satu unsur penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional.
c. Material merupakan bahan yang digunakan dalam mencapai tujuan perusahaan.
d. Machine merupakan teknologi dan infrastruktur yang digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. Sedangkan
e. Methode adalah penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-
40
pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha.
2. Factor-faktor
Adapun factor-factor penyebab pending klaim dari aspek 5 M yaitu:
Tabel 4. 1 Penyebab Masalah Berdasarkan Aspek 5M
Man Machine Methode Material Money
Kurangnya pelatihan bagi semua coder
Masih sering terjadinnya bridging blank
Regulasi dari bpjs belum tersampaikan kepada coder dan
management rumah sakit
Kelengkapan berkas klaim Keterbacaan tulisan dokter
Tidak ditemukan adanya masalah