Mean = 3915 Mean =2,60
Analisis mean pada indikator pertama skala kejadian variabel lokasi kegiatan menunjukan skala 2,60 yang berarti indikator tersebut memenuhi syarat dalam analisismean. Analisismeanvariabel lokasi kegiatan dapat dilihat pada Tabel 5.6.
Tabel 5.6. AnalisisMeanVariabel Lokasi Kegiatan
Skala Kejadian Variabel Lokasi Kegiatan
F1 F2 F3
2,60 3,00 2,93
Skala Pengaruh Variabel Lokasi Kegiatan
F1 F2 F3
3,00 3,27 3,60
Setelah ditentukan bahwa jumlah interval sebanyak 20 maka dapat dibuat tabel interpretasi skor kuesioner. Tabel interpretasi dapat diperlihatkan pada Tabel 5.8.
Tabel 5.8. Interpretasi Skor Kuesioner
Presentase Jawaban
0% - 19,99% Sangat Jarang Terjadi 20% - 39,99% Jarang Terjadi
40% - 59,99% Terjadi
60% - 79,99% Sering Terjadi 80% - 100% Sangat Sering Terjadi
Menurut Nasir (2005), setelah menentukan jumlah interval maka dilakukan perhitungan probabilitas menggunakan rumus indeks. Rumus indeks dapat dirujuk pada Persamaan 2.2.
π π’ππ’π πΌπππππ = π Γ πππ Γ 100%
T = Total pilihan responden
Pn = Pilihan skor kuesioner responden
Y = Skor tertinggi likertΓjumlah responden
Contoh perhitungan variabel tenaga kerja menggunakan indikator pertama (A1) pada variabel tenaga kerja. Contoh perhitungan probabilitas dapat diperlihatkan pada Tabel 5.9.
Tabel 5.9. Contoh Perhitungan Probabilitas Variabel Tenaga Kerja
Indikator A1 Variabel Tenaga Kerja
Jawaban Skor Kuesioner (Pn) Responden (T) (TΓPn)
Sangat Jarang Terjadi 1 4 4
Jarang Terjadi 2 4 8
Terjadi 3 0 0
Sering Terjadi 4 7 28
Sangat Sering Terjadi 5 0 0
Total (TΓPn) 40
Setelah ditemukan jumlah total T Γ Pn, maka dimasukkan ke dalam persamaan rumus indeks dengan Y sebesar 75. Nilai 75 didapat dari nilai skor tertinggi
dikalikan dengan jumlah responden (5 Γ 15). Contoh perhitungan indeks dapat dilihat di bawah ini.
πΌπππππ = π Γ πππ Γ 100%
πΌπππππ = 4075 Γ 100%
πΌπππππ = 53, 33%
Indeks indikator pertama pada variabel tenaga kerja (A1) menunjukan 53,33%
atau dapat diinterpretasikan βTerjadiβ dengan kemungkinan potensi terjadinya keterlambatan sebesar 53,33%. Probabilitas potensi kejadian keterlambatan variabel tenaga kerja dapat diperlihatkan pada Tabel 5.10
Tabel 5.10. Probabilitas Variabel Tenaga Kerja
Indikator Indeks (%) Keterangan
A1 53,33 Terjadi
A2 65,33 Sering Terjadi
A3 58,67 Terjadi
Contoh perhitungan pada variabel peralatan menggunakan indikator pertama (B1) pada variabel peralatan. Contoh perhitungan probabilitas dapat diperlihatkan pada Tabel 5.11.
Tabel 5.11. Contoh Perhitungan Probabilitas Variabel Peralatan
Indikator B1 Variabel Peralatan
Jawaban Skor Kuesioner (Pn) Responden (T) (TΓPn)
Sangat Jarang Terjadi 1 0 0
Jarang Terjadi 2 10 20
Terjadi 3 3 9
Sering Terjadi 4 2 8
Sangat Sering Terjadi 5 0 0
Total (TΓPn) 37
Setelah ditemukan jumlah total T Γ Pn, maka dimasukkan ke dalam persamaan rumus indeks dengan Y sebesar 75. Nilai 75 didapat dari nilai skor tertinggi
dikalikan dengan jumlah responden (5 Γ 15). Contoh perhitungan indeks dapat dilihat di bawah ini.
πΌπππππ = π Γ πππ Γ 100%
πΌπππππ = 3775 Γ 100%
πΌπππππ = 49, 33%
Indeks indikator pertama pada variabel peralatan (B1) menunjukan 49,33% atau dapat diinterpretasikan βTerjadiβ dengan kemungkinan potensi terjadinya keterlambatan sebesar 49,33%. Probabilitas potensi kejadian keterlambatan variabel peralatan dapat diperlihatkan pada Tabel 5.12
Tabel 5.12. Probabilitas Variabel Peralatan
Indikator Indeks (%) Keterangan
B1 49,33 Terjadi
B2 54,67 Terjadi
B3 50,67 Terjadi
Contoh perhitungan variabel material menggunakan indikator pertama (C1) pada variabel material. Contoh perhitungan probabilitas dapat diperlihatkan pada Tabel 5.13.
Tabel 5.13. Contoh Perhitungan Probabilitas Variabel Material
Indikator C1 Variabel Material
Jawaban Skor Kuesioner (Pn) Responden (T) (TΓPn)
Sangat Jarang Terjadi 1 2 2
Jarang Terjadi 2 7 14
Terjadi 3 4 12
Sering Terjadi 4 2 8
Sangat Sering Terjadi 5 0 0
Total (TΓPn) 36
Setelah ditemukan jumlah total T Γ Pn, maka dimasukkan ke dalam persamaan rumus indeks dengan Y sebesar 75. Nilai 75 didapat dari nilai skor tertinggi
dikalikan dengan jumlah responden (5 Γ 15). Contoh perhitungan indeks dapat dilihat di bawah ini.
πΌπππππ = π Γ πππ Γ 100%
πΌπππππ = 3675 Γ 100%
πΌπππππ = 48%
Indeks indikator pertama pada variabel material (C1) menunjukan 48% atau dapat diinterpretasikan βTerjadiβ dengan kemungkinan potensi terjadinya keterlambatan sebesar 48%. Probabilitas potensi kejadian keterlambatan variabel material dapat diperlihatkan pada Tabel 5.14.
Tabel 5.14. Probabilitas Variabel Material
Indikator Indeks (%) Keterangan
C1 48,00 Terjadi
C2 48,00 Terjadi
C3 52,00 Terjadi
Contoh perhitungan variabel keuangan menggunakan indikator pertama (D1) pada variabel keuangan Contoh perhitungan probabilitas dapat diperlihatkan pada Tabel 5.15.
Tabel 5.15. Contoh Perhitungan Probabilitas Variabel Keuangan
Indikator D1 Variabel Keuangan
Jawaban Skor Kuesioner (Pn) Responden (T) (TΓPn)
Sangat Jarang Terjadi 1 1 1
Jarang Terjadi 2 3 6
Terjadi 3 5 15
Sering Terjadi 4 4 16
Sangat Sering Terjadi 5 2 10
Total (TΓPn) 48
Setelah ditemukan jumlah total T Γ Pn, maka dimasukkan ke dalam persamaan rumus indeks dengan Y sebesar 75. Nilai 75 didapat dari nilai skor tertinggi
dikalikan dengan jumlah responden (5 Γ 15). Contoh perhitungan indeks dapat dilihat di bawah ini.
πΌπππππ = π Γ πππ Γ 100%
πΌπππππ = 4875 Γ 100%
πΌπππππ = 64%
Indeks indikator pertama pada variabel keuangan (D1) menunjukan 64% atau dapat diinterpretasikan βSering Terjadiβ dengan kemungkinan potensi terjadinya keterlambatan sebesar 64%. Probabilitas potensi kejadian keterlambatan variabel keuangan dapat diperlihatkan pada Tabel 5.16.
Tabel 5.16. Probabilitas Variabel Keuangan
Indikator Indeks (%) Keterangan
D1 64,00 Sering Terjadi
D2 68,00 Sering Terjadi
D3 60,00 Sering Terjadi
Contoh perhitungan variabel metode pelaksanaan menggunakan indikator pertama (E1) pada variabel lokasi kegiatan Contoh perhitungan probabilitas dapat diperlihatkan pada Tabel 5.17.
Tabel 5.17. Contoh Perhitungan Probabilitas Variabel Metode Pelaksanaan
Indikator E1 Variabel Metode Pelaksanaan
Jawaban Skor Kuesioner (Pn) Responden (T) (TΓPn)
Sangat Jarang Terjadi 1 0 0
Jarang Terjadi 2 4 8
Terjadi 3 10 30
Sering Terjadi 4 1 4
Sangat Sering Terjadi 5 0 0
Total (TΓPn) 42
Setelah ditemukan jumlah total T Γ Pn, maka dimasukkan ke dalam persamaan rumus indeks dengan Y sebesar 75. Nilai 75 didapat dari nilai skor tertinggi
dikalikan dengan jumlah responden (5 Γ 15). Contoh perhitungan indeks dapat dilihat di bawah ini.
πΌπππππ = π Γ πππ Γ 100%
πΌπππππ = 4275 Γ 100%
πΌπππππ = 56%
Indeks indikator pertama pada variabel metode pelaksanaan (E1) menunjukan 42,67% atau dapat diinterpretasikan βTerjadiβ dengan kemungkinan potensi terjadinya keterlambatan sebesar 42,67%. Probabilitas potensi kejadian keterlambatan variabel material dapat diperlihatkan pada Tabel 5.18.
Tabel 5.18. Probabilitas Variabel Metode Pelaksanaan
Indikator Indeks (%) Keterangan
E1 56,00 Terjadi
E2 49,33 Terjadi
E3 45,33 Terjadi
E4 56,00 Terjadi
E5 61,33 Sering Terjadi
Contoh perhitungan variabel lokasi kegiatan menggunakan indikator pertama (F1) pada variabel lokasi kegiatan Contoh perhitungan probabilitas dapat diperlihatkan pada Tabel 5.19.
Tabel 5.19. Contoh Perhitungan Probabilitas Variabel Lokasi Kegiatan
Indikator F1 Variabel Lokasi Kegiatan
Jawaban Skor Kuesioner (Pn) Responden (T) (TΓPn)
Sangat Jarang Terjadi 1 0 0
Jarang Terjadi 2 7 14
Terjadi 3 7 21
Sering Terjadi 4 1 4
Sangat Sering Terjadi 5 0 0
Total (TΓPn) 52
Setelah ditemukan jumlah total T Γ Pn, maka dimasukkan ke dalam persamaan rumus indeks dengan Y sebesar 75. Nilai 75 didapat dari nilai skor tertinggi
dikalikan dengan jumlah responden (5 Γ 15). Contoh perhitungan indeks dapat dilihat di bawah ini.
πΌπππππ = π Γ πππ Γ 100%
πΌπππππ = 5275 Γ 100%
πΌπππππ = 52%
Indeks indikator pertama pada variabel lokasi kegiatan (F1) menunjukan 52% atau dapat diinterpretasikan βTerjadiβ dengan kemungkinan potensi terjadinya keterlambatan sebesar 52%. Probabilitas potensi kejadian keterlambatan variabel material dapat diperlihatkan pada Tabel 5.20.
Tabel 5.20. Probabilitas Variabel Lokasi Kegiatan
Indikator Indeks (%) Keterangan
F1 52,00 Terjadi
F2 60,00 Sering Terjadi
F3 58,67 Terjadi