HASIL INVENTARISASI GRK NASIONAL
3.2 PROFIL EMISI SEKTORAL
Bab ini membahas rangkuman Inventarisasi GRK Nasional Indonesia tahun 2015 dan 2016. Inventarisasi GRK Nasional mencakup rincian emisi antropogenik berdasarkan sumber dan resapan, yang dihitung menggunakan IPCC 2006 Guidelines (Gambar 4). Inventarisasi GRK nasional mencakup sektor-sektor sebagai berikut: (a) energi, (b) proses industri dan penggunaan produk, (c) pertanian, kehutanan dan penggunaan lahan lainnya; dan (d) limbah.
Gambar 4 Kategori Utama Sumber Emisi GRK (IPCC-2006 GL) GHG Sources
1. Energy
2. Industrial Processes and Product Use (IPPU) 3. Agriculture, Forestry, and Other Land Use (AFOLU) 4. Waste
5. Other
3.2.1 Sektor Energi
a. Kategori Sumber Emisi GRK dari Sektor Energi
Kegiatan Pengadaan dan Penggunaan Energi merupakan salah satu sektor penting dalam inventarisasi emisi gas rumah kaca (GRK). Cakupan inventarisasi sektor energi meliputi kegiatan pengadaan/penyediaan energi dan penggunaan energi.
Pengadaan/penyediaan energi meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber energi primer (misal minyak mentah, batubara);
Konversi energi primer menjadi energi sekunder yaitu energi yang siap pakai (konversi minyak mentah menjadi BBM di kilang minyak, konversi batubara menjadi tenaga listrik di pembangkit tenaga listrik), dan
Kegiatan penyaluran dan distribusi energi.
Adapun penggunaan energi meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Penggunaan bahan bakar untuk peralatan tidak bergerak atau stasioner (di industri, komersial, dan rumah tangga), dan
Peralatan yang bergerak (transportasi).
Berdasarkan buku panduan IPCC tahun 2006 sumber emisi sektor energi dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu (a) pembakaran bahan bakar, (b) emisi fugitif dari produksi bahan bakar, dan (c) kegiatan transportasi, injeksi, dan penyimpanan CO2 (terkait Carbon Capture Storage-CCS). Oleh karena kegiatan CCS belum dilaksanakan di Indonesia, hanya 2 sumber emisi (poin a dan b) saja yang dibahas dalam laporan ini. Ruang lingkup sumber emisi GRK dari sektor energi dapat dilihat pada Gambar 5.
Gambar 5 Sumber Emisi GRK Dari Sektor Energi A. Pembakaran Bahan Bakar
Emisi GRK yang berasal dari pembakaran bahan bakar termasuk emisi yang dihasilkan oleh industri energi, manufaktur, industri (tidak termasuk konstruksi), transportasi, dan sumber-sumber lainnya seperti rumah tangga, komersial, dan ACM (Agriculture, Construction, and Mining), sebagaimana Gambar 6. Pembakaran bahan bakar dari konstruksi tercakup di dalam sub sektor ACM (1A4 Other Sources). Pada sub sektor ACM untuk pelaporan ini masih belum dapat dilakukan disagregasi data
Energy
1A. Fuel Combus on
1B. Fugi ve emissions from fuels produc on
1C. CO2 Transport and Storage (related to CCS)
untuk masing-masing komponen sub sektor tersebut, dan menjadi bagian dari rencana perbaikan jangka panjang.
Gambar 6 Sub Kategori Sumber Emisi GRK Dari Kategori Pembakaran Bahan Bakar
Pembakaran Bahan Bakar di Industri Energi
Emisi GRK dari kategori ini mencakup semua emisi yang dihasilkan selama pembakaran bahan bakar pada produksi listrik dan panas, industri minyak bumi, dan manufaktur bahan bakar padat. Produksi listrik termasuk listrik yang dihasilkan oleh PLN, pembangkit listrik mandiri, dan pembangkit listrik swasta. Emisi GRK yang berasal dari produksi panas dan gabungan panas dan listrik, dimana biasanya terjadi di industri, sudah dihitung sebagai emisi GRK dari pembakaran bahan bakar pada industri manufaktur. Industri minyak bumi mencakup industri hulu migas, penyulingan minyak, produksi LNG dan LPG.
Gambar 7 Cakupan Sumber Emisi GRK Dari Pembakaran Bahan Bakar Di Industri Energy
Pembakaran Bahan Bakar di Industri Manufaktur
Industri manufaktur mencakup semua jenis industri yang diketahui menggunakan pembakaran bahan bakar sebagai sumber energinya. Sebetulnya hampir semua industri masuk di dalam kategori ini. Di Indonesia, data konsumsi bahan bakar industri dikumpulkan dari data penjualan bahan bakar ke industri-industri tersebut, dimana merupakan data agregat. Emisi GRK dari pembakaran bahan bakar di industri manufaktur dihitung dari agregat data konsumsi bahan bakar tersebut. Hal yang perlu menjadi catatan adalah emisi GRK dan pembakaran bahan bakar pada pertambangan mineral dimasukkan ke dalam kategori ini. Bagaimanapun, GRK dari pembakaran
1A1 Energy Industry
1A2 Manufacturing Industry and Construc on 1A3 Transporta on
1A4 Other Sources: residen al, commerce, ACM Fuel Combus on
Fuel Combus on in Energy Industry/
Producers
1A1ai Electricity Genera on (PLN, IPP, Cap ve) 1A1aii Combined Heat & Power (CHP)
1A1aiii Heat Plant
1A1a Electricity and Heat Produc on
1A1b Oil and Gas Industry (upstream produc on, oil refining, LNG liquefac on, LPG produc on) 1A1c Manufacture of Solid Fuels
1A1a Electricity and Heat Produc on
bahan bakar pada kegiatan pertambangan bahan bakar yang tercakup dalam ACM akan dijelaskan pada sub-bab selanjutnya.
Gambar 8 Sumber Emisi GRK Dari Pembakaran Bahan Bakar Pada Industri Manufaktur
Pembakaran Bahan Bakar Sektor Transportasi
Menurut panduan IPCC 2006 emisi dari sektor transportasi mencakup emisi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar penerbangan sipil, transportasi darat, kereta api, navigasi air, dan transportasi lainnya (jalur pipa dan off road). Emisi yang dilaporkan pada inventarisasi kali ini menggunakan data konsumsi bahan bakar agregat. Data konsumsi untuk sektor transportasi dikelompokkan sesuai jenis bahan bakar. Sebagai contoh avgas dan avtur hanya digunakan pada penerbangan sipil, maka emisi dari penerbangan sipil dapat dihitung dari data konsumsi avgas dan avtur.
Namun perhitungan emisi tersebut tidak dapat dibedakan antara penerbangan domestik dan internasional karena data konsumsi yang ada merupakan data agregat keduanya. Semua jenis bensin (RON 88, RON 92, RON 95, Bio-RON 88, dan Bio-RON 92) hanya digunakan untuk transportasi darat (mobil dan motor). Untuk bahan bakar seperti gas dan solar, perhitungan emisi GRK tidak dapat dibedakan berdasarkan jenis transportasi karena data konsumsi solar merupakan data agregat. Bahan bakar solar termasuk diesel 51, ADO/HSD, IDO, MFO, dan Bio-solar. Transportasi bahan bakar melalui jalur pipa seperti minyak dan gas serta transfer material industri sudah termasuk dalam industri terkait.
Gambar 9 Cakupan Sumber Emisi GRK Dari Pembakaran Bakar Sektor Transportasi
Manufacturing Industry and Construc on
1A2a Iron & Steel 1A2b Non-Ferrous Metals 1A2c Chemicals
1A2d Pulp, Paper and Print
1A2e Food Processing, Beverage and Tobacco 1A2f Non-Metallic Minerals
1A2g Transport Equipment 1A2h Machinery
1A2i Mining (excluding fuels) and Quarrying 1A2j Wood and Wood Products
1A2k Construc on 1A2l Tex le and Leather 1A2m Non-Specified Industry
1A3 Transport
1A3a Civil Avia on 1A3b Road Transport 1A3c Railways
1A3d Water-borne Naviga on 1A3e Other Transport
Pembakaran Bahan Bakar Sektor Lainnya
Emisi GRK dari kategori ini mencakup pembakaran bahan bakar yang dihasilkan di perumahan, komersial, dan ACM (Agriculture, Construction, and Mining). Emisi GRK dari perumahan dan komersial dihasilkan dari pembakaran bahan bakar LPG, gas pipa, dan minyak tanah. Emisi GRK dari ACM tidak dapat dibedakan sesuai dengan sub sektor, yaitu pertanian (termasuk perikanan), konstruksi, dan tambang, tapi dapat dibedakan berdasarkan jenis bahan bakar. Bensin, ADO, dan minyak tanah digunakan pada peralatan bergerak di kegiatan pertanian termasuk perikanan. Minyak bakar digunakan pada aktivitas perikanan. ADO dan IDO digunakan di sub sektor tambang dan konstruksi.