• Tidak ada hasil yang ditemukan

Upaya Kepala Sekolah Meningkatkan

BAB IV. HASIL PENELITIAN

B. Temuan Khusus

4. Upaya Kepala Sekolah Meningkatkan

Dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan maka kualitas merupakan target yang harus di capai demi mempertahankan dan meningkatkan nama baik sekolah. Untuk mencapai itu semua dibutuhkan kesadaran dan kerja keras dari semua pihak.

Namun yang terpenting untuk dipahami ialah bahwa kualitas itu akan

tumbuh subur di lingkungan yang kondusif. Oleh karena itu sebagai pimpinan pendidikan fungsi utama kepala sekolah ialah menciptakan situasi belajar mengajar yang baik dan nyaman. Sebagai tolak ukur terciptanya situasi belajar yang nyaman ialah guru-guru merasa senang, bersemangat dan ikhlas dalam menjalankan kewajibannya untuk mencapai visi misi sekolah.

Hal terpenting yang telah dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah ini ialah mencipta lingkungan yang kondusif dan nyaman bagi warga sekolah. Dengan kearifan yang beliau punyai, kepala sekolah berusaha untuk menjadi tauladan bagi guru-guru, karyawan dan siswa-siswa di sekolah ini. Setiap ada kesempatan, di pagi hari beliau biasa memulai aktivitas dengan menyalami guru-guru dan siswa-siswa di depan gerbang sekolah satu persatu. Kegiatan ini memberikan motivasi dan semangat kepada warga sekolah untuk memulai aktivitas mereka. Apa yang dilakukan kepala sekolah ini juga memiliki implikasi yang kuat terhadap guru-guru dimana mereka akan merasa segan untuk telat karena kepala sekolah ada saat mereka datang, meskipun tetap ada guru-guru yang datang terlambat dan kepala sekolah saat itu hanya tersenyum tanpa memberikan teguran. Setelah bel masuk berbunyi, kepala sekolah melanjutkan kegiatannya dengan berjalan mengelilingi kelas-kelas untuk melihat apakah ada kelas yang tidak ada guru. Apabila ada guru yang belum datang maka beliau akan masuk kelas tersebut sampai guru yang bersangkutan datang. Seperti yang dialami oleh guru (G07),

Pernah sakali pagi Apak masuak lokal Ibuk. Wakatu tu Ibuk talaik datang karano oto rusak, kironyo Apak lah di dalam kelas. Pas Ibuk

lah datang, Apak batanyo,”baa kok talaik, buk? Trus ibuk tarangkan sababnyo ibuk talaik dan Apak mangarati. Habis tu Apak pai lai.

Pada tanggal 26 Mei, 20 dan 26 Juni 2009, peneliti mewawancarai guru ( G03), (G6) dan (WK2) terkait dengan upaya kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuan guru. Dari pembicaraan tersebut diketahui bahwa kepala sekolah sangat peduli dan mensuport guru-guru untuk maju dan mengembangkan diri mereka. Misalnya ketika Pemda Kota Padang Panjang pada tahun 2006 memberi peluang kepada guru-guru untuk mengambil gelar Master Pendidikan (S2) di Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas, kepala sekolah mendukung sepenuhnya setiap guru untuk ikut tanpa ada batasan. Sehingga pada waktu itu ada 11 (sebelas) guru yang lulus tes untuk ikut beasiswa Pemda tersebut, dengan rincian, 5 (lima) orang guru matematika, 2 (dua) orang guru bahasa Inggris, 2 (dua) orang guru Biologi, 1 (satu) orang guru Kimia dan 2 (dua) orang guru Fisika. Menurut guru (G06),

kepala sekolah mensupor guru untuk maju, di Sumbar ko mungkin yang tabanyak ikuik kuliah kapatang ko yo sekolah wak”. Artinya kepala sekolah akan mendukung guru-guru untuk menambah ilmunya jika ada kesempatan.

Ini merupakan salah satu contoh dari kepedulian kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas guru.

Sayangnya dukungan (KS) saat itu tidak diikuti dengan pertimbangan yang bijaksana, maksudnya kepala sekolah mengizinkan 5 (lima) orang dari 6 (tujuh) orang guru matematika untuk mengikuti kuliah. Akibatnya sedikit banyak tentu hal ini akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran.

Menurut guru (G07) dan (G02),

kini ko, mungkin prestasi sekolah wak agak manurun, karano tahun kapatang ko guru-guru banyak nan maambiak S2 akibatnyo perhatian ka anak-anak agak kurang,(kini mungkin prestasi sekolah kita agak menurun karena tahun kemaren guru-guru banyak yang kuliah S2, akibatnya perhatian untuk anak-anak agak sedilit berkurang),...ibuk dak manyangko anak-anak wak ado yang dak lulus tahun ko, padohal mereka tamasuak anak-anak yang rajin dan pandai. Iko mungkin karano guru-guru sibuk, kuliah iyo , maaja iyo pulo sahingga kurang fokus I(Ibuk tidak manyangka anak-anak kita ada yang tidak lulus, padahal mereka termasuk anak-anak yang rajin dan pandai. Ini mungkin karena guru-guru sibuk kuliah, mengajar iya juga sehingga kurang fokus).

Sebenarnya ini tidak akan menjadi masalah besar jika dalam pelaksanaannya kepala sekolah tetap memonitor dan mengawasi guru-guru tersebut dalam menjalankan kewajibannya. Kenyataannya pengawasan kepala sekolah kurang maksimal karena meskipun kepala sekolah mengetahui ada diantara guru-guru yang kuliah tersebut tidak disiplin atau meninggalkan kewajibannya tapi beliau tidak mau menegurnya dengan tegas.

Masalah lain yang peneliti tanyakan kepada kepala sekolah dan guru- guru ialah berkenaan dengan kesempatan ikut pelatihan atau penataran.

Menurut mereka jika ada kesempatan untuk pelatihan atau penataran, semua guru memiliki kesempatan yang sama. Kepala sekolah tidak pernah ikut campur menentukan siapa guru yang akan dikirim untuk mengikuti pelatihan tersebut, menurut (WK1) dan G06,

Biasanya kepala sekolah akan memberikan pendapat apabila diminta tapi itu bukan berarti beliau yang memutuskan,”...,” kito dak bisa mamasokan guru A harus pai, kecuali kalau memang namonyo nan dipanggia, tapi kalau yang diminta cuma utusan maka itu kito sarahkan ka KKG untuak manantukan sia nan ka pai.

Prosedurnya jelas, ketika ada panggilan, maka panggilan itu akan dilimpahkan kepada ketua KKG. Seterusnya ketua KKG akan berembuk

dengan anggotanya untuk menentukan siapa diantara mereka yang akan diutus. Barulah setelah itu kepala sekolah membuat surat jalan bagi guru tersebut.

Di samping itu kepala sekolah juga menfasilitasi guru-guru untuk ikut kursus bahasa Inggris dan komputer. Perangkat komputer yang ada di sekolah ini secara bebas dapat digunakan oleh guru-guru. Malahan untuk lebih baiknya, kepala sekolah menyediakan sarana internet di lingkungan sekolah.

Sayangnya kegiatan ini hanya bersemangat di awal saja, setelah waktu berjalan satu persatu pesertanya mulai mundur dan akhirnya hanya diikuti oleh beberapa orang saja.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun kepala sekolah tidak memiliki program supervisi yang cukup baik tapi beliau sangat peduli dengan keadaan atau upaya peningkatan kemampuan guru-guru di lingkungannya. Berbagai upaya yang telah beliau lakukan pada dasarnya adalah untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi semua warga sekolah agar dapat bekerja dengan maksimal. Bentuk dukungan lain yang beliau berikan untuk guru-guru adalah memberi kesempatan seluas-luasnya bagi guru-guru untuk melanjutkan kuliahnya atau ikut pelatihan dan penataran.

Beliau memberikan kemudahan bagi mereka yang benar-benar ingin maju dan berprestasi, misalnya dengan memberikan akses yang luas untuk mempergunakan sarana dan prasarana belajar, seperti komputer, internet, labor, dan lain sebagainya. Semua ini menjadi semangat dan motivasi bagi guru-guru untuk berbuat yang terbaik bagi siswa dan sekolah.

Dokumen terkait