BAB III GARIS BESAR RENCANA STRATEGIS FTSL 2016-2020
3.3 Program Strategis
lingkungan perkotaan dan pedesaan masih menjadi prioritas nasional dan regional.
2. Pasar tenaga kerja masih sangat membutuhkan peran lulusan FTSL.
3. Kerjasama dengan institusi sejenis di luar negeri dalam bidang pendidikan, penelitian, dan PPM.
4. Good governance di bidang infrastuktur perlu peningkatan yang berarti.
5. UU No. 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran mendorong terciptanya kerjasama dengan asosiasi profesi dalam proses sertifikasi .
6. Pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan untuk berbagai aktivitas FTSL
7. FTSL sebagai leader/penggagas stakeholder lain untuk solusi masalah nasional
8. Pengadaan tambahan fasilitas atau instrumen pendukung riset dengan kategori high-endmelalui dana masyarakat non ITB (mis. alumni), kerjasama institusi serta dana luar negeri.
pemeliharaan-nyadengan
revitalisasi setiap unit kerja secara optimal
7. Meningkatkankesejahteraan sumberdaya manusia yang ada di lingkungan FTSL melalui berbagai upaya dan kegiatan yang berbasiskan kinerja.
sertifikasi/akreditasi laboratorium
– Penguatan dan pengembangan sistem informasi
laboratorium untuk mendukung
sertifikasi/akreditasi laboratorium G. Pengembangan
mekanisme administrasi dan keuangan
laboratorium yang legal
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Sumber Daya Manusia
– Peningkatan sumber daya pengelola laboratorium
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber” untuk peningkatan kapasitas, revitalisasi instrumen dan pengelolaan laboratorium
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran pengelolaan kegiatan laboratorium
• Bidang Sarana dan Prasarana
– Peningkatan kapasitas infrastruktur laboratorium penunjang kegiatan pendidikan, penelitian dan pelayanan masyarakat
• Bidang Organisasi dan Manajemen
– Pengembangan sistem manajemen dan SOP laboratorium
– Pengembangan sistem penilaian kinerja laboratorium
– Penguatan dan pengembangan sistem informasi laboratorium
M. Program sertifikasi profesi insinyur untuk seluruh program studi S1 terkait UU No. 11 tentang 2014 tentang Keinsinyuran*
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Pendidikan
– Penguatan kualitas lulusan
– Penguatan program-program unggulan
– Pembentukan “agent of change” inovasi
pembelajaran
– Pembinaan karakter dan prestasi mahasiswa, baik akademik, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler – Monitoring dan evaluasi kurikulum terhadap
persyaratan sertifikasi profesi insinyur
• Bidang Pengabdian pada Masyarakat
– Kemitraan strategis dengan lembaga dalam dan luar negeri dalam menjawab permasalahan nasional dan internasional
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber” untuk mendukung sertifikasi profesi insinyur
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran yang mendukung sertifikasi profesi insinyur
B. Strategi Kekuatan-Ancaman (Strength – Threat, ST)
Kekuatan - Ancaman Sasaran Strategi Program
Kekuatan(Strength)
1. Secara individu kualifikasi staf pengajar di FTSL sangat tinggi 2. Lebih dari 72% dosen FTSL sudah
memperoleh gelar Doktor atau S3 3. Kompetensi dan kualitas dosen FTSL
sangat dihargai di luar ITB
4. Networking dosen-dosen FTSL dengan pihak di luar ITB sangat baik
5. Jaringan alumni yang cukup kuat dan solid.
6. Secara terintegrasi, ITB sudah
membangun sistem yang memudahkan peningkatan efisiensi kerja baik untuk layanan pendidikan, perencanaan, dll 7. Fasilitas untuk kegiatan akademik dan
penelitian memadai
8. Pengembangan FTSL yang berbasis
1. Menjaga status Institut sebagai universitas berbasis riset dalam program pendidikannya, baik di lingkungan regional maupun internasional.
2. Mengembangkan kompetensi lulusan untuk masing-masing jenjang pendidikan, yang didefinisikan dalam bentuk pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan keahlian (skill) yang harus dimiliki oleh setiap lulusan.
3. Meningkatkan kemampuan sivitas akademik secara akademik dan profesional melalui:
4. Meningkatkan kualitas proses pengajaran dan pembelajaran:
5. Pengembangan ilmu dan pencarian
A. Pengembangan program-program pendukung visi entrepreneurial university ITB
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Pendidikan
– Penguatan kualitas lulusan
– Penguatan program-program unggulan
– Pembentukan “agent of change” inovasi pembelajaran
– Peningkatan jumlah program studi yang terakreditasi nasional
– Peningkatan populasi program pasca sarjana guna mendukung Research University menuju Entrepreneurial university
– Pembinaan karakter dan prestasi mahasiswa, baik akademik, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler – Monitoring dan evaluasi kurikulum
• Bidang Penelitian
efektif, efisien, berkembang dan berkelanjutan.
Ancaman (Threat)
1. Persaingan dengan fakultas sejenis di Perguruan Tinggi lainnya.
2. Globalisasi menyebabkan terbukanya peluang impor tenaga ahli asing atau lulusan dari LN untuk bekerja di Indonesia.
3. Globalisasi memungkinkan masuknya Perguruan Tinggi mancanegara ke Indonesia.
4. Adanya universitas dari luar negeri yang gencar melakukan promosi dengan menawarkan beasiswa mengakibatkan lulusan program sarjana FTSL lebih tertarik untuk melanjutkan kuliah pasca sarjana ke luar negeri.
5. Adanya kesempatan dari dunia Industri atau bidang lainnya di luar profesi akademik di FTSL baik di dalam maupun luar negeri sehingga mempersulit proses kaderisasi staf dosen FTSL.
6. Perubahan peraturan terkait migrasi dari Kemendiknas ke Kemenristek Dikti.
solusi permasalahan infrastruktur dan lingkungan binaan yang dihadapi masyarakat.
6. Peningkatan fasilitas pendukung belajar mengajar dan kemampuan pemeliharaan-nya dengan revitalisasi setiap unit kerja secara optimal:
7. Meningkatkan kesejahteraan sumberdaya manusia yang ada di lingkungan FTSL melalui berbagai upaya dan kegiatan yang berbasiskan kinerja.
– Peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal dan forum ilmiah yang bereputasi
– Peningkatan jumlah paten, prototype dan karya kreatif
– Peningkatan kerja sama riset nasional dan internasional
– Penelitian-penelitian yang mendukung fokus penelitian ITB Bidang Pengabdian pada Masyarakat
• Bidang Pengabdian pada Masyarakat
– Pelaksanaan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa sebagai bagian dari prestasi/kegiatan akademik
– Pengembangan dan penerapan teknologi unggulan tepat guna untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat
– Kemitraan strategis dengan lembaga dalam dan luar negeri dalam menjawab permasalahan nasional dan internasional
– Pembinaan universitas/politeknik/akademi komunitas di daerah dalam mendukung peningkatan APK
• Bidang Sumber Daya Manusia – Peningkatan sumber daya insani
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber”
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran kegiatan pendukung visi entrepreneurial university ITB
• Bidang Sarana dan Prasarana
– Peningkatan kapasitas infrastruktur pendidikan dan penelitian
• Bidang Organisasi dan Manajemen
– Pengembangan sistem manajemen dan SOP untuk kegiatan pendukung visi entrepreneurial university ITB
– Pengembangan sistem penilaian kinerja untuk kegiatan pendukung visi entrepreneurial
university ITB
– Penguatan dan pengembangan sistem informasi lintas Fakultas-Prodi-Laboratorium-Kelompok Keahlian
I. Peningkatan aspek
internasionalisasi Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Pendidikan
– Penguatan kualitas lulusan
– Penguatan program-program unggulan
– Pembentukan “agent of change” inovasi pembelajaran
– Peningkatan populasi program pasca sarjana guna mendukung Research University menuju Entrepreneurial university
– Pembinaan karakter dan prestasi mahasiswa, baik akademik, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler – Monitoring dan evaluasi kurikulum yang
mendukung visi internasionalisasi
• Bidang Penelitian
– Peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal dan forum ilmiah yang bereputasi
– Peningkatan jumlah paten, prototype dan karya kreatif
– Peningkatan kerja sama riset nasional dan internasional
– Penelitian-penelitian yang mendukung fokus penelitian ITB
• Bidang Pengabdian pada Masyarakat
– Pelaksanaan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa sebagai bagian dari prestasi/kegiatan akademik
– Pengembangan dan penerapan teknologi unggulan tepat guna untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat
– Kemitraan strategis dengan lembaga dalam dan
luar negeri dalam menjawab permasalahan nasional dan internasional
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber”
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran yang mendukung visi internasionalisasi
• Bidang Sarana dan Prasarana
– Peningkatan kapasitas infrastruktur pendidikan dan penelitian
• Bidang Organisasi dan Manajemen
– Pengembangan sistem manajemen dan SOP terkait pelayanan terhadap mahasiswa internasional
– Pengembangan sistem penilaian kinerja terkait pelayanan terhadap mahasiswa internasional – Penguatan dan pengembangan sistem informasi
terkait pelayanan terhadap mahasiswa internasional
C.Strategi Kelemahan-Peluang (Weakness – Opportunity, WO)
Kelemahan - Peluang Sasaran Strategi Program
Kelemahan(Weakness)
1. Pendidikan
- Mahasiswa S1 FTSL belum banyak berkiprah dalam bidang lomba inovasi sebagai solusi masalah nasional
- Lama studi rata-rata Prodi S2 dan S3 masih relatif panjang
- Isu yang spesifik mengenai S3:
jumlah peminat menurun;
rendahnya komitmen mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu - Belum ada tindak lanjut nyata
1. Menjaga status Institut sebagai universitas berbasis riset dalam program pendidikannya, baik di lingkungan regional maupun internasional.
2. Mengembangkan kompetensi lulusan untuk masing-masing jenjang pendidikan, yang didefinisikan dalam bentuk pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan keahlian (skill) yang harus dimiliki oleh setiap lulusan.
3. Meningkatkan kemampuan sivitas akademik secara akademik dan
B. Pengembangan dan pemberdayaan unit layanan masyarakat melalui program CIBE yang ditujukan untuk pemeliharaan dan pengelolaan kegiatan lintas program studi
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Penelitian
– Peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal dan forum ilmiah yang bereputasi
– Peningkatan jumlah paten, prototype dan karya kreatif
– Peningkatan kerja sama riset nasional dan internasional
– Penelitian-penelitian yang mendukung fokus penelitian ITB
• Bidang Pengabdian pada Masyarakat
terhadap hasil evaluasi perkuliahan - Suasana akademik di Prodi-Prodi
Jatinangor masih lemah
- Belum ada program studi S1, S2, S3 berbahasa Inggris*
- Belum ada program sertifikasi profesi insinyur dari asosiasi profesi*
2. Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
- Roadmap penelitian tidak mutakhir - Penelitian tidak/kurang berjangka
panjang dan berkesinambungan - Penelitian yang bersifat lintas KK
masih kurang
- Anggaran Bantuan Penelitian bagi mahasiswa S2 dan S3 belum memadai
3. Sumber Daya Manusia
- Tenaga kependidikan (non-dosen) masih banyak yang berstatus SPKWT dan kompetensinya belum memadai dalam menunjang seluruh aktivitas FTSL - Kerjasama antar individu staf
akademik masih kurang - Regenerasi dosen kurang
berkesinambungan
- Belum semua dosen aktif dalam menjalankan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitiannya
- Keengganan untuk berubah 4. Pendanaan
- Sumber dana dari masyarakat belum dikelola secara formal di tingkat FTSL
- Kurangnya dana yang tersedia
profesional melalui:
4. Meningkatkan kualitas proses pengajaran dan pembelajaran:
5. Pengembangan ilmu dan pencarian solusi permasalahan infrastruktur dan lingkungan binaan yang dihadapi masyarakat.
6. Peningkatan fasilitas pendukung belajar mengajar dan kemampuan pemeliharaan-nya dengan revitalisasi setiap unit kerja secara optimal:
7. Meningkatkan kesejahteraan sumberdaya manusia yang ada di lingkungan FTSL melalui berbagai upaya dan kegiatan yang berbasiskan kinerja.
– Pelaksanaan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa sebagai bagian dari prestasi/kegiatan akademik
– Pengembangan dan penerapan teknologi unggulan tepat guna untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat
– Kemitraan strategis dengan lembaga dalam dan luar negeri dalam menjawab permasalahan nasional dan internasional
– Pembinaan universitas/politeknik/akademi komunitas di daerah dalam mendukung peningkatan APK
• Bidang Sumber Daya Manusia – Peningkatan sumber daya insani
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber”
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran pengelolaan laboratorium
• Bidang Sarana dan Prasarana
– Peningkatan kapasitas infrastruktur pendidikan dan penelitian
• Bidang Organisasi dan Manajemen
– Pengembangan sistem manajemen dan SOP pengelolaan kegiatan lintas prodi, lintas fakultas – Pengembangan sistem penilaian kinerja
pengelolaan kegiatan lintas prodi, lintas fakultas – Penguatan dan pengembangan sistem informasi
pengelolaan kegiatan lintas prodi, lintas fakultas D. Perkuatan SDM,
transportasi dan fasilitas lainnya untuk mendukung program studi FTSL yang berlokasi di Jatinangor
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Pendidikan
– Pembentukan “agent of change” inovasi pembelajaran untuk penguatan atmosfer akademik di kampus jatinangor
untuk pengabdian pada masyarakat, riset dan pengembangan
- Belum ada ”center of grant” dari Penelitian dan PPM.
- Dana untuk program
pengembangan terpengaruh oleh kegiatan ad hoc (misal jumlah SPKWT yang cukup besar) 5. .Sarana dan Prasarana
- Biaya operasional dan pemeliharaan untuk peralatan kurang
- Laboratorium belum bersertifikat dan berakreditasi
- Program pengembangan sarana prasarana tidak disesuaikan dengan Renstra FTSL
- Prosedur pengadaan sarana prasarana yang terpusat di tingkat ITB seringkali terkendala - FTSL belum memiliki program
untuk mengintegrasikan penggunaan Sarana Prasarana secara kolektif (antar-unit kerja) 6. Organisasi dan Manajemen
- Perencanaan dan leadership perlu ditingkatkan.
- SOP tidak/kurang lengkap.
- Prosedur quality control dan quality assurance (QC/QA) kurang
- Penataan manajemen aset kurang terkoordinasi
- Proses monitoring dan evaluasi (MONEV) belum berjalan.
- Sistem Informasi Manajemen internal FTSL belum
berkembang
– Peningkatan jumlah program studi yang terakreditasi nasional
– Pembinaan karakter dan prestasi mahasiswa, baik akademik, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler – Monitoring dan evaluasi kurikulum yang
mendukung kegiatan akademik FTSL lintas kampus
• Bidang Sumber Daya Manusia
– Peningkatan sumber daya insani tenaga akademik/kependidikan prodi FTSL di kampus Jatinangor
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber” untuk mendukung kegiatan akademik FTSL lintas kampus
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran
• Bidang Sarana dan Prasarana
– Peningkatan kapasitas infrastruktur pendidikan dan penelitian prodi FTSL yang berlokasi di Jatinangor
• Bidang Organisasi dan Manajemen
– Pengembangan sistem manajemen dan SOP kegiatan pendukung prodi FTSL yang berlokasi di Jatinangor
– Pengembangan sistem penilaian kinerja kegiatan pendukung prodi FTSL yang berlokasi di Jatinangor
– Penguatan dan pengembangan sistem informasi kegiatan pendukung prodi FTSL yang berlokasi di Jatinangor
L. Review keterpaduan program studi di
lingkungan FTSL Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Pendidikan
– Penguatan kualitas lulusan
Peluang(Opportunity)
1. Infrastruktur dan pengelolaan lingkungan perkotaan dan pedesaan masih menjadi prioritas nasional dan regional.
2. Pasar tenaga kerja masih sangat membutuhkan peran lulusan FTSL.
3. Kerjasama dengan institusi sejenis di luar negeri dalam bidang pendidikan, penelitian, dan PPM.
4. Good governance di bidang infrastuktur perlu peningkatan yang berarti.
5. UU No. 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran mendorong terciptanya kerjasama dengan asosiasi profesi dalam proses sertifikasi .
6. Pemanfaatan program corporate social responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan untuk berbagai aktivitas FTSL
7. FTSL sebagai leader/penggagas stakeholder lain untuk solusi masalah nasional
8. Pengadaan tambahan fasilitas atau instrumen pendukung riset dengan kategori high-endmelalui dana masyarakat non ITB (mis. alumni), kerjasama institusi serta dana luar negeri.
– Penguatan program-program unggulan
– Pembentukan “agent of change” inovasi pembelajaran
– Pembinaan karakter dan prestasi mahasiswa, baik akademik, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler – Monitoring dan evaluasi kurikulum terhadap
persyaratan sertifikasi profesi insinyur
• Bidang Pengabdian pada Masyarakat
– Kemitraan strategis dengan lembaga dalam dan luar negeri dalam menjawab permasalahan nasional dan internasional
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber” untuk mendukung sertifikasi profesi insinyur
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran yang mendukung sertifikasi profesi insinyur
D.Strategi Kelemahan-Ancaman (Weakness – Threat, WT)
Kelemahan – Ancaman Sasaran Strategi Program
Kelemahan(Weakness)
1. Pendidikan
- Mahasiswa S1 FTSL belum
1. Menjaga status Institut sebagai universitas berbasis riset dalam program pendidikannya, baik di lingkungan regional maupun
C. Keberlanjutan akreditasi ABET bagi seluruh program studi S1
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
banyak berkiprah dalam bidang lomba inovasi sebagai solusi masalah nasional
- Lama studi rata-rata Prodi S2 dan S3 masih relatif panjang - Isu yang spesifik mengenai S3:
jumlah peminat menurun;
rendahnya komitmen mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu - Belum ada tindak lanjut nyata
terhadap hasil evaluasi perkuliahan
- Suasana akademik di Prodi-Prodi Jatinangor masih lemah
- Belum ada program studi S1, S2, S3 berbahasa Inggris*
- Belum ada program sertifikasi profesi insinyur dari asosiasi profesi*
2. Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
- Roadmap penelitian tidak mutakhir
- Penelitian tidak/kurang berjangka panjang dan berkesinambungan
- Penelitian yang bersifat lintas KK masih kurang
- Anggaran Bantuan Penelitian bagi mahasiswa S2 dan S3 belum memadai
3. Sumber Daya Manusia
- Tenaga kependidikan (non- dosen) masih banyak yang berstatus SPKWT dan
kompetensinya belum memadai dalam menunjang seluruh aktivitas FTSL
- Kerjasama antar individu staf
internasional.
2. Mengembangkan kompetensi lulusan untuk masing-masing jenjang pendidikan, yang didefinisikan dalam bentuk pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan keahlian (skill) yang harus dimiliki oleh setiap lulusan.
3. Meningkatkan kemampuan sivitas akademik secara akademik dan profesional melalui:
4. Meningkatkan kualitas proses pengajaran dan pembelajaran:
5. Pengembangan ilmu dan pencarian solusi permasalahan infrastruktur dan lingkungan binaan yang dihadapi masyarakat.
6. Peningkatan fasilitas pendukung belajar mengajar dan kemampuan pemeliharaan-nya dengan revitalisasi setiap unit kerja secara optimal:
7. Meningkatkan kesejahteraan sumberdaya manusia yang ada di lingkungan FTSL melalui berbagai upaya dan kegiatan yang berbasiskan kinerja.
• Bidang Pendidikan
– Penguatan kualitas lulusan
– Penguatan program-program unggulan
– Pembentukan “agent of change” inovasi pembelajaran
– Peningkatan jumlah program studi yang terakreditasi nasional
– Peningkatan populasi program pasca sarjana guna mendukung Research University menuju Entrepreneurial university
– Pembinaan karakter dan prestasi mahasiswa, baik akademik, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler – Monitoring dan evaluasi kurikulum berbasis
engineering design
• Bidang Penelitian
– Peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal dan forum ilmiah yang bereputasi
– Peningkatan jumlah paten, prototype dan karya kreatif
– Peningkatan kerja sama riset nasional dan internasional
– Penelitian-penelitian yang mendukung fokus penelitian ITB
• Bidang Pengabdian pada Masyarakat
– Pelaksanaan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa sebagai bagian dari prestasi/kegiatan akademik
– Pengembangan dan penerapan teknologi unggulan tepat guna untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat
– Kemitraan strategis dengan lembaga dalam dan luar negeri dalam menjawab permasalahan nasional dan internasional
– Pembinaan universitas/politeknik/akademi komunitas di daerah dalam mendukung peningkatan APK
• Bidang Sumber Daya Manusia – Peningkatan sumber daya insani
• Bidang Pendanaan
akademik masih kurang - Regenerasi dosen kurang
berkesinambungan
- Belum semua dosen aktif dalam menjalankan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitiannya
- Keengganan untuk berubah 4. Pendanaan
- Sumber dana dari masyarakat belum dikelola secara formal di tingkat FTSL
- Kurangnya dana yang tersedia untuk pengabdian pada masyarakat, riset dan pengembangan
- Belum ada ”center of grant” dari Penelitian dan PPM.
- Dana untuk program
pengembangan terpengaruh oleh kegiatan ad hoc (misal jumlah SPKWT yang cukup besar) 5. .Sarana dan Prasarana
- Biaya operasional dan pemeliharaan untuk peralatan kurang
- Laboratorium belum
bersertifikat dan berakreditasi - Program pengembangan sarana
prasarana tidak disesuaikan dengan Renstra FTSL - Prosedur pengadaan sarana
prasarana yang terpusat di tingkat ITB seringkali terkendala
- FTSL belum memiliki program untuk mengintegrasikan penggunaan Sarana Prasarana
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber”
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran
• Bidang Sarana dan Prasarana
– Peningkatan kapasitas infrastruktur pendidikan dan penelitian
• Bidang Organisasi dan Manajemen
– Pembentukan divisi baru admin akreditasi ABET di level prodi
– Pengembangan sistem manajemen dan SOP kegiatan monev re-akreditasi ABET
– Pengembangan sistem penilaian kinerja
– Penguatan dan pengembangan sistem informasi yang mendukung kegiatan monev re-akreditasi ABET
E. Peningkatan fasilitas pendukung kuliah perancangan (engineering design)
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber” untuk mendukung kuliah perancangan – Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi
program dan anggaran kuliah-kuliah perancangan
• Bidang Sarana dan Prasarana
– Peningkatan kapasitas infrastruktur pendidikan dan penelitian untuk mendukung kuliah perancangan
H. Peningkatan fasilitas pendukung
implementasi kuliah blended learning
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Pendidikan
– Pembentukan “agent of change” inovasi
secara kolektif (antar-unit kerja)
6. Organisasi dan Manajemen
- Perencanaan dan leadership perlu ditingkatkan.
- SOP tidak/kurang lengkap.
- Prosedur quality controldan quality assurance (QC/QA) kurang
- Penataan manajemen aset kurang terkoordinasi
- Proses monitoring dan evaluasi (MONEV) belum berjalan.
- Sistem Informasi Manajemen internal FTSL belum
berkembang Ancaman (Threat)
1. Persaingan dengan fakultas sejenis di Perguruan Tinggi lainnya.
2. Globalisasi menyebabkan terbukanya peluang impor tenaga ahli asing atau lulusan dari LN untuk bekerja di Indonesia.
3. Globalisasi memungkinkan masuknya Perguruan Tinggi mancanegara ke Indonesia.
4. Adanya universitas dari luar negeri yang gencar melakukan promosi dengan menawarkan beasiswa mengakibatkan lulusan program sarjana FTSL lebih tertarik untuk melanjutkan kuliah pasca sarjana ke luar negeri.
5. Adanya kesempatan dari dunia Industri atau bidang lainnya di luar profesi akademik di FTSL baik di dalam maupun luar negeri sehingga
pembelajaran yang menggunakan sistem blended learning
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber” untuk mendukung implementasi sistem perkuliahan blended learning
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran yang mendukung implementasi sistem blended learning
• Bidang Sarana dan Prasarana
– Peningkatan kapasitas infrastruktur pendidikan dan penelitian yang mendukung implementasi sistem blended learning
• Bidang Organisasi dan Manajemen
– Pengembangan sistem manajemen dan SOP implementasi sistem blended learning
– Pengembangan sistem penilaian kinerja implementasi sistem blended learning
– Penguatan dan pengembangan sistem informasi implementasi sistem blended learning
J. Peningkatan otomatisasi proses administrasi pendidikan internal Fakultas-Prodi- Laboratorium- Kelompok Keahlian
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Sumber Daya Manusia
– Peningkatan sumber daya insani yang mendukung otomatisasi proses administrasi pendidikan internal Fakultas-Prodi-Laboratorium-Kelompok Keahlian
• Bidang Pendanaan
– Peningkatan upaya perolehan pendanaan “multi sumber” untuk pengembangan sistem manajemen pendukung otomatisasi proses administrasi pendidikan internal Fakultas-Prodi- Laboratorium-Kelompok Keahlian
– Monitoring, evaluasi, dan fasilitasi implementasi program dan anggaran yang mendukung
mempersulit proses kaderisasi staf dosen FTSL.
6. Perubahan peraturan terkait migrasi dari Kemendiknas ke Kemenristek Dikti.
peningkatan otomatisasi proses administrasi pendidikan internal Fakultas-Prodi-Laboratorium- Kelompok Keahlian
• Bidang Organisasi dan Manajemen
– Pengembangan otomatisasi sistem manajemen dan SOP proses administrasi pendidikan internal – Pengembangan sistem penilaian kinerja proses
administrasi internal Fakultas-Prodi- Laboratorium-Kelompok Keahlian berbasis otomasi
– Penguatan dan pengembangan sistem informasi untuk meningkatkan otomatisasi proses administrasi pendidikan internal
K. Penguatan atmosfer akademik pada program pascasarjana
Bidang
Pd Pl PM SDM Dn SP OM
• Bidang Pendidikan
– Penguatan kualitas lulusan S3
– Penguatan program-program unggulan untuk meningkatkan kualitas input dan meningkatkan atmosfer akademik S3
– Pembentukan “agent of change” inovasi pembelajaran
– Peningkatan populasi program pasca sarjana guna mendukung Research University menuju Entrepreneurial university
– Pembinaan karakter dan prestasi mahasiswa, baik akademik, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler mahasiswa S3
– Monitoring dan evaluasi kurikulum S3
• Bidang Penelitian
– Peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal dan forum ilmiah yang bereputasi sebagai bagian dari disertasi
– Peningkatan jumlah paten, prototype dan karya kreatif oleh mahasiswa S3