• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

D. Prosedur Penelitian

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dengan menggunakan dua siklus.

Desain penelitian ini disajikan dalam gambar berikut:

Gambar 3.1 Desain Penelitian Tindakan Kelas (Mulyasa, 2009 : 39) Perencanaan

Refleksi

Perencanaan

Siklus II

Refleksi SIKLUS I

Pengamatan

Pengamatan Pelaksanaan

Pelaksanaan

Prosedur penelitian sesuai dengan jenis penelitian tindakan kelas yang digunakan, dimana pelaksanaan tindakan terdiri dari 2 siklus. Siklus I terdiri dari 4 x pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit/pertemuan. Siklus II terdiri dari 4 x pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit/pertemuan. Pada tiap siklus mencakup tahap-tahap sebagai berikut : 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan evaluasi, dan 4) refleksi.

Selanjutnya hasil refleksi tindakan siklus I akan menentukan berhasil atau tidaknya tindakan yang telah dilaksanakan, di samping itu hasil refleksi siklus I juga menjadi acuan untuk merencanakan siklus berikutnya.

Secara rinci penelitian tindakan kelas tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Perencanaan

Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi:

a. Membuat perangkat pembelajaran (RPP dan LKM) b. Mengembangkan model pembelajaran tutor sebaya c. Membuat lembar observasi

2. Pelaksanaan Tindakan

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini disesuaikan dengan rencana yang telah disusun dalam rencana pembelajaran. Uraian terhadap rencana pelaksanaan kegiatan dalam siklus dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Siklus I

1) Perencanaan

Tahap perencanaan dengan kegiatan utama sebagai berikut:

a) Mengembangkan model pembelajaran tutor sebaya.

b) Menyusun perangkat scenario pembelajaran (RPP).

c) Menyusun lembar kerja murid (LKM).

d) Menyusun format observasi.

2) Tindakan

Tahap tindakan terdiri :

a) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model/pendekatan yang digunakan.

b) Melakukan pembelajaran di kelas c) Membentuk kelompok belajar murid d) Melaksanakan diskusi kelompok e) Memberikan tugas diskusi

f) Membimbing murid selama diskusi berjalan

g) Memberikan pujian kepada kelompok yang melaksanakan diskusi h) Memotivasi murid dengan memberikan penguatan

i) Melakukan evaluasi tertulis 3) Observasi

Observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan.

4) Refleksi

Kegiatan pada langkah ini adalah pencermatan, pengkajian, analisis dan penilaian terhadap hasil observasi tindakan yang telah dilakukan pada siklus I. Kelemahan atau kekurangan-kekurangan akan diperbaiki pada siklus berikutnya.

b. Siklus II

Langkah-langkah yang dilakukan pada siklus II merupakan refleksi dari siklus I. oleh karena itu, langkah-langkah yang dilakukan relatif sama dengan siklus I dengan mengadakan beberapa perbaikan dan penyempurnaan sesuai dengan kenyataan yang telah ditemukan di lapangan.

1) Perencanaan

a) Merancang tindakan berdasarkan refleksi pada siklus I b) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

c) Membuat lembar observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran di kelas ketika pelaksanaan tindakan berlangsung.

d) Melakukan perbaikan pengajaran sehingga indikator hasil belajar pada setiap pertemuan dapat tercapai.

2) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilakukan dengan mengulangi kembali tahap-tahap pada siklus I serta mengadakan perbaikan atau penyempurnaan sesuai dengan hasil pada siklus I.

3) Observasi

Proses observasi yang dilakukan pada putaran kedua mengikuti teknik observasi pada putaran pertama.

4) Hasil Observasi

Data yang diperoleh dari hasil observasi dikumpulkan dan dianalisis kemudian peneliti membuat kesimpulan dari pembelajaran yang dilakukan selama dua siklus.

E. Instrumen Peneletian

a. Tes : Menggunakan butir soal atau instrumen soal untuk mengukur hasil belajar muruid

b. Observasi : Menggunakan lembar observasi untuk mengukur tingkat prestasi murid dalam proses belajar mengajar IPS.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu dari hasil observasi dan dari hasil tes.

1. Observasi. Observasi adalah pengumpulan data yang dilakukan untuk mengetahui masalah yang terjadi pada murid yang akan diteliti.

2. Tes. Tes adalah pengumpulan data yang diperoleh untuk mengetahui apakah hasil belaja pada murid tersebut meningkat. Dari data tersebut kita dapat menarik kesimpulan tentang model pembelajaran yang digunakan.

G. Teknik Analisis Data

Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Untuk analisis kualitatif diperoleh dari hasil observasi pada proses belajar mengajar yang dilakukan peneliti di sekolah yaitu rata-rata dan persentase, tabel frekuensi, persentase nilai terendah dan tertinggi. Sedangkan analisis kualitatif diperoleh dari hasil tes siklus I dan II dengan kategorisasi skor skala 5. Nurkancana (1986 :27) menyatakan bahwa Untuk keperluan analisis kualitatif teknik pengkategorian dengan skala berdasarkan standar kategorisasi yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Tabel 3.1 Teknik kategorisasi Standar Departemen Pendidikan Nasional

Tingkat Penguasaan Kategori

85–100 Sangat Tinggi

65–84 Tinggi

55–64 Sedang

35–54 Rendah

0–34 Sangat Rendah

Sumber : Nurkancana (1986:27)

H. Indikator Keberhasilan Pembelajaran

Indikator keberhasilan pembelajaran IPS di kelas V SD Inpres Lakiyung Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa melalui model pembelajaran tutor sebaya adalah terjadinya peningkatan hasil belajar IPS dari siklus I ke siklus II dan mencapai indikator keberhasilan pembelajaran IPS sesuai standar KKM yaitu 65.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada bagian ini akan dibahas hasil-hasil pelaksanaan mengenai peningkatan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran tutor sebaya pada murid kelas V SD Inpres Lakiyung Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dari siklus I dan II dengan menggunakan analisis kualitatif yaitu data tentang hasil pengamatan, sedangkan data tentang hasil belajar murid dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu skor rata- rata, frekuensi, dan persentase nilai terendah dan nilai tertinggi yang dicapai murid setiap siklus.

1. Deskripsi Hasil Penelitian siklus I.

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini dilakukan langkah-langkah:

1) Berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan, dirumuskan indikator-indikatornya sebagai berikut :

a) Menjelaskan tentang pengertian koperasi dan sifat-sifatnya b) Menyebutkan kegiatan-kegiatan koperasi

c) Menjelaskan perbedaan badan usaha koperasi dengan badan usaha lainnya.

2) Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar.

3) Mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar.

37

4) Merencanakan pengorganisasian murid dalam kelompok-kelompok kecil 5) Merancang latihan soal yang dikerjakan secara individu terlebih dahulu

kemudian diselesaikan dengan berdiskusi dalam kelompoknya.

6) Menyiapkan lembar observasi untuk murid dan guru yang akan diisi observer. Lembar observasi digunakan untuk mengamati faktor-faktor yang diselidiki pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Adapun pelaksanaan tindakan pada siklus I ini yaitu berupa kegiatan pembelajaran melalui metode pembelajaran tutor sebaya yang berlangsung selama 2 minggu atau 4 kali pertemuan dimana di akhir pertemuan diadakan evaluasi dengan lama waktu setiap pertemuan adalah 2 x 35 menit. Menurut Mulyasa (2002 ;100), “pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik”. Mengenaimodel pembelajaran tutor sebaya maka Endang (2011 ;249) menjelaskan bahwa “Tutor Sebaya merupakan strategi pendekatan kooperatif yaitu model pembelajaran dimana murid belajar dalam kelompok kecil yang dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan yang berbeda, semua anggota kelompok saling menciptakan rasa saling menghargai sesama teman lainnya”. Kegiatan pembelajaran berdasarkan Metode Tutor Sebaya secara umum untuk setiap pertemuannya dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Pertemuan I hari Rabu 20 Agustus 2014

Pertemuan pertama siklus I dilaksanakan pada hari rabu tanggal 20 Agustus 2014 pukul 07.30 – 08.40 WITA. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti bertindak sebagai pelaksana/guru. Pada kegiatan awal guru mengawali pembelajaran ini dengan mengucapkan salam, mengelola kelas, apersepsi, berdo’a dan mengabsen murid, selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi dan memberikan informasi tentang Peninggalan sejarah pada masa kerajaan Hindu di Indonesia (Tim Bina Karya Guru, 2012 ;149). Kemudian guru membentuk 5 kelompok kecil secara heterogen. Murid-murid yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya atau disebut “mentor”. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari materi/indikator dan membagikan LKM kepada setiap kelompok. Guru mengawasi kelompok saat mengerjakan LKM dan diskusi kelompok. Setiap kelompok dibantu oleh murid yang pandai sebagai tutor sebaya. Setelah mempelajari materi dan mengerjakan LKM yang telah diberikan, kemudian secara acak guru meminta salah satu anggota setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi/kerja kelompoknya. Selanjutnya guru mempersilahkan kelompok lain untuk memberikan pendapat ataupun tanggapan. Selanjutnya guru mengarahkan jika terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi kelas. Peran guru dalam pembelajaran ini adalah bertindak sebagai nara sumber utama

dan pembimbing kepada murid demi tercapainya kelancaran proses pembelajaran ini dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya.

Pada kegiatan akhir, guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerjanya baik. Kemudian guru membantu murid merangkum atau menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Setelah itu guru memotivasi murid untuk lebih giat belajar dan memberikan pesan- pesan moral, kemudian guru menutup pelajaran dengan membaca do’a.

2) Pertemuan II hari Sabtu 23 Agustus 2014

Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 23 Agustus 2014 pukul 07.30 – 08.40 WITA. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti bertindak sebagai pelaksana/guru. Pada kegiatan awal guru mengawali pembelajaran ini dengan mengucapkan salam, mengelola kelas, apersepsi, berdo’a dan mengabsen murid, selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi dan memberikan informasi tentang peninggalan sejarah pada masa kerajaan Budha di Indonesia (Tim Bina Karya Guru, 2012 ;153). Kemudian guru membentuk 5 kelompok kecil secara heterogen. Murid-murid yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya atau disebut “mentor”. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari materi/indikator dan membagikan LKM kepada setiap kelompok. Guru mengawasi kelompok saat mengerjakan LKM dan diskusi kelompok. Setiap kelompok dibantu oleh murid yang pandai

sebagai tutor sebaya. Setelah mempelajari materi dan mengerjakan LKM yang telah diberikan, kemudian secara acak guru meminta salah satu anggota setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi/kerja kelompoknya. Selanjutnya guru mempersilahkan kelompok lain untuk memberikan pendapat ataupun tanggapan. Selanjutnya guru mengarahkan jika terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi kelas. Peran guru dalam pembelajaran ini adalah bertindak sebagai nara sumber utama dan pembimbing kepada murid demi tercapainya kelancaran proses pembelajaran ini dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya.

Pada kegiatan akhir, guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerjanya baik. Kemudian guru membantu murid merangkum atau menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Setelah itu guru memotivasi murid untuk lebih giat belajar dan memberikan pesan- pesan moral, kemudian guru menutup pelajaran dengan membaca do’a.

3) Pertemuan III hari Rabu 27 Agustus 2014

Pertemuan ketiga siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 27 Agustus 2014 pukul 07.30– 08.40. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti bertindak sebagai pelaksana/guru. Pada kegiatan awal guru mengawali pembelajaran ini dengan mengucapkan salam, mengelola kelas, apersepsi, berdo’a dan mengabsen murid, selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi dan memberikan informasi tentang Bangunan yang bercorak Hindau-Budha di Indonesia

(Tim Bina Karya Guru ;153). Kemudian guru membentuk 5 kelompok kecil secara heterogen. Murid-murid yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari materi/indikator dan membagikan LKM kepada setiap kelompok. Guru mengawasi kelompok saat mengerjakan LKM dan diskusi kelompok. Setiap kelompok dibantu oleh murid yang pandai sebagai tutor sebaya. Setelah mempelajari materi dan mengerjakan LKM yang telah diberikan, kemudian secara acak guru meminta salah satu anggota setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya mempersilahkan kelompok lain untuk memberi tanggapan.

Peran guru dalam pembelajaran ini adalah bertindak sebagai nara sumber utama dan pembimbing kepada murid demi tercapainya kelancaran proses pembelajaran ini dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya.

Pada kegiatan akhir, guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerjanya baik. Kemudian guru membantu murid merangkum atau menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Setelah itu guru memotivasi murid untuk lebih giat belajar dan memberikan pesan- pesan moral, kemudian guru menutup pelajaran dengan membaca do’a.

c. Observasi dan Evaluasi 1) Aktivitas Murid

Hasil observasi/pengamatan aktivitas murid pada siklus I dapat dilihat pada lampiran-lampiran dan diuraikan penjelasan berikut ini:

bahwa dari 28 murid kelas V SD Inpres Lakiyung Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, yakni (1) Rata-rata kehadiran murid dengan presentase 92,85%. (2) Murid yang menyimak penjelasan guru (murid yang terlihat memperhatikan penjelasan guru) dengan persentase 76,19%.

(3) Murid yang mencatat atau menyalin apa yang telah dijelaskan oleh guru dengan persentase 42,86%. (4) Murid dalam kelompok mencari jawaban LKM (Saat diberi tugas kelompok oleh guru) dengan persentase 30,95%. (5) Murid yang memberikan pertanyaandan menaggapi jawaban (saat diskusi berlangsung) dengan persentase 23,81%. (6) Murid yang meminta bimbingan guru dalam menyelaesaikan LKM dengan persentase 28,57%. (7) Murid yang melakukan kegiatan lain baik dalam proses pemberian materi pembelajaran maupun disaat mengerjakan tugas (main-main, keluar masuk kelas, ribut, mengerjakan pekerjaan lain dan sebagainya) dengan persentase 47,62%.

Berdasarkan hasil observasi aktifitas murid dan aktifitas guru secara keseluruhan, kegiatan pembelajaran berlangsung cukup baik dalam hal ini guru telah cukup berhasil melakukan langkah-langkah atau model pembelajaran Tutor Sebaya. Ini dapat dilihat adanya interaksi antara murid dengan guru dan murid dengan murid yang cukup aktif.

Senada dengan pernyataan Sutrisno (1986 ;203) bahwa “observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis”.

2) Hasil Belajar

Setelah kegiatan pembelajaran berlangsung sebanyak 3 kali pertemuan maka selanjutnya pada pertemuan IV hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2014 dilakukan evaluasi. Slameto (2010 ;21) mengatakan bahwa

”Hasil belajar adalah prestasi yang bersifat kualitatif dan berupa nilai- nilai yang diperoleh melalui tes”. Dari hasil evaluasi diperoleh skor kemampuan murid menyelesaikan soal-soal siklus I dapat terlihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1

Statistik Hasil Tes Murid Siklus I SD Inpres Lakiyung Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa

Statistik Nilai Statistik

Subjek 28

Nilai Ideal 100

Nilai Tertinggi 90

Nilai Terendah 50

Rentang Nilai 70

Nilai Rata-Rata 63,93

Dari Tabel 4.1 di atas kita dapat memperoleh gambaran mengenai tingkat kemampuan dan pemahaman murid dalam pembelajaran IPS khususnya pada materi peninggalan sejarah pada masa Hindu-Budha dan Islam di Indonesia setelah diterapkan model pembelajaran Tutor Sebaya.

Pada siklus I ini nilai rata-rata yang diperoleh Murid adalah 65 dari nilai ideal (nilai maksimum) yang mungkin dicapai oleh Murid adalah 100,

skor nilai terendah adalah 50 dari nilai ideal minimum yang mungkin dicapai adalah 0.

Setelah nilai responden dikelompokkan ke dalam lima kategori yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase nilai pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar IPS pada Siklus I No Interval nilai Kategori Frekuensi Persentase

1 2 3 4 5

0–34 35–54 55–64 65 - 84 85–100

Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi

0 5 6 15

2

0 % 17,86 %

21,43%

53,57%

7,14%

Jumlah 28 100%

Grafik 4.1 Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar IPS pada Siklus I

0 2 4 6 8 10 12 14 16

Sangat

rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Berdasarkan tabel 4.2 di atas tentang Distribusi Frekuensi dan Persentase Nilai Tes pada Siklus I, dapat dikemukakan bahwa dari 28 murid kelas V SD Inpres Lakiyung Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa terdapat sekitar 0 % masuk dalam kategori sangat rendah, 17,86%

masuk dalam kategori rendah, 21,43% masuk dalam kategori sedang, 53,57% masuk dalam kategori tinggi, dan 7,14% dalam kategori sangat tinggi.

Selanjutnya untuk dapat melihat jumlah murid yang telah mencapai standar ketuntasan dan yang belum mencapai standar ketuntasan belajar individual pada akhir Siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut ini.

Tabel 4.3

Frekuensi dan Persentase Ketuntasan Belajar Individual Murid Pada Siklus I

Skor Kriteria Frekuensi Persentase

65–100 Tuntas 17 60,71%

0–64 Tidak tuntas 11 39,29%

Jumlah 28 100 %

Grafik 4.2 Frekuensi dan Persentase Ketuntasan Belajar Individual Murid Pada Siklus I

Berdasarkan label 4.3 di atas, dapat dikemukakan bahwa dari 28 orang murid kelas V SD Inpres Lakiyung Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa terdapat sekitar 17 atau 60,71% murid yang mencapai nilai standar ketuntasan belajar individual yaitu 65. Sedangkan murid yang belum mencapai nilai standar ketuntasan belajar individual sebanyak 11 murid atau sekitar 39,29%.

Sebesar 60,71% atau 17 dari 28 murid termasuk dalam kategori tuntas dan 39,29% atau 11 dari 28 murid termasuk dalam kategori tidak tuntas, berarti terdapat 11 murid yang perlu remedial karena belum mencapai ketuntasan individual.

d. Tahap Refleksi

Setelah melalui tahap pelaksanaan serta sekaligus tahap observasi dan diakhiri evaluasi hasil belajar murid, maka selanjutnya dilakukan tahap

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

Tuntas Tidak Tuntas

refleksi, berdasarkan hasil observasi dan evaluasi diperoleh bahwa dari awal penelitian berlangsung hingga berakhirnya siklus I tercatat sejumlah perubahan yang terjadi pada murid dan guru yaitu :

1) Berdasarkan hasil observasi aktifitas murid dari aktifitas guru secara keseluruhan, kegiatan pembelajaran berlangsung cukup baik dalam hal ini guru telah cukup berhasil melakukan langkah-langkah atau Model Pembelajaran Tutor Sebaya.

2) Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa kendala yaitu sulitnya mengelola kelas saat pembelajaran dilakukan secara berkelompok, masih ada murid yang tidak ikut aktif dalam proses pembelajaran terutama saat murid lain dalam kelompok menuliskan jawaban di kertas/buku dan tidak semua murid bisa menyimak penjelasan murid lain ketika mempresentasikan jawaban, serta masih ada murid yang enggan/malu bertanya pada teman kelompok yang ditunjuk sebagai tutor.

3) Dari 28 murid, menghasilkan data sebagai berikut:

a) Sebanyak 16 murid yang memperoleh nilai di bawah 65, dan 17 murid memperoleh nilai minimal 65 ke atas.

b) Nilai rata-rata kelas yang diperoleh 63,93.

c) Presentasi jumlah murid yang memperoleh nilai > 65 adalah 60.71%.

Dari hasil tersebut di atas, nilai rata-rata kelas mencapai di atas 65 target peneliti belum tercapai. Dan untuk ketuntasan klasikal belajar murid belum memenuhi target peneliti (85%).

2. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus II a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini dilakukan langkah-langkah:

1) Berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan, dirumuskan indikator-indikatornya sebagai berikut:

a) Mengetahui Kerajaan yang bercorak Islam di Indonesia.

b) Mengetahui tokoh sejarah pada masa Hindu-Budha di Indonesia.

c) Mengetahui tokoh sejarah pada masa Islam di Indonesia.

2) Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar.

3) Mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar.

4) Merencanakan pengorganisasian murid dalam kelompok-kelompok kecil 5) Merancang latihan soal yang dikerjakan secara berdiskusi dalam

kelompoknya.

6) Menyiapkan lembar observasi untuk murid dan guru yang akan diisi observer. Lembar observasi digunakan untuk mengamati faktor-faktor yang diselidiki pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Adapun pelaksanaan tindakan pada siklus II ini tidak berbeda dengan pelaksanaan siklus I sebelumnya yaitu berupa kegiatan pembelajaran melalui model pembelajaran Tutor Sebaya. Endang (2011 ;249)

menjelaskan bahwa “Pengertian tutor sebaya (Peer Group) adalah sebuah prosedur murid mengajar murid lainnya”. Kegiatan pembelajaran berdasarkan metode tutor sebaya secara umum untuk setiap pertemuannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Pertemuan I hari Rabu Tanggal 03 September 2014

Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari Rabu Tanggal 03 September 2014 pukul 07.30 – 08.40 WITA. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti bertindak sebagai pelaksana/guru. Pada kegiatan awal guru mengawali pembelajaran ini dengan mengucapkan salam, mengelola kelas, apersepsi, berdo’a dan mengabsen murid, selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi dan memberikan informasi tentang kerajaan pada masa Islam di Indonesia (Tim Bina Karya Guru, 2012 ;154). Kemudian guru membentuk 5 kelompok kecil secara heterogen. Murid-murid yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya atau disebut “mentor”.

Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari materi/indikator dan membagikan LKM kepada setiap kelompok. Guru mengawasi kelompok saat mengerjakan LKM dan diskusi kelompok. Setiap kelompok dibantu oleh murid yang pandai sebagai tutor sebaya. Setelah mempelajari materi dan mengerjakan LKM yang telah diberikan, kemudian secara acak guru meminta salah satu anggota setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi/kerja kelompoknya. Selanjutnya guru mempersilahkan

kelompok lain untuk memberikan pendapat ataupun tanggapan.

Selanjutnya guru mengarahkan jika terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi kelas. Peran guru dalam pembelajaran ini adalah bertindak sebagai nara sumber utama dan pembimbing kepada murid demi tercapainya kelancaran proses pembelajaran ini dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya.

Pada kegiatan akhir, guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerjanya baik. Kemudian guru membantu murid merangkum atau menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Setelah itu guru memotivasi murid untuk lebih giat belajar dan memberikan pesan- pesan moral, kemudian guru menutup pelajaran dengan membaca do’a.

2) Pertemuan II hari Sabtu tanggal 06 September 2014

Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 06 September 2014 pukul 07.30 – 08.40 WITA. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti bertindak sebagai pelaksana/guru. Pada kegiatan awal guru mengawali pembelajaran ini dengan mengucapkan salam, mengelola kelas, apersepsi, berdo’a dan mengabsen murid, selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi dan memberikan informasi tentang tokoh sejarah pada masa Hindu-Budha di Indonesia (Tim Bina Karya Guru, 2012 ;155). Kemudian guru membentuk 5 kelompok kecil secara heterogen. Murid-murid yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya atau disebut

“mentor”. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari materi/indikator dan membagikan LKM kepada setiap kelompok. Guru mengawasi kelompok saat mengerjakan LKM dan diskusi kelompok.

Setiap kelompok dibantu oleh murid yang pandai sebagai tutor sebaya.

Setelah mempelajari materi dan mengerjakan LKM yang telah diberikan, kemudian secara acak guru meminta salah satu anggota setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi/kerja kelompoknya. Selanjutnya guru mempersilahkan kelompok lain untuk memberikan pendapat ataupun tanggapan. Selanjutnya guru mengarahkan jika terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi kelas.

Pada kegiatan akhir, guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerjanya baik. Kemudian guru membantu murid merangkum atau menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Setelah itu guru memotivasi murid untuk lebih giat belajar dan memberikan pesan- pesan moral, kemudian guru menutup pelajaran dengan membaca do’a.

3) Pertemuan III hari Rabu tanggal 10 September 2014

Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 September 2014 pukul 07.30 – 08.40 WITA. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti bertindak sebagai pelaksana/guru. Pada kegiatan awal guru mengawali pembelajaran ini dengan mengucapkan salam, mengelola kelas, apersepsi, berdo’a dan mengabsen murid, selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Dokumen terkait