BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
Prosedur pengembangan merupakan tahapan - tahapan yang akan dilakukan peneliti dalam mengembangkan suatu produk. Prosedur pengembangan media pembelajaran berupa handout IPA pada materi zat aditif dan adiktif kelas VIII SMP menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan. Namun penelitian ini hanya dibatasi sampai tahap implementasi saja. Peneliti memodifikasi model pengembangan sesuai kebutuhan, yaitu:
1) Tahap Analisis (analysis)
Tahap analisis adalah suatu tahap pengumpulan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk membuat produk, dalam hal ini produk yang dihasilkan adalah media pembelajaran berbasis handout.
Pengumpulan informasi yang dibutuhkan berupa analisis kebutuhan, analisis materi pembelajaran, dan analisis lingkungan.
a. Analisis kebutuhan
Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk yang dibutuhkan.
Menetapkan masalah dasar dalam pengembangan media pembelajaran.
Pada analisis ini peneliti melakukan wawancara dengan salah satu guru IPA kelas VIII di MTs. Ma’arif Ambulu Jember. Peserta didik masih menganggap materi IPA khususnya zat aditif dan adiktif merupakan materi yang sulit dikarenakan kurangnya sarana pendukung berupa media pembelajaran yang ada di sekolah. Ditambah lagi ketersediaan media yang kurang menarik membuat siswa kurang minat mengikuti
pembelajaran. Sehingga diperlukan media yang menarik untuk menumbuhkan minat belajar khususnya materi zat aditif dan adiktif.
b. Analisis materi pembelajaran
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur apa yang harus didapat dalam pengembangan media pembelajaran dengan mengidentifikasi konsep utama yang diajarkan. Mengumpulkan data dan rincian konsep-konsep yang relevan dengan kompetensi dasar yang telah ditentukan dan kemudian disusun secara sistematis dalam bentuk peta konsep. Menentukan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 revisi 2017 yang berlaku di sekolah serta KI, KD dan Indikator. Disini peneliti mengambil materi IPA kelas VIII Semester I yaitu materi Zat Aditif dan Adiktif.
Tabel 4.1 Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD)
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati
perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif, serta dampaknya terhadap kesehatan
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.
4.6 Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif bagi kesehatan
Tabel 5.1 Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
Kompetensi Dasar (KD) Indikator
3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif, serta dampaknya terhadap kesehatan
3.6.1 Menjelaskan konsep zat aditif dan zat adiktif
3.6.2 Menyebutkan jenis-jenis zat aditif pada makanan dan minuman 3.6.3 Memberikan contoh zat aditif ( alami dan buatan
3.6.4 Mengelompokkan jenis zat aditif ( alami dan buatan ) dalam makanan dan minuman )
3.6.5 Mengidentifikasi zat aditif (alami dan buatan ) dalam makanan dan minuman
3.6.6 Mendeskripsikan pengaruh zat aditif bagi kesehatan
3.6.7 Menjelaskan jenis zat adiktif dan cara kerja zat adiktif dalam tubuh 3.6.8 Mendeskripsikan pengaruh zat adiktif terhadap kesehatan
3.6.9 Menjelaskan beberapa upaya untuk menjaga diri dari bahaya NAPZA
4.6 Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif bagi kesehatan
4.6.1 Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif bagi kesehatan
4.6.2 Menyajikan karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif bagi kesehatan
4.6.3 Membuat poster tentang dampak penyalahgunaan zat adiktif bagi kesehatan
2) Tahap Desain (design)
Pada tahap ini menetapkan format media pembelajaran berbasis handout yang dikembangkan, membuat rancangan isi media pembelajaran dan sub - sub materi yang tercantum dalam media pembelajaran.
a. Menyusun Materi Pembelajaran
Penyusunan materi dilakukan berdasarkan materi yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu Zat Aditif dan Adiktif dengan melalui analisis Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) berdasarkan kurikulum 2013. Materi yang telah ditetapkan selanjutnya akan dipaparkan didalam media pembelajaran yang hendak dirancang oleh peneliti.
b. Pemilihan Bahan Ajar
Pemilihan bahan ajar yang dikembangkan adalah media berbasis handout. Pemanfaatan media ini dalam pembelajaran bervariasi sesuai kebutuhan siswa, sehingga dapat mengondisikan siswa agar menguasai
materi pada media berbasis handout secara mandiri di mana pun dan kapan pun dapat digunakan ketika di sekolah maupun ketika belajar di rumah. Intinya media pembelajaran berbasis handout ini dapat menjadi referensi atau bahan ajar tambahan bagi peserta didik nantinya.
c. Perancangan Tampilan
Desain sampul yang disajikan berisi judul materi yang dikembangkan dan gambar yang mendukung materi zat aditif dan adiktif. Sampul dan isi materi didesain dengan warna yang bagus menggunakan bantuan perangkat lunak Corel Draw X7 dan Microsoft Word 2013 agar dapat menarik minat siswa dalam menggunakan media yang digunakan. Selain itu berisikan peta konsep dan KI, KD agar siswa memahami materi apa saja yang akan dibahas. Supaya media lebih menarik dan menguji seberapa paham siswa dalam materi tersebut diberikan latihan soal.
Gambar 1.1 Halaman cover handout
3) Tahap Pengembangan (development)
Tahap ini berisi kegiatan membuat rancangan menjadi produk dan menguji produk validitas secara berulang - ulang sampai dihasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Tujuan tahap ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran yang sudah di revisi berdasarkan masukan dari para pakar. Kegiatan ini meliputi:
a) Pembuatan media handout 1) Melakukan analisis kurikulum.
2) Menentukan judul handout sesuai dengan KD dan materi pokok yang akan dicapai.
3) Mengumpulkan referensi sebagai bahan penulisan serta mengupayakan referensi terkini dan relevan dengan materi pokoknya.
4) Menyusun media handout seringkas mungkin namun sesuai tidak melepas setiap sub-sub materi pembelajaran.
5) Menampilkan atau menampilkan gambar di dalam materi yang sudah ditentukan agar siswa lebih tertarik dan tidak kesulitan dalam memahami contoh-contoh setiap materi yang dibahas.
b) Validasi ahli
Pada tahap ini media pembelajaran di validasi oleh tim ahli dengan menggunakan instrumen validasi ahli media pembelajaran. Validasi terdiri dari: (a) dua dosen Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KH. Achmad Siddiq Jember yang mencakup ahli materi dan media, (b) satu guru IPA Kelas VIII MTs Ma’arif Ambulu
yang ahli media dan materi. Berdasarkan validasi dari validator para ahli maka media akan menjadi baik dan berkualitas.
c) Produk akhir
Tahap ini akhir dari pengembangan (development) sehingga menghasilkan tahap akhir yang layak digunakan.
4) Tahap Implementasi (implementasi)
Tahap ini dapat dilakukan jika hasil dari uji ahli sudah memenuhi kriteria baik. Tahap implementasi merupakan tahap uji coba terhadap guru IPA sebagai validator materi dari kelas VIII. Menyusun angket respons peserta didik untuk mengetahui respons siswa terhadap produk media yang dikembangkan. Uji coba dilakukan untuk mengetahui respons peserta didik terhadap produk yang telah dikembangkan. Uji coba pada tahap awal pada kelompok kecil sebanyak peserta didik, jika uji coba mendapat tanggapan layak untuk digunakan, maka tahap selanjutnya mengimplementasikan produk pada peserta didik dalam kelompok besar kelas VIII. Komentar dan saran pada tahap ini menjadi pertimbangan untuk melakukan revisi produk, sehingga menghasilkan produk yang lebih baik.
C. Uji Coba Produk
Uji coba produk dimaksudkan mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar untuk menetapkan kelayakan produk yang dikembangkan.
Subjek penelitian produk dalam penelitian pengembangan melalui validasi ahli materi dan ahli media, serta ahli kependidikan, hasil dari validasi ini
dijadikan sebagai revisi. Selanjutnya uji coba keterbacaan pada siswa dengan tujuan untuk mengetahui tingkat respons peserta didik. terhadap produk media pembelajaran berbasis Handout pada materi IPA SMP, setelah itu melakukan revisi untuk menghasilkan produk media media pembelajaran berbasis Handout pada materi IPA SMP yang siap digunakan dalam pembelajaran.
Uji coba produk terdiri atas lima tahapan, yaitu (1) desain uji coba; (2) subjek coba ; (3) jenis data; (4) instrumen pengumpulan data; (5) teknik analisis data.
a. Desain uji coba
Produk media pembelajaran berbasis Handout yang kemudian di validasi oleh ahli dengan tujuan mengetahui tingkat validitas produk. Setelah validasi dan perbaikan dilakukan uji coba keterbacaan pada peserta didik dengan tujuan mengetahui tingkat respons siswa terhadap bahan ajar berbasis Handout yang dikembangkan.
b. Subjek uji coba
Subjek coba pada pengembangan ini melibatkan beberapa ahli, pendidik dan peserta didik. Subjek uji validitas disebut validator. Kriteria untuk validator dan subjek uji terbatas diuraikan sebagai berikut:
1) Dosen
Dalam penelitian pengembangan ini kriteria dosen sebagai subjek coba adalah dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KH. Ahcmad Siddiq Jember dengan minimal pendidikan S2 dimana
sebagai ahli media merupakan dosen yang menguasai media yang dikembangkan oleh peneliti yaitu media pembelajaran berbasis Handout, sedangkan dosen sebagai ahli materi merupakan dosen yang menguasai materi yang tedapat dalam media pembelajaran yang dikembangkan yaitu Zat Aditif dan Adiktif.
2) Guru IPA
Dalam penelitian ini guru IPA sebagai ahli pembelajaran merupakan guru IPA yang berasal dari MTs.Ma’arif Ambulu dengan minimal pendidikan S1 serta menguasai bidang pembelajaran IPA khususnya pada materi kelas VIII yaitu Zat Aditif dan Adiktif.
3) Siswa atau Peserta didik
Peserta didik adalah subjek dari penelitian dan digunakan untuk mengukur keakuratan media tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan produk yang telah dikembangkan serta memenuhi aspek kevalidan, keterandalan, dan kegunaan.49 Dari informasi yang didapatkan bahwa di kelas VIII A MTs.Ma’arif Ambulu memiliki 30 siswa dalam satu kelas. Uji coba skala kecil sebanyak 12 peserta didik, jika hasil dari uji skala kecil memenuhi dan sangat memuaskan maka akan dilakukan uji skala besar sebanyak 30 siswa.
c. Jenis data
Jenis data dalam penelitian pengembangan berupa data kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh dari lembar validasi ahli berupa angket.
49 Rahmat Arofah Hari Cahyadi, “Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Addie Model,” Halaqa:
Islamic Education Journal 3, no. 1 (2019): 35, https://doi.org/10.21070/halaqa.v3i1.2124.
1) Data kuantitatif berupa hasil uji validitas para ahli dan guru serta hasil angket respons peserta didik. Hasil analisis data kuantitatif digunakan untuk menentukan kelayakan produk.
2) Data kualitatif berupa deskripsi kritik, saran dan masukan yang berupa komentar dari ahli dan penggunaan instrumen sebagai perbaikan produk.
d. Instrumen pengumpulan data
Instrumen pengumpulan data dalam penelitian pengembangan ini berupa angket hasil validasi dan angket respons siswa. Angket yang diperoleh akan dianalisis dengan kriteria yang terdapat pada masing – masing skala penilaian. Angket yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk cheklist dengan penilaian skor pada setiap aspek menggunakan skala likert 1 – 5.50
Tabel 6.1 Kriteria Skala Penilaian
Kriteria Skor
Sangat Baik (SB) 5
Baik (B) 4
Cukup (C) 3
Kurang (K) 2
Sangat Kurang (SK) 1
Sumber: Sahlan (2015)
Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yakni instrumen validasi dari respons peserta didik dengan penjelasan sebagai berikut:
1) Instrumen Validasi ahli
50 Sahlan, Evaluasi Pembelajaran : Panduan Praktis Bagi Pendidik Dan Calon Pendidik (Jember:
STAIN Press, 2015). hlm. 121
Instrumen validasi digunakan untuk mengumpulkan data sehingga media pembelajaran yang dikembangkan dapat diketahui kevalidannya. Instrumen validasi diberikan kepada validator bersamaan dengan produk media pembelajaran yang dikembangkan, dimana validator yang terdiri dari ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran. Instrumen validasi yang berupa angket berisi beberapa pernyataan yang perlu dicentang atau di-cheklist oleh validator, serta terdapat pula kolom masukan dan saran yang dapat diisi oleh validator. Data yang diperoleh dari hasil penilaian validator akan diolah oleh peneliti dengan menggunakan rumus validasi ahli.
Adapun indikator yang diukur pada instrumen validasi ahli adalah:
a. Kajian instruksional
Instrumen validasi kajian instruksional berfungsi untuk mengetahui kesesuaian isi dari media pembelajaran berbasis handout sesuai dengan kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Kemudian untuk mengetahui kejelasan dalam penyajian tujuan, kesesuaian contoh soal dengan isi materi serta kegiatan pembelajaran, kesesuaian isi materi serta kesesuaian bahasa dan tingkat kesulitan materi terhadap perkembangan kognitif peserta didik serta untuk mengetahui kebenaran materi ditinjau dari aspek
keilmuan, keakuratan contoh, kejelasan gambar dan ilustrasi yang digunakan serta keakuratan acuan pustaka.51
b. Kajian teknis
Instrumen validasi kajian teknis berfungsi untuk mengetahui daya tarik, kejelasan tampilan kejelasan, kejelasan penomoran, urutan kegiatan, kesesuaian jenis dan ukuran huruf, kesesuaian teks dan ilustrasi serta kesesuaian terhadap materi perkembangan peserta didik.52
2) Instrumen Respons Peserta didik
Instrumen respons peserta didik berisi angket yang diberikan kepada siswa kelas VIII MTs. Ma’arif Ambulu. Respons peserta didik digunakan untuk mengetahui pendapat siswa terhadap media pembelajaran IPA berupa Handout yang dibuat oleh peneliti.
e. Teknik analisis data
Teknik analisis data yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis Handout terdiri dari analisis data hasil angket validasi dan analisis data hasil angket respons siswa. Berikut uraian dari teknik analisis data pada penelitian pengembangan:53
1) Analisis Data Hasil Validasi
Tingkat kevalidan dari media pembelajaran berbasis Handout dapat diperoleh dari analisis data hasil validasi. Teknik yang digunakan
51 Sahlan... hlm. 122
52 Sahlan... hlm. 123
53 Ahmad Tanzeh and Suharsimi Arikunto, “Metode Penelitian Metode Penelitian,” Metode Penelitian, no. 43 (2020): 22–34.
berupa perhitungan persentase dan teknik analisis deskriptif. Rumus yang digunakan dalam analisis data adalah sebagai berikut:54
V – ah = x 100%
Keterangan :
V – ah : Validasi ahli (nilai presentase)
Tse : Total skor empirik (nilai hasil validasi)
Tsh : Total skor maksimal (nilai maksimal yang diharapkan)
Tabel 7.1 Table Kriteria Uji Validitas Bahan Ajar
2) Analisis Data Hasil Respons Siswa
Analisis data hasil respons siswa dilakukan guna mengetahui respons siswa terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis Handout yang dikembangkan oleh peneliti. Teknik yang digunakana dalam
54 Sa’dun Akbar, Instrumen Perangkat Pembelajaran, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2016).hlm 41
Persentase (%) Kriteria Kevalidan
81% - 100% Sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi 61% - 80% Valid atau dapat digunakan namun perlu revisi
kecil
41% - 60% Kurang valid, disarankan tidak dipergunakan karena perlu revisi besar
21% - 40% Tidak valid atau tidak boleh digunakan 0% - 20% Sangat tidak valid atau tidak boleh digunakan
analisis data tersebut yaitu teknik perhitungan persentase dan teknik analisis deskriptif. Rumus yang digunakan dalam analisis data adalah sebagai berikut:55
V – au = x 100%
Keterangan :
V – au : Validasi audien (nilai presentase)
Tse : Total skor empirik (nilai hasil angket respons siswa) Tsh : Total skor maksimal (nilai maksimal yang diharapkan)
Tabel 8.1 kriteria Hasil Uji Respons Siswa
Persentase (%) Keterangan
81% - 100% Sangat Menarik
61% - 80% Menarik
41% - 60% Cukup Menarik
21% - 40% Tidak Menarik
0% - 20% Sangat Tidak Menarik
55 Akbar...hlm. 42
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A. Penyajian Data Uji Coba
Hasil dari penelitian ini yaitu berupa produk Handout IPA Berbasis Contextual Teaching and Learning Materi Zat Aditif dan Adiktif yang didalamnya terdapat isi materi IPA (khususnya pada materi zat aditif dan adiktif). Handout IPA ini digunakan sebagai buku penunjang siswa SMP/MTs khususnya kelas VIII. Penelitian mengambil subjek skala kecil maupun besar menggunakan siswa kelas VIII A MTs. Ma’arif Ambulu.
Penyajian data uji handout IPA ini berdasarkan metode penelitian dan pengembangan model ADDIE, yang terdiri dari 5 tahap yaitu: analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Namun dalam penelitian tahap kelima yaitu evalation tidak dilakukan oleh peneliti. Dalam penyusunan pembuatan handout IPA ini terdapat beberapa tahapan, yaitu:
1. Analyze (analisis)
Pada tahap analsis yaitu peneliti melakukan kegiatan analisis kebutuhan, dan identifikasi masalah. Setelah mengidentifikasi masalah melakukan analisis mengenai tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, media dan sumber belajar yang dipakai saat proses pembelajaran beralangsung. Pada analisis kebutuhan peneliti mengumpulkan informasi dengan melakukan observasi dan wawancara kepada guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas VIII di MTs. Ma’arif Ambulu, dengan data yang diperoleh sebagai berikut :
a. Dalam pembelajaran guru hanya memberikan penjelasan dengan metode tanya jawab, ceramah, dan diskusi.
b. Minat literasi/baca dari peserta didik masih kurang. Peserta didik kurang berminat dengan media dan bahan ajar tulisan dan kurang interaktif. Materi tentang zat aditif dan adiktif sendiri perlu adanya kegiatan berupa pengamatan secara langsung tidak hanya diperoleh dari informasi tulisan dan gambar.
c. Pada materi terdapat beberapa jenis zat aditif dan adiktif, peserta didik kurang memahami macam-macam jenisnya dan dampak yang akan ditimbulkan. Adanya nilai yang masih dibawah KKM dan hasil respon peserta didik yang telah dilakukan oleh guru mata pelajaran
2. Design (perencanaan)
Pada tahap perencanaan ini peneliti akan menetapkan media, kompetensi, tujuan pembelajaran, dan evaluasi yang nantinya akan digunakan dalam penelitian pengembangan. Penentuan rancangan yang akan dilakukan, seperti penentuan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik, menentuikan materi yang dipilih dengan memperhatikan karakteristik dari peserta didik, dan rencana pembelajaran yang akan diterapkan. Kemudian merencakanakn bahan-bahan dan spesifikasi tampilan yang digunakan pada media yang akan dikembangkan.
Peneliti memilih untuk mengembangkan bahan ajar Handout IPA berbasis Contextual Teaching and Learning yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran untuk mencapai kimpetensi dan tujuan
pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi zat aditif dan adiktif kelas VIII MTs. Ma’arif Ambulu Jember.
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini yaitu membuat rancangan awal, dan membuat desain tampilan handout. Pada pembuatan dan penyusunan handout peneliti menggunakan perangkat software berupa Microsoft Word 2013 dan Aplikasi desain berupa Corel Draw X7.
Microsoft Word 2013 dipilih untuk mengembangkan awal bagian isi berupa pengetikan materi dalam handout sebelum diolah di Corel Draw X7.
3. Development (pengembangan)
Tahap pengembangan yakni mewujudkan , menghasilkan atau mengembangkan media pendukung dan apanduaan untuk para peserta didik dan guru. Dalam tahap pengembangan media ini dilakukan sesuai dengan tahap sebelumnya yaitu tahap analsis dan tahap perencanaan. Pada tahap ini peneliti telah menghasilkan produk yaitu handout IPA berbasis Contextual Teaching and Learning. Pada tahap ini terdapat uji coba pada ahli materi dan ahkli media terkait media dan bahan penyerta yang dibuat untuk mengetahui hasil persentase penilaian.
4. Implementation (implementasi)
Implementasi merupakan sebuah kegiatan atau tahap dimana untuk mengetahui seberapa berpengaruhnya produk yang telah dibuat terhadap kualitas dalam pembelajaran dan mengetahui tingkat kelayakan dari media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Kualitas dalam
pembelajaran ini meliputi tingkat kemenarikan sebuah media, keefektifan sebuah media, dan seberapa efesiensinya sebuah media yang telah dibuat terhadap pembelajaran.
Dalam tahap ini, untuk mengetahui produk yang dikembangkan apakah dapat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Pada tahap ini peneliti mengimplementasikan kepada siswa kelas VIII A MTs. Ma’arif Ambulu Jember yang dalam prosesnya menggunakan uji respon skala kecil dan skala besar.
1. Hasil Validasi Desain
Validasi merupakan suatu hasil koreksi oleh tim ahli terhadap suatu produk yang dikembangkan. Tujuannya agar produk yang dikembangkan valid untuk digunakan. Produk yang dikembangkan adalah bahan ajar handout. Bahan ajar handout divalidasi oleh 3 tim ahli yaitu 1 ahli materi yang dilakukan oleh dosen kimia dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KH. Ahcmad Siddiq Jember, 1 ahli media yang dilakukan oleh dosen biologi dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KH. Achmad Siddiq Jember yang mana dosen tersebut sudah pernah mengampu matakuliah media pembelajaran, dan 1 ahli materi yang dilakukan oleh guru IPA kelas VIII MTs. Ma’arif Ambulu Jember. Pada tahap validasi bahan ajar handout ini dilakukan sebanyak 2 kali validasi. Sehingga produk bahan ajar handout dapat dikatakan valid oleh para ahli.
Berikut ini merupakan hasil persentase tahap validasi ke-1 para ahli
terhadap bahan ajar handout. Untuk hasil penilaian validasi pertama para ahli terhadap bahan ajar handout dapat dilihat pada lampiran 5a, 5c, dan 5e.
Tabel 9.1 Hasil Penilaian Handout Validasi Ke-1
Ahli Materi Ahli Media
Ahli Materi oleh Guru
92% 80% 74,28%
Hasil penilaian bahan ajar handout dapat dilihat pada tabel 4.1 yang mendapatkan nilai sebagai berikut. Pertama, pada validasi ahli materi ke-1 mendapatkan nilai dengan hasil persentase 92%. Pada validasi ahli materi ini terdapat pula komentar atau saran oleh ahli materi sebagai langkah revisi untuk perbaikan validasi selanjutnya. Untuk hasil validasi ke-1 ahli materi dapat dilihat pada lampiran 5a. Kedua, validasi ahli media ke-1 mendapatkan nilai dengan hasil persentase 80%. Pada validasi ahli media ini terdapat pula komentar atau saran oleh ahli materi sebagai langkah revisi untuk perbaikan validasi selanjutnya. Untuk hasil valaidasi ke-1 ahli media dapat dilihat pada lampiran 5c. Selanjutnya, Ketiga yaitu validasi ahli materi ke-1 yang dilakukan oleh guru IPA MTs. Ma’arif Ambulu Jember mendapatkan nilai dengan hasil persentase 74,28% yang disitu dikatakan bahwa bahan ajar sudah valid namun perlu adanya revisi kecil. Pada validasi ahli materi ini terdapat pula komentar atau saran sebagai langkah revisi untuk perbaikan validasi selanjutnya. Untuk hasil valaidasi ke-1 ahli materi dapat dilihat pada lampiran 5e.