• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Pengembangan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Prosedur Pengembangan

Prosedur penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan menurut Sugiyono yang dikembangkan oleh Brog dan Gall. Pengembangan dan penelitian menurut Brog dan Gall adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan mengvalidasi produk pendidikan.47

Brog dan Gall menyatakan bahwa penelitian Research and Development (R&D) memiliki sepuluh langkah, namun peneliti hanya menerapkan tujuh langkah saja karena keterbatasan waktu dan biaya dalam penelitian ini peneliti membatasi langkah-langkah pengembangan hanya tujuh langkah. menurut Hoge, Tandora, & Marrelli prosedur pelaksanaan penelitian pengembangan bukan merupakan langkah-langkah baku yang harus diikuti secara baku.48 Setiap pengembangan dapat memilih dan menemukan langkah-langkah yang paling tepat bagi dirinya berdasarkan kondisi khususnya yang dihadapi dalam proses pengembangan. Penelitian yang dilakukan tidak sampai pada tahapan produksi masal dari produk yang sudah dihasilkan. Adapun langkah-

46 Punaji Satyosari, Metode Penelitian Dan Pengembangan.

47 Punaji Satyosari, Metode Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan (Jakarta: kencana, 2018).

48 Kuni Hidayatal Masrurah, ‗Pengembangan Instrumen Penilaian Otentik Untuk Menilai Pengetahuan Dan Keterampilan Praktikum Siswa SMK Pada Konsep Koloid‘ (Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, 2016).

langkah penelitian yang akan dilakukan oeleh peneliti adalah sebagai berikut:

Bagan 3.1 Langkah-langkah penelitian R & D menurut Borg & Gell Dari bagan Langkah-langkah penelitian R & D menurut Borg & Gell dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Potensi dan Masalah

Potensi dan masalah pada Research and Development (RnD) dapat berawal dari adanya potensi dan masalah. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan. Maka dari itu Studi pendahuluan dalam penelitian ini di lakukan di SD Negeri 16 Kota Bengkulu dengan melakukan observasi

Potensi dan Masalah HBBBBMASAmasaLAH

Desain Produk

Uji Coba Produk

Revisi Produk Revisi Desain Validasi Desain Pengumpulan Data

langsung ke SD Negeri 16 Kota Bengkulu tujuanya untuk mengetahui masalah yang ada, dilakukan dengan pengisian angket analisis kebutuhan yang melibatkan 1 orang guru Ilmu Pengetahuan Alam dan 15 orang siswa SD Negeri 16 Kota Bengkulu.

b. Pengumpulan Data

Setelah mengumpulkan data, langkah selanjutnya penelitian dan pengembangan membuat desain dari produk yang akan dikembangkan. Produk yang akan dikembangkan media scrapbook.

Pada tahap ini kegiatan yang akan dilakukan untuk mendesain produk adalah dengan melakukan tindakan berikut ini, Adapun langkah- langkah dalam pengembangan desain ini yaitu :

1. Mengedintifikasi materi yang terdapat di dalam buku siswa dan guru.

2. Menentukan arah pengembangan untuk memperdalam dan memperluas materi yang akan dibahas.

3. Menentukan tujuan pembelajran, kompetisi dasar, kompetisi inti 4. Membuat peta konsep di media tersebut.

5. Menentukan desain.

6. Mentukan isi materi yang akan di tempelkan di media.

7. Menentukan foto yang sesuai dengan materi yang dibahas dan ukuran foto yang sesuai.

8. Menceta foto sebagai baground maupun yang akan digunakan sebagai materi.

9. Menghias kertas yang akan digunakan untuk menempel foto 10. Menempelkan lembaran foto yang sudah di temple dan di hias

diatas karton yang sudah di fotong sesuai dengan ukuran.

11. Menghias pinggi kertas dengan menyatukan setiap halaman dengan jilid spiral.49

c. Desain Produk

Desain produk pembuatan media Scrapbook pertama yang dilakukan yaitu pembuatan Outline (pembuatan rancangan yang memuat garis besar (GBIM) yang akan dirancang). Outline media scrapbook berisi rancangan secara mendetail dari sebuah media pembelajaran yang dikembangkan dari hasil penelitian analisis kebutuhan, maka media scrapbook yang dibuat memiliki penyajian yang menarik dan memiliki gambar yang bisa membuat siswa senang untuk mempelajarinya.

Pembuatan media ini dibantu dengan menggunakan aplikasi canva untuk bacground dan microsof word 2007 untuk teks materi diprint maka media bisa dihias dengan cara manual, gambar yang di peroleh dari sumber buku dan internet. Produk berbentuk seperti buku tetapi disetiap lembar buku tersebut merancang tentang materi-materi daur hidup hewan terdapat Cover depan, Kata pengantar, Daftar Isi, KI dan KD, Indikdator dan tujuan pembelajara, Peta konsep, Daur hidup hewan, Tanpa metamorfosis dan metamorfosis, Metamorfosis sempurna, Metamorfosis tidak sempurna, Gambaran proses daur hidup hewan, Soal latihan dan penyelesaianya, Refrensi, Cover belakang. Susunan tata letak dibuat dengan memperhitungkan bahan /komponen, banyak sedikitnya teks dan komposisi warna agar suatu halaman dapat dibaca dengan nyaman oleh pembaca. Tiap halaman dalam media ini dibuat berbeda baik itu hiasanya maupun susunan tiap halaman. Mulai dari pembuatannya menggunakan microsof word 2007 yang dipilih karena mampu mengelolah teks dan aplikasi canva digunakan karena mampu mengelolah bacground tiap warna halaman dan gambar yang dibutuhkan

49 Karisma Novitasari.

saat pembuatan media. Penambahan komponen pelengkap, pewarna tiap background, dan efek menjadi fokus utama dalam tiap halaman.

d. Validasi ahli

Validasi desain produk merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk akan lebih efektif dan cocok untuk anak usia dini. Produk awal media Scrapbook pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi Daur Hidup Hewan diserahkan kepada ahli untuk di evaluasi dan divalidasi produk apakah produk layak atau tidak digunakan. Validasi nantinya dilihat dari tiga aspek yaitu ahli media, ahli materi dan ahli bahasa yang dilakukan oleh ahli bidang masing- masing. Pada tahap ini dilakukan oleh 9 orang validator yang terdiri ahli materi, ahli media dan ahli bahasa.

e. Revisi Desain

Setelah produk awal divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan ahli bahasa, langkah selanjutnya yaitu Revisi produk dilakukan untuk memperbaiki produk sesuai dengan saran dan komentar dari para ahli yang telah ditentukan agar produk menjadi lebih sempurna. Setelah dilakukan revisi desain awal ini dinyatakan layak oleh para ahli, maka produk menjadi desain yang sudah direvisi oleh para ahli/pakar dan teruji secara internal. Sehingga produk uji coba yang telah direvisi dan dikembangkan menjadi layak untuk digunakan.

f. Uji Coba Produk

Uji coba produk merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian pengembangan, yang dilakukan setelah rancangan produk selesai. Uji coba produk betujuan untuk mengetahui apakah produk yang dibuat layak digunakan atau tidak. Dengan uji coba, kualitas produk yang dikembangkan benar-benar teruji secara empiris. Uji terbatas dilakukan terhadap kelompok kecil untuk mendapat

tanggapan. Dalam penelitian ini uji terbatas dilakukan terhadap kelas IV dengan 1 tanggapan guru dan 15 tanggapan siswa.

g. Produk Akhir

Dari hasil uji coba produk akan dihasilkan tanggapan dari gurudan siswa. Kemudian, produk direvisi sesuai tanggapan dari guru dan siswa.

Dokumen terkait