G. Implikasi Peran Agama Bagi Kesehatan Mental Terhadap Pendidikan Agama Terhadap Pendidikan Agama
3. Proses diagnosis gangguan jiwa
h. Gangguan perilaku masa anak dan remaja
Anak dengan gangguan perilaku menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan permintaan, kebiasaan atau norma-norma masyarakat. Anak dengan gangguan perilaku dapat menimbulkan kesukaran dalam asuhan dan pendidikan. Gangguan perilaku mungkin berasal dari anak atau mungkin dari lingkungannya, akan tetapi akhirnya kedua faktor ini saling memengaruhi. Diketahui bahwa ciri dan bentuk anggota tubuh serta sifat kepribadian yang umum dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya.Pada gangguan otak seperti trauma kepala, ensepalitis, neoplasma dapat mengakibatkan perubahan kepribadian. Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi perilaku anak, dan sering lebih menentukan oleh karena lingkungan itu dapat diubah, maka dengan demikian gangguan perilaku itu dapat dipengaruhi atau dicegah.
Anamnesis, merupakan pemeriksaan yang terpenting dalam mendiagnosis gangguan jiwa. Ada dua jenis anamnesis yaitu :
a. Alloanamnesis, merupakan anamnesis yang dilakukan kepada keluarga, saudara atau teman dekat penderita dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang :
1) Gejala gangguan jiwa saat ini 2) Riwayat gangguan jiwa sebelumnya 3) Riwayat perkembangan
4) Riwayat penyakit dalam keluarga (nuclear dan extended)
5) Silsilah keluarga
6) Riwayat pribadi penderita 7) Stressor psikososial
b. Autoanamnesis, menggali informasi, tanda dan gejala langsung kepada penderita
1) Menggali gejala yang ada, karena penderita psikotik memiliki insight yang buruk
2) Menggali stressor yang dialami bagi penderita non psikotik
3) Menggali riwayat kehidupan, pekerjaan dan
Pemeriksaan, terdiri dari fisik diagnostic, status mentalis, laboratorium, radiologik, evaluasi psikologik, dan lainnya.
Diagnosis, pada pemeriksaan psikiatri diagnosis dibagi kedalam lima aksis sebagai berikut :
a. Aksis I :
1) Gangguan klinis
2) Kondisi lain yang menjadi focus perhatian klinis
b. Aksis II :
1) Gangguan kepribadian 2) Retardasi mental
c. Aksis III : Kondisi medik umum
d. Aksis IV : Masalah psikososial dan lingkungan e. Aksis V : Penilaian fungsi secara global (GAF)
Setelah diagnosis ditegakkan, terapi dapat diberikan berupa farmakoterapi, psikoterapi, terapi social, terapi okupasional, dan lainnya. Berdasarkan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III di Indonesia, gangguan jiwa dibagi menjadi :
a. Gangguan mental organic
b. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif
c. Skizofrenia, gangguan skizotipal dan gangguan waham
d. Gangguan mood/afektif
e. Gangguan neurotic, gangguan somatoform, dan gangguan terkait stress
f. Gangguan kepribadian dan perilaku dewasa g. Sindroma perilaku yang berhubungan dengan
gangguan fisiologis dan factor fisik h. Retardasi mental
i. Gangguan perkembangan psikologis
j. 10.Gangguan perilaku dan emosional dengan onset usia anak dan remaja
Prosedur pelaksanaan
a. Mempersiapkan lembar catatan medik b. Melakukan alloanamnesis
1) Identitas penderita
2) Identitas sumber informasi (keluarga, saudara, teman dekat, dan lain-lain)
3) Sebab dibawa ke dokter a) Gejala yang ditunjukkan b) Lama sakit
c) Riwayat penyakit jiwa sebelumnya
d) Factor predisposisi (yang memicu timbulnya gangguan jiwa)
e) Kepribadian sebelum sakit 4) Riwayat penyakit dalam keluarga 5) Silsilah keluarga
6) Riwayat pribadi
a) Riwayat hamil dan kelahiran
b) Latar belakang perkembangan mental c) Perkembangan awal
d) Riwayat pendidikan e) Riwayat pekerjaan f) Perkembangan seksual
g) Sikap dan kegiatan moral spriritual h) Riwayat perkawinan
i) Kehidupan emosional j) Hubungan social k) Kebiasaan l) Lainnya
c. Melakukan autoanamnesis (mengenai istilah psikiatri dan pengertiannya, silahkan merujuk pada modul simtomatologi)
1) Kesan Umum
2) Kesadaran a) Kualitatif b) Kuantitatif 3) Orientasi
a) Waktu b) Tempat c) Orang d) Situasi
4) Sikap dan tingkah laku 5) Proses fakir
a) Bentuk fikir b) Isi fikir c) Progresi fakir 6) Roman muka 7) Afek
8) Perhubungan jiwa 9) Perhatian
10) Gangguan persepsi 11) Gangguan memori 12) Gangguan intelegensia 13) Insight
d. Merencanakan pemeriksaan medis dan atau non medis lainnya bila diperlukan
e. Melakukan diagnosis multiaksial 4. Diagnosis Blok
Pengelompokan dalam blok diagnosis lebih mudah, yaitu sebagai berikut.
a. Gangguan mental organik yang mencakup semua gangguan yang berhubungan dengan penyebab organik, dimasukkan di dalam satu blok diagnosis (F00 - F99), sehingga lebih mudah dibandingkan dengan PPDGJ II.
b. Demikian pula untuk gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif dalam blok F10 - F19 dirasakan lebih mudah dibandingkan dengan PPDGJ II sebelumnya. Tambahan karakter ke-3 menunjukkan jenis zat yang digunakan, sedang karakter ke 4 dan ke 5 menunjukkan sindrom psikopatologis.
c. Blok yang mencakup Skizofrenia (F20 - F29) diperluas dengan kategori baru skizofrenia tak terinci, depresi pasca skizofrenia, dan Gangguan Skizotipal. Juga klasifikasi Gangguan Psikotik Akut diperluas dibandingkan dalam PPDGJ II/ICD-9.
d. Klasifikasi Gangguan Suasana Perasaan (Mood Affektive Disorder) terutama dipengaruhi prinsip pengelompokan berdasarkan kesamaan tema. Istilah
‘depresi neurotik’ dan ‘depresi endogenik’ tidak digunakan lagi (yang mendekati adalah F34.1 Distimia).
e. Sindrom gangguan jiwa dan perilaku yang berhubungan dengan disfungsi fisiologis dan perubahan hormonal, dan disfungsi seksual disatukan dalam F50 - F59, yaitu Sindrom Perilaku yang berhubungan dengan Gangguan Fisiologis dan Faktor Fisik, dan diuraikan secara lebih rinci karenakebutuhan untuk ‘liaison psychiatry’.
f. Blok F60 - F69 mencakup berbagai gangguan perilaku orang dewasa seperti: judi patologis, piromania, kleptomania. Selain gangguan kepribadian yang telah dikenal, gangguan preferensi seksual dengan jelas dibedakan dari gangguan identitas jenis, dan homoseksualitas tidak lagi dicantumkan sebagai satu kategori.
g. Blok F80 - F89, Gangguan Perkembangan Psikologis, dan F90 - F98, Gangguan Perilaku dan Emosional dengan Onset Biasanya pada masa
Kanak dan Remaja, mencakup hanya yang khas pada anak dan remaja. Gangguan jiwa di luar dua blok tersebut dapat diberlakukan pada anak dan remaja bila diperlukan.
Klasifikasi dan Urutan Hierarki Blok Diagnosis gangguan Jiwa berdasarkan PPDGJ-III
1) F0 Gangguan mental organik termasuk gangguan mental simtomatik
2) F00 - F03 Demensia
3) F04 - F07, F09 Sindrom Amnestik dan Gangguan Mental Organik
4) F1 Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan alkohol dan zat psikoaktif lainnya 5) F10 Gangguan mental dan perilaku akibat
penggunaan alkhohol
6) F11, F12, F14 Gangguan mental dan perilaku
akibat penggunaan
Opioida/kanabinoida/kokain
7) F13, F15, F16 Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Sedativa/
Hipnotika/stimulansia lain/Hallusinogenika 8) F17, F18, F19 Gangguan mental dan perilaku
akibat penggunaan Tembakau/pelarut yang
mudah menguap/zat Multiple dan Zat psikoaktif lainnya
9) F2 Skizofrenia, gangguan skizotipal dan gangguan waham
10) F20, F21, F23 Skizofrenia, Gangguan skizitipal, Psikotik akut dan sementara
11) F22, F24 Gangguan waham menetap, gangguan waham terinduksi
12) F25 Gangguan Skizoafektif
13) F28, F29 Gangguan Psikoaktif non-organik lainnya atau YTT
14) F3 Gangguan suasana perasaan (mood/afektif) 15) F30, F31 Episode manik, Gangguan afektif
bipolar
16) F32 - F39 Episode depressif, Gangguan depressi berulang, Gangguan suasana Perasaan (Mood/afektif) menetap/lainnya/ YTT.
17) F4 Gangguan Neurotik, Gangguan somatoform, dan gangguan terkait stress
18) F40, F41 Gangguan ansietas, Fobik atau lainnya 19) F42 Gangguan Obsesif-kompulsif
20) F43, F45, F48 Reaksi terhadap stres berat, dan gangguan penyesuaian, gangguan somatoform, Gangguan neurotik lainnya.
21) F44 Gangguan dissosiatif (konversi)
22) F5 Sindrom perilaku yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik
23) F50 - F55, F59 Gangguan makan, gangguan tidur, Disfungsi Seksual, atau gangguan perilaku lainnya
24) F6 Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa
25) F60 - F69 Gangguan kepribadian, gangguan kebiasaan dan Impuls, gangguanidentitas dan preferensi seksual
26) F7 Retardasi Mental
27) F70 - F79 Retardasi Mental
28) F8 Gangguan Perkembangan Psikologis
29) F80 - F89 Gangguan Perkembangan Psikologis 30) F9 Gangguan Perilaku dan emosional dengan
onset biasanya pada masa anak dan remaja 31) F90 - F98 Gangguan Hiperkinetik, Gangguan
tingkah laku, Gangguan emosional atau
gangguan fungsi sosial Khas, gangguan “tic”, Atau gangguan perilaku dan Emosional lainnya.