BAB III: PEMBAHASAN
A. Proses Penanaman Nilai-Nilai Sosial Agama dalam
BAB III
mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.81
(QS. At-Tahrim 66:6).
Sesuai dengan permasalahan yang peneliti temukan di lapangan bahwa terjadinya fenomena londo iha dikarenakan kurangnya penanaman nilai-nilai sosial dan agama yang ditanamkan oleh orang tua maupun tokoh masyarakat, maka dari itu remaja sangat membutuhkan penanaman nilai-nilai sosial dan agama dalam perkembangan perilakunya agar dapat mengindari perilaku-perilaku negatif. Karena penanaman nilai sosial dan agama sangat berpengaruh penting pada perubahan tingkah laku baik dan buruknya remaja secara perorangan.
Seperti yang peneliti dapatkan dalam hasil wawancara dengan Narasumber 9 bahwa Perkawinan londo iha dilakukan oleh kebanyakan remaja, merupakan perkawinan yang sudah ada sejak nenek moyang mereka, dimana tindakan pernikahan tersebut sudah termasuk dalam fenomena yang tidak memperhitungkan pertimbangan rasional. Perilaku ini dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kebiasaan adat istiadat mereka, maka dari itu londo iha menurut pandangan tokoh agama sekaligus tokoh adat dan tokoh masyarakat perkawinan londo iha di Desa Mangge Asi ini sebuah bentuk perkawinan yang tidak didasarkan atas persetujuan orang tua melainkan atas dasar kemauan pelaku.
Adapun proses penanaman nilai-nilai sosial dan agama dalam menghadapi fenomena londo iha sebagai berikut:
1. Keteladanan
Dalam penelitian yang peneliti temukan di lapangan bahwa keteladanan merupakan nilai sosial yang efektif dan berhasil dalam mempersiapkan anak remaja dari segi akhlak, membentuk mental dan sosialnya.82 Sebagaimana yang di ungkapkan oleh Narasumber 8 bahwa dengan memberikan penanaman keteladanan kepada anak orang tua lebih dulu memberikan contoh teladan yang baik. Karena
81 Ahmad Mansrur Firosad, “Keluuarga Harmonis Untuk Perkembangan Potensi Anak Yang Lebih Baik”, (Jakarta: MAGISTRA Indonesia, 2010), hlm. 124.
82 Rahmadyansyah, “Mudarrisuna “Internalisasi Nilai-Nilai Keteladanan Orang Tua Pada Anak Prasekolah”, Aceh, Vol. 4, Nomor 2, Desember 2015, hlm 8.
perilaku anak tergantung dari ajaran yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya, begitu pula dengan pergaulannya jika diberikan keteladan yang baik maka remaja akan menghindari pergaulan- pergaulan yang negatif dan tetap menerapkan nilai sosial dalam dirinya.
Kebanyakan yang peneliti lihat di lingkungan Desa Mangge Asi bahwa keteladanan yang diberikan oleh orang tua maupun masyarakat selama ini tidak memiliki pengaruh kontribusi keteladanan. hal ini salah satu nya bahwa remaja lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya dibandingkan dengan orang tuanya, sehingga keteladanan yang diberikan oleh orang tuanya tidak berpengaruh signifikan.
Sebagaimana yang telah diungkapakan oleh Narasumber bahwa remaja lebih banyak bermain dengan teman-temannya dibandingkan berdiam diri didalam rumah. Itulah sebabnya terjadinya londo iha Desa Mangge Asi pada remaja karena kurangnya kontribusi keteladanan antara orang tua maupun masyarakat dalam memberikan pemahaman pada remaja.
2. Nasihat
Dalam penelitian yang peneliti temukan di lapangan bahwa nasihat merupakan cara yang efektif yang dilakukan dalam proses membentuk keimanan anak remaja, akhlak, mental, dan solusinya, hal ini dikarenakan nasihat memiliki pengaruh yang besar untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan agama pada remaja.83 Karena jika diberikan nasihat yang baik maka proses penanaman akan berjalan dengan baik pula, kebanyakan pelaku londo iha terjadi karena kurangnya nasihat yang diberikan oleh orang tua maupun tokoh masyarakat dalam menjalani kehidupan sosialnya. Maka dari itu dilakukannya penanaman secara berulang agar fenomena terjadinya londo iha dapat berkurang di lingkungan Desa Mangge Asi.
Dalam proses penanaman nilai-nilai sosial dan agama yang diberikan oleh orang tua dan masyarakat pada remaja tidak
83 Heni Indah Wati Sitorius, “Penanaman Nilai-Nilai Keagamaan Dan Moral Pada Remaja Putus Sekolah Oleh Orang Tua, (Skripsi, Pontianak, 2016), hlm. 5.
berpengaruh signifikan terhadap perlaku remaja, buktinya masih banyak remaja Desa Mangge Asi yang melakukan londo iha. Hal itu dikarena nasihat diberikan oleh orang tua hanya sesekali karena remaja jarang mengobrol atau bertemu dengan orang tua, karena memang remaja kebanyakan hanya bertemu orang tuanya sesekali dan sering ditinggal untuk bermain sendiri. Meskipun remaja berada di lingkungan sosial, masyarakatpun akan kurang memberikan nasihat karena mereka lebih sering berkumpul dengan teman-temannya.
3. Aqidah
Dalam hasil penelitian yang peneliti temukan bahwa aqidah merupakan proses yang sangat penting untuk diberikan kepada remaja agar mereka percaya dan takut kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa sebagai pencipta alam semesta, yang mengawasi dan memperhitungkan segala perbuatan manusia di dunia. Meyakini bahwa Allah mengetahui perbuatan baik dan buruk manusia selama hidupnya.84 Proses penanaman aqidah sanagat penting agar remaja takut akan perbuatan-perbutan yang dilarang agama dan menjauhinya, karena bagaimanapun perilaku menyimpang merupakan perilaku yang mendatang dosa termaksud pernikahan londo iha karena tidak direstui oleh orang tua, selain itu juga laki-laki dan perempuan berada di satu atap dalam keadaan belum menikah. Hal tersebut juga dimana orang tua tidak memiliki pendidikan sehingga tidak memiliki aqidah yang kuat, hal itu dapat dilihat jika anaknya tidak melakukan sholat dia tidak diberi hukuman oleh orang tuanya.
Sebagaimana dalam hadist yang menjelaskan bahwa dari Anas radhiallahu‟anhu berkata, Rosulullah SAW bersabda:
84Ahmad Rizky Fakhruddin, “Upaya Penanaman Nilai-Nilai Aqidah Dalam Penanggulangan Kenakalan Remaja Di Pondok Pesantren Muhammadyah Kudus, (Skripsi, Universitas Mummadyah Surakarta, Surakarta, 2017), hal. 6.
Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kemudian kedua orang tuannyalah yang akan menjadikan anaka itu menjadi Yahudi, Nashrani, atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna.
Apakah kalian melihat ada cacat padanya.”
(HR. Bukhari. No. 1296)85
Remaja yang melakukan londo iha karena kebanyakan tidak memiliki aqidah yang kuat, dimana pada saat peneliti melakukan observasi orang tua maupun si pelaku londo iha tidak mengenakan jilbab. Selain itu ketika peneliti menanyakan tentang sholat ia hanya menyebut sesuai dengan pengetahuan dia dan membiarkan anaknya ketika tidak melakukan sholat.
Dalam memberikan proses penanaman aqidah pada anak diperlukan kerja sama antara orang tua dan tokoh masyarkat untuk terus memberikan dan menanamkan aqidah pada anak khususnya remaja, karena seperti yang dikatakan oleh salah satu Narasumber 11 bahwa di Desa Mangge Asi kurang diberikan pemahaman tentang aqidah sehingga remaja banyak melakukan perbuatan yang melenceng dari norma-norma yang ditetapkan di Desa tersebut.
4. Ibadah
Sesuai dengan penelitian yang peneliti lakukan bahwa, ibadah merupakan proses penanaman nilai-nilai sosial dan agama untuk menciptakan remaja yang berakhlatul kharimah yang dilandasi dengan perbuatan-perbuatan baik dan ta‟at pada perintah Allah SWT, sebab jika diberikan penanaman ibadah kepada remaja maka mereka akan melakukanya dan mulai berfikir bahwa perilaku yang buruk hanya akan mendatangkan keburukan pada diri mereka sendiri. Sebab ibadah merupakan cara manusia mendekatkan dirinya kapada Allah SWT, dengan begitu mereka memiliki rasa takut untuk berada di lingkungan sosial yang tidak baik.86
85 Mansur, “Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan”, (Yokyakarta: MITRA PUSTAKA, 2005), hlm, 2.
86 Khotimatul Husna, Muhammad Arif, “Ta‟lim: Jurnal Studi Pendidikan Islam
“Ibadah Praktiknya Dalam Masyarakat”, Vol. 4, Nomor 2, Juli 2021, hlm. 145-146.
Ibadah sediri memiliki ritualitas khusus dan teknik-teknik tertentu yang secara syar‟I dikategorikan ibadah (pengendalian kepada Allah SWT). Di antaranya yaitu ibadah yang dijelaskan syarat dan ketentuannya didalam Al-Quran dan Al-Hadits dan ibadah yang tidak tersurat dalam Al-Quran dan Al-Hadits sebagai sebuah ibadah, seperti sholat, puasa, zakat, dan haji. Salah satu indikator bahwa perbuatan itu dikategorikan ibadah dan bernilai ibadah (berpahala) apabila memberikan impilikasi positif terhadap kehidupan pelaku dan orang lain. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah didalam firman-Nya dalam Al-Quran Al-Ankabut 29:45:
Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, dalam Al-kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbutan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.87
Penanaman nilai ibadah merupakan stategi utama untuk diberikan kepada remaja tentang bahanya perilaku tidak baik dan perbutan-perbutan yang menyimpang termasuk londo iha, karena jika remaja telah diberikan pemahaman tentang ibadah mereka akan takut untuk melakukan fenomena londo iha karena mereka tau bahwa hal tersebut merupakan pernikahan yang negatif. Namun penanaman yang dilakukan oleh orang tua maupun masyarakat masih sangat kurang dikarenakan masih banyaknya remaja yang melakukan londo iha, kurangnya ibadah yang diberikan oleh orang
87 Sudarsono,”Cendekia: Jurnal Studi Keislaman “Pendidikan Ibadah Prespektif Al-Quran Dan Hadits”, E-ISSN, Vol. 4, Nomor 1, Juni 2018, Hlm. 60.
dikarenakan remaja lebih banyak menghabiskan waktunya bersama teman-teman sebayanya sehingga orang tua kurang untuk mengontrol dan memberikan nilai ibadah pada mereka. Begitu pula ketika di berada dilingkungan masyarakat, mereka tetap diberikan penanaman mengenai nilai ibadah namun kurang. Maka dari itu remaja sangat perlu diberikan penanaman tentang nilai ibadah yang maksimal baik dilingkungan masyarakat maupun dilingkungan keluraga.
Faktor-faktor diatas yang diberikan oleh orang tua maupun masyarakat, baik berupa keteladanan, nasihat, aqidah, maupun ibadah sudah dilakukan baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Tetapi hal tersebut masih kurang maksimal, dikarenaka remaja lebih sering bergaul dengan teman-temannya, maka dari itu penanaman tersebut perlu untuk ditingkatkan agar tidak ada lagi remaja yang melakukan pernikahan londo iha.
B. Terjadinya Perkawinan Londo Iha Di Desa Mangge Asi