BAB II: PAPARAN DATA DAN TEMUAN
B. Proses Penanaman Nilai-Nilai Sosial Dan Agama Dalam
d. Sistem Kepercayaan
Sebagaian besar masyarakat Desa Mangge Asi yaitu sebanyak 90% masyarakatnya memeluk agama Islam, sedangkan sisanya 5% memeluk agama Kristen dan 5%
memeluk agama Khatolik. Pengaruh sistem kepercayaan masyarakat terhadap londo iha yaitu agama Islam melarang adanya perzinahan sehingga mereka menganggap bahwa londo iha itu merupakan sebuah aib dilingkungan masyarakat, sedangkan dalam agama selain Islam mereka menganggap bahwa londo iha merupakan perbuatan yang sah-sah saja asalkan melakukan pernikahan, karena dalam agama Islam melarang umatnya melakukan perzinahan sebelum adanya perkawinan.
B. Proses Penanaman Nilai-Nilai Sosial Dan Agama Dalam
alami, dengan begitu mereka akan terhindar dari fenomena londo iha dalam pergaulannya. Kejujran kerap diberikan oleh orang tua pada anak remaja mereka sebagai bekal untuk terus berkata jujur dimanapun diberada baik diluar rumah maupun ketika dia berada dalam lingkungan keluarga dan orang tua.
Adapun kejujuran yang ditanamakan oleh orang tua maupun masyarakat pada remaja di Desa Mangge Asi yaitu:
a. Jujur dalam Bersikap b. Jujur dalam Berkata c. Jujur dalam Hati
d. Jujur dalam Berperilaku b) Kepedulian
Kepeduliaan merupakan nilai yang berikan oleh orang tua kepada anak yang merupakan wujud nyata dari empati dan perhatian. Ketika kita bersikap terbuka kepada orang lain, maka kita dapat menghadapi masa-masa sulit dengan kreativitas dengan ketegaran. Empati sendiri mendorong kita untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Berdasarkan hal itu, maka empati akan muncul ketika remaja memiliki rasa ingin tahu terhadap orang lain dan pengalamn-pegalaman mereka.
Kemudian empati akan diwujudan dalam tindakan. Kepeduliaan didasarkan pada hasrat secara penuh untuk membina ikatan dengan orang lain dan untuk memenuhi kebutuhan mereka, namun bagaimanapun cara terbaik untuk memahami kepedukiaan yaitu dengan cara melihat bagaimana kepeduliaan tersebut dipraktikan.
Kepeduliaan diberikan pada anak agar anak tidak meresa bahwa di tidak sendirian melainkan dia memiliki prang terdekat yang peduli atas apa yang dia lakukan. Dengan memebrikan kepedulian yang baik anak akan merasa lebih diperhatikan dalam hidupnya, karena pada hakikatnya anak hanya ingin di perhatikan oleh orang tua maupun lingkunga n sekitarnya.
Karena kurangnya kepeduliaan pada anak dia akan meresa dirinya tidak dianggap dalam lingkungannya sehingga dia merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk menjadi anak yang
diharapkan olej orang tuannya karena memang kurangnya kasih saying maupun perhatian yang dibeikan.
Sperti yang dikatakan oleh Narasumber bahwa
“kenakalan yang terjadi pada remaja Desa Mangge Asi karena kurangnyanya kepedulian yang diberikan oleh orang tua pada anaknya, sehingga anak senantiasa merasa tidak anggap dalam lingkungan keluarganya dan mencari kenyamanan lain”58
Kemudian Narasumber mengatakan bahwa
“kurangnya kepedulian pada anak akan membawa anak pada mental yang buruk dan berperilaku acuh tak acuh pada orang tuanya, karena anak hanya butuh diperhatikan”.59
c) Kedisplinan
Disiplin merupakan suatu kata yang sangat dihindari oleh remaja zaman sekarang baik di lingkunga keluarga maupun dilingkungan masyarakat. Untuk menumbuhkan sebuah kedisplinan diri maka diperlukan beberapa pihak, diantaranya adalah remaja itu sendiri, orang tua, dan para tokoh masyarakat.
Lingkungan masyarakat merupakan tempat yang cocok untuk mendisplinkan remaja akan tetapi tidak meninggalkan diapiplin yang ditanankan dilingkungan keluarga, karena lingkungan keluarga ialah tempat pertama bagi remaja untuk mengenalkan sikap disiplin dalam segala kegiatan atau aktivitasnya.
Perilaku tidak disiplin yang muncul menunjukkan bahwa pengetahuan akan karakter yang didapat oleh remaja dilingkungan keluarga tidak membawa dampak yang positif terhadap perubahan perilaku remaja sehari-hari dilingkungan sosialnya. Hal ini dapat terjadi karena remaja tahu bahwa perilakunya yang tidak benar tersebutlah telah menjadi kebiasaan dan mereka tidak mampu untuk menghindari perilaku yang salah tersebut. Dengan ditanamkan sikap disiplin oleh orang tua dan masyarakat maka remaja akan memiliki sikap
58 Bapak Ibrahim Masyarakat, Wawancara, Mangge Asi, 06 Maret 2022
59 Ibu maisaroh Masyarakat, Wawancaea, Mangge Asi, 07 Maret 2022
yang tegas dan hal itu mampu membuat dia tersadar bahwa perilaku buruk termaksud londo iha merupakan suatu hal salah.
Tanpa adanya kedisiplinan pada diri seseorang akan membawanya pada hal-hal yang tidak baik sepert melanggar peraturan yang diberikan oleh orang tua maupun masyarakat.
Namun dengan memberikan sikap disiplin pada diri remaja hidupnya akan semakin teratur dan tertata dengan baik, dengan begitu dia senantiasa meninggalkan hal-hal yang tidak baik.
d) Kesopanan
Manusia merupakan mahkluk sosial yang membutuhkan bantuan dan interaksi dengan orang lain. Sebagai mahkluk yang senantiasa berinteraksi, bergaul, dan bersosialisasi dengan orang lain tentu saja diperlukan batasan-batasan tertentu agar terciptanya rasa saling menghargai antara kedua belah pihak.
Batasan-batasan ini yang disebut dengan sopan santun.
Sopan santun sangat diperlukan dalam mendidik karakter remaja, karena anak harus dibiasakan untuk berperilaku sopan dan santu pada lingkungan sosial, keluarga dan lingkungan sebayanya. Dengan begitu remaja akan merasa bahwa dirinya harus menjauhi larangan-larangan yang tidak perlu dia dekati termaksud londo iha, kesopanan merupakan sikap atau tingkah laku yang baik, hormat dan beradab serta diiringi rasa belas kasihan dan berbudi halus yang tercermin dalam tingkah laku, tutur kata, cara berpakaian, dan lain sebagainnya.
Dengan memberikan penanaman nilai kesopanan pada anak mereka akan lebih bersikap sopan satun dan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan anak baik untuk dirinya maupun lingkungannya. Nilai kesopanan sangat perlu untuk diberikan pada anak apa lagi pada anak usia remaja karena dengan menanamkan nilai kesopanan sejak dini akan mendidik anak menjadi orang yang memiliki sikap mengarhargai, tunduk, dan patuh pada perkataan orang tua dan menghargai sesama.
e) Tanggung jawab
Menjalani masa remaja tidak selalu mudah. Banyak remaja yang mengalami stress di sekolah, rumah, dan dalam
berteman. Selain itu, tuntutan agar menjadi yang terbaik bisa sangat membebani mereka. Namun remaja mampu bertanggung jawab, mampu mendapatkan bantuan diberbagai tempat dengan cara. Pada dasarnya, remaja yang bertanggung jawab ialah remaja yang mengenal diri sendiri dan mematuhi peraturan.
Tanggung jawab inilah yang mampu membuat mereka mengambil keputusan yang tegas dan baik dalam kehidupannya, dengan begitu mereka dapat terhindar dari londo iha.
Dalam proses penanaman nilai-nilai sosial dibutuhkan peran orang tua, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa untuk selalu memberikan pengarahan terhadap remaja dengan cara yang berbeda-beda agar mereka tidak melakukan hal-hal diluar dugaan.
a. Wawancara Penanaman Nilai-Nilai Sosial dengan Orang Tua yaitu:
Sebagaimana wawancara peneliti dengan Narasumber 1 sebagai berikut:
“Saya sebagai orang tua untuk menanamkan nilai-nilai sosial pada anak saya melalui proses menumbuhkan sikap yang baik untuk anak saya, dimana jika saya menanamkan proses tersebut akan menumbukhan sikap siap pada perubahan perilakunya”60
Berdasarkan hasil observasi bahwa penumbuhan sikap inilah cara yang sering dilakukan oleh para orang tua dalam proses penanaman nilai-nilai sosial dalam pencegahan fenomena londo iha di masyarakat khususnya masyarakat Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu. Seperti ketika remaja mendapakan masalah dalam pergaulan mereka dapat mengatasi masalah tersebut.
Selanjutnya, seperti yang di sampaikan oleh Narasumber 1 mengatakan:
“saya sebagai orang tua dalam hal memberikan proses terhadap penanaman nilai-nilai sosial kepada remaja dalam fenomena londo iha
60 Sri Liyati Orang Tua, Wawancara, Mangge Asi, Tanggal 28 Maret 2022.
memberikan nasihat kepada remaja bahwa hal tersebut merupakan hal yang tidak baik, serta ketika ada remaja yang sudah melakukan londo iha kami selalu memberikan nasihat bahwa hal yang telah dialakukan adalah salah dan itu hanya akan merusak nama baiknya dan keluarga besarnya”61
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan bahwa dalam proses penanaman nilai-nilai sosial dalam fenomena londo iha memerlukan kerja sama antara orang tua, remaja, tokoh masyarakat dan juga pemerintah desa dalam terjadinya fenomena londo iha yang dapat menjerumuskan pelakunya. Dengan mengadakan kegiatan- kegiatan khusus seperti yasinan bersama, tahlilan, gotong royong dan juga kegiatan remaja masjid yang sering diadakan di Desa Mangge Asi yang di ikuti berbagai elemen masyarakat terutama para remaja akan semakin mengurangi angka londo iha.62
Seperti yang diceritakan oleh Narasumber 2 di Desa Mangge Asi, mengatakan:
“Saya adalah salah satu orang tua yang memiliki anak remaja yang masih memiliki umur masih muda dan masih bersekolah di sekolah menengah atas kelas 2, untuk tetap memberikan dukungan pada anak saya untuk tetap menjadi pemuda yang baik dan tetap dalam pergaulan yang baik pula saya menyarankan padanya untuk mengikuti kegiatan kemasjidan bersama para remaja masjid dan para santri yang ada di pondok Al-Goniyu”63
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di Desa mange Asi, dengan mengadakan program khusus seperti yasianan bersama, tahlilan, dan gotong royong yang diadakan di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu
61 Nurmala Orang Tua, Wawancara, Desa Mangge Asi, Tanggal 10 Mei 2022.
62 Observasi, Di Desa Mangge Asi Tanggal 28 Maret 2022.
63 Ibu Fadlun Orang Tua, Wawancara, Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu 01 Mei 2022.
sebagai bentuk kerja sama dengan masyarakat setempat.
Adapun program remaja masjid dan organisasi-organisasi yang diadakan oleh pemerintah esa untuk menjaga masyarakatnya, khususnya para remaja untuk tetap dalam pergaulan yang baik. Dengan begitu agar remaja memiliki kesibukan lain sepulang sekolah agar mereka tidak membuang-buang waktu untuk bergaul dan nongkrong yang tidak jelas.
Sebagaimana yang telah peneliti wawancarai yaitu Narasumber 3 mengatakan sebagai berikut:
“Saya sebagai orang tua tentu sangat menghawatirkan lingkungan pergaulan anak remaja, karena remaja saat ini memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, tampa mengetahui dampak baik dan buruk dari pergaulannya.
Terutama remaja di Desa Mangge Asi yang banyak saya temukan pergaulan sehingga menyebabkan terjadinya londo iha. Oleh karena itu, saya selaku kepala dusun menghibau kembali kepada anak-anak remaja di Desa Mangge Asi untuk menjaga kondisi pergaulan yang selama ini kurang baik. Maka dari itu kami mensosialisasikan kepada anak-anak remaja dalam meningkatkan nilai sosial keagamaan seperti penanaman sikap, keteladan, moral, dan aqidah sebagai momentum untuk mencegah intensitas tingkat perkawinan londo iha”. 64
Hal tersebutpun berbeda dengan yang diungkakpkan oleh Narasumber 4 mengatakan sebagai berikut:
“Kami selaku yang bertanggung jawab atas masyarakat di Desa Mangge Asi, selalu memberikan penanaman nilai-nilai sosial kepada remaja dengan cara melakukan pendekatan sosial terhadap remaja dan orang tuanya malalui proses perseorang sedemikian rupa, sehingga dengan penerapan pendekatan sosial ini memungkinkan kembali potensi
64 Syarifudiin Kepala Dusun, Wawancara, Mangge Asi, Tanggal 09 Mei 2022.
masing-masing remaja secara optimal, adapun yang bisa dilakukan oleh orang tua sebagai tanggung jawab terhadap anak agar dapat mengiternalisasikan sikap dan kontrol terhadap anak remaja dengan cara yang baik. Sehingga tidak membuat remaja terpengaruh terhadap perkawinan londo iha, agar mereka tumbuh dan berkembang dengan baik dalam lingkungan sosialnya”65
Berdasarkan hasil observasi yang telah peneliti lakukan dengan cara memberikan motivasi dan peyuluhan sosialisasi dengan cara yang berbeda-beda setiap minggunya, baik dari orang tua, tokoh masyarakat, maupun pemerintah Desa.
Adapun cara-cara yang digunakan yaitu meminimalisir sikap dan perilaku renaja yang selama ini jauh dari nilai sosial dan nilai keagamaan, dan upaya yang dilakukan oleh kami hanya dapat meyakinkan rejama dan orang tua dengan cara memberikan arahan kepada remaja bahwa pernikahan londo iha itu tidak baik untuk dilakukan secara agama dan dapat merugikan nama baik keluarga maupun pendidikannya.
2. Proses Penanaman Nilai-Nilai Agama Dalam Menghadapi Fenomena Londo Iha Di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu.
a) Berikan Pendidikan Aqidah
Aqidah merupakan salah satu dasar yang harus diletakkan orang tua untuk membentuk karakter pada anak remaja. Dalam hal ini pelajaran dan penanaman nilai-nilai aqidah harus selalu diberikan sejak mereka masih anak-anak hingga remaja. Nilai aqidah yang ditanam sejak dini akan membentuk sebuah kebiasaan pada anak khususnya remja.
b) Ibadah
Orang tua diperkenankan untuk memperkenalkan dan membiasakan anak remajanya untuk melakukan ibadah sesuai dengan agamanya ketika sedang dimana saja. Mengingatkan anak untuk tidak lupa melakukan sholat wajib lima waktu sesuai ajaran agama islam meskipun mereka sedang sibuk saklipun.
65 Nurdin Ketua Rw, Wawancara, Desa Mangge Asi, Tanggal 09 Mei 2022.
Dengan memberikan penanaman nilai keagamaan yang efektif untuk mengingatkan remaja pada ibadah wajid merupakan hal yang baik dikarenakan mereka akan takut melakukan hal-hal yng dilarang oleh agama salah satunya londo iha. Selain itu dengan menyibukkan diri pada hal-hal keagamaan mereka akan lupa dan menghindari pergaulan yang tidak baik. Ibadah yang diberikan oleh orang tua pada anak agar tetap berjalan di jalan yang baik seperti menjalankan sholat lima waktu, mengaji, bedzikir, bersolawat atas Nabi Muhammad SAW, berpuasa serta menutup aurat.
c) Didik Anak dengan Ahlak
Mengajarkan nilai ahlak pada anak dan remaja merupakan hal yang berkaitan dengan karakter mereka nantinya dengan adab dalam bergaul secara sosial. Dengan memberikan ahlak yang baik akan menumbuhkan perilaku yang baik pada remaja hal tersebutlah yang membuat mereka takut untuk berperilaku buruk dilingkungannya.
d) Ajarkan untuk Bersikap
Anak remaja kebanyakan melakukan pergaulan bebas karena kurangnya bersikap dilingkungan sosialnya selain itu karena mereka tidak diajarkan bagaimana harus memiliki sikap yang tegas pada kebenaran sesuai ajaran agama dan norma sosial. Remaja yang telah diajarkan tentang bersikap yang teguh dan benar pastinya tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal negative diluar sana termaksud londo iha, oleh sebab itu ajarkan sejak sekarang bagaimana anak harus bersikap sesuai dengan tuntutan agama.
Sebagaimana penjelasan yang dikatakan oleh Narasumber 5 bahwa:
“Kami selalu mendorong remaja agar ikut dalam kegiatan keagamaan seperti majelis ta‟alim, kegiatan-kegiatan tersebut dapat menunjang dan mendukung agar remaja dapat bertingkah laku baik dan berakhlak mulia.
Seperti kebiasaan yang dilakukan di Desa Mangge Asi dalam program ceramah agama yang berkaitan tantang kenakalan remaja.
Dengan adanya kegiatan ini dapat mengurangi atau mencegah intensitas dari pernikahan londo iha.”66
Berdasarkan hasil obsevarsi yang dilakukan oleh peneliti di Desa Mangge Asi, bahwa pelaksaan kegiatan keagamaan di Desa Mangge Asi seperti ceramah agama yang diadakan di masjid Nurul Iman Desa Mangge Asi yang disampaikan oleh ustadz adalah untuk menumbukhan jiwa semangat pada kalangan remaja dan dapat memberikan pemahaman terhadap remaja. Religiulitas masa remaja masih membutuhkan pendampingan atau arahan terhadap nilai keagamaan agar mereka terpengaruh pada nilai agama dan meniggalkan perbuatan-perbuatan yang tercela. Hal ini serupa dengan tambahan penjelasan dari Narasumber 5 selaku warga Jemaah Desa Mangge Asi bahwa:
“Dengan adanya penanaman nilai-nilai agama menurut saya sangat bagus untuk diterapkan pada remaja, apa lagi kebanyakan dari remaja Desa Mangge Asi yang sering duduk dan berkumpul yang tidak mendatangkan kemaslahatan, dengan adanya penanaman ini bisa menyadarkan mereka. Selain itu untuk menutup kegiatan ini dapat disampaikan juga pesan-pesan yang baik agar remaja tetap istiqomah dalam beribadah kepada Allah, agar dapat menumbuhkan akhlak tetap baik dalam hidupnya. Setelah disampaikan pesan-pesan, kami juga menutup acara keagamaan dengan sholawat bersama”67
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, pelaksanaan kegiatan keagamaan di Desa Mangge Asi juga untuk menumbuhkan jiwa semangat remaja untuk beribadah kepada Allah, karena kegiatan ini mengandung nilai-nilai agama dan memberikan pengaruh positif yang sangat baik untuk
66 Bapak Awalul Ustadz, Wawancara, Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu 01 Mei 2022.
67 Ibu Indar Warga, Wawancara, Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu 02 Mei 2022.
meningkatkan semangat beribadah bagi remaja. Tidak hanya itu kegiatan tersebut juga dapat mendatangkan manfaat yakni berperilaku baik dalam kehidupan, khususnya dalam akhlak remaja, seperti yang di ungkapkan oleh Narasumber 12 bahwa:
“Dengan adanya kegiatan keagamaan yang di adakan di Desa Mangge Asi ini, dapat meningkatkan ibadah kami para remaja apa lagi untuk remaja laki-laki, dengan diadakan kegiatan ini kami lebih cenderung melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dan meninggalkan hal-hal yang tidak baik bagi kami, selain itu penanaman nilai-nilai agama yang diberikan sangat berpengaruh untuk kami dalam bertingkah laku.”68
Berdasarkan hasil observasi, melalui proses kegiatan keagamaan pada remaja dapat memberikan perubahan sikap maupun akhlak para remaja, akhlak atau norma yang menitikberatkan pada pembentukan kepribadian muslim dan muslimah dengan berpedoman kepada nilai-nilai agama. Maka dari itu menifestasi dari kegiatan ini akan terlihat pada kehidupan remaja di lingkungan pergaulannya terutama di Desa Mangge Asi Kabupatem Dompu. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Narasumber 6 bahwa :
“Ake ba waur ketuu na kegiatan-kegiatan keagaamaan ara rasa, remaja ma ntoina wati kone bade na rojo douma tua-tua, laboku na tenggo kangango rasa ndi mai kaip nae nawa masyarakat. Bahkan anae ntoin ore poda remaja ma londo iha, pala syukur Alhamdulillah di ndaina ruma remaja ke waur ja ore ma berubah ruku ra rawi mena na”
Artinya: “Remaja sekarang ini setelah diadakannya kegiatan keagamaan, yang dulunya belum mengerti sopan santun, dan melakukan pergaulan yang meresahkan warga bahkan maraknya remaja yang melakukan londo iha,
68 Susi Ardila Warga, Wawancara, Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu, 02 Mei 2022.
tapi sekarang Alhamdulillah remaja sudah lebih berubah dan Perilakunya semakin baik”69
Dari paparan hasil observasi dan wawancara diatas dapat dilihat bahwa proses penanaman nilai-nilai agama, kegiatan keagamanaan di Desa Mangge Asi dengan menerapkan proses pebiasaan, keteladanan, dan nasihat dapat mempengaruhi remaja pada akhlaknya. Kegiatan keagamaan seperti pembacaan yasin, tahlil, ceramah hingga sholawat bersama sebagai bentuk berubahnya perilaku remaja.
C. Terjadinya Perkawinan Londo Iha di Desa Mangge Asi