• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prospek Pengembangan Remaja Mesjid di Kelurahan

Dalam dokumen SKRIPSI - Admin Digital Library (Halaman 74-88)

BAB IV HASIL PENELITIAN

D. Prospek Pengembangan Remaja Mesjid di Kelurahan

58

D. Prospek Pengembangan Remaja Mesjid di Kelurahan Lauwa

59

Tabel 8

Tanggapan responden terhadap strategi pemberdayaan remaja mesjid M No K Kategori Jawaban N Frekuensi P Persentase

1 Sangat aktif 2 34 P 75,55 % 2 2 S Aktif 11 24,44%

3 3 T Tidak Aktif - -  -

P J Jumlah 45 100%

Sumber Data : Tabulasi Angket no 5

Berdasarkan tabulasi angket diatas, penulis dapat ketahui bahwa dari 45 responden yang diteliti, 34 remaja mesjid atau 75,55% yang mengatakan sangat aktif, dan 11 atau 24,44% remaja mesjid yang mengatakan aktif, dan tidak ada yang menjawab tidak aktif.

Keberadaan remaja mesjid sangat besar peranannya dalam mengembangkan kualitas remaja, sebagaimana yang diungkapkan oleh Sudirman bahwa dalam upaya mengembangkan kualitas remaja, pemberdayaan remaja mesjid mempunyai peranan yang sangat penting dalam meramaikan dan memakmurkan mesjid. Karena pemberdayaan remaja mesjid menarik perhatian anak-anak, dan remaja-remaja yang putus sekolah.(Sudirman, wawancara, tgl 24 April 2016).

60

Seperti juga yang dikemukakan oleh anggota remaja mesjid lainnya, bahwa dengan adanya pemberdayaan remaja mesjid di Desa Maradekaya membawah dampak positif dikalangan remaja dan senantiasa memberikan motivasi keagamaan kepada warga masyarakat secara terus menerus baik melalui ceramah-ceramah agama maupan penyuluhan sehingga masyarakat Desa Maradekaya dapat meresapi dengan baik dan menyentuh aspek kehidupannya sehari-hari.

Bertolak dari pernyataan yang dikemukakan diatas maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pemberdayaan remaja mesjid di Desa Maradekaya Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa mempunyai peranan yang sangat penting bagi masyarakat setempat khususnya pembinaan para remaja.

57

58

59

60

61

62

63

64

65

66

67

68 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan ini tentang pemberdayaan remaja mesjid di desa Maradekaya dalam memberdayakan kualitas remaja mesjidnya, maka berdasarkan yang telah diuraikan sebelumnaya, penulis dapat menarik sebuah kesimpulan sebagai berikut:

1. Di Desa Maradekaya pada umumnya setiap mesjid sudah terdapat organisasi remaja mesjid, sejak terbentuknya organisasi remaja mesjid ini, sudah banyak kegiatan yang dilakukan utamanya yang berhubungan dengan pembinaan moral generasi mudah sehingga pemerintah setempat mengakui dengan adanya pemberdayaan remaja mesjid ini jarang terjadi tawuran antar remaja dan sebagainya.

2. Bahwa program kerja remaja mesjid di Desa Maradekaya Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa dalam memberdayakan kualitas remaja mesjidnya sangatlah semaksimal mungkin untuk meningkatkan pemahaman keagamaannya melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakannya. Dan salah satu usaha yang dilakukan adalah untuk

69

memotivasi remaja mesjid agar dapat memahami dan menghayati nilai-nilai ajaran agama Islam.

3. Pelaksanaan program kerja remaja mesjid di Desa Maradekaya dalam rangka memakmurkan mesjid adalah beraneka ragam kegiatan yang dilaksanakannya untuk mencapai tujuan, remaja mesjid dan jamaah bekerjasama dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan, karena tanpa kerjasama maka kegiatan-kegiatan itu tidak berjalan dengan lancar.

B. Saran-saran

Dalam melihat suatu permasalahan yang muncul selama penulis mengadakanpenelitian di Desa Maradekaya yang ada di Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, maka dibawah ini ada beberapa saran dari penulis:

1. Strategi Pemberdayan Remaja Mesjid di Desa Maradekaya yang ada di Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa dalam memberdayakan remaja mesjidnya dalam mengembangkan kualitas kegiatan keagamaan di kalangan masyarakat yang kurang memahami ajaran Islam, agar remaja mampu memahami situasi dan kondisi masyarakat atau menggunakan metode pendekatan kepada masyarakat sehingga tidak terdapat hambatan bagi remaja bila memotivasi untuk mengikuti

70

ajaran Islam berdasarkan dengan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.

2. Kepada pihak pemerintah, masyarakat, tokoh agama agar senantiasa memberikan dukungan kepada remaja mesjid, baik itu berupa moral maupun materi sehingga dalam rangka mengatasi segala hambatan dapat teratsasi.

3. Kepada warga masyarakat Desa Maradekay diharapkan pula kesdarannya untuk memahami pentingnya pemberdayaan remaja mesjid dalam rangka pembinaan moral generasi muda sebagai generasi pelanjut.

4. Remaja mesjid kiranya dapat bersikap lemah lembut terhadap masyarakat, karena apabila remaja berlaku kasar, maka masyarakat sulit untuk diajak berpartisipasi dalam melaksanakan aktifitas. Remaja harus memberikan suri tauladan tentang sikap dan tabiat sehari-hari sehingga masyarakat tersebut maupun anak-anak akan menjadikan remaja sebagai panutan.

71

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran dan Terjemahnya

Ambo, Enre Abdullah. 2006. Pendekatan Psikologi Pendidikan Anak.

Pustaka Timur. Jogjakarta.

Arifin, M. 1976. Pokok-pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama. Di Sekolah dan di Luar Sekolah Cet. IV. Bulan Bintang.

Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik).

Cet. IV. Bulan Bintang. Jakarta.

Arinkunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Raja Grafindo Persada:

Jakarta

Ayyub, Moh. E. Dkk. 1996. Manajemen Meajid. Cet. I. Guna Insani Pers.

Jakarta.

Burhani, Danawir Ras. 2001. Pendidikan Islam, Materi, Metode dan Institusinya. Cet. III. Lintera Akademika. Makassar.

Departemen Agama RI. 2005. Al-Quran dan Terjemahannya. Jaya Sakti.

Surabaya.

Departemen Agama RI. 2005. Al-Quran dan Terjemahan. Toha Putra.

Semarang

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Cet. III. Balai Pustaka. Jakarta.

Drajat, Zakiah. 1976. Ilmu Jiwa Agama. Cet. IV. Bulan Bintang. Jakarta.

Eman, Muhammad Ruddin. 1994. Psikologi Agama. Cet. I. Identitas Islam Press. Jakarta.

Fakultas Agama Islam. 2008. Pedoman Penulisan Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar. Makssar.

Gunarsa, Singgih D. 1990. Psikologi Untuk Keluarga. Cet. X. Rineka Cipta.

Jakarta.

Hadisubrata, MS. 1988. Pengembangan Kepribadian Anak Balita. Gunung Mulia. Jakarta.

72

Imam Muslim. 1955. Shahih Muslim. Isa al-Baby al-Halaby. Kairo.

Jalaluddin. 2002. Psikologi Agama. Cet. VI. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Kartono, Kartini. 1991. Bimbingan Bagi Anak dan Remaja. Yang Bermasalah.

Cet. II. Rajawali Pers. Jakarta.

Mardalis. 1993. Metodologi Suatu Pendekatan. Cet. II. Bumi Aksara. Jakarta.

Margono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta.

Rais, Amin. 1991. Cakrawalah Islam, Antara Cita Fakta. Cet. III. Mizan.

Bandung.

Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi, Suatu Pengantar. Cet. 33. Raja Grafindo Persada. Jakarata.

Sunarto. 2002. Perkembangan Peserta Didik. Cet. II. Rineka Cipta. Jakarta.

Subagwo, Joko. 2004. Metode Penelitian dan Praktek. Cet. V. Remaja Rosda Karya. Bandung.

Sujono, Anas. 2002. Pengantar Statistik Pendidikan. Cet. X. Remaja Grafindo: Jakarta

Dalam dokumen SKRIPSI - Admin Digital Library (Halaman 74-88)

Dokumen terkait