• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pemberdayaan Remaja Mesjid di Kelurahan

Dalam dokumen SKRIPSI - Admin Digital Library (Halaman 65-74)

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Strategi Pemberdayaan Remaja Mesjid di Kelurahan

49

Sebab, psikologi motivasi yang didapatkan melalui pemberdayaan Remaja Mesjid dapat membangkitkkan semangat belajar terhadap para remaja dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan remaja tersebut.

C. Strategi Pemberdayaan Remaja Mesjid di Kelurahan Lauwa

50

Berdasarkan tabulasi angket diatas penulis dapat mengetahui bahwa 32 atau 71,11% remaja mesjid yang mengatakan sangat setuju dengan pelaksanaan pemberdayaan remaja mesjid, dan 13 atau 28,88% yang mengatakan setuju tentang pelaksanaan pemberdayaan remaja mesjid, dan tidak ada yang menjawab tidak setuju

a. Menyemarakkan Kegiatan Mejelis Ta’lim

Usaha Remaja Mesjid dalam meningkatkan keberagaman masyarakat Biringbulu yakni remaja dan tokoh agama bekerjasama dengan masyarakat sekelilingnya untuk menyemarakkan kegiatan memakmurkan mesjid.

Aktifitas ini merupakan kegiatan yang akurat dan juga akurat dalam pembinaan remaja mesjid.

Adapun menurut Kepala Desa Maradekaya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana motivasi remaja dalam pengembangan kualitas kegiatan keagamaan, sebab dalam rangka memakmurkan mesjid dilakukan oleh semua unsur masyarakat baik orang tua, orang dewasa, anak-anak maupun remaja-remaja yang tidak dipandang dari berbagai kedudukan.(Munir Dg Tata, wawancara, tgl 24 April 2016).

b. Mengadakan Pengajian atau Ceramah-Ceramah Agama

Kegiatan ini terkadang diadakan dua kali dalam sebulan atau bahkan satu kali dalam satu minggu, namun penceramahnya biasanya dari tokoh

51

tokoh agama yang ada di Desa atau Kecamatan Bajeng ini, yaitu secara bergiliran, atau bahkan biasanya remaja mesjid yang mengisi ceramah- ceramah agama setiap malam yang ditentukan apabila tokoh agama yang ada di Kelurahan Lauwa terlambat atau tidak sempat hadir untuk mengisi acara tersebut.

Dalam kegiatan ini biasanya remaja menimbulkan konflik permasalahan yang cukup rumit dan alot yang mungkin karena faktor pendidikan mereka sehingga mereka berbeda-beda pendapat dan cara memahami makna dari isi ceramah. Jadi setiap akan dihadiri ceramah-ceramah maka diberi kesempatan untuk tanya jawab kepada penceramah.

c. Mengadakan Pengkaderan Remaja

Pengkaderan remaja adalah suatu cara untuk melatih para remaja baik fisik maupun mental. Pengkaderan ini dilaksanakan atau kerjasama para remaja mesjid, pembina remaja mesjid, dan tokoh agama setempat.

Menurut Kepala Desa Maradekaya bahwa penyelenggaraan pengkaderan ini diadakan karena adanya pemikiran bahwa tanpa adanya pelatihan, maka tidak akan muncul kader-kader baru yang akan menjadi generasi penerus masa yang datang, dan melalui pengkaderan ini para remaja mendapatkan pelajaran atau pendidikan kepemimpinan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

52

Bertolak dari ungkapan di atas, dapat dipahami bahwa salah satu usaha yang dilakukan adalah memotivasi remaja mesjid agar dapat lebih memahami dan menghayati nilai-nilai ajaran agama Islam, agar dapat tampil di tengah-tengah masyarakat, disamping sebagai pemegang kepemimpinan dimasa-masa yang akan datang, juga dapat mempererat hubungan antara remaja khususnya para remaja mesjid.

Untuk mengetahui strategi pemberdayaan remaja mesjid apakah berjalan secara efektif, dapat kita liat pada tabel berikut :

Tabel 6

Tanggapan responden terhadap pemberdayaan remaja mesjid, apakah berjalan secara efektif

M No K Kategori Jawaban N Frekuensi P Persentase 1 Sangat efektif 2 23 P 51,11 % 2 2 S Efektif 22 48,88%

3 3 T Tidak efektif - -  -

J Jumlah 45 100%

Sumber Data : Tabulasi Angket no 3

Berdasarkan tabulasi angket diatas, penulis dapat mengetahui bahwa 23 remaja mesjid atau 51,11% mengatakan sangat efektif tentang pelaksanaan pemberdayaan, dan 22 atau 48,88% remaja mesjid mengatakan efektif, dan tidak ada yang mengatakan tidak efektif.

53

d. Pengajian Dasar (Tingkat TPA)

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh para remaja mesjid di Kelurahan Lauwa adalah mengadakan pengajian dasar pengetahuan Alquran kepada anak-anak dengan mengenal huruf-huruf Alquran dan cara membaca Alquran dengan baik dan benar, dengan menggunakan metode iqra’.

Menurut orang tua santri, menyatakan bahwa di Desa Maradekaya, pengajian dasar ini diadakan di salah satu mesjid yang ada Kecamatan Bajeng, sangatlah menarik perhatian orang tua atau masyarakat pada umumnya, khususnya pada anak-anak. Oleh karena itu, sebagai orang tua sangatlah mendukung dan berterimakasih kepada pengurus remaja mesjid dengan adanya pengajian tersebut, karena disanalah anak-anak bisa bisa membaca dan menulis Alquran.(Basir DGg Nai wawancara, 24 April 2016).

Sedangkan salah seorang anggota remaja mesjid di Desa Maradekaya mengatakan bahwa bukan hanya saja kita mengajarkan membaca dan menulis Alquran tetapi kita selaku guru mengaji juga mengajarkan bagaimana cara melaksanakan shalat, cara berwudhu, bagaimana bacaannya dan bagaimana manfaatnya nanti.(Ardiansyah, wawancara, tgl 24 April 2016).

Dari uraian di atas, maka penulis berkesimpulan bahwa pengkajian dasar Alquran sangatlah penting dan juga diharapkan dan dibutuhkan dalam masyarakat, khususnya pada anak-anak, karena dalam pengajian ini tidak hanya belajar membaca dan menulis Alquran akan tetapi dengan jalan ini anak-anak bisa mempelajari ajaran-ajaran Islam.

54

e. Peningkatan Hari-Hari Besar Islam

Remaja masjid dan tokoh agama yang bekerja sama dengan masyarakat umum memperingati hari-hari besar Islam dengan mengisi dakwah-dakwah atau ceramah islamiyah adalah suatu usaha yang dapat meningkatkan semangat keberagamaan bagi remaja, sekaligus mengembangkan dakwah- dakwah Islamiyah di Desa Maradekaya. Kegiatan ini merupakan aktifitas yang akurat dan berdimensi dalam rangka syiar Islam sekaligus usaha untuk melakukan pembinaan jamaah dan umat. Kegiatan inilah yang dipergunakan atau diberdayakan oleh pengurus remaja mesjid untuk membina dan mengajak jamaah agar mereka cinta kepada mesjid

Menurut anggota remaja mesjid di Desa Maradekaya bahwa peringatan hari-hari besar Islam inilah sebagai tanda kecintaan kita kepada Rasulullah Saw, atau suatu jalan untuk mengingat bagaimana perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam memperjuangkan agama Islam dan juga merupakan salah satu cara untuk mempererat tali silaturrahmi dikalangan masyarakat, khususnya para remaja. Karena remaja mesjid merupakan suatu organisasi keagamaan yang mempunyai peranan penting bagi masyarakat banyak khususnya agama Islam demi tercapainya situasi yang diinginkan oleh masyarakat.(Zulfikar, wawancara tgl 24 April 2016)

55

Tabel 7

Tanggapan responden tentang strategi pemberdayaan terhadap aktifitas remaja mesjid

M No K Kategori Jawaban N Frekuensi P Persentase 1 Sangat berpengaruh 2 26 P 57,77 % 2 2 S Berpengaruh 19 42,22%

3 3 T Tidak berpengaruh - -  -

J Jumlah 45 100%

Sumber Data : Tabulasi Angket no 4

Berdasarkan tabulasi angket diatas, penulis dapat mengetahui bahwa dari 45 responden yang diteliti, 26 remaja mesjid atau 57,77% yang mengatakan sangat berpengaruh, sedang 19 remaja atau 42,22% yang mengatakan berpengaruh, dan tidak ada yang menjawab tidak berpengaruh..

Dengan demikian dari uraian diatas, maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa program kerja remaja mesjid di Desa Maradekaya dalam memberdayakan kualitas remaja mesjidnya sangatlah semaksimal mungkin untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam dan keagamaannya melalui berbagai kegiatan yang dilaksanaknnya.

56

Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh remaja mesjid antara lain adalah:

1). Faktor Dana

Faktor dana adalah faktor yang cukup menentukan usaha atau kegiatan para remaja mesjid, karena pada dasarnya semua usaha dan kegiatan sangat memerlukan dan membutuhkan dana baik untuk sarana maupun prasarana dan keperluan lainnya. Dengan demikian, kurangnya dana merupakan salah satu faktor penghambat terhadap pelaksanaan kegiatan- kegiatan itu tidak dapat terlaksana dengan baik, disebabkan oleh tingkat perekonomian masyarakat di Desa Maradekaya masih berada pada taraf yang rendah, sehingga sulit untuk mendapatkan dana dari masyarakat.

2). Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Kurangnya kesadaran beragama yang timbul dalam hati masyarakat sehingga terdapat kesulitan dalam memotivasi masyarakat untuk mau mengkaji serta memahami dan menghayati makna dari shalat berjamaah, karena rendahnya pengetahuan agama yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri, belum adanya pegangan hidup yang lebih mantap dalam kehidupan mereka dalam arti, masyarakat tersebut masih mempercayai adanya kekuatan-kekuatan gaib dan semacamnya.

57

Dengan demikian, kendala-kendala yang dihadapi oleh remaja mesjid di Desa Maradekaya dalam rangka pengembangan kualitas remaja mesjidnya antara lain kurangnya pemahaman masyarakat untuk mengkaji pengetahuan agama Islam. Dengan kata lain, belum ada kemauan untuk secara langsung menggabungkan dirinya dalam organisasi pengajian di daerahnya masing- masing, serta adanya anggapan masyarakat bahwa pendidikan agama Islam kurang penting artinya dalam kehidupan mereka sehingga timbul sikap apatis untuk mau mempelajari ajaran Islam atau makna eksistensi institusi remaja mesjid. Unuk itu, bagi remaja mesjid dalam konsekuensinya sebagai pembawah obor kebenaran di masa yang akan datang tetap mengupayakan cara untuk mengatsi persoalan yang dihadapi secara sehat.

Berangkat dari beberapa uraian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa segala upaya telah dilakukan oleh remaja mesjid dalam rangka mengembangkan kualitas remaja mesjid di Desa Maradekaya Ini merupakan suatu hal yang lumrah sifatnya, sebab segala sesuatu yang dilakukan untuk menjadikan seseorang baik senantiasa ada cobaan, kendala maupun rintangan.

58

D. Prospek Pengembangan Remaja Mesjid di Kelurahan Lauwa

Dalam dokumen SKRIPSI - Admin Digital Library (Halaman 65-74)

Dokumen terkait