• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancangan Aktualisasi dan Habituasi

pasien.

6 Melakukan evaluasi kegiatan edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu.

Menyelesaikan penyebab belum adanya evaluasi dari edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu (Method)

a. Menyusun lembar evaluasi.

b. Mengumpulkan dan mengolah data kuesioner.

c. Melakukan konsultasi hasil pengolahan data kepada mentor.

d. Menyampaikan hasil evaluasi kegiatan edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada rekan sejawat.

inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo

3. Method : Penerapan SOP belum dilakukan secara maksimal dan belum adanya evalusi dari kegiatan edukasi

4. Milieu : Beredarnya informasi yang belum jelas kebenarannya di masyarakat

Gagasan Pemecahan Isu : 1. Melakukan review bersama rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta (menyelesaikan penyebab method)

2. Membuat media edukasi leaflet tentang Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta pada pasien inpartu (menyelesaikan penyebab material)

3. Membuat media edukasi audio visual tentang Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta pada pasien inpartu (menyelesaikan penyebab material)

4. Melakukan sosialisasi media edukasi audio visual dan leaflet Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta kepada rekan sejawat (menyelesaikan penyebab man)

5. Melakukan edukasi dengan media audio visual dan leaflet tentang Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta kepada pasien inpartu (menyelesaikan penyebab Milieu)

6. Melakukan evaluasi kegiatan edukasi Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta pada pasien (menyelesaikan penyebab method)

Unit Kerja : RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo

Tupoksi yang sesuai dengan RA : 1. Memberikan K o mu n ik a s i Inf o r mas i d a n E d uk a s i ( KIE) tentang kesehatan ibu pada individu/

keluarga sesuai dengan kebutuhan

2. Memfasilitasi konseling Keluarga Berencana (KB) Identifikasi Isu (diambil dari

analisa USG)

: 1. Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo

2. Belum optimalnya edukasi penggunaan masker yang benar pada pasien dan keluarga di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo

3. Belum optimalnya penyiapan obat di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo

Isu yang diangkat (core issue) : Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo

Penyebab isu (diambil dari Diagram Fishbone)

: 1. Man : Petugas kurang menguasai materi pemasangan KB IUD pasaca plasenta

2. Material : belum optimalnya media edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo

3. Method : Penerapan SOP belum dilakukan secara maksimal dan belum adanya evalusi dari kegiatan edukasi

4. Milieu : Beredarnya informasi yang belum jelas kebenarannya di masyarakat Gagasan pemecahan isu (konsep

judul)

: Optimalisasi Edukasi Tentang Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta dengan Media Edukasi Audio Visual dan Leaflet pada Pasien Inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo

Kegiatan Mata Pelatihan

Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1. Melakukan review bersama rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta

Sumber : SKP

Adanya pemahaman dan persepsi yang sama antar rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta

Keterkaitan dengan Manajemen ASN : Melakukan review bersama rekan sejawat

tentang SOP

pemasangan KB IUD

pasca plasenta

diharapkan dapat membangun komitmen dan persepsi yang sama untuk selalu menerapkan SOP dalam memberikan

pelayanan yang

berkualitas sehingga menjaga adanya konflik dalam melaksanakan tugas.

Sesuai dengan Kode Etik dan Perilaku ASN no. 8 yaitu menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.

Keterkaitan dengan Smart ASN :

saya mengirimkan surat

Adanya pemahaman dan persepsi yang sama antar rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta memberikan

kontribusi pada : Visi Kabupaten Purworejo yaitu

“Purworejo Berdaya Saing 2025” dan mendukung

pencapaian Misi Kabupaten

Purworejo ke 4 yaitu

“Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang

baik (good

govenance)”

Visi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro yaitu

“Terwujudnya rumah

Adanya pemahaman dan persepsi yang sama antar rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta memperkuat capaian nilai organisasi

RSUD R.A.A

Tjokronegoro :

Keterbukaan yaitu kesediaan untuk menerima masukan dari berbagai pihak.

undangan kegiatan review SOP melalui aplikasi Whattsapp grup.

(Digital Skill)

sakit umum daerah yang handal, modern dan berbudaya” dan mendukung

tercapainya Misi

RSUD R.A.A

Tjokronegoro ke 1 yaitu “Memberikan pelayanan yang professional dan berkualitas”

a. Membuat rencana kegiatan

Adanya draft rencana kegiatan review

tentang SOP

pemasangan KB IUD pasca plasenta

Saya menyusun rencana kegiatan dengan cermat dan bertanggung jawab (Akuntabel)

b. Melakukan

konsultasi dengan mentor

Adanya saran dan masukan serta persetujuan tertulis

dari mentor

mengenai kegiatan review bersama

Saya selalu menghargai perbedaan pendapat (Harmonis) saat berkonsultasi serta menerima saran dan masukan dari mentor dengan baik (Loyal-Sila Ke-4 Pancasila) untuk mendapatkan hasil yang terbaik (Kompeten) c. Membuat surat

undangan dan daftar hadir

Adanya draft surat undangan dan daftar hadir untuk kegiatan

Saya membuat surat undangan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (Loyal- Nasionalisme: Pancasila Sila Ke-3) dan mengerjakannya dengan penuh kecermatan dan tanggung jawab (Akuntabel). Saya

mengirimkan surat undangan kegiatan review SOP melalui aplikasi Whattsapp grup (Digital Skill)

d. Melaksanakan kegiatan review bersama rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta

Adanya persepsi yang sama antar rekan sejawat

tentang SOP

pemasangan KB IUD Pasca Plasenta

Saya melakukan kegiatan review dengan melibatkan berbagai pihak dan

bekerja sama

(Kolaboratif) dengan rekan sejawat untuk tercapainya kinerja terbaik (Kompeten) 2. Membuat media

edukasi leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta

Sumber0 : Inovasi

Adanya media edukasi berupa leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta

Keterkaitan dengan Manajemen ASN :

Membuat media edukasi leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban ASN yaitu melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, dan tanggung jawab.

Sesuai dengan kode etik dan perilaku ASN No. 1 yaitu melaksanakan

Adanya media edukasi berupa leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta memberikan kontribusi pada Visi Kabupaten Purworejo yaitu

“Purworejo Berdaya Saing 2025” dan mendukung

pencapaian Misi Kabupaten

Purworejo ke 4 yaitu

“Meningkatkan daya saing kualitas

Adanya media edukasi leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu, memperkuat capaian nilai organisasi RSUD R.A.A. Tjokronegoro :

Keterbukaan yaitu kesediaan untuk menerima masukan dari berbagai pihak dan

tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab dan berintegritas tinggi.

Keterkaitan dengan Smart ASN :

Saya mencari referensi bahan materi edukasi melalui internet dengan mencari informasi dari sumber-sumber yang valid dan terpercaya (Digital Ethics)

Saya membuat media edukasi leaflet menggunakan Aplikasi Canva agar lebih menarik dan informative sebagai wujud peningkatan ketrampilan dalam menggunakan media digital (Digital skill) Saya membuat media edukasi leaflet dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar agar mudah dipahami oleh pasien (Digital Culture)

pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang

baik (good

govenance)”

Visi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro yaitu

“Terwujudnya rumah sakit umum daerah yang handal, modern dan berbudaya”

Selain itu juga mendukung

tercapainya Misi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro ke 2 yaitu

“mengembangkan pelayanan berbasis teknologi”

mengkomunikasikan kebutuhan, harapan, atau masalah dalam pembuatan leaflet.

Kebersamaan yaitu kesediaan untuk bersama-sama

bekerja keras, saling membantu dan berpartisipasi dalam pembuatan leaflet.

a. Mencari bahan materi edukasi dan design leaflet

Adanya bahan materi edukasi dan design leaflet

Saya mencari bahan materi dan design leaflet dengan cermat dan bertanggung jawab (Akuntabel) serta menyusun bahan materi sesuai kompetensi.

(Kompetensi)

Saya mencari referensi bahan materi edukasi melalui internet dengan mencari informasi dari sumber-sumber yang valid dan terpercaya (Digital Ethics)

b. Membuat media edukasi leaflet

Tersedianya draft leaflet

Saya membuat leaflet dengan mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran (Loyal-Dedikasi) dan terus berinovasi serta mengembangkan kreativitas (Adaptif) agar tercipta media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh pasien.

Saya membuat media edukasi leaflet menggunakan Aplikasi Canva agar lebih menarik

dan informative sebagai wujud peningkatan ketrampilan dalam menggunakan media digital (Digital skill) Saya membuat media edukasi leaflet dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar agar mudah dipahami oleh pasien (Digital Culture)

c. Melakukan

konsultasi draft leaflet kepada mentor.

Adanya saran dan masukan serta persetujuan tertulis dari mentor.

Saya bekerja sama (Kolaboratif) dengan berkonsultasi kepada mentor dengan selalu menghargai perbedaan (Harmonis) pendapat untuk mendapatkan masukan dan saran terhadap leaflet yang saya buat guna mencapai hasil yang terbaik (Kompeten)

d. Melakukan

perbaikan draft leaflet

Adanya draft leaflet yang sudah diperbaiki

Saya berkomitmen untuk melakukan perbaikan tiada henti (Berorientasi Pelayanan) pada draft leaflet dengan terus berinovasi dan

mengembangkan kreativitas (Adaptif) sesuai dengan saran dan masukan dari mentor.

e. Mencetak leaflet Adanya leaflet sebagai media edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta siap digunakan

Dalam proses mencetak leaflet saya menggunakan print dan kertas secara efektif dan efisien (Akuntabel) dan dengan adanya leaflet saya berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang prima pada pasien (Berorientasi

Pelayanan).

3 Membuat media

edukasi audio visual tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta

Sumber : Inovasi

Adanya media edukasi audio visual tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta

Keterkaitan dengan Manajemen ASN :

Membuat media edukasi audio visual tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban ASN yaitu melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, dan tanggung jawab.

Sesuai dengan kode etik

Adanya media edukasi audio visual tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta memberikan kontribusi pada Visi Kabupaten Purworejo yaitu

“Purworejo Berdaya Saing 2025” dan mendukung

pencapaian Misi Kabupaten

Purworejo ke 4 yaitu

Adanya media edukasi audio visual tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu, memperkuat capaian nilai organisasi RSUD R.A.A. Tjokronegoro :

Keterbukaan yaitu kesediaan untuk menerima masukan

dan perilaku ASN No. 1 yaitu melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab dan berintegritas tinggi.

Keterkaitan dengan Smart ASN :

Saya mencari referensi materi edukasi memalui internet dengan mencari informasi dari sumber- sumber yang valid dan terpercaya (Digital Ethics)

Saya membuat media edukasi audio visual menggunakan Aplikasi Canva agar lebih menarik dan informative sebagai wujud peningkatan ketrampilan dalam menggunakan media digital (Digital skill) Saya membuat audio

visual dengan

menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar agar mudah

“Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang

baik (good

govenance)”

Visi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro yaitu

“Terwujudnya rumah sakit umum daerah yang handal, modern dan berbudaya”

Selain itu juga mendukung

tercapainya Misi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro ke 2 yaitu

“mengembangkan pelayanan berbasis teknologi”

dari berbagai pihak dan

mengkomunikasikan kebutuhan, harapan, atau masalah dalam pembuatan audio visual

Kebersamaan yaitu kesediaan untuk bersama-sama

bekerja keras, saling membantu dan berpartisipasi dalam pembuatan audio visual

dipahami oleh pasien (Digital Culture)

a. Mencari bahan materi edukasi dan konsep media audio visual

Adanya bahan materi dan konsep media audio visual

Saya menyusun bahan materi edukasi sesuai dengan kompetensi (Kompeten) serta menerjakannya dengan cermat dan bertanggung jawab (Akuntabel)

Saya mencari referensi materi edukasi memalui internet dengan memilah informasi serta menguji kebenarannya dengan mencari informasi dari sumber-sumber yang valid dan terpercaya (Digital Ethics)

b. Membuat media edukasi audio visual

Adanya draft audio visual

Saya berkomitmen (Loyal) membuat audio visual yang menarik dan informatif serta terus berinovasi dan mengembangkan

kreativitas (Adaptif) agar tercipta media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh pasien.

Saya membuat media edukasi audio visual menggunakan Aplikasi Canva agar lebih menarik dan informative sebagai wujud peningkatan ketrampilan dalam menggunakan media digital (Digital skill) Saya membuat audio

visual dengan

menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar agar mudah dipahami oleh pasien (Digital Culture)

c. Melakukan

konsultasi draft audio visual kepada mentor.

Adanya saran dan masukan serta persetujuan tertulis dari mentor.

Saya bekerja sama (Kolaboratif) dengan berkonsultasi kepada mentor dengan selalu menghargai perbedaan (Harmonis) pendapat untuk mendapatkan masukan dan saran terhadap audio visual yang saya buat guna mencapai hasil yang terbaik.

d. Melakukan

perbaikan draft audio visual

Adanya draft audio visual yang sudah diperbaiki

Saya berkomitmen untuk melakukan perbaikan tiada henti (Berorientasi Pelayanan) pada draft audio visual dengan terus berinovasi dan mengembangkan

kreativitas (Adaptif) sesuai dengan saran dan masukan dari mentor.

e. Membuat link akses audio visual

Adanya link akses Audio visual siap digunakan sebagai media edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta

Saya berinovasi (Adaptif) untuk membuat link akses audio visual untuk memudahkan pasien dalam mengakses audio visual serta dengan adanya audio visual saya berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang prima pada pasien (Berorientasi Pelayanan) 4. Melakukan sosialisasi

media edukasi audio visual dan leaflet pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada rekan sejawat Sumber : Inovasi

Adanya pemahaman bersama dengan rekan sejawat tentang media edukasi berupa audio visual dan leaflet pemasangan KB IUD pasca plasenta

Keterkaitan dengan Manajemen ASN : Sosialisasi media edukasi audio visual dan leaflet pemasangan KB IUD pasca plasenta pada rekan sejawat diharapkan dapat membangun

Adanya pemahaman bersama dengan rekan sejawat tentang media edukasi audio visual

dan leaflet

pemasangan KB IUD pasca plasenta

Adanya pemahaman bersama dengan rekan sejawat tentang media edukasi audio visual

dan leaflet

pemasangan KB IUD pasca plasenta

persepsi yang sama dalam pemasangan KB IUD pasca plasenta sehingga menjaga adanya konflik dalam melaksanakan tugas.

Sesuai Kode Etik dan Perilaku ASN No. 8 yaitu menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.

Keterkaitan dengan Smart ASN :

Saya membagikan surat undangn dan link akses audio visual melalui grup Whatsapp agar rekan sejawat dapat mereview bersama-sama (Digital Skill)

memberikan

kontribusi pada Visi Kabupaten

Purworejo yaitu

“Purworejo Berdaya Saing 2025” dan mendukung

pencapaian Misi Kabupaten

Purworejo ke 4 yaitu

“Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang

baik (good

govenance)”

Visi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro yaitu

“Terwujudnya rumah sakit umum daerah yang handal, modern dan berbudaya”

Selain itu juga mendukung

tercapainya Misi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro ke 2

memperkuat capaian0 nilai organisasi

RSUD R.A.A

Tjokronegoro :

Kebersamaan yaitu kesediaan untuk bersama-sama

bekerja keras, saling membantu dan berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi media edukasi

Profesional yaitu dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi selalu diselesaikan secara baik, tuntas sesuai keahlian / kompetensi, serta terampil, andal dan bertanggungjawab a. Menyusun rencana

kegiatan sosialisasi,

kuesioner pre test dan post test

Adanya draft rencana kegiatan sosialisasi serta draft kuesioner pre test dan post test untuk petugas

Saya bekerja sama (Kolaboratif) dengan rekan sejawat saat menyusun rencana kegiatan ini dikarenakan jadwal shift rekan-rekan saya yang berbeda serta

menyusun kuesioner pre test dan post test dengan cermat dan bertanggung jawab (Akuntabel).

yaitu

“Mengembangkan pelayanan berbasis teknologi”

b. Melakukan

konsultasi rencana kegiatan dan draft kuesioner pre test dan post test pada mentor

Adanya saran dan masukan serta persetujuan tertulis dari mentor

Saya selalu menghargai perbedaan (Harmonis)

pendapat dalam

berkonsultasi dengan

mentor untuk

mendapatkan saran dan masukan untuk tercapai hasil dan terbaik (Kompeten)

c. Melakukan

perbaikan draft kuesioner pre test dan post test

Adanya draft kuesiner pre test dan post test yang sudah diperbaiki

Saya berkomitmen untuk melakukan perbaikan tiada henti (Berorientasi Pelayanan) serta mengembangkan inovasi (Adaptif) pada draft kuesioner pre test dan post test yang saya buat sesuai dengan saran dan masukan dari mentor.

d. Membuat surat undangan dan daftar hadir

Tersedianya draft surat undangan dan daftar hadir untuk kegiatan sosialisasi

Saya membuat surat undangan

menggunakan Bahasa Indoensia yang baik dan

benar (Loyal-

Nasionalisme: Pancasila Sila Ke-3) serta mengerjakannya dengan penuh kecermatan dan tanggung jawab (Akuntabel).

Saya membagikan surat undangn dan link akses audio visual melalui grup Whatsapp agar rekan sejawat dapat mereview bersama-sama (Digital Skill)

e. Memberikan kuesioner pre test kepada petugas

Adanya kuesioner pre test yang telah diisi oleh pasien

Saya menjelaskan cara pengisian kuesioner

dengan ramah

(Berorientasi

Pelayanan) dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, kemudian

mengumpulkan data kuesioner pre test dengan jujur dan bertanggung jawab (Akuntabel).

f. Melaksanakan sosialisasi media edukasi audio

Adanya pemahaman bersama mengenai penggunaan media

Saya dan petugas saling terbuka dan bekerja sama (Kolaboratif) untuk

visual dan leaflet tentang

pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada petugas di Bangsal Kasuari

edukasi leaflet dan audio visual tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta

mencapai persepsi dan pemahaman yang sama

agar dapat

melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik (Kompeten)

g. Memberikan kuesioner post test kepada petugas

Adanya kuesioner post test yang telah diisi oleh petugas

Saya menjelaskan cara pengisian kuesioner

dengan ramah

(Berorientasi

Pelayanan) dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami kemudian

mengumpulkan data kuesioner pre test dengan jujur dan bertanggung jawab (Akuntabel).

5. Melakukan edukasi dengan media audio visual dan leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada pasien inpartu

Sumber : Inovasi

Adanya pemahaman pasien inpartu tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta

Keterkaitan dengan Manajemen ASN :

Dalam melakukan edukasi menggunakan media audio visual dan leaflet kepada pasien selalu berpegang teguh pada etika profesi dan melayani dengan sikap hormat, sopan, tanpa

Adanya pemahaman pasien inpartu tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta memberikan kontribusi pada : Visi Kabupaten Purworejo yaitu

“Purworejo Berdaya Saing 2025” dan

Adanya pemahaman pasien inpartu tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta memperkuat capaian nilai organisasi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro

Kebersamaan yaitu

tekanan kepada pasien serta memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan terkait kepentingan kedinasan.

Sesuai dengan Kode etik dan Perilaku ASN No. 3 yaitu melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.

Serta sesuai dengan Kode etik dan Perilaku ASN No. 9 yaitu memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.

Keterkaitan dengan Smart ASN :

Saya melakukan edukasi dengan menggunakan smart phone untuk memutar audio visual tentang pemasangan KB

mendukung

pencapaian Misi Kabupaten

Purworejo ke 4 yaitu

“Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang

baik (good

govenance)”

Visi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro yaitu

“Terwujudnya rumah sakit umum daerah yang handal, modern dan berbudaya”

Selain itu juga mendukung

tercapainya Misi RSUD R.A.A.

Tjokronegoro ke 2 yaitu

“Mengembangkan pelayanan berbasis teknologi”

kesediaan untuk bersama-sama

bekerja keras, dan berpartisipasi dalam pelaksanaan edukasi kepada pasien

Profesional yaitu dalam melaksanakan kegiatan edukasi selalu diselesaikan secara baik, tuntas sesuai keahlian / kompetensi, serta terampil, andal dan bertanggungjawab

IUD pasca plasenta pada pasien (Digital Skill) Saya mendokumentasikan proses edukasi dengan mengambil foto dengan terlebih dahulu meminta ijin kepada pasien dan akan memblur muka pasien bila nanti dicantumkan dalam laporan (Digital Ethic) Saya mengumpulkan skor kuesioner pre test dan post test dalam Microsoft Excel dan memproteksi

dokumen dengan

menggunakan sandi untuk menjaga kerahasiaan data pasien dan melindungi dari orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengubah data-data (Digital Safety)

a. Menyusun rencana

kegiatan edukasi dan kuesioner pre test maupun post test

Tersedianya rencana kegiatan edukasi dan kuesioner pre test maupun post test

Saya menyusun kuesioner pre test dan post test dengan cermat dan bertanggung jawab (Akuntabel).

b. Melakukan

konsultasi draft kuesioner pre test dan post test pada mentor

Adanya saran dan masukan serta persetujuan tertulis dari mentor

Saya selalu menghargai perbedaan pendapat (Harmonis) saat berkonsultasi serta menerima saran dan masukan dari mentor untuk mendapatkan hasil yang terbaik (Kompeten) c. Melakukan

perbaikan pada draft kuesioner pre test dan post test

Adanya draft kuesiner pre test dan post test yang sudah diperbaiki

Saya berkomitmen untuk melakukan perbaikan tiada henti (Berorientasi Pelayanan) dan mengerjakannya dengan penuh kecermatan (Akuntabel) pada draft kuesioner pre test dan post test yang saya buat sesuai sesuai saran dan masukan dari kepala ruang dan mentor.

d. Memberi informasi serta meminta kesediaan pasien akan diberikan edukasi

Pasien bersedia untuk diberikan edukasi

Sebelum memulai edukasi, saya terlebih dahulu memperkenalkan diri dan mengutarakan tujuan edukasi dengan ramah (Berorientasi

Pelayanan) dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan

benar (Loyal-

Nasionalisme: Pancasila Sila Ke-3) serta menjelaskan kepada pasien bahwa semua data yang didapatkan akan dijaga kerahasiaannya (Loyal) dan tidak akan disebarluaskan.

e. Memberikan kuesioner pre test kepada pasien

Adanya kuesioner pre test yang telah diisi oleh pasien

Saya menjelaskan cara pengisian kuesioner

dengan ramah

(Berorientasi

Pelayanan) serta selalu menghargai apapun latar belakang (Harmonis) setiap pasien tanpa membeda- bedakan status sosialnya f. Melakukan

edukasi dengan media audio visual dan leaflet tentang pemasangan KB

IUD pasca

plasenta kepada pasien inpartu

Adanya pemahaman pasien mengenai pemasangan KB IUD pasca plasenta

Saya menggunakan media edukasi audio visual dan leaflet sebagai bentuk inovasi (Adaptif) dalam memberikan edukasi pada pasien sehingga menghasilkan

nilai tambah

Dokumen terkait