i
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG
SMART GOVERNANCE
OPTIMALISASI EDUKASI TENTANG PEMASANGAN KB IUD PASCA PLASENTA DENGAN MEDIA EDUKASI AUDIO VISUAL DAN LEAFLET PADA
PASIEN INPARTU DI BANGSAL KASUARI RSUD R.A.A TJOKRONEGORO PURWOREJO
Disusun Oleh :
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN CLXXV BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2022
NAMA : DEVI RATNA NINDITA, S.TR. KEB
NIP : 199708272022032011
NO. DAFTAR HADIR : 15
JABATAN : AHLI PERTAMA-BIDAN
SKPD : RSUD R.A.A TJOKRONEGORO PURWOREJO
COACH : MUHAMMAD ALAZIZ, SE. MM
MENTOR : ESI PRIHATIN NINGSIH, S.TR. KEB
ii
PASIEN INPARTU DI BANGSAL KASUARI RSUD R.A.A TJOKRONEGORO PURWOREJO
Oleh : Devi Ratna Nindita, S.Tr.Keb RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Menjadi ASN harus memiliki kepedulian, kemauan, keihklasan, serta kesadaran sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena itulah pentingnya meningkatkan kapasitas dan kualitas diri seorang ASN salah satunya dengan mengikuti Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Pelaksanaan aktualisasi dan habituasi dalam agenda Pelatihan Dasar CPNS ini bertujuan agar dapat mengimplementasikan dan membiasakan nilai- nilai dasar ASN yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif, serta kedudukan dan peran PNS untuk mendukung Smart Governance.
Dari pengamatan yang dilakukan penulis, ditemukan 5 (lima) isu di unit kerja, kemudian isu tersebut dianalisis menggunakan APKL dan USG untuk menemukan core isu. Core isu tersebut adalah belum optimalnya edukasi pemasangan KB IUD Pasca Plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo. Berdasarkan core isu tersebut memiliki 6 kegiatan untuk menyelesaikannya. Kegiatan tersebut telah dilakukan mulai tanggal 1 Oktober 2022 sampai 5 November 2022. Adapun 6 kegiatan tersebut yaitu 1) Melakukan review bersama rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta, 2) Membuat media edukasi berupa leaflet, 3) Membuat media edukasi berupa audio visual, 4) Melakukan sosialisasi media edukasi audio visual dan leaflet pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada rekan sejawat, 5) Melakukan edukasi dengan media audio visual dan leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada pasien inpartu, 6) Melakukan evaluasi kegiatan edukasi.
Dari adanya 6 kegiatan tersebut mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Setiap kegiatan juga berkontribusi untuk mencapai hasil yang sesuai dengan visi dan misi instansi serta untuk memperkuat capaian nilai organisasi.
Berdasarkan hasil analisis data kuesioner pre test dan post test dari 10 pasien inpartu yang telah dilakukan edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta rata-rata nilai pre test adalah 50 dan rata-rata nilai post test adalah 96. Hal ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan pada 10 pasien inpartu setelah diberikan edukasi menggunakan media edukasi leaflet dan audio visual. Hal ini berarti pelaksanaan kegiatan edukasi menggunakan media edukasi leaflet dan audio visual efektif untuk meningkatkan pemahaman pada pasien inpartu mengenai pemasangan KB IUD pasca plasenta di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
Kata Kunci : BerAKHLAK, Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta, Leaflet, Audio Visual
iii
iv
v
Aktualisasi dan Habituasi dengan judul “Optimalisasi Edukasi Tentang Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta Dengan Media Edukasi Audio Visual Dan Leaflet Pada Pasien Inpartu Di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo”.
Dengan segala hormat dan kerendahan hati penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat serta turut membantu dalam proses penyusunan Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini :
1. Bapak H. Ganjar Pranowo, SH., M.IP. sebagai Gubernur Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar CPNS tahun 2022.
2. Bapak Agus Bastian, SE. MM selaku Bupati Kabupaten Purworejo yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2022.
3. Bapak Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah yang telah menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2022.
4. Bapak Fithri Edhi Nugroho, SE., M.M. selaku Kepala BKPSDM Kabupaten Purworejo yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS di Kabupaten Purworejo.
5. Bapak dr. Tolkha Amaruddin,M.Kes, Sp.THT-KL selaku Direktur RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo yang telah mendukung pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS 2022.
6. Bapak Dr. Ir. Kristiyo Sumarwono, M.Sc. sebagai narasumber/penguji yang telah memberikan bimbingan dan saran dalam penyusunan Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini.
7. Bapak Muhammad Alziz, SE.,MM sebagai coach yang selalu membimbing dan memberikan arahan serta masukan dalam penyusunan Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini.
vi
9. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan ilmunya selama kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan CLXXV tahun 2022,
10. Seluruh Panitia penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan CLXXV Tahun 2022,
11. Rekan-rekan paramedis RSUD RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo yang telah memberikan dukungan serta memberikan bantuan selama pelaksanaan aktualisasi dan habituasi ini berlangsung.
12. Anggota kelompok 3 peserta Latsar Golongan III Angkatan CLXXV Kabupaten Purworejo Tahun 2022 atas kerjasama dan kekompakannya,
13. Keluarga tercinta yaitu orang tua, kakak, dan keluarga besar atas dukungan, doa, dan motivasinya.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini, oleh karena itu penulis berharap kepada semua pihak untuk memberikan saran dan masukan serta kritik yang membangun untuk penyempurnaan Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini. Penulis berharap agar Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan dapat memberikan contoh tentang implementasi Core Value ASN “BerAKHLAK”
dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kerja dan masyarakat.
Semarang, 24 November 2022 Penulis
Devi Ratna Nindita, S.Tr.Keb NIP. 199708272022032011
vii
HALAMAN JUDUL ...i
ABSTRAK ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined. PRAKATA ... iv
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
BAB I PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA ... 1
A. Gambaran Umum Organisasi ... 1
1. Dasar Hukum Organisasi... 1
2. Tugas dan Fungsi Organisasi ... 3
3. Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja ... 3
4. Visi-Misi Organisasi ... 6
5. Tujuan Organisasi ... 7
6. Nilai-Nilai Budaya Organisasi ... 8
B. Tupoksi Jabatan Peserta ... 9
C. Role Model ... 11
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI ... 13
A. Identifikasi dan Deskripsi Isu ... 13
B. Analisis Isu ... 19
C. Analisis Penyebab Isu ... 23
D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan ... 25
E. Gagasan Pemecahan Isu ... 25
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ... 28
G. Jadwal Rancangan Aktualisasi ... 55
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI DAN HABITUASI ... 60
A. Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal ... 60
B. Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi ... 64
C. Kondisi Sebelum dan Sesudah Aktualisasi... 112
BAB IV KESIMPULAN ... 113
DAFTAR PUSTAKA ... 115
CURRICULUM VITAE ... 117
viii
ix
Tabel 2. 1 Identifikasi Isu ... 14
Tabel 2. 2 Skor Kriteria Apkl ... 19
Tabel 2. 3 Analisis Isu Dengan Apkl ... 20
Tabel 2. 4 Skor Kriteia Usg ... 21
Tabel 2. 5 Analisis Isu Dengan Analisis Usg ... 22
Tabel 2. 6 Gagasan Pemecahan Isu ... 26
Tabel 2. 7 Matriks Rancangan Aktualisasi ... 31
Tabel 2. 8 Jadwal Rancangan Aktualisasi ... 55
Tabel 3. 1 Perubahan Aktualisasi... 60
Tabel 3. 2 Kondisi Sebelum Dan Sesudah Aktualisasi ... 112
Tabel 4. 1 Rencana Kegiatan Yang Akan Dilanjutkan Di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro ... 118
x
Gambar 1. 1 Foto Gedung Rsud R.A.A Tjokronegoro Purworejo ... 1
Gambar 1. 2 Struktur Organisasi Rsud R.A.A Tjokronegoro Purworejo... 4
Gambar 1. 3 Ibu Ika Pratiwi, Sst., M.Tr.Keb (Role Model) ... 11
Gambar 2. 1 Bukti Isu 1 ... 14
Gambar 2. 2 Bukti Isu 2 ... 15
Gambar 2. 3 Bukti Isu 3 ... 16
Gambar 2. 4 Bukti Isu 4 ... 17
Gambar 2. 5 Bukti Isu 5 ... 18
Gambar 2. 6 Bukti Isu 5 ... 18
Gambar 2. 7 Diagram Fishbone ... 24
Gambar 3. 1 Foto Saat Menyusun Rencana Kegiatan Review ... 65
Gambar 3. 2 Draft Rencana Kegiatan Review Sop ... 65
Gambar 3. 3 Foto Saat Melakukan Konsultasi Dengan Mentor ... 66
Gambar 3. 4 Lembar Konsultasi... 66
Gambar 3. 5 Foto Saat Membuat Surat Undangan Dan Daftar Hadir ... 67
Gambar 3. 6 Draft Surat Undangan Dan Daftar Hadir ... 67
Gambar 3. 7 Foto Saat Kegiatan Review Sop Bersama Rekan Sejawat ... 68
Gambar 3. 8 Daftar Hadir Dan Notulen Kegiatan ... 68
Gambar 3. 9 Sop Pemasangan Kb Iud Pasca Plasenta ... 68
Gambar 3. 10 Foto Saat Mencari Bahan Materi Dan Design Leaflet ... 71
Gambar 3. 11 Draft Bahan Materi Edukasi ... 72
Gambar 3. 12 Draft Design Leaflet ... 72
Gambar 3. 13 Foto Saat Membuat Draft Leaflet ... 72
Gambar 3. 14 Draft Leaflet ... 73
Gambar 3. 15 Foto Saat Melakukan Konsultasi Dengan Mentor ... 73
Gambar 3. 16 Lembar Konsultasi ... 73
Gambar 3. 17 Foto Saat Melakukan Perbaikan Draft Leaflet ... 74
Gambar 3. 18 Draft Leaflet Yang Sudah Diperbaiki ... 74
Gambar 3. 19 Foto Saat Mencetak Leaflet ... 75
Gambar 3. 20 Media Edukasi Leaflet Yang Siap Digunakan ... 75
Gambar 3. 21 Foto Saat Mencari Bahan Materi Edukasi ... 78
Gambar 3. 22 Draft Materi Edukasi ... 78
Gambar 3. 23 Draft Konsep Audio Visual ... 78
Gambar 3. 24 Foto Saat Membuat Media Audio Visual ... 79
Gambar 3. 25 Draft Audio Visual... 79
Gambar 3. 26 Foto Saat Konsultasi Dengan Mentor ... 80
Gambar 3. 27 Lembar Konsultasi ... 80
Gambar 3. 28 Foto Saat Melakukan Perbaikan Draft Audio Visual ... 80
Gambar 3. 29 Draft Audio Visual Yang Sudah Diperbaiki ... 81
Gambar 3. 30 Foto Saat Membuat Link Akses Audio Visual ... 81
Gambar 3. 31 Foto Saat Menyusun Rencana Kegiatan Dan Kuesioner ... 84
Gambar 3. 32 Draft Rencana Kegiatan Sosialisasi ... 84
Gambar 3. 33 Draft Kuesioner Pre Test Dan Post Test ... 85
Gambar 3. 34 Foto Saat Berkonsultasi Dengan Mentor ... 85
xi
Gambar 3. 38 Foto Saat Membuat Surat Undangan Dan Daftar Hadir ... 87
Gambar 3. 39 Draft Surat Undangan Dan Daftar Hadir ... 88
Gambar 3. 40 Foto Saat Memberikan Pre Test Kepada Petugas ... 88
Gambar 3. 41 Kuesioner Pre Test Yang Telah Diisi Oleh Rekan Sejawat ... 89
Gambar 3. 42 Foto Saat Sosialisasi Media Esukasi Kepada Rekan Sejawat ... 90
Gambar 3. 43 Notulen Kegiatan Sosialisasi Media Edukasi ... 90
Gambar 3. 44 Daftar Hadir ... 90
Gambar 3. 45 Foto Saat Memberikan Post Test Kepada Rekan Sejawat ... 91
Gambar 3. 46 Kuesioner Post Test Yang Telah Diisi Oleh Rekan Sejawat ... 91
Gambar 3. 47 Foto Saat Menyusun Rencana Kegiatan Eduakasi Dan Kuesioner Pre Test Dan Post Test ... 94
Gambar 3. 48 Draft Rencana Kegiatan Edukasi ... 95
Gambar 3. 49 Kuesioner Pre Test Dan Post Test ... 95
Gambar 3. 50 Foto Saat Berkonsultasi Dengan Mentor ... 95
Gambar 3. 51 Lembar Konsultasi ... 96
Gambar 3. 52 Foto Saat Melakukan Perbaikan Kuesioner ... 96
Gambar 3. 53 Draft Kuesioner Yang Sudah Diperbaiki ... 97
Gambar 3. 54 Foto Saat Meminta Kesediaan Pasien ... 98
Gambar 3. 55 Foto Saat Memberikan Kuesioner Kepada Pasien ... 99
Gambar 3. 56 Kuesioner Yang Telah Diisi Pasien ... 99
Gambar 3. 57 Foto Saat Memberikan Edukasi Kepada Pasien ... 100
Gambar 3. 58 Foto Saat Memberikan Kuesioner Post Test Kepada Pasien ... 101
Gambar 3. 59 Kuesioner Post Test Yang Sudah Diisi Oleh Pasien ... 101
Gambar 3. 60 Foto Saat Menyusun Lembar Evaluasi, Surat Undangan Dan Daftar Hadir ... 104
Gambar 3. 61 Draft Lembar Evaluasi ... 104
Gambar 3. 62 Draft Surat Undangan Dan Daftar Hadir ... 105
Gambar 3. 63 Foto Saat Mengumpulkan Dan Mengolah Data Kuesioner ... 105
Gambar 3. 64 Draft Hasil Analisis Data Pre Test Dan Post Test ... 106
Gambar 3. 65 Diagram Hasil Analisis Data Pre Test Dan Post Test ... 106
Gambar 3. 66 Foto Saat Berkonsultasi Dengan Mentor ... 107
Gambar 3. 67 Lembar Konsultasi ... 107
Gambar 3. 68 Foto Saat Menyampaikan Hasil Evaluasi Kepada Rekan Sejawat .. 108
Gambar 3. 69 Notulen Kegiatan Penyampaian Hasil Evaluasi ... 108
Gambar 3. 70 Daftar Hadir ... 108
Gambar 3. 71 Laporan Kegiatan Evaluasi ... 109
A. Gambaran Umum Organisasi 1. Dasar Hukum Organisasi
Gambar 1. 1 Foto Gedung RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo Rumah Sakit Umum Daerah R.A.A. Tjokronegoro mulai digagas pendiriannya pada tahun 2015 oleh Bupati Purworejo dengan dasar pemikiran pembangunan rumah sakit yaitu belum adanya RSUD Tipe C milik Pemerintah di Kabupaten Purworejo serta RSUD Tipe B yang ada di Kabupaten Purworejo sudah tidak mampu lagi menampung pasien rujukan dari Faskes tingkat pertama. Pembangunan fisik RSUD R.A.A. Tjokronegoro di mulai sejak tahun 2018 dan diresmikan oleh Bupati Purworejo pada 1 September 2020.
RSUD R.A.A. Tjokronegoro beralamatkan di Jl. Soekarno-Hatta, Borokulon, Banyurip, Purworejo Kode Pos 54171 berdiri di tanah seluas 19.755 m2 dan bangunan gedung seluas 13.160 m2 yang terdiri dari 1 basemen dan 3 lantai podium. RSUD R.A.A. Tjokronegoro memiliki 4 pelayanan spesialis dasar yaitu Kebidanan dan Kandungan, Bedah, Kesehatan Anak dan Penyakit Dalam serta pelayanan spesialis lainnya yaitu : Mata, Syaraf, Kulit dan kelamin, Jiwa, Bedah mulut, Urologi, THT dan Gigi serta pelayanan penunjang lain seperti :
telah melayani pasien umum, Jamkesda, Jampersal maupun pasien BPJS.
Berdasarkan UU RI No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. RSUD R.A.A Tjokronegoro berdiri sebagai amanat Peraturan Bupati Purworejo Nomor 59 Tahun 2019 tetang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Kabupaten Purworejo.
Penetapan nama Rumah Sakit ini berdasarkan Keputusan Bupati Purworejo Nomor 160.18/689/2019 tentang penetapan nama R.A.A.
Tjokronegoro sebagai nama Identitas Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Kabupaten Purworejo. Adapun masa berlaku izin operasionalnya Berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Purworejo Nomor 562.62/001/IORS/VII/2020 tentang Pemberian Izin Operasional Rumah Sakit tanggal 20 Juli 2020, masa berlaku Izin Operasional selama 5 ( lima ) tahun (20 Juli 2020 s.d 20 Juli 2025).
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 yang kemudian diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 yang telah diperbarui dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum (BLU) yang merupakan badan yang memiliki otonomi atau semi otonomi dalam mengelola keuangannya.
Terkait dengan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018, maka dalam upaya untuk pengusulan dan penetapan satuan kerja Instansi Pemerintah untuk menerapkan PPK-BLU, RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo termasuk salah satu instansi pelayanan kesehatan yang juga berkewajiban memenuhi persyaratan pada peraturan tersebut. Dengan pengelolaan badan layanan umum diharapkan RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo akan lebih mampu bersaing dengan competitor yang saat ini sudah jauh melangkah ke depan, disamping juga akan lebih leluasa dalam menerapkan
Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Kabupaten Purworejo mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan Kesehatan perorangan secara paripurna dan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, RSUD R.A.A Tjokronegoro menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan kesehatan
b. Pelayanan penunjang dalam penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang pelayanan Kesehatan
c. Penyusunan rencana dan program, monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan
d. Pelayanan medis
e. Pelayanan penunjang medis dan non medis f. Pelayanan keperawatan
g. Pelayanan rujukan
h. Pengelolaan keuangan dan akuntansi
i. Pengelolaan urusan kepegawaian, hukum, hubungan masyarakat, organisasi dan tata laksana, serta rumah tangga, perlengkapan dan umum j. Pelaksanaan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
Kesehatan, sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja
m b a r 1 . 2 S t r u k t u r
Gambar 1. 2 Organisasi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo Berikut penjelasan uraian tugas pokok dari struktur organisasi yaitu : a. Direktur
Mempunyai tugas memimpin RSUD R.A.A Tjokronegoro melaksanakan tugas dan fungsinya, meliputi :
1) Menetapkan rencana kegiatan dibidang pengelolaan pelayanan kesehatan RSUD R.A.A Tjokronegoro.
2) Menetapkan fasilitas pelayanan kesehatan.
3) Memutuskan kegiatan pelayanan kesehatan.
4) Memutuskan fasilitasi pelayanan kemitraan dengan pihak ketiga.
5) Menetapkan program pemagangan dari lembaga pendidikan kesehatan.
6) Penetaan evaluasi pelaksanaan kegiatan operasional pelayanan kesehatan.
7) Menetapkan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan.
8) Menetapkan hasil kegiaan pengelolaan pelayanan kesehatan RSUD R.A.A Tjokronegoro.
9) Melaksanakan tugas lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Tjokronegoro serta melakukan penyiapan koordinasi , fasilitasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, kegiatan penyusunan anggaran, perbendaharaan, verifikasi dan dan akuntansi, mobilisasi dana, evaluasi dan pelaporan, umum dan kepegawaian.
c. Kepala Subbag Umum dan Kepegawaian
Mempunyai tugas membantu Kepala Bagian Sekretariat dalam lingkup administrasi meliputi ketatausahaan, kerumahtanggaan, pengelolaan barang milik daerah, kerja sama, hubungan masyarakat, penanganan aduan, keamanan, perparkiran, arsip, dokumentasi, tata usaha kepegawaian, pembinaan pegawai, pengembangan karir pegawai, pengembangan kompetensi pegawai, dan mutasi pegawai.
d. Kepala Subbag Keuangan
Mempunyai tugas membantu Kepala Bagian Sekretariat dalam lingkup bidang keuangan dan anggaran yang meliputi pelayanan administrasi keuangan terpadu, perbendaharaan, pembukuan, akuntansi dan penganggaran.
e. Kepala Subbag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan
Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, perencanaan, pengoordinasian, pelaksanaan, pengadministrasian, pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang program.
f. Kepala Bidang Pelayanan
Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, fasilitas perumusan dan kebijakan, evaluasi serta pelaporan pelayanan medis dan keperawatan.
g. Kepala Seksi Pelayanan Medis
Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pelayanan yang meliputi pengumpulan data, identifikasi, analisi, penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi dan pelaporan serta menyusun sistem pelaksanaan administrasi dan registrasi pasien, catatan rekam medis dan rujukan, penyimpanan dokumen medis,surat keterangan medis dan pelaporan.
pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan pelaksanaan kiegiatan pelayanan asuhan keperawatan pada rawat jalan dan rawat inap
i. Kepala Bidang Penunjang
Mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, fasilitasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penunjang medis dan non medis
j. Kepala Seksi Penunjang medis
Membantu Kepala Bidang Penunjang dalam lingkup seksi penunjang medis yang meliputi perumusan kebijakan, pengkoordinasian, pembinaan, pengendalian dan pemberian bimbingan
k. Kepala Seksi Penunjang Non Medis
Mempunayai tugas membantu Kepala Bidang Penunjang dalam lingkup seksi penunjang non medis yang meliputi perumusan kebijakan, pengkoordinasian, pembinaan, pengendalian dan pemberi bimbingan
4. Visi-Misi Organisasi
a. Visi dan Misi Kabupaten Purworejo
Dalam penyelenggaraannya, sebuah organisasi memiliki tujuan yang akan dicapai. Tujuan tersebut merujuk pada visi misi pada tiap organisasi.
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 11 tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026, Visi Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026 adalah
“Purworejo Berdaya Saing 2025”. Adapun perwujudan visi pembangunan diwujudkan dengan lima Misi Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026 yaitu :
1) Meningkatkan daya saing sumber daya manusia yang unggul dalam arti luas, mengedepankan kompetensi keahlian dan keilmuan yang berbasis pada religiusitas masyarakat.
2) Meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luas yang sinergi dengan pengembangan UMKM, perdagangan dan industry.
menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance).
5) Meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi.
b. Visi dan Misi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Berdasarkan Peraturan Bupati No 72 Tahun 2020 tentang Tata Kelola dan Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah R.A.A Tjokronegoro, Visi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo adalah
“Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang Handal, Modern dan Berbudaya”. Sedangkan untuk Misi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo adalah sebagai berikut:
1) Memberikan Pelayanan yang profesional dan berkualitas.
2) Mengembangkan pelayanan berbasis teknologi.
3) Menyediakan pelayanan yang terjangkau.
4) Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
5. Tujuan Organisasi
a. Tujuan Kabupaten Purworejo
Berdasarkan Peraturan Daerah no 11 tahun 2021, tujuan organisasi sesuai dengan renstra (Rencana Strategi) jangka panjang tahun 2021-2026 adalah:
1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia 2) Penurunan angka kemiskinan
3) Pengurangan tingkat pengangguran
4) Peningkatan pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan 5) Peningkatan pertumbuhan ekonomi
6) Tata kelola kelembagaan berkelas duniatata kelola kelembagaan berkelas dunia
7) Peningkatan infrastruktur berbasis kebencanaan dan lingkungan hidup berkelanjutan
b. Tujuan RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo
Sesuai Peraturan Bupati No 72 Tahun 2020 tentang Tata Kelola dan Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah R.A.A
6. Nilai-Nilai Budaya Organisasi a. Nilai-nilai Kabupaten Purworejo
Nilai-nilai budaya kabupaten Purworejo adalah bersih, ikhlas melayani, akuntabel, profesional atau disingkat “BERIMAN-PROFESIONAL“ yang mengandung maksud dan arti sebagai berikut:
1) Bersih mengandung arti bersih dalam berfikir, bertindak, dan bekerja, mentaati peraturan perundangan yang baik.
2) Ikhlas dalam norma etika dan agama dapat diartikan dengan rela sepenuh hati, datang dari lubuk hati, tidak mengharapkan imbalan atau balas jasa atas suatu perbuatan, khusunya yang berdampak positif pada orang lain dan semata mata karena menjalankan tugas/ amanah demi Yang Maha Kuasa.
3) Melayani yaitu memberikan pelayanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, akurat, berdaya guna dan berhasil guna yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.
4) Akuntabel yaitu dalam melaksanakan tugas dapat mempertanggungjawabkan baik segi proses maupun hasil.
5) Profesional yaitu dalam melaksanakan tugas selalu menyelesaikan secara baik, tuntas, sesuai kompetensi/ keahlian, orang yang terampil, andal dan sangat bertanggungjawab dalam menjalankan profesinya.
b. Nilai – Nilai Budaya Organisasi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo Nilai-nilai yang dianut oleh RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo yaitu : 1) Keterbukaan yaitu kesediaan untuk menerima masukan dari berbagai
pihak dan mengkomunikasikan kebutuhan, harapan, atau masalah.
2) Kebersamaan yaitu kesediaan untuk bersama-sama bekerja keras, saling membantu dan berpartisipasi.
3) Profesional yaitu dmelaksanakan tugas secara baik, tuntas sesuai keahlian/kompetensi, serta terampil, andal dan sangat bertanggungjawab.
4) Kejujuran yaitu melaksanakan tugas secara jujur.
5) Kedisplinan yaitu bekerja dengan disiplin dan tepat waktu.
Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo Tahun 2022, terhitung mulai tanggal 01 Maret 2022 penulis diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan ditempatkan pada unit kerja RSUD R.A.A Tjokronegoro untuk memenuhi kebutuhan jabatan Ahli Pertama-Bidan. Berdasarkan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) nomor 821.21/2851/2022 yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo tanggal 01 April 2022, penulis mendapat tugas sebagai Bidan Ahli Pertama di RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo. Berikut ini diuraikan tugas jabatan penulis, yaitu :
1. Tugas Aparatur Sipil Negara (ASN)
Undang-undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 pasal 11 menyebutkan ASN bertugas untuk :
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas.
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatatuan Republik Indonesia.
2. Jabatan Fungsional Bidan
Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No 36 Tahun 2019, Jabatan Fungsional Bidan adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan pelayanan asuhan kebidanan. Unsur kegiatan tugas Jabatan Fungsional Bidan yang dapat dinilai angka kreditnya, yaitu pelayanan kebidanan, meliputi:
a. Pelayanan Kesehatan Ibu.
b. Pelayanan Kesehatan Anak.
c. Pelayanan Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Keluarga Berencana.
d. Pelayanan Kebidanan Komunitas.
e. Melaksanakan Program Pemerintah.
f. Melakukan Inovasi Pelayanan Kebidanan.
b. Menyusun perencanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis.
c. Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis.
d. Melakukan pengkajian pada ibu bersalin fisiologis.
e. Memberikan asuhan Kala I persalinan fisiologis.
f. Melakukan asuhan Kala II persalinan fisiologis.
g. Melakukan asuhan Kala III persalinan fisiologis.
h. Melakukan asuhan Kala IV persalinan fisiologis.
i. Melakukan pengkajian pada ibu nifas fisiologis.
j. Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas fisiologis.
k. Melakukan persiapan pre operasi obstetri ginekologi.
l. Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang kesehatan ibu dan anak pada individu atau keluarga sesuai dengan kebutuhan.
m. Melakukan fasilitasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
n. Melakukan asuhan neonatal esensial.
o. Melakukan asuhan pelayanan neonatal pada 6 jam - 48 jam paska kelahiran (KN1).
p. Melakukan asuhan pelayanan neonatal pada hari ke 3 - hari ke 7 paska kelahiran (KN2).
q. Melakukan asuhan pelayanan neonatal pada hari ke 8 - hari ke 28 paska kelahiran (KN3).
r. Memfasilitasi konseling kesehatan reproduksi.
s. Memfasilitasi konseling pra nikah.
t. Memfasilitasi konseling keluarga berencana (KB).
u. Melakukan pemetaan sasaran dan analisis data pada keluarga dan masyarakat.
v. Melakukan pembinaan keluarga balita/remaja/lansia.
w. Berpartisipasi aktif dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa.
x. Melaksanakan tugas jaga shift malam.
y. Melakukan asuhan kebidanan di kamar bedah.
komplikasi.
bb. Melakukan monitoring dan evaluasi asuhan kebidanan di tingkat Puskesmas.
cc. Melakukan skrining Pencegahan Penularan HIV, sifilis, hepatitis B dari ibu ke anak (PPIA) di Puskesmas atau Rumah Sakit.
C. Role Model
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), role model sama halnya dengan teladan yang berarti sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk di contoh tentang kelakuan, perbuatan, sifat, dan sebagainya. Role model adalah seseorang yang penting bagi individu yang bersangkutan baik dari keluarga, lingkungan, maupun orang yang tidak dikenal secara pribadi. Sebagai seorang ASN, kita perlu memiliki seorang role model untuk menjadi panutan dan motivasi kita dalam melakukan kegiatan. Pada kesempatan ini penulis menjadikan Ibu Ika Pratiwi, SST., M.Tr.Keb sebagai role model.
Gambar 1. 3 Ibu Ika Pratiwi, SST., M.Tr.Keb (Role Model)
Ibu Ika Pratiwi, SST.,M.Tr.Keb adalah seorang bidan di RSUD R.A.A Tjokronegoro. Beliau memiliki pengalaman sebagai bidan kurang lebih selama 13 tahun. Dalam memberikan pelayanan kepada pasien, beliau selalu memperhatikan kepuasan pasien yaitu dengan melayani sepenuh hati, sopan, santun, ramah serta memenuhi apa yang menjadi kebutuhan pasien (Berorientasi Pelayanan). Bu Ika memiliki integritas tinggi terhadap pekerjaanya. Beliau selalu berusaha melakukan pelayanan kepada pasien dengan semangat dan bertangggung jawab (Akuntabel). Bu Ika tidak segan membantu saya dalam segala hal yang dirasa saya belum kompeten melakukan
Dalam menjalankan tugas beliau mencurahkan tenaga, waktu dan fikirannya sebagai bentuk pengabdian terhadap tugasnya (Loyal). Sebagai bidan senior beliau tidak segan untuk saling bertukar pikiran dan bekerja sama untuk meningkatkan pelayanan dengan kami bidan baru (Kolaboratif). Beliau terbilang masih muda akan tetapi sepak terjang beliau di dalam bidang kesehatan sudah tinggi. Pendidikan S2 beliau tempuh di usia muda. Beliau selalu meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan dunia kesehatan yang selalu berubah-ubah guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien (Kompeten). Beliau merupakan salah satu bidan yang selalu mengembangkan kreatifitas dan inovasi guna meningkatkan pelayanan yang prima kepada pasien (Adaptif). Hal itu saya gunakan sebagai acuan dalam menyusun rancangan aktualisasi yaitu saya berupaya membuat media edukasi semenarik mungkin agar pasien lebih tertarik dengan edukasi yang disampaikan sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
A. Identifikasi dan Deskripsi Isu
Isu adalah suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun di luar organisasi yang apabila tidak ditangani secara baik akan memberikan efek negatif terhadap organisasi dan berlanjut pada tahap krisis. Oleh karena itu dalam mengatasi isu yang ada dan meminimalisir hambatan yang ada dalam melakukan pelayanan publik, maka harus ada prioritas dalam menyelesaikan isu atau dapat dikatakan sebagai isu strategis. Isu strategis kontemporer ini merupakan suatu kelompok isu yang mendapatkan perhatian dan sorotan publik secara luas dan memerlukan penanganan sesegera mungkin dari pengambil keputusan. Dalam menyelesaikan isu kontemporer pun menggunakan beberapa teknik analisis.
Penanganan isu oleh suatu organisasi/instansi menjadi suatu solusi pemecahan masalah agar visi dan misi suatu organisasi dapat tercapai. Berbagai isu yang disusun dalam Rancangan Aktualisasi bersumber dari aspek kedudukan dan peran sebagai ASN yang tercakup dalam Manajemen ASN, Pelayanan Publik. Isu yang diangkat pada rancangan aktualisasi terdiri dari beberapa isu atau permasalahan utama yang terjadi di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo. Sehubungan dengan tugas Pelatihan Dasar CPNS Angkatan CLXXV Tahun 2022 ini, berikut ini beberapa isu yang penulis temukan di RSUD R.A.A Tjokronegoro :
1 2 3 4 5 1 Belum optimalnya tempat
pencucian peralatan medis di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
Sumber Isu : Unit Kerja, Individu
Keterkaitan dengan Manajemen ASN
Petugas seharusnya mampu menerapkan proses pencucian alat sesuai SOP.
Keterkaitan dengan Smart ASN
Petugas seharusnya memiliki
kemampuan dalam
menggunakan teknologi digital sebagai sarana membuat media edukasi pemrosesan alat yang benar (Digital skill).
Kondisi saat ini petugas melakukan pencucian alat-alat medis yang telah digunakan di wastafel kamar mandi pasien yang berada di ruang VK tindakan.
Terdapat tempat khusus untuk pencucian alat-alat medis.
Tempat pencucian alat-alat medis dilakukan di wastafel kamar mandi pasien di ruang VK tindakan
Gambar 2. 1 Bukti Isu 1
memandikan bayi di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Sumber Isu : Unit Kerja, individu
Keterkaitan dengan Manajemen ASN
Petugas seharusnya
memahami tentang perawatan memandikan bayi yang sesuai dengan SOP.
Keterkaitan dengan Smart ASN
Petugas seharusnya mampu memilah informasi dari internet dan membandingkan dengan sumber-sumber kredibel
mengenai perawatan
memandikan bayi yang benar (Digital ethics).
khusus bayi di kamar mandi pasien yang berada di ruang VK tindakan.
memandikan bayi dengan bak mandi dan tempat ganti pakaian bayi
Petugas memandikan bayi di bak mandi khusus bayi di kamar mandi pasien yang berada di ruang VK tindakan.
Gambar 2. 2 Bukti Isu 2
penggunaan masker yang benar pada pasien di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Sumber Isu : Individu
Keterkaitan dengan Manajemen ASN
Petugas seharusnya mampu membuat media edukasi yang menarik dan mudah dipahami agar informasi dapat tersampaikan dengan baik.
Keterkaitan dengan Smart ASN
Petugas seharusnya memiliki
kemampuan dalam
menggunakan media digital sebagai sarana membuat media edukasi penggunaan masker yang benar (Digital skill).
menggunakan masker saat di depan petugas medis saja atau bahkan tidak menggunakan masker meski ada petugas medis.
masker dengan baik dan benar
Pasien tidak menggunakan masker saat berada di ruangan.
Gambar 2. 3 Bukti Isu 3
penyiapan obat bagi pasien di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Sumber Isu : Unit kerja, individu
Keterkaitan dengan Manajemen ASN
Petugas seharusnya mampu melakukan penyiapan obat dengan baik dan benar sesuai SOP.
Keterkaitan dengan Smart ASN
Petugas seharusnya mampu menggunakan teknologi digital dalam mencari referensi terkini dari sumber-sumper terpercaya mengenai proses penyiapan obat (Digital skill).
dilakukan di trolley yang berada di VK Tindakan Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro
penyiapan obat dan loker khusus obat di bangsal Kasuari sehingga petugas lebih tenang dan fokus dalam menyiapkan obat dan proses penyiapan obat tidak memakan waktu lama serta mengurangi risiko tertukarnya obat antar pasien.
Proses penyiapan obat dilakukan di trolley yang berada di ruang VK Tindakan
Gambar 2. 4 Bukti Isu 4
tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Sumber Isu : Unit Kerja, Individu
Keterkaitan dengan Manajemen ASN
Petugas seharusnya mampu memilih media edukasi yang tepat agar pemahaman tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta dapat tersampaikan dengan mudah kepada pasien.
Keterkaitan dengan Smart ASN
Petugas harusnya mampu menguasai teknologi digital sehingga mampu membuat media edukasi yang menarik (Digital skill)
pemasangan KB IUD pasca plasenta di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro
2. Belum tersedianya media
edukasi tentang
pemasangan KB IUD pasca plasenta bagi pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro.
3. Kurangnya koordinasi antar petugas dalam memberikan edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada pasien inpartu di Bangsal Kasuari.
KB IUD pasca plasenta di Bangsal Kasuari
RSUD R.A.A
Tjokronegoro meningkat.
2. Tersedianya media edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta bagi pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro yang menarik dan inovatif.
3. Petugas memberikan edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada pasien inpartu di Bangsal Kasuari secara optimal.
Rendahnya cakupan pemasangan KB IUD pasca plasenta di Bangsal Kasuri RSUD R.A.A Tjokronegoro.
Belum tersedianya media edukasi tentang emasangan KB IUD pasca plasenta bagi pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A
Gambar 2. 5 Bukti Isu 5
Gambar 2. 6 Bukti Isu 5
penetapan kriteria kualitas isu. Analisis isu ini bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Analisis penetapan isu dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL (Aktual, Problematik, Kelayakan, Kekhalayakan) dan USG (Urgency, Seriousness, dan Growth).
1. Analisi Isu APKL ( Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan)
Analisis Kriteria Isu Menggunakan APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan). Analisis APKL merupakan alat bantu untuk menganalisis ketepatan dan kualitas isu dengan memperhatikan tingkat aktual, problematik, kekhalayakan dan layak dari suatu isu yang ada. Penjelasan dari analisis tersebut adalah :
a. Aktual yaitu isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat.
b. Problematik yaitu isu merupakan masalah mendesak yang memerlukan berbagai upaya alternatif jalan keluar dengan aktivitas dan tindakan nyata.
c. Kekhalayakan yaitu isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak.
d. Layak yaitu isu tersebut masuk akal, pantas, realistis, relevan dan dapat dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Penapisan nilai APKL dilakukan dengan memberikan skor dengan rentang antara satu sampai lima, dengan penjelasan nilai masing-masing kriteria sebagai berikut:
Tabel 2. 2 Skor Kriteria APKL
Skor Kriteria
Aktual Problematik Kekhalayakan Kelayakan
1 Tidak actual Tidak Problematik Tidak Kekhalayakan Tidak Kelayakan 2 Kurang actual Kurang Problematik Kurang Kekhalayakan Kurang Kelayakan 3 Cukup Aktual Cukup Problematik Cukup Kekhalayakan Cukup Kelayakan
4 Aktual Problematik Kekhalayakan Kelayakan
5 Sangat Aktual Sangat Problematik Sangat Kekhalayakan Sangat Kelayakan
Tabel 2. 3 Analisis Isu dengan APKL
No Isu
Kriteria
(Skor) Jumlah Peringkat A P K L
1. Belum optimalnya tempat pencucian peralatan medis di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
5 3 3 3 14 V
2. Belum optimalnya perawatan memandikan bayi di Bangsal Kasuari RSUD R.A A Tjokronegoro Purworejo
5 4 3 3 15 IV
3. Belum optimalnya edukasi penggunaan masker yang benar pada pasien dan keluarga di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
5 4 4 4 17 II
4. Belum optimalnya penyiapan obat di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
5 4 4 3 16 III
5. Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
5 5 5 5 20 I
Berdasarkan analisis isu APKL di atas, diperoleh tiga isu utama yang terpilih yang memenuhi kriteria Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan Kelayakan adalah sebagai berikut :
a. Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
.
c. Belum optimalnya penyiapan obat di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
2. Analisis Isu USG (Urgency, Seriousness, and Growth)
Setelah mendapatkan hasil analisis menggunakan APKL selanjutnya dilakukan analisis prioritas isu menggunakan USG (Urgency, Seriousness, dan Growth). Adapun indikator analisis USG sebagai berikut :
a. Urgency yaitu seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dan dihubungkan dengan waktu yang tersedia.
b. Seriousness yaitu seberapa serius isu perlu dibahas dan dihubungkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak dipecahkan.
c. Growth yaitu seberapa mungkin isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk apabila dibiarkan.
Penapisan nilai USG dilakukan dengan memberikan skor dengan rentang antara satu sampai lima, dengan penjelasan nilai masing-masing kriteria sebagai berikut :
Tabel 2. 4 Skor Kriteia USG
Skor Kriteria
Urgency Seriousness Growth
5 Isu yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan
Isu sangat serius untuk segera dibahas karena akan berdampak ke hal yang lain
Isu sangat cepat berkembang untuk segera dicegah
4 Isu mendesak untuk segera diselesaikan
Isu serius untuk segera dibahas karena akan berdampak ke hal yang lain
Isu cepat berkembang untuk segera dicegah 3 Isu cukup mendesak
untuk segera
diselesaikan
Isu cukup serius untuk segera dibahas karena berdampak ke hal yang lain
Isu cukup cepat berkembang
2 Isu kurang mendesak
untuk segera
Isu kurang serius untuk segera dibahas karena kurang
Isu kurang cepat berkembang
1 Isu tidak mendesak
untuk segera
diselesaikan
Isu tidak serius untuk di bahas Isu lamban berkembang
Hasil analisis USG terkait isu-isu di Bangsal Kasuari di RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo disajikan dalam tabel berikut ini :
Tabel 2. 5 Analisis Isu dengan Analisis USG
No. Isu Urgency Seriousness Growth Jumlah Peringkat
1. Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
5 5 5 15 I
2. Belum optimalnya edukasi penggunaan masker yang benar pada pasien dan keluarga di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
4 4 4 12 II
3. Belum optimalnya penyiapan obat di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
4 4 3 11 III
Berdasarkan hasil analisis isu menggunakan USG maka isu prioritas yang perlu diselesaikan adalah “Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo”.
perlu diselesaikan adalah Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
Akar penyebab masalah selanjutnya didiagnosa menggunakan fishbone diagram. Diagram ini merupakan suatu alat untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan. Kategori penyebab permasalahan yang digunakan sebagai start awal meliputi man (sumber daya manusia), material (bahan baku), method (metode), dan milieu (lingkungan) atau melalu pendekatan lain yang dimantapkan melalui braistorming bersama rekan kerja di instansi, sehingga hasilnya dirumuskan sebagai berikut :
Gambar 2. 7 Diagram Fishbone
Setelah dilakukan analisis penyebab terhadap suatu isu prioritas dengan menggunakan fishbone diagram, maka diperoleh penyebab prioritas yang perlu diselesaikan permasalahannya, yaitu :
1. Man : Petugas kurang menguasai materi pemasangan KB IUD pasaca plasenta.
2. Material : Belum optimalnya media edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta. pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
Kurang
koordinasi antar petugas
Edukasi masih dilakukan secara monoton
MAN
MILIEU METHOD
Belum optimalnya media edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta
Beredarnya informasi yang belum jelas kebenarannya.
MATERIAL
Penerapan SOP belum dilakukan secara maksimal
Petugas kurang menguasai materi mengenai pemasangan KB IUD pasca plasenta
Belum adanya evaluasi dari edukasi yang diberikan petugas
Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan
Bidan sebagai pemberi pelayanan kesehatan pada Ibu dan Anak berperan penting untuk meningkat pengetahuan dan kemampuan pasien terhadap derajat kesehatan dirinya. Pelayanan berkualitas didukung oleh petugas yang kompeten dan sistem pelayanan yang efektif dan efisien untuk mendukung kenyamanan publik.
Inovasi berkelanjutan dilakukan untuk menjaga kepuasan publik dan meningkatkan mutu pelayanan, terutama dalam pelayanan kebidanan.
Dampak jika edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta tidak optimal maka ibu tidak memiliki cukup pengetahuan dan pemahan mengenai pemasangan KB IUD yang dapat dilakukan sesaat setelah plasenta lahir. Apabila ibu tidak segera menggunakan kontrasepsi maka risiko terjadinya kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat akan sangat tinggi. Hal tersebut akan berdampak bagi kesehatan fisik dan mental ibu. Jarak kehamilan yang terlalu dekat meningkatkan risiko perdarahan dan kematian saat melahirkan. Oleh karena itu salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan menekan angka pertumbuhan penduduk yakni melalui program Keluarga Berencana (KB) dengan menggunakan alat kontrasepsi.
Selain berdampak bagi kesehatan ibu, hal ini juga dapat berdampak buruk bagi bayi yang dilahirkan sebelumnya karena bayi tersebut tidak bisa mendapatkan manfaat ASI dengan maksimal, yaitu dari ASI eksklusif dan ASI hingga 2 tahun.
Tidak hanya itu, anak juga jadi tidak bisa mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya selama masa perkembangannya.
E. Gagasan Pemecahan Isu
Berdasar uraian di atas, dari penyebab isu strategis yang kemudian dianalisis lagi menggunakan fishbone diagram, maka dapat ditentukan beberapa gagasan kegiatan yang digunakan untuk memecahkan isu prioritas tersebut berdasarkan penyebabnya. Maka ditetapkan judul “Optimalisasi Edukasi Tentang Pemasangan
Tabel 2. 6 Gagasan Pemecahan Isu
No Gagasan Kegiatan Langkah – Langkah
1 Melakukan review bersama rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta.
Menyelesaikan penyebab penerapan SOP belum dilakukan secara maksimal.
(Method)
a. Membuat rencana kegiatan.
b. Melakukan konsultasi dengan mentor.
c. Membuat daftar hadir dan surat undangan.
d. Melaksanakan kegiatan review bersama rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta.
2 Membuat media edukasi leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta.
Menyelesaikan penyebab belum optimalnya media edukasi pemasangan KB IUD Pasca Plasenta pada pasien inpartu.
(Material)
a. Mencari bahan materi dan design leaflet.
b. Membuat draft leaflet.
c. Melakukan konsultasi draft leaflet kepada mentor.
d. Melakukan perbaikan draft leaflet.
e. Mencetak leaflet.
3 Membuat media edukasi audio visual tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta.
Menyelesaikan penyebab belum optimalnya media edukasi pemasangan KB IUD Pasca Plasenta pada pasien inpartu (Material)
a. Mencari bahan materi dan konsep audio visual.
b. Membuat draft audio visual.
c. Melakukan konsultasi draft audio visual kepada mentor.
d. Melakukan perbaikan draft audio visual.
e. Membuat link akses audio visual.
pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada rekan sejawat.
Menyelesaikan penyebab petugas kurang menguasai materi pemasangan KB IUD pasca plasenta.
(Man)
Melakukan konsultasi pelaksanaan sosialisasi kepada mentor.
b. Melakukan perbaikan draft kuesioner pre test dan post test.
c. Membuat daftar hadir dan surat undangan.
d. Memberikan kuesioner pre test kepada petugas.
e. Melaksanakan sosialisasi media edukasi audio visual dan leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada rekan sejawat di Bangsal Kasuari.
f. Memberikan kuesioner post test kepada petugas.
5 Melakukan edukasi dengan media audio visual dan leaflet tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada pasien inpartu
Menyelesaikan penyebab adanya masih beredarnya informasi yang belum jelas kebenarannya.
(Milieu)
a. Menyusun rencana kegiatan edukasi dan kuesioner pre test maupun post test.
b. Melakukan konsultasi draft kuesioner pre test dan post test pada mentor.
c. Melakukan perbaikan pada draft kuesioner pre test dan post test.
d. Memberikan informasi dan meminta kesediaan pasien bahwa akan diberikan edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta.
e. Memberikan kuesioner pre test kepada pasien.
f. Melakukan edukasi tentang pemasangan
pasien.
6 Melakukan evaluasi kegiatan edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu.
Menyelesaikan penyebab belum adanya evaluasi dari edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu (Method)
a. Menyusun lembar evaluasi.
b. Mengumpulkan dan mengolah data kuesioner.
c. Melakukan konsultasi hasil pengolahan data kepada mentor.
d. Menyampaikan hasil evaluasi kegiatan edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta kepada rekan sejawat.
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi
Unit Kerja : RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo Identifikasi Isu (diambil dari
USG)
: 1. Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
2. Belum optimalnya edukasi penggunaan masker yang benar pada pasien dan keluarga di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
3. Belum optimalnya penyiapan obat di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
Isu yang diangkat (core issue)
: Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Penyebab Isu : 1. Man : Petugas kurang menguasai materi pemasangan
inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
3. Method : Penerapan SOP belum dilakukan secara maksimal dan belum adanya evalusi dari kegiatan edukasi
4. Milieu : Beredarnya informasi yang belum jelas kebenarannya di masyarakat
Gagasan Pemecahan Isu : 1. Melakukan review bersama rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta (menyelesaikan penyebab method)
2. Membuat media edukasi leaflet tentang Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta pada pasien inpartu (menyelesaikan penyebab material)
3. Membuat media edukasi audio visual tentang Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta pada pasien inpartu (menyelesaikan penyebab material)
4. Melakukan sosialisasi media edukasi audio visual dan leaflet Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta kepada rekan sejawat (menyelesaikan penyebab man)
5. Melakukan edukasi dengan media audio visual dan leaflet tentang Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta kepada pasien inpartu (menyelesaikan penyebab Milieu)
6. Melakukan evaluasi kegiatan edukasi Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta pada pasien (menyelesaikan penyebab method)
Unit Kerja : RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo
Tupoksi yang sesuai dengan RA : 1. Memberikan K o mu n ik a s i Inf o r mas i d a n E d uk a s i ( KIE) tentang kesehatan ibu pada individu/
keluarga sesuai dengan kebutuhan
2. Memfasilitasi konseling Keluarga Berencana (KB) Identifikasi Isu (diambil dari
analisa USG)
: 1. Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
2. Belum optimalnya edukasi penggunaan masker yang benar pada pasien dan keluarga di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
3. Belum optimalnya penyiapan obat di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Isu yang diangkat (core issue) : Belum optimalnya edukasi tentang pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Penyebab isu (diambil dari Diagram Fishbone)
: 1. Man : Petugas kurang menguasai materi pemasangan KB IUD pasaca plasenta
2. Material : belum optimalnya media edukasi pemasangan KB IUD pasca plasenta pada pasien inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
3. Method : Penerapan SOP belum dilakukan secara maksimal dan belum adanya evalusi dari kegiatan edukasi
4. Milieu : Beredarnya informasi yang belum jelas kebenarannya di masyarakat Gagasan pemecahan isu (konsep
judul)
: Optimalisasi Edukasi Tentang Pemasangan KB IUD Pasca Plasenta dengan Media Edukasi Audio Visual dan Leaflet pada Pasien Inpartu di Bangsal Kasuari RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan review bersama rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta
Sumber : SKP
Adanya pemahaman dan persepsi yang sama antar rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta
Keterkaitan dengan Manajemen ASN : Melakukan review bersama rekan sejawat
tentang SOP
pemasangan KB IUD
pasca plasenta
diharapkan dapat membangun komitmen dan persepsi yang sama untuk selalu menerapkan SOP dalam memberikan
pelayanan yang
berkualitas sehingga menjaga adanya konflik dalam melaksanakan tugas.
Sesuai dengan Kode Etik dan Perilaku ASN no. 8 yaitu menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.
Keterkaitan dengan Smart ASN :
saya mengirimkan surat
Adanya pemahaman dan persepsi yang sama antar rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta memberikan
kontribusi pada : Visi Kabupaten Purworejo yaitu
“Purworejo Berdaya Saing 2025” dan mendukung
pencapaian Misi Kabupaten
Purworejo ke 4 yaitu
“Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang
baik (good
govenance)”
Visi RSUD R.A.A.
Tjokronegoro yaitu
“Terwujudnya rumah
Adanya pemahaman dan persepsi yang sama antar rekan sejawat tentang SOP pemasangan KB IUD pasca plasenta memperkuat capaian nilai organisasi
RSUD R.A.A
Tjokronegoro :
Keterbukaan yaitu kesediaan untuk menerima masukan dari berbagai pihak.
undangan kegiatan review SOP melalui aplikasi Whattsapp grup.
(Digital Skill)
sakit umum daerah yang handal, modern dan berbudaya” dan mendukung
tercapainya Misi
RSUD R.A.A
Tjokronegoro ke 1 yaitu “Memberikan pelayanan yang professional dan berkualitas”
a. Membuat rencana kegiatan
Adanya draft rencana kegiatan review
tentang SOP
pemasangan KB IUD pasca plasenta
Saya menyusun rencana kegiatan dengan cermat dan bertanggung jawab (Akuntabel)
b. Melakukan
konsultasi dengan mentor
Adanya saran dan masukan serta persetujuan tertulis
dari mentor
mengenai kegiatan review bersama
Saya selalu menghargai perbedaan pendapat (Harmonis) saat berkonsultasi serta menerima saran dan masukan dari mentor dengan baik (Loyal-Sila Ke-4 Pancasila) untuk mendapatkan hasil yang terbaik (Kompeten) c. Membuat surat
undangan dan daftar hadir
Adanya draft surat undangan dan daftar hadir untuk kegiatan
Saya membuat surat undangan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (Loyal- Nasionalisme: Pancasila Sila Ke-3) dan mengerjakannya dengan penuh kecermatan dan tanggung jawab (Akuntabel). Saya