LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG TERWUJUDNYA
SMART GOVERNANCE
OPTIMALISASI EDUKASI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PASIEN PRE ANESTESI DENGAN MEDIA LEAFLET DI IBS RSUD R.A.A.
TJOKRONEGORO PURWOREJO
Disusun oleh:
NAMA : KHARISMA NOVITA DEWI, A.Md.Kep.
NIP : 199611252022032008
NO.DAFTAR HADIR : 17
JABATAN : PELAKSANA/TERAMPIL – ASISTEN PENATA ANESTESI
COACH : MUHAMMAD ALAZIZ, SE. MM.
MENTOR : BUDIJANTO, AMK
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN CLXXV BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2022
ii
ABSTRAK
OPTIMALISASI EDUKASI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PASIEN PRE ANESTESI DENGAN MEDIA LEAFLET DI IBS RSUD R.A.A.
TJOKRONEGORO PURWOREJO Oleh : Kharisma Novita Dewi, A.Md.Kep.
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi habituasi dalam agenda Pelatihan Dasar CPNS ini bertujuan agar dapat mengimplementasikan dan membiasakan nilai-nilai dasar PNS meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif (BerAKHLAK) serta kedudukan dan peran PNS untuk mendukung Smart Governance. Kegiatan aktualisasi dan habituasi ini untuk mengatasi isu optimalisasi edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi dengan media leaflet di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo.
Aktualisasi dan habituasi terdiri dari 5 kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober – 5 November 2022. Kegiatan pertama menyusun draft SPO ; kegiatan kedua membuat media edukasi berupa leaflet ; kegiatan ketiga melakukan sosialisasi media edukasi berupa leaflet kepada rekan kerja ; kegiatan keempat melaksanakan edukasi pre anestesi kepada pasien dengan media leaflet
; kegiatan kelima melakukan evaluasi kegiatan.
Pelaksanaan seluruh kegiatan dan hasil/outputnya adalah adanya 1 draft SPO, adanya 1 leaflet tentang edukasi pre anestesi, adanya pemahaman 5 rekan kerja mengenai media edukasi berupa leaflet, adanya pemahaman 8 pasien mengenai materi edukasi pre anestesi dengan media leaflet, diketahui perkembangan edukasi menggunakan media leaflet. Dari 10 pasien dengan media leaflet didapatkan sebanyak 8 pasien yang memahami materi edukasi, sebanyak 7 pasien mengalami penurunan kecemasan setelah diberi edukasi dan sebanyak 3 pasien yang masih mengalami kecemasan setelah diberi edukasi.
Hasil seluruh rangkaian kegiatan mampu mengoptimalkan edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi dengan media leaflet di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo.
Kata Kunci : Aktualisasi, BerAKHLAK, Leaflet, Menurunkan kecemasan pasien pre anestesi
iii
iv
v
PRAKATA
Segala puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan aktualisasi dan habituasi dengan judul
“Optimalisasi Edukasi untuk Menurunkan Kecemasan Pasien Pre Anestesi dengan Media Leaflet Di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo”
Penulisan laporan aktualisasi nilai – nilai dasar PNS ini disusun sebagai salah satu persyaratan kelulusan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan CLXXV Tahun 2022 yang diselenggarakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah sebagai bentuk pemahaman nilai-nilai dasar PNS antara lain Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Hamonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif (BerAKHLAK) yang diterapkan di lingkungan RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
Penyelesaian laporan aktualisasi ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak H. Ganjar Pranowo, SH., MIP. selaku Gubernur Provinsi Jawa Tengah yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil,
2. R.H. Agus Bastian, SE,M.M selaku Bupati Kabupaten Purworejo, yang telah menjadi panutan dan mendukung dalam proses perekrutan CPNS sehingga proses latihan dasar CPNS dapat berlangsung,
3. Drs. Mohammad Arief Irwanto, M.Si. selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Derah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah yang telah mendukung kegiatan Pendidikan dan pelatihan dasar CPNS,
4. Fithri Edhi Nugroho, SE, MM selaku Kepala BKPSDM Kabupaten Purworejo beserta jajarannya yang telah memfasilitasi peserta Latihan Dasar CPNS angkatan CLXXV Pemerintah Kabupaten Purworejo,
5. dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT-KL,M.Kes selaku Direktur RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo yang telah memberikan ijin pelaksanaan aktualisasi dan habituasi,
v
6. Dr. Ir. KRISTIYO SUMARWONO, M.Sc. selaku narasumber/penguji yang telah yang memberikan saran, masukan perbaikan untuk penyempurnaan laporan aktualisasi ini sehingga dapat diterapkan dengan lebih baik, 7. Muhammad Alaziz, SE. MM. selaku coach/pembimbing yang telah
memberikan bimbingan dan arah an kepada penulis sehingga laporan aktulisasi ini dapat diselesaikan dengan baik,
8. Budijanto, AMK selaku mentor dari RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo yang telah memberikan bimbingan dan arahan penulis sehingga laporan aktulisasi ini dapat diselesaikan dengan baik, 9. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan ilmunya selama kegiatan
Pelatihan Dasar CPNS,
10. Seluruh Panitia penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS,
11. Keluarga besar RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo yang telah memberikan dukungan dan Kerjasama pada masa Pelatihan Dasar CPNS,
12. Keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan, doa, dan motivasinya selama ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan penyusunan laporan aktualisasi dan habituasi ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun bagi perbaikan dan kelengkapan penyusunan laporan aktualisasi dan habituasi ini sangat diharapkan. Akhirnya penulis berharap semoga laporan aktualisasi dan habituasi ini dapat terlaksana dan bermanfaat bagi semua.
Semarang, 24 November 2022 Penulis,
Kharisma Novita Dewi, A.Md.Kep.
Pelaksana/Terampil – Asisten Penata Anestesi NIP. 19961125 202203 2 008
vi
DAFTAR ISI
JUDUL HALAMAN...i
ABSTRAK...ii
HALAMAN PERSETUJUAN...iii
HALAMAN PENGESAHAN...iv
PRAKATA...v
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
BAB I PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA ... 1
A.Gambaran Umum Organisasi ... 1
1. Dasar Hukum Organisasi ... 2
2. Tugas Fungsi Organisasi ... 2
3. Susunan / Struktur Organisasi dan Tata Kerja ... 4
4. Visi dan Misi Organisasi ... 6
5. Tujuan Organisasi ... 7
6. Nilai – Nilai Budaya Organisasi ... 9
B.Tupoksi Jabatan Peserta ... 10
C.Role Model ... 12
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI ...14
A. Identifikasi dan Deskripsi Isu ... 14
B. Analisis Isu ... 20
C. Analisis Penyebab Isu ... 23
D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan ...24
E. Gagasan Pemecahan Isu...25
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi...27
G. Jadwal Rancangan Aktualisasi...37
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI DAN HABITUASI...40
A. Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal...40
B. Pelaksanaan Aktualisasi Dan Habituasi...40
vii
1. Kegiatan 1...40
2. Kegaitan 2...45
3. Kegiatan 3...51
4. Kegiatan 4...57
5. Kegiatan 5...64
C. Kondisi Sebelum Dan Sesudah...70
BAB IV SIMPULAN...71
DAFTAR PUSTAKA...73
CURRICULUM VITAE...75
75 LEMBAR KOMITMEN TINDAK LANJUT AKTUALISASI HABITUASI...76
LAMPIRAN...79
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Identifikasi Isu...15
Tabel 2.2 Skor Kriteria APKL...20
Tabel 2.3 Analisis Isu dengan metode APKL...21
Tabel 2.4 Skala Likert USG ... ...22
Tabel 2.5 Analisis Isu dengan metode USG...22
Tabel 2.6 Gagasan Pemecahan Isu...25
Tabel 2.7 Rancangan Aktualisasi...27
Tabel 2.8 Jadwal Rancangan Kegiatan ...37
Tabel 3.1 Perubahan Aktualisasi...40
Tabel 3.2 Kondisi Sebelum dan Sesudah Aktualisasi...70
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo ... 1
Gambar 1.2 Struktur Organisasi RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo .... 4
Gambar 1.3 dr. Muhammad Reza Adryanto, Sp.An ...12
Gambar 2.1 Sedian Obat Anestesi ...15
Gambar 2.2 Belum lengkapnya pengisian dokumen rekam medis ...16
Gambar 2.3 Ruang Penerimaan ...17
Gambar 2.4 Ruang Pemulihan ...18
Gambar 2.5 Lembar transfer pasien internal ...19
Gambar 2.6 Diagram Fishbone...24
Gambar 3.1 Referensi SPO...41
Gambar 3.2 Menyusun draft SPO...42
Gambar 3.3 Foto melakukan konsultasi kepada mentor...43
Gambar 3.4 Hardfile SPO...43
Gambar 3.5 Mengusulkan draft SPO kepada pejabat yang berwenang...44
Gambar 3.6 Referensi materi edukasi...47
Gambar 3.7 Mendesain media edukasi leaflet...47
Gambar 3.8 Melakukan konsultasi kepada mentor...48
Gambar 3.9 Hardfile leaflet...49
Gambar 3.10 Melakukan konsultasi kepada mentor...52
Gambar 3.11 Foto membuat undangan...52
Gambar 3.12 Foto membuat daftar hadir...53
Gambar 3.13 Hardfile leaflet...53
Gambar 3.14 Lembar evaluasi...54
Gambar 3.15 Foto kegiatan sosialisasi...54
Gambar 3.16 Foto daftar hadir...55
Gambar 3.17 Foto data evaluasi sosialisasi...55
Gambar 3.18 Foto melakukan konsultasi kepada mentor...58
Gambar 3.19 Hardfile leaflet...59
x
Gambar 3.20 Lembar kuesioner evaluasi...59
Gambar 3.21 Foto meminta kesediaan pasien...60
Gambar 3.22 Foto melakukan edukasi kepada pasien...61
Gambar 3.23 Lembar kuesioner evaluasi yang terisi...62
Gambar 3.24 Foto membuat lembar evaluasi...65
Gambar 3.25 Foto menganalisis data evaluasi...66
Gambar 3.26 Foto melakukan konsultasi kepada mentor...66
Gambar 3.27 Foto menyusun laporan evaluasi kegiatan...67
1
1
BAB I
PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA
A. Gambaran Umum Organisasi
Gambar 1.1 RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Rumah Sakit Umum Daerah R.A.A. Tjokronegoro mulai digagas pendiriannya pada tahun 2015 oleh Bupati Purworejo karena di Kabupaten Purworejo belum ada RSUD tipe C, juga karena RSUD Tipe B yang ada di kabupaten Purworejo sudah tidak mampu lagi menampung pasien rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama, sehingga dirasa perlu untuk mendirikan RSUD Tipe C. Pembangunan fisik RSUD R.A.A. Tjokronegoro di mulai sejak tahun 2018 dan diresmikan oleh Bupati Purworejo pada 1 September 2020.
RSUD R.A.A. Tjokronegoro beralamatkan di Jl. Soekarno-Hatta, Borokulon, Banyurip, Purworejo Kode Pos 54171 berdiri di tanah seluas 19.755 m2 dan bangunan gedung seluas 13.160 m2 yang terdiri dari 1 basemen dan 3 lantai podium.
RSUD R.A.A. Tjokronegoro memiliki 4 pelayanan spesialis dasar yaitu Kebidanan dan Kandungan, Bedah, Kesehatan Anak dan Penyakit Dalam serta pelayanan spesialis lainnya yaitu : Mata, Syaraf, Kulit dan kelamin, Jiwa, Bedah
2
mulut, Urologi, THT dan Gigi serta pelayanan penunjang lain seperti : Hemodialisa, Laboratorium, Gizi, Radiologi, Rehab Medik dan Anestesi. Saat ini RSUD R.A.A. Tjokronegoro menyediakan pelayanan rawat inap sebanyak 105 tempat tidur, pelayanan rawat jalan dan pelayanan gawat darurat serta telah melayani pasien umum, Jamkesda, Jampersal maupun pasien BPJS.
1. Dasar Hukum Organisasi
Berdasarkan UU RI No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. RSUD R.A.A Tjokronegoro berdiri sebagai amanat Peraturan Bupati Purworejo Nomor 59 Tahun 2019 tetang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Kabupaten Purworejo.
Penetapan nama Rumah Sakit ini berdasarkan Keputusan Bupati Purworejo Nomor 160.18/689/2019 tentang penetapan nama R.A.A.
Tjokronegoro sebagai nama Identitas Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Kabupaten Purworejo. Adapun masa berlaku izin operasionalnya Berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Purworejo Nomor 562.62/001/IORS/VII/2020 tentang Pemberian Izin Operasional Rumah Sakit tanggal 20 Juli 2020, masa berlaku Izin Operasional selama 5 (lima ) tahun (20 Juli 2020 s.d 20 Juli 2025)
2. Tugas Fungsi Organisasi
Rumah Sakit Umum R.A.A Tjokronegoro adalah lembaga teknis daerah yang merupakan unsure penunjang Pemerintah Kabupaten Purworejo berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Kabupaten Purworejo mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan Kesehatan perorangan secara paripurna dan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, RSUD R.A.A Tjokronegoro menyelenggarakan fungsi ;
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan kesehatan;
3
b. Pelayanan penunjang dalam penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang pelayanan Kesehatan;
c. Penyusunan rencana dan program, monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan;
d. Pelayanan medis;
e. Pelayanan penunjang medis dan non medis;
f. Pelayanan keperawatan;
g. Pelayanan rujukan;
h. Pengelolaan keuangan dan akuntansi;
i. Pengelolaan urusan kepegawaian, hukum, hubungan masyarakat, organisasi dan tata laksana, serta rumah tangga, perlengkapan dan umum; dan
j. Pelaksanaan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, sesuai dengan tugas dan fungsinya.
4
3. Susunan / Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Gambar 1.2 Struktur Organisasi RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo
INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS)
5
Berikut penjelasan uraian tugas pokok dari struktur organisasi yaitu a. Direktur
Mempunyai tugas memimpin RSUD R.A.A Tjokronegoro melaksanakan tugas dan fungsinya
b. Kepala Bagian Sekretariat
Mempunyai tugas mengkoordinasikan, memberikan pelayanan teknis dan pelayanan admnistratif kepada semua unsur dalam lingkungan RSUD R.A.A Tjokronegoro serta melakukan penyiapan koordinasi, fasilitasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, kegiatan penyusunan anggaran, perbendaharaan, verifikasi dan dan akuntansi, mobilisasi dana, evaluasi dan pelaporan, umum dan kepegawaian.
c. Kepala Subbag Umum dan Kepegawaian
Mempunyai tugas membantu Kepala Bagian Sekretariat dalam lingkup administrasi meliputi ketatausahaan, kerumahtanggaan, pengelolaan barang milik daerah, kerja sama, hubungan masyarakat, penanganan aduan, keamanan, perparkiran, arsip, dokumentasi, tata usaha kepegawaian, pembinaan pegawai, pengembangan karir pegawai, pengembangan kompetensi pegawai, dan mutasi pegawai.
d. Kepala Subbag Keuangan
Mempunyai tugas membantu Kepala Bagian Sekretariat dalam lingkup bidang keuangan dan anggaran yang meliputi pelayanan administrasi keuangan terpadu, perbendaharaan, pembukuan, akuntansi dan penganggaran.
e. Kepala Subbag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan
Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, perencanaan, pengoordinasian, pelaksanaan, pengadministrasian, pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang program.
f. Kepala Bidang Pelayanan
Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, fasilitas perumusan dan kebijakan, evaluasi serta pelaporan pelayanan medis dan keperawatan.
6
g. Kepala Seksi Pelayanan Medis
Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pelayanan yang meliputi pengumpulan data, identifikasi, analisi, penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi dan pelaporan serta menyusun sistem pelaksanaan administrasi dan registrasi pasien, catatan rekam medis dan rujukan, penyimpanan dokumen medis,surat keterangan medis dan pelaporan.
h. Kepala Seksi Keperawatan
Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pelayanan yang meliputi pengumpulan data, identifikasi, analisis, penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan pelaksanaan kiegiatan pelayanan asuhan keperawatan pada rawat jalan dan rawat inap
i. Kepala Bidang Penunjang
Mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, fasilitasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penunjang medis dan non medis
j. Kepala Seksi Penunjang medis
Membantu Kepala Bidang Penunjang dalam lingkup seksi penunjang medis yang meliputi perumusan kebijakan, pengkoordinasian, pembinaan, pengendalian dan pemberian bimbingan
k. Kepala Seksi Penunjang Non Medis
Mempunayai tugas membantu Kepala Bidang Penunjang dalam lingkup seksi penunjang non medis yang meliputi perumusan kebijakan, pengkoordinasian, pembinaan, pengendalian dan pemberi bimbingan
4. Visi dan Misi Organisasi 1) Visi Kabupaten Purworejo
“Purworejo Berdaya Saing 2025”
2) Misi Kabupaten Purworejo
1) Meningkatkan daya saing Sumber daya Manusia yang Unggul dalam arti luas mengedepakan kompetensi keahlian dan keilmuan yang berbasis pada religiousitas masyarakat;
7
2) Meningkatkan daya saing sector pertanian dalam arti luas yang sinergi dengan pengembangan UMKM, perdagangan dan industri;
3) Meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM, perdagangan, industry serta potensi pariwisata dan seni budaya;
4) Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good govenance);
5) Meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi.
3) Visi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
“Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang Handal, Modern dan Berbudaya”
4) Misi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
1) Memberikan Pelayanan yang professional dan berkualitas;
2) Mengembangkan pelayanan berbasis teknologi;
3) Menyediakan pelayanan yang terjangkau;
4) Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
5. Tujuan Organisasi
a. Tujuan Organisasi Kabupaten Purworejo
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 11 Tahun 2021 tentang Rencana Pengembangan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026 tujuan dan sasaran organisasi diantaranya:
1) Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dengan sasaran:
a) Meningkatkan Derajat Pendidikan Masyarakat b) Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat c) Meningkatkan Ketahanan Pangan
d) Terkendalinya Laju Pertumbuhan Penduduk e) Terwujudnya Kesetaraan Pembangunan Gender f) Terwujudnya Pembangunan Pemuda dan Olahraga 2) Penurunan Angka Kemiskinan, dengan sasaran:
a) Berkurangnya Penduduk Miskin
8
3) Pengurnagan Tingkat Pengangguran, dengan sasaran:
a) Meningkatkan Partisipasi Angkatan Kerja
4) Peningkatan Pertumbuhan PDRB Sektor Pertanian, kehitanan, dan Perikanan, dengan sasaran:
a) Meningkatnya Nilai Tambah Pertanian, kehutanan, dan Perikanan
5) Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, dengan sasaran:
a) Meningkatkan PDRB Per Kapita
b) Meningkatkan Pembangunan Pedesaan
6) Tata Kelola Kelembagaan Berkelas Dunia, dengan sasaran:
a) Terwujudnya Birokrasi yang Bersih dan Akuntabel b) Terwujudnya Birokrasi yang Kapabel
c) Terwujudnya Pelayanan Publik yang Prima
7) Peningkatan Infrastruktur Berbasis Kebencanaan dan Lingkungan Hidup Berkelanjutan, dengan sasaran:
a) Meningkatnya Kualitas Infrastruktur Umum
b) Terkelolanya Lingkungan Hidup secara Berkelanjutan c) Meingkatnya Ketahanan Daerah terhadap Bencana b. Tujuan Organisasi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
1) Meningkatkan profesionalisme dan ketrampilan sumber daya manusia dan non medis
2) Memberikan pelayanan yang berbasis teknologi mutakhir 3) Memberikan akses informasi dan pelaporan yang cepat, tepat
dan akurat
4) Memberikan pelayanan yang jelas dan transparan terhadap biaya Kesehatan
5) Memberikan pelayanan yang mudah diakses oleh pelanggan dengan memanfaatkan teknologi, telekomunikasi dan infromatika
6) Memenuhi sarana dan prasarana yang mendukung pada pengelolaan keselamatan pasien
9
6. Nilai – Nilai Budaya Organisai
a. Nilai – Nilai Budaya Organisasi Kabupaten Purworejo
“Nilai Budaya Kerja Kabupaten Purworejo adalah “BERIMAN - PROFESIONAL“
1) Bersih mengandung arti bersih dalam berfikir, bertindak, dan bekerja, mentaati peraturan perundangan yang baik;
2) Ikhlas yaitu dalam norma etika dan agama dapat diartikan rela sepenuh hati, datang dari lubuk hati, tidak mengharapkan imbalan atau balas jasa atas suatu perbuatan, khusunya yang berdampak positif pada orang lain, dan semata mata karena menjalankan tugas / amanah demi Yang Maha Kuasa;
3) Melayani yaitu memberikan pelayanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, akurat, berdaya guna dan berhasil guna yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan;
4) Akuntabel yaitu dalam melaksanakan tugas dapat mempertanggungjawabkan baik segi proses maupun hasil;
5) Profesional yaitu dalam melaksanakan tugas selalu menyelesaikan secara baik, tuntas, sesuai kompetensi / keahlian, orang yang terampil, andal dan sangat bertanggungjawab dalam menjalankan profesinya.
b. Nilai – nilai Budaya Organisasi Rumah Sakit
Janji layanan RSUD R.A.A Tjokronegoro “SIAP” dalam memberikan pelayanan,dijabarkan sebagai berikut:
1) Sigap
a) Memberikan pelayanan secara cepat b) Segera merespon kebutuhan pelanggan
c) Penuh semangat dalam memberikan pelayanan d) Ikhlas / empati dalam melayani
2) Inovatif
a) Memberikan pelayanan sesuai dengan ilmu dan teknologi mutakhir
b) Memberikan pelayanan yang mudah, terjangkau, dan memuaskan
10
3) Akuntabel
a) Sistem keuangan yang jelas, transparan/ dapat dipertanggungjawabkan
b) Melaksanakan tugas seuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan
4) Professional
a) Bekerja sesuai dengan system dan prosedur yang berlaku b) Selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik c) Terbuka dalam mengemukakan pendapat
B. Tupoksi Jabatan Peserta
Berdasarkan Keputusan Bupati Purworejo Nomor: 810 / 3349 Tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo Formasi Tahun 2022 sebagai Asisten Penata Anestesi Pelaksana/Terampil. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomer 10 Tahun 2017 Pasal 7 Tentang Uraian Tugas Asisten Penata Anestesi Terampil/Pelaksana.
Uraian kegiatan tugas Jabatan Fungsional Asisten Penata Anestesi sesuai jenjang jabatannya sebagai berikut:
1. Pelayanan asuhan kepenataan anestesi dalam praanestesi meliputi:
a) melakukan penyusunan rencana kerja harian b) melakukan penyusunan rencana kerja bulanan c) melakukan penyusunan rencana kerja tahunan
d) melakukan penyusunan rencana kebutuhan alat anestesi, obat, dan bahan anestesi habis pakai harian
e) melakukan penyusunan daftar permintaan kebutuhan alat, obat, dan bahan anestesi habis pakai bulanan
f) melakukan penyusunan daftar permintaan kebutuhan alat, obat, dan bahan anestesi habis pakai tahunan
g) melakukan inventarisasi alat, obat dan bahan anestesi habis pakai yang tersedia
11
h) melakukan inventarisasi penggunaan alat, obat, dan bahan anestesi habis pakai yang telah digunakan
i) melaksanakan persiapan alat dan mesin anestesi
j) mempersiapkan dokumen kebutuhan pasien dalam pelayanan anestesi
k) melakukan pengecekan administrasi pasien l) Menyiapkan emergency kit
m) menyiapkan peralatan dan obat-obatan sesuai dengan perencanaan teknik anestesi
n) melakukan persiapan alat-alat untuk anestesi regional
o) melakukan komunikasi efektif kepada pasien tentang tindakan anestesi yang akan dilakukan (jika pasien sadar); dan
p) pendokumentasian semua tindakan yang dilakukan selama proses pelayanan anestesi.
2. Pelayanan asuhan kepenataan anestesi dalam intraanestesi meliputi:
a) melakukan monitoring tanda vital selama tindakan anestesi b) pendokumentasian pemakaian obat-obatan dan alat
kesehatan yang dipakai
c) melakukan pencatatan pelaporan selama proses anestesi dan d) melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
3. Pelayanan asuhan kepenataan anestesi dalam pascaanestesi meliputi:
a) melakukan pelayanan terapi inhalasi
b) melakukan pemeliharaan peralatan agar siap untuk dipakai pada tindakan anestesia selanjutnya
c) melakukan kegiatan bantuan/partisipasi dalam bidang kesehatan
d) partisipasi dalam keadaan bencana
e) melaksanakan Pelayanan Kesehatan Terpadu dan f) membina peran serta masyarakat.
12
C. Role Model
Gambar 1.3 Role Model
dr. Muhammad Reza Adryanto, Sp.An
Role model adalah gambaran ideal yang diharapkan pada masa depan untuk dapat dijadikan teladan. Pada sebuah organisasi maupun diri pribadi diperlukan adanya role model yang dapat membuat seseorang untuk dapat menjadi pribadi yang ideal sehingga memudahkan dalam mencapai tujuan dan mengenali diri dan potensi masing-masing.
Sosok yang menjadi role model penulis adalah dr. Muhammad Reza Ardyanto, Sp.An. Beliau merupakan Dokter Spesialis Anestesi sekaligus Ketua Komite Mutu di RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo lahir di Jakarta, 6 Juni 1986, alamat tempat tinggal Perum Villa Arsita No.C2, Jl. Kapten Hariyadi, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Dr Reza mempunyai sifat yang ramah kepada seluruh pasien dan bersikap ramah kepada penata anestesi dan perawat bedah serta beliau cekatan dalam melakukan tindakan anestesi (Berorientasi Pelayanan). Sebagai dokter spesialis anestesi beliau sangat bertanggung jawab atas pasien yang dilakukan tindakan anestesi dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tupoksinya (Akuntabel).
Dalam pekerjaan beliau senantiasa membagi ilmu kepada penata anestesi mengenai hal yang belum dimengerti oleh penata anestesi dan selalu membantu disaat penata anestesi mengalami kesulitan dalam melakukan tindakan anestesi. Dalam melaksanakan pekerjaan beliau selalu
13
melakukan dengan kinerja terbaik dan sesuai dengan bidangnya (Kompeten).
dr.Reza dalam melakukan tindakan anestesi tidak pernah membeda- bedakan latar belakang pasien, semua pasien diberi perlakuan yang sama (Harmonis). Beliau sangat berkontribusi dalam pelayanan di IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo serta beliau menjujung tinggi nilai-nilai Pancasila (Loyal).
Beliau proaktif dalam menangani kegawatan ketika dilakukan tindakan anestesi (Adaptif). Beliau tidak pernah segan dalam bekerja sama dengan profesi lain, serta memberi kesempatan kepada profesi lain untuk berkontribusi dalam melakukan tindakan anestesi (Kolaboratif).
Beliau merupakan salah satu tokoh yang layak dijadikan panutan dalam menjalankan tugas sebagai ASN yang berpegang teguh nilai-nilai dasar ASN yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif (BerAKHLAK).
14
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
A. Identifikasi dan Deskripsi Isu
Isu merupakan suatu fenomena atau kejadian baik disadari maupun tidak yang dianggap penting atau dapat menjadi menarik perhatian orang banyak, sehingga menjadi bahan yang layak untuk didiskusikan. Isu strategis (kritikal) kontemporer merupakan kelompok isu yang mendapatkan perhatian sorotan publik secara luas dan memerlukan penanganan sesegera mungkin dari pengambilan keputusan.
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu atau problematika yang ditemukan melalui observasi yang dilakukan oleh penulis dalam melaksanakan tugas sebagai asisten penata anestesi di Instansi tempat kerja yaitu ruang IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo selama 5 bulan yaitu bulan 4 April - 30 Agustus 2022. Sumber isu yang diangkat berasal dari unit kerja yang bersumber dari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), dan Inovasi.
Penetapan isu yang diangkat sebagai laporan aktualisasi tentu harus memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai dasar ASN yang diakronimkan BerAKHLAK, yaitu Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Berdasarkan uraian mengenai keterkaitan keterkaitan isu-isu yang akan diangkat sebagai rancangan aktualisasi di atas, maka dapat diidentifikasi isu-isu sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut.
15
Tabel 2.1 Identifikasi Isu
No Isu dan
Keterkaitan Agenda III
Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan Data dan Informasi Pendukung
1 2 3 4 5
1. Belum adanya pelabelan obat anestesi di IBS
RSUD R.A.A.
Tjokronegoro
Sumber isu : Unit kerja, Individu
Keterkaitan Agenda III : Manajemen ASN
Kurang kompeten dalam pelabelan obat anestesi yang digunakan
SMART ASN
Dalam pembuatan pelabelan yang dapat memanfaatkan perangkat lunak ms word yang kemudian dilakukan pencetakan label belum menerapkan (Digital Skills)
Dari hasil pengamatan selama 5 bulan di IBS RSUD R.A.A.
Tjokronegoro, pelabelan obat masih menggunakan label pada vial atau ampul obat dan hanya menggunakan spidol.
Standart pelabelan obat yaitu harus ada label khusus agar tidak mudah rusak dan memudahkan petugas IBS dalam memberikan obat ke pasien.
Gambar 2.1 Sedian Obat Anestesi - Belum ada pelabelan obat yang
sesuai pada sediaan obat di spuit - Pelabelan sediaan obat pada spuit
masih menggunakan etiket bekas vial dan ampule atau spidol
16 2. Belum optimalnya
pengisian dokumen rekam medis pasien secara lengkap di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
Sumber isu : Unit kerja, Individu
Keterkaitan Agenda III : Manajemen ASN
Isu tersebut
mengakibatkan kurang maksimalnya petugas dalam pelayanan public (Fungsi ASN)
SMART ASN
Pengisian dilakukan secara manual dan pembuatan dokumen
rekam medis
memanfaatkan perangkat lunak ms word (Digital Skills)
Di IBS RSUD R.A.A.
Tjokronegoro, sering kembalinya rekam medis pasien ke IBS karena belum
lengkap sehingga
menghambatnya proses pengklaiman, menurunkan capaian indikator mutu kepatuhan pengisian rekam medis rumah sakit.
Menurunnya kejadian rekam medis pasien yang belum lengkap, meningkatnya kesadaran petugas IBS tentang pentingnya kelengkapan rekam medis dan lebih disiplin dalam mengisi rekam medis medis pasien.
Gambar 2.2 Belum lengkapnya pengisian dokumen rekam medis - Dokumen rekam medis pasien yang
belum lengkap
17 3. Belum optimalnya edukasi
untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro Sumber isu : Unit kerja, Individu
Keterkaitan Agenda III : Manajemen ASN
Edukasi kecemasan belum dilaksanakan secara professional oleh petugas IBS yaitu belum mengimplementasikan tindakan non farmakologi penurunan kecemasan pre anestesi karena belum tersedianya media edukasi SMART ASN
Belum ada media edukasi pasien pre anestesi seperti leaflet, dalam hal ini belum menerapkan (Digital Skills)
Dari hasil pengamatan dan pengimplementasian selama 5 bulan di IBS RSUD R.A.A.
Tjokronegoro edukasi pasien pre anestesi sudah berjalan namun belum maksimal,
dikarenakan belum
tersedianya media edukasi sehingga penyampaian edukasi belum optimal.
- Optimalnya edukasi ke pasien dengan media edukasi yang inovatif dan informatif sehingga dapat menurunkan kecemasan pasien pre anestesi dan pelayanan anestesi berjalan optimal.
- Tanda-tanda vital pasien normal
- Raut wajah tenang Gambar 2.3 Ruang Penerimaan - Belum terdapat media edukasi di
ruang penerimaan untuk
menurunkan kecemasan pasien
18 4. Belum adanya penilaian
pulih sadar mencakup Aldrete score, Bromage score, dan Swerd score di ruang pemulihan IBS
RSUD R.A.A.
Tjokronegoro
Sumber isu : Unit kerja, Individu
Keterkaitan Agenda III : Manajemen ASN
Isu tersebut
mengakibatkan kurang maksimalnya petugas dalam pelayanan public (Fungsi ASN)
SMART ASN
Belum memanfaatkan perangkat lunak ms word untuk pengadaan lembar penilaian pulih sadar(digital skill)
Dari hasil pengamatan selama 5 bulan di IBS RSUD R.A.A.
Tjokronegoro diperoleh hasil bahwa pada ruang pemulihan belum memenuhi kriteria yang salah satunya yaitu lembar terdapat penilaian pulih sadar pasien post anestesi yang meliputi Aldrete score untuk pasien dengan General Anestesi, Bromage score untuk pasien dengan Regional Anestesi, dan Steward score untuk pasien anak-anak.
Pada ruang pemulihan terdapat memenuhi kriteria yang salah satunya yaitu terdapat lembar penilaian pulih sadar pasien post anestesi yang meliputi Aldrete score untuk pasien dengan General Anestesi, Bromage score untuk pasien dengan Regional Anestesi, dan Steward score untuk pasien anak-anak. Sebagai acuan penerapan langkah- langkah pengelolaan pasca anestesi dan sedasi di ruang pulih.
Gambar 2.4 Ruang Pemulihan - Belum adanya penilaian kesadaran
yang tertempel di Ruang Pemulihan
19 5. Belum optimalnya serah
terima pasien operasi dari bangsal ke IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
Sumber isu : Unit kerja, Individu
Keterkaitan Agenda III : Manajemen ASN
Kurang kompeten dalam serah terima pasien operasi
SMART ASN
Belum memanfaatkan perangkat lunak untuk pencetakan lembar serah terima pasien operasi (Digital Skills)
Di IBS RSUD R.A.A.
Tjokronegoro, serah terima pasien belum optimal terdapat kurang data rekam medis pasien seperti hasil rogent yang masih tertinggal , inform consent belum lengkap dan belum ada lembar ceklist serah terima untuk memudahkan pengecekan dokumentasi yang kurang.
Menurunnya kejadian serah terima pasien belum membawa rekam medis pasien dan adanya lembar ceklist serah terima pasien operasi.
Gambar 2.5 Lembar transfer pasien internal
- Belum ada lembar ceklist serah terima pasien operasi
20
B. Analisis Isu
Analisis isu merupakan tahapan dalam perencanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi yang bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan- kegiatan yang akan dilakukan. Pada kegiatan analisis isu, alat analisis yang digunakan meliputi analisis APKL dan analisis USG. APKL merupakan akronim dari Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan. Adapun kriteria untuk masing-masing kata kunci APKL yaitu:
1. Aktual : Isu sedang terjadi atau dalam proses kejadian, atau diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat.
2. Problematik : Merupakan masalah mendesak yang memerlukan berbagai upaya alternatif jalan keluar dengan aktivitas dan tindakan nyata.
3. Kekhalayakan : Menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat pada umumnya, bukan untuk seseorang atau kelompok.
4. KeLayakan : Logis, pantas, realitas, dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, kewenangan dan tanggung jawab.
Analisis APKL dilakukan dengan memberikan peniliaian terhadap masing-masing kriteria yang ada. Berikut merupakan tabel identifikasi penentuan kelayakan isu dilihat dari nilai APKL:
Tabel 2.2 Skor Kriteria APKL
Skor Kriteria
Aktual Problematik Kekhalayakan Kelayakan 1 Tidak
Aktual
Tidak Problematik
Tidak
Kekhalayakan
Tidak Kelayakan 2 Kurang
Aktual
Kurang Problematik
Kurang Kekhalayakan
Kurang Kelayakan 3 Cukup
Aktual
Cukup Problematik
Cukup
Kekhalayakan
Cukup Kelayakan 4 Aktual Problematik Kekhalayakan Kelayakan 5 Sangat
Aktual
Sangat Problematik
Sangat
Kekhalayakan
Sangat Kelayakan
21 Tabel 2.3 Analisis Isu dengan metode APKL
NO Isu
Kriteria (skor)
Jumlah Peringkat A P K L
1 Belum adanya pelabelan obat anestesi di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
5 3 4 4 16 IV
2 Belum optimalnya pengisian dokumen rekam medis pasien secara lengkap di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
5 3 4 3 15 V
3 Belum optimalnya edukasi
untuk menurunkan
kecemasan pasien pre anestesi di IBS RSUD R.A.A.
Tjokronegoro
5 5 5 5 20 I
4 Belum adanya penilaian pulih sadar mencakup Aldrete score, Bromage score, dan Swerd score di ruang pemulihan IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
5 4 4 4 17 III
5 Belum optimalnya serah terima pasien operasi dari bangsal ke IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
5 4 5 4 18 II
Keterangan: dibuat skor APKL pada kisaran 1 - 5
Berdasarkan skoring APKL yang telah dilakukan didapatkan tiga isu utama sebagai berikut :
1. Belum optimalnya edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
2. Belum optimalnya serah terima pasien operasi dari bangsal ke IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
3. Belum adanya penilaian pulih sadar mencakup Aldrete score, Bromage score, dan Swerd score di ruang pemulihan IBS RSUD R.A.A.
Tjokronegoro
Tiga isu yang memiliki bobot penilaian tertinggi selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, dan
22
Growth). Analisis USG mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, serta perkembangan.
1. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidaknya masalah tersebut diselesaikan
2. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan 24ystem atau tidak, dan sebagainya.
3. Growth (berkembangnya masalah), yaitu pakah masalah tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.
Teknik USG menggunakan penilaian berdasarkan skala interval likert 1-5 seperi di bawah ini :
Tabel 2.4 Skala Likert USG
Skala Keterangan
5 Sangat besar
4 Besar
3 Sedang
2 Kecil
1 Sangat Kecil
Tabel 2.5 Analisis Isu dengan metode USG
No. Isu Urgency Seriousness Growth Jumlah Peringkat 1. Belum optimalnya
edukasi untuk menurunkan
kecemasan pasien pre anestesi di IBS
RSUD R.A.A.
Tjokronegoro
5 5 5 15 I
2. Belum optimalnya serah terima pasien operasi dari bangsal ke IBS RSUD R.A.A.
Tjokronegoro
5 4 4 13 II
3. Belum adanya penilaian pulih sadar mencakup Aldrete
5 3 4 12 III
23 score, Bromage
score, dan Swerd score di ruang pemulihan IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
Keterangan: dibuat skor 5 = Sangat besar, 4 = Besar, 3 = Sedang, 2 = Kecil, 1 = Sangat Kecil
Dari hasil analisis APKL dan USG, ditetapkan isu yang dipilih dan ditindaklanjuti dengan gagasan rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk mengatasi isu tersebut. Maka isu prioritas yang harus diselesaikan adalah “Belum optimalnya edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro” dengan sumber isu yang berasal dari individu, unit kerja dan organisasi.
C. Analisis Penyebab Isu
Dari hasil analisis isu melalui pendekatan USG maka isu strategis yang perlu diselesaikan adalah “Belum optimalnya edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro”.
Akar penyebab masalah selanjutnya didiagnosa menggunakan fishbone diagram. Diagram ini merupakan merupakan suatu alat untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan. Kategori penyebab permasalahan yang digunakan sebagai start awal meliputi manpower (sumber daya manusia), material (bahan baku), method (metode), dan milieu (lingkungan) atau melalui pendekatan lain yang dimantapkan melalui braistorming bersama rekan kerja di instansi, sehingga hasilnya dirumuskan sebagai berikut (analog):
24
Gambar 2.6 Diagram Fishbone
Setelah dilakukan analisis penyebab isu prioritas dengan menggunakan fishbone diagram, diperoleh penyebab-penyebab prioritas yang perlu diselesaikan, yaitu:
1. Man : Belum optimalnya edukasi petugas kepada pasien 2. Methode : Belum adanya SPO
3. Material : Belum tersedianya media edukasi
4. Milieu : Kurangnya informasi yang menjadi support untuk pasien
D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan
Banyak hal yang bisa terjafi apabila isu yang telah dilakukan tidak diselesaikan. Hal tersebut meliputi :
1. Informasi yang disampaikan tidak dapat diterima secara maksimal oleh pasien.
Sementara edukasi memiliki dampak yang signifikan dalam mencapai tujuan
Material Method
Milieu Man
Edukasi masih secara verbal
Belum adanya SPO
Belum tersedianya media edukasi
Beredar informasi yang tidak jelas tentang anestesi
Belum optimalnya edukasi petugas kepada pasien
Belum optimalnya edukasi untuk
menurunkan kecemasan
pasien pre anestesi di IBS
RSUD R.A.A.
Tjokronegoro Kurangnya informasi
yang menjadi support untuk pasien
Kurangnya koordinasi antar petugas
25
meningkatkan pengetahuan pasien mengenai anestesi (pembiusan) yang akan diberikan kepada pasien.
2. Kecemasan yang tinggi dapat memberikan efek dalam mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah, peningkatan frekuensi nadi, peningkatan frekuensi napas (Muttaqin & Sari, 2009). Karena dengan adanya tanda-tanda tersebut maka biasanya operasi akan ditunda oleh dokter sehingga menghambat penyembuhan penyakit pada pasien.
E. Gagasan Pemecahan Isu
Berdasarkan uraian diatas, maka judul gagasan pemecahan isu prioritas adalah
“Optimalisasi edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi dengan media leaflet di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo”.
Gagasan yang penulis susun adalah sebagai berikut:
Tabel 2.6 Gagasan Pemecahan Isu
No. Gagasan Kegiatan Tahapan Kegiatan
1. Menyusun SPO
Menyelesaikan penyebab belum adanya SPO (Method)
1. Mencari bahan referensi SPO 2. Menyusun SPO
3. Melakukan konsultasi SPO kepada mentor
4. Mencetak dan memberikan SPO kepada pejabat yang berwenang 2 Membuat media edukasi berupa leaflet
Menyelesaikan penyebab belum tersedianya media edukasi (Material)
1. Mencari bahan referensi materi edukasi
2. Mendesain media edukasi leaflet 3. Melakukan konsultasi leaflet kepada
mentor
4. Mencetak leaflet 3. Melakukan sosialisasi media edukasi
berupa leaflet kepada rekan kerja
Menyelesaikan penyebab belum optimalnya edukasi petugas kepada pasien (Man)
1. Melakukan konsultasi rencana sosialisasi kepada mentor
2. Membuat undangan dan daftar hadir 3. Menyiapkan sarana dan prasarana 4. Melakukan sosialisasi media edukasi
berupa leaflet
5. Melakukan evaluasi sosialisasi kepada rekan kerja
26 4. Melaksanakan edukasi pre anestesi
kepada pasien dengan media leaflet
Menyelesaikan penyebab kurangnya informasi yang menjadi support untuk pasien (Milleu)
1. Melakukan konsultasi rencana edukasi kepada mentor
2. Menyiapkan materi media edukasi berupa leaflet dan lembar kuesioner evaluasi
3. Meminta kesediaan pasien untuk dilakukan edukasi
4. Memberikan edukasi kepada pasien dengan media leaflet
5. Melakukan penilaian terhadap kecemasan pasien dengan memberikan kuesioner evaluasi 5. Melakukan evaluasi kegiatan 1. Membuat lembar evaluasi
2. Menganalisis data evaluasi
3. Melakukan konsultasi hasil analisis evaluasi kepada mentor
4. Menyusun laporan evaluasi kegiatan
27
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Tabel 2.7 Rancangan Aktualisasi
Nama : Kharisma Novita Dewi, A.Md.Kep.
Jabatan : Asisten Penata Anestesi
Unit Kerja : RSUD R.A.A. Tjokronegoro
Tupoksi yang sesuai dengan RA : Melakukan komunikasi efektif kepada pasien tentang tindakan anestesi yang akan dilakukan (jika pasien sadar)
Identifikasi Isu (diambil dari USG) : 1. Belum optimalnya edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
2. Belum optimalnya serah terima pasien operasi dari bangsal ke IBS RSUD R.A.A.
Tjokronegoro
3. Belum adanya penilaian pulih sadar mencakup Aldrete score, Bromage score, dan Swerd score di ruang pemulihan IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
Isu yang diangkat (core issue) : Belum optimalnya edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro
Penyebab Isu (diambil dari Fishbone) : 1. Belum optimalnya edukasi petugas kepada pasien (Man) 2. Kurangnya koordinasi antar petugas (Man)
3. Belum adanya SPO (Method)
4. Edukasi masih secara verbal (Method)
5. Belum tersedianya media edukasi (Material)
6. Kurangnya informasi yang menjadi support untuk pasien (Milieu) 7. Beredar informasi yang tidak jelas tentang anestesi (Milieu)
Gagasan pemecahan isu (konsep judul) : Optimalisasi edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien pre anestesi dengan media leaflet di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo
1. Menyusun SPO (Sumber Kegiatan : SKP)
2. Membuat media edukasi berupa leaflet (Sumber Kegiatan : Inovasi)
3. Melakukan sosialisasi media edukasi berupa leaflet kepada rekan kerja (Sumber Kegiatan : Inovasi)
4. Melaksanakan edukasi pre anestesi kepada pasien dengan media leaflet (Sumber Kegiatan : SKP)
5. Melakukan evaluasi kegiatan (Sumber Kegiatan : SKP)
28 No. Kegiatan Tahapan
Kegiatan
Output/ Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Visi dan Misi Organisasi
Penguatan Nilai - Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Menyusun draft SPO (Sumber Kegiatan : SKP)
Adanya draft SPO
Keterkaitan kegiatan dengan Manajemen ASN :
Saya menyusun draft SPO untuk menguatkan dasar pelaksanaan edukasi pre anestesi untuk memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan (Kode Etik dan Perilaku ASN No.9)
Penyusunan SPO juga perwujudan pelayanan publik yang mampu bekerja profesional dan berkualitas (Fungsi dan Tugas ASN)
Keterkaitan kegiatan dengan Smart ASN :
Saya dalam menyusun draft SPO menggunakan jaringan internet untuk mencari bahan referensi materi yang terpercaya, serta menggunakan Microsoft word kemudian soft file diprint menjadi hard file (Digital Skills) serta menyimpannya di laptop sebagai tanggungjawab saya untuk mengamankan file (Digital Safety)
Dengan adanya draft SPO memberikan kontribusi pada : Visi Kabupaten Purworejo yaitu
“Purworejo Berdaya Saing 2025” dan mendukung
pencapaian :
Misi Kabupaten Purworejo ke 4 yaitu
“Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang
baik (good
govenance)”
serta Visi RSUD R.A.A. Tjokronegoro yaitu “Terwujudnya rumah sakit umum daerah yang handal,
modern dan
berbudaya” dan mendukung
Dengan adanya draft SPO memberikan kontribusi terhadap penguatan capaian nilai organisasi : Kabupaten
Purworejo dan
RSUD R.A.A
Tjokronegoro Purworejo :
Akuntabel yaitu membuat draft SPO
yang dapat
dipertanggungj awabkan hasilnya.
Profesional yaitu Menyelesaikan draft SPO dengan tuntas dan tepat guna
a. Mencari bahan referensi SPO
Adanya bahan referensi SPO
Saya mencari bahan referensi yang berasal dari sumber yang
dapat dipercaya dan
29
dipertanggungjawabkan
(Akuntabel) dengan penuh komitmen (Loyal) untuk meningkatkan mutu pelayanan
tercapainya :
Misi RSUD R.A.A.
Tjokronegoro ke 1 yaitu “Memberikan pelayanan yang professional dan berkualitas”
b. Menyusun draft SPO
Adanya draft SPO Saya menyusun draft SPO agar menghasilkan panduan yang dapat menguatkan dasar dalam
memberikan pelayanan
melaksanakan tugas dengan kualitas yang terbaik (Kompeten) secara profesional dan berusaha untuk melaksanakan tugas dengan jujur, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi (Akuntabel) sehingga SPO sesuai dengan ketentuan yang ada dan bisa bermanfaat
c. Melakukan konsultasi draft SPO kepada mentor
Adanya saran dan masukan tertulis dari mentor
Saya melakukan konsultasi kepada mentor dengan sikap ramah (Berorientasi pelayanan) serta terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah (Kolaboratif)
d. Mencetak dan mengusulkan draft SPO kepada pejabat yang berwenang
Adanya SPO yang tercetak
Saya mencetak SPO dengan cekatan (Berorientasi pelayanan) dan memberikan SPO kepada pejabat yang berwenang secara transparan (Akuntabel) dan bertanggungjawab sesuai dengan prosedur yang ada