CAMAT
X.5 Rata - rata indikator 5. Orientasi Terhadap
Individu 4.23
X11 0 0% 0 0% 0 0% 24 80.0% 6 20.0% 4.20
Setuju – sangat setuju X12 0 0% 0 0% 0 0% 15 50.0% 15 50.0% 4.50
X.6 Rata - rata indikator 6. Orientasi Terhadap Tim 4.35 X13 0 0% 0 0% 0 0% 9 30.0% 21 70.0% 4.70
Setuju – sangat setuju X14 0 0% 0 0% 0 0% 20 66.7% 10 33.3% 4.33
X.7 Rata - rata indikator 7. Agresifitas 4.51 X15 0 0% 0 0% 0 0% 26 86.7% 4 13.3% 4.13
Setuju – sangat setuju X16 0 0% 0 0% 0 0% 21 70.0% 9 30.0% 4.30
X.8 Rata - rata indikator 8. Stabilitas 4.21 Nilai Rata-Rata Tanggapan Responden Pada variabel
Budaya Organisasi(X) 4.32 Setuju –
sangat setuju Sumber data : kuesioner penelitian Tahun 2022
Tanggapan responden melalui indikator Kepemimpinan (X1) dengan nilai rerata sebesar 4.43 dengan kategori Bagus dimana dari kedua indikator (X1) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (X1) yang menunjukkan bahwa “konsisten antara pembicaraan dan perilaku”.
Tanggapan responden melalui indikator inovasi dan pengambilan resiko (X2) dengan nilai rerata sebesar 4.18 dengan kategori Bagus dimana dari kedua indikator (X2) tersebut pada hasil ini menujukkan
bahwa nilai tertinggi pada indikator (X2) yang menunjukkan bahwa
“pimpinan mendorong saya untuk melakukan inovasi atau gagasan baru dalam pekerjaan”.
Tanggapan responden melalui indikator perhatian terhadap detail (X3) dengan nilai rerata sebesar 4.35 dengan kategori Bagus dimana dari kedua indikator (X3) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (X3) yaitu menunjukkan bahwa “pegawai selalu dituntu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tepat dan cermat”.
Tanggapan responden melalui indikator orientasi terhadap hasil (X4) dengan nilai rerata sebesar 4.33 dengan kategori Bagus dimana dari ketiga indikator (X4) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (X4) yang menunjukkan bahwa
“memberikan penghargaan kepada pegawai yang mampu menunjukan prestasi kerja”.
Tanggapan responden melalui indikator orientasi terhdap individu (X5) dengan nilai rerata sebesar 4.23 dengan kategori Bagus dimana dari ketiga indikator (X5) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (X5) yaitu menunjukkan bahwa “pegawai dituntu untuk mandiri dalam menyelesaikan tugas pekerjaan”.
Tanggapan responden melalui indikator orientasi terhadap tim (X6) dengan nilai rerata sebesar 4.35 dengan kategori Bagus dimana dari ketiga indikator (X6) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (X6) yang menunjukkan bahwa “loyalitas
terhadap timsangat tinggi untuk mencapai target yang telah ditetapkan”.
Tanggapan responden melalui indikator agresifitas (X7) dengan nilai rerata sebesar 4.51 dengan kategori Bagus dimana dari ketiga indikator (X7) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (X7) yang menunjukkan bahwa “sentantiasa datang tepat waktu dan disiplin waktu agar pekerjaan terselesaikan dengan baik”.
Tanggapan responden melalui indikator stabilitas (X8) dengan nilai rerata sebesar 4.21 dengan kategori Bagus dimana dari ketiga indikator (X8) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (X8) yang menunjukkan bahwa “mampu mengedepankan visi dan misi kantor dari pada kepentingan pribadi”.
Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa indikator terpenting dalam variabel Budaya Organisasi (X7) Agresifitas (X13) disebabkan indikator tersebut memiliki nilai rerata tertinggi dibandingkan indikator lainnya dalam veriabel Budaya Organisasi (X7).
b. Deskriptif atas variabel Kinerja Pegawai (Y)
Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang mampu dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang pada suatu organisasi, sesuai dengan wewenang tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi berdasarkan bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika.
Kinerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana para
pegwai yang bekerja di Kantor Kecamatan Siompu Barat bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi. Setelah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian diuraikan, maka tahap selanjutnya analisis data tentang variabel Kinerja Pegawai
Adapun kinerja pegawai memiliki empat indikator, diantaranya 18 pernyataan yang berhubungan dengan variabel Kinerja Pegawai, masing-masing indikator terdiri dari tiga pernyataan.
Tabel 4.6 Tanggapan responden Kinerja Pegawai (Y)
Indikator / Item
Frekuensi Jawaban Responden (f) & Persentase (%)
Rerata (Mean)
Kategori rata- rata indicator STS
(1) TS (2) KS (3) S (4) SS (5) f % f % f % f % f %
Y1 0 0% 0 0% 0 0% 24 80.0% 6 20.0% 4.20
Setuju – sangat setuju Y2 0 0% 0 0% 3 10.0% 16 53.3% 11 36.7% 4.27
Y.1 Rata - rata indikator 1. Kualitas Kerja 4.23 Y3 0 0% 0 0% 2 6.7% 14 46.7% 14 46.7% 4.40
Setuju – sangat setuju Y4 0 0% 0 0% 0 0% 25 83.3% 5 16.7% 4.17
Y.2 Rata - rata indikator 2. Kuantitas Kerja 4.28 Y5 0 0% 0 0% 1 3.3% 23 76.7% 6 20.0% 4.14
Setuju – sangat setuju Y6 0 0% 0 0% 1 3.3% 24 80.0% 5 16.7% 4.13
Y.3 Rata - rata indikator 3. Pelaksanaan Tugas 4.13 Y7 0 0% 0 0% 0 0% 23 76.7% 7 23.3% 4.23
Setuju – sangat setuju Y8 0 0% 0 0% 0 0% 24 80.0% 6 20.0% 4.20
Y.4 Rata - rata indikator 4. Tanggung Jawab 4.21 Nilai Rata-Rata Tanggapan Responden Pada variabel Kinerja
Pegawai (Y) 4.21
Sumber data : kuesioner penelitian Tahun 2022
Tanggapan responden melalui indikator Kualitas Kerja (Y1) dengan nilai rerata sebesar 4.23 dengan kategori Bagus dimana dari
kedua indikator (Y1) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (Y1) yang menunjukkan yaitu “standar kualitas kerja yang telah ditetapkan didalam Kantor Kecamatan baik dan optimal”.
Tanggapan responden melalui indikator Kuantitas Kerja (Y2) dengan nilai rerata sebesar 4.28 dengan kategori Bagus dimana dari kedua indikator (Y2) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (Y2) yang menunjukkan bahwa “kuantitas kerja yang diberikan sudah sesuai dengan kemampuan anda”.
Tanggapan responden melalui indikatorPelaksanaan Tugas (Y3) dengan nilai rerata sebesar 4.13 dengan kategori Bagus dimana dari kedua indikator (Y13) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (Y3) yang menunjukkan bahwa “pegawai memliki pengetahuan tentang pekerjaan yang dikerjakan”.
Tanggapan responden melalui indikator Tanggung Jawab (Y4) dengan nilai rerata sebesar 4.21 dengan kategori Bagus dimana dari kedua indikator (Y4) tersebut pada hasil ini menujukkan bahwa nilai tertinggi pada indikator (Y4) yang menunjukkan bahwa “saya memiliki kesadaran untuk mengerjakan tugas”.
Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa indikator terpenting dalam variabel Kinerja Pegawai (Y) adalah indikator Kantitas kerja dimana yaitu (Y3) kuantitas kerja yang diberikan sudah sesuai dengan kemampuan anda. disebabkan indikator tersebut memiliki nilai rerata tertinggi dibandingkan indikator lainnya dalam veriabel Kinerja Pegawai.
2. Hasil Uji Instrumen a. Hasil Uji Validitas
Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Dengan kata lain, mampu memperoleh data yang tepat dari variabel yang diteliti. Syarat minimum untuk dianggap memenuhi syarat adalah kalau r hitung ≥ r tabel (0,361). Jadi, korelasi antara butir dengan skor total kurang dari 0,361, maka butir dalam instrument tersebut dinyatakan tidak valid. Pada perhitungan validitas dan reliabilitas instrumen item masing-masing variabel pada penelitian yang dilakukan menggunakan program SPSS 26. Untuk selanjutnya peneliti membuat rekapitulasi hasil uji validitas dan reliabilitas seperti dalam Tabel dibawah ini:
Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas
Butir
Validitas
No Variabel Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
1 Budaya Organisasi (X)
Nomor
X.1 0,367 0,361 Valid
X.2 0,561 0,361 Valid
X.3 0,483 0.361 Valid
X.4 0,592 0,361 Valid
X.5 ,0,647 0,361 Valid
X.6 0,561 0,361 Valid
X.7 0,378 0,361 Valid
X.8 0,396 0,361 Valid
X.9 0,611 0,361 Valid
X.10 0,519 0,361 Valid
X.11 0,683 0,361 Valid
X.12 0,373 0,361 Valid
X.13 0,473 0,361 Valid
X.14 0,439 0,361 Valid
X.15 0,423 0,361 Valid
X.16 0,707 0,361 Valid
2 Kinerja Pegaweai (Y)
Y.1 0,578 0,361 Valid
Y.2 0,414 0,361 Valid
Y.3 0,363 0,361 Valid
Y.4 0,517 0.361 Valid
Y.5 0,496 0,361 Valid
Y.6 0,625 0,361 Valid
Y.7 0,486 0,361 Valid
Y.8 0,458 0,361 Valid
Sumber: Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 26
Dari tabel di atas diketahui bahwa semua butir instrument variabel bebas (Budaya Organisasi) dan variabel terikat (Kinerja Karyawan) (Y) dinyatakan valid karena r hitung > 0,361. Berdasarkan nilai uji validitas butir instrumen seluruh variabel di atas, dapat disimpulkan bahwa data kuesioner yang peneliti gunakan dalam penelitian sudah representatif.
Dalam artian mampu mengungkapkan data dengan benar.
b. Uji Reliabilitas data
Dalam uji statistic SPSS uji relibitas bertujuan untuk mengetahui apakah sebuah instrument atau kuesioner penelitian yang digunakan dapat mengukur variabel secara konsisten dari waktu ke waktu. Uji realibilitas data dilakukan di Kantor Kecamatan Siompu Barat pada tanggal 11 dengan total 30 responden. Uji dilakukan dengan menggunakan SPSS Versi 26.
Adapun yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dalam uji reliabilitasbadalah sebagai berikut:
a. Jika nilai Crobach’s Alpha lebih besar dari 0,60 maka item-item kuesioner yang dipakai dinyatakan realibel atau konsisten
b. Jika nilai Crobach’s Alpha lebih kecil dari 0,60, maka item-item kuesioner dinyatakan tidak realibel atau tidak konsisten.
Tabel 4.8 Hasil Uji Realibilitas
Variabel Croanbac’s Alpha Keterangan Budaya Organisasi
(X)
0,793 Reliabel
Kinerja Pegawai (Y) 0,619 Reliabel Sumber data: SPSS versi 26 diolah 2022
Dari tabel 4.7 diketahui bahwa semua butir instrument variabel bebas (Budaya Organisasi) dan variabel terikat (Kinerja Pegawai) (Y) dinyatakan realibel karena nilai koefisien Alpha > 0,60. Berdasarkan nilai Uji Reliabilitas butir instrument seluruh variabel di atas, dapat disimpulkan bahwa data kuesioer yang peneliti gunakan dalam penelitian sudah terbilang handal. Artinya item-item kuesioner dari kedua variabel dinyatakan realibel atau terpercaya dalam artian mampu mengungkapkan data dan variabel yang diteliti secara tepat.
3. Analisis Regresi Linear Sederhana
Pengaruh budaya organisasi terhdapat kinerja pegawai kantor kecamatan siompu barat kabupaten buton selatan untuk perhitungan analisis regresi linear sederhana.
Syarat uji analisis regresi linear sederhana yaitu dengan mengolah data Analisis dalam menghitung seberapa besar pengaruh variabel dependen terhadap independen. dengan menggunakan rumus: Y= a + bX.
Tabel 4.9 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) 12.036 6.636 1.814 .080 Budaya
organisasi
.311 .096 .524 3.254 .003
a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai Lampiran SPSS.26
Berdasarkan pengujian model regresi pada tabel 4.9 diatas, maka model regresi penelitian pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai kantor kecamatan siompu barat kabupaten buton selatan dapat dinayatakan sebagai berikut:
Y = a + bX
Y = 12.036 + 311 X
Berdasarkan persamaan diatas dapat diketahui nilai konstantanya sebesar sebesar 12.036 secara matematis, nilai konstantan tersebut menyatakan bahwa konsisten variabel kinerja pegawai adalah sebesar 12.036 koefisien regresi X sebesar 311 menyatakan bahwa setiap
penambhan 1% nilai dari budaya organisasi, maka nilai kinerja pegawai akan bertambah sebesar 311 koefisien regresi ini bernilai positif sehingga disimpulkan bahwa pengaruh variabel X terhadap variabel Y positif.
4. Uji Validitas
a. Uji Parsial (Uji t)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikan apakah terdapat pengaruh antara masing-masing variable independen (X) dan variable dependen (Y) dapat dilihat pada tabel 4.10
Tabel 4.10 Hasil uji t (Uji Parisal) Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) 12.036 6.636 1.814 .080 Budaya
Organisasi
.311 .096 .524 3.254 0.03
a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai diolah SPSS (2022)
Df= n-k-1, berarti a/2-0,025 : 30-1-1 28. Pada tabel 4.11 diatas diketahui bahwa nilai thitung adalah 3.254 sedangkan ttabel yaitu 0,256 dengan tingkat signifikan 5% df (30) dari tabel sidtribusi t. jika dibandingkan dengan thitung lebih besar dari pada ttabel variabel dependenp berpengaruh signifikan terhadap variabel ndependen.
Hipotesis alternative secara parsial maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada pengaruh anata Budaya Organisasi terhadapKinerja Pegawai.
b. Hasil Uji R (Koefisien Determinan)
Uji koefisien determinan dilakukan untuk mengetahui kontribusi variabel independen yaitu budaya organisasi terhadap variabel dependen yaitu kinerja pegawai hasil uji determinasi dapat dilihat pada tabel yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.11 Hasil Uji Koefisien Determinan (R) Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .524a .274 .248 1.830
a. Predictors: (Constant), budaya organisasi Sumber data : SPSS version 26 diolah 2022
Nilai R yang merupakan simbol dan koefisien pada tabel 4.11 tersebut dapat dilihat nilai korelasi adalah 0,524 dari nilai ini dapat di interpretasikan bahwa variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini diartikan sebagai kategori cukup. Melalui tabel 4.11 tersebut juga dapat diperoleh nilai R square atau koefisien determinasi (R2) yang menunjukan bahwa seberapa bagus model regresi yang dibentuk dari interaksi kedua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Adapun niali (R2) yang diperoleh dari penelitian tersebut yaitu sebesar 274 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas X memiliki pengaruh kontribusi 27,4%
terhadap variabel Y.