BAB IV: ANALISIS PENAFSIRAN AYAT-AYAT EUTHANASIA
D. Relevansi penafsiran terhadap pelaksanaan Euthanasia
85
kembali lagi. ayat ini seakan-akan menyatakan jangan berputus asa dari datangnya ketenangan yang bersumber dari Allah swt.
Begitupun euthanasia, merupakan salah satu bentuk tindakan keputus-asaan yang mencelakakan diri sendiri, itu berarti ia melanggar kehendak tuhan, seharusnya ia bersabar dan tawakal tidak berputus asa dalam menghadapi ujian ataupun musibah dengan cara berikhtiar dan berdo’a kepada Allah yang maha kuasa agar diberi kesehatan kembali seperti sedia kala. seperti do’a yang diajarkan Rasulullah yaitu:
ِ الَّل
ِِ
أ
ِ يِ يِ ح
ِ ن
ِ مِي
ِ كِا
ِ تِ نا
ِ
ِ حلِا
ِ ي
ِ ةا
ِ
ِ خ
ِ ي
ِ ر
ِ عِا
ِ ل
ِ ي
ِِ و
ِ تِ و
ِ
ِ نف
ِ إِي
ِ ذ
ِ اكِا
ِِ ن
ِ ت
ِ
ِ ولا
ِ ف
ِ ةا
ِ
ِ خ
ِ ي
ِ لاِ ر ي
Artinya: “Ya Allah, Hidupkanlah aku selagi kehidupan itu baikuntukku dan matikanlah aku apabila kematian itu lebih baik untukku”.
D. Relevansi penafsiran terhadap pelaksanaan Euthanasia
86
memberikan wawasan kepada kita untuk tidak saling membunuh termasuk dengan melakukan tindakan Euthanasia dan jangan putus asa atas apa yang terjadi didalam kehidupan. Allah memerintahkan agar hamba-Nya terus bertawakal dan berusaha tidak boleh putus asa dalam keadaan seperti apapun.
Tindakan euthanasia ini mendapat pandangan yang berbeda dari berbagai kalangan, yang pro dengan tindakan euthanasia berpendapat bahwa euthanasia adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan persetujuan dan dilakukan dengan tujuan menghentikan penderitaan pasien. Sedangkan yang kontra dengan tindakan euthanasia berpendapat bahwa euthanasia merupakan tindakan pembunuhan, karenanya bertentangan dengan kehendak Allah Kematian semata-mata adalah hak dari Allah, sehingga manusia sebagai makhluk ciptaan Allah tidak mempunyai hak untuk menentukan kematiannya.
87 BAB V A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan kajian pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Hamka (W. 1981) melarang tindakan Euthanasia aktif, karena menurutnya memelihara nyawa manusia menjadi wajib atau fardhu’ain ketika ada seseorang yang nyawanya terancam, menjadi tanggung jawab pribadi kita untuk menolong, dan menurutnya diri itu hak asasi yang harus dijaga kehormatannya.
sebagai manusia diberi diri oleh Allah adalah untuk dirawat dan dijaga. Begitupun Quraish Shihab melarang terhadap Euthanasia aktif, penafsirannya pada QS. Al-Isra: 33 bahwasanya jangan membunuh jiwa baik jiwa orang lain maupun jiwa sendiri yang diharamkan Allah melainkan dengan haq. sebaik-baik pemberi keputusan adalah Allah yg berhak memutuskan kapan seseorang akan hidup dan kapan seseorang akan mati, Allah memerintahkan agar hamba-Nya terus bertawakal dan berusaha tidak boleh putus asa dalam keadaan seperti apapun.
2. Adapun relevansinya euthanasia dengan era saat ini adalah banyaknya kejadian pada kasus tindak kejahatan seperti narkoba, begal, pembunuhan berencana, pembunuhan bayi, dll.
Pada era globalisasi ini semakin banyak jiwa yang dibunuh atau terbunuh dikarenakan beberapa faktor termasuk dengan melakukan tindakan euthanasia.Walaupun tidak ada ayat yang secara khusus dibahas didalam Al-Qur’an terkait Euthanasia
88
aktif ini, Namun euthanasia aktif dan pembunuhan mempunyai akibat yang sama yaitu hilangnya nyawa seseorang. Dari penelisikan ayat-ayat dalam Al-Qur’an, didapati bahwa Al- Qur’an banyak membicarakan larangan euthanasia, di antaranya pada:
QS. An-Nisa : 29-30 mengecam pasien yang memohon euthanasia aktif apapun alasannya termasuk tidak tahan dengan ujian sakit. QS. Al-An’am : 151 melarang euthanasia aktif dengan dalih kemiskinan. QS. An-Nisa : 92 dan QS.Al-Isra : 33 melarang pihak medis membantu merealisasikan permohonan euthanasia aktif dengan sengaja. Jika melakukannya, maka akan dikenai hukuman qishash, diyat atau dimaafkan.
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa tindakan euthanasia aktif menurut perspektif Al-Qur’an adalah perbuatan haram dan pelakunya mendapatkan dosa yang sama dengan pembunuhan.
B. Saran-saran
Hasil penelitian ini masih belum sepenuhnya sempurna.
Maka dari itu, penulis mengharapkan adanya penelitian lebih lanjut, yang tentunya lebih kritis guna menambah pengetahuan untuk kehidupan dimasa yang akan datang.
Dengan mengetahui dilarangnya tindakan Euthanasia, pembaca bisa mengambil pelajaran agar tidak terjebak pada sesuatu yang dilarang oleh Allah swt. Sebaiknya, seseorang bisa lebih menjaga terhadap kesehatannya serta sisa waktunya yang
89
masih dimiliki. Dan juga bersyukur kepada Allah atas rezeki, kesehatan, kenikmatan yang telah Allah berikan kepada umatnya.
90 DAFTAR PUSTAKA
A. Buku-buku
Ali, Muhammad, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern, Jakarta: Pustaka Amani.
Akbar, Ali, Euthanasia Dilihat Dari Hukum Islam, Panji Masyarakat No.453.Th.XXVI, 21 Desember 1984.
Aseri, Akh. Fauzi, Euthanasia Suatu Tinjauan dari Segi Kedokteran, Hukum Pidana dan Hukum Islam, dalam Problematika Hukum Kontemporer, Editor oleh Chuzaimah T. Yanggo dan Hafiz Anshary, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995.
Al-Farmawi, Abd al-Hayy, Al-Bidayah Fi Al-Tafsir Al-Maudlu’I Dirosah, Cet ke 2, Jakarta : PT Grafindo Persada, 1996.
Achadiat, Chrisdiono M, Dinamika Etika dan Hukum Kedokteran Dalam Tantangan Zaman, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran, 2006.
Achadiat, Crisdiono M, Dinamika Etika dan Hukum Kedokteran dalam Tantangan Zaman, Jakarta: EGC, 2007.
As-Syaukani, Lutfi, Politik, HAM, dan Isu-isu Tekhnologi dalam Fiqh Kontemporer, Bandung; Pustaka Hidayah, 1998.
Al-Bukhari, Shahih, Juz V, Beirut: Dar Al-Fikri, 1992.
Berthens, K esai-esai tentang masalah aktual, Jogyakarta, Kanisius:
2001.
Djazuli, Fiqh Jinayat Upaya Menanggulangi Kejahatan dalam Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000.
Djalal, H. Abdul, Urgensi Tafsir Maudlu’i pada masa kini, Cet ke 1, Jakarta: Kalam Mulia, 1990.
Dewi Murni, “Tafsir Al-Azhar, Suatu Tinjauan Biografis dan Metodologis”, Jurnal, 2015.
Echols , John M, dan Hasan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, Cet.
91 V, Jakarta: Gramedia, 1978.
Hamka, Rusydi, Pribadi dan Martabat Buya Prof. Dr. Hamka, Jakarta: Pustaka Panji Mas, 1989.
HAMKA, Kenang-Kenangan Hidup, Jakarta: Bulan Bintang, 1974.
HAMKA, Mutiara Filsafat, cet. 2, Jakarta: Widjaya, 1956.
HAMKA tentang Pendidikan Islam, Cet. I, Jakarta: Kencana, 2008.
HAMKA. Ayahku… Riwayat Hidup Dr. H. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera, Jakarta:
UMMINDA, 1982.
Hanafiah, Jusuf, Amri Amir, Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan Edisi 4, Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2007.
Halimy, Imron, Euthanasia, Cara Mati Terhormat Orang Modern, Solo: CV Ramdhani, 1990.
Hanafilah, M. Yusuf & Amri Amir, Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, Jakarta; EGC, 1999.
Ismail, Tinjauan Islam terhadap Euthanasia, Jakarta: PBB UIN dan KAS, 2003.
Karyadi, Petrus Yoyo, Euthanasia Dalam Perspektif Hak Azasi Manusia, Cet ke 1, Yogyakarta: Media Pressindo, 2001.
Kartono, Muhammad, Teknologi Kedokteran dan Tantangannya terhadap Bioetika, Cet. I, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1992.
Lamintang dan Samosir, Hukum Pidana Indonesia, Bandung: Sinar Baru 1983.
Muslih, Ahmad Wardi, Euthanasia Menurut Pandangan Hukum Positif dan Hukum Islam, Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
Nizar, Samsul, Memperbincangkan Dinamika Intelektual, Jakarta:
Kencana, 2008.
Nur, Afrizal, Tafsir Al-Misbah dalam Sorotan, Kritik Terhadap Karya
92 Tafsir Prof. Shihab, M. Quraish, Pustaka AlKausar, Jakarta:
2018.
Qardawi, Syekh Muhammad Yusuf, Halal dan Haram dalam Islam, (terj.), Singapura: Himpunan Belia Islam, 1980.
Qardawi, Syekh Muhammad Yusuf, Fatwa-Fatwa Kontemporer Jilid 2, Jakarta: Gema Insani, 1995.
Rouf, Abdul, Tafsir Al Azhar: Dimensi Tasawuf HAMKA, Cet. I, Selangor: Piagam Intan SDN. BHD, 2013
Razikin, Badiatul, (dkk.), 101 Jejak Tokoh Islam, Yogyakarta: e- Nusantara, 2009.
Rusydi, Pribadi Dan Martabat Buya Prof. DR. HAMKA, cet. 2, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.
Sabiq, Sayid, Fiqh Sunnah, Beirut: Daar al-Tsakofah al-Islamiyyah, 1998.
Satrodinoto, Soenarjo, Biologi Umum, Jakarta: Gramedia, 1989.
Setiawan, Eko, “Eksistensi Euthanasia Dalam Perspektif Hukum Islam”, Al-Ahwal, 1 April, 2015.
Sutarno, “Hukum Kesehatan, Euthanasia, Keadilan Dan Hukum Positif Di Indonesia”, Setara Press, 2014.
Sukanto, Soerjono, Segi-Segi Hukum dan Kewajiban Pasien Dalam Kerangka Hukum Kesehatan, Bandung: Mandar Maju, 1990.
Shihab, Alwi Islam Inklusif: Menuju Terbuka dalam Beragama, Bandung: Mizan, 1999. M. Quraish Shihab, Membumikan Al- Qur’an, Bandung: Mizan, 1992.
Shihab, M. Quraish, dkk, Sejarah & Ulum Al-Qur’an, Cet V, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2015.
Shobahussurur. Dkk, Mengenang 100 Tahun Haji Abdul Malik Karim Amrullah, cet. 1, Jakarta: YPI Al Azhar, 2008.
Tim Penulis, “Petunjuk Teknis Penulisan dan Skripsi Institut Ilmu Al- Qur’an Jakarta (IIQ) jakarta”, Jakarta: LPPI IIQ, 2017.
93 Waluyadi, Ilmu Kedokteran Kehakiman, cet ke-2, Jakarta:
Djambatan, 2005.
Triwibowo, Cecep, Etika dan Hukum Kesehatan, Yogyakarta:
Nuha Medika, 2014.
Utomo, Setiawan Budi, Fiqih Aktual Jawaban Tuntas Masalah Kontemporer, Jakarta, Gema Insani Press: 2003.
Waluyadi, Ilmu Kedokteran Kehakiman, cet ke-2, Jakarta:
Djambatan, 2005.
Yanggo, huzaimah T dan HA Hafiz Anshari AZ, Problematika Hukum Islam Kontemporer, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995.
Yusuf, M. Yunan, Alam Pikiran Islam Pemikiran Kalam, cet 1 Jakarta: kencana, 2014.
Yusuf, M. Yunan, Corak Pemikiran Kalam Tafsir Al-Azhar, Sebuah Telaah Atas Pemikiran Hamka dalam Teologi Islam, Jakarta:
Penamadani, 2003.
Zamimah, Iffaty, Al-Wasthiyyah dalam Al-Qur’an, Studi Tafsir Al- Maraghi, Al-Munir, dan Al-Mishbah, Ciputat: IIQ Press, 2019.
Zuhdi, Masjfuk, Penderita AIDS Tidak Boleh Dieuthanasia, Dalam Mimbar Hukum No. 6 Tahun VII, Jakarta: Ditbanpera Islam, 1996.
Zaelani, Ahmad, “Euthanasia Dalam Pandangan Hak Asasi Manusia Dan Hukum .
B. Jurnal, Skripsi dan Tesis
Fitri Rohani, Akal Sebagai Instrumen Belajar Manusia Dalam Tafsir Al-Misbah, Skripsi, UIN Sumatera Utara Medan, 2018.
Khalisin, Akhsanul, “Euthanasia Dalam perspektif Hukum Pidana Islam”, Skripsi, Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2016.
Maula, Indah Wardatul, “Argumen Qur’ani tentang persoalan euthanasia”, Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah Jakarta, 2018.
94 Nugroho, Fajar, “Euthanasia Dalam Tinjauan Hukum Pidana Islam”,
Skripsi, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2008.
Nasruddin, “Sejarah Intelektual Islam Indonesia” Jurnal Studi Kasus Pemikiran Nurchalish Madjid dan Buya Hamka.
Prihastuti, Indrie “Euthanasia Dalam Pandangan Etika Secara Agama Islam, Medis Dan Aspek Yuridis Di Indonesia,” Jurnal Filsafat Indonesia 1, no. 2, 2018.
Prasetya, Muhammad Nurhamdi, “Bala’ dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka”, Skripsi, Medan: UIN Sumatra Utara,2018.
Rada, Arifin, “Euthanasia Dalam Perspektif Hukum Islam”, Jurnal, Volume XVIII No. 2 Tahun 2013 Edisi Mei
Rahmat H, Hasriasman, “Euthanasia Dalam Perspektif Hukum Pidana Islam Dan Supremasi Hak Asasi Manusia”, Skripsi, Mahasiswa Fakultas Syariah Dan Hukum UIN Alauddin Makassar, 2012.
Ritonga, Abdullah Ritonga dkk, “Pendidikan Akhlak dalam Perspektif Hamka”, Jurnal.
Syahputra, Rizki, “Prinsip Dan Landasan Ekonomi Islam M. Quraish Shihab”, Jurnal, 2014, h.70
Tamam, Badru . Corak Pemikiran Kalam Muhammad Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Misbah, Tesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008.
Wahid Abdul, “Hadist Nabi dan Problematika masa Kini”, Banda Aceh: Ar Raniry Press, 2007. Prihastuti, Indrie “Euthanasia Dalam Pandangan Etika Secara Agama Islam, Medis Dan Aspek Yuridis Di Indonesia,” Jurnal Filsafat Indonesia 1, no.
2, 2018.
C. Internet
https://aul-al-ghifary.blogspot.com/2013/10/hukum-euthanasia- menurut-islam.html, diakses tanggal 22 Agustus 2021.
95 https://naifu.wordpress.com/2010/08/12/euthanasia-dalam-
perspektif-al-qur%E2%80%99an/, diakses tanggal 22 Agustus 2021.
https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5dd4f5e2a4f7f/euthanas ia-di-indonesia--masalah-hukum-dari-kisah-kisah-yang- tercatat?page=all, di akses pada tanggal 24 Agustus 2021 https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl2235/euthanasi
a, di akses pada tangal 24 Agustus 2021
https://www.nu.or.id/post/read/2262/fatwa-mui-larang-euthanasia, di akses pada tanggal 30 Agustus 2021.