• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

H. Teknik Analisis Data

I. Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian

Jadwal penelitian yang meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil penelitian. Jadwal penelitian maksimal 2 bulan.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Kota Mataram adalah ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kota Mataram terdiri dari 6 kecamatan yaitu Kecamatan Ampenan, Cakranegara, Mataram, Sandubaya, Selaparang dan Sekarbela dengan 50 kelurahan dan 297 Lingkungan. Kota Mataram terletak pada 080 33 dan 080 38 Lintang Selatan dan antara 1660 04 – 1660 10’ Bujur Timur. Selain ibu kota provinsi Mataran

38

juga telah menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri dan jasa, serta saat ini sedang dikembangkan untuk menjadi Kota Pariwisata. Luas wilayah Kota Mataram tersebut hanya 0,30 persen atau 61,30 Km2 dari luas Provinsi Nusa Tenggara Barat secara keseluruhan yaitu 20. 153, 15 Km2, sehingga Kota Mataram menjadi Kota dengan wilayah terkecil dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di Povinsi Nusa Tenggara Barat.

Tabel 4.1

Luas wilayah kota Mataram menurut kecamatan75 No Kecamatan Luas (Km2) Persentase luas

kota

1. Ampenan 9,46 15,43

2. Mataram 10,76 17,56

3. Cakranegara 9,67 15,77

4. Sandubaya 10,32 16,84

5. Sekarbela 10.319 16,84

6. Selaparang 10,77 17,56

Total 61,299 100

Selanjutnya, visi dari Kota Mataram adalah “Menuju Mataram yang HARUM : Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, Mandiri. Sedangkan Misinya adalah mewujudkan sumber daya masyarakat yang berkualitas dan berkarakter, meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan infrastruktur perkotaan yang berkeadilan dan berkelanjutan, meningkatkan ekonomi daerah yang berdaya saing, meningkatkan keamanan wilayah, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan partisipasi publik.

Jumlah penduduk tergolong remaja 2. Gambaran responden penelitian

Responden dalam penelitian ini merupakan penggemar Neo Culture Technology (NCTzen) yang berdomisili atau alamat Kota Mataram sejumlah 80 partisipan. Pada bagian ini akan dibahas

75Badan Pusat Statistik Kota Mataram,2021.

39

mengenai gambaran responden pada penelitian ini berdasarkan usia, domisili, dan pekerjaan .76

a. Gambaran responden berdasarkan usia

Gambaran responden berdasarkan usia dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 4.2

Distribusi Usia responden

Usia Jumlah (N) Persentase (%)

15-17 4 5

18-20 12 15

21-22 64 80

Total 80 100

Gambar 4.1

Grafik Distribusi Usia Responden

76 Data Hasil pengisian kuesioner

40

Berdasarkan tabel dan grafik di atas diketahui bahwa responden penelitian ini yang berusia 15-17 tahun memiliki persentase 5% atau berjumlah 4 orang responden yang berusia 18-20 tahun memiliki persentase 15% atau berjumlah 12 orang sedangkan responden 21-22 tahun memiliki persentase 80% atau berjumlah 64 orang.

b. Gambaran responden berdasarkan pekerjaan

Gambaran responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 4.3

Distribusi Pekerjaan Responden

Pekerjaan Jumlah (N) Persentase (%)

SMP 4 5

SMA 5 6

Kuliah 26 32

Bekerja 30 38

Tidak bekerja 15 19

Total 80 100

Gambar 4.2

Gambar Distribusi Pekerjaan Responden

0 20 40 60 80 100 120

15-17 18-20 21-22 Total

Usia Responden

Distribusi Usia responden Jumlah (N) Distribusi Usia responden Persentase (%)

41

Berdasarkan tabel dan grafik di atas diketahui bahwa responden penelitian ini yang SMP memiliki persentase 5% atau berjumlah 4 orang. Responden yang SMA memiliki persentase 5% persen atau berjumlah 5 orang. Responden yang kuliah memiliki persentase 32% atau berjumlah 30 orang. Responden yang bekerja memiliki persentase 38% atau berjumlah 30 orang.

Responden yang tidak bekerja memiliki persentase 19% atau berjumlah 15 orang.

c. Gambaran responden berdasarkan domisili

Gambaran responden berdasarkan domisili atau alamat dapat dlihat dari tabel berikut:

Tabel 4.4

Distribusi Domisili Responden

Domisili/alamat Jumlah (N) Persentase (%)

Ampenan 17 21

Cakranegara 10 13

Mataram 45 56

Sandubaya 4 5

Selaparang 0 0

Sekarbela 4 5

0 20 40 60 80 100 120

SMP SMA Kuliah Bekerja Tidak

bekerja

Total

Pekerjaan responden

Distribusi Pekerjaan Responden Jumlah (N) Distribusi Pekerjaan Responden Persentase (%)

42

Total 80 100

Gambar 4.3

Gambar Distribusi Domisili Responden

Berdasarkan tabel dan grafik di atas diketahui bahwa responden penelitian ini yang berdomisili Ampenan memiliki persentase 21% atau berjumlah 17 orang. Responden yang berdomisili Cakranegara 13% atau berjumlah 10 orang.

Responden yang berdomisili Mataram 56% atau berjumlah 45 orang. Responden yang berdomisili Sandubaya 5% atau berjumlah 4 orang. Responden yang berdomisili Sekarbela 5%

atau berjumlah 4 orang. Sedangkan yang berdomisi Selaparang 0% atau tidak berpartisipasi.

3. Hasil Penelitian

a. Deskripsi Data Variabel Fanatisme K-Pop dan Perilaku Imitasi

Data variabel fanatisme K-Pop dan perilaku imitasi pada penelitian ini diukur dengan menyebarkan angket kepada 80 remaja muslim penggemar NCT di Kota Mataram. Pada penelitian ini, peneliti mengkategorikan fanatisme K-Pop dari responden menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kategori ini didasari atas asumsi bahwa data hasil penelitian berdistribusi secara normal. Penerapannya terutama

0 20 40 60 80 100 120

Domisili Responden

Distribusi Domisili Responden Jumlah (N) Distribusi Domisili Responden Persentase (%)

43

bila jumlah subjek dalam kelompok yang hendak didiagnosis tidak begitu besar.77

Tabel 4.5

Tabel statistik deskriptif

a. Variabel fanatisme

Tabel 4.6

Data Deskripsi Variabel Fanatisme

Statistik Nilai

Mean (M) 113

Standar Deviasi 11

Untuk mengetahui kategori rendah, sedang dan tinggi, maka digunakan rumus sebagai berikut:

a. Kategori Tinggi = M + 1 SD > = X

= 113 + 11 > = X

= 124 > = X

b. Kategori Sedang = M – SD < = X < M + 1 SD

= 113 – 11 > = X < 124

= 102 < = X < 124 c. Kategori Rendah = X < M – 1 SD

= X < 102

77 Saifuddin Azwar, “Penyusunan skala Psikologi”, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), hlm. 154.

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean

Std.

Deviation

fanatisme 80 89 149 113 11

imitasi 80 50 89 70 9

Valid N (listwise)

80

44

Agar lebih jelas tentang kategori skor pada variabel fanatisme di atas bisa dilihat pada tabel dibawah.

Tabel 4.7 Kategori Fanatisme

Kategori Skor Frekuensi Persentase (%)

Rendah X < 102 17 21,3 %

Sedang 102 < = X <

124

56 70,0 %

Tinggi 124 > = X 7 8,8 %

Total 80 100 %

Dari hasil analisis data di atas menjelaskan bahwa responden dengan fanatisme K-Pop dalam kategori rendah berjumlah 17 orang atau 21,3%. Responden yang memiliki fanatisme K-Pop dengan kategori sedang berjumlah 56 orang atau 70,0% dan responden yang memiliki fanatisme K-Pop dengan kategori tinggi berjumlah 7 orang atau 8,8%. Maka dapat disimpulkan fanatisme K-Pop yang dimiliki remaja berada dalam kategori sedang.

b. Variabel perilaku imitasi

Kemudian, data deskriptif dan kategori skor yang dipaparkan berikutnya yaitu variabel perilaku imitasi dengan bantuan Microsoft Exel

.

Tabel 4.8

Data Deskriptif Variabel Perilaku Imitasi

Statistik Nilai

Mean (M) 70

Standar Deviasi (SD) 9

Untuk mengetahui kategori rendah, sedang dan tinggi, maka digunakan rumus sebagai berikut:

a. Kategori tinggi = M + 1 SD > = X

= 70 + 9 > = X

45

= 79 > = X

b. Kategori sedang = M –SD < = X < M + 1 SD

= 70 – 9 < = X < 79

= 61 < = X < 79 c. Kategori rendah = X < M – 1 SD

= X < 61

Agar jelas tentang kategori skor pada variabel perilaku imitasi di atas bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.9

Kategori perilaku imitasi

Kategori Skor Frekuensi Persentase (%)

Rendah X < 61 13 16,3 %

Sedang 61 < = X < 79 54 67,5 %

Tinggi 79 > = X 13 16,3 %

Total 80 100 %

Dari hasil analisis data di atas menjelaskan bahwa responden dengan perilaku imitasi dalam kategori rendah berjumlah 13 orang atau 16,3%. Responden yang memiliki perilaku imitasi dengan kategori sedang berjumlah 54 orang atau 67,5%, dan yang berada dalam kategori tinggi berjumlah 13 orang atau 16,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa perilaku imitasi yang dimiliki oleh remaja berada dalam kategori sedang.

b. Analisis Data

Sebelum uji hipotesis dengan uji analisis regresi, peneliti melakukan uji normalitas dan uji lineritas sebagai syarat agar dapat menganalisis ketahap uji analisis regresi linear sederhana. Pada uji normalitas, ui linearitas, uji korelasi dan uji analisis regresi linear akan di bantu menggunakan SPSS versi 26.

1) Uji Normalitas

Peneliti menggunakan kolmogrov smirnov dengan bantuan SPS. Jika nilai signifikasi p > 0,05 maka dapat

46

disimpulkan berdistribusi normal, sedangkan p < 0,05 maka dapat disimpulkan berdistribusi tidak normal. Penjelasan hasil uji normalitas variabel Fanatisme K-Pop (X) dan perilaku imitasi (Y), yang digambar pada tabel berikut:

Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas

Fanatism e

Imitasi

N 80 80

Normal Parametersa

Mean 158.64 94.92

Std. Deviation 23.499 23.517

Most Extreme

Differences Absolute .086 .077

Positive .068 .077

Negative -.086 -.064

Kolmogorov-Smirnov Z .766 .692

Asymp. Sig. (2-tailed) .600 .725

Berdasarkan uji normalitas K-S/ Kolmogorov Smirnov diketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) Variabel X 0,600 > 0,05 dan variabel Y 0,725 > 0,05 Maka dapat disimpulkan variabel X dan Y berdistribusi Normal.

2) Uji Linearitas

Peneliti melakukan uji linearitas terhadap dua variabel penelitian yaitu Fanatisme K-Pop (X) dan perilaku imitasi (Y). Uji linearitas ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel linear atau tidak. Jika nilai sig. Deviation form linearity > 0,05, maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Sedangkan jika nilai sig. Devition form linearity < 0,05, maka tidak dapat hubungan yang linear antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Hasil uji linearitas yang dapat dilihat pada tabel berikut:

47 Tabel 4.6 Hasil Uji Linearitas

Sum of Squares

Df Mean Square

F Sig.

imitasi

* fanatis me

Betwee n Groups

(Combine d)

42390.967 53 799.830 16.01 4

.000

Linearity 39921.193 1 39921.1 93

799.2 95

.000

Deviation from Linearity

2469.773 52 47.496 .951 .574

Within Groups 1298.583 26 49.946

Total 43689.550 79

Berdasarkan hasil uji linearitas diketahui Sig.

Deviation from linearity sebesar 0,574 > 0,05 Maka dapat disimpulkan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) terdapat hubungan yang linear. Hasil uji linearitas dengan melihat F tabel diketahui nilai F hitung 0,951 < F tabel 2,48 sehingga dapat disimpulkan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) terdapat hubungan yang linier.

3) Uji Hipotesis

Peneliti melakukan uji hipotesis. Hipotesis alternatif (Ha) yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X terhadap variabel Y, sedangkan hipotesis nol/nihil (Ho) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Untuk menguji hipotesis tersebut, dapat dilihat dari angka probabilitas yaitu ketentuannya “jika probabilitas atau signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, dan “jika probabilitas atau signifikansi > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Yang bebrarti nilai signifikansi pada kolom Sig. = 0,00 > α = 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Keputusannya yaitu angka probabilitas dari hasil perhitungan adalah sebesar 0,259 > 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima. Artinya tidak terdapat pengaruh yang

48

signifikan antara variabel Fanatisme K-Pop (X) denga perilaku imitasi (Y).

Tabel 4.7

Tabel Model Summary (Kesimpulan)

Model Summary Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .956a 0.913 0.912 6.997

Berdasarkan tabel di atas, nilai R (korelasi) merupakan nilai koefisien korelasi dan diperoleh nilai sebesar 0,956 menunjukkan hubungan signifikan antara variabel Fanatisme K-Pop (X) dengan variabel perilaku imitasi (Y) berada pada tingkatan yang sangat kuat dan positif.

Kemudian Nilai R Square menjelaskan kemampuan variabel fanatisme K-Pop (X) dalam memprediksi variabel perilaku imitasi (Y). Nilai R Square (korelasi koefisien) sebesar 91,3% menunjukkan kontribusi yang disumbangkan X kepada Y.

Selanjutnya Nilai Adjusted R Square merupakan nilai R Square yang disesuaikan. Nilai Std. Error of the Estimate (SEE) merupakan nilai yang digunakan untuk menilai kelayakan variabel independen/prediktor dalam memprediksi variabel dependen/kriteria. Ketentuannya adalah jika nilai SEE < nilai deviasi standar, maka variabel independen/kriteria. Adapun dari tabel diperoleh nilai SEE = 6,997 < nilai deviasi standar = 23,499. Oleh karena itu variabel fanatisme K-Pop (X) layak untuk memprediksi variabel perilaku imitasi (Y).

Tabel 4.9 Tabel Anova

ANOVAa

49

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 40117,640 1 40117,640 819,347 .000b

Residual 3819,110 78 48,963

Total 43936,750 79

a. Dependent variabel : Fanatisme K-Pop b. Predictor: (Constant), Perilaku Imitasi

Tabel ANOVA di atas menunjukkan besarnya angka probabilitas atau signifikansi pada perhitungan ANOVA yang akan digunakan untuk uji kelayakan model regresi dengan ketentuan angka probabilitas pada kolom Sig., yaitu sebesar 0,00 < 0,05, oleh karena itu variabel fanatisme K-Pop layak digunakan untuk untuk memprediksi penurunan perilaku imitasi. Kemudian perbandingan F hitung dan F tabel serta Sig. dan α: F hitung diketahui = 819,347 > Ftabel= 0,220 (F tabel dapat dilihat pada lampiran). Kesimpulannya maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Selanjutnya nilai signifikansi pada kolom Sig. = 0,00 α = 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Ketentuannya “jika probabilitas atau signifikansi < 0,05, Ho ditolak dan Ha diterima”, dan “jika probabilitas atau signifikansi > 0,05, Ho diterima dan Ha ditolak.

Keputusannya yaitu angka probabilitas dari hasil perhitungan adalah sebesar 0,00 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Fanatisme K-Pop dengan perilaku imitasi.

B. Pembahasan

Fanatisme K-Pop adalah suatu keyakinan yang membuat seseorang buta sehingga mau melakukan segala hal demi mempertahankan keyakinan yang dianutnya, sedangkan Perilaku Imitasi ialah bentuk dari contoh mencontoh yang dilakukan antara satu individu dengan individu yang lain dalam kehidupan, atau proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok. Banyaknya remaja yang berlebihan dalam menyukai K-Pop berdampak pada perilaku

50

remaja baik itu perilaku imitasi, perilaku konsumtif dan lain sebagainya. Ketika remaja memiliki rasa antusias yang berlebihan maka remaja akan memiliki minat, perhatian yang besar akan hal tersebut dan menjunjung tinggi atau mengagumi hal-hal yang diimitasinya. Adapun sampel berjumlah 80 orang.

Berdasarkan dari kategori skor fanatisme K-Pop, dilihat bahwa responden yang memiliki fanatisme yang rendah berjumlah 17 orang atau 21,3%. Responden yang memiliki fanatisme K-Pop dengan kategori sedang berjumlah 56 orang atau 70,0% dan responden yang memiliki fanatisme K-Pop dengan kategori tinggi berjumlah 7 orang atau 8,8%. Sedangkan pada perilaku imitasi dilihat bahwa responden yang memiliki perilaku imitasi yang rendah berjumlah 13 orang atau 16,3%. Responden yang memiliki perilaku imitasi dengan kategori sedang berjumlah 54 orang atau 67,5%, dan yang berada dalam kategori tinggi berjumlah 13 orang atau 16,3%. Dilihat dari persentase di atas yang dominan responden yang memiliki fanatisme berada pada kategori sedang dan responden yang memiliki perilaku imitasi berada pada kategori sedang. Hal ini disebabkan oleh salah satu faktor dari perilaku imitasi ialah dari segi usia, yang mana pada usia remaja tersebut masih mencari jati diri atau masih beradaptasi dengan lingkungannya sehingga dapat dipengaruhi. Hal ini diperkuat oleh Sutomo dalam penelitian Dwi Nurhani menyatakan bahwa perilaku imitasi begitu dominan pada usia remaja, hal tersebut dikarenakan secara psikologis atau usia remaja masih berada dalam proses pembentukan jati diri dan sangat sensitive terhadap pengaruh dari luar.

Berdasarkan hasil uji sebelumnya dapat diketahui bahwa hasil uji normalitas variabel fanatise K-Pop dan perilaku imitasi memiliki hasil distribusi normal yang dimana nilai signifikansi 0,0600 > α = 0,05, yang artinya nilai signifikansi lebih besar daripada nilai α = 0,05 dibuktikan juga pada data histogram penelitian menunjukkan data tersebut berpusat di tengah yang artinya pada data penelitian ini berdistribusi normal. Begitu pula pada uji linearitas yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang linear antara dua variabel dengan nilai signifikansi sig. 0,574 > α = 0,05 artinya nilai signifikansi variabel fanatisme K-Pop dan perilaku imitasi 0,574 lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan

51

bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara fanatisme K-Pop terhadap perilaku imitasi remaja muslim di Komunitas NCTzen.

Ketika seseorang memiliki fanatisme yang tinggi maka akan mempengaruhi perilaku imitasinya.

Berdasarkan pada hasil nilai R (korelasi) yang merupakan nilai koefisien korelasi dan diperoleh nilai sebesar 0,956 menunjukkan hubungan signifikan antara variabel Fanatisme K-Pop (X) dengan variabel perilaku imitasi (Y) berada pada tingkatan yang sangat kuat dan positif. Kemudian dilihat dari Nilai R Square kemampuan variabel fanatisme K-Pop (X) dalam memprediksi variabel perilaku imitasi (Y) adalah sebesar 91,3% menunjukkan kontribusi yang disumbangkan X kepada Y.

Selanjutnya dilihat dari hasil hipotesis yang telah diperoleh menggunakan uji analisis regresi menunjukkan bahwa F hitung sebesar 819,347, sedangkan F tabel untuk sampel 80 orang sebesar 3,96, maka nilai F hitung lebih besar dari F tabel ( F hitung > F tabel).

Sedangkan nilai signifikansi yang dihasilkan sebesar 0,00, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dalam penelitian ini terdapat pengaruh signifikansi yang berkorelasi positif antara Fanatisme K-Pop dengan periaku imitasi pada remaja muslim penggemar Neo Culture Technology (NCTzen). Variabel fanatisme K-Pop dapat mempengaruhi perilaku imitasi pada remaja muslim penggemar K-Pop sebesar 91,3%

sedangkan sisanya 10,7% dihasilkan dari faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.

Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Dea Aulia dalam skripsinya yang menghasilkan adanya pengaruh yang signifikan antara fanatisme K-Pop terhadap perilaku imitasi remaja di Komunitas Purple Army Pekanbaru. Besarnya pengaruh 60,1% dan sisanya 39,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat pada penelitian tersebut. Begitu pula diperkuat oleh penelitian lain yang dilakukan oleh Menik Purwandari Astuti dalam skripsinya dengan hasil yang sama memiliki pengaruh yang signifikan antara fanatisme terhadap tokoh idola dengan imitasi, besar pengaruh 33,7%

dan sisanya 66,3% dihasilkan dari faktor lain yang tidak terdapat pada penelitian tersebut.

52

Faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku fanatisme ialah seperti perilaku agresi verbal di sosial media, yang diteliti oleh Jenni Eliana dalam jurnalnya, menyatakan bahwa semakin tinggi fanatisme yang dimiliki oleh penggemar idola K-Pop maka akan semakin tinggi pula perilaku agresif verbal di media sosial yang dilakukan oleh penggemar idola K-Pop. Persentase koefisien determinasi sebesar 0,391 yang artinya fanatisme menyumbang 39% terhadap perilaku agresif verbal di media sosial.

Adapun faktor lain seperti faktor perilaku konsumtif, yang diteliti oleh Kartika Adriani dalam Skripsinya, menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif fanatisme dengan perilaku konsumtif pada penggemar K-Pop di kota Pekanbaru. Semakin meningkat fanatisme maka semakin baik pula perilaku konsumtif. Fanatisme pada penggemar K-Pop Pekanbaru ini sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 76 orang (55,9%).

Berdasarkan hasil penelitian ini yang dikaitkan dengan beberapa peneliti sebelumnya menggunakan variabel yang sama yaitu fanatisme dan perilaku imitasi, memperkuat hasil penelitian ini, yang dimana menunjukkan adanya pengaruh signifikansi variabel fanatisme terhadap perilaku imitasi remaja muslim penggemar NCT yang bersifat berkorelasi positif yang artinya semakin rendah perilaku fanatisme pada remaja muslim penggemar NCT maka semakin rendah perilaku imitasi remaja muslim penggemar NCT. Pengaruh fanatisme K-Pop terhadap perilaku imitasi bersifat positif karena penggemar NCT di kota Mataram yang meniru perilaku yang positif dari idolanya, meniru idolanya yang sangat mengahargai waktu, mencintai pekerjaan, dan selalu bekerja keras. Remaja yang fanatik terhadap K-Pop akan berdampak kepada perilaku imitasinya, yang mana remaja tersebut akan berusaha untuk meniru atau menyerupai perilaku dari idolanya.

BAB V PENUTUP

53 A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah dipaparkan dalam bab IV, hasil pengujian hipotesis menggunakan uji analisis regresi, maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh fanatisme K-Pop terhadap perilaku imitasi pada penggemar K-Pop remaja muslim (penggemar NCT) di kota Mataram dan pengaruh tersebut bersifat positif. Yang artinya semakin tinggi fanatisme K-Pop penggemar NCT, maka semakin rendah perilaku imitasinya. Begitu juga sebaliknya semakin rendah fanatisme penggemar NCT maka semakin tinggi pula perilaku imitasinya.

Dengan kata lain uji hipotesis dalam penelitian ini hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara fanatisme K-pop terhadap perilaku imitasi remaja di Komunitas NCTzen Kota Mataram. Besarnya pengaruh ditujukan pada nilai Rsquare (0, 913) yang menunjukkan pengaruh sebesar (91,3%).

Adapun sisanya (8,7%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Selain itu, nilai t hitung sebesar (3,96) dengan nilai signifikan (0.000) yang signifikansinya lebih kecil dari (0.05). Hasil di atas menjelaskan bahwa remaja yang fanatik terhadap K-pop akan berdampak kepada perilaku imitasinya, yang mana remaja tersebut akan berusaha untuk meniru atau menyerupai perilaku dari idolanya.

B. Saran

Kelemahan dalam penelitian ini yaitu peneliti kesulitan dalam menyebarkan angket/kuesioner dikarenakan dalam penyebaran angket/kuesioner tersebut peneliti menyebarkan di dalam grup komunitas, ketika angket/kuesioner tersebut dibagikan, banyak dari responden terkadang tidak tahu peneliti sudah menyebarkan angket/kuesioner tersebut karena kuesioner/angket tenggelam oleh chat-chat dari isi komunitas tersebut. Jadi peneliti menyebarkan ulang angket/kuesioner dengan mengirimkan melalui chat pribadi.

Penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam menambah wawasan dan pengetahuan, serta pengaruhnya terhadap perubahan perilaku imitasi remaja. Khususnya pada mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN Mataram. Penelitian ini dapat menjadi referensi

54

bagi mahasiswa, ataupun calon konselor nantinya apabila mendapatkan seorang klien yang fanatik terhadap idolanya.

Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan hal yang sama dalam penelitian ini agar bisa menggali lebih dalam lagi dan memperluas cakupannya, seperti meneliti komunitas-komunitas pencinta K-Pop yang ada di Mataram, tidak hanya di Mataram saja tapi diperluas lagi dengan komunitas K-Pop se-Lombok dan tidak hanya terbatas pada perilaku imitasi remaja, selain itu dapat menambah variabel lain agar dapat mengungkapkan masalah lain yang ada pada diri remaja, seperti perilaku konsumtif, kontrol diri, gaya hidup remaja, minat belajar, gaya berpakaian, gaya berbicara, dan lain sebagainya.

Peneliti juga menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kata sempurna. Peneliti berharap peneliti selanjutnya agar lebih berhati-hati dalam mengidentifikasi dan melakukan penelitian yang akan datang agar dapat menyempurnakan kekurangan dari hasil penelitian ini terutama dalam melakukan penyebaran angket/kuesioner agar tidak terjadi hal yang terjadi dengan penelitian ini. Angket disarankan agar peneliti selanjutnya ketika menyebarkan angket/kuesioner di dalam grup komunitas, lebih baiknya memberitahukan admin grup terlebih dahulu sebelum menyebarkan angket/ kuesioner. Sehingga admin menonaktifkan grup sementara ketika angket/kuesioner disebarkan, dan dalam penyebaran angket/kuesioner tersebut tidak adanya kendala.

DAFTAR PUSTAKA

55

Adang Hambali, Psikologi Kepribadian lanjutan studi Atas Teori dan Tokoh Psikologi Kepribadian. Bandung: CV Pustaka Setia, 2014.

Anak Agung Putu Agung dan Anik Yuesti, “Metode Penelitian Bisnis Kuantitatif dan Kualitatif”. Bali: CV Noah Aletheia, 2019.

Aniek Irawatie,dkk,. Pengaruh Komunikasi NCTZEN Indonesia Terhadap Prilaku Memilih NCT Dream, Journal of Digital Education, Communication, and Arts, Vol. 3, No. 1, 2020.

Ara Yoo, NCT To The World. Jakarta: PT Grasindo, 2018.

Ayu Mulia Khairani, Communication Behavior Of Fanatik Fans In NCTzen Bandung Comunities.

Bambang Prasetyo, Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2015.

Beny Prasetiya, Metode Pendidikan Karakter Religius Paling Efektif Di Sekolah. Jawa Timur: Academia Publication, 2021.

Bimo Walgito, Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Yogyakarta: CV Andi Offset, 2010.

Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, “Metodologi Penelitian”. Jakarta: PT Bumi Aksa, 2015.

Cholid Narbuko, Metodologi penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2018.

Dede Rahmat Hidayat, Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Bogor:

Ghalia Indonesia, 2015.

Elfi Yulia Rochmah, “Psikologi Remaja Muslim”, Al Murrabi, Vol. 3, no.

2, 2017.

Fuadh Naim, Pernah Tenggelam. Jakarta Barat: Alfatih Press, 2019.

Hafidz Muftisany, Nasionalisme Dalam Islam. Jakarta: Intera, 2021.

Hanif Irawan, Seri Pengayaan Pembelajaran Sosiologi Interaksi Sosial.

Surakarta: PT Aksara Sinergi Media, 2019.

Dokumen terkait