BAB I PENDAHULUAN
H. Teknik Analisis Data
2. Ruang Keterampilan Kayu ( Bengkel Seni)
Gambar 21. Ruang Berkarya Keterampilan Kayu (Sumber: Dokumentasi: Nur Amelia M, 2015)
Didalam berkarya dibutuhkan peralatan yang lengkap dan memadai dimulai dari alat kecil, besar, mesin pemotong, mesin gurinda, mesin Scrool, mesin serut (pasah) atau ketam dan peralatan lainnya semua ada diruangan ini sehingga menunjang proses berkarya secara maksimal.
a. Proses Berkarya Kerajinan Puzzle dari Kayu
Proses pembuatan kerajinan Puzzle dari kayu ialah salah satu kegiatan praktek yang sudah sering dilaksanakan di SMA Luar BiasaNegeri Pembina Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan. Merupakan suatu rangkaian yang dilaksanakan di sekolah ini untuk melatih tingkat kesabaran, keuletan, kecerdasan secara logis seorang anak melalui berkarya Puzzle dari kayu.Berkarya Puzzle tidak hanya
memberikan pengetahuan secara umum, namun dapat memberikan keuntungan bagi yang benar ingin berkarya karena dapat dijadikan suatu usaha
Adapun tahapan dalam proses pembuatan kerajinan Puzzle dari kayu ini yaitu persiapan alat dan bahan, dan mengolah bahan menjadi hasil karya yang pertama siswa dapat mengenal alat dan bahan, proses pemotongan, prosesperekatan desain, pengeringan, proses pembentukan, proses pewarnaan, dan proses Akhir.
1. Proses Pemotongan Hardboard atau MDV dan Triplex
Gambar 22. Pemotongan MDV dan triplex (Sumber: Dokumentasi, Nur Amelia M, 2015)
Bahan yang digunakan adalah papan, kayu (MDV) dan triplex yang terbuat dari serbuk kayu, MDV yang digunakan adalah ukuran 6 Milli sedangkan triplex dengan ukuran 3 milli. Pemotongan MDV adalah proses awal dalam pembuatan puzzle,MDV dipotong sukuran kertas A4s dengan menggunakan gergaji mesin dan dilakukan secara bergiliran. Pemotongan diukur terlebih dahulu sesuai dengan sketsa gambar yang sudah ditentukan.
2. Proses menempel desain
Gambar 23. Proses menempel desain (Sumber: Dokumentasi Nur Amelia, 2015)
Pada tahap ini MdV yang sudah dipotong direkatkan dengan desain yang sudah siap, dengan menggunakan Lem Fox putih (Lem Kayu). Sebaiknya lem yang digunakan dicampur sedikit dengan air agar lem tidak terlalu encer dan
kental.Desain yang pertama adalah desain Puzzle angka yaitu desain yang sangat sederhana dan tidak terlalu rumit dan yang kedua adalah desain kreativitas yang berbentuk potongan- potongan yang disusun menjadi satu.Desain yang kedua ini memiliki tingkat kerja scrool yang lebih rumit.
3. Proses kerja scrool
Gambar 24. Proses kerja scrool desain 1 dan 2 (Sumber: Dokumentasi Nur Amelia M , 2015)
Mesin Scrool adalah mesin pembentuk untuk bahan kayu, papan dan sejenisnya.
Yang berfungsi memotong dan membentuk puzzle yang berbentuk lurus, lengkung, sudut dan sebagainya. Desain puzzle yang pertama adalah desain Angka yang terbilang sebagai desain sederhana dan proses penyekrolannya tidak terlalu rumit, Sedangkan pada desain yang kedua Puzzle kreativitas tingkat kerumitannya
lumayan sulit dan siswa harus lebih teliti membentuk agar hasil penyekrolan tidak rusak dan terlihat tidak rapi. Untuk memulai penyekrolan jarum scrool dimulai dari atas dan masuk ketengah setelah selesai beberapa bagian, di lanjutkan di mulai dari arah bawah, samping kanan dan samping kiri.Maksudnya tidak dari satu arah karena dapat mengakibatkan papan terpotong menjadi dua bagian.
4. Proses Perakitan
Gambar 25. Proses Perekatan
(Sumber: Dokumentasi Nur Amelia M, 2015)
Puzzle dua dimensi terdiri dari dua lapisan, lapisan atas adalah bagian yang akan dibentuk sedangkan lapisan bawah adalah pengalasnya. Setelah semua desain selesai di Scrool ,tahap berikutnya dilapisi triplex yang sama ukurannya dengan lapisan atas, kemudian rekatkan dengan lem Fox putih (lem kayu) kemudian biarkan mengering.
5. Proses Pengetaman
Gambar 26. Proses Pengetaman
(Sumber: Dokumentasi Nur Amelia M, 2015)
Proses pengetaman dilakukan dengan alat sederhana, alat ketam (pasah,atau serut). Yang berfungsi untuk meratakan dan meluruskan permukaan kayu agar terlihat lurus seimbang antara lapisan atas dan lapisan bawah, sehingga menghasilkan karya terlihat lebih rapi.
6. Proses Merapikan
Gambar 27. Proses Merapikan Sumber: Dokumentasi Nur Amelia M, 2015)
Pada tahap ini setelah semua karya selesai diketam langkah selanjutnya adalah membuka desain kertas yang melengkat pada permukaan kayu. Agar lebih mudah membersihkan kertas yang melekat pada kayu, kertas dibasahi dengan air.
Tehnik ini dapat membantu agar tidak ada sisa- sisa kertas yang melekat pada permukaan kayu.
7. Proses Penghalusan
Gambar 28. Proses Penghalusan (Sumber: Dokumentasi Nur Amelia M, 2015)
Dalam proses ini dilakukan setelah hasil karya bersih dan siap untuk di haluskan, pertama- tama sudut karya yang runcing dihaluskan dengan menggunakan ampelas mesin dan dibuat melengkung agar tidak berbahaya bagi yang menggunakannya sedangkan untuk menghaluskan seluruh permukaan sampai hasil penyekrolan digunakan ampelas secara manual agar lebih bagus dan maksimal.
8. Proses Pewarnaan
Gambar 29 dan 30. Proses Pewarnaan (Sumber: Dokumentasi Nur Amelia M, 2015)
Menurut fisika dalam buku (Seni Budaya)warna ditimbulkan oleh sinar matahari, bila disorotkan sinar matahari kesebuah kaca prisma maka sinar tersebut akan terurai menjadi beberapa sinar warana yang disebut spektrum warna.Setiap spektrum mempunyai kekuatan gelombang yang kemudian sampai pada mata kita, sehingga kita dapat melihat warna tertentu.Dalam spektrum warna terdapat lingkaran warna yang memperlihatkan warna primer merah, kuning, biru; warna sekunder hijau oranye dan ungu; warna tertier hijau tua, hijau muda, orange kekuningan, ungu tua dan ungu muda.
Dalam pewarnaanPuzzle1 danpuzzle yang kedua seperti diatas digunakan pewarnaan sesuai dengan warnayang tersedia. Namun siswa bebas berkreasi
dimana warna- warna itu ditempatkan, seperti pada Puzzle yang pertama pewarnaan tidak terlalu sulit, tetapi pewarnaan juga harus extra dilakukan, siswa harus teliti, sabar, ulet, bersih, rapi dan menghasilkan warna- warna yang sejuk dan enak dilihat mata.Karena merupakan tahap penyelesaian yang dapat mengukur nilai estetika dan kualitasnya sebuah karya. Sedangkan pada pewarnaan puzzle yang kedua disini pewarnaannya juga tidak terlalu rumit hanya siswa dituntut agar warna yang diberikan harus menarik.
9.Proses Akhir.
Gambar 31. Proses Akhir
(Sumber: Dokumentasi Nur Amelia 2015)
Tahap akhir merupakan tahap terakhir dalam berkarya setelah semua karya selesai diwarnai maka langkah terakhir adalah proses penyemprotan yang bertujuan untuk mengilapkan hasil karya. Dalam proses ini karya terlihat lebih bagus, rapi dan berkualitas.