• Tidak ada hasil yang ditemukan

proses berkarya kerajinan puzzle dari kayu pada

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "proses berkarya kerajinan puzzle dari kayu pada"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

Proses pembuatan puzzle kayu untuk siswa kelas X Tunarungu di SMALB Negeri Pembina Provinsi Sulawesi Selatan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah proses kerja dan kualitas pembuatan puzzle kayu pada siswa tunarungu di Sekolah Menengah Negeri Pembina Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan proses kerja dan kualitas kerja pada produksi puzzle kayu.

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa hasil proses kerja dan kualitas karya yang dihasilkan dalam pembuatan kerajinan puzzle kayu pada siswa tunarungu di SMALB Negeri Pembina Provinsi Sulawesi Selatan.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Yang perlu diperhatikan adalah perkembangan kerajinan puzzle tidak luput dari perkembangan zaman, saat ini permainan puzzle dikenal sebagai permainan edukatif yang melatih perkembangan motorik, emosi dan kecerdasan siswa. Sehubungan dengan permasalahan di atas diteliti pemahaman dan kemampuan siswa dalam membuat kerajinan puzzle kayu. Seperti yang telah kita ketahui, perkembangan motorik, emosi dan kecerdasan anak berkebutuhan khusus lebih dominan dalam hal berkarya, siswa (Tuli) mampu menuangkan gagasannya dalam bentuk karya.

Disini kita dapat melihat tingkat kemampuannya dengan mengukur hasil kreasi siswa melalui penelitian ini, beberapa siswa mampu menyelesaikan puzzle kayu mulai dari membuat sketsa, proses pengerjaan hingga hasil akhir sangat memuaskan.

Rumusan Masalah

Namun untuk melanjutkan penelitian ini perlu dilakukan evaluasi dan pengukuran terhadap kemampuan peserta didik.Kita tidak akan pernah tahu sejauh mana keberhasilan pendidik dalam mengajar, kita tidak akan pernah tahu apa yang menjadi inti permasalahan dalam permasalahan tersebut. yang telah terjadi sejauh ini. Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk menyelidiki “Proses pembuatan puzzle kayu pada siswa tuna rungu kelas X di SMALB Negeri Pembina Provinsi Sulawesi Selatan. Bagaimana proses penerapan puzzle kayu pada siswa tuna rungu di SMA Negeri Pembina Provinsi Sulawesi Selatan. SMA Luar Biasa tingkat provinsi di Sulawesi Selatan.

Bagaimana kualitas hasil karya puzzle kayu pada siswa tuna rungu di SMAN Pembina Provinsi Sulawesi Selatan.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Pengertian Proses
  • Pengertian Berkarya
  • Pengertian Kerajinan
  • Pengertian Kerajinan Kayu
  • Bahan dan Alat Membuat Kerajinan Puzzle dari Kayu

Bermanfaat untuk penelitian sebagai referensi dalam pembuatan kerajinan puzzle kayu untuk siswa tunarungu, bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa tunarungu dan perbandingannya dengan siswa normal. Woodworking merupakan suatu bidang kerajinan yang hasil karyanya terbuat dari kayu yang mempunyai nilai fungsional dan dekoratif. Membuat kerajinan tangan dari kayu memerlukan keterampilan lebih agar dapat menghasilkan karya yang menarik. Ada berbagai macam barang kerajinan yang dapat dibuat dari bahan kayu seperti: topeng, wayang golek, mebel, patung, ukiran kayu dan mainan edukatif seperti puzzle yang mulai berkembang di masyarakat saat ini.

Dalam persiapan pembuatan puzzle kayu sebaiknya memperhatikan peralatan dan bahan yang digunakan, menurut Abidin, antara lain:

Bahan

Alat

  • Macam-macam Bentuk Puzzle dari Kayu 1. Puzzle Angka
  • Indikator Penilaian Berkarya KerajinanPuzzle dari Kayu

-Jenis-Jenis Puzzle Kayu 1. Puzzle Angka adalah teka-teki yang berfungsi untuk mengasah keterampilan dan melatih kemampuan berpikir logis dalam menyusun angka-angka secara berurutan. Sumber: Tokomainankayu.wordprees.com.estyolshop Teka-teki huruf merupakan teka-teki yang dirancang untuk melatih otak kanan anak dalam mengenal dan membaca huruf. Lembaran kayu atau triplek digunakan untuk menutupi kayu atau triplek yang berlubang-lubang.

Pada tahap ini sebaiknya menempel pada sketsa yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan menggunakan lem kayu atau lem putih.

Gambar 17. Puzzle geometri
Gambar 17. Puzzle geometri

Kerangka Pikir

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang artinya metode penelitiannya berlandaskan pada filsafat post-positivisme yang umumnya digunakan untuk menyelidiki keadaan benda-benda alam, dengan peneliti sebagai instrumen kuncinya.

Lokasi Penelitian

Fokus Penelitian

Desain Penelitian

Kualitas suatu karya dapat diukur dari kemampuan siswa melalui karya yang telah diselesaikan.Karya yang berkualitas adalah karya yang proses dan hasil kerjanya memenuhi syarat, karya yang baik, rapi, menarik baik desain maupun warnanya.

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Proses pelaksanaan karya kerajinan puzzle kayu adalah melihat bagaimana proses pengerjaan kerajinan tersebut dilakukan, bagaimana teknik dasar pembuatan kerajinan puzzle mulai dari pembuatan desain hingga proses finishing. Pada tahap wawancara dilakukan secara tertulis, mengingat penelitian ini dilakukan pada siswa tunarungu, maka teknik yang digunakan berupa angket. Teknik ini bertujuan untuk mengetahui kemudahan dan kesulitan yang dihadapi siswa dalam menciptakan karya. Teknik atau proses pelaksanaan kerajinan puzzle kayu dapat diukur dari indikator penilaian atau prinsip kerja yang digunakan dalam penelitian ini.

Teknik ini digunakan untuk mencatat seluruh data yang diperoleh dari buku atau literatur yang relevan dengan objek yang diteliti.

Teknik Analisis Data

  • Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMALuar Biasa Negeri Pembina Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan. Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan
  • Ruang Keterampilan Kayu ( Bengkel Seni)

Selain itu, mereka juga berfoto bersama hasil karya siswa yang dibuat berdasarkan alat dan bahan yang ditawarkan. Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran obyektif mengenai proses peserta dalam membuat puzzle kayu atau penelitian yang diperoleh di lapangan melalui prosedur yang digunakan dalam penelitian ini. Hasyim S.Pd., M.Si. Pd. Pembelajaran seni budaya (Seni Rupa), khususnya membuat puzzle dari kayu, yang berlangsung di ruang Keterampilan Kayu.

Tujuan kegiatan belajar mengajar pada satuan pendidikan sekolah ini adalah untuk menunjukkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, sehingga mengembangkan kreativitas aktif khususnya dalam pembuatan teka-teki, yang dapat melatih kemampuan berpikir logis anak. menyusun teka-teki. Proses pembuatan karya puzzle kayu merupakan salah satu kegiatan praktek yang sering dilaksanakan di SMA Luar Biasa Negeri Pembina Provinsi Sulawesi Selatan. Merupakan rangkaian yang dilakukan di sekolah ini untuk melatih tingkat kesabaran, ketekunan dan kecerdasan logika anak melalui pembuatan puzzle kayu. Membuat teka-teki tidak sendirian.

Tahapan dalam proses pembuatan kerajinan puzzle kayu adalah menyiapkan alat dan bahan serta mengolah bahan tersebut menjadi sebuah karya. Pertama, siswa dapat mempelajari tentang alat dan bahan, proses pemotongan, proses pengeleman desain, proses pengeringan, proses pencetakan, proses pewarnaan dan proses akhir. Bahan yang digunakan adalah papan, kayu (MDV) dan kayu lapis yang terbuat dari serbuk kayu, MDV yang digunakan berukuran 6 mili sedangkan kayu lapis berukuran 3 mili. Pada tahap ini MdV yang sudah dipotong direkatkan pada desain yang sudah jadi dengan menggunakan Lem Fox putih (lem kayu).

Desain puzzle yang pertama adalah desain angka yang dianggap desain sederhana dan proses penggulirannya tidak terlalu rumit. Sedangkan desain kedua merupakan puzzle kreativitas dengan tingkat kerumitan. Sedangkan pewarnaan pada puzzle mewarnai kedua di sini tidak terlalu rumit; hanya siswa yang perlu memastikan bahwa warna yang diberikan menarik.

Gambar 25. Proses Perekatan
Gambar 25. Proses Perekatan

Kualitas Hasil Karya Kerajinan Puzzle dari Kayu

Hanya siswa ini yang mewarnai berulang-ulang sehingga karya yang dihasilkan tebal dan tidak muat pada tempatnya. Karya Faturrahman, menurut beberapa kriteria penilaian, karya yang dihasilkan kurang memenuhi syarat, mulai dari pemotongan, penghalusan, perakitan sudah baik, namun pada tahap terakhir (Finishing) mahasiswa ini masih perlu dibimbing dalam proses akhir karyanya . Hasil akhir (Ending), sehingga dalam mewarnai siswa ini tidak fokus dan bekerja hanya setengah hati.

Hasil Akhir (Finishing), Kemudian pada saat mewarnai, siswa tersebut tidak fokus dan hanya bekerja setengah-setengah. Kemudian siswa dapat memoles pekerjaannya dengan baik dan tidak terlalu banyak pada proses akhir. Proses penghalusan, namun pada tahap penghalusan, hasil geseran siswa dapat menghaluskan seluruh permukaan akhir.

Kemudian siswa dapat memoles pekerjaannya dengan baik dan tidak terlalu banyak pada proses akhir. Dari hasil tes wawancara tertulis terlihat bahwa siswa ini kurang suka mengerjakan puzzle, dan hasil pengerjaannya kurang rapi pada hasil gesernya. Dalam proses meluncur dan membentuk, siswa ini tidak dapat melakukan scroll dengan baik dan pekerjaannya kurang akurat.

Kualitas karya yang dihasilkan belum memenuhi seluruh kriteria penilaian karya yang baik, Siswa ini tepat waktu dan teliti dalam memainkan mesin putar, namun pada tahap akhir hasil pewarnaannya agak kotor dan kurang rapi. Kemampuan kerja siswa ini baik, siswa ini mampu berkarya dan menghasilkan karya maksimal dengan perkembangan yang sama seperti siswa normal.

Gambar 34.Puzzle Ikan
Gambar 34.Puzzle Ikan

Pembahasan

Kualitas pengerjaan, pengerjaan yang dilakukan kurang maksimal, proses dari awal hingga perakitan baik dan bagus, namun proses pewarnaan kurang bagus dan kurang menarik. Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah Bahan Bahan mempunyai unsur yang paling penting karena berperan sebagai produsen untuk diolah dengan peralatan kerja yang lengkap. Peralatan yang digunakan sesuai fungsinya Dalam penelitian ini siswa tunarungu dapat melihat bagaimana siswa bekerja secara kreatif, dan dapat diukur kemampuannya dalam mengenal bahan dan peralatan kerja yang mempunyai fungsi berbeda.

Dalam penelitian ini bahan-bahan disiapkan oleh peneliti, sedangkan peralatan kerja di ruang keterampilan pertukangan sangat memadai dan lengkap. Proses pembuatan puzzle kayu di SMALuar Luar merupakan kegiatan yang biasa dilakukan di sekolah ini, namun biasanya karya yang dibuat berupa puzzle yang sangat sederhana seperti puzzle huruf atau angka, namun hanya terdiri dari 3 angka dalam satu desain berukuran 10 cm. 15 ukuran cm. Pembuatan kerajinan puzzle dimulai dari kelengkapan bahan dan peralatan kerja. Pertama, potong hardboard atau MDF sesuai ukuran desain yang diinginkan dengan gergaji ukir. Setelah hardboard dipotong, lem dioleskan ke permukaan atas dan desain dipasang.

Kualitas hasil karya yang disampaikan Siswa Tunarungu kelas 7 dari 10 siswa dapat dirakit dengan baik, dilihat dari hasil pengeleman bahan kayu dan triplek hingga proses penghalusan, hasilnya memenuhi syarat. 9 dari 10 orang menyelesaikan proses awal dan akhir dengan kualitas pekerjaan yang baik, namun tidak semuanya memenuhi kriteria penilaian terbaik.

Sedangkan pada tahap perakitan, 3 dari 10 orang tidak dapat menyusun puzzle dengan baik sehingga mengakibatkan karya yang dihasilkan tidak rapi dan berkualitas karena mengalami kesulitan dalam pengerjaannya. Empat dari sepuluh siswa tidak dapat mewarnai dengan baik karena tidak suka mewarnai dan melakukannya terlalu tergesa-gesa sehingga menyebabkan hasilnya kotor dan berantakan.

Kesimpulan

Pekerjaan yang mempunyai mutu yang baik adalah pekerjaan yang memenuhi hasil pekerjaan yang baik pada seluruh tahapan pekerjaannya.

Saran

Suardi, 2003. Proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa oleh siswa SMP Negeri 5 Polmas. Tesis di Fakultas Seni dan Desain. UNM. Pengetahuan tentang seni lukis mahasiswa yang mempelajari seni tari dan musik di Jurusan Seni Rupa dan Kerajinan (Skripsi). Wahyuni, 2015. Kemampuan menggambar ilustrasi dengan menggunakan pensil warna pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Limbung.

Gambar

Gambar 17. Puzzle geometri
Gambar 25. Proses Perekatan
Gambar 28. Proses Penghalusan  (Sumber: Dokumentasi Nur Amelia M, 2015)
Gambar 31. Proses Akhir
+6

Referensi

Dokumen terkait

Table 5-2 Hydrostatic Test Interval for Extinguishers Test Interval Extinguisher Type Years Stored-pressure water, loaded stream, and/or antifreeze 5 Wetting agent 5 AFFF aqueous