• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Populasi dan sampel

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, maka dari itu sampel dari penelitian ini adalah para nasabah Bank Syariah di Makassar. yang memiliki tabungan Mudharabah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin sebagai berikut:

Rumus : n =

=

=

=

=

= 109 Keterangan: n = Jumlah Sampel

N = Jumlah Populasi e = Tingkat Error (0, 05%) F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan suatu alat bantu penelitian yang dipilih dan digunakan untuk melakukan kegiatan pengumpulan data agar kegiatan tersebut terstruktural dan sistematis. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian ini adalah lembar angket. Tujuan dari pembuatan angket ini adalah untuk memperoleh informasi yang relevan reliabilitas dan validitas setinggi mungkin serta memperoleh yang relevan.

Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah item tertutup dimana pernyataan yang dicantumkan telah disesuaikan oleh peneliti. Alternatif jawaban yang disediakan bergantung pada pemilihan penelitian sehingga responden hanya bisa memilih jawaban yang mendekati pilihan paling tepat dengan yang dialaminya. Angket penelitian tertutup memiliki prinsip yang yang efektif jika dilihat dengan sudut pandang peneliti sehingga jawaban responden dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Selanjutnya dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa alat yang mendukung dalam melakukan penelitian ini yaitu hanphone, alat tulis, serta kamera.

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang `paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan data. Ada dua teknik pengumpulan data yang penulis gunakan untuk melakukan penelitian, yaitu angket (Kuesioner) dan dokumentasi. Data yang dikumpul kemudian diolah dan dianalisis.

1. Observasi

Observasi adalah pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat di lapangan atau lokasi penelitian yang sedang di lakukan. Operasi bertujuan untuk mendapatkan data-data kongkret di tempat penelitian. Observasi di gunakan dalam melakukan studi pendahuluan untuk permasalahan yang harus di teliti, dan juga ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.

2. Angket (Kuesioner)

24 Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Dalam hal ini, jumlah maupun kualifikasi para responden ditentukan berdasarkan dengan metode pengambilan sampel. Cara pengumpulan data ini dipilih dangan harapan bahwa peneliti mampu memperoleh informasi yang relevan dengan permasalahan yang dikaji dan mempunyai keakuatan yang tinggi.24.

Angket diberikan langsung kepada responden dengan tujuan agar lebih efektif dan efesien menjangkau jumlah sampel dan mudah memberi penjelasan berkenaan dengan pengisian angket tersebut. Penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian ini menggunakan skala likert 5 point. Jawaban responden berupa pilihan alternatif yang ada yaitu:

Alternatif Jawaban

Jawaban Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Kurang Setuju (KS) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Tabel 3.1. Skala Liker

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah sebuah cara yang dilakukan untuk menyediaan dokumen-dokumen dengan menggunakan bukti yang akurat dari pencatatan sumber-sumber informasi khusus dari karangan atau tulisan, wasiat, buku,

24 Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Statistik (Jakarta: PT Bumi Aksara,2002),h.16

undang-undang dan sebagainya. Dalam artian umum dokumentasi merupakan sebuah pencarian, penyelidikan, pengumpulan, pengawetan, penguasaan, pemakaian dan penyedian dokumen. Dokumentasi ini digunakan untuk mendapatkan keterangan dan penerangan pengetahuan dan bukti. Dalam hal ini termasuk kegunaan dari arsip perpustakaan dan kepustakaan. Dokumentasi biasanya juga digunakan dalam sebuah laporan pertanggungjawaban dan sebuah acara.

H. Teknik Analisis Data

Untuk mengetahui pengaruh bagi hasil mudharabah terhadap kepuasan nasabah, maka digunakan analisis statistika.

1. Uji Validitas dan Reliabilitas

Khusus untuk data primer, uji validitas dan reliabilitas sangat diperlukan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu data. Instrumen yang valid adalah alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Instrumen yang reliabel berarti instrumen tersebut bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama.25

Ketentuan validitas instrument sahih apabila rhitung lebih besar dari rtabel

(0.30). Sedangkan reliable adalah kemampuan kuesioner memberikan hasil pengukuran yang konsisten. jika skala itu dikelompokkan ke dalam lima kelas dengan reng yang sama, maka ukuran kemantapan alpha dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

25 Agus Eko Sujianto, Aplikasi Statistik dengan SPSS 16.0, (Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya, 2009), hlm. 94

26 a. Nilai alpha Cronbach 0.00 s.d 0.20, berarti kurang reliable.

b. Nilai alpha Cronbach 0.21 s.d 0.40, berarti agak reliable.

c. Nilai alpha Cronbach 0.42 s.d 0.60, berarti cukup reliable.

d. Nilai alpha Cronbach 0.61 s.d 0.80, berarti reliable.

e. Nilai alpha Cronbach 0.81 s.d 1.00, berarti sangat reliable.

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk menguji kelayakan model regresi yang digunakan, maka harus terlebih dahulu memenuhi uji asumsi klasik. Pengujian ini dilakukan agar estimasi yang diperoleh benar-benar relevan untuk kemudian dianalisis. Pengujian asumsi klasik meliputi :

a. Uji Normalitas, Uji normalitas data dilakukan sebelum data diolah berdasarkan pada model-model penelitian yang diajukan. Uji normalitas bertujuan untuk mendeteksi pada distribusi data dalam suatu variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang baik dan layak untuk membuktikan model-model penelitian tersebut adalah data yang memiliki distribusi yang normal. Uji normalitas yang paling sederhana adalah membuat grafik distribusi frekuensi atas skor yang ada. Mengingat keserhanaan tersebut, maka pengujian kenormalan data sangat tergantung pada kemampuan mata dalam mencermati plotting yang ada.26

b. Uji Heteroskedastisitas, Uji Heteroskedastisitas adalah uji yang menilai apakah ada ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi linear. Uji ini merupakan salah satu dari uji asumsi

26 Agus Irianto, Statistic : Konsep Dasar dan Aplikasinya, (Jakarta : Kencana, 2004), h. 27-28.

klasik yang harus dilakukan pada regresi linear. Apabila asumsi heteroskedastisitas tidak terpenuhi, maka model regresi dinyatakan tidak valid sebagai alat peramalan.

3. Uji Regresi Sederhana

Uji Regresi Sederhana adalah sebuah metode pendekatan untuk pemodelan hubungan antara satu variabel dependen dan satu variabel independen. Dalam model regresi, variabel independen menerangkan variabel dependennya. Dalam analisis regresi sederhana, hubungan antara variabel bersifat linear, dimana perubahan pada variabel X akan diikuti oleh perubahan pada variabel Y secara tetap. Sementara pada hubungan non linier, perubahan variabel X tidak diikuti dengan perubahan variabel Y secara proporsional. Secara matematis model analisis regresi linier sederhana dapat digambarkan sebagai berikut :

Y = α + βX+ e Dimana :

Y = variabel independent (Bagi hasil Mudharabah) α = bilangan konstanta

β= koefisien regresi

X= variabel dependent (Kepuasan Nasabah) e = error term (variabel pengganggu)

a. Uji t, Uji t dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independent (Mudharabah) secara individual dalam menerangkan variabel dependent (Kepuasan Nasabah) apakah bermakna atau tidak, pengujian dilakukan sebagai berikut :

28 1) Bila t hitung >t table maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada

pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

2) Bila t hitung < t table maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya ada pengaruh variabel.

b. Uji Determinasi (R2), Uji determinasi digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent. Nilai R2 yang semakin mendekat satu maka variabel independent yang ada dapat memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi (R2) antara 0 sampai dengan 1.

29 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 1. Sejarah Perusahaan

Terpaan krisis moneter tahun 1997 membuktikan ketangguhan sistem perbankan syariah. Prinsip Syariah dengan 3 (tiga) pilarnya yaitu adil, transparan dan maslahat mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem perbankan yang lebih adil. Dengan berlandaskan pada Undang-undang No.10 Tahun 1998, pada tanggal tanggal 29 April 2000 didirikan Unit Usaha Syariah (UUS) BNI dengan 5 kantor cabang di Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin. Selanjutnya UUS BNI terus berkembang menjadi 28 Kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu.

Disamping itu nasabah juga dapat menikmati layanan syariah di Kantor Cabang BNI Konvensional (office channelling) dengan lebih kurang 1500 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di dalam pelaksanaan operasional perbankan, BNI Syariah tetap memperhatikan kepatuhan terhadap aspek syariah. Dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang saat ini diketuai oleh KH.Ma’ruf Amin, semua produk BNI Syariah telah melalui pengujian dari DPS sehingga telah memenuhi aturan syariah.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 12/41/KEP.GBI/ 2010 tanggal 21 Mei 2010 mengenai pemberian izin usaha kepada PT Bank BNI Syariah. Dan di dalam Corporate Plan UUS BNI tahun 2003 ditetapkan bahwa status UUS bersifat temporer dan akan dilakukan spin

30 off tahun 2009. Rencana tersebut terlaksana pada tanggal 19 Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah (BUS). Realisasi waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No.19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU No.21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Disamping itu, komitmen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat dan kesadaran terhadap keunggulan produk perbankan syariah juga semakin meningkat. Pada bulan Juni 2014 jumlah cabang BNI Syariah mencapai 65 Kantor Cabang, 161 Kantor Cabang Pembantu, 17 Kantor Kas, 22 Mobil Layanan Gerak dan 20 Payment Point.

Bank BNI Syariah Makassar di buka pada tahun 2001 bersama dengan kantor cabang lain di Jakarta timur, Jakarta selatan, Bandung dan Padang.

Bank BNI Syariah berpusat di Jl.AP. Pettarani. Kemudian pada tanggal 18 mei 2017 Bank BNI Syariah melakukan relokasi atau berpindah ke Jl.DR.sam Ratulangi, yang merupakan salah satu dari 8 aset gedung kantor Cabang BNI Syariah. Dengan lokasi kantor baru yang lebih strategi, lebih luas dan lebih nyaman tentunya akan memberikan pelayanan yang lebih baik.

2. Visi dan Misi Bank BNI Syariah a. VISI

Menjadi Bank Syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam layanan dan kinerja.

b. MISI

1) Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan peduli pada kelestarian lingkungan.

2) Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa perbankan syariah.

3) Memberikan nilai investasi yang optimal bagi investor.

4) Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi sebagai pegawai sebagai perwujudan ibadah.

5) Menjadi acuan tata kelola perusahaan yang amanah.

B. Deskriptif Data Responden

Dalam penelitian ini, peneliti menyebarkan kuesioner terhadap 100 Responden Nasabah Bank BNI Syariah KCU Makassar. Karakteristik responden pada penelitian ini terbagi menjadi 3 yaitu Jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan terakhir. Gambaran umum responden meliputi:

1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Responden berdasarkan jenis kelamin dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kategori yaitu Pria dan Wanita, sebagai berikut:

32

Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent Valid Pria

52 52.0 52.0 52.0

Wanita 48 48.0 48.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin Pria yaitu sebanyak 52 orang (52.0%), Dan yang berjenis kelamin Wanita sebanyak 48 orang (48.0%).

2. Responden Berdasarkan Pekerjaan

Responden berdasarkan pekerjaan terbagi menjadi beberapa kategori yaitu sebagai berikut:

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar merupakan Karyawan Swasta sebanyak 72 Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid karyawan swasta 72 72.0 72.0 72.0

Mahasiswa 13 13.0 13.0 85.0

PNS/GURU/POLRI 10 10.0 10.0 95.0

Tidak Bekerja/Pensiun 5 5.0 5.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

orang (72.0), Mahasiswa Sebanyak 13 orang (13.0), PNS/GURU/POLRI sebanyak 10 orang (10.0) dan Tidak bekerja/Pensiun sebanyak 5 orang (5.0).

3. Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Gambaran umum responden berdasarkan pendidikan terakhir terbagi beberapa kategori yaitu sebagai berikut:

Tabel 4. 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid D3 11 11.0 11.0 11.0

S1 65 65.0 65.0 76.0

SMA Sederajat 24 24.0 24.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Berdasarkan Tabel di atas menunjukkan bahwa responden dalam kategori pendidikan terakhir ini yaitu, D3 Sebanyak 11 orang (11.0), S1 sebanyak 65 orang (65.0), SMA Sederajat sebanyak 24 orang (24.0).

C. Hasil Dan Pembahasan

1. Uji Deskripsi variabel pendapatan bagi hasil mundharabah

Data tanggapan responden mengenai Pengaruh Bagi Hasil Mudharabah Terhadap Kepuasan Nasabah sebagai berikut:

a. Dalam mengambil pinjaman/pembiayaan di Bank syariah, jawaban responden di tinjau pada tabel di bawah ini

34 Tabel 4.4 Tanggapan Responden Terkait Bagi Hasil Mudharabah Di

Bank BNI Syariah KCU Makassar.

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengambil pinjaman atau pembiayaan Mudharabah di Bank Syariah

96 96% 4 4%

Berdasarkan pernyataan tentang mengambil pinjaman atau pembiayaan Mudharabah di Bank BNI Syariah KCU Makassar, sebanyak 96% setuju mengambil pinjaman atau pembiayaan mudharabah dan 4% tidak setuju.

b. Terkait sistem akad mudharabah, pengetahuan nasabah di tinjau pada tabel di bawah ini;

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengetahui sistem akad mudharabah di Bank Syariah.

94 94% 6 6%

Berdasarkan pernyataan tentang responden mengetahui sistem akad Mudharabah di Bank BNI Syariah KCU Makassar, pada umumnya responden 94% mengetahui sistem akad mudharabah di Bank Syariah.dan 6% tidak setuju.

c. Terkait besar rasio atau nisbah bagi hasil di buat pada saat permulaan akad, pengetahuan nasabah di tinjau padatabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengetahui besar rasio atau nisbah bagi hasil di buat pada saat permulaan akad

81 81% 19 19%

Berdasarkan pernyataan tentang responden mengetahui pembagian/penentuan bagi hasil di buat pada saat penandatanganan persetujuan akad, pada umumnya responden 81%, mengetahui pembagian/penentuan bagi hasil di buat pada saat permulaan akad dan 19% tidak paham..

d. Terkait pengetahuan nasabah bila terjadi kerugian maka akan di tanggung bersama, di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengetahui bila terjadi kerugian maka akan di tanggung bersama

96 96% 4 4%

Berdasarkan pernyataan tentang responden mengetahui bila terjadi kerugian maka akan di tanggung bersama, pada umumnya responden 96%, mengetahui bila terjadi kerugian maka akan di tanggung bersama 4% tidak paham.

36 e. Bedasarkan pengetahuan nasabah tentang bagi hasil meningkat sesuai dengan jumlah peningkatan keuntungan yang diperoleh pihak Bank, di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengetahui bagi hasil meningkat sesuai dengan jumlah peningkatan keuntungan yang diperoleh pihak Bank

71 71% 29 29%

Berdasarkan pernyataan tentang responden mengetahui bagi hasil meningkat sesuai dengan jumlah peningkatan keuntungan yang diperoleh pihak Bank, pada umumnya responden 71%, mengetahui bagi hasil meningkat sesuai dengan jumlah peningkatan keuntungan yang diperoleh pihak Bank 4% tidak setuju.

f. Terkait return yang di dapat tergantung kinerja bisnis, pengetahuan nasabah di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengetahui return yang di dapat tergantung pada kinerja bisnis

86 86% 14 14%

Berdasarkan pernyataan tentang responden mengetahui return yang di dapat tergantung pada kinerja bisnis, pada umumnya responden 86%,

mengetahui return yang di dapat tergantung pada kinerja bisnis dan 14%

tidak setuju.

g. Terkait kontrak yang di berikan pihak bank dalam menggunakan jasa, pengetahuan nasabah di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengetahui kontrak yang diberikan oleh pihak bank kepada anda dalam menggunakan jasa

81 81% 19 19%

Berdasarkan pernyataan tentang responden mengetahui kontrak yang diberikan oleh pihak bank kepada responden dalam menggunakan jasa, pada umumnya responden 81% mengetahui kontrak yang diberikan oleh pihak bank kepada responden dalam menggunakan jasa dan 14% tidak mengetahui.

h. Terkait ketertarikan nasabah menabung di bank, di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda menabung di bank karena nisbah bagi hasil yang diberikan menarik

88 88% 12 12%

Berdasarkan pernyataan tentang responden tertarik menabung di bank karena nisbah bagi hasil yang diberikan menarik, pada umumnya

38 responden 88%, tertarik menabung di bank karena nisbah bagi hasil yang di berikan menarik dan 12% tidak tertarik.

i. Berdasarkan keuntungan yang di berikan dalam menabung di bank, di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda menabung di bank karena kesepakatan yang di berikan sangat menguntungkan

71 71% 29 29%

Berdasarkan pernyataan tentang responden menabung di bank karena kesepakatan yang di berikan sangat menguntungkan, pada umumnya responden 71%, tertarik menabung di bank karena kesepakatan yang di berikan sangat menguntungkan dan 29% tidak tertarik.

j. Terkait imbalan atau return yang secara akumulatif dapat memperbesar jumlah keutungan, harapan nasabah di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengharapkan imbalan atau return yang secara akumulatif dapat memperbesar jumlah keutungan anda

84 84% 16 16%

Berdasarkan pernyataan tentang responden mengharapakan imbalan atau return yang secara akumulatif dapat memperbesar jumlah keutungan, pada umumnya responden 84% setuju, mengharapakan imbalan atau return

yang secara akumulatif dapat memperbesar jumlah keutungan dan 16%

tidak setuju.

2. Uji data variabel kepuasan nasabah

k. Berdasarkan proses dan pelayanan yang di berikan oleh petugas Bank,keuasan nasabah di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda merasa puas dengan proses dan pelayanan yang di berikan oleh petugas Bank

95 95% 5 5%

Berdasarkan pernyataan di atas, responden merasa puas dengan proses dan pelayanan yang di berikan oleh petugas Bank. pada umumnya responden 95% merasa puas dengan proses dan pelayanan yang di berikan oleh petugas Bank dan 5% tidak puas.

l. Terkait keuntungan dalam menggunakan produk, kepuasan nasabah di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda merasa puas menggunakan produk karena sangat menguntungkan untuk anda

74 74% 26 26%

Berdasarkan pernyataan di atas, responden merasa puas menggunakan produk karena sangat menguntungkan. pada umumnya responden 74%

40 merasa puas dengan proses dan pelayanan yang di berikan oleh petugas Bank dan 26% tidak puas.

m. Terkait komitmen bank dalam bidang keuangan, dapat di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Bank berkomitmen dalam bidang keuangan

80 80% 20 20%

Berdasarkan pernyataan di atas bahwa Bank berkomitmen dalam bidang keuangan. pada umumnya responden 80% setuju bahwa Bank berkomitmen dalam bidang keuangan dan 20% tidak setuju.

n. Berdasarkan perhitungan bagi hasil, pengetahuan nasabah di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengetahui perhitungan bagi hasil yang di jelaskan oleh petugas Bank

84 84% 16 16%

Berdasarkan pernyataan di atas, Responden mengetahui perhitungan bagi hasil yang di jelaskan oleh petugas Bank. pada umumnya responden 84% setuju bahwa responden mengetahui perhitungan bagi hasil yang di jelaskan oleh petugas Bank dan 20% tidak setuju.

o. Terkait Pembayaran atau pinjaman tidak memberatkan Nasabah, di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Pembayaran atau pinjaman tidak memberatkan Nasabah

78 78% 22 33%

Berdasarkan pernyataan di atas, Bahwa Pembayaran atau pinjaman tidak memberatkan Nasabah. pada umumnya responden 78% setuju bahwa Pembayaran atau pinjaman tidak memberatkan Nasabah dan 22% tidak setuju.

p. Berdasarkan pelayanan petugas bank terkait keluhan nasabah, kepuasan nasabah di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda merasa puas dengan petugas Bank yang selalu menerima atas keluhan Nasabah

84 84% 16 16%

Berdasarkan pernyataan di atas, responden merasa puas dengan petugas Bank yang selalu menerima atas keluhan Nasabah. pada umumnya responden 84% setuju bahwa Pembayaran atau pinjaman tidak memberatkan Nasabah dan 16% tidak setuju.

42 q. Terkait pembayaran tidak memberatkan nasabah, di tinjau pada tabel di

bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda mengetahui pembayaran tidak memberatkan nasabah

84 84% 16 16%

Berdasarkan pernyataan di atas, responden mengetahui bahwa pembayaran tidak memberatkan nasabah. pada umumnya responden 84%

setuju bahwa Pembayaran atau pinjaman tidak memberatkan Nasabah dan 16% tidak setuju.

r. Terkait keadilan dalam pelayanan, di tinjau padatabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Petugas bank memberi pelayanan yang sama dan adil pada tiap nasabah

83 83% 17 17%

Berdasarkan pernyataan di atas, Petugas bank memberi pelayanan yang sama dan adil pada tiap nasabah. pada umumnya responden 83% setuju bahwa Petertugas bank memberi pelayanan yang sama dan adil pada tiap nasabah dan 17% tidak setuju.

s. Terkait keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi di bank, ditinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Anda merasa nyaman dan aman dalam bertransaksi di Bank

88 88% 12 12%

Berdasarkan pernyataan di atas, responden merasa nyaman dan aman dalam bertransaksi di Bank. pada umumnya responden 88% setuju bahwa responden merasa nyaman dan aman dalam bertransaksi di Bank dan 12%

tidak setuju.

t. Terkait kelengkapan fasilitas bank, di tinjau pada tabel di bawah ini

Pernyataan

Tingkat Jawaban Responden Menerima

(S + SS)

Tidak Menerima

(KS + TS + STS)

F % F %

Fasilitas penunjang yang di miliki Bank cukup lengkap

82 82% 18 18%

Berdasarkan pernyataan di atas, bahwa Fasilitas penunjang yang di miliki Bank cukup lengkap. pada umumnya responden 82% setuju bahwa Fasilitas penunjang yang di miliki Bank cukup lengkap dan 18% tidak setuju.

3. Uji validitas dan reliabilitas

Uji validitas dan reliabilitas sangat diperlukan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu data, Pengujian terhadap instrument penelitian di lakukan

Dokumen terkait