• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

Ansel, H. C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi 4. Jakarta : UI Press

AOAC. 1998. Peer-Verified Methods Program. Manual on Policies and Procedures. USA;

Arlington

BPOM RI. 2019. Tiamfenikol. Pusat Informasi Obat Nasional. http://www.pom.go.id.

Diakses tanggal 14 April 2019

Chinesse Pharmacopoeia Commission. 2010. Pharmacopeia of The People’s Republic of China. China Medical Science Press.

Departemen Farmakologi dan Terapi FKUI. 2007. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5, Cetak ulang. Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1997. Farmakope Indonesia, Edisi 4. Jakarta : Departemen Kesehatan.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Farmakope Indonesia edisi V. Jakarta : Departemen Kesehatan.

Gandjar I.G & Rohman, A. 2012. Kimia Farmasi Analisi, Cetakan X. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Gilman, & Goodman, A. 2012. Dasar Farmakologi Terapi, Volume 3. Jakarta : EGC Harmita. 2014. Analisis Fisikokimia : Kromatografi, Volume 2. Jakarta: EGC

Komite Akreditasi Nasional. 2008. SNI ISO/IEC 17025 (Versi Bahasa Indonesia) Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Kalibrasi dan Pengujian. Jakarta:

Badan Standarisasi Nasional

Lachman, L. Deluca, P, & Akers, M.J. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri, Edisi 3.

Jakarta : UI Press

Latimer, G.W. 2016. Official Methods of Analysis of AOAC International. 20th Edition.

United State of America : AOAC International.

Menkes RI. 2011. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.

2406/MENKES/PER/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik.

Jakarta.

Putra, E.D.L. 2004. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dalam Bidang Farmasi. Artikel.

USU Digital Library

Rismarini, Zarkasih Anwar dan Abbas Mardjani. 2001. Perbandingan Efektifitas Klinis antara Kloramfenikol dan Tiamfenikol dalam Pengobatan Demam Tifoid pada Anak. Sari Pediatri, 3 (2) : 83 – 87.

Rohman, A. 2009. Kromatografi Analisis Obat. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Rohman, A. 2014. Validasi dan Penjaminan Mutu Metode Analisis Kimia. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Susanti, M dan Dachriyanus. 2002. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Padang : Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) Universitas Andalas Tarinc, D, & Golcu, A. 2011. Development and Validation of Spectrophotometric Methods

for Determination of Thiamphenicol in Capsule Forms. KSU, Journal of Engineering Sciences, 14(1) : 35 – 38.

Team Medical Mini Notes. 2017. Basic Pharmacology & Drug Notes. Makassar. MMN Publishing.

The United States Pharmacopeial Convention. 2009. The United States Pharmacopeia, Edisi 32. United States, Baltimore : United Book Press

The United States Pharmacopeial Convention. 2019. The United States Pharmacopeia, United States, Baltimore : United Book Press

Uno, N.R. Sudewi, R. & Lolo, W.A. 2015. Validasi Metode Analisis untuk Penetapan Kadar Tablet Asam Mefenamat secara Spektrofotometri Utraviolet. Pharmacon Jurnal iIlmiah Farmasi. 4 (4) : 2302 – 2493.

Tjay, T. H. dan K. Rahardja. 2002. Obat-Obat Penting. Edisi 5. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

Voight. 1984. Buku Ajar Teknologi Farmasi. Diterjemahkan oleh Soendani Noeroto S.

Yogyakarta : UGM Press.

Wardani, P.M. 2016. Uji Stabilitas Fisik dan Kimia Sediaan Sirup Rekonstitusi yang Mengandung Tiamfenikol. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Farmasi Muhammadiyah Purwokerto

Watson, D.G. 2009. Analisis Farmasi : Buku Ajar untuk Mahasiswa Farmasi dan Praktisi Kimia Farmasi. Edisi 2. Diterjemahkan oleh Winny R. Syarif. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Lampiran 1. Skema Kerja Validasi Metode Tiamfenikol dalam Sediaan Suspensi Kering (Dry Syrup) secara KCKT

Gambar 3. Skema Kerja Validasi Metode Tiamfenikol dalam Sediaan Suspensi Kering (Dry Syrup) secara KCKT

Validasi Metode

-Baku pembanding, sampel dan pelarut diinjeksikan ke dalam Sistem KCKT

- Dilihat spektrum dengan detektor PDA

10 µL larutan sampel 0,1 mg/mL diinjeksikan ke dalam sistem KCKT (10x pengulangan)

Uji Spesivisitas

Uji Presisi

Uji Akurasi

Uji Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi

10 µL larutan spiked sampel konsentrasi 80%, 100% dan 100% diinjeksikan ke dalam sistem KCKT (masing-masing 3x pengulangan)

Uji Linearitas

10 µL larutan seri larutan baku 0,05 mg/mL, 0,075 mg/mL, 0,10 mg/mL, 0,125 mg/mL dan 0,15 mg/mL dinjeksikan masing-masing ke dalam sistem KCKT

Dihitung secara statistik melalui garis regresi linier dari kurva kalibrasi

Lampiran 2. Skema Kerja Penetapan Kadar Tiamfenikol dalam Sediaan Suspensi Kering (Dry Syrup) secara KCKT

Gambar 4. Skema Kerja Penetapan Kadar Tiamfenikol dalam Sediaan Suspensi Kering (Dry Syrup) secara KCKT

10 botol sampel tiamfenikol suspensi

Preparasi Sampel

Penetapan Bobot Jenis

Preparasi Larutan Sampel Baku Tiamfenikol BPFI

Larutan Baku Induk

Kurva Kalibrasi Larutan Baku

KCKT

Perhitungan Kadar

Tiap botol dilarutkan dengan aquadest hingga tanda batas, dicampurkan ke dalam beakerr glass, distirer ± 30 menit

Menggunakan piknometer

-Ditimbang setara 5 mL ke dalam labu ukur 100 mL, dilarutkan dengan pelarut hingga tanda

-Dipipet 4,0 mL ke dalam labu ukur 50 mL, dilarutkan dengan pelarut hingga tanda

Ditimbang seksama ±125 mg ke dalam labu ukur 100 mL, dilarutkan dengan pelarut hingga tanda.

Dibuat seri larutan 0,05 mg/mL, 0,075 mg/mL, 0,10 mg/mL , 0,125 mg/mL dan 0,15 mg/mL

Diinjeksikan 10µL

Diinjeksikan 10µL

Lampiran 3. Perhitungan Bobot Jenis

Hasil Perhitungan Bobot Jenis Sampel Tiamfenikol Suspensi :

Bj zat = (bobot piknometer + zat) – bobot piknometer kosong x ρ air (bobot piknometer + air) – bobot piknometer kosong

Bobot piknometer kosong = 16,7672 gram Bobot Piknometer + Air = 26,4052 gram Bobot Piknometer + Zat = 27,2135 gram

Bj zat = 27,2135 g – 16,7672 g x 1 g/mL = 1,0839 g/ mL 26,4052 g – 16,7672 g

Lampiran 4. Uji Kesesuian Sistem KCKT Shimadzu LC 20AD

Gambar 5. Kromatogram Hasil Uji Kesesuaian Sistem Tiamfenikol

Tabel 6. Hasil Uji Kesesuaian Sistem

Lampiran 5. Spektrum 3D PDA Baku Tiamfenikol dan Sampel

Gambar 6. Gambar Kromatogram PDA Baku Tiamfenikol

Gambar 7. Gambar Kromatogram PDA Sampel Tiamfenikol

Lampiran 5 (Lanjutan)

Gambar 8. Gambar Kromatogram PDA Sampel Tiamfenikol

Lampiran 5 (Lanjutan)

Gambar 9. Gambar Spektrum Baku Tiamfenikol

Gambar 10. Gambar Spektrum Sampel Tiamfenikol

Gambar 11. Gambar Spektrum Spiked Tiamfenikol

Lampiran 6. Hasil Kurva Kalibrasi dan Linearitas Baku Tiamfenikol

Gambar 12 . Kromatogram Kurva Kalibrasi Tiamfenikol Tabel 7. Penimbangan Baku Tiamfenikol BPFI

Baku

Tertimbang Kadar Baku Susut Pengeringan Bobot Baku

125,010 mg 100,240% 0,160% 125,109 mg

Perhitungan :

Bobot Baku (Bb) = Baku Tertimbang x Kadar Baku x Susut Pengeringan = 125,01 mg x 100,24% x (1-0,16%) = 125,109 mg

    

   

 

  

2 2

.

xi xi

n

yi xi yi

xi n

Lampiran 6 (Lanjutan)

Tabel 8. Hasil Pengenceran Baku Tiamfenikol

No Konsentrasi Baku

(mg/mL) Area

Waktu Retensi (menit)

Faktor

ikutan Plat teori

1 0,050 1122126 6,641 1,198 7069,490

2 0,075 1674453 6,641 1,199 7054,560

3 0,100 2245430 6,641 1,197 7079,190

4 0,125 2778053 6,646 1,193 7132,080

5 0,150 3341375 6,680 1,191 7145,090

Rata-rata 6,649 1,195 7096,082

Simpangan Baku 0,017 0,003 40,044

Simpangan Baku Relatif

(%) 0,256 0,287 0,564

Contoh perhitungan konsentrasi baku 0,05 mg/ml :

Konsenrasi baku (1) = 0,05mg/mL x 50 mL 125,11 mg/100mL

= 1,998 mL ≈ 2,0 mL

2,0 mL larutan baku induk dipindahkan kedalam labu ukur 50 mL (didapat konsentrasi 0,050 mg/mL

Tabel 9. Hasil Persamaan Regresi dan Linearitas Baku Tiamfenikol

No.

Konsentrasi

Tiamfenikol Luas Area

(mg/mL)

xi Yi xi.yi xi² yi²

1 0,050 1122126 56155,462 0,003 1259166759876

2 0,075 1674453 125694,015 0,006 2803792849209

3 0,100 2245430 224739,750 0,010 5041955884900

4 0,125 2778053 347560,899 0,016 7717578470809

5 0,150 3341375 501645,419 0,023 11164786890625

Ʃ 0,500 11161437 1255795,544 0,056 27987280855419

Ʃ² 0,250 124577675904969

Perhitungan :

b =

n xi b

yi

1122126.00 1674453.00

2245430.00 2778053.00

3341375.00

0.00 500000.00 1000000.00 1500000.00 2000000.00 2500000.00 3000000.00 3500000.00 4000000.00

0.0000 0.0500 0.1000 0.1500 0.2000

Dokumen terkait