• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.2. Saran

1. Diharapkan kepada pemerintah memberikan sosialisasi yang tepat kepada masyarakat dalam penguatan dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan.

2. Diharapkan kepada masyarakat untuk berperan aktif dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pemerintah dalam penguatan dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan

3. Diharapkan dalam merencanakan suatu program/kegiatan hendaknya dapat dilakukan melalui identifikasi terhadap wilayah sasaran kegiatan secara cermat dan mendalam, sehingga dapat dirumuskan tujuan dan sasaran program/kegiatan secara baik sesuai dengan keinginan masyarakat dan kondisi wilayah setempat.

DAFTAR PUSTAKA

Adjid, D.A., 2010. Penyuluhan Pertanian. Pengembangan Sinar Tani, Jakarta.

Amang, B. dan M. H. Sawit. 2009. Kebijakan Beras dan Pangan Nasional. IPB Press. Bogor.

Anonim, 2011. Kabupaten Bulukumba Dalam Angka 2011. Biro Pusat Statistik Bulukumba

Arsyad,1985, Manajemen Agribisnis.Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Baharuddin Ilyas dan Muhammad Arif Tiro, 2002. Metodelogi Penelitian Untuk Ilmu-Ilmu Sosial dan Ekonomi. Penerbit Andira Publisher, Makassar.

Basyid, 2006. Analisis Kinerja Program Pembelian Gabah Oleh Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan Di Kabupaten Malang. Jurnal Hasil Penelitian Pelakasanaan Program DPM-LUEP, (tidak dipublikasikan).

Daniel, M. 2004. Pengantar Ekonomi Pertanian. PT Bumi Aksara. Jakarta.

Departemen Pertanian, 2012. Kebijakan Nasional Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian. Badan SDM, Jakarta.

Dirmansyah. 2004. Analisis tingkat pendapatan petani lahan kering di lokasi program PINDRA (Kasus: di Desa Klepu, Kecamatan Donorejo Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur). Skripsi. Program Studi Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.

Gunawan. 2004. Analisis Penerapan Sistem Tunda Jual Pola Gadai gabah terhadap Pendapatan Petani. Tesis. Sekolah Pascasarjana. IPB.

Bogor.

Hapsah. J., 2002. Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian. Direktur Jenderal Bina Produksi.

Heriyanto, 2004. Bercocok Tanam Padi. Penebara Swadaya, Jakarta.

Indiati, 2004. Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Jagung. Dalam Risalah Seminar Penelitian Tanaman Pangan di Tanah Meditran (Alfisol). Balitan Pangan Malang.

Mulyani, S. 2007. Kajian Terhadap Pendapatan Petani dan Harga Tanah di Kawasan Agropolitan: Studi Kasus di Kawasan Agropolitan Kecamatan Pacet dan Cipanas Kabupaten Cianjur. Tesis. Sekolah Pascasarjana. IPB. Bogor.

Musa, S.,2002. Pengembangan Model Intensifikasi Padi. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Jakarta.

Saleh, K., 2003. Manajemen Agribisnis (Bahan Mata Kuliah). Program Manajemen Agribisnis Pascasarjana Universitas hasanuddin Makassar, Makassar.

Soekartawi, 2005. Agribisnis (Teori dan Aplikasi). Rajawali Pers. Jakarta.

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN

EFEKTIVITAS PENYULUHAN DALAM PROGRAM PENGUATAN MODAL MELALUI LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN (LUEP)

DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BERAS DI KABUPATEN BULUKUMBA

IDENTITAS RESPONDEN

a) Nama :

b) Umur :

c) Pendidikan :

d) Jumlah Tanggungan Kel : e) Luas Lahan Usahatani : f) Pengalaman Berusahatani : EFEKTIVITAS PROGRAM LUEP 1. Efektivitas pemanfaatan LUEP

a. Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam menjaga stabilitas harga gabah/beras

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

b. Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif digunakan menjadi stabilisator harga gabah kering panen pada saat panen raya

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

c. Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam kegiatan pembelian gabah sesuai dengan standar harga beras

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

d. Apakah intensitas pelaksanaan penyuluhan pertanian efktif dalam menyuskseskan pelaksanaan program penggunan dana penguatan modal LUEP

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

e. Apakah peran penyuluh pertanian efktif dalam mendampingi petani menggunakan dan memanfaatkan penggunan dana penguatan modal LUEP dalam kegiatan pembelian gabah sesuai dengan standar harga beras

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

2. Efektivitas Mendekatkan Petani Dengan Pasar

a) Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam mencapai tujuan mendekatkan petani dengan pasar

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

b) Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya dalam pengembangan agribisnis beras

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

c) Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam mendekatakan petani dengan usaha penggilingan

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

d) Apakah intensitas pelaksanaan penyuluhan pertanian efktif dalam mendekatakan petani dengan usaha penggilingan

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

e) Apakah peran penyuluh pertanian efktif dalam mendekatakan petani dengan usaha penggilingan

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

1. Efektivitas Berdasarkan Kesesuaian Jadual Pencairan dan Pengembalian Dana

a. Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam pelaksanaan jadual pencairan dana

- Efektif

- Kurang Efektif

b. Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam pemanfaatan dana

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

c. Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam pengembalian dana

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

d. Apakah intensitas pelaksanaan penyuluhan pertanian efktif dalam menyukseskan program LUEP dalam hal pencairan, pemanfaatan dan pengembalian dana

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

e. Apakah peran penyuluh pertanian efktif dalam menyukseskan program LUEP dalam hal pencairan, pemanfaatan dan pengembalian dana

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

2. Efektivitas Pengawasan Penggunaan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP)

a. Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif melakukan pengawasan fungsional

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

b. Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam pengawasan masyarakat

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

c. Apakah penggunan dana penguatan modal LUEP efektif dalam pengawasan internal

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

d. Apakah intensitas pelaksanaan penyuluhan pertanian efktif dalam melakukan pengawasan masyarakat, internal dan ekstrenal dalam hal pencairan, pemanfaatan dan pengembalian dana LUEP

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

e. Apakah peran penyuluh pertanian efktif dalam melakukan pengawasan masyarakat, internal dan ekstrenal dalam hal pencairan, pemanfaatan dan pengembalian dana LUEP

- Efektif

- Kurang Efektif - Tidak Efektif

Bulukumba, November 2012

(Responden)

Lampiran 2. Identitas Responden Penelitian Efektivitas Penyuluh Dalam Program Penguatan Modal Melalui Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (Luep) Dalam Pengembangan Agribisnis Di Desa Benteng Palioi Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba

No Nama Responden

Umur

(Tahun) Pendidikan

Pengl Ushatani

(Thn)

Luas Lahan

(Ha)

Tangg.

Kel (Orang)

1 Mustaking 35 SLTA 9 1,75 3

2 Siking 30 SLTP 8 0,75 4

3 Sanusi 37 SLTP 8 0,50 2

4 Seni 53 SD 25 1,25 5

5 Kamaruddin 32 SLTP 12 2,00 4

6 Pute 52 SD 23 0,65 1

7 Rajamuddin 33 SLTA 9 1,50 5

8 Muh. Yusuf 45 SD 13 1,80 3

9 Lahaning 52 SD 22 0,65 4

10 Abd. Rasyid 34 SLTA 9 1,25 3

11 Muh. Asri 40 SD 15 1,75 4

12 Sappewali 32 SLTA 9 0,95 3

13 Asri 43 SD 8 1,85 5

14 Safruddin 33 SLTP 8 1,10 4

15 Tolang 51 SD 21 0,85 6

16 Bate 32 SLTP 9 1,90 5

17 Satta 45 SD 8 1,25 7

18 Abd. Hasyim 55 SD 26 0,75 4

19 Abd. Halim 34 SLTP 9 1,95 6

20 Dodding 53 SD 24 1,50 4

21 Basnang 33 SLTA 20 0,90 7

22 Rabasing 54 SD 25 2,00 5

23 Arman 32 SLTA 12 1,25 6

24 Sapri 46 SLTP 14 2,00 4

25 Sape 51 SD 21 0,90 7

26 Nurdin 32 SLTP 9 1,75 7

27 Kamaruddin 46 SD 14 0,75 6

28 Amiluddin 43 SD 15 0,75 7

29 Abd. Hamid 46 SLTP 16 1,50 5

30 Jusman 47 SD 20 1,25 4

Lampiran 3 Rekapitulasi Data Hasil Penelitian Efektivitas Perencanaan Dalam Program Penguatan Modal Melalui Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (Luep) Dalam Pengembangan Agribisnis Di Desa Benteng Palioi Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba

No Efektivitas Perencanaan

Jumlah Persentase

I II III IV V (%)

1 3 3 2 3 3 14 93.33

2 3 3 2 2 3 13 86.67

3 3 3 3 2 1 12 80.00

4 2 3 2 3 2 12 80.00

5 3 2 2 1 3 11 73.33

6 3 2 1 2 3 11 73.33

7 3 2 1 2 3 11 73.33

8 2 3 3 2 3 13 86.67

9 3 2 3 3 2 13 86.67

10 3 2 3 2 3 13 86.67

11 2 3 3 2 3 13 86.67

12 3 2 3 3 3 14 93.33

13 3 2 2 3 2 12 80.00

14 2 3 2 2 3 12 80.00

15 3 1 2 3 3 12 80.00

16 2 2 3 2 3 12 80.00

17 3 2 2 3 2 12 80.00

18 2 3 3 2 3 13 86.67

19 2 3 2 3 3 13 86.67

20 3 2 3 2 3 13 86.67

21 3 2 3 2 2 12 80.00

22 1 3 2 3 2 11 73.33

23 3 3 2 2 3 13 86.67

24 2 3 1 2 3 11 73.33

25 2 3 3 3 2 13 86.67

26 3 2 3 1 2 11 73.33

27 3 1 2 3 2 11 73.33

28 3 3 2 3 2 13 86.67

29 2 3 2 3 1 11 73.33

30 2 1 3 3 1 10 66.67

Lampiran 4 Rekapitulasi Data Hasil Penelitian Efektivitas Mendekatkan Petani Program Penguatan Modal Melalui Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (Luep) Dalam Pengembangan Agribisnis Di Desa Benteng Palioi Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba

No Efektivitas Mendekatkan Petani

Jumlah Persentase

I II III IV V (%)

1 2 3 3 2 3 13 86.67

2 2 2 3 2 1 10 66.67

3 3 2 3 3 2 13 86.67

4 3 3 3 1 3 13 86.67

5 2 3 2 2 3 12 80.00

6 2 2 3 2 3 12 80.00

7 3 2 3 2 3 13 86.67

8 3 1 2 3 2 11 73.33

9 3 3 2 3 2 13 86.67

10 3 2 3 3 2 13 86.67

11 3 2 2 3 2 12 80.00

12 3 3 2 1 3 12 80.00

13 3 2 3 2 3 13 86.67

14 2 2 1 3 2 10 66.67

15 2 1 2 3 2 10 66.67

16 2 1 2 3 3 11 73.33

17 3 3 2 3 3 14 93.33

18 2 3 3 2 3 13 86.67

19 2 3 3 2 2 12 80.00

20 3 3 3 3 2 14 93.33

21 3 2 3 2 3 13 86.67

22 2 3 2 2 1 10 66.67

23 3 2 3 2 3 13 86.67

24 2 3 3 1 2 11 73.33

25 3 2 3 1 2 11 73.33

26 3 2 3 2 2 12 80.00

27 1 3 2 3 2 11 73.33

28 3 3 2 2 3 13 86.67

29 2 3 1 2 3 11 73.33

30 2 3 3 3 2 13 86.67

Lampiran 5 Rekapitulasi Data Hasil Penelitian Efektivitas Berdasarkan Kesesuaian Program Penguatan Modal Melalui Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (Luep) Dalam Pengembangan Agribisnis Di Desa Benteng Palioi Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba

No Efektivitas Berdasarkan Kesesuaian

Jumlah Persentase

I II III IV V (%)

1 2 2 3 3 2 12 80.00

2 3 2 3 3 2 13 86.67

3 3 3 2 3 3 14 93.33

4 2 3 2 3 2 12 80.00

5 2 2 3 2 2 11 73.33

6 3 2 3 1 2 11 73.33

7 3 1 2 3 2 11 73.33

8 3 3 2 3 2 13 86.67

9 2 3 2 3 1 11 73.33

10 3 3 2 3 3 14 93.33

11 2 3 3 2 3 13 86.67

12 2 3 3 2 2 12 80.00

13 3 3 3 3 2 14 93.33

14 3 2 3 2 3 13 86.67

15 2 3 2 2 1 10 66.67

16 2 3 1 2 3 11 73.33

17 1 2 3 2 1 9 60.00

18 3 2 3 2 3 13 86.67

19 3 2 3 1 2 11 73.33

20 1 3 3 1 2 10 66.67

21 2 3 2 2 3 12 80.00

22 3 2 3 2 2 12 80.00

23 3 2 2 3 3 13 86.67

24 3 1 2 3 2 11 73.33

25 3 3 3 2 3 14 93.33

26 3 2 3 2 1 11 73.33

27 2 3 2 3 3 13 86.67

28 3 2 3 2 3 13 86.67

29 2 3 3 2 3 13 86.67

30 3 2 3 3 3 14 93.33

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 72-84)

Dokumen terkait