• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

37

38

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, T., P.T. Imanto, Muchari, A. Basyarie, P. Sunyoto, B. Slamet, Mayunar, R. Purba, S. Diana, S. Redjeki, A.S. Pranowo, S. Murtiningsih. 1991.

Operasional pembesaran kerapu dalam keramba jaring apung. Dalam Mansur, A. (Ed.). Prosiding temu karya ilmiah potensi sumberdaya kekerangan di Sulawesi Selatan dan Tenggara. Watampone, (7): 8 – 10.

Akbar, S dan Sudaryanto. (2001). Pembenihan dan Pembesaran Kerapu Bebek.

Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.

Bal, D.V and K. V. Rao. 1984. Marine Fisheries. Tata Mc Graw-Hill Publishing Company Limited, New Dehli.

Barus, 2002. Pengantar Limnologi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sumatra Utara. Medan

Barus, T. A. 2004. Pengantar Limnology Study Tentang Ekosistem Air Daratan.

USU Press. Medan.

Beveridge, M. 1987. Cage Aquaculture. Fishing News Books Ltd, Farnhan Surrey.

Boyd, C. E. 1991. Water Quality Management for Pond Fish Culture. Departemen of Fish and Allied Aquaculture. Agricultur Experiment Station Auburn University. Alabama

Boyd, CE, F. Lichkopper, 1982. Water Quality management For Pond Fish culture. Elsevier Scientific Publishing Company Amsterdam New York.

Brotowijoyo, M.D., Dj. Tribawono., E. Mulbyantoro.1995. Pengantar lingkungan perairan dan budidaya air. Penerbit Liberty, yogyakarta

Brown, E. E and J. B. Gratzek. 1980. Fish Farming Handbook. AVI Publishing Company INC, New York.

Chakroff, M. 1976. Freshwater Fish Pond Culture and Management.

PublisherPeace Corp Program Training, London. 169 p

Davis, M.L. and Cornwell, D.A. 1991. Introduction to Environmental Engineering. Second edition. Mc-Graw-Hall, Inc., New York. 822 p Effendi, H. 2000. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan

Lingkungan Perairan. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Bogor. Bogor 285 hal.

39

Effendy, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan.259 hal. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Ghufron M, dan H. Kordi. 2005. Budidaya Ikan Laut di Keramba Jaring Apung.

Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Hoar, W. S., D. J. Randall and J. R. Brett. 1979. Fish Fisiology : Bioenergenetic and Growth. Academic Press, Florida.

Jailani. 2012. Kedalaman dan Zonasi Lingkungan Laut.

(http://abdulkadirjailani.blog.com/2012/10/08/kedalaman-dan-zonasi- lingkungan-laut.html/ . Diakses Pada 4 September 2014)

JRBDP. 2004. Country Report-Indonesia. Jeneberang River Basin Development Project. Indonesia.

KLH, 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.51 Tahun2004 Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut. Jakarta, hal. 32.

Kordi, M. G dan Tancung A. B., 2005.Pengelolaan Kualitas air. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. 208 hal.

Lilian Anna. 2012. Kecepatan Arus.

(http://abdulkadirjailani.blogspot.com/2012/01/keceptan-arus.html . Diakses Pada 4 September 2014)

LPM UNHAS. 2004. Laporan Akhir ANDAL Pekerjaan Pengendalian Sedimen akibat Longsor Dinding Kaldera Gunung Bawakaraeng. Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Hasanuddin.Makassar.

Manurung, V.T. 1997. Status dan Prospek Budidaya Ikan dengan Keramba Jaring Apung di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Vol.XVI. No I.

Marganof, 2007, Model Pengendalian Pencemaran Perairan Di Danau Maninjau Sumatra Barat, Laporan hasil penelitian Sekolah Pasca Sarjana IPB Bogor, http://www.damandiri.or.id/ile/marganoipb.

Mayunar, R. Purba, P.T. Imanto. 1995. Pemilihan lokasi budidaya ikan laut.

Prosiding temu usaha pemasyarakatan teknologi keramba jaring apung bagi budidaya laut, Puslitbang Perikanan. Badan Litbang Pertanian: 179 – 189.

Nabib, R dan F. H. Pasaribu. 1989. Patologi dan Penyakit Ikan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nastiti, 2001.Daya Dukung Perairan Waduk Jatiluhur untuk Budidaya Ikan Dalam Karamba Jaring Apung.Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia.Volume 7.

Hal 15-19.

40

Nuitjen H., 2007. Air dan Sifat dari Air. Pontianak : PDAM Pontianak-Oasen 604 DA.

Nybakken JW. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekolgis. Penerbit PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Nybakken, J.W. 1988. Biologi laut: Suatu pendekatan ekologis. Terj. dariMarine biology: An ecological approach, oleh Eidman, M., Koesoebiono, D.G.

Bengen, M. Hutomo & S.Sukardjo. PT Gramedia, Jakarta: xv + 459 hlm.

Presiden Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air.

Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jakarta

Sastrawijaya, A. T. 2000. Pencemaran Lingkungan. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta Sembiring.2008. Keanekaragaman dan Kelimpahan Ikan serta Kaitannya dengan faktor Fisik Kimia. Diambil dariwww.repository.usu.ac.id pada 28 November 2010.

Setiawan. 2010. Pemetaan laju Perubahan Arus Lahan Huatn Mongrove di sebagian Taman nasional Bali Barat. Diambil dariwww.firmman08.wordpress.com pada 28 November 2010.

Siregar, Azrul. 2004. Materi Kuliah Limnologi. Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas jenderal Soedirman. Purwokerto.

Walhi. 2006. Dampak Lingkungan Hidup Operasi Pertambangan Tembaga dan Emas Freeport-Rio Tinto di Papua. WALHI. Jakarta Indonesia.

Weathon, F. W., J. N. Hochheimer., G. E. Kaiser., M. J. Krones., G. S. Libey and C. C. Easter. 1994. Nitrification Filter Principles. M. B. Timmons and T.

M. Losardo (ed). Aquaculture Water Reuse Systems: Engineering Design and Management. Elsevier Science, Amsterdam.

Welch, P. 1952. Limnology. New York, Mc Graw-Hill Book,Co. Inc

Wiadnya, D.G.R. 1994. Bahan Referansi Kuliah Analisis Laboratorium Tanah dan Air. Fakultas Pasca Sarjana Jurusan PTA Universitas Brawijaya. Malang.

Wibisono, M. S.2005. Pengantar Ilmu Perikanan. PT. Grasindo : Jakarta.

Widigdo B. 2000. Diperlukan Pembakuan Kriteria Ekobiologis untuk Menentukan Potensi Alami Kawasan Pesisir untuk Budidaya Udang. Prosiding Pelatihan untuk Pelatih Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu. Bogor 21 – 26 Februari 2000. PKSPL IPB, Bogor.

41

42

Lampiran I. Hasil Pengukuran Parameter Fisika Air Di Waduk Bilibili Pada Minggu Ke-1.

Tabel 1.Hasil Pengukuran Parameter Suhu Air.

Ulangan Stasiun

I II III

1 30,3 31 31,7

2 31,1 30,1 31,8

3 30,5 30 31,9

Rata-Rata 30,63333 30,36667 31,8

Tabel 2.Hasil Pengukuran Parameter KecerahanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 30 33,5 31

2 31 35,5 29,5

3 21 40,5 28

Rata-Rata 27,33333 36,5 29,5

Tabel 3.Hasil Pengukuran Parameter KekeruhanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 34,03 27,9 36,09

2 27,52 29,62 34,21

3 28,33 28,26 34,2

Rata-Rata 29,96 28,59333 34,83333

43

Lampiran II. Hasil Pengukuran Parameter Fisika Air Di Waduk Bilibili Pada Minggu Ke-2.

Tabel 4.Hasil Pengukuran Parameter Suhu Air.

Ulangan Stasiun

I II III

1 31,3 30,8 31,2

2 31,2 30,6 31,2

3 30,2 30,9 31,3

Rata-Rata 30,9 30,76667 31,23333

Tabel 5.Hasil Pengukuran Parameter KecerahanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 44,5 57 46,5

2 47 56,5 44,5

3 47 57,5 48,5

Rata-Rata 46,16667 57 46,5

Tabel 6.Hasil Pengukuran Parameter KekeruhanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 20,76 21,19 22,74

2 21,41 21,33 21,02

3 20,57 20,59 21,95

Rata-Rata 20,91333 21,03667 21,90333

Tabel 7.Hasil Pengukuran Parameter KedalamanPerairan.

Stasiun

I II III

290 630 350

Tabel 8.Hasil Pengukuran Parameter Kecepatan ArusPerairan.

Stasiun

I II III

1,9 3,62 6,43

44

Lampiran III. Hasil Pengukuran Parameter Fisika Air Di Waduk Bilibili Pada Minggu Ke-3

Tabel 9.Hasil Pengukuran Parameter Suhu Air.

Ulangan Stasiun

I II III

1 30,8 30,9 30,9

2 30,7 30,7 30,9

3 30,6 30,6 30,6

Rata-Rata 30,7 30,73333 30,8

Tabel 10.Hasil Pengukuran Parameter KecerahanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 35 27,5 15

2 36 24 15

3 40 24 15

Rata-Rata 37 25,16667 15

Tabel 11.Hasil Pengukuran Parameter KekeruhanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 40,18 60 102

2 37,74 56 98

3 34,66 53 90

Rata-Rata 37,52667 56,33333 96,66667

Tabel 12.Hasil Pengukuran Parameter KedalamanPerairan.

Stasiun

I II III

540 700 450

Tabel 13.Hasil Pengukuran Parameter Kecepatan ArusPerairan.

Stasiun

I II III

4,59 5,13 5,15

45

Lampiran IV. Hasil Pengukuran Parameter Fisika Air Di Waduk Bilibili Pada Minggu Ke-4.

Tabel 14.Hasil Pengukuran Parameter Suhu Air.

Ulangan Stasiun

I II III

1 30,2 30,2 30,1

2 30,2 30,2 30,1

3 30,2 30,2 30,1

Rata-Rata 30,2 30,2 30,1

Tabel 15.Hasil Pengukuran Parameter KecerahanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 30,5 39 23,5

2 33,5 35 28,5

3 35,5 36,5 25

Rata-Rata 33,16667 36,83333 25,66667

Tabel 16.Hasil Pengukuran Parameter KekeruhanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 25,57 26,77 42,4

2 25,84 25,32 52

3 25,27 25,42 44,47

Rata-Rata 25,56 25,83667 46,29

Tabel 17.Hasil Pengukuran Parameter KedalamanPerairan.

Stasiun

I II III

450 620 270

Tabel 18.Hasil Pengukuran Parameter Kecepatan ArusPerairan.

Stasiun

I II III

6,09 5,31 4,67

46

Lampiran V. Hasil Pengukuran Parameter Fisika Air Di Waduk Bilibili Pada Minggu Ke-5

Tabel 19.Hasil Pengukuran Parameter Suhu Air.

Ulangan Stasiun

I II III

1 29,4 29,3 29,2

2 29,4 29,3 29,3

3 29,4 29,4 29,4

Rata-Rata 29,4 29,33333 29,3

Tabel 20.Hasil Pengukuran Parameter KecerahanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 46 40 37

2 42 40 35

3 41 42 38

Rata-Rata 43 40,66667 36,66667

Tabel 21.Hasil Pengukuran Parameter KekeruhanPerairan.

Ulangan Stasiun

I II III

1 53 46,06 85

2 54 45,85 64

3 53 56 59

Rata-Rata 53,33333 49,30333 69,33333

Tabel 22.Hasil Pengukuran Parameter KedalamanPerairan.

Stasiun

I II III

410 600 240

Tabel 23.Hasil Pengukuran Parameter Kecepatan ArusPerairan.

Stasiun

I II III

5,2 5,37 5,15

47

Lampiran VI. Hasil Pengukuran Parameter Fisika Air Selama 5 Minggu Penelitian Pada 3 Stasiun Pengamatan.

Tabel 24. Hasil Pengukuran Parameter Suhu Air Di Waduk Bilibili Zona 3 Selama 5 Minggu Penelitian Pada 3 Stasiun Pengamatan.

Minggu Stasiun

I II III

1 30,63 30,36 31,8

2 30,9 30,76 31,23

3 30,7 30,73 30,8

4 30,2 30,2 30,1

5 29,4 29,33 29,3

Rata-rata 30,366 30,276 30,646

Tabel 25.Hasil Pengukuran Parameter Keceerahan Air Di Waduk Bilibili Zona 3 Selama 5 Minggu Penelitian Pada 3 Stasiun Pengamatan.

Minggu Stasiun

I II III

1 27,33 36,5 29,5

2 46,16 57 46,5

3 37 25,16 15

4 33,16 36,83 25,66

5 43 40,66 36,66

Rata-rata 35,9125 38,8725 29,165

Tabel 26.Hasil Pengukuran Parameter Kekeruhan Air Di Waduk Bilibili Zona 3 Selama 5 Minggu Penelitian Pada 3 Stasiun Pengamatan.

Minggu Stasiun

I II III

1 29,96 28,59 34,83

2 20,91 21,03 21,9

3 37,52 56,33 96,66

4 25,56 25,83 46,29

5 53,33 49,3 69,33

Rata-rata 33,456 36,216 53,802

48

Tabel 27. Hasil Pengukuran Parameter Kedalaman Air Di Waduk Bilibili Zona 3 Selama 5 Minggu Penelitian Pada 3 Stasiun Pengamatan.

Minggu Stasiun

I II III

1

2 290 630 350

3 540 700 450

4 450 620 270

5 410 600 240

Rata-rata 422,5 637,5 327,5

Tabel 28. Hasil Pengukuran Parameter Kecepatan Arus Air Di Waduk Bilibili Zona 3 Selama 5 Minggu Penelitian Pada 3 Stasiun Pengamatan.

Minggu Stasiun

I II III

1

2 1,9 3,62 6,43

3 4,59 5,13 5,15

4 6,09 5,31 4,67

5 5,2 5,37 5,15

Rata-rata 4,445 4,8575 5,35

49

Lampiran VII. Foto Alat-Alat Yang Di Gunakan Selama Penelitian

Gambar 1. DO Meter Untuk Mengukur Suhu

Gambar 2. Secchi Disk Untuk Mengukur Kecerahan

50

Gambar 3. Turbidity Meter Untuk Mengukur Kekeruhan

Gambar 4. Tali Yang Diberi Pemberat Untuk Mengukur Kedalaman

51

Gambar 5. Current Meter Untuk Mengukur Kecepatan Arus

Gambar 6. Stopwatch Untuk Mengukur Waktu Tempuh Current Meter

Dokumen terkait