• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII PENUTUP

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas maka saran dari penulis diharapkan dapat memberi manfaat adalah :

1) Masyarakat luas, khususnya para orang tua pengamen agar memberikan kasih sayang, ketentraman, penerimaan diri bahwa anak jalanan tidak

hanya sebagai tulang punggung keluarga atau pencari nafkah utama sehingga orang tua dapat memberikan hak yang sama seperti anak-anak lainnya.

2) Tindakan sosial anak jalanan diharapkan agar dapat berinteraksi sosial dengan baik terhadap lingkungan di sekitarnya sehingga interaksi sosial yang muncul adalah interaksi yang positif.

3) Bagi para Peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dan acuan untuk mengungkap keragaman permasalahan dan pengalaman tentang berpikir positif yang belum tergali sehingga dapat menjadi rujukan dalam melakukan penelitian selanjutnya.

4) Bagi pemerintah diharapkan perlu melakukan realisasi program perlindungan anak di indonesia menjadi sebuah program prioritas bagi pemerintah dalam menjawab komitmen negara, sebagai negara yang meratifikasi konvensi hak anak dan sejumlah instrumen hukum yang telah dibuat. Mengeluarkan kebijakan negara yang bersifat teknis dalam melindungi anak dari segala macam pelanggaran hak anak.

Andari, Soetji, Uji Coba Model Perlindungan Anak Jalanan Terhadap Tindak Kekerasan. Yogyakarta: B2P3KS 2007

Bawengan, 1991. Pengantar Psikologi Kriminal. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Cyrilla, 2009. Teori Penguatan Dollard dan Miller. http/cyrilla.blogspot.com.5- april-2017

Damsar. Sosiologi Ekonomi. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2009

Martono, Nanang (2012) . Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Mulyadi, Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Persfektif Pembangunan.

Jakarta : Jakarta Rajawali, Press 2008

Nurdjiatmo, Wahyu, Seksualitas Anak Jalanan (Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan UGM, 1999

Nurhadi, 1994. Anak-Anak Jalanan Dalam Warta Demografi Tahun Ke 24.

Jakarta: Universitas Indonesia.

Nurvida, Evi, 2000. Maslah Anak dan Implikasi Ekonomi. Jakarta: LP3ES

Ritzer, Goerge dan Douglas J Goodman. “Teori Sosiologi Modern” Jakarta, Prenada Media, 2004.

Ritzer, Goerge. Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda . PT Raja Grafido Persada Jakarta. 2011

Sobur, Alex, 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Sek

Soekanto, Sarjono. (2007) . Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Grafindo Raja Persada

Upe, Ambo, Tradisi Aliran Dalam Sosiologi. Jakarta: Rajawali Pers, 2010.

M P

R I

A N

-

A L

M P

I

A R

N

Umur : 45 Tahun Alamat : Jl. HJ Bau

Profil : Pemilik warung lesehan 2. Informan : Syamsuriadi

Alamat : Jl. Gunung Bawakaraeng

Umur : 32 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Profil : Pengunjung

6. Informan : Darnianti Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 25 Tahun

Alamat : Jl. Rajawali

Profil : Pengunjung

3. Informan : Randi Alamat : Jl. Rajawali

Umur : 19 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Profil : Pengamen

4. Informan : Yuli

Alamat : Jl. Maccini Gusung

Umur : 15 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Profil : Pengamen

5. Informan : Adi

Alamat : Cendrawasih

Umur : 22 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Profil : Pengamen

Lokasi Wawancara :Warung Anugrah Ujung Pandang Pekerjaan :Pemilik Warung Lesehan

Tanggal Wawancara :02 Agustus 2017

NO INTERVIEW INFORMAN KET

1 Nama bapak siapa ?

H.Sulaeman Pemilik

warung 2 Sudah berapa

lama bapak mendirikan usaha ini ?

Saya mulai usaha ini sudah sekitar 6 tahun yang dulu masih warung kecil tapi sekarang alhamdulilah sudah lebih besarmi.

3 Apa pendapat bapak tentang pengamen jalan yang biasa masuk kewarung ?

Bagus juga karena mereka bisa menghibur pengunjung yang datang kesini makan dan anak-anak yang biasa nyanyi itu membuat ramai warung tapi sekarang tidak banyak lagi ngamen seperti dulu waktu saya baru punya warung ini.

4 Bagaimana pandangan bapak tentang pengamen jalanan apakah mereka mengganggu atau tidak ?

Kalau menurut saya mereka tidak mengganggu karena anak-anak itu mencari uang juga untuk keluarganya.

Meskipun mereka kadang-kadang bertengkar dengan preman sekitar pantai losari. Tapi hal itu sudah biasa dan mereka biasa ditertibkan oleh satpol PP yang mengadakan razia.

5 Menurut

bapak apa solusi yang tepat untuk masalah ini ?

Ada pembinaan untuk anak-anak seperti mereka yang masih kecil dan

memerlukan keamanan untuk dirinya.

Lokasi Wawancara :Warung Anugrah Ujung Pandang Pekerjaan :Pengunjung Lesehan

Tanggal Wawancara :10 Agustus 2017

NO INTERVIEW INFORMAN KET

1 Nama kakak siapa ?

Darnianti Pengunjung

2 Sering makan di warung ini ?

Iya, saya sudah sering makan di warung ini karena kebetulan dekat dari

kontrakanku baru warungnya juga bersih makanya saya suka berkunjung kesini kalau lagi malas memasak dirumah.

3 Bagaimana pandanganta terhadap

pengamen yang biasa datang kemari ?

Ada positifnya ada juga negatifnya tapi lebih banyak negatifnya karena banyak pengamen yang hanya menjual jasa dengan ala kadarnya, ada yang hanya bertepuk tangan sambil mengeluarkan suaranya yang sumbang, ada yang membawa imitasi tamborin yang terbuat dari botol plastik bekas yang diisi pasir atau beras, atau pengamen yang

membawa gitar yang senarnya tak pernah lengkap dan penlarannya tidak tertata.

Belum lagi ada sekelompok pengamen yang membawakan lagu yang tak selesai kemudian disusul dengan tindakan memaksa yang setengah mengancam untuk diberikan uang. Dengan modal tampang seram dan tato ditubuh, mereka dengan mudah menimbun rezeki dari pendengarnya yang kalah nyali.

4 Menurut anda apa solusi yang tepat untuk masalah ini ?

Saya mengharapkan agar para orang tua tidak lagi membebaskan anaknya dengan menyeruhnya untuk mencari uang dengan cara mengamen lebih baik dia diberi modal untuk berdagang kecil.

Pekerjaan :Pengunjung Lesehan Tanggal Wawancara :10 Agustus 2017

No INTERVIEW INFORMAN KET

1 Siapa namata pak ? Syamsuriadi Pengunjung

2 Apa Pendapat Anda tentang pengamen yang ada di sini ?

Kalau saya tidk jadi masalahji dengan adanya pengamen di sini, mereka hanya menghibur orang-orang dengan kreatifitas yang ia miliki, di satu sisi kreatifitas itu juga ia gunakan untuk mencari uang.

3 Bagaimana pandangan bapak terhadap

pengamen yang ada di Lesehan ini ?

Pengamen yang ada di sini itu bekerja untuk mencari uang dengan menggunakan alat musik seadanya, saya tidak ada masalahji dengan penamen yang ada di sini yang penting sopanki juga caranya, karena kalau tidak sopanki caranya biar siapa jengkeji juga. Jadi saya mengenggap kehadiran pengamen di sini tidak menggengguji karena mereka juga mencarai uangji kasian, cariji juga makan untuk hidup.

Memeng ada orang yang tidak suka dengan mereka karena mengganggu katanya tapi bagi saya tidakji, justru baguski karena menghibur apalagi kalau saya pulang kerja baru singgah di sini, sambil makan di hibur maki juga.

pengamen? kayak premanki caranya, kadang memaksa pengunjung, jadi orang pasti jengkel. Tapi bagi saya janganlah kita terlalu mencela mereka kalau mereka sopan sama kita juga harus baik sama mereka, mereka juga kan manusia yang punya perasaan, bagaiman kira”

perasaanta kalau datang baik”

baru langsungki disuruh pergi pasti tidak enakki, kita harus punya rasa kasian terhadap mereka, mereka itu mengamen karen tidak ada lagi pilihan lain untuk mencari uang.

5 Menurut bapak apa solusi yang tepat untuk para pengamen agar mereka tidak seterusnya bigini ?

Bagi saya perlu ada perhatian khusus dari pemerintah, pemerintah haru memberikan semacam pembinaan kepada mereka agar para pengamen ini punya keahlian lain yang bisa ia manfaatkan untuk mencari uang, mereka harus diberikan pelatihan untuk mengasah potensi mereka

Pekerjaan :Pengamen Tanggal Wawancara :10 Agustus 2017

NO INTERVIEWER INFORMAN KET

1 Assalamu Alaikum, permisi bisa minta waktuta sebentar, mauka wawancara

Waalaikumussalam, iye bisaji Pengamen

2 Siapa namata ? Randi

3 Di manaki tinggal ? Di sinije, di Jl. Rajawali 4 Di mnaki sekolah ? Ihh ... tidak sekolahma 5 Lama maki mengamen di

sini ?

Lumayan lamami juga 6 Kenapaki tidak sekolah

dan kenapaki memilih menjadi pengamen ?

Tidak ada uangnya orang tuaku untuk kasih sekolahka, jadi pergika mengamen untuk ku bantui paceku cari, adaekkuji yang sekolah karena saya yang carikanki uang utnuk sekolahna.

7 Jam berapaki biasa mulai mengamen ?

Sorepi saya baru kesinka

mengamen, biasa di Anjunganja dulu mengamen sudahpi magrib baru kesinika’ sampainya jam 12.00 biasa baru pulangka’.

8 Bagaimana biasa carata mengamen di sini supaya di kasiki uang ?

Saya kalau mengamenka

sopanka’, permisika dulu kalau na izinkan jaki ku lanjutmi karena ada biasa yang tidak na izinkanki mengamen di depannya.

jaki saja menyanyi baru tidak na kasihki uang... ballassiki ...

10 Apa harapanta ke depannya ?

Ya .... saya ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi, yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan bisa juga saya kasih sekolah adekku.

Pekerjaan :Pengamen Tanggal Wawancara :16 Agustus 2017

NO INTERVIEWER INFORMAN KET

1

Permisi dek... bisaka minta waktuta sebentar untuk wawancara

Iye kak ... bisaji Pengamen

2 Di manaki tinggal ? Di maccini gusung 3 Di manaki sekolah ? Berhentima kak, tindak

lanjutka sampai SMP ja 4 Di mana sekarang orang

tuata, apa na kerja ?

Adaji di rumah kak ... kalau mamakku jualan kue, kalau bapakku kerjai perusahaan 5 Jam berapaki biasa mulai

mengamen ?

Kalau saya sorepi kak baru mengamen ka’ karena kalau pagi ku bantui mamakku jual kue, biasa jadi tukang

parkirka juga di pasar.

6 Kenapa berhenti sekolah dan memilih jadi

pengamen ?

Hhmm tidak di jampaki sama mamakku, sibuk dudui bikin kue sampe-sampe tidak na uruska jadi malaska juga, mending jadika pengamen supaya dapatka uang.

7 Bagaiman carata biasa kalau

mengamenki,supaya di kasihki uang ?

Baik-baikki di depannya orang, haruski kasih

senyuman supaya tengangki hatinya, karena saya 3 orangka kalau mengamenka temanku yang main gitar baru saya yang menyanyi.

Aminn

Pekerjaan :Pengamen Tanggal Wawancara :16 Agustus 2017

NO INTERVIEWER INFORMAN KET

1 Permisi bisaka minta waktuta sebentar untuk wawancara

Iye kak ... bisaji Pengamen

2 Di manaki tinggal ? Di cendrawasih 3 Di manaki sekolah ? Tidak sekolahma 4 Asli Makassarki

memang ?

Bukan orang Jenepontoka saya

5 Di mana sekarang orang tuata, apa na kerja ?

Adaji di kempung di Jeneponto kerjai kebu

6 Jam berapaki biasa mulai mengamen ?

Kalau saya sorepi kak baru mengamen ka’ karena kalau pagi biasaka bawa bentor, bentornya temanku.

7 Kenapa berhenti sekolah dan memilih jadi pengamen ?

Hhmm tidak ada uang untuk lanjut sekolah jadi carika kerjaan untuk menyambung hidup

kalau begituki tidak di biarkan mki mengamen sama yang punya warung

9 Apa harapanta untuk masa depanta ?

Harapanku untuk masa depanku supaya bisaka dapat pekrjaan yang lebih baik, kalau mauki bikin grup band atau elekton dikampung tapi banyakpi uangku.

Wawancara Dengan Samsuryadi (Pengunjung) Tanggal 10 Agustus 2017

Wawancara Dengan Adi (Pengamen) Tanggal 16 Agustus 2017

Dokumen terkait