II-84
melalui pembangunan Waduk Brigif dan Polder Mangga Dua, melalui skema multiyears, pelaksanaannya menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kegiatan ini juga menjadi Kegiatan Strategis Daerah (KSD) yang yang tercantum pada KSD 23, dengan nama rencana aksi Pembangunan Waduk Brigif dan Waduk Lebak Bulus Beserta Kelengkapannya dan Pembangunan/
Revitalisasi Polder Muara Angke, Teluk Gong dan Mangga Dua.
II-85
Grafik II.8
Jumah penduduk yang terlayani oleh IPA RO di Kep. 1000
Sumber : Biro Organisasi Reformasi Birokrasi Setda Provinsi DKI Jakarta, 2021
Tabel II.24
Jumlah Penduduk Provinsi DKI Jakarta yang Terlayani Air Bersih
Sumber : Biro Organisasi Reformasi Birokrasi Setda Provinsi DKI Jakarta, 2021
Berdasarkan tabel di atas, jumlah total penduduk di Provinsi DKI Jakarta yang terlayani air bersih sebesar 7.001.915 + 4.721= 7.006.636 jiwa
II-86
penduduk dan target proyeksi jumlah penduduk tahun 2021 menggunakan data proyeksi sensus BPS Tahun 2010 yakni sebesar 10.729.100 jiwa.
c. Target Cakupan Pelayanan Air Bersih sesuai Rancangan Awal Perubahan RPJMD 2017-2022 adalah sebesar 63,65%.
d. Realisasi diperoleh dengan cara membandingkan jumlah total penduduk Provinsi DKI Jakarta yang terlayani layanan air bersih melalui perpipaan Tahun 2021 dengan proyeksi jumlah total penduduk Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021 menggunakan data proyeksi sensus BPS Tahun 2010. Perhitungannya ditunjukkan sebagai berikut:
Realisasi =
jumlah total penduduk Provinsi DKI Jakarta yang terlayani air bersih
x 100%
Proyeksi penduduk DKI Jakarta Th 2021
e. Capaian dihitung dengan menggunakan formulas maximize yang diuraikan sebagai berikut :
Capaian = Realisasi
x 100%
Target
Berikut perbandingan capaian “Cakupan Pelayanan Air Bersih” dengan tahun sebelumnya dengan target berdasarkan dengan RPJMD 2017- 2022 sebagai berikut :
II-87
Grafik II.9
Cakupan Pelayanan Air Bersih
Sumber : Biro Organisasi Reformasi Birokrasi Setda Provinsi DKI Jakarta, 2021
Dibandingkan dengan target RPJMD 2017- 2022, terjadi trend penurunan capaian yang dimulai pada Tahun 2020, meskipun ada kenaikan realisasi per tahunnya. Capaian pada Tahun 2021 sebesar 89,83%
memiliki katogori “Tinggi” menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah.
Berikut kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka penuntasan sebagai berikut :
- Pembangunan IPA Sebira sebanyak 1 unit
- Pembangunan IPA Sunter Selatan sebanyak 1 unit - Pembangunan IPA Setu Babakan sebanyak 1 unit - Pembangunan Kios Air sebanyak 10 unit
- Penyediaan IPA Mobile sebanyak 5 unit - Penyediaan Mobil Tangki sebanyak 12 Unit
Percepatan dari pelaksanaan IKU ini ditetapkan dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Nomor 21 (Rencana aksi: Pembangunan IPA Stasioner/Jaringan Perpipaan di Kawasan Krisis Air Bersih dan Penyediaan IPA Mobile di Lokasi Titik-Titik
II-88
Krisis Air) dan KSD 52 (Rencana Aksi: Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulau Sebira). Secara spesifik, Program/Kegiatan/Subkegiatan yang mendukung IKU Cakupan Pelayanan Air Bersih ditunjukkan sebagai berikut:
Program Pengelolaan dan Pengembangan
Sistem Penyediaan Air Minum dengan pagu anggaran Rp. 85.538.000.698 dengan realisasi Rp.
37.756.304.382 dengan capaian 44.14%. sehingga berdasarkan dengan nilai serapan tersebut pelaksanaan program terkait dengan cakupan pelayanan air bersih mempunyai tingkat efisiensi 55.86%. berikut penjelasannya :
- Awalnya anggaran yang tersedia direncanakan untuk melaksanakan pembangunan IPA Stasioner pada 5 lokasi yaitu pada lokasi IPA Pulau Sebira, dan IPA pada daerah krisis air (IPA Waduk Sunter Selatan, IPA Waduk Setu Babakan, IPA Rusunawa Lokbin Rawa Buaya dan Flamboyan), serta penyediaan 10 Unit IPA mobile.
- Terkait Pembangunan IPA stationer hanya dapat terealisasi pada 3 lokasi yakni :
IPA Sunter Selatan: progress saat ini telah terselesaikan 100%;
IPA Sebira: Progress 76,64%, Pekerjaan dilanjutkan pada sampai dengan 3 Februari 2022, terkendala pengiriman pompa dari luar negeri karena pandemi COVID-19.
IPA Waduk Situ Babakan: Progress 42,99%, Pekerjaan dilanjutkan pada sampai 3 Februari 2022. Terkendala adanya pemindahan lokasi sehingga diperlukan reviu terhadap lokasi pembangunan baru
II-89
- Untuk pembangunan IPA pada Rusunawa Lokbin Rawa Buaya dan Flamboyan tidak jadi dilakukan pembangunan pada 2 lokasi tersebut dikarenakan sudah adanya pelayanan air oleh PD PAM Jaya pada lokasi tersebut.
- Terkait dengan penyediaan 10 Unit IPA mobile, hanya dapat tersedia 5 Unit IPA mobile dikarenakan terkendala proses pembukaan akses e-katalog yang memakan waktu yang cukup lama.
2. Persentase Volume Sampah di Kota
Sasaran meningkatnya akses sanitasi layak pada indikator kinerja “persentase penurunan volume sampah di kota” dapat dijelaskan sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.25
Presentase Volume Sampah di Kota
Indikator Sasaran Satuan Target Realisasi Capaian Persentase Volume
Sampah di Kota Persen 24 24.85 103.54 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2021
Indikator ini ditentukan dari (Jumlah timbulan sampah – jumlah sampah di TPST Bantergebang) / timbulan sampah x 100%). Berikut cara perhitungan pada indikator kinerja “Persentase penanganan sampah di kota”
dapat dilihat pada tabel berikut:
II-90
Tabel II.26
Perhitungan persentase pengurangan sampah di kota
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2021
Target pengurangan sampah Dinas Lingkungan Hidup sudah sesuai dengan taget nasional pengurangan sampah sebanagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, yang diturunkan kedalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 108 Tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
Berikut perbandingan Target Nasional dan Provinsi serta Realisasi dan Capaian tahun 2018 s.d 2021 indikator kinerja Persentase pengurangan sampah di Kota:
II-91
Grafik II.10
Target dan Realisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2021
Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta diatas, pengurangan sampah didefinisikan sebagai kegiatan pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang sampah dan/atau pemanfaatan kembali sampah. Pencapaian target indikator kinerja ini didukung oleh beberapa kegiatan yang terdapat di dalam Program Pengelolaan Persampahan dan di beberapa Renaksi dalam KSD 26 (Pengurangan Sampah di Sumber), KSD 27 (Optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Tabel II.27
Indikator Sasaran Presentase Pengurangan Sampah di Kota
Indikator
Sasaran Program Pagu Realisasi Capaian Efisiensi
Persentase pengurangan
sampah di kota
Program pengelolaan persampahan
3.508.642.720 3.127.140.714 89.13 10.87 Progam
pengembangan sistem dan pengelolaan persampahan
regional
6.688.600.166 6.086.139.410 90.99 9.01
Sumber : Biro Organisasi Reformasi Birokrasi Setda Provinsi DKI Jakarta, 2021
II-92
Persentase pengurangan sampah di kota telah mencapai target kinerja yang direncanakan dengan capaian sebesar 103.54% dan terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp. 983.962.762.
Capaian kinerja indikator ini didukung oleh langkah Dinas Lingkungan Hidup antara lain:
a. Pengawasan penggunaan KBRL pada 85 mall oleh Dinas Lingkungan Hidup. Pengawasan penggunaan KBRL pada 2.940 toko swalayan oleh Sudin Lingkungan Hidup 5 wilayah
b. Terlaksananya pemilahan sampah dari rumah di keseluruhan model area (2.288 rumah dan pintu).
Pengurangan sampah melalui Jakarta Recycle Center (JRC) sebesar 58,04%
c. Terbangun rumah maggot beserta perlengkapannya dan telah didistribusikan ke 66 lokasi di DKI Jakarta.
Sampai dengan tahun 2021 sebanyak 313 rumah maggot sudah terbangun di 6 (enam) wilayah kota/kabupaten administrasi. Salah satu inovasi dalam pengurangan sampah di sumber adalah dengan menggunakan metode biokonversi Black Soldier Fly (BFS). Metode BFS ini dapat mengolah sampah sisa makanan dalam jumlah yang besar dan dalam waktu relatif singkat. Setiap rumah maggot dilengkapi 48 biopond yang dapat menampung sekitar 5kg maggot atau dapat menampung lebih dari 480 kg sampah/hari.
d. Terkelolanya limbah B3 di wilayah DKI Jakarta sebesar 58.204,55 kg/tahun, dengan Jenis Limbah B3 Rumah Tangga Antara lain : Limbah Logam (Kemasan Kaleng), Limbah Non Logam (Kemasan Plastik), Lampu Bekas, Baterai/Aki Bekas, Limbah Elektronik, dan Limbah Infeksius/Medis.
II-93
e. Terlaksananya pengangkutan sampah terjadwal, di 147 RW percontohan dengan estimasi pengumpulan sampah sebesar 9.645 m3.
f. Terlaksananya pembinaan Bank Sampah di Jakarta Pusat untuk 37 bank sampah, Jakarta Utara untuk 83 bank sampah, Jakarta Barat untuk 33 bank sampah, Jakarta Selatan untuk 30 bank sampah, Jakarta Timur untuk 56 bank sampah. Kepulauan Seribu untuk 24 bank sampah. Pembentukan Bank Sampah Baru sejumlah 74 Bank Sampah dengan total reduksi sampah 279.25 kg/hari.
g. Pengolahan sampah organik Skala Rumah Tangga dan/atau Komunal dengan sampah organik terolah sebesar 5.329,57 kg/hari.
h. Menyusun Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta tentang Bank Sampah yang pada akhirnya ditetapkan pada tanggal 5 Mei 2021 dengan Nomor 33 tahun 2021.
G. Sasaran Terwujudnya sarana dan prasarana transportasi