• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sasaran Terjaminnya akses dan layanan pendidikan, kesehatan dan peningkatan keberdayaan yang berkualitas

II-62

A. Sasaran Terjaminnya akses dan layanan pendidikan,

II-63

Grafik II.1

Nilai dan Laju IPM Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017-2021

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2021

Pencapaian IPM Provinsi DKI Jakarta sebesar 81.11 pada tahun 2021 atau tumbuh 0.42 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didukung oleh peningkatan komponen Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) sebesar 0.14 persen, Harapan Lama Sekolah (HLS) sebesar 0.69 persen, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 0.36 persen dan pengeluaran per Kapita yang disesuaikan (PPP) sebesar 1.61 persen.

Naiknya semua dimensi pembentuk IPM, memperkokoh IPM Jakarta di peringkat pertama nasional.

Pencapaian IPM Jakarta tahun 2021 lebih tinggi dari IPM Indonesia. Dengan demikian, ketersediaan pilihan bagi penduduk Indonesia di ibukota lebih luas dibanding provinsi lain di Indonesia.

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.

IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Umur

II-64

Harapan Hidup (UHH), yaitu rata-rata lamanya (tahun) yang dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir. Pengetahuan diukur melalui komponen Rata-rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah. Ratarata Lama Sekolah (RLS) adalah rata-rata lamanya (tahun) penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai rata-rata (tahun) sekolah formal yang diharapkan akan dirasakan penduduk sejak umur tertentu.

Standar hidup yang layak diukur oleh Pengeluaran per Kapita yang Disesuaikan (PPP).

Secara umum, pembangunan manusia di DKI Jakarta terus mengalami kemajuan selama periode 2011 hingga 2021.

Selama periode tersebut, IPM DKI Jakarta telah meningkat 4,13 poin, yaitu dari 76,98 pada tahun 2011 menjadi 81,11 pada tahun 2021, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,52 persen per tahun. Sejak tahun 2017 IPM DKI Jakarta tumbuh melambat, bahkan tahun 2020 hanya sebesar 0,01 persen.

Namun pada tahun 2021 mampu tumbuh 0,42 persen.

IPM DKI Jakarta pada tahun 2021 di atas IPM Indonesia. IPM DKI Jakarta berada pada level IPM “Sangat Tinggi”, dengan capaian di atas 80,00. Semakin tinggi angka IPM memerlukan upaya yang serius dan berkesinambungan, untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kecepatan pertumbuhannya.

II-65

Grafik II.2

Umur Harapan Hidup Provinsi DKI Jakarta

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2021

1. Perkembangan Komponen Pembentuk IPM a. Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat

Umur Harapan Hidup saat Lahir yang merepresentasikan Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2011 hingga 2021, UHH penduduk DKI Jakarta meningkat sebesar 1,14 tahun dari 71,87 tahun menjadi 73,01 tahun, atau tumbuh sebesar 1,59 persen. Secara rata-rata UHH tumbuh sebesar 0,16 persen per tahun. Hal ini menunjukkan derajat kesehatan masyarakat ibukota secara umum semakin membaik.

b. Dimensi Pengetahuan

Dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua komponen yakni HLS dan RLS. Kedua komponen ini juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2011 hingga 2021, HLS DKI Jakarta meningkat sebesar 1,16 tahun, sementara RLS meningkat 0,77 tahun. Selama periode tersebut, HLS dan RLS secara rata-rata tumbuh masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,72 persen per tahun.

II-66

Meningkatnya HLS menjadi sinyal positif bahwa harapan semakin banyak penduduk yang melanjutkan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2021, angka HLS telah mencapai 13,07 tahun, yang berarti bahwa anak-anak di DKI Jakarta memiliki harapan untuk dapat menempuh Pendidikan formal selama 13,07 tahun atau menamatkan pendidikan mereka hingga tamat Diploma 1.

RLS juga terus tumbuh positif setiap tahunnya.

Pertumbuhan ini merupakan modal penting dalam membangun kualitas manusia ibukota yang lebih baik.

Hingga tahun 2021, rata-rata penduduk DKI Jakarta usia 25 tahun ke atas telah menyelesaikan pendidikan selama 11,17 tahun atau masuk kelas XII.

c. Dimensi Standar Hidup Layak

Dimensi ketiga yang mewakili kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak yang ditunjukkan oleh PPP. Selama periode 2011 hingga 2021, PPP meningkat 2,58 juta rupiah dari 15,94 juta rupiah menjadi 18,52 juta rupiah, atau tumbuh sebesar 16,16 persen. Selama periode tersebut secara rata-rata PPP tumbuh sebesar 1,52 persen per tahun.

Pada tahun 2020, PPP masyarakat ibukota sempat terkontraksi 1,62 persen dibandingkan tahun 2019. Pandemi COVID-19 berdampak terhadap perekonomian bahkan kegiatan sosial, telah membuat daya beli masyarakat melemah sehingga pengeluaran konsumsi masyarakat menurun. Namun demikian, sejalan dengan proses pemulihan ekonomi, pengeluaran konsumsi masyarakat naik pada tahun 2021. Hal ini sejalan dengan PPP yang tumbuh 1,61 persen.

II-67

2. Program Pendukung

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan memiliki beberapa program yaitu :

Tabel II.6

Program Pendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021

No Program Pagu Realisasi Capaian Efisiensi

1 Program

Pemenuhan Upaya Kesehatan

Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat

3.198.961.061.286 2.968.498.803.263 92.80% 7.20%

2 Program Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan

2.256.918.620 4.414.114.000 83.97% 16.03%

3 Program Peningkatan

Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan

2.256.554.612.357 1.984.369.392.032 87.94% 12.06%

4 Program Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Makanan dan Minuman

229.375.900.527 143.796.716.626 62.69% 37.31%

5 Program Pendidik

dan Tenaga

Kependidikan

4.968.236.332.415 4.767.076.606.668 95.95 4.05 6 Program

Pengelolaan Pendidikan

3.966.550.830.675 3.699.578.833.169 93.27 6.73

Sumber : Biro Organisasi Reformasi Birokrasi Setda Provinsi DKI Jakarta, 2021

Tingkat efisiensi dalam pelaksanaan program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat mencapai 7.20% diperoleh dalam anggaran pemberian transport kepada masyarakat maupun efisiensi pemanfaatan narasumber secara internal dan adanya pembelian belanja modal disesuaikan dengan kebutuhan.

Dari beberapa program yang dilaksanakan terdapat program yang mempunyai tingkat efisiensi tinggi yaitu pada program sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan dan minuman yaitu sebesar 37.31%, dimana dalam proses pengawasan dilakukan secara daring.

II-68

3. Faktor Pendukung

- Tersedianya anggaran untuk menjembatani peserta didik melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui anggaran KJMU

- Tersedianya anggaran untuk mengurangi angka putus sekolah setiap jenjang dari tahun sebelumnya, seperti KJP Plus dan Biaya Operasional Pendidikan.

- Perluasan pendidikan inklusi dan akses bagi anak berkebutuhan khusus.

- Pembangunan 10 SMK Negeri baru tahun 2019 yang baru digunakan saat PPDB Tahun 2020.

4. Faktor Penghambat

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki faktor penghambat dalam proses pelaksanaannya diantaranya:

- Banyak kegiatan yang terjadi efisiensi anggaran akibat terjadinya pandemic Covid-19 kegiatan diprioritaskan pada kegiatan penanggulangan Covid-19 dan sebagian besar pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring.