• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Singkat Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan

Metode Penelitian

F. Teknik Analisis Data

1. Sejarah Singkat Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan

Pada masa terbentuknya Negara Indonesia Timur (NIT) yang dikepalai oleh menteri pengajar yang bernama katoppo.Kantor wilayah pada waktu itu bertempat di gedung SMA Candra Kirana yang sekarang berada di jalan sungai Sungai Tangka. Pada tahu 1946-1950, Departemen pendidikan di daerah Sulawesi Selatan yang dikepalai oleh Azis Nompo. Pada tahun 1950 Inspektur pendidikan di daerah Sulawesi Selatan berubah namanya menjadi kantor Jawatan Pengajaran Provinsi Sulawesi Selatan yang dikepalai oleh H.

Sondat dan wakilnya Manfindaan. Kantor tersebut bertempat di Kantor Walikota Madya Tk. II Ujung Pandang yang sekarang berada di jalan Jenderal Ahmad Yani. Pada tahun 1957kantor tersebut berubah nama menjadi Perwakilan Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara. Tahun 1961 kantor tersebut dijabat oleh S. N.

Turangan dan wakilnya H. Laside. Kemudian pada bulan agustus 1964, H.

Laside diangkat sebagai kepala perwakilan departemen pendidikan dasar dan kebudayaan sampai pada tahun 1967 dan pada tahun itu juga jabatan diserahkan kepada Syamsudin Tang. Tahun 1968, kepala perwakilan departemen pendidikan dasar dan kebudayaan diseratrimakan dari Syamsudun Tang kepada E. Agus Salim Mokodompit, M. A. sebagai kepala biro organisasi departemen pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia.

Pada tanggal 19 desember 1979 jabatan kepala kantor wilayah departemen

32

pendidikan dan kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan diserahkan kepada Drs. A.Rasyid yang sebelumya sebagai staf ahli Menteri Pendidikan danKebudayaan di Jakarta. Tanggal 11 desember 1981 jabatan tersebut beralih dari Drs. A. Rasyid kepada Letkol Soepomo.Pada tanggal 22 februari 1983 Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan diserahterimakan kepada Drs. Athaillah.Tahun 1987 terjadi pergantian pimpinan dari Drs. Athaillah kepada Drs. Aminuddin Mahmud. Berdasarkan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor : 09/MPK/1991 tanggal 17 februari 1991, jabatan kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan diserah terimakan dari Drs. Amiruddin Machmud kepada Drs. Abdul Djabbar.

Selanjutnya, keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor:

217/C/1993 pergantian jabatan kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 4 januari 1994 dari Drs. Abdul Djabbar diganti oleh Drs. Amiruddin Maula yang sebelumnya menjabat sebagai kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Kemudian jabatan kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan diserahterimakan dari Drs. Amiruddin Maula kepada Ir. H. M. Arifin Thalib.

Pada tanggal 1 januari 2001, jabatan kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan diserahterimakan dari Ir. H. M. Arifin Thalib kepada Drs. Ngaro, M. Pd. Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 173/O/1983 tentang struktur organisasi vertikal, tata kerja kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan kebudayaan Sulawesi Selatan berubah nama menjadi kantor Dinas

33

Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang dijabat oleh Drs. Ngaro, M. Pd dan Wakilnya Drs. A. Muh. Noer Sanusi, M. Si.Pada tanggal 25 April 2003, Drs. H Ngaro, M. Pd. Menyelesaikan masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan digantikan oleh Drs. H. A. Muh.Noer Sanusi, M. Si.dan Drs.

Hanafi Mappasomba, M. Pd. sebagai wakilnya. Setelah tanggal 31 Oktober 2005 Drs. H.A. Muh. Noer Sanusi,M. Si. mengakhiri masa jabatannya dan diganti oleh Drs. H. A. Patabai Pabokori (hingga sekarang ini) yang sebelumnya menjadi bupati Kabupaten Bulukumba dan Drs. H. Hanafi Mappasomba tetap menjadi Wakil Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Selatan dan pada tanggal 1 November 2006 Drs. Hanafi Mappasomba, memasuki masa jabatan sehinnga digantikan oleh Drs. Muh. Saleh Gottang. Mengakhiri masa kerja Drs. H. A. Patabai Pabokori pada tanggal 1 Juli 2012 digantikan oleh Drs. H. Abdullah Djabbar, M.Pd. sebagai pelaksana tugas pada tanggal 2 Juli 2012 yang mana sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang dijabat oleh Drs. Muh. Saleh Gottang hingga memasuki masa pensiun.

Pada awal berdirinya Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terjadi bersamaan dengan munculnya Era Otonomi daerah sebagai respon terhadap proses reformasi yang terjadi pada sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang berubah dari sistem pemerintahan yang sentra listrik ke pemerintahan daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintahan pusat dan daerah. Berdasarkan UU No. 22 Tahun 1999 Pasal 11 bidang pendidikan dan kebudayaan merupakan salah satu bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah kabupaten dan daerah kota, namun berdasarkan pasal 9 ayat 2,

34

kewajiban tersebut tidak atau belum dapat dilaksanakan daerah kabupaten dan daerah kota.Oleh karena itu berdasarkan UU No. 22 Tahun 1999 Pasal 60, 61, dan 62, maka Pemerintah Provinsi Selawesi Selatan membentuk perangkat daerah yang disebut Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai unsur pelaksana Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam bidang pendidikan. Dinas dipimpin oleh seorang Kepala Dinas pendidikan yang diangkat oleh Gubernur Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Pendidikan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

Pendidikan adalah pilar penting dalam pembangunan sebuah daerah, karena salah satu parameter untuk mengukur kemajuan sebuah negara adalah pendidikan, dengan pendidikan di harapkan akan melahirkan manusia yang berkualitas dan berperadaban, di sini peran pemerintah sangat signifikan untuk merubah wajah pendidikan. Mengingat sangat pentingnya peranan pendidikan maka pemerintah mendirikan instansi Dinas Pendidikan di setiap daerah yang pengelolaannya dibawah kewenangan pemerintah daerah masing-masing.Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (DISDIK SULSEL) adalah sebuah instansi yang berada di bawah kewenangan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (PEMPROV) serta dibawah oleh Kementrian Pendidikan Nasional.DISDIK SULSEL bertugas untuk merumuskan kebijaksanaan operasional dibidang pendidikan dan melaksanakan sebagian kewenangan yang berhubungan dengan Dunia Pendidikan di wilayah Provinsi.

35 2. Visi Dan Misi Organisasi

a. Visi

Terwujudnya layanan pendidikan pendidikan khusu dan pendidikan layanan khusus yang bermutu dan terjangkau bagi anak usia sekolah.

b. Misi

1. Meberikan pendidikan yang sesuai dengan nilai kemanusiaan.

2. Memberikan akses pendidikan yang seluas luasnyapagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

3. Meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan untuk menuju masyarakat yang demogratis.

4. Meningkatkan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan.

5.Mengembangkan pembaharuan manajemen pendidikan.

6. Memberdaykan lembaga pendidikan sekolah maupun luar sekolah dan menigkatkan partisipasi masyarakat.

7. Meningkatkan kesejahteraan sumber daya pendidikan.

8. Mengembangkan sistim dan iklim pengawasan pendidikan yang lebih independen serta objektif.

36 3. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan

BIDANG PEMBINAAN PK- PLK, BAHASA DAN

SASTRA KEPALA DINAS

SEKRETARIS

SUBAG PRORAM

SUBAG UMUM, KEPEGAWAIAN DAN

UMUM SUBAG KEUANGAN

BIDANG PTK DAN FASILITASI PAUD, DIKDAS, DIKTI DAN

DIKMAS BIDANG PEMBINAAN

SEKOLAH MENENGAH ATAS

BIDANG PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH

KEJURUAN

CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH

KABUPATEN / KOTA

KASI PELAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN KASI PELAYANAN SUMBER BELAJAR BERBASIS INFORMASI, KOMUNIKASI

SUBAG TATA USAHA

KEPALA UPT PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KELOMPOK JABATAN

FUNSIONAL

37 4. Job Description

a. Kepala dinas pendidikan mempunyai tugas merencanakan pengembangan pendidikan secara berkesinambungan untuk pemantapan sistem yang berkualitas.

b. Sekretaris dinas pendidikan bertugas dalam perumusan rencana program dan kegiatan, mengkoordinasikan, monitoring, urusan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan, serta perencanaan evaluasi dan pelaporan.

c. Subag Program bertugas menyusun rencana kerja,program dan kegiatan per tahun anggaran sub bagian perencanaan, evaluasi dan pelapor sesuai renstra dan prioritas target sasarn yang akan dicapai.

d. Subag Umum, Kepegawaian,dan Hukum melaksanakan tugas administrasi umum emliputi organisasi dan tata laksana, kearsipan, kepegawaian, perlengkapan dan urusan rumah tangga dinasn UPTD dan sekolah.

e. Subag Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengendalian kegiatan sub bagian keuangan dan asset, membantu sekretaris dinas melaksanakan koordonasi dan penyusunan bahan kebijakan teknis pelayanan administrasi penganggaran, penatausaahan, pengelolaan sistem akuntansindan pelaporan keuangan dinas.

f. Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan fasilitas kebutuhan kurikulum, penilaian, kelembagaan, sarana prasarana, kesiswaan, dan pendidikan karakter.

g. Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan bertugas melaksanakan penyiapan kebijakan oprasional perluasan kesempatan dan pemerataan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu, dan relevansi pendidikan serta

38

peningkatan efesiensi dan efektifitas pengelolaan pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK).

h. Bidang PK-PLK, Bahasa, dan Sastra mempunyai tugas menyelengarakan pelayanan publik dan administrasi bidang PK-PLK, menyelengarakan pengkajian bahan kebijakan teknus dan bahan fasilitas bidang PK-PLK, serta membantu kepala dinas menyelenggarakan fasilitas urusan pemerintahan provinsi bidang PK-PLK, meliputi aspek kurikulum dan kesiswaan PK-PLK, alat bantu media PK-PLK, serta ketenagaan pendidikan.

i. Bidang PTK dan Fasilitas PAUD, DIKDAS,DIKTI dan DIKMAS bertugas memipin, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi serta melaksanakan urusan PTK PAUD, DIKDAS, DIKTI, dan DIKMAS.

j. Kepala Unit Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas merumuskan kebijakan teknis operasional pembinaan di bidang teknoligi informasi dan komunikasi pendidikan, merumuskan pedoman pembinaan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi pendidikan dan melaksanakan koordinasi dengan unit kerja di lingkup dinas maupun instansi teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi pendidikan.

k. Subag Tata Usaha mempunyai tugas memberi petunjuk membagi tugas, membimbing, memeriksa, mengoreksi, mengawasi, dan merencanakan kegiatan urusan keorganisasian dan ketatalaksanaan umum.

l. Kasi Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas menyusun program kegiatan bidang informasi dan komunikasipublik

39

berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan.

Dokumen terkait