• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA "

Copied!
103
0
0

Teks penuh

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Kepada semua saudara dan pihak-pihak yang tidak dapat saya tuliskan satu per satu, yang telah memberikan semangat kepada saya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Skripsi ini telah disusun sebaik mungkin, namun penulis menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna.

ABSTRAK

This study aims to determine the degree of influence of employee performance to achieve work ethic in the education office of South Sulawesi province. The processed data is the result of the interpretation of the respondents for the employees in the South Sulawesi Provincial Office of Education. Based on the results of the data analysis that was done, the simple regression equation model Y X1 + 0.570 X2 + e is obtained, which means that work performance has a positive effect on the career path and from the results of the analysis of t-test, significant values ​​of 0.002 and 0.000 <0.05 were obtained, which means that work performance has a significant effect on the levels of work ethics in the education office of South Sulawesi province, so the hypothesis is accepted.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Sumber daya manusia yang unggul dengan etos kerja yang baik dapat dipengaruhi oleh pendidikan, pengalaman kerja, dan gaya kepemimpinan. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis merancang judul penelitian “Pengaruh Pendidikan dan Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan”. Dapat memberikan ulasan dan informasi dalam mengetahui kebijakan dan pengambilan keputusan mengenai etika kerja karyawan.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Latar Belakang Pendidikan
    • Indikator Pendidikan
    • Macam-macam Pendidikan
    • Macam-macam Jenjang Pendidikan
  • Pengalaman Kerja
  • Etos Kerja
  • Tinjauan Empiris
    • Wardhani, Ade
  • Kerangka pikir
  • Hipotesis

Pengaruh latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja terhadap etos kerja pegawai Bank Mega Syariah cabang Mataram. Diduga latar belakang pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Diduga pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu  No
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No

Metode Penelitian

Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Definisi Oprasional Variabel dan Pengukura 1. Definisi Oprasional Variabel

  • Sampel

Latar belakang pendidikan merupakan upaya untuk mengubah perilaku peserta didik dari negatif menjadi positif. Etos kerja merupakan seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan mendasar disertai komitmen total terhadapnya. Skala Likert merupakan model skala yang banyak digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok terhadap fenomena sosial.

Populasi adalah sekelompok individu yang mempunyai sifat-sifat dan sifat-sifat yang telah ditentukan oleh peneliti, sifat-sifat, sifat-sifat dan sifat-sifat itu disebut variabel. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat dijangkau dan mempunyai ciri-ciri yang sama dengan populasi dari mana sampel itu diambil.

Tabel 3.2 Skala pengukuran Variabel
Tabel 3.2 Skala pengukuran Variabel

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini digunakan kuesioner untuk memperoleh data mengenai pengaruh latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja terhadap etos kerja pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Teknik Analisis Data

  • Sejarah Singkat Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan

Pada tahun 1950, Inspektorat Pendidikan wilayah Sulawesi Selatan berubah nama menjadi Biro Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh H. Pada tahun 1957, kantor tersebut berubah nama menjadi Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dasar Sulawesi Tenggara. Propinsi. Rasyid kepada Letkol Soepomo Pada tanggal 22 Februari 1983, Kepala Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan kepada Dr.

Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 09/MPK/1991 tanggal 17 Februari 1991, jabatan kepala kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan dilimpahkan kepada Dr. 217/C/1993 yang mengubah jabatan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 4 Januari 1994 dari Dr. Setelah itu, jabatan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan diserahkan kepada Dr.

Pada tanggal 1 Januari 2001, jabatan kepala kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan dimutasi dari Ir. Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 173/O/1983 tentang susunan organisasi vertikal, tata kerja kepala kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Selatan berubah nama menjadi kantor dinas. Hanafi Mappasomba tetap menjadi Wakil Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Selatan dan pada 1 November 2006 Drs.

Berdasarkan Pasal 60, 61 dan 62 Tahun 22 Tahun 1999, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membentuk perangkat daerah yang disebut Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai unsur pelaksana Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bidang pendidikan.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi  Selatan
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan

Karakteristik Responden

Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan bahwa 38 responden perempuan atau 56% mendominasi pegawai di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki mempunyai kedudukan yang lebih rendah dibandingkan responden perempuan. Berdasarkan uraian tabel di atas, hasil yang diperoleh dari karakteristik usia responden menunjukkan bahwa responden berusia 21 hingga 30 tahun.

Berdasarkan uraian tabel diatas diperoleh hasil karakteristik responden berdasarkan status menunjukkan bahwa responden yang belum menikah sebanyak 18 orang atau 26%, sudah menikah sebanyak 50 orang atau 74%, bercerai sebanyak 0 atau 0%, begitu pula dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan berstatus menikah. Tingkat pendidikan merupakan salah satu unsur yang menentukan kemampuan, nilai dan kebutuhan. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa mayoritas responden pada penelitian ini mempunyai gelar sarjana yaitu sebanyak 30 orang atau 44%.

Hal ini menggambarkan kondisi yang cukup seimbang dari segi tingkat pendidikan, mengingat tugas pegawai memerlukan keterampilan tertentu agar program Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dapat berhasil sesuai harapan.

Analisis Deskripsi Variabel Penelitian

Jawaban terbanyak ketiga adalah tidak setuju, hal ini terlihat dari poin pertama yang menyentuh 4 responden dan poin kedua yang menyentuh 0 responden. Jawaban terbanyak ketiga adalah tidak setuju, hal ini terlihat dari poin pertama yang diterima 4 responden dan poin kedua yang diterima 5 responden. Jawaban terbanyak kedua adalah sangat setuju, hal ini terlihat dari poin pertama yang mencapai 32 responden dan poin kedua yang mencapai 30 responden.

Jawaban terbanyak ketiga adalah tidak setuju, hal ini terlihat dari item pertama yang menyentuh angka 2, dan poin kedua yang menyentuh angka 3. Jawaban ketiga yang paling banyak adalah tidak setuju, hal ini terlihat dari item pertama yang menyentuh angka 9 responden, item kedua menyentuh responden nomor 1. Jawaban ketiga yang paling umum adalah tidak setuju, seperti yang ditunjukkan oleh item pertama menyentuh responden nomor 2, item kedua menyentuh responden nomor 2.

Dan jawaban ketiga yang paling umum adalah tidak setuju. Hal ini terlihat dari item pertama yang mengenai empat responden dan item kedua yang mempengaruhi dua responden. Jawaban ketiga yang paling umum adalah tidak setuju. Hal ini terlihat dari item pertama yang memberikan responden nomor 0, dan item kedua yang memberikan responden nomor 3. Dan jawaban ketiga yang paling umum adalah tidak setuju. Hal ini terlihat dari item pertama yang mengenai lima responden dan item kedua yang mempengaruhi dua responden.

Dan jawaban terbanyak ketiga adalah tidak setuju, hal ini terlihat dari poin pertama yang diterima oleh 4 responden dan poin kedua yang diterima oleh 9 responden.

Tabel 4.5 Jawaban Responden Terkait Indikator jenjang pendidikan
Tabel 4.5 Jawaban Responden Terkait Indikator jenjang pendidikan

Uji Hipotesis

Berdasarkan data di atas, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dalam kuesioner memenuhi standar yang konsisten dan dapat diandalkan, karena seluruh pernyataan mempunyai nilai > 0,6. Nilai konstanta yaitu sebesar 5,738 menunjukkan bahwa tidak adanya latar belakang pendidikan (X1) dan pengalaman kerja (X2) akan mempengaruhi etos kerja (Y) pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil uji persamaan regresi diatas diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,207. Ini menunjukkan bahwa Latar Belakang.

Artinya variabel Pengalaman Kerja (X2) berpengaruh positif terhadap Etos Kerja (Y) pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Agar dapat dijelaskan hubungan antara hasil regresi yang diperoleh, maka hasil regresi tersebut akan diuji menggunakan uji t dengan tingkat kepercayaan 0,05 (5%). Berdasarkan hasil uji t pada tabel diatas diperoleh nilai signifikansi untuk variabel pelaksanaan pelayanan (X) sebesar 0,002 dan 0,000, dimana nilai tersebut lebih kecil dari nilai probabilitas yang ditentukan peneliti sebesar 0,05 , sedangkan nilai yang diperoleh adalah 3,247 dan 8,646 > poin.

1,668 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel implementasi pelayanan pada uji t berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja pada dinas pendidikan provinsi Sulawesi Selatan.

Tabel 4.16 Hasil Analisis Regresi Sederhana  Coefficients
Tabel 4.16 Hasil Analisis Regresi Sederhana Coefficients

Pembahasan Hasil Penelitian

Selatan, dari hasil penelitian ditemukan bahwa prestasi kerja berpengaruh signifikan terhadap etos kerja pada dinas pendidikan provinsi Sulawesi Selatan. Hasil perhitungan analisis data menunjukkan terdapat pengaruh positif antara pendidikan dengan pengalaman kerja dan etos kerja pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Uji parsial (t) menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan dan pengalaman kerja terhadap etos kerja pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan hasil analisis penelitian diperoleh koefisien regresi variabel sebesar 0,207 dan 0,570 yang berarti variabel Prestasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Semangat Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, dan uji parsial (t) diperoleh hasil sebesar 0,002 dan 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang nyata dalam upaya peningkatan etos kerja pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Temuan penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fatmawati, Siti Rahma (2020) dengan judul Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Serta Etos Kerja Islami Dengan Budaya Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada BMT MBS Syariah Jiwan Madium Regency) mengatakan hasil analisis data menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Pihak instansi diharapkan memperhatikan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja pegawai agar dapat memotivasi pegawai mencapai etos kerja yang diinginkan. Bagi pihak lain sebaiknya melakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar agar dapat menganalisis data yang lebih banyak agar dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi objek yang diteliti, dan sebaiknya meneliti objek yang berbeda dengan penelitian ini. . Keandalan data juga harus menjadi prioritas bagi peneliti, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi informasi yang lebih baik dan akurat untuk penelitian selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

KUESIONER PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur pengaruh latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja terhadap etos kerja pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Jika Anda mempunyai keyakinan untuk terpilih menjadi responden, Anda diminta untuk mengisi seluruh instrumen tersebut sesuai dengan pengalaman, pengetahuan, persepsi dan keadaan sebenarnya. Instrumen ini terdiri dari seperangkat pernyataan untuk mengukur pengaruh latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja terhadap etos kerja.

LATAR BELAKANG PENDIDIDKAN(X1)

  • HASIL UJI VALIDITAS
  • HASIL UJI RELIABILITAS
  • HASIL UJI REGRESI SEDERHANA KOEFISIEN DETERMINASI R 2
  • Surat keterangan telah melakukan penelitian di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan

Saya berusaha untuk datang bekerja lebih awal dari waktu kedatangan kerja yang ditetapkan oleh instansi ini.

BIOGRAFI PENULIS

Gambar

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu  No
Gambar 2.1  Kerangka Pikir  1.
Tabel 3.2 Skala pengukuran Variabel
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi  Selatan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Apabila seorang calon karyawan memiliki pendidikan yang tinggi, secara tidak langsung perusahaan melihat bahwa karyawan tersebut mempunyai intelektual yang tinggi,

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan judul Pengaruh Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan, maka dapat

Dari hasil analisis regresi berganda dapat disimpulkan bahwa (1) variabel latar belakang pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel etos kerja

Saya aktif menggunakan hak untuk menolak laporan pertanggunjawaban jika tidak sesuai dengan standar kinerja dan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Perlu diberikan sanksi jika

Tanggapan Responden Terhadap Pertanyaan bahwa apakah bonus atau insentif yang diberikan membuat karyawan bekerja lebih baik. Tanggapan Frekuensi

Nilai thitung diperoleh sebesar 1,208 < ttabel sebesar 2,02 dengan signifikansi sebesar 0,262, berarti Ha ditolak dan H0 diterima dengan demikian dapat dikatakan bahwa tidak terdapat

Dependent Variable: Y.Keefektivitasankerja Sumber : Data primer yang diolah, 2020 Berdasakan tabel diatas, maka dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut: Y = 0,030 + 0,404 X1+

Pemberian insentif sangat penting bagi karyawan, karena besar kecilnya insentif merupakan ukuran terhadap prestasi kerja karyawan, apabila sistem insentif yang diberikan perusahaan