BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
7. Unit Kegiatan Siswa
Untuk meningkatkan potensi dan bakat siswa diluar bidang akademis maka terdapat banyak unit kegiatan di SMAN 2 Woja yang dapat menjadi wahana penyaluran berbagai keterampilan yang siswa miliki.Berikut data kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMAN 2 Woja pada tabel 10 di bawah ini
Tabel 10
Kegiatan Ekstrakurikuler yang ada di SMA N 2 WOJA
NO Kegiatan Ekstrakurikuler KETERANGAN
1 Komputer Aktif
2 Olah Raga Aktif
3 Seni Lukis Aktif
4 Seni Musik Aktif
5 Pramuka Aktif
6 Palang Merah Aktif
7 Seni Tari Aktif
8 Baca Tulis Qur’an (BTQ) Aktif
8.Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana merupakan kebutuhan primer yang keberadaannya tidak kalah penting dengan unsur-unsur lainnya bagi siswa-siswi dalam melangsungkan proses pembelajaran. Berdasarkan observasi yang dilakukan fasilitas pendidikan yang melengkapi sarana dan prasaranan
Tabel 11
Keadaan Sarana Dan Prasarana Sekolah
No Nama Bangunan Kondisi
Banguna
Jumlah
Baik Rusak
1 Ruang Kepala Sekolah 1 - 1
2 Ruang Guru 1 - 1
3 Ruang Tata Usaha 1 - 1
4 Ruang Belajar 9 - 9
5 Ruang Laboratorium 1 - 1
6 Ruang Musyolah 1 - 1
7 Ruang Osis 1 - 1
8 Saranan Upacara 1 - 1
9 Kamar Mandi/ WC 2 - 2
10 Ruang Komputer 1 - 1
11 Ruang Gudang 1 - 1
12 Ruang Perpustakaan 1 - 1
13 Kantin 1 - 1
14 Lapangan Olahraga 1 - 1
Data Sekolah’’SMAN2 Woja,Dokumentasi Sekolah’’
Dari tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki SMA N 2 Woja sudah dikatakan memadai dalam menunjang kegiatan proses belajar mengajar.12
9.Kurikulum
Kurikulum yang menjadi acuan di SMA N 2 Woja untuk kelas X adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)untuk SMA N 2 Woja.
Tabel 12
Struktur Kurikulum KTSP SMA N 2 Woja No Mata Pelajaran Jumlah Jam
Pelajara
Standar Ket
1 Pendidikan 2 2 90
12Kepala SMAN 2 WojaDokumentasi Sekolah, 11 November 2017
Agama
2 Bahasa Inggris 2 2 90
3 IPS 2 2 90
4 Matematika 3 3 135
5 Bahasa Indonesia
2 2 90
6 IPA 3 3 135
7 Fisika 3 3 135
8 Kimia 3 3 135
9 Komputer 2 2 90
10 Kewirausahaan 2 2 90
11 Seni Budaya 2 2 90
12 Penjaskes 2 2 90
13 Pkn 2 2 90
14 Jumlah 30 30 30
a. Deskriptif Data
1. Deskriptif Data Pengelolaan kelas (Variabel X)
Untuk menjelaskan gambaran dalam penelitian ini, berikut akan dijabarkan deskriptif data berupa rentang skor,rata-rata,standar deviasi.Dan modus. Selain itu, data akan disajikan dalam bentuk distribusi.frekuensi dan histogram untuk memperjelas deskriptif dapat di lihat pada tabel 13 berikut:
Tabel 13
Data Pengelolaan Kelas
No Deskriptif Nilai Ket
1 Nilai Maksimum 90-100 Sangat Baik
2 Nilai Minimum 80-90 Baik
3 Mean 70-80 Cukup Baik
4 Median 60-70 Rendah
5 Modus 50-60 SangatRendah
6 Standar Deviasi 70 Cukup Baik
Berdasarkan tabel 13 tersebut di atas,menunjukkan bahwa perolehan skor angka dari 45 responden dengan perolehan data yang valid untuk Variabel (X) persepsi siswa tentang pengelolaan kelas pada mata pelajaran IPS adalah maksimum 90-100,minimum 80-90,mean 70-80 modus,50-60dengan standar deviasi 70.
Jika dibuat rentang skor pengelolaan kelas dengan jumlah 45 orang semuanya valid,frekuensi dapat prestasi skor pengolaan kelas yang memperoleh
angka,63,65,69,70,72,75,77,78,80,84,87,88,89,90,93,94,95, dan 100 masing-masing 1 orang (31%),angka 74,76,dan 81 masing-masing 2 orang (6,3%),angka 92 Masing-masing 3 orang (9,4%),dengan angka 91 masing-masing 5 orang (15,6%). Untuk lebih jelasnya data tentang
frekuensi dan presentasi variabel bebas (X) Pengelolaan kelas pada mata pelajaran IPS pada tabel 14 berikut :13
Tabel 14
Frekuensi Skor Pengelolaan Kelas (Variabel X)
Frequency Percent Valid
Percent Cumulative Percent
Valid 63 1 3,1 3,1 6,3
65 1 3,1 3,1 9,4
69 1 3,1 3,1 12,5
70 1 6,3 3,1 15,6
74 2 3,1 6,3 21,9
75 1 6,3 3,1 25,0
76 2 3,1 6,3 31,3
77 1 3,1 3,1 34,4
78 1 3,1 3,1 37,5
80 1 6,3 3,1 40,6
81 2 3,1 6,3 46,9
84 1 3,1 3,1 50,0
87 1 3,1 3,1 53,1
88 1 3,1 3,1 56,3
89 1 3,1 3,1 59,4
90 1 3,1 3,1 62,5
91 5 15,6 15,6 78,1
92 3 9,4 9,4 87,5
93 1 3,1 3,1 90,6
94 1 3,1 3,1 93,8
95 1 3,1 3,1 96,9
101 1 3,1 3,1 100,0
Total 32 100,0 100,0
Jika dibuat tingkat atau level pengelolaan kelas pada mata pelajaran IPS sebanyak 45orang adalah sebagaimana dapat di lihat pada tabel 15 berikut:
13Kepala SMAN 2 WojaDokumentasi Sekolah, 11 November 2017
Tabel 15
Indek Tingkat Pengelolaan Kelas No RentanganSkor
Pengeloaan Kelas
Level atau
Tingkat Hasi Jumlah
Skor %
1 90-100 Sangat Baik 7 3,125%
2 80-90 Baik 5 46,875%
3 70-80 Cukup Baik 10 34,375%
4 60-70 Rendah 8 15,625%
Jumlah 30 100%
Berdasarkan perhitungan perolehan rata-rata skor pengelolaan kelas pada mata pelajaran IPS sebesar 83,22 Untuk lebih memperjelas tabel 15 di bawah ini disajikan histogram data gambaran pengelolaan kelas.
b. Histogram Distribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas
Dari gambar di atas terlihat sekitar 3,125 % siswa yang mendapat skor 90-100 dengan jumlah siswa sebanyak 7 orang dan tingkat pengelolaan kelas yang Baik,skor 80-90 sebesar 46,875% dengan jumlah siswa sebanyak 5 orang dan tingkat pengelolaan kelas Cukup baik, skor 70-80 sebesar 34,375%dengan jumlah siswa sebanyak 10 orang dan tinggkat pengelolaan kelas yang Rendah,skor 60-70 sebesar 15,625% dengan jumlah siswa sebanyak 8 orang dan tingkat pengelolaan kelas yang Maka persentase terbesar terdapat pada jumlah siswa sebanyak 30 orang dan tingkat pengelolaan kelas yang tinggi.Dengan demikian dapat diinterprestasikan bahwa skor yang
berada pada interval merupakan skor yang presentasenya paling banyak yaitu 100%.
c. Deskriptif Data pembelajaran Efektif (Variabel Y)
Untuk menjelaskan gambaran dalam penelitian ini, berikut akan dijabarkan deskriptif data berupa rentang skor, rata-rata standar ,deviasi. Dan modus Selain itu, data akan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan histogram untukmemperjelas deskriptif dapat di lihat pada tabel 16 berikut:
Tabel 16
Data Pembelajaran Efektif
Deskriptif Nilai Ket
Nilai Maksimum 90-100 Sangat Baik
Nilai Minimum 80-90 Baik
Mean 70-80 Cukup Baik
Median 60-70 Rendah
Modus 50-60 Sangat Rendah
Standar Deviasi 70 Cukup Baik
Berdasarkan tabel 15 tersebut di atas, menunjukkan bahwa perolehan skor dari responden untuk variabel pembelajaran efektif yang berjumlah 45 orang adalah nilai maksimum 90-10,minimum 80-90,nilai mean 70-80,medianya 70-60,modusnya 50-60, standar devisi 70.
Jika dibuat rentang skor rata-rata angka nilai pembelajaran efektif yang semuanya valid,maka dapat dilihat bahwa frekuensi dan persentasi skor pembelajaran efektif yang memperoleh angka 90-100,80-90,70- 80,60-70,50-60,sebanyak 1 orang (3,1%), skor 70,68,55,54,sebanyak 2
orang (6,3%)dan skor 71,56,48,sebanyak 3 orang (9,4%).Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel 17 berikut:
Tabel 17
Frekuensi Scoer Pembelajaran Efektif (Variabel Y)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 44 1 3,1 3,1 3,1
48 3 9,4 9,4 12,5
50 1 3,1 3,1 15,6
51 1 3,1 3,1 18,8
53 1 3,1 3,1 21,9
54 2 6,3 6,3 28,1
55 2 6,3 6,3 34,4
56 3 9,4 9,4 43,8
57 1 3,1 3,1 46,9
59 4 12,5 12,5 59,4
62 1 3,1 3,1 62,5
64 1 3,1 3,1 65,6
66 1 3,1 3,1 68,8
68 2 6,3 6,3 75,0
69 1 3,1 3,1 78,1
70 2 6,3 6,3 84,4
71 3 9,4 9,4 93,8
72 1 3,1 3,1 96,9
75 1 3,1 3,1 100,0
Total 32 100,0 100,0
Jika dibuat tingkat atau level pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS sebanyak 45 orang adalah sebagaimana dapat di lihat pada tabel 18 berikut:
Tabel 18
Indek Tingkat Pembelajaran Efektif No Rentangan Skor
Pengelolaan Kelas Level/Tingkat
Hasil Jumlah
Skor %
1 68-75 Sangat tinggi 17 31,25
2 60-67 Tinggi 3 9,375%
3 52-59 Sedang 15 40,62%
4 44-51 Rendah 10 18,755%
Jumlah 45 100%%
Berdasarkan perhitungan perolehan rata-rata skor pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS sebesar 59,94 untuk lebih memperjelas tabel 18 ,di bawah ini disajikan histogram data gambaran pembelajara efektif mata pelajaran IPS.
d. Histogram Distribusi Frekuensi Pembelajara Efektif
Dari gambar di atas terlihat sekitar 31,25% siswa yang mendapat skor 68-75 dengan jumlah siswa sebanyak 17 orang dan tingkat pengelolaan kelas yang sangat tinggi, skor 60-67 sebesar 9,375%
dengan jumlah 3 orang dan tingkat pengelolaan kelas tinggi, 52-59 sebesar 40,625% dengan jumlah siswa sebanyak15 orang dan tingkat pengelolaan kelas yang sedang, skor 44-51 sebesar 18,75% dengan jumlah siswa sebanyak 10 orang dan tingkat pengelolaan kelas yang rendah. Maka persentase terbesar terdapat pada skor 52-59 yaitu 40,625% dengan jumlah siswa sebanyak 45orang dan tingkat
pengelolaan kelas yang sedang. Dengan demikian dapat diinterprestasikan bahwa skor yang berada pada interval 52-49 merupakan skor yang presentasenya paling banyak yaitu 40,625%.
e. Deskriptif Data Hasil Korelasi
Deskriptif data hasil korelasi antara pengelolaan kelas (Variabel X) dan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS (Variabel Y) yang di lakukan di SMA N 2 Woja dengan menggunakan bantuan Sofware SPSS 15.00For Windows dengan teknik Enter Method,yaitu dengan cara memasukkan data variabel X (Pengelolaan Kelas) dan Variabel Y (Pembelajaran Efektif) kedalam form yang tersedia pada program tersebut, seperti dapat dilihat pada tabel 19 berikut:
Tabel 19
Variables Entered atau Removed (b) Model Variables Entered Variables
Removed Method
1 Pembelajaran
Efektif Enter
a. All requested variables entered
b .Dependent Variable: Pengelolaan Kelas
Setelah kedua variabel sebagaimana telah dideskripsikan pada deskripsi data pengelolaan kelas dan pembelajaran efektif dienter (dimsukkan) ke dalamprogram SPSS 15.00 tersebut maka menghasilkan keluaran korelasi antara pengelolan kelas (Variabel X) dan pembelajaran efektif (Variabel Y). Output data yang dihasilkan dari
program SPSS 15.00 For. Windows ternyata bahwa korelasi antara pengelolaan kelas (Variabel X) dan pembelajaran efektif (Variabel Y) maka memperoleh angka koefesien korelasi Person Correlation dengan rumus Produck Moment sebesar 0,739 dengan tingkat kepercayaan 0,05.Hal ini dapat dilihat pada tabel 20 berikut ini:
Tabel 20
Hasil Perhitungan Korelasi Antara Pengelolaan Kelas Dan Pembelajaran Efektif
Pengelolaan Pembelajaran Pengelolaan Pearson
Correlation 1 0,739(**)
Sig. (2-tailed) 0,00
N 32 32
Pembelajaran Pearson
Correlation 0,739(**) 1
Sig.(2-tailed) 0,000
N 32 32
2. Deskriptif Data Kontribusi PengelolaanKelas terhadap Pembelajaran Efektif Pada Mata Pelajaran IPS di SMAN 2 Woja.
Berdasarkan hasil perhitungan korelasi antara pengelolaan kelas dan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS menunjukan dengan tingkat korelasi R (rxy) sebesar 0,73, maka hasil perhitungan kontribusi (R Square/Koefesien Determinasi) atau pengaruh pengelolaan kelas (Variabel X)terhadap pembelajaran efektif(VariabelY) adalah R2x100%=0,739x100%=54,6%
Tabel 21 Model Summary (b
Model R R Square Adjusted R
Square Std
. Error of the Estimate
1 0,739(a) 0,546 0,531 6,727
a. Predictors: (Constant), Pembelajaran b. Dependent Variable: Pengelolaan
Uji Prasyarat Analisis Data 1.Uji Normalitas
Dalam Penelitian ini pengujian prasyarat analisis yang digunakan penulis adalah uji normalitas. Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan stastistik Kolmogorov Smirnov (KS). Perhitungan data tersebut dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer yaitu program SPSS15.00. Hasil pengujian normalitas data dengan rumus liliefors untuk masing-masing variabel terlihat pada tabel 22 berikut
Tabel 22
Hasil Uji Normalitas Data
Variabel Asymp.sig Taraf signifikasi
5% Keputusan
Pengelolaan
Kelas 0,913 0,05% Normal
Pembelajaran
efektif 0,781 0,05% Normal
Pada tabel 22 di atas,dapat diketahui nilai probabilitas Sig.Untuk variabel pengelolaan kelas sebesar 0,913 dan variabel untuk pembelajaran efektif sebesar 0,781dengan demikian nilai probabilitas Sig dari kedua variabel di atas (pengelolaan kelas terhadap pembelajaran efektif) lebih besar dari nilai probabilitas 0,05.
2.Metode Interval
Metode ini di tujukkan untuk menaikan data ordinal menjadi interval. Untuk perhitungan ini menggunakan rumus sebagai berikut14Ti50+10(Xi-x) s Dari perhitungan prasyarat analisis terbukti bahwa data itu adalah normal dan sudah di tingkatkan menjadi interval maka penulis menggunakan korelasi product moment.
3. Analisis dan Interprestasi Data 1. Pengelolaan Kelas
Berdasarkan deskriptif data pengelolan kelas siswa SMAN 2 Woja yang berjumlah 45 orang,menunjukkan bahwa skor yang tertinggi pada posisi tinggi sebanyak 46,875% dengan rintangan 85-95 Hal ini menggambarkan bahwa pengelolaan kelas cukup baik.Berdasarkan deskriptif data, analisis data dan interprestasi data tersebut di atas, maka dengan demikian bahwa permasalahan pertama dalam skripsi ini tentang bagaimanakah tingkat pengelolaan kelas telah terjawab.
14Kepala SMAN 2 WojaDokumentasi Sekolah, 11 November 2017
4.Pembelajarann Efektif pada Mata Pelajaran IPS
Berdasarkan deskriptif data pembelajaran efektif siswa pada mata pelajaran IPS, menunjukkan bahwa skor pembelajaran efektif yangtertinggi pada posisi sedang sebanyak 40,625% dengan rintangan 52-59. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran efektif belum cukup baik oleh sebab itu diperlukan perencanaan pembelajaran yang efektif untuk lebih baik lagi.Berdasarkan deskriptif data, analisis data dan interprestasi data tersebut di atas, maka dengan demikian bahwa permasalahan kedua dalam skripsi ini tentang bagaimanakah pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS telah terjawab.
5.Pengaruh Pengelolaan Kelas dan Pembelajaran Efektif pada mata pelajaran IPS
Berdasarkan deskriptif data tersebut di atas bahwa hasil korelasi antara pengelolaan kelas dan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS sebesar 0,739%Angka hasil korelasi tersebut sesuai dengan tabel 20Tentang Interprestasi nilai r menunjukkan bahwa korelasi antara pengeloaan kelas (Variable X) dengan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS (Variabel Y) terdapat korelasi yang cukup. Dengan rendahnya Korelasi pengelolaan kelas dan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS, maka semua hal yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan motivasi siswa, baik berasal dari individu, orang tua,teman-teman dan lingkungannya dituntut terus
menerus untuk ditingkatkan, agar hasil belajar terus meningkat sesuai dengan yang diharapkan.
Tabel 23 Interprestasi Nilai r Besarnya “r” Product
Moment Interpretasi
0,800-1,00
0,600-0,800
0,400-0,600
0,200-0,400
0,000-0,200
Antara variabel X dan variabel Y terdapat
korelasi, yang sangat tinggi.
Antara
variabel X dan variabel Y terdapat
korelasi yang cukup.
Antara Antara variabel X dan variabel Y terdapat
korelasi yang agak rendah
Antara variabel X dan variabel Y terdapat
korelas yang rendah
Antara variabel X dan variabel Y terdapatkorelasi akan
tetapi korelasi itu sangat rendah
atau sangat rendahnya sehingga korelasi itu di abaikan (dianggap tidak ada korelasi antara
variabel X dan Y.
B.Interaksi belajar mengajar yang efektif dalam memanfaatkan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 2 WOJA
Dalam proses pembelajaran antara pendidik dan peserta didik harus ada interaksi. Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Lingkungan ini di atur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan pendidikan. Pendidikan berfungsi membantu peserta didik dalam pengembangan dirinya, yaitu pengembangan semua potensi, kecakapan,serta karakteristik pribadinya ke arah yang positif, baik bagi dirinya maupun lingkungannya.
Fungsi dan tujuan pengajaran :
1. Menjadi titik sentral perhatian dan pedoman dalam melaksanakan aktivitas/interaksi belajar mengajar.
2. Menjadi penentu arah kegiatan
3. Menjadi materi sentral perhatian dan pedoman dalam menyusun desain pengajaran.
4. Menjadi materi pokok yang akan dikembangkan dalam memperdalam dan memperluas ruang lingkupnya.
5. Menjadi pedoman untuk mencegah/menghindari penyimpangan yang akan terjadi.
Interaksi terdiri dari kata inter(antar), dan aksi (kegiatan). Jadi interaksi adalah kegiatan timbal balik. Interaksi akan selalu berkait
dengan istilah komunikasi atau hubungan. Jadi, interaksi belajar mengajar adalah kegiatan timbal balik antara guru dengan anak didik, atau dengan kata lain bahwa interaksi belajar mengajar adalah suatu kegiatan sosial, karena anak didik dengan temannya, antara si anak didik dengan gurunya ada suatu komunikasi sosial atau pergaulan.
Menurut pendapat salah seorang guru mata pelajaran IPS, Lina, menyatakan bahwa :
“Interaksi yang dikatakan dengan interaksi pendidikan apabila secara sadar mempunyai tujuan untuk mendidik, dengan mengantarkan anak didik ke arah kedewasaan”15.
Interaksi terdiri dari kata inter ( antar ), dan aksi (kegiatan). Jadi interaksi adalah kegiatan timbal balik dari segi terminologi “interaksi”
mempunyai arti hal saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi antar hubungan interaksi akan selalu berkaitan dengan istilah komunikasi atau hubungan sedangkan “komunikasi” berpangkal pada perkataan “communicare” yang berpartisipasi, memberitahukan, menjadi milik bersama.
Pengaruh interaksi sosial adalah terbentuknya lembaga sosial atau kelompok sosialtertentu. Interaksi sosial pun bisa terjadi dimana saja, mulai dari lingkup keluarga hingga lingkungan masyarakat sekitar.
Menurut pendapat salah seorang guru mata pelajaran IPS, lina, mengatakan bahwa :
15 Lina, wawancara 26 November 2017
“interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, antara individu dengan kelompok maupun antar kelompok”16.
C.Bagaimana interaksi belajar mengajar yang efektif dalam melaksanakan prestasi belajar siswa SMAN 2 Woja
Interaksi belajar mengajar ialah hubungan timbal balik antara guru (pengajar) dan anak (murid) yang harus menunjukkan adanya hubungan yang bersifat educatif (mendidik). Dimana interaksi itu harus diarahkan pada suatu tujuan tertentu yang bersifat mendidik, yaitu adanya perubahan tingkah laku anak didik ke arah kedewasaan
Macam-macam interaksi dalam belajar mengajar :
a. Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah yaitu guru sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru aktif, siswa pasif, mengajar dipandang sebagai kegiatan menyampaikan bahan pelajaran.
b. Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah yaitu guru bisa berperan sebagai pemberi aksi atau penerima aksi. Sebaliknya siswa, bisa penerima aksi bisa pula pemberi aksi. Dialog akan terjadi antaraguru dengan siswa.
c. Komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah yaitu komunikasi tidak hanya terjadi antara guru dengan siswa, tetapi juga antara siswa dengan siswa. Siswa dituntut aktif dari pada guru.
16 Lina, wawancara 26 November 2017
Siswa, seperti halnya guru, dapat berfungsi sebagai sumber belajar bagi siswa lain.
Menurut pendapat salah seorang wali kelas IPS, Sulastri, kelas X menyatakan bahwa :
“ (1) interaksi murid dengan murid, (2) interaksi murid dengan guru, (3) interaksi murid dengan sumber belajar dan (4) interaksi murid dengan lingkungan. Pola arus interaksi guru siswa di kelas memiliki berbagai kemungkinan arus komunikasi”17.
D.Apakah faktor penghambat dan pendorong interaksi belajar mengajar yang efektif terhadap prestasi belajar siswa di SMAN 2 Woja
Proses belajar yaitu suatu proses interaksi antara guru dan siswa. Pelajaran merupakan suatu proses untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Dimana setiap pelajaran diperoleh sejumlah informasi, ada informasi yang menambah pengetahuan yang sudah dimiliki, ada yang memperdalam informasi dan ada juga informasi yang bertentangan dengan apa yang sudah diketahui sebelumnya. Dalam proses belajar mengajar diperlukan alat peraga sebagai bentuk bantuan untuk mentransfer ilmu kepada siswa. Materi yang akan disampaikan kepada siswa harus disampaikan dengan berbagai metode pengajaran agar menarik minat belajar siswa. Suatu proses belajar yaitu dari yang tidak bisa menjadi bisa, ini merupakan tantangan tersendiri bagi guru untuk berusaha membuat anak didiknya mengerti dengan apa yang
17 Sulastri , wali kelas X IPS, wawancara 25 November 2017
disampaikan oleh guru. Namun ada beberapa faktor yang dapat menghambat siswa dalam belajar. Adapun faktor penghambat dan pendorong interaksi belajar mengajar yang efektif antara lain sebagai berikut :
a. Faktor yang menghambat siswa dalam belajar 1. Hambatan internal ( dari dalam )
a. Kesehatan menurun
sangat penting terhadap hasil belajar sisw, kesehatan yang terganggu menyebabkan siswa tertinggal pelajarannya.orang tua harus memperhatikan asupan gizi anak-anaknya agar tidak mudah sakit.
b. Kondisi psikologis ketika belajar
yaitu kesiapan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi proses belajar. Ketika belajar kondisikan siswa dalam keadaan rileks dan siap untuk menerima pelajaran. Jika siswa siap menerima pelajaran maka hasil belajar akan maksimal namun sebaliknya jika siswa tidak siap menerima materi maka tidak akan ada hasil setelah proses belajar langsung.
2. Hambatan eksternal belajar (dari luar) a. Faktor keluarga
yaitu orang tua yang mendidik anaknya dengan cara yang kurang baik, teladan yang kurang baik maka akan berdampak pada proses belajar anak.
b. Faktor sekolah
yaitu metode pelajaran yang tidak disesuaiakan dengan siswa, misalnya metode yang kurang variatif dan membosankan akan mengganggu siswa mencapai prestasi yang baik.
b. faktor yang pendorong siswa dalam belajar
peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, dimana mereka sangat memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya.
1. Pengaruh fisik
Perkembangan fisik pada anak memiliki karakteristik yang berbeda baik sebelum maupun sesudah.
2. Pengaruh psikis
Proses psikososial, melibatkan perubahan-perubahan dalam aspek perasaan, emosi dan kepribadian individu, perkembangan identitas diri, pola hubungan dengan anggota keluarga, teman, guru dan yang lainnya.
75 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengelolaan kelas terhadap pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS dapat kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengelolaan kelas di SMAN 2 Woja, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata skor dari penelitian untuk variabel kemampuan pengelolaan kelas yang diperoleh dengan hasil nilai maksimum 101,minimum 63,mean 83,22,median 85,50,modus 91 dan standar deviasi, modus 9,82 dengan demikian pengelolaan kelas di SMAN 2 Woja dengan nilai rata-rata skor dari penelitian untuk variabel kemampuan pengelolaan kelas yang di peroleh sebesar 83,22%.
2. Pembelajaran efektif di SMAN 2 Woja hal ini ditunjukkan dengan memperoleh nilai dengan rata-rata skor penelitian variabel pembelajaran efektif yaitu nilai maksimum 75, minimum 44,mean 59,94,median 95,00,modus 59,dan standar deviasi 8,610.Dengan demikian pembelajaran efektif di SMAN 2 Woja dengan nilai rata- rata sebesar59,94%.
3. Terdapat hubungan positif antara variabel X (Pengelolaan Kelas),dan variabel Y (Pembelajaran Efektif), dengan memeperoleh nilai koefisien korelasi sebesaR 0,739, dengan
perolehan nilai tersebut hubungan kedua variabel dikatagorikan sebagai hubungan positif signifikan dengan katagori cukup.
Hungungan yang positif tersebut dinyatakan dengan adanya kontribusi variabel X (Pengelolaan Kelas) terhadap variabel Y (Pembelajaran Efektif) melalui koefisien determinasi. Dari perhitungan koefisien determinasinya adalah54,6%.
B.Saran
Berdasarkan hasil penelitian penulis lakukan, ada hal yang penulis sarankan yaitu
1. Untuk siswa siswi SMAN 2 Woja lebih di tingkatkan lagi belajar kalian.
Boleh kita belajar untuk mendapat pujian, hadiah, dan yang lainnya.
Tetapi, akan lebih baik belajarlah karena ingin mengetahuiseluk beluk suatu masalah selengkap-lengkapnya. Maka dari itu tanamkanlah dalam diri kalian prinsip “hidup untuk belajar”.
2. Untuk guru SMAN 2 Woja, hendaknya lebih memperhatikan lagi masalah tugas kelompok siswa. Hendaknya siswa diberi tugas kelompok walaupun satu bulan sekali supaya emosional antar siswa semakin erat satu sama lain, dan berilah perhatian yang sama pulapada tiap-tiap kelompok. Supaya tiadak terjadi kecemburuan antar kelompok yang ada.
3. Untuk Kepala Sekolah sebagai manager sekolah hendaknya secara intensif memberikan motivasi dan bimbingan kepada guru-guru untuk selalu lebih meningkatkan maganemen kelas atau pengelolaan kelas.
78
Achsin,Amir.Pengelolaan kelas Dan Interaksi Belajar Mengajar. Ujung Pandang: IKIP Ujung Pandang Press. 1990.
Ahmadi,.Strategi Belajar Mengajar.Bandung: Pustaka Setia.1997.
Ali, Muhammad.Guru dalam Proses Belajar Mengajar.Bandung: Sinar Baru Algensindo. 1992.
Arikunto, Suharsimi,metodologi penelitian Jakarta: Rineka Cipta, 1998.
Dimyati dan Mujiono.Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Rineka Cipta 2002.
Djamarah, Syaiful Bahri.Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.
Jakarta: Rineka Cipta. 2000.
Gazali.Statistika untuk Penelitian Pendidikan. Kediri: IAIT Press. 2007.
Hamalik, Oemar.Psikologi Belajar Mengajar.Bandung: Sinar Baru. 1992.
Hasan,Cholidjah.Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan. Surabaya: Al- Ikhlas. 1994.
Rohani, Ahmad HM dan Ahmadi, Abu.Pengelolaan Pengajaran. Jakarta:
Rineka Cipta. 1993.
Suharsimi Arikunto;Metodologi PenelitianBandung: Remaja Rosdakarya, 2002.
Sutrisno Hadi danSuharsimi ArikuntoMetodologi Penelitian Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2002.
Sardiman.Interaksidan Motivasi Belajar-Mengajar.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2003.
Shalahudin, Mahfudh.Pengantar Psikologi Pendidikan. Surabaya: Bina Ilmu. 1990.
Wood Worh dan Martius.Statistika untuk Penelitian.Surakarta: UNS Press.
2009
Martinis Yamin.dan Maisah,Manajemen Pembelajaran Kelas.
Iskandar.Psikologi Pendidikan,(Cipayang-Ciputat:Gaung Persada Press,2009
Aswan Zain.Strategis Belajar Mengajar,
User Usman.Menjadi guru Profesional,(Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2009
Abuddin Nata,Perpektif islam tentang Strategi Pembelajaran.
.Pupuh Fakthurohman.Strategi Belajar Mengajar Mewujudkan Pembelajaran Bermakna melalui Penanaman konsep Umum.
Isjoni Pembelajaran Visioner,(Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2007.
Benny A.Pribadi,Langkah Penting Merencanakan Kegiatan Pembelajaran yang efektif dan Berkualitas.
Sobry Sutikno,Mengeggas Pembelajaran efektif dan Bermakna . Slameto,Belajar dan Faktor-faktor Mempengaruhi ,(Jakarta: Rineka
Cipta,2003).
Trianto,Mendesain Model Pembelajaran MotivasiJakarta:Prenada Media 2009),
Suryo Subroto,Proses Belajar Mengajar di Sekolah ,