BAB VII
SISTEM INFORMASI, RISET, AUDIT DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
konvensional sehingga diperlukan sistem informasi akurat dan tepat waktu untuk mendukung.
1. Perencanaan SDM.
Area tersebut mereflesikan analisis yang berkelanjutan dengan kunci spesialisasi yang jarang, perubahan kemampuan dan keperluan perencanaan yang lebih maju, yang intinya: “apa kebutuhan sistem informasi yang akan mengembangkan program perencanaan SDM”.
2. Kegunaan Karyawan.
Merefleksikan kebutuhan untuk meningkatkan analisis SDM, untuk mengidentifikasikan kebutuhan kemampuan SDM dan untuk menentukan klasifikasi pada pekerjaan tertentu. Juga, moral dari banyak SDM dan para manajer yang masih rendah karena kekurangan akses informasi untuk mempromosikan kesempatan pada perluasan bisnis dan jaringan bisnis.
3. Pengembangan SDM
Banyak manajer dan karyawan merasa bahwa terlalu kecil kemajuan yang dibuat dalam mengembangkan manajer senior dengan pandangan yang luas dan mengerti bisnis mereka. Sebagai tambahan, karyawan pada level yang lebih rendah, merasa sedikit kesempatan yang ada untuk kemajuan ke penyelia dan rangking manajemen menengah. Pelatihan yang diberikan cukup memadai. Kinerja penyelia dan manajerial membutuhkan kompetensi teknikal dan hubungan masyarakat, tetapi tidak satupun kedua kemampuan tesebut menerima banyak perhatian pada masalah perusahaan.
4. Perekrutan. Manajemen trainee/program perekrutan tidak menyediakan sejumlah orang yang cukup memadai.
Gambar 7.1. Perspektif SISDM dan SDM Sumber :Veithzal Rivai (2008, h.527).
Evolusi Sistem Informasi SDM
Menurut Veithzal Rivai (2008,h.528) evolusi perkembangan sistem informasi daya manusia, yaitu:
Pertama:
a. Berorientasi manual
b. Berbasis dasar pribadi dan data ketenagakerjaan, seperti: pendidikan, pengalaman, data pribadi
Kedua:
a. Sistem komputer yang terpisah dan berdiri sendiri b. Memperluas file daftar gaji
c. Menambahkan penilaian data optimal: kinerja/kualits, potensi d. Dasar manajemen pelaporan
e. Membatasi akses sepanjang organisasi perusahaan Ketiga:
a. Memisahkan sistem kompensasi telah dimulai unutk menjadi terintegrasi
b. Kapabilitas kemampuan cakupan dasar berupa kalkulasi SDM yang penting dengan proyeksi yang cukup jelas
c. Memperluas informasi file, dengan menambah data individu dan data perilaku yang meliputi: perhatian, penilaian sendiri, dan pilihan pekerjaan
d. Tersedia secara luas di dalam perusahaan Keempat:
a. Terkomputerisasi dan terintegrasi secara penuh
b. Kemampuan untuk cakupan kalkulasi SDM dan proyeksi
c. Penggunaan informasi yang luas secara mikro untuk penggunaan individu, akses on line
d. Memperluas file informasi, dengan mendesain data yang mencerminkan aspek pekerjaan serta tingkah laku seseorang
e. Sebagai dasar taksiran kebutuhan biaya f. Mendukung tindakan untuk rekrutmen SDM
Kegunaan Sistem Informasi SDM
Sistem informasi SDM memberikan wahana pengumpulan, peringkasan, dan penganalisaan data yang berhubungan erat dengan manajemen SDM dan perencanaan SDM. Kebutuhan-kebutuhan informasi yang bertalian dengan fungsi-fungsi SDM sangatlah banyak. Sebagai contoh, penilaian suplay SDM melibatkan penyimpanan catatan-catatan tentang para karyawan diseluruh perusahaan.
Aktivitas-aktivitas rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan, manajemen karier, kompensasi dan hubungan karyawan juga menuntut informasi yang tepat waktu dan akurat untuk pengambilan keputusan-keputusan.
Sebagai alat penilai suplay SDM, sistem informasi SDM memungkinkan perusahaan menyimpan data persediaan tenaga ahli (skill inventory) dan persediaan manajemen (managemen inventory) dalam cara yang paling sesuai dengan kebutuhan perencanaan SDM. Manfaat-manfaat khusus dan sistem informasi SDM adalah menilai suplay SDM yang meliputi:
a. Memeriksa kapabilitas-kapabilitas karyawan-karyawan saat ini guna mengisi kekosongan-kekosongan yang diproyeksikan di dalam perusahaan.
b. Menyoroti posisi-posisi yang para pemegang jabatannya diperkirakan akan dipromosikan, akan pensiun, atau akan diberhentikan.
c. Menggambarkan pekerjaan-pekerjaan yang spesifik atau kelas-kelas pekerjaan yang masalah yang tinggi yang melebihi kadar normal.
d. Mempelajari kompensasi usia, suku, dan jenis kelamin dari berbagai pekerjaan dan kelas pekerjaan guna memastikan apakah semua itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan dalam rangka memastikan penemuan yang tepat waktu karyawan-karyawan bermutu ke dalam lowongan-lowongan pekerjaan.
f. Perencanaan sumber daya manusia untuk menganisipasi pergantian- pergantian dan promosi-promosi.
g. Laporan-laporan kompensasi untuk memperoleh informasi menyangkut seberapa besar setiap karyawan dibayar, biaya-biaya kompensasi keseluruhan, dan biaya-biaya finansial dari setiap kenaikan-kenaikan gaji dan perubahan-perubahan kompensasi.
h. Riset sumber daya manusia untuk melaksanakan penelitian dalam permasalahan, seperti perputaran karyawan dan ketidakhadiran, atau
menemukan temapt yang paling produktif guna mencapai calon-calon baru.
i. Penilaian kebutuhan pelatihan untuk menganalisis kinerja individu dan menentuan kayawan-karyawan mana yang memerlukan pelatihan lebih lanjut.
Komponen Dasar Sistem Informasi SDM
Menurut Veithzal Rivai (2008, h.534) terdapat tiga komponen fungsional utama dalam setiap sistem informasi SDM. Komponen- komponen tersebtu adalah:
a. Fungsi masukan
Yaitu memasukan informasi karyawan ke dalam sistem informasi SDM. Fungsi ini mencakup prosedur-prosedur yang diperlukan untuk mengumpulkan data, seperti siapa yang mengumpulkan data, kapan dan bagaimana data diproses. Masukan-masukan sistem informasi SDM serupa dengan sistem informasi SDM serupa dengan sistem manual. Informasi karyawan, kebijakan-kebijakan dan prosedur- prosedur SDM, dan informasi yang berkaitan dengan kepegawaian lainnya mesti dimakukan ke dalam sistem agar dapat digunakan.
Informasi ini biasanya dimasukan dari dokumen-dokumen (seperti formulir lamaran) ke dalam komputer pribadi yang dihubungkan dengan komputer besar (mainframe computer). Informasi dapat diketik, dibaca secara digital, atau dipindah (scanned) dari dokumen- dokumen, dimasukan kedalam sistem di komputer-komputer lainnya, atau diambil dari mesin-mesin lainnya yang dihubungkan dengan komputer (misalnya, mesin jam kehadiran yang dihubungkan langsung dengan komputer).
b. Fungsi pemeliharaan data
Setelah data dimasukan ke dalam sistem informasi, fungsi pemeliharaan data (data maintance function) akan memperbaharui dan menambahkan data baru kedalam basis data yang ada. Dalam sistem yang tidak terkomputerisasi, yang sebelumnya karyawan klerikal melakukan hal ini dengan tangan/manual, mereka mengarsip dokumen- dokumen kertas dan membuat masukan-masukan data ke dalam arsip- arsip. Sistem yang terkomputerisasi melakukan fungsi ini secara akurat, cepat dan tepat.
c. Fungsi keluaran
Fungsi yang paling terlihat jelas dari sebuah sistem informasi SDM adalah keluaran yang dihasilkan. Untuk menghasilkan keluaran yang bernilai bagi pemakai-pemakai komputer, sistem informasi SDM harus memproses keluaran tersebut, membuat kalkulasi-kalkulasi yang diperlukan, dan setelah itu memformat presentasinya dalam acara yang dapat dimengerti oleh para pemakai. Sistem yang tidak terkomputerisasi melakukan hal ini dengan cara manual menyusun stasistik-statistik dan mengetik laporan-laporan. Sistem yang sangat terkomputerisasi melakukan hal ini dengan menggunakan program- program yang sangat canggih untuk melakukan ribuan kalkulasi dalam hitungan menit, menghasilkan grafik-grafik berwarna, dan mengirimkan hasil-hasilnya secara simultan lewat kabel dan satelit ke komputer-komputer pribadi di atas meja para eksekutif di seluruh dunia.
Sumber-sumber Informasi SDM
Menurut Veithzal Rivai (2008, h. 535) untuk membentuk sistem informasi SDM (SISDM) yang komperhensif, informasi haruslah diperoleh dari berbagai sumber. Formulir-formulir khusus dan kuesioner-kuesioner dapat dibuat untuk mengumpulkan informasi. Sumber-sumber informasi ketika mengumpulkan informasi bagi keperluan sistem informasi SDM di antaranya:
a. Borang lamaran
b. Evaluasi-evaluasi kinerja
c. Maklumat-maklumat perubahan karyawan d. Tindakan-tindakan indisipliner
e. Daftar gaji
Menurut Agus Sunyoto (2008, h. 98) Sistem Informasi Sumber Daya Masnusia (SISDM) adalah prosedur sistematik pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, perolehan kembali (retrieval) dan validasi data tertentu yang dibutuhkan oleh organisasi tentang SDM, kegiatan personalia dan karakteristik satuan kerja. SISDM mengelola berbagai data personalia. Kegunaan menyimpan data mungkin tidak sepadan dengan biaya yang harus dikeluarkannya. Karena itu penyimpanan dilakukan hanya untuk data yang relevandan yang diperlukan organisasi sebagai
masukan untuk kebijakan selanjutnya. Di samping data personalia, SISDM juga mencakup berbagai data tentang organisasi dan pekerjaan yaitu:
a. Penyesuaian dan penempatan personalia memerlukan data tentang pelamar, peraturan pemerintah mengenai penarikan, promosi dan peraturan tentang kerja.
b. Program-program pengembangan disusun atas dasar data keterampilan yang telah dimiliki karyawan, latihan yang pernah diikuti karyawan seta latihan lainnyayang dilakukan organisasi, dan penilaian prestasi kerja.
c. Pemberian kompensasi memakai data mengenai prakiraan gaji/upah, kenaikan kompensasi yang direncanakan dan survai pasar tenaga kerja.
d. Hubungan karyawan dirumuskan berdasarkan data tentang undang- undang perburuhan dan peraturan pemerintah, praktek disiplin dan keluhan-keluhan para karyawan.
SISDM juga berguna untuk menyederhanakan kegiatan adminisratif seperti pembuatan laporan rutin dan penyiapan surat pemberitahuan kepada karyawan. Di samping itu, SISDM memungkinkan para spesialis personalia untuk dapat memberikan berbagai tanggapan secara tepat terdapat permintaan khusus yang datang dari pelamar lain yang berkepentingan dengan data tentang perputaran tenaga kerja, atau datang dari petugas pemerintah yang menyatakan situasi ketenagakerjaan.
Komponen Dasar Sistem Informasi SDM
Fungsi masukan mencakup dua konsep dasar sistem: data dan pemasukan data (data entry). Pemeliharaan data berhubungan dengan kualitas data yang disimpan dalam sistem. Selanjutnya, fungsi keluaran berkaitan dengan proses penarikan data (retrieval). Satu lagi konsep penting dalam pengembangan SISDM adalah pembentukan Pusat Informasi Sumber Daya Manusia. Bila salah satu konsep dasar ini terabaikan, sistem yang sedang dibangun mungkin tidak akan dapat memenihi sasaran yang telah ditetapkan.
Masukan