• Tidak ada hasil yang ditemukan

SMA DAN SMK NEGERI

F. Sistematika penulisan

Untuk memudahkan pembaca dalam mencari dan membacanya dengan tepat maka penulis menyusun secara sistematis, praktis dan terperinci sebagai berikut:

BAB I. Dalam bab ini penulis memuat materi-materi yang cukup urgen dalam penulisan tesis antara lain berisikan Pendahuluan yang memuat latar belakang, Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian serta sistematika penulisan.

24

BAB II. Dalam bab II penulis memasukan Kerangka teori dengan memuat beberapa pemikiran pokok antara lain: A) Profesionalisme guru, yang meliputi: pengertian profesionalisme guru, Prinsip profesionalisme guru, Kriteria dan profesionalisme guru, Pengembangan profesionalisme guru dan Tugas dan Peran guru, B) Motivasi yang meliputi : pengertian motivasi belajar, Macam-macam motivasi belajar, Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, Fungsi-fungsi motivasi belajar dan Motivasi menurut pandangan islam, dan C. Hasil belajar, yakni dengan memuat:

pengertian, Pengertian hasil belajar belajar D. Hipotesis penelitian

BAB III. Pada bab ini penulis sengaja mengupas masalah-masalah yang berkaitan dengan penelitian antara lain: A. Rencana penelitian. B. metode penelitian. C. Devinisi operasional variabel-variabel. D. Subjek penelitian.

Yang meliputi, (1) Populasi, (2) Teknik pengambilan sampel, (3) E. Tehnil Pengumpulan data. Yang terdiri dari, (1) wawancara atau interview, (2) (2) angket, (3) Observasi), dalam observasi kami jabarkan menjadi (a) variabel pengaruh profesionalisme guru (X1), (b) Variabel motivasi belajar (X2), dan (c) Variabel hasil belajar (Y). F. Hipotesisi analisis. G. Teknik pengolahan data. H. aliditas dan reabilitas alat ukur. I. Teknik analisis data.

BAB IV. Pelaksanaan Hasil Penelitian yang meliputi: Persiapan Penelitian, Pelaksanaan Pengambilan Data, Gambaran Responden dan Data yang Diperoleh, Hasil Penghitungan Validitas dan Reliabelitas Alat Ukur serta Hasil Analisis Data

BAB V. Penutup yang berisi: Kesimpulan dan Saran yang dilengkapi dengan daftar pustaka.

157 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan kajian teoritis, penulis menetapkan tiga hipotesis yang diuji kebenarannya. Ketiga hipotesis yang diuji cobakan itu meliputi (1) pengaruh profesionalisme guru terhadap hasil belajar PAI siswa, (2) motivasi belajar siswa, dan (3) hasil belajar PAI siswa. setelah itu kami melakukan uji cobe penelitian. Setelah dilakukan analisis data, maka kami memperoleh hasil, bahwa dalam penelitian tersebut semua hipotesis yang telah ditetapkan oleh penulis dapat diterima.

Dengan demikian kami dapat menarik kesimpulan yang bisa disampaikan, adapun kesimpulan yang kami peroleh itu berupa tiga poin pokok yang harus diperhatikan di bawah ini:

1. Hubungan profesionalisme guru terhadap hasil belajar siswa.

Hipotesis pertama yang berbunyi “Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara profesionalisme guru dengan hasil belajar PAI siswa”, dalam penelitian ini secara empirik diterima. Dengan demikian ada hubungan yang positif dan signifikan antara profesionalisme guru dengan hasil belajar PAI pada siswa SMPS PGRI 1 Ciputat Kota Tanggerang Selatan Provinsi Banten.

2. Motivasi belajar PAI siswa sangat kuat pengaruhnya terhadap hasil belajar dengan hasil belajar. Hipotesis kedua yang berbunyi “Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar PAI dengan hasil belajar siswa”, dalam penelitian secara empirik juga diterima.

Dengan demikian ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada siswa SMP PGRI 1 Ciputat Kota Tanggerang Selatan Provinsi Banten.

3. Pengaruh profesionalisme guru dan motivasi belajar PAI dengan hasil belajar siswa sangat kuat sekali. Artinya bila guru ini tidak professional dalam arti pengajar (1) tanpa persiapan, (2) sering datang terlambat (3) menjelaskan dengan suara yang tidak jelas dan sulit dimengerti, maka hasilnya tidak akan memuaskan atad dengan kata lain nilai yang di peroleh siswa akan jatuh.

Berdasarkan hipotesis pertama dan kedua dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga yang berbunyi “Ada penagaruh yang positif dan signifikan secara bersama – sama antara profesionalisme guru dan motivasi belajar PAI siswa dengan hasil belajar siswa”, secara empirik dapat diterima pada siswa SMPS PGRI 1 Ciputat Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.

Peneltian yang telah kami lakukan pada SMPS PGRI 1 Ciputat, Tangerang Selatan dengan tujuan untuk mengungkap keterhubungan antara

158

pengaruh profesionalisme guru dan motovasi belajar PAI, terhadap hasil belajar siswa dalam tinjauan yang sangat afektif. Kami menemukan pengaruh ke tiga aspek tersebut berperan penting dalam memacu intelektuali siswa dalam belajar PAI

B. Implikasi

Motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan baik oleh sikap guru yang profesional baik secara individu maupun kelompok dilakuka secara bersama sama secara serempak. Dalam hubungan ini yang di maksud dengan profesionalisme guru yaitu guru yang benar-benar memiliki kapabilitas berprofesi sebagai guru, bukan guru yang hanya bisa mengajar.

Sebab kalau hanya mengajar semua orang bisa dan dapat melakukannya apabila dia memiliki pendidikan yang cukup untuk itu. tapi untuk mendidik disinilah pokok masalahnya. Sebab untuk menjadi pendidik yang baik tidak hanya dituntut pendidikan yang cukup tetapi juga perlu adanya keterampilan secara khusus yang harus dikuasai. Keterampilan khusus yang harus dikuasai itu standar minimalnya adalah: (1) berpendidikan minimal sarjana (S1) pendidikan atau TARBIYAH untuk guru-guru pendidikan agama islam, (2) telah atau pernah mengikuti pendidikan profesi dan dinyatakan guru profesional oleh lembaga yang berwenang untuk menetapkan itu, (3) memiliki kecakapan sebagai guru bukan sebagai penceramah (Da’i) misalnya.

Temuan ini memberikan gambaran adanya upaya meningkatkan motivasi belajar PAI pada siswa sebagai berikut:

1 Upaya meningkatkan motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui mutu guru yang professional, agar kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sekolah dapat berjalan lancar dan lebih baik lagi, dapat menciptakan kondisi lingkungan belajar yang kondusif. Adanya pengaruh yang tinggi dari sikap pengaruh guru professional maka motivasi belajar anak-anak yang berada dilingkungan sekolahnya pula. Karena pengaruh guru yang professional dapat meningkatkan motivasi belajar PAI. Adanya pengaruh guru profesional akan dapat membimbing anak-anak untuk berprestasi dalam belajar yang optimal 2 Sikap profesionalisme guru dapat meningkatkan motivasi belajar

siswa. jika ditingkatkan menurut Hamalik sikap kepribadian guru profesional dapat memiliki kemampuan dalam pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan guru untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. sikap professional dapat ditingkatkan pula melalui percaya pada kemampuan diri sendiri.

Bekerja dalam menjalankan profesinya untuk mencapai tujuan hidupnya, memiliki komitmen kerja yang tinggi, bekerja keras dan

159

menjalankan tugas. Mampu bekerja sebagai investasi, mampu memenaj waktu, memiliki ambisi untuk berprestasi, memiliki kedisiplinan dalam bekerja dan memiliki kepercayaan dalam bekerja untuk mencapai tujuan yang diharapkan

3 Guru professional dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. dalam hal ini sesuai dengan pendapat Sardiman yang mengatakan bahwa

“motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan (1) member angka atau nilai, (2) memberikan reword atau hadiah (3) member kesempatan untuk berkompetisi, (4) memberikan ulangan sesuai denga alokasi waktu yang telah ditentukan, (5) membagikan hasil ulangan maupun tugas-tugasmandiri, (6) member pujian yang tepat, (7) mendorong hasrat untuk belajar, (8) memotivasi untuk membangkitkan semangat belajar, (9) member hukuman kepada siswa yang melanggar atauran untuk mendidik dan (10) memiliki tujuan yang ditetapkan sebelumnya.

Memotivasi belajar timbul karena adanya kekuatan atau energi pendorong dari dalam diri siswa yang dapat mewujudkan suatu perilaku guna mencapai tujuan yang diharapkan.

C. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas maka saran-saran yang berhubungan dengan hasil penelitian sebagai berikut:

1 Bagi sekolah

Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sarankan agar perlu adanya

a. Tenaga guru yang profesional yang dapat menggunakan berbagai fasilitas belajar modern

b. Perlu adanya kerja sama antara orang tua/wali siswa, sekolah dan masyarakat sekitar guna keamanan dan kenyamanan dalam belajar c. Perlu adanya tenaga psikologi yang mampu mengurai beberapa kasus

siswa yang menghadapi permaslahan di rumahn maupun di

d. Perlu mengadakan peningkatan diklat dan seminar serta studi banding guna menambah pengetahuan dan keterampilan mereka

e. Perlu adanya pertanggung jawaban guru yang dikirim untuk mengikutin seminar pendidikan maupun seminar seminar lain nya yang dapat menunjang kemampuan guru dalan mengajar. Selain dari itu perlu pula diperimbangkan:

Tesis ini dibuat bukan hanya untuk tugas akhir semata, melainkan untuk mengetahui hubungan profesionalisme guru dan motivasi belajar terhadap serta hasil belajar siswa secara empirik. Hal ini penting yakni untuk

160

mengungkap sejauh mana keterlibatan hal tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Kedepan, model penelitian semacam ini bisa dijadikan alternatif untuk mengurai masalah-masalah seputar kegiatan belajar di sekolah, kemudian bisa dicarikan penyelesaian atau solusinya.

Penelitian ini menekankan hanya pada ranah kognitif sementara ramah afektip dan psikomotorik di abaikan sebab:

1 Untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi (SMA) masih berpedoman pada hasil ujian murni atau NEM

2 Sebagian besar sekolah-sekolah kita masih menggunakan laporan hasil belajar siswa dengan menggunakan hasil ulangan

3 Guru BP / BK harus lebih intensif membimbing siswa/siswa untuk tumbuh dan berkembang keinginan untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi

4 Semangat belajar siswa perlu ditingkatkan hasil belajra semakin membaik dan dapat meningkatkan kualitas belajar, sehingga tidak ada lagi perbaikan nilai karena mengejar naik kelas arau lulus UN

5 Worshop dan pendidikan dan latihan (diklat) serta seminar perlu lebih intensif dan inovatif bukan hanya seremonial yang berakhir tanpa bekas yang tertinggal dimbenak hati masing-masing

Harapan penulis adalah agar tesis ini kelak dapat dijadikan panduan, inspirasi serta sumber pengetahuan jika ada peneliti lain yang tertarik untuk mengangkat tema serupa. Sebagaimana diketahui, penelitian lapangan tidak hanya cukup berbekalkan pemahaman teoritis, melainkan juga dibutuhkan pengalaman atau pengetahuan praktis. Tesis ini bisa mengisi pemahaman akan pengetahuan praktis, agar para peneliti dapat menyiapkan serta melakukan penelitian secara lebih optimal.

2. Bagi Guru

Untuk motivasi belajarguru sabaiknya

a) Meningkatkan kualitas diri dengan jalan mencari ilmu pengetahuan yang dapat menunjang sikap professional

b) Dapat mempraktekan hasil seminar, workshop yang lebih efektif agar hasinya dapat dipertanggung jawabkan

c) Tertanam dan tumbuh rasa cinta pada ilmu pengetahuan sehingga ada keinginan untuk meningkatkan kualitas dalam menyampaikan pelajaran di kelas

d) Dapat mengajar dengan bertanggung jawab tidak hanya sebagai melepaskan kewajiban

e) Dapat menggunakan alat-alat pembelajaran yang modern tidak gaptek

f) Dapat membimbing siswa dengan semangat yang penuh dedikasi dan kesabaran

161

g) Dapat memutuskan suatu kebijakan yang bijaksana bukan dengan kekerasan, sebab kekerasan tidak menyelesaikan masalah tapi hanya diam sementara selagi belum ada kesempatan

3. Bagi siswa

Untuk menghasilkan gasil belajar yang memuaskan maka siswa perlu mempersiapkan diri dengan cara:

a) Memperhatikan pada saat gru menjelaskan materi pelajaran bukamn dibawa ngobrol atau main HP serta BBM an

b) Dapat melaksanakan tugas tepat pada waktu yang telah ditetapkan guru

c) Tidak melakukan perbuatan anarkis seperti tawuran, pemalakan dan berbagai kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri

d) Tidak menentang atau mengejek pada guru

Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memacu dan menumbuhkan semangat bagi semua elemen sekolah. Dengan adanya semangat dan guru yang professional serta motivasi dari siswa untuk dapat belajar dengan baik akan menghasilkan sustu lulusan yang berkualitas di membanggakan

163

Dokumen terkait