Bab I Struktur dan Fungsi Sel Struktur dan Fungsi Sel
B. Stru Struktur dan Fu ktur dan Fu ngsi Ba ngsi Bagian- gian-Bagi Bagian Sel an Sel
2. St St ruk ruk tur tur Se Sel l Euk Eukar ariot iotik ik
Semua sel eukariotik memiliki membran inti. Selain itu, sel Semua sel eukariotik memiliki membran inti. Selain itu, sel eukariotik memiliki sistem endomembran, yakni memiliki organel- eukariotik memiliki sistem endomembran, yakni memiliki organel- organel bermembran seperti retikulum endoplasma, kompleks organel bermembran seperti retikulum endoplasma, kompleks Golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik juga memiliki Golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik juga memiliki sentriol. Perhatikan Gambar 1.7 tentang struktur sel eukariotik sentriol. Perhatikan Gambar 1.7 tentang struktur sel eukariotik di bawah ini.
di bawah ini.
Dinding sel dari sel Dinding sel dari seltumbuhan yangtumbuhan yang berdekatan berdekatan
Plasmodesmata Plasmodesmata
Mitokondria Mitokondria Kloroplas Kloroplas
Mikrotubulus Mikrotubulus Ribosom Ribosom
Mikrofilamen Mikrofilamen
Peroksisom Peroksisom
Sitoplasma Sitoplasma Tonoplasma
Tonoplasma Vakuola Vakuola pusat pusat
Membran Membran Dinding sel
Dinding sel Kompleks Golgi Kompleks Golgi
Retikulum Retikulum endoplasma halus endoplasma halus Retikulum Retikulum endoplasma kasar endoplasma kasar Nukleus
Nukleus
Kromatin Kromatin Nukleolus Nukleolus Membran inti Membran inti Porus inti Porus inti
Berikut ini akan dibahas mengenai struktur sel eukariotik Berikut ini akan dibahas mengenai struktur sel eukariotik yang meliputi membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel yang meliputi membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel sel (ribosom, kompleks Golgi, mitokondria, lisosom, badan mikro, sel (ribosom, kompleks Golgi, mitokondria, lisosom, badan mikro, dan
dan mikrotubulumikrotubulus).s).
a.
a. MemMembrabran n SeSel l (Se(Selaplaput ut PlPlasasma)ma)
Membran sel merupakan bagian terluar sel yang Membran sel merupakan bagian terluar sel yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luar.
membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luar.
Membran sel merupakan selaput selektif permeabel, artinya Membran sel merupakan selaput selektif permeabel, artinya hanya dapat dilalui molekul-molekul tertentu seperti glukosa, hanya dapat dilalui molekul-molekul tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai ion.
asam amino, gliserol, dan berbagai ion.
Membran sel mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
Membran sel mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
1)
1) SebSebagai ragai resepeseptor (ptor (penerenerima) raima) rangsangsang dang dari luari luar, sr, sepeepertirti hormon dan bahan kimia lain, baik dari lingkungan luar hormon dan bahan kimia lain, baik dari lingkungan luar maupun dari bagian lain dalam organisme itu sendiri.
maupun dari bagian lain dalam organisme itu sendiri.
2)
2) MeliMelindunndungi aggi agar isi ar isi sel tisel tidak kdak keluaeluar menr meningginggalkaalkan seln sel.. 3)
3) MengMengontontrol zarol zat-zat-zat yant yang bolg boleh maeh masuk msuk maupaupun keun keluar luar meninggalkan sel. Hal inilah yang menyebabkan meninggalkan sel. Hal inilah yang menyebabkan membran plasma bersifat semipermeabel (selektif membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel).
permeabel).
4)
4) SebSebagai tagai tempaempat terjt terjadinadinya keya kegiatgiatan bioan biokimiakimiawi, sewi, sepertpertii reaksi oksidasi dan
reaksi oksidasi dan respirasi.respirasi.
Berdasarkan analisis kimiawi dapat diketahui bahwa Berdasarkan analisis kimiawi dapat diketahui bahwa hampir seluruh membran sel terdiri atas lapisan protein dan hampir seluruh membran sel terdiri atas lapisan protein dan lapisan lipid (lipoprotein). Membran plasma terdiri atas dua lapisan lipid (lipoprotein). Membran plasma terdiri atas dua lapisan, yaitu berupa
lapisan, yaitu berupalapisan lipid rangkap dualapisan lipid rangkap dua ((lipid bilayer lipid bilayer ).).
Lapisan lipid disusun oleh fosfolipid.
Lapisan lipid disusun oleh fosfolipid. FosfolipidFosfolipidadalahadalah lipid yang mengandung gugus fosfat dan terdiri atas
lipid yang mengandung gugus fosfat dan terdiri atas bagianbagian kepala (polar head)
kepala (polar head) dan dan bagian ekor (nonpolar tail)bagian ekor (nonpolar tail). Bagian. Bagian kepala bersifat
kepala bersifathidrofilikhidrofilik (suka air), sedangkan bagian ekor (suka air), sedangkan bagian ekor bersifat
bersifathidrofobikhidrofobik(tidak suka air). Lipid terdiri atas fosfolipid,(tidak suka air). Lipid terdiri atas fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
glikolipid, dan sterol.
1)
1) FosfFosfolipolipid, yaid, yaitu lipitu lipid yanid yang meng mengangandung dung gugugugusan fsan fosfaosfat.t.
2)
2) GlikGlikolipolipid, yaid, yaitu liitu lipid yapid yang meng mengangandunndung karbg karbohidohidrat.rat.
3)
3) SterSterol, ol, yaityaitu lipu lipid aid alkohlkohol tol teruterutama ama kolekolestersterol.ol.
Lapisan protein membran sel terdiri atas glikoprotein.
Lapisan protein membran sel terdiri atas glikoprotein.
Lapisan protein membentuk dua macam lapisan, yaitu Lapisan protein membentuk dua macam lapisan, yaitu lapisan
lapisan protein protein perifer perifer atau atau ekstrinsik ekstrinsik dan dan lapisan proteinlapisan protein integral
integral atau atau intrinsik intrinsik . Lapisan protein perifer membungkus. Lapisan protein perifer membungkus bagian kepala (
bagian kepala ( polar polar head head ) lipid rangkap dua bagian luar.) lipid rangkap dua bagian luar.
Lapisan protein integral membungkus bagian kepala (
Lapisan protein integral membungkus bagian kepala ( polar polar head
head ) lipid rangkap dua bagian dalam. Lebih jelasnya dapat) lipid rangkap dua bagian dalam. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.8 berikut.
dilihat pada Gambar 1.8 berikut.
Di depan telah dijelaskan bahwa membran plasma Di depan telah dijelaskan bahwa membran plasma bersifat selektif permeabel (semipermeabel) yang artinya bersifat selektif permeabel (semipermeabel) yang artinya membran plasma dapat dilalui oleh molekul atau ion tertentu.
membran plasma dapat dilalui oleh molekul atau ion tertentu.
Perpindahan molekul atau ion melewati membran ada dua Perpindahan molekul atau ion melewati membran ada dua macam, yaitu transpor pasif dan
macam, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.transpor aktif.
1)
1) Transpor pasifTranspor pasif adalah perpindahan molekul atau ionadalah perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi sel. Perpindahan molekul tanpa menggunakan energi sel. Perpindahan molekul tersebut terjadi
tersebut terjadi secara spontan secara spontan dari konsentrasi dari konsentrasi tinggitinggi ke rendah. Contoh transpor pasif adalah difusi dan ke rendah. Contoh transpor pasif adalah difusi dan osmosis.
osmosis.
2)
2) Transpor aktifTranspor aktif adalah perpindahan molekul atau ionadalah perpindahan molekul atau ion menggunakan energi dari sel itu. Contoh transpor aktif menggunakan energi dari sel itu. Contoh transpor aktif adalah pompa ion natrium (Na
adalah pompa ion natrium (Na++)/kalium (K)/kalium (K++), endositosis,), endositosis, dan eksositosis.
dan eksositosis.
Apa perbedaan antara difusi
Apa perbedaan antara difusi dengan osmosis? Uraiandengan osmosis? Uraian berikut akan membahas proses terjadinya transpor pasif dan berikut akan membahas proses terjadinya transpor pasif dan transpor aktif dengan lebih rinci.
transpor aktif dengan lebih rinci.
1)
1) Difusi Difusi Difusi
Difusi adalah perpindahan molekul-molekul dariadalah perpindahan molekul-molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah baik melalui konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah baik melalui membran plasma ataupun tidak. Molekul dan ion yang membran plasma ataupun tidak. Molekul dan ion yang terlarut dalam air bergerak secar
terlarut dalam air bergerak secara acak dengan konstan.a acak dengan konstan.
Gerakan acak ini mendorong terjadinya difusi.
Gerakan acak ini mendorong terjadinya difusi.
Difusi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu difusi Difusi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu difusi sederhana dan difusi terbantu (
sederhana dan difusi terbantu (facilitated diffusionfacilitated diffusion).).
a)
a) Difusi SederhanaDifusi Sederhana
Molekul zat dapat berdifusi secara spontan Molekul zat dapat berdifusi secara spontan hingga dicapai kerapatan yang sama dalam suatu hingga dicapai kerapatan yang sama dalam suatu
Sumber:
Sumber:Inquiry Into Life, Mader, S.S.Inquiry Into Life, Mader, S.S.
Gambar 1.8 Gambar 1.8
Struktur membran sel dan fosfolipid Struktur membran sel dan fosfolipid
Membran sel Membran sel
Rantai karbohidrat Rantai karbohidrat
Glikoprotein
Glikoprotein Lapisan luar Lapisan luar Glikolipid Glikolipid
Molekul protein integral Molekul protein integral
Lapisan dalam Lapisan dalam
Fosfolipid bilayer Fosfolipid bilayer
Filamen sitoskeleton Filamen sitoskeleton Kolesterol
Kolesterol Area hidrofilik
Area hidrofilik
Area hidrofobik Area hidrofobik
Protein perifer Protein perifer
Alkohol Alkohol terfosforilasi terfosforilasi
Asam lemak Asam lemak
Asam lemak Asam lemak G
G L L I I S S E E R R O O L L
Fosfolipid Fosfolipid
Area polar Area polar (hidrofilik) (hidrofilik)
Area nonpolar (hidrofobik) Area nonpolar (hidrofobik)
Segumpal gula Segumpal gula
Molekul gula Molekul gula
Sumber:
Sumber:Biology, Raven dan JohnsonBiology, Raven dan Johnson
Gambar 1.9 Gambar 1.9
Menyebarnya molekul gula pada Menyebarnya molekul gula pada proses difusi
proses difusi
(c) (c)
(d) (d) (a)
(a)
(b) (b)
Sumber:
Sumber:Biology, Raven dan JohnsonBiology, Raven dan Johnson Larutan berhenti naik Larutan berhenti naik ketika tekanan berat ketika tekanan berat akuades mampu meng- akuades mampu meng- imbangi tekanan os- imbangi tekanan os- motik
motik Larutan garam 3%
Larutan garam 3%
Membran selektif permeabel Membran selektif permeabel
Akuades Akuades
(a)
(a) (b)(b)
Larutan Larutan garam garam naik naik
(c) (c)
Carilah contoh lain adanya proses difusi sederhana dalam Carilah contoh lain adanya proses difusi sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Carilah sebanyak-banyaknya, kemudian kehidupan sehari-hari. Carilah sebanyak-banyaknya, kemudian bahaslah bersama teman-teman Anda di kelas.
bahaslah bersama teman-teman Anda di kelas.
Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume air dalam gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat volume air dalam gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat padat di dalam medium air) sehingga kerapatan zat tersebut padat di dalam medium air) sehingga kerapatan zat tersebut merata. Perhatikan gambar proses terjadinya difusi di merata. Perhatikan gambar proses terjadinya difusi di samping (Gambar 1.9).
samping (Gambar 1.9).
Peristiwa difusi sederhana dapat diamati ketika kita Peristiwa difusi sederhana dapat diamati ketika kita memasukkan segumpal gula ke dalam air (a), molekul- memasukkan segumpal gula ke dalam air (a), molekul- molekulnya terlarut (b), dan tersebar (berdifusi) (c). Pada molekulnya terlarut (b), dan tersebar (berdifusi) (c). Pada akhirnya proses difusi menyebabkan gula tersebar merata akhirnya proses difusi menyebabkan gula tersebar merata ke dalam air (d).
ke dalam air (d).
b)
b) Difusi TerbantuDifusi Terbantu
Difusi terbantu merupakan proses difusi dengan Difusi terbantu merupakan proses difusi dengan perantara protein pembawa (
perantara protein pembawa (carrier proteincarrier protein). Arah). Arah perpindahan molekul seperti
perpindahan molekul seperti halnya pada halnya pada difusi biasa difusi biasa yaituyaitu dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, hanya saja dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, hanya saja protein pembawa membantu proses perpindahan molekul protein pembawa membantu proses perpindahan molekul ini.
ini.
Difusi terbantu merupakan transpor melalui media Difusi terbantu merupakan transpor melalui media pembawa. Pada proses ini, molekul diikat oleh reseptor pada pembawa. Pada proses ini, molekul diikat oleh reseptor pada sisi luar sel dan dilewatkan melalui membran plasma oleh sisi luar sel dan dilewatkan melalui membran plasma oleh protein transmembran yang telah mengalami perubahan protein transmembran yang telah mengalami perubahan susunan. Setelah itu, protein pembawa kembali pada s
susunan. Setelah itu, protein pembawa kembali pada susunanusunan semula. Protein pembawa juga dapat membuat celah yang semula. Protein pembawa juga dapat membuat celah yang dapat dilalui oleh ion-ion seperti Cl
dapat dilalui oleh ion-ion seperti Cl – – dan Na dan Na++. Perhatikan. Perhatikan skema difusi terbantu pada Gambar 1.10 di samping.
skema difusi terbantu pada Gambar 1.10 di samping.
2)
2) Osmosis Osmosis Osmosis
Osmosisadalah perpindahan molekul air melalui membranadalah perpindahan molekul air melalui membran semipermeabel dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi ke semipermeabel dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi ke larutan yang konsentrasi airnya rendah. Dengan kata lain, os- larutan yang konsentrasi airnya rendah. Dengan kata lain, os- mosis juga berarti perpindahan molekul dari
mosis juga berarti perpindahan molekul dari larutan berkepekatanlarutan berkepekatan rendah (hipotonis) ke larutan berkepekatan tinggi (hipertonis) rendah (hipotonis) ke larutan berkepekatan tinggi (hipertonis) melalui selaput (membran) semipermeabel.
melalui selaput (membran) semipermeabel.
Perhatikan skema osmosis pada Gambar 1.11 agar Anda Perhatikan skema osmosis pada Gambar 1.11 agar Anda lebih paham tentang proses terjadinya osmosis.
lebih paham tentang proses terjadinya osmosis.
a)
a) LubaLubang bang bawah twah tabunabung gelg gelas yanas yang berg berisi larisi larutan utan garagaram ditum ditutuptup dengan membran selektif permeabel, yang dapat dilewati dengan membran selektif permeabel, yang dapat dilewati molekul air tetapi tidak dapat dilewati garam.
molekul air tetapi tidak dapat dilewati garam.
b)
b) KetikKetika taa tabung bung dimasdimasukkaukkan dan dalam glam gelas elas bekebeker berr berisi akisi akuadeuades,s, molekul air berosmosis ke dalam tabung sehingga volume molekul air berosmosis ke dalam tabung sehingga volume larutan dalam tabung bertambah.
larutan dalam tabung bertambah.
c)
c) LaruLarutan btan berheerhenti nnti naik kaik ketiketika teka tekanaanan bern berat akat akuaduades maes mampumpu mengimbangi tekanan osmotik.
mengimbangi tekanan osmotik.
Bagian luar sel Bagian luar sel
Bagian dalam sel Bagian dalam sel Sumber:
Sumber:Biology, Raven dan JohnsonBiology, Raven dan Johnson
Gambar 1.10 Gambar 1.10
Skema difusi terbantu Skema difusi terbantu
Protein pembawa Protein pembawa
Mengamati Proses Osmosis Mengamati Proses Osmosis
Sediakan kentang atau wortel, larutan yodium Sediakan kentang atau wortel, larutan yodium (1%, 10%, dan 100%), 3 buah
(1%, 10%, dan 100%), 3 buahbeaker glassbeaker glass (gelas (gelas beker) 50 ml, penggaris, dan silet. Potonglah beker) 50 ml, penggaris, dan silet. Potonglah kentang atau wortel menjadi 15 kubus berukuran kentang atau wortel menjadi 15 kubus berukuran 1 cm × 1 cm × 1 cm. Kemudian siapkan 3 buah 1 cm × 1 cm × 1 cm. Kemudian siapkan 3 buah gelas beker 50 ml dan berilah kode A, B, dan C.
gelas beker 50 ml dan berilah kode A, B, dan C.
Tuangkan larutan yodium 1% ke dalam gelas
Tuangkan larutan yodium 1% ke dalam gelas beker beker A,
A, larutan yodium larutan yodium 10% 10% ke ke dalam dalam gelas beker gelas beker B,B, dan larutan yodium 100% ke dalam gelas beker C dan larutan yodium 100% ke dalam gelas beker C.. Masukkan 5 buah kubus kentang atau wortel ke Masukkan 5 buah kubus kentang atau wortel ke dalam tiap-tiap gelas beker. Setiap interval 5 menit, dalam tiap-tiap gelas beker. Setiap interval 5 menit, keluarkan sebuah kubus kentang atau wortel dari keluarkan sebuah kubus kentang atau wortel dari tiap-tiap gelas beker dan potonglah menjadi 2 tiap-tiap gelas beker dan potonglah menjadi 2 bagian dengan silet. Selanjutnya, ukurlah jarak bagian dengan silet. Selanjutnya, ukurlah jarak
larutan yodium yang masuk dalam kubus tersebut larutan yodium yang masuk dalam kubus tersebut mulai dari tepi irisan kubus menuju ke daerah mulai dari tepi irisan kubus menuju ke daerah tengah yang masih dapat teramati warna larutan tengah yang masih dapat teramati warna larutan yodiumnya. Hitunglah jarak rata-ratanya selama yodiumnya. Hitunglah jarak rata-ratanya selama waktu 25 menit.
waktu 25 menit.
Pertanyaan:
Pertanyaan:
1.
1. ApApa yana yang terg terjadjadi padi pada kena kentantang atag atau woru worteltel pada tiap-tiap gelas beker? Mengapa pada tiap-tiap gelas beker? Mengapa demikian?
demikian?
2.
2. BagBagaimaimana jana jaraarak ratk rata-ra-rata pata pada kada kubuubus kens kentantangg atau wortel pada tiap-tiap gelas beker selama atau wortel pada tiap-tiap gelas beker selama interval waktu 25 menit?
interval waktu 25 menit?
3.
3. ApApa kea kesimsimpupulan Alan Andnda daa dari keri kegiagiatatan inin ini?? Buatlah laporan hasil eksperimen ini dan Buatlah laporan hasil eksperimen ini dan presentasikan.
presentasikan.
Peristiwa osmosis terjadi dalam sel. Bila konsentrasi larutan Peristiwa osmosis terjadi dalam sel. Bila konsentrasi larutan dalam sel tinggi, air akan masuk sel dan terjadi endosmosis. Hal ini dalam sel tinggi, air akan masuk sel dan terjadi endosmosis. Hal ini menyebabkan tekanan osmosis sel menjadi tinggi. Keadaan yang menyebabkan tekanan osmosis sel menjadi tinggi. Keadaan yang demikian dapat memecahkan sel (lisis). Jadi, lisis adalah hancurnya demikian dapat memecahkan sel (lisis). Jadi, lisis adalah hancurnya sel karena rusaknya atau robeknya membran plasma. Sebaliknya, sel karena rusaknya atau robeknya membran plasma. Sebaliknya, apabila konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi, air dalam sel akan apabila konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi, air dalam sel akan keluar dan terjadi eksosmosis.
keluar dan terjadi eksosmosis.
Eksosmosis pada hewan akan menyebabkan pengerutan sel yang Eksosmosis pada hewan akan menyebabkan pengerutan sel yang disebut
disebutkrenasikrenasidan pada tumbuhan akan menyebabkan terlepasnyadan pada tumbuhan akan menyebabkan terlepasnya membran dari dinding sel yang disebut
membran dari dinding sel yang disebut plasmolisisplasmolisis. Perhatikan. Perhatikan Gambar 1.12 berikut.
Gambar 1.12 berikut.
Membran Membran plasma plasma Sel hewan
Sel hewan
Sel Sel tumbuhan
tumbuhan NukleusNukleus
Dinding Dinding sel
sel MembranMembran
plasma plasma Larutan isotonik
Larutan isotonik
Larutan hipotonik Larutan hipotonik (lisis)
(lisis) Larutan hipertonikLarutan hipertonik (krenasi)
(krenasi)
L
Laarruuttaan n iissoottoonniikk LLaarruuttaan n hhiippoottoonniikk
(tekanan turgor semakin besar (tekanan turgor semakin besar dan kloroplas terdesak men- dan kloroplas terdesak men- dekati dinding sel)
dekati dinding sel)
Larutan hipertonik Larutan hipertonik (plasmolisis) (plasmolisis) Kloroplas
Kloroplas
Sumber:
Sumber:Inquiry Into Life, Mader, S. S.Inquiry Into Life, Mader, S. S.
Gambar 1.12 Gambar 1.12
Osmosis pada sel hewan dan sel tumbuhan Osmosis pada sel hewan dan sel tumbuhan
Dari Gambar 1.12 dapat diketahui bahw
Dari Gambar 1.12 dapat diketahui bahwa sel hewana sel hewan dapat mengalami lisis (pecah) apabila larutan di luar sel dapat mengalami lisis (pecah) apabila larutan di luar sel bersifat hipotonik. Sebaliknya, sel hewan akan bersifat hipotonik. Sebaliknya, sel hewan akan mengalami krenasi apabila larutan diluar sel bersifat mengalami krenasi apabila larutan diluar sel bersifat hipertonik. Perhatikan contoh berikut agar Anda hipertonik. Perhatikan contoh berikut agar Anda mengetahui lebih jelas mengenai terjadinya krenasi dan mengetahui lebih jelas mengenai terjadinya krenasi dan lisis pada sel darah merah.
lisis pada sel darah merah.
Cermati tiga bentuk sel darah merah pada Gambar Cermati tiga bentuk sel darah merah pada Gambar 1.13. Apakah Anda menemukan perbedaannya?
1.13. Apakah Anda menemukan perbedaannya?Jika sel darah merah ditempatkan dalam air laut,Jika sel darah merah ditempatkan dalam air laut, maka cairan sel akan keluar dengan cara osmosis dan maka cairan sel akan keluar dengan cara osmosis dan sel mengerut (krenasi). Hal ini karena air laut sel mengerut (krenasi). Hal ini karena air laut mengandu
mengandung jumlah molekul air ng jumlah molekul air yang lebih kecil daripadayang lebih kecil daripada sitoplasma sel darah merah. Air laut hipertonik terhadap sitoplasma sel darah merah. Air laut hipertonik terhadap sitoplasma sel. Perhatikan Gambar 1.13 (a).
sitoplasma sel. Perhatikan Gambar 1.13 (a).
Jika sel darah merah itu ditempatkan dalam media Jika sel darah merah itu ditempatkan dalam media larutan yang konsentrasinya sama dengan sitoplasma larutan yang konsentrasinya sama dengan sitoplasma (plasma darah atau larutan garam 0,9%), sel darah itu (plasma darah atau larutan garam 0,9%), sel darah itu tidak akan mendapat tambahan atau kehilangan air tidak akan mendapat tambahan atau kehilangan air dengan cara osmosis. Oleh karena itu, bentuk sel darah dengan cara osmosis. Oleh karena itu, bentuk sel darah merah itu tetap. Larutan demikian disebut isotonik.
merah itu tetap. Larutan demikian disebut isotonik.
Perhatikan Gambar 1.13 (b).
Perhatikan Gambar 1.13 (b).
Jika sel darah merah dimasukkan dalam air murni Jika sel darah merah dimasukkan dalam air murni maka molekul air akan berosmosis ke dalamnya.
maka molekul air akan berosmosis ke dalamnya.
Osmosis ini terjadi karena di luar sel (100%) terdapat Osmosis ini terjadi karena di luar sel (100%) terdapat konsentrasi air yang lebih tinggi daripada di dalam sel.
konsentrasi air yang lebih tinggi daripada di dalam sel.
Air
Air di di sekitsekitar ar sel sel itu itu disebdisebut ut hipohipotonik tonik terhterhadap adap sitopsitoplasmalasma sel. Membran sel dari sel darah merah sangat rapuh sel. Membran sel dari sel darah merah sangat rapuh dan tidak tahan akan peningkatan tekanan di dalam sel.
dan tidak tahan akan peningkatan tekanan di dalam sel.
Akibatnya sel
Akibatnya sel itu itu semakin mengembang semakin mengembang dan dan akhirnyaakhirnya mengalami hemolisis (pecah). Perhatikan Gambar 1.13 (c).
mengalami hemolisis (pecah). Perhatikan Gambar 1.13 (c).
Lakukan Eksperimen 4 berikut ini untuk memperjelas Lakukan Eksperimen 4 berikut ini untuk memperjelas pengetahuan Anda mengenai terjadinya krenasi dan pengetahuan Anda mengenai terjadinya krenasi dan plasmolisis.
plasmolisis.
Mengamati Terjadinya Krenasi dan Mengamati Terjadinya Krenasi dan
Plasmolisis Plasmolisis
Sediakan mikroskop, gelas benda, gelas Sediakan mikroskop, gelas benda, gelas penutup, pipet, kertas pengisap, jarum bersih, sel penutup, pipet, kertas pengisap, jarum bersih, sel darah merah, sel daun eva (
darah merah, sel daun eva (Rhoeo discolor Rhoeo discolor ),), larutan gula 10%, dan alkohol 70%. Lakukan 2 larutan gula 10%, dan alkohol 70%. Lakukan 2 tahap pengamatan yaitu pengamatan terjadinya tahap pengamatan yaitu pengamatan terjadinya krenasi dan plasmolisis.
krenasi dan plasmolisis.
I
I.. KKrreennaassii
Siapkan sebuah gelas benda kemudian Siapkan sebuah gelas benda kemudian tetesi dengan air. Bersihkan salah satu ujung tetesi dengan air. Bersihkan salah satu ujung jari
jari Anda Anda dengan kapas dengan kapas yang yang telah telah dibasahidibasahi alkohol 70%. Tusuklah ujung jari tersebut alkohol 70%. Tusuklah ujung jari tersebut
dengan jarum yang telah dibersihkan dengan dengan jarum yang telah dibersihkan dengan alkohol 70%. Ambil setetes darah dan letakkan alkohol 70%. Ambil setetes darah dan letakkan di atas gelas benda dan tutuplah dengan gelas di atas gelas benda dan tutuplah dengan gelas penutup. Setelah selesai, luka di ujung jari penutup. Setelah selesai, luka di ujung jari diberi alkohol 70% dengan kapas untuk diberi alkohol 70% dengan kapas untuk menghindari terjadinya infeksi. Amati sel-sel menghindari terjadinya infeksi. Amati sel-sel darah merah dengan mikroskop. Gambarlah darah merah dengan mikroskop. Gambarlah bentuk sel darah merah yang Anda lihat itu.
bentuk sel darah merah yang Anda lihat itu.
Berilah setetes larutan gula 10% di tepi gelas Berilah setetes larutan gula 10% di tepi gelas penutup, sedangkan di tepi yang lain diletakkan penutup, sedangkan di tepi yang lain diletakkan kertas pengisap agar medium di dalamnya kertas pengisap agar medium di dalamnya berganti (perhatikan gambar). Segera amati berganti (perhatikan gambar). Segera amati perubahan yang terjadi. Gambarlah bentuk perubahan yang terjadi. Gambarlah bentuk yang Anda lihat. Jika bentuk sel tidak yang Anda lihat. Jika bentuk sel tidak
Sumber:
Sumber: Biology, Raven dan JohnsonBiology, Raven dan Johnson
Gambar 1.13 Gambar 1.13
Kondisi sel darah merah dalam berbagai Kondisi sel darah merah dalam berbagai larutan.
larutan.
(a)
(a) larlarutautan n hipehipertortoniknik (b)
(b) lalarurutatan isotn isotononikik (c)
(c) lalarurutatan hipon hipototoninikk (
(aa)) ((bb))
(c) (c)