• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV URAIAN PROSES

4.6. Stasiun Putaran dan Penyelesaian

a. Stasiun Putaran

Tujuan dari stasiun ini adalah untuk memisahkan antara kristal gula yang dihasilkan dan sirup atau strup yang tidak mengkristal, serta meminimalkan kandungan gula yang ikut ke dalam tetes. Di pabrik gula Bungamayang terdapat 3 jenis masakan yaitu A, C, dan D.

- Masakan A

Masakan A atau masakan utama diputar dalam dua tahap yaitu putaran A dan putaran SHS. Putaran A bertujuan untuk memisahkan gula A dari stroop A pada masakan A dengan kecepatan 1000 – 1200 rpm. Karena adanya gaya sentrifugal, maka kristal akan menempel pada screen dan stroop akan terlempar keluar melewati screen.

Setelah itu dilakukan pencucian dengan air panas. Gula A hasil putaran A kemudian diputar kembali di putaran II (Putaran SHS).

Pada putaran ini disemprotkan air panas dan steam yang berfungsi untuk membantu pemisahan gula SHS dan klare. Kemudian klare dikirim ke stasiun masakan untuk bahan masakan (pembesaran kristal) di masakan A. Gula hasil putaran SHS atau gula SHS kemudian dikeringkan di sugar dryer dan cooler dengan menghembuskan udara panas kering dengan suhu 80oC yang kemudian didinginkan kembali pada suhu 40oC. Kemudian gula yang telah dikeringkan tadi masuk unit vibrating scrren untuk mendapatkan ukuran kristal produk sesuai ketentuan yang disyaratkan (ukuran kristal 0,9 – 1,1 mm). Selanjutnya gula produk disimpan di sugar bin untuk dilakukan proses pengemasan dalam karung.

- Masakan C

Pada masakan C bertujuan untuk memisahkan hasil gula C dengan strope C. Bahan masakan dimasukkan dan diputar dengan kecepatan stabil pada 1500 rpm. Karena adanya gaya sentrifugal yang ditimbulkan, gula akan terlempar keluar dalam ruang kristal sedangkan stroop C akan menembus screen dan selanjutnya akan

keluar dari puteran kemudian ditampung dalam peti penampung yang selanjutnya dipompakan ke masakan D. Gula yang dihasilkan dari putaran tersebut dimasukkan ke migler kemudian dipompakan ke masakan A.

- Masakan D

Pemutaran masakan D dilakukan dalam dua tahap. Pada putaran pertama (D1), hasil masakan D diputar dengan kecepatan 1800 – 2000 rpm dan menghasilkan gula DI dan tetes (molases), kemudian gula DI diputar di putaran DII dengan kecepatan 1500 rpm dan menghasilkan gula DII dan Klare D, gula D II kemudian dimasukkan ke migler dan masuk ke masakan C sedangkan klare D akan dimasukan ke masakan D.

Sebelum masuk ke putaran, hasil masakan ke tiga stasiun terlebih dulu masuk ke feed mixer. Feed mixer bertujuan sebagai tempat pengumpanan putaran dan di dalamnya terjadi pengadukan agar hasil masakan lebih homogen serta penghindaran mengerasnya larutan gula.

b. Penyelesaian

Gula SHS yang dihasilkan di Putaran SHS dikirim ke sugar handling dengan menggunakan conveyor. Dari conveyor gula akan dialirkan dengan menggunakan talang getar (Grass Hopper) menuju ke Bucket Elevator. Dari Bucket Elevator gula diumpankan masuk ke Sugar Dryer.

Di dalam Sugar Dryer gula akan dikeringkan dengan cara menghembuskan udara panas dari bawah melalui lubang pada plat dan menembus gula sehingga kandungan air yang ada di dalam gula dapat diuapkan dan diharapkan kadar air di dalam gula < 0,02%. Udara panas

yang dihembuskan suhunya sekitar 80°C. Selanjutnya gula didinginkan dengan cara menghembuskan udara dingin pada bagian akhir di dalam rangkaian Sugar Dryer sehingga suhu gula akan turun dan gula siap dikemas. Suhu akhir dari gula sebelum dikemas diharapkan < 40 °C.

Gula yang telah dikeringkan tadi dimasukkan ke Vibrating Screen.

Didalam Vibrating Screen gula akan disaring sesuai dengan ukuran kristal yang diharapkan. Vibrating Screen terdiri dari dua saringan, dimana saringan awal merupakan saringan kasar (7 mesh), gula produk akan menembus saringan awal namun tertahan di saringan kedua.

Sedangkan saringan kedua merupakan saringan halus, sehingga gula halus akan menembus saringan tersebut. Gula produk akan ditampung di Sugar Bin untuk dikemas dan disimpan di gudang penyimpanan gula.

Sedangkan gula kasar ataupun gula halus dikirim ke Remelter untuk dilebur kembali.

c. Pengemasan dan Penyimpanan Gula

Gula dari sugar Bin ditimbang secara otomatis dengan berat netto standar 50 kg dan dikarungi dengan karung plastik yang dilapisi dengan innerbag.

Gula dalam karung harus memenuhi SNI 3140.3:2010, yaitu

Warna : GKP 1 < 200 IU (GKP II < 300 IU) Ukuran : 0.8 – 1.2 mm

Suhu : <40oC Kadar air : <0.1%

Gula yang telah dikemas dalam karung kemudian disimpan di dalam gudang. Gudang gula harus memenuhi syarat yaitu kelembaban 60%-70%

dengan suhu ruangan 380C - 400C. Kapasitas gudang gula PT. BUMA CIMA Nusantara Pabrik Gula Bungamayang yaitu 30.000 ton. Hasil produk gula dari PT. BUMA CIMA Nusantara Pabrik Gula Bungamayang ini dipasarkan di daerah Lampung dan sekitarnya serta daerah Sumatera

Selatan. Sedangkan agar kualitas tetes tidak mengalami perubahan diperlukan penanganan tetes yaitu suhu tetes masuk tangki <40oC dengan konstruksi tangki tertutup dan dilengkapi ventilasi. Kapasitas tangki tetes di PT. BUMA CIMA Nusantara Pabrik Gula Bungamayang yaitu 15.000 ton.

BAB V

PERALATAN PROSES DAN INSTRUMENTASI

PT. Buma Cima Nusantara Pabrik Gula Bungamayang mempunyai enam stasiun dalam pengolahan tebu menjadi gula putih yaitu stasiun penerimaan bahan baku, stasiun pemerahan nira, stasiun pemurnian nira, stasiun penguapan nira, stasiun masakan nira, serta stasiun putaran dan penyelesaian. Di masing-masing stasiun tentu memiliki instrumentasi tersendiri sesuai dengan fungsi dan tujuan dari masing-masing stasiun tersebut.

5.1. Stasiun Penerimaan Bahan Baku

Tebu yang akan diolah ada yang langsung dimasukkan ke meja tebu dan ada juga yang diletakkan di cane yard (halaman pabrik). Cane Yard atau halaman pabrik digunakan sebagai tempat penampung tebu sebelum digiling agar dapat diatur kontinuitas kecepatan gilingan.

a. Timbangan

Tebu yang diangkut dari pabrik ditimbang agar dapat diketahui jumlahnya. Timbangan yang digunakan di PTPN VII PG Bungamayang terdiri dari 3 (tiga) buah, yaitu :

1. Cane Weight Bridge kapasitas50 Tons

Tipe :Road Truck Scale

Jumlah :1 unit

Ukuran Platform :3,000 mm x 12,000 mm

Fungsi :Menimbang berat bruto (berat truk + berat tebu)

2. Cane Weight Bridge kapasitas 30 Ton

Tipe :Road Truck Scale

Jumlah :1 unit

Ukuran Platform :3,000 mm x 12,000 mm

Fungsi :Menimbang berat Tara (Berat Truk kosong)

3. Cane Weight Bridge kapasitas 50 Tons

Tipe :Road Truck Scale

Jumlah :1 unit

Ukuran Platform :3,000 mm x 15,250 mm

Fungsi :Menimbang berat umum seperti tetes, pupuk, kapur, dll

b. Pembongkaran Tebu

Truk pengangkut tebu yang telah ditimbang selanjutnya dibawa ke halaman pabrik untuk dibongkar muatannya. Alat yang digunakan untuk pembongkaran tebu adalah sebagai berikut :

- Truck Tipper 15 Ton

Jumlah :1 unit

Kapasitas :15 Ton

Fungsi :Membongkar tebu lepas

Prinsip Kerja :Truk dirantai pada Tipper kemudian

dimiringkan dengan kemiringan 45o hingga tebu jatuh seluruhnya ke meja tebu (Cane Feeding Table)

- Truck Tipper 25 Ton

Jumlah :1 unit

Kapasitas :25 ton

Prinsip Kerja :Truk dirantai pada Tipper kemudian

dimiringkan dengan kemiringan 45o hingga tebu jatuh seluruhnya ke meja tebu (Cane Feeding Table)

- Cane Lifter

Jumlah :1 unit

Kapasitas :10 Ton

Fungsi :10 pengangkatan/jam

Kecepatan :16/13 meter/menit (up down)

Prinsip Kerja :Membongkar tebu pada container dengan menarik secara vertikal kemudian dimasukan ke meja tebu (Cane Feeding Table)

- Cane Gantri

Jumlah :1unit

Kapasitas :150 ton/jam

Kecepatan :16 m/jam

Fungsi :Membongkar tebu jenis tebu lepas

Prinsip Kerja :Mengangkat tebu dari pengangkut dengan cara mencengkram

5.2. Stasiun Pemerahan Nira

Pada stasiun ini, tebu akan dipotong, dipecah, dan disayat batangnya sehingga berbentuk serpihan dengan tujuan mempermudah proses ekstraksi nira di stasiun selanjutnya. Alat-alat yang digunakan pada stasiun ini adalah:

a. Stasiun Pendahuluan

Pada stasiun ini, tebu akan dipotong, dipecah, dan disayat batangnya sehingga berbentuk serpihan dengan tujuan mempermudah proses ekstraksi nira di stasiun selanjutnya. Alat-alat yang digunakan pada stasiun ini adalah :

1. Meja tebu (Cane Feeding Table)

Jumlah :2 unit

Ukuran :6,000 mm x 15,000 mm

Konveyor :Sistem jalur (9 jalur)

Kecepatan :5 m/min

Motor :30 KW

Fungsi :Menampung tebu sebelum ke mesin pencacah tebu

2. Feeding Cane Carrier

Jumlah :1 unit

Kapasitas :218 ton/jam

Lebar :1980 mm

Panjang :25.000 mm

Tinggi :7.600 mm

Kecepatan :3 m/min

3. Cane Cutter (Knives)

Jumlah :2 unit, dengan perincian : Cane cutter 1

Jumlah :1 buah

Lebar :1980 mm

Diameter :1500 mm

Jumlah pisau :30 buah

Kecepatan :600 rpm

Fungsi :Memotong batang tebu

Prinsip kerja :Pisau tersusun pada suatu poros yang diputar oleh turbin.

Cane Cutter 2

Jumlah :1 unit

Lebar :1980 mm

Diameter :1500 mm Jumlah pisau :32 buah

Kecepatan :600 rpm

Fungsi :Memotong batang tebu

Prinsip Kerja :Pisau tersusun pada suatu poros yang diputar oleh turbin.

4. Semi Hammer Shredder

Jumlah :1 unit

Lebar :1980 mm

Diameter :1600 mm

Jumlah hammer :64 buah

Kecepatan :750 rpm

Fungsi :Menghancurkan tebu yang akan

masuk ke gilingan.

Prinsip kerja :Memukul tebu yang telah disayat oleh cane cutter.

5. Heavy duty hammer shredder

Jumlah :1 unit

Lebar :1980 mm

Diameter :1800 mm

Jumlah hammer :80 buah

Kecepatan :1200 rpm

Kapasitas :10.000 TCD

Fungsi :Menghancurkan tebu yang akan

masuk ke gilingan.

Prinsip kerja :Memukul tebu yang telah disayat oleh cane cutter.

6. Fiberizer

Jumlah :1 unit

Lebar :1980 mm

Diameter :1500 mm

Kecepatan :3,5 rpm

Power :45 KW

Fungsi :Menekan tebu dari cane cutter II pada cane carrier sebelum masuk ke HDHS.

b. Stasiun Stasiun Difuser and Mill

Tugas dari stasiun ini adalah untuk mengekstraksi nira dan mengeringkan ampas yang akan digunakan sebagai bahan bakar boiler. Alat-alat yang digunakan pada stasiun ini adalah :

1. Intermediate Carrier

Jumlah :2 unit

Lebar :1980 mm

Panjang :5000 mm

Kemiringan :45o

Kecepatan :21 m/menit

Fungsi :Perantara pada tiap-tiap gilingan

Power :15 Kw

2. Mill Turbine

Jumlah :3 unit

Panjang :1980mm

Power :650 HP

Kecepatan :4500 rpm

Turbin inlet :18 kg/cm2G, 325oC

Fungsi :Penggerak Mill

3. Rotary Screen

Jumlah :1 unit

Power :3,7 Kw

Ukuran :1800 mm D x 3500 mm L

Kecepatan :3 - 11 rpm

Fungsi :Menyaring kotoran yang ikut

terbawa nira hasil gilingan.

Prinsip kerja :Memeras dan menyaring ampas dari nira dengan cara berputar.

4. Raw Juice Pump

Jumlah :3unit

Tipe :Pompa sentrifugal

Aksesoris :Juice Flowmeter

Motor :15 KW

Head :15 m

Kapasitas :4,17 m3/min.

Fungsi :Memompa nira mentah ke diffuser

5. Imbibition Water pump

Jumlah :2 unit

Tipe :Pompa sentrifugal

Motor :5,5 KW

Head :10 m

Kapasitas :3 m3

6. BMA Cane diffuser

Kapasitas :10000 TCD

Panjang :611.500 mm

Lebar :12.000 mm

Kecepatan :417 TCH

Ekstraksi :97,5 %

Power :2 x 75 KW

Jumlah screw :24

Kec. Per screw :37 rpm

7. Heater

Tekanan uap :0,9 kg/cm2 pada suhu 118oC

Kapasitas :1420 m3/jam

Permukaan panas :450 m3

Material :Stainless steel

8. Juice tank

Diameter :4000 mm

Tinggi :4500 mm

Material :Mild steel

Fungsi :Menampung nira mentah

9. Belt conveyor 1

Kapasitas :10.000 TCD

Lebar belt :2000 mm

Horizontal drum centre :105.000 mm

Kemiringan :15 – 20o

Kecepatan :1,68 – 2,09 m/s

Power :45 KW/ 4 P/ 380 V

Gear box ratio :1/16,5

10. Belt conveyor 2

Kapasitas :10.000 TCD

Lebar belt :2000 mm

Horizontal drum centre :52.050 mm

Kemiringan :15 – 20o

Kecepatan :1,68 – 2,09 m/s

Power :30 KW/ 4 P/ 380 V

Gear box ratio :1/16,5

11. Cane feed scrapper

Kapasitas :10.000 TCD

Panjang :17.300 mm

Lebar :3217 mm

Scrapper pitch :600 mm

Gear box ratio :1/80

Kecepatan :30-40 m/menit

12. Bagasse discharge conveyor

Kapasitas :455 TCH

Panjang :20.305 mm

Lebar :2860 mm

Gear box ratio :1/35,5

Power :45 KW 1500 rpm

5.3. Stasiun Pemurnian

Stasiun ini bertugas memisahkan partikel-partikel bukan gula yang terlarut maupun yang tidak terlarut sehingga diperoleh nira murni. Adapun alat- alatnya adalah sebagai berikut :

1. Pompa nira mentah

Jumlah :3unit

Kapasitas :4,17 m3/menit

Head :60 m

Motor :75 KW, 55 KW, dan 110 KW

2. Juice heater

Jumlah :8 unit

Tipe :vertical juice heater

Pemanas permukaan :240 m2

Panjang tube :3.906 m

Diameter tube :33/36 x 1,5 mm

Material :SUS – 304

Jumlah tube :560 buah, 70 buah/pass

Jumlah pass :8

Diameter shell :1550 mm

Fungsi :Memanaskan nira mentah

Prinsip kerja :Mixed juice dipanaskan dalam badan menggunakan uap berkas turbin dan uap nira

3. Pre liming Tank

Jumlah :1 buah

Kapasitas :7,5 m3

Diameter :1500 m2

Tinggi :5000 m2

Kecepatan stirrer :264 rpm

Motor :5,5 KW

Fungsi :Mencampur nira mentah dengan susu

kapur

4. Secondary liming tank

Kapasitas :2,3 m3

Diameter :900 m2

Tinggi :2500 mm

Kecepatan stirrer :150 rpm

Motor :3,7 KW

5. Mixed juice sulphitator

Jumlah :1 unit

Tipe :Continuous counter current

Kapasitas :22 m3

Diameter :2.050 m

Tinggi :7.000 mm

Tinggi juice :900 mm

Waktu tinggal :1 menit

Exhauster :15.000 m3/jam, 1400 rpm

Motor :2,2 KW

Fungsi :Mencampur limed juice dengan SO2

Prinsip kerja :Pencampuran dan absorbsi

6. Syrup sulphitator

Tipe :Thompson

Kapasitas :18 m3

Tinggi :6000 mm

Tinggi syrup :2500 mm

Waktu tinggal :5 menit

Fungsi :Mencampur gas sulfit dengan syrup

yang bercampur dengan susu kapur Prinsip kerja :Pencampuran dan absorbsi

7. Flash tank

Diameter :2.100 mm2

Tinggi :2.400 mm

Fungsi :Menghilangkan gas yang dapat

menggangu proses

Prinsip kerja :Uap panas bertekanan dari nira mentah mendorong gaskeluar tangka

8. Single tray clarifier

Settling area :80 m2

Kapasitas :417 m3

Diameter :10.375 mm

Fungsi :Mengendapkan kotoran di dalam syrup

Prinsip kerja :Pengendapan kotoran dengan

menambahkan flokulan yang dapat memperbesar diameter partikel pengotor sehingga akan mudah mengendap.

9. Juice screen

Jumlah :8 unit

Screen :SUS – 304, 42 mesh

Lebar :2.700 mm

Panjang :1.600 mm

Tinggi :2.450 mm

Fungsi :Membuang impurities yang terdapat

dalam clarified juice 10. Rotary vacuum filter

Jumlah :2 unit

Ukuran :10 x 18 kaki

Filtration area :52 m2

Panjang drum :5.500 mm

Diameter drum :3000 mm

Revolusi drum :11 – 0,44 rpm

Revolusi agitator :10 rpm Drive motor for drum :22 KW

Agitator : 2,2 KW

Ukuran screen :625 holes

Kapasitas pompa vakum :18 m3/jam

Fungsi :Menghisap mixed juice yang masih

terdapat dalam mud

Prinsip kerja :Mud dihisap dengan vacum di dalam rotary vacuum filteryang berputar sehingga terpisah antarfiltrate dan blotong (filter cake).

11. Cake conveyor

Jumlah :1 buah

Lebar belt :400 mm

Panjang :11 m

Motor :1,5 KW

Fungsi :Membawa cake filter dari rotary

vacuum filter ke cake bunker 12. Cake bunker

Jumlah :1 buah

Kapasitas :64 m3

Ukuran :4.000 mm x 4.000 mm x 4.000 mm

Fungsi :Penampung blotong

5.4. Stasiun Penguapan

Pada stasiun ini terjadi penguapan air agar dihasilkan nira kental (raw syrup).

Alat yang digunakan adalah : 1. Evaporator

Jumlah :10 buah

Bahan pipa pemanas :Stainless steel

Fungsi :Menguapkan kandungan air dalam

clear juice

Prinsip kerja : Clear juice dalam pipa pemanas dikontakkan secara tidak langsung dengan exhaust steam di dalam

badan evaporator sehingga tejadi penguapan.

Tabel 10. Spesifikasi Evaporator

Line B

Evaporator Satuan I B II B III B IV B VB

Luas pemanas m2 2000 2000 1500 1500 1200

Diameter dinding m 4.76 4.76 4.76 4.76 4.76 Tebal dinding m 0.022 0.022 0.022 0.022 0.022 Tinggi evaporator m 10.5 10.5 10.5 10.5 10.5 Diameter tube m 0.033 0.033 0.033 0.033 0.033

Tebal tube m 0.001 0.001 0.001 0.001 0.001

Jumlah tube 9650 9650 5788 5788 5788.

5.5. Stasiun Masakan

Stasiun ini bertujuan untuk mendapatkan sukrosa dalam bentuk kristal semaksimal mungkin dan meminimalisir jumlah sukrosa yang terkandung di dalam tetes. Alat yang digunakan pada stasiun ini adalah :

1. Vacuum pan with stirrer

Jumlah :7 buah

Tipe :Low head type

Line A

Evaporator Satuan I A II A III A IV A VA

Luas pemanas m2 2000 1500 1500 1200 1200

Diameter dinding m 4.76 4.76 4.76 4.76 4.76 Tebal dinding m 0.022 0.022 0.022 0.022 0.022 Tinggi evaporator m 10.5 10.5 10.5 10.5 10.5 Diameter tube m 0.033 0.033 0.033 0.033 0.033

Tebal tube m 0.001 0.001 0.001 0.001 0.001

Jumlah tube 7880 5788 5788 5788 5788

Material :mild steelplate

Kapasitas :50 m3

Luas pemanas :280 m2

Heating tube :101,6 mm

Tebal diameter luar tube :2 mm

Volume masakan :16,5 m3

Fungsi :Pemanasan dan pembentukan kristal

Prinsip kerja :Nira kental keluaran evaporator dialirkan ke vacuum pan yang dibuat hampa dan dimasak sampai berbentuk Kristal.

2. Stirrer

Tipe :Propeller

Material :cast iron

Diameter :2065 mm

Revolusi :35 rpm

Motor :75 KW

3. Masscuite receiver

Jumlah : 5 buah

Kapasitas :55 m3

Ukuran :2700 mm lebar x 8500 mm panjang

Revolusi pengaduk :0,5 rpm

Motor :5,5 KW

4. Crystallizer

Jumlah :buah

Kapasitas :50 m3

Ukuran :2700 mm lebar x 8000 mm panjang

Cooling surface area :83 m3 Revolusi pengaduk :0,3 rpm

Motor :7,5 KW 5. Vacuum seed crystallizer

Jumlah :2 buah

Kapasitas :30 m3

Ukuran :2350 mm diameter x 8000 mm pang

Revolusi pengaduk :0,5 rpm

Motor :2,2 KW

6. Magma tank

Jumlah :2 buah

Kapasitas :40 m3

Motor :5,5 KW

Fungsi :Menampung magma dari pan

masakan 7. Vertical crystallizer

Jumlah :2 buah

Volume :170 m3

Diameter badan (ID) :4500 mm Tinggi (overall shell) :12.740 mm D. pipa air pendingin :100 mm D. pipa masuk masakan :1000 mm d. pipa keluar masakan :1000 mm

motor pengaduk :15 KW

Fungsi :Pembentuk kristal lebih lanjut dan pendinginan

Prinsip kerja :Masakan didinginkan dengan cara pengadukan

8. Continous vacuum pan

Jumlah :1 buah

Kapasitas :48 m3/jam

D. badan :4980 mm

Panjang (inside and plate) :17.310 mm calandria

Tebal dinding :16 mm

D. manhole :600 mm (2buah)

D. Tube :100 mm

Panjang tube :1500 mm

5.6. Stasiun Putaran dan Penyelesaian

Pada stasiun ini, kristal gula akan dipisahkan dari larutan nira yang tidak mengental agar tidak merusak gula yang dihasilkan. Kristal gula yang dihasilkan pada vacuum pan masih mengandung air oleh karena itu untuk menghindari kerusakan gula pada saat penyimpanan, gula dikeringkan terlebih dahulu sebelum dikemas. Alat yang digunakan pada stasiun ini adalah:

1. Sugar Remelter

Jumlah :3 buah

Ukuran :1500 mm diameter x 6000 mm

tinggi Revolusi pengaduk :33 rpm

Motor :3,7 KW

Fungsi : Melelehkan gula

2. Molasses weighter

Jumlah :1 buah

Tipe :Maxuell Bolegne

Kapasitas timbangan :20 ton/jam

Tap capcity :6 ton/batch

Ketelitian :+/- 0,3%

Fungsi :Menimbang tetes (final molasses)

3. HGP – TSK

Tipe :fully automatic centrifugal

Diameter basket :1350 mm

Tinggi basket :1000 mm

Kecepatan putaran basket :1200 rpm Ukuran lubang ayakan :1,88 mesh

Kapasitas :1300 kg

Power :380 volt

Fungsi :Memisahkan antara gula produk

dengan stroop A (molasses A)

Prinsip kerja :Masakan A masuk dalam HGF – TSK dan diputar dengan kecepatan yang telah diatur dengan bantuan air dan steam untuk membersihkan stroop A.

4. LGF – BMA

Tipe :BMA – K 1300

Kapasitas :8 – 12 ton/jam

Diameter basket :2150 mm

Tinggi basket :1340 mm

Kecepatan putaran basket :2000 rpm Ukuran lubang ayakan :1,88 mesh

Power :380 V

Fungsi :Memisahkan antara gula C dengan

stroop C

Prinsip kerja :Masakan B masuk dalam LGF – BMA dan diputar dengan kecepatan

yang telah diatur dengan bantuan air dan vacuum untuk membersihkan stroop C.

5. LGF – BMA

Tipe :Hein Lehmann 10 DC

Diameter basket :1,04 m

Tinggi basket :550 mm

Kecepatan putaran basket :1600 rpm Ukuran lubang ayakan :0,06 mm

Power :55 KW

Prinsip kerja :Gula D dipisahkan dari tetes dengan cara memutar basket, dimana basket tersebut berbentuk miring sehingga masakan D akan naik secara otomatis ke atas dan gula akan turun ke bak penampung sedangkan tets akan keluar menuju tangki penampungan.

6. Sugar Elevator

Jumlah :1 buah

Tipe :vertikal

Kapasitas :25 ton/jam

Panjang antara sprocket :9 m

Motor :5,5 KW

Fungsi :Mengangkut gula menuju ke sugar

cooler

7. Sugar cooler

Jumlah :1 buah

Tipe :CBM

Lebar :1000 mm

Panjang :14.000 mm Suhu udara pendingin :29oC – 30oC Tekanan udara pendingin :100 mm H2O

8. Sugar dryer

Jumlah :1 buah

Tipe :Vibrating tray

Kapasitas :30 ton gula/jam

Lebar :1.000 mm

Panjang :15.000 mm

9. Vibrating screen

Jumlah :1 buah

Tipe :Vibrating sleve

Kapasitas :30 ton gula/jam

Material screen :stainless steel

Ukuran screen :9 mesh – 20 mesh

Motor :5,5 KW

Fungsi :Mengayak gula

10. Sugar Weighter

Jumlah :3 buah

Weighting value :50 kg

Kapasitas pengepakan :800 karung/jam (50 kg/karung)

Ketelitian :+/- 1/1.000

Fungsi :Menimbang gula produk yang akan

dikemas dalam karung

11. Sugar Conveyor

Jumlah :2 buah

Kapasitas :@25 ton/jam

Lebar :600 mm

Panjang :18.500 mm

Motor :2,2 KW

Fungsi :Mengangkut gula produk menuju ke

sugar Bin 12. Sugar Bin

Jumlah :3 buah

Kapasitas :2 buah @200 ton dan 1 buah @100

ton

Fungsi :Penyimpanan gula

BAB VI

PRODUK DAN PENGENDALIAN MUTU

6.1. Produk

PT. Buma Cima Nusantara Pabrik Gula Bungamayang menghasilkan dua jenis produk yaitu produk utama dan produk samping. Produk utama yang dihasilkan adalah kristal gula sedangkan produk sampingnya berupa molasses atau tetes tebu, ampas tebu, ampas dan blotong.

6.1.1. Produk Utama

Produk utama dari PTPN VII Pabrik Gula Bungamayang adalah gula dengan jenis Gula Kristal Putih (GKP) dengan kadar pol sekitar 99,98 % dan besar butiran kristal antara 0,8 mm sampai 1,2 mm.

6.1.2. Produk Samping

PTPN VII Pabrik Gula Bungamayang menghasilkan produk samping yang memiliki daya guna yang sangat tinggi dan ramah lingkungan antara lain: tetes (molasses), ampas tebu (bagasse),abu dan blotong (filter cake).

1. Tetes (molasses)

Tetes yang masih mengandung sukrosa sekitar 30-35% sangat potensial bagi industri yang memproduksi etanol dan penyedap rasa (MSG). Karena itulah, produk samping ini sangat mudah dipasarkan baik di dalam maupun di luar negeri. Karakteristiknya diuraikan pada tabel 11 dan 12 berikut :

Tabel 11. Komposisi Kimia Tetes

Komponen Prosentase (%)

Air 17-25

Sukrosa 30-40

Dextrose (Glukosa) 4-9

Levulose (Fruktosa) 5-12

Kadar reduksi lainnya 1-5

Karbohidrat lainnya 2-5

Kadar abu 7-12

Senyawa-senyawa nitrogen 2-6 Asam-asam non nitrogen 2-8 Wax, sterols dan phospholipids 0,1-1 Sumber: Vademecum Tanaman Tebu, 1999

Tabel 12. Kandungan Abu dalam Tetes

Komponen Prosentase (%)

Basa

a. K2O b. CaO c. MgO d. Na2O

e. Fe2O3/ Al2O3

4,8 1,2 0,98 0,10 0,12

Asam

a. SO3

b. Cl c. P2O5

d. SiO2 dan zat tak terlarut

1,8 1,8 0,6 0,6 Sumber: Vademecum Tanaman Tebu, 1999

2. Ampas Tebu (Bagasse)

Ampas tebu PT Perkebunan Nusantara VII Pabrik Gula Bungamayang dimanfaatkan untuk bahan bakar ketel uap sebagai pembangkit tenaga listrik yang dapat memenuhi kebutuhan listrik seluruh bagian yang ada

di PTPN VII Pabrik Gula Bungamayang. Prosentase ampas tebu dapat dilihat pada tabel 6.3.

Tabel 13. Persentase Komponen Tebu Setelah Diekstraksi Komposisi Prosentase (%)

Ampas tebu 30-33

Blotong 1,2-1,5

Tetes 3,5

Kadar gula 7-12

Kadar air 45-60

Sumber: PTPN7 Bungamayang

3. Abu

Abu yang dihasilkan dari pembakaran ampas tebu di ketel uap(boiler) oleh PTPN VII Pabrik Gula Bungamayang dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang dapat membantu pertumbuhan tebu karena masih mengandung unsur hara. Dalam penggunaannya sebagai pupuk tanaman, abu ini dikombinasikan (dicampur) dengan ampas tebu dan blotong.

4. Blotong

Blotong mengandung unsur hara yang cukup tinggi sehingga dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang sangat membantu pertumbuhan tebu. Blotong ini merupakan sebagian hasil yang diperoleh dari proses yang terjadi di rotary vaccum filter. Komposisi blotong yang dihasilkan dapat dilihat pada Tabel 6.4.

Tabel 14. Komposisi Blotong

Komponen % Bahan kering

Lilin dan lemak (lipids) 5 – 12

Fibre 15 – 30

Gula 5 – 15

Komponen % Bahan kering

Protein 5 – 15

Total Abu 9 – 20

SiO2 4 – 10

CaO 1 – 4

P2O5 1 – 3

MgO 0,5 – 1,5

Sumber : Sugiarto, Yan. 1986

6.2. Pengendalian Mutu

Salah satu cara yang dilakukan PT Perkebunan Nusantara VII untuk meningkatkan kualitas produknya adalah dengan melakukan pemeriksaan pada bahan dasar, bahan antara dan produk.

6.2.1. Pemeriksaan Bahan Dasar

Pemeriksaan bahan dasar tebu dimulai dari pasca pemanenan tebu.

Pada pemeriksaan bahan dasar parameter yang dianalisa adalah brix, pol, trash (kadar kotoran), persen fiber, kesegaran tebu, dan rendemen. Hasil analisa dibandingkan dengan nilai standar yang digunakan oleh perusahaan agar dapat diketahui mutu dari tebu yang dipanen. Nilai standar yang digunakan dapat di lihat pada tabel berikut:

Tabel 15. Nilai Standard Pemeriksaan Bahan Dasar Nilai Standard Tahun 2010 Kadar kotoran (trash) <5%

Kadar serat (fiber) <14,5 % First Exp. Juice (dex/brix) <10%

Mixed juice (dex/brix) <10%

Retensi tebu <24 jam