• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Dakwah Terhadap Pembinaan Masyarakat

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. DATA DESKRIPTIF PENELITIAN

3. Strategi Dakwah Terhadap Pembinaan Masyarakat

harapan tersebut. Kehadiran sosok da'i yang memiliki telenta dan karisma tinggi adalah sosok da'i yang sangat dibutuhkan dalam melakukan perubahan pada masyarakat ini. Kenyataan ini ternyata bertolak berlakang dengan yang ada di Kelurahan Tinengi, dimana jumlah da'i yang ada di Kelurahan Tinengi jumlahnya sangat sedikit, hampir tidak ada. Sehingga untuk membina masyarakat yang faham tentang ajaran agama memerlukan waktu yang lebih lama.

3. Strategi Dakwah Terhadap Pembinaan Masyarakat Isalam di

Pertama, strategi edukasi mengisyaratkan adanya pengajaran, penanaman, dan pembinaan ajaran-ajaran Islam kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti pada tanggal 09 Desember 2017 bersama Bpk. Ridwan S.pd selaku Guru Agama di Tinengi.

“Hal ini dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan formal seperti madrasah dan sekolah maupun di lembaga-lembaga pendidikan informal dan nonformal seperti masjid, majelis taklim, ataupun pendidikan agama di dalam keluarga. Tujuannya tentu untuk penanaman nilai-nilai keimanan dan keislaman serta untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

Sehingga ajaran Islam senantiasa tertanam dalam jiwa umat dan menjadi landasan moral dan etika sosial dalam kehidupan bermasyarakat.”75

Kedua, strategi advokasi yang mengharuskan adanya pembelaan kepada kaum yang (terpinggirkan) dan perlawanan terhadap ketidakadilan serta kezaliman yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Ini dilakukan untuk mengangkat harkat martabat masyarakat dari belenggu kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Menurut Tokoh Agama Bpk. Anwar (Tokoh Agama) berdasarkan hasil wawancara peneliti pada tanggal 11 Desember 2017.

“Kondisi mereka harus diselamatkan supaya dapat hidup layak dan terhormat sebagai manusia yang memiliki kehormatan dan harapan. Juga membebaskan masyarakat dari hegomoni kelompok tertentu dan tirani kekuasaan yang menutup akses kemajuan bagi warga negaranya. Ini dapat dilakukan dengan program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat sehingga

75 Wawancara peneliti bersama Bpk. Ridwan S.pd (Tokoh atau Guru Agama Tinengi) pada tanggal 09 Desember 2017

mereka menyadari akan eksistensi dirinya dan perannya di tengah-tengah masyarakat.”76

Ketiga, strategi mobilisasi yang mengamanatkan adanya peningkatan status dan peranan sosial di tengah-tengah kehidupan.

Artinya umat Islam harus bangkit dan berkembang, bahkan dapat menguasai akses-akses kemajuan baik dari aspek ilmu pengetahuan maupun teknologi. Di sinilah pentingnya peningkatan sumber daya manusia SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul, kompeten dan kompetitif. Apalagi di era keterbukaan dan kebebasan seperti sekarang ini, umat Islam bukan hanya bersaing dengan sesama bangsa tetapi juga bersaing dengan penduduk dunia. Maka diperlukan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang dapat diandalkan dan diunggulkan. Maka dakwah harus dapat menjangkau kelas-kelas menengah, kelas atas, dan kaum profesional sehingga mereka tercerahkan dengan ajaran Islam. Sehingga umat Islam tidak kekurangan SDM (Sumber Daya manusia) untuk menjadi pemimpin- pemimpin di masa yang akan datang.

Dengan demikian, strategi dakwah terhadap pembinaan masyarakat memiliki peranan signifikan dalam upaya perbaikan masyarakat. Rasulullah SAW adalah tokoh dakwah yang telah berhasil memperbaiki masyarakat Arab yang tadinya biadab menjadi beradab. Di sinilah pentingnya strategi dakwah dalam upaya

76 Wawancara peneliti bersama Tokoh Agama Bpk. Anwar S.pd pada tanggal 11 Desember 2017

memperbaiki kondisi masyarakat ke arah yang lebih manusiawi dan islami. Kalau meneladani model dakwah Rasulullah SAW ada tiga strategi yang dapat diadaptasi, yaitu strategi edukasi, advokasi, dan mobilisasi.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Bentuk pembinaan terhadap masyarakat Islam untuk diterapkan pada masyarakat Kelurahan Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur dalam berbagai kegiatan keagamaan yang meliputi kegiatan Yasinan Remaja Masjid, TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), dan kegiatan Jaulah (Silaturrahmi).

2. Faktor pendukung dan penghambat pembinaan masyarakat di Kelurahan Tinengi :

a. Faktor pendukung

Faktor pendukung terhadap pembinaan masyarakat di Kelurahan Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur adalah; mayoritas penduduk beragama Islam, tersedianya fasilitas tempat dalam jumlah yang memadai, toleransi masyarakat yang tinggi, dan adanya dukungan dari semua pihak

b. Faktor Penghambat

Faktor penghambat terhadap pembinaan masyarakat di Kelurahan Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur

72

adalah; pemahaman agama masyarakat yang masih rendah dan masyarakat masih memercayai mitos, dan kurangnya da’i.

3. Pembinaan terhadap masyarakat Islam Kelurahan Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur secara umum sudah baik, partisipasi masyarakat dalam pembinaan warga berjalan dengan baik, akan tetapi kesadaran secara individu dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntunan agama masih minim, disebabkan kurangnya pengetahuan mereka tentang agama.

B. Saran

1. Bagi Tokoh Agama

Kenyataan bahwa sebagian masyarakat muslim di Kelurahan Tinengi belum melaksanakan ajaran agama secara total, menjadi tanggung jawab utama para tokoh agama masyarakat Kelurahan Tinengi. Tindakan yang yang perlu dilakukan ialah memberikan masukan berupa wawasan keagamaan bagi masyarakat dan memberikan pembinaan dan teladan terhadap masyarakat dalam kehidupan keseharian bagi masyarakat Kelurahan Tinengi yang masih sangat memerlukan seorang figur yang bisa menjadi panutan dalam bidang keagamaan.

2. Bagi Tokoh Pemerintahan/Perangkat Desa

Perangkat desa dapat juga berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat Kelurahan Tinengi yang memiliki pribadi religius yang tinggi. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara :

a. Memberikan kebijakan berupa kemudahan ijin dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan. Ijin ini sangat diperlukan, terkait pada pelaksanaan kegiatan misalnya Pengajian Memperingati Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Pengajian Memperingati Maulud Nabi Muhammad saw, dan kegiatan-kegiatan keagamaan yang lain.

b. Memberikan payung hukum dalam artian memberikan jaminan secara perundang-undangan sesuai ketentuan yang diatur oleh pemerintah kelurahan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.

c. Memberikan fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan kegiatan pembinaan jiwa agamis bagi masyarakat.

3. Bagi Masyarakat Umum

Masyarakat Kelurahan Tinengi yang beragama Islam juga dapat memberikan sumbangan partisipasi dalam mewujudkan cita-cita pembangunan masyarakat yang memiliki pribadi religius tinggi dengan ikut serta dalam pembinaan masyarakat sebagaimana yang sudah berjalan selama ini.

DAFTAR PUSTAKA

Alquran dan Terjemahan.

Alfabeta, Akdom. 2007. Strategik Manajement for Educational Manajement.

Alwi, Hasan. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

M. Moeliono. Anton. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Amrullah, Ahmad. 2008. Pengembangan keilmuan dakwah dan prospek kerja.Semarang. APDI Unit Fakultas Dakwah IAIN Walisongo.

Anshari, Endang Saifuddin. 1993. Wawasan Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Arifianto, dan Heru Dwi. 2008. Skripsi; Strategi Dakwah Membangun Generasi Khaira Ummah Di Kampus Unissula. Semarang: IAIN Walisongo Fakultas Dakwah.

Basit, Abdul. 2013. Filsafat Dakwah. Jakarta. Rajawali.

Bisri, Affandi. Beberapa Percikan Jalan Dakwah. Surabaya: Fakultas Dakwah Surabaya. 1984.

Bryson, John M. 2003. Perencanaan Strategi bagi Organisasi Sosial.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Budiharjo. 2007. Dakwah dan Pengentasan Kemiskinan. Yogyakarta:

Sumbangsih Press.

Freddy, Rangkuti. 2008. Analisis SWOT; Teknik Membedah Kasus Bisnis.

Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Fuchan, Arif. 1992. Pengantar Metode Penulisan Kualitatif. Surabaya:

Usaha Nasional.

Grant, Robert M. 1997. Diterjemahkan oleh Secokusomo. Analisis Strategi kontemporer: konsep. teknik. Aplikasi. Jakarta: Erlangga.

John, M. Ivancevich. dkk. 2008. Perilaku dan Manajemen Organisasi. jilid 1 dan 2 Jakarta : Erlangga.

Lawrence R, Jauch. dan William F. Glueck. 1998. “Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan”. Edisi ketiga. Erlangga. Jakarta.

Lukman, Ali. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Machendrawaty, Nanih. dan Agus Ahmad Safei. 2001. Pengembangan Masyarakat Islam (dari Ideologi. Strategi sampai Tradisi).

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mahmudin. 2004. Manajemen Dakwah Rasulullah.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2005. Evaluasi Kinerja SDM. Refika Aditama. Bandung.

Mathis, dan Jackson. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi pertama. Cetakan Pertama. Yogyakarta : Salemba Empat.

Mathis, dan Jackson. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi 10.

Salemba Empat. Jakarta.

Miles, Matthew dan Huberman. A. Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif:

Buku Sumber Tantang Metode-Metode Baru. Jakarta:UI Press.

Munir, M. dan Ilaihi Wahyu. 2009. Manajemen Dakwah, cet. II: Jakarta:

Kencana.

Najamudin. 2008. Metode Dakwah Menurut Al-Qur'an. Yogyakarta:

Pustaka Insan Madani.

Pimay, Awaludin Saifuddin Zuhri. 2005. Paradikma dakwah humanis strategi dan dakwa . Semarang.

Rangkuti, Freddy. 2004. Analisis SWOT teknik Membedah Kasuh Bisnis, Reorientasi Konsep Perencanaan Strategi Untuk Menghadapi Abad 21.

Reksohadiprojo, Sukanto. 2003. Manajemen Strategi. Yogyakarta: BPFE.

Rofiq, Abdul. 2006. Manajemen Dakwah Dalam Pengembangan Masyarakat.

Saleh, A Rosyad. 1997. Manajemen Dakwah.

Shihab M. Quraish. 2007. Ensiklopedia Al-Qur'an. Jakarta. Lentera Hati.

Surakhmad, Winarno. 1989. Pengantar interaksi belajar mengajar.

Bandung : tarsito.

Sutrisno, Hadi. 1989. Metodologi Research. Yogyakarta: Andi Offset.

Terry, George R. 2003. Prinsip-Prinsip Manajemen.

Thoifah, I’anatut. 2015. Manajamen Dakwah.

Van Hoeve, Ichtiar Baru. 1993. Eksiklopedi Islam. Cet. I.

Wahidin, Sapufra. 2011. Pengatar Ilmu Dakwah. Jakarta. Rajawali Persi.

http://www.libbook2008.googlepages.com/arti_penting_kerjasama_dalam_

_keberagamaan_masyarakat.pdf

Dokumen terkait