Strategi yang biasa digunakan untuk anak tunarungu antara lain: strategi deduktif, induktif, heuristic, ekspositorik, klasikal, kelompok, individual, kooperatif, modifikasi
97
Daftar indeks A
aktual, 19
Anak, 1, 4, 11, 12, 13, 14, 16, 17, 30, 48, 56, 69, 70, 72, 73, 74, 76, 77, 80, 81, 82, 83, 85, 87, 88, 89, 90, 91, 93
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS, 4, 80 Analisis, 18, 19
B
belajar, 4, 5, 10, 11, 12, 14, 15, 18, 19, 20, 23, 27, 30, 31, 32, 33, 34, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 46, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 56, 58, 59, 60, 61, 65, 66, 67, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 79, 81, 85, 87, 88, 89, 91, 92, 93
BENTUK-BENTUK PENYELENGGARAAN PEDNDIDIKAN SEKOLAH DASAR, 2, 31 bidang studi, 6, 14
C
CIRI-CIRI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR, 2, 29
D
Dasar bertujuan, 21
F
Faktor eksternal, 50 Faktor internal, 50 Faktor pendekatan, 50 Faktor Jasmani, 52 Faktor Kelelahan, 52 Faktor Psikologis, 52
Faktor yang Mempengaruhi Belajar, 3, 50 Fisik/Jasmani, 13
fungsi guru, 28
FUNGSI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR, 1, 24
G
grafis, 14
Guru Profesional, 26
Guru Sebagai Model dan Teladan, 2, 28 Guru Sebagai Pembimbing, 2, 27 Guru sebagai Pemimpin, 2, 27 Guru Sebagai Penasehat, 2, 28
Guru Sebagai Pendidik, 2, 27 Guru Sebagai Pengajar, 2, 27
I
Implikasinya, 11, 44
individu, 5, 6, 9, 10, 11, 17, 18, 23, 25, 33, 36, 39, 43, 44, 51, 58, 78, 80, 81
Intelektual, 14 internalisasi, 9, 58
K
Karakter, 3, 9, 55, 58, 59, 63, 67
Karakteristik, 1, 4, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 19, 25, 85, 87, 88
kecerdasan, 5, 51, 53, 71, 76, 85, 86, 90, 92 kelompok, 9, 13, 14, 16, 19, 34, 45, 47, 63, 69,
71, 72, 73, 74, 79, 83, 91, 92, 93 Keluarga, 51, 52, 76
Keteladanan, 9, 56
Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus, 82 konkrit., 13, 16
konteks, 10, 14, 33, 36, 38, 42, 43, 47, 55, 67, 68 kumulatif, 6
kurikulum, 14, 26, 30, 33, 73
L
LANDASAN PENDIDIKAN INKLUSIF, 3, 76 lembaga pendidikan formal, 15
M
METODE-METODE PENDIDIKAN KARAKTER, 3, 55 Model Penyusunan RPP, 59
model sekolah inklusi, 73
P
Pembelajaran, 2, 3, 30, 33, 58, 63, 66, 67, 92 Pendidikan, 1, 2, 3, 5, 6, 7, 10, 21, 22, 24, 25, 26,
28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 55, 56, 58, 63, 67, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 91, 93 Pendidikan Formal, 31
Pendidikan Informal, 33 Pendidikan Inklusif, 69, 74, 75 Pendidikan Non-Formal, 32 Pengembangan Silabus, 58
98
Perkembangan pendidikan inklusif di Indonesia, 3, 74
produktif, 25, 85
R
refleks bawaan, 16 R
efleksi, 58, 63 reguler, 15, 74, 91 religious,, 10
S
Sebagai anggota masyarakat, 2, 28
Sekolah, 1, 5, 6, 7, 30, 32, 51, 52, 56, 57, 70, 72, 74, 91
siswa, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 18, 19, 21, 23, 25, 28, 29, 30, 37, 38, 39, 46, 47, 48, 49, 50, 53, 56, 57, 58, 60, 61, 62, 63, 64, 71, 72, 91, 92
Siswa/Murid SD., 30 Sosial, 4, 14, 30, 86 spiritual, 5, 66, 71
Strategi pembelajaran bagi anak berbakat, 4, 92 Strategi pembelajaran bagi anak tunadaksa, 4, 93 Strategi pembelajaran bagi anak tunagrahita, 4, 92 Strategi pembelajaran bagi anak tunalaras, 4, 93 Strategi pembelajaran bagi anak tunanetra, 4, 92 Strategi pembelajaran bagi anak tunarungu, 4, 93
T
Teori Behavorisme, 2, 37 Teori Belajar, 2, 36, 39, 40 Teori Konstruktivisme, 2, 42, 44 Teori Pembelajaran, 36 Tingkat operasional konkrit, 17 Tingkat pra operasional, 16 Tingkat sensori motor, 16 Transformasi budaya, 24 Tujuan pendidikan inklusi, 71 tujuan pendidikan nasional, 22
TUjUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR, 21 Tujuan penyelenggaraan pendidikan dasar, 23
U
UUD 1945, 6, 21, 76
99
GLOSARIUM
Aktual : (1) betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yang –; (2) sedang menjadi pembicaraan orang banyak (tentang peristiwa dsb); (3) baru saja terjadi; masih baru (tentang peristiwa dsb); hangat:
berita —
Apatis : Acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh: kita tidak boleh bersikap — terhadap usaha pembangunan Pemerintah
Benefit : melakukan kegiatan selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diterima
Benefits : Bagian penting dari paket kompensasi Anda, dan bagian dari proses negosiasi gaji. Perhatikan bahwa setiap pemberi kerja menawarkan campuran manfaat yang berbeda. Manfaat ini mungkin termasuk liburan berbayar, liburan perusahaan, hari-hari pribadi, cuti sakit, asuransi jiwa, asuransi kesehatan, rencana pensiun dan pensiun, bantuan biaya sekolah, penitipan anak, opsi saham, dan banyak lagi. Dapat bernilai antara 20 hingga 40 persen dari gaji Anda.
Degradasi : Kemunduran, kemerosotan, penurunan, dsb (tt mutu, moral, pangkat, dsb)
Egosentris : Menjadikan diri sendiri sbg titik pusat pemikiran (perbuatan); berpusat pada diri sendiri (menilai segalanya dari sudut diri sendiri)
formal : (1) sesuai dengan peraturan yang sah; menurut adat kebiasaan yang berlaku: permohonan itu harus diajukan secara — , tidak cukup dengan telepon;(2) resmi: pendidikan — yang ditempuhnya hanya sekolah teknik menengah
identitas : Ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri: — pembunuh itu sudah diketahui polisi
Imitasi : Tiruan; bukan asli: kalung — , kalung yang dibuat bukan dari emas, tetapi warnanya menyerupai emas
100
Intelektual : (1) a cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu
pengetahuan;(2) n (yg) mempunyai kecerdasan tinggi; cendekiawan;(3) n totalitas pengertian atau kesadaran, terutama yang menyangkut pemikiran dan pemahaman.
kematangan : hal matang: penelitian tentang — anak untuk bersekolah;(2) a terlampau matang: durian itu jatuh karena -;(3) n keadaan individu dalam
perkembangan sepenuhnya yang ditandai oleh kemampuan aktual dalam membuat pertimbangan secara dewasa
Klasifikasi : Penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan
konkrit : mencakup; menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat.
Kompleksitas : kerumitan; keruwetan: saya tidak mempunyai — kejiwaan dengan terlalu curiga terhadap orang lain
observasi : peninjauan secara cermat; sebelum praktik mengajar, para calon guru mengadakan — ke sekolah-sekolah
Pennsylvania : Jenis minyak bumi yang dihasilkan dari daerah Pennsylvania, New York, West Virginia dan sebagian Ohio, di Amerika Serikat; banyak
mengandung bahan dasar pelumas bersifat parafin.
Religius : Bersifat religi; bersifat keagamaan; yang bersangkut-paut dengan religi:
ia sangat terkesan akan kehidupan
Reversibilitas : Kemampuan untuk pulih kembali; pemulihan kembali suatu fungsi tubuh
101
DAFTAR PUSTAKA
Aliyyah, R. R., & Abdurakhman, O. (2016). Pengelolaan Kelas Rendah di SD Amaliah Ciawi Bogor. Jurnal Sosial Humaniora, 7(2), 81-95.
AA Rangkuti. (2016) Teori Pembelajaran Konstruktivisme.
Abdurrahman, M. (2003). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Jakarta:
Depdikbud & Rineka C
Abdul Majid, Dian Andayani, (2006) Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, (Bandung: PT. Rosda Karya,),
Abdullah, Nandiyah. (2013) "Mengenal anak berkebutuhan khusus." Magistra 25.86
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung. PT Rosda Karya Remaja,
Agus N Cahyo, (2013) Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual Dan Terpopuler, Jogjakarta.
Agus Taufiq, Puji Lestari Prianto, Hera Lestari Mikarsa. (2010) Materi pokok pendidikan anak di SD
Ahmad, Shaleh Nazili. (2011). Pendidikan dan Masyarakat. Yogyakarta: Sabda.
Media.
Ahmad Sugandi,(2004). Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES.
Ahmadi, Abu. (2003). Psikologi Umum. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Aisyah Siti dkk. (2008). Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak.
Usia Dini. Jakarta:Universitas Terbuka
Ali, Mohammad. (2009).Pendidikan untuk Pembangunan Nasional. Bandung:
Imperial Bhakti Utama.
Ali Muhammad, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan I. (Bandung: Angkasa 2009: 33) Allyn & Bacon.Wadsworth (1989) Constructivism
Balitbang, Puskur (2010). PembinaaN Pendidikan Karakter diSekolah Menengah Pertama (Jakarta:)
102
Basrowi. (1998). ‖Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun,‖ Thesis, PPs IKIP Yogyakarta.
Yogyakarta
Bambang Q-Anees dan Adang Hambali. (2009). Pendidikan Karakter Berbasis Al-. Qur'an. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Benny Heldrianto, (2013) dalam jurnal ―penyebab rendahnya tingkat pendidikan anak putus Budiningsih, Asri (1997). Belajar dan pembelajaran. Jakarta:
Rineka Cipta
Benny A. Pribadi (2011) Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat
Budiningsih. (2005). Model Discovery Learning. Jakarta: Pustaka Mandiri
Braungart et al. (2007) is in highlighting the fact that 'less bad is no good'. sekolah dalam program wajib belajar 9 tahun desa sungai kakap kecamatan sungai kakap kabupaten kubu raya‖
Chusairi, Achmad, (2011) Karakteristik Anak-Anak SD dari Kelas 1-6
Chumi Zahrotul Fitriyah (2011) Penerapan Pendidikan Karakter melalui Pengintegrasian Mata Pelajaran di Sekolah Dasar, Seminar Nasional Pendidikan, (Surabaya: Unesa University Press)
Dalyono (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Dalyono, M. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta
Dana Mitra Ph.D. (2009-2010) ―Pennsylvania‘s BestInvestment: The Social and Economic Benefits of Public Education‖
Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
Desiningrum, Dinie Ratri. (2017) "Psikologi anak berkebutuhan khusus."
Dewi, Nurul Kusuma. (2017): "Manfaat program pendidikan inklusi untuk aud." Jurnal Pendidikan Anak 6.1
Darma, Indah Permata, and Binahayati Rusyidi. (2015). "Pelaksanaan sekolah inklusi di Indonesia." Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2.2
Djaali (2008). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
103
Dr. Soepartinah Pakasi (1981). Anak dan Perkembangannya. Jakarta:
PT.Gramedia
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, (2006) Sistem.Jakarta:Bumi Aksara.
Doni Koesoema A (2010), Pendidikan Karakter : Strategi Mendidik Anak di ZamanGlobal (Jakarta: Gramedia,)
Fadjar, A. Malik. (1999).Madrasah dan Tantangan Modernitas, Cet. II, Bandung:
YASMIN Bekerjasama dengan Mizan.
Hafiz, Abdul. (2017) "Sejarah dan Perkembangan Pendidikan Inklusif di Indonesia." Jurnal As-Salam 1.3
Hakim M.A., Das K. K. (2008). Role of Untreated Liquid Hospital Waste to the Development of Antibiotic Resistant Bacteria
Hamalik, Oemar (2002). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan.
pemikiran yang logis, sistematis, kritis dan kreatif
Hamzah B. Uno dan Nurdin Muhammad (2011). Belajar Dengan Pendekatan.
PAILKEM Jakarta, PT Bumi Aksara
Heidjrachman dan Suad Husnan (1997). Manajemen Personalia. Yogyakarta:
BPFE
Herawati, Nenden Ineu. (2016)."Pendidikan Inklusif." EduHumaniora| Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru 2.1
Ivan Sujatmoko (2011) ―Artikel Konsep Fungsi Tujuan dan Aliran-Aliran.
Pendidikan‖.
Iskandarwassid, dan H. Dadang Sunendar. (2011). Strategi Pembelajaran Bahasa.
Jamal Ma'mur (2011). Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah
Sunarto, Achmad dan Syamsuddin Noor (2005). Himpunan Hadits Shahih Bukhari. Jakarta
Jatmika H (2005). Pemanfaatan Media Visual dalam Menunjang Pembelajaran.
Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani. Indonesia.
Jean Piaget. Crain, (2004) Perkembangan Kognitif Menurut Jean Pieget
104
Kemendiknas, (2010), Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa:
Pedoman Sekolah. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kurikulum.
Koesoema A, Doni., Pendidikan Karakter; Strategi Mendidik Anak diZaman Modern, (Jakarta: PT. Grasindo, 2007)
Livingstone, S. (1998) Relationships between media and audiences: Prospects for future audience reception studies.
Jamaris, Martini. 2006. Perkembangan dan Pengembangan Anak Usia Taman.
Kanak-kanak. Jakarta: Gramedia.
Mukminan. (1997). Teori Belajar dan Pembelajaran.Yogyakarta:P3G IKIP
Muhibbin. (2000). Pesikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
Remaja Roesdakarya
Mikarsa, Hera Lestari., dkk. (2009). Pendidikan Anak di SD.Jakarta:
Universitas Terbuka.
Majid & Andayani (2012). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Muhibbin, syah (2007). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. bandung.
Pt. remaja rosdakarya.
Madjid, Abdul (2014).Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution. 2006. Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara
Nursidik (2011). Karakteristik dan Kebutuhan Pendidikan Anak Usia Sekolah Dasar.
Ngalim Purwanto.(2004). Psikologi Pendidikan. Bandung: RosdaKarya
Paradesa, (2015) A Paradigm for Teaching and Learning • Bada, Steve Olusegun Panpan Achmad Fadjri. (2000) perkembangan pendidikan di negara maju,
berkembang dan terbelakang. Yogyakarta: Sabda Media.
Persada.Tohirin. (2006). Psikologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta: Raga Grafindo Perdasa.
Piaget, J. (1971). The theory of stages in cognitive development
Purwanto, Ngalim. (2004). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
105
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran
Putri, M.H., Herijulianti, E., danNurjannah, N., (2011). Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi, Jakarta: EGC
Prastowo, Andi (2013). Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Yogyakarta: Diva Press
Q-Anees, Bambang dan Hambali, Adang. (2008). Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur‗an.
Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
R. Yatim (2013) Metodelogi penelitian pendidikan. Surabaya
Rangkuti, Freddy (2014). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis.
Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.
Saputra, Angga. (2016) "Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Inklusif." Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini 1.3 Samsuri, (1991) Belajar dan Faktor – faktor yang Mempengaruhinya, Samsuri,
Op.cit,
Slavin, R.E. 2000. Educational Psychology: Theory and Practice. Massachusetts:
Allyn and Bacon.
Slameto. (1995), Belajar dan Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta.
Soelaiman Joesoef, (1992) Konsep Dasar Pendidikan Luar sekolah,
Sugandi, Ahmad. 2007.Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES Suharjo.(2006). Mengenalpendidikansekolahdasarteoridanpraktek. Jakarta:Dikti Supariasa, I.D.N. dkk. (20130. Penilaian Status Gizi (Edisi Revisi). Jakarta:
Penerbit. Buku Kedokteran EGC.
Suparla. (2010) Implementasi Kurikulum Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Citra Aji Parama.
Suprijanto (2009). Pendidikan Orang Dewasa.Bumi Aksara. Jakarta.
Suryadi, (2006) Pendidikan, Investasi SDM, dan Pembangunan: Isu, Teori, dan Aplikasi untuk Pembangunan Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Indonesia.
106
Smith A (2009) Died unexpectedly of a sudden heart attack at his Seattle View Ridge home.
Sri Esti Wuryani Djiwandono. (1989). Psikologi pendidikan.
Syah. (2004) . Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja.
Syah, Muhibbin. (2004). Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo
Umar Tirtaharja dan La Sula (2000), Pengantar Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, Umar Tirtarahardja dan La Sula, (1995). KONSEP DASAR ILMU
PENDIDIKAN ISLAM
Undang Undang No. 2 Tahun 1985. UUD 1945. (MPRS No. 2 Tahun 1960) Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas), pasal 1 ayat 1.
W.S. Winkel, (2014) ,Psikologi Pengajaran.
Pdf Inclusive Education Where There Are Few Resources
http://etheses.uin-malang.ac.id › ...PDF (ABK) Anak berkebutuhan khusus https://www.kemenpppa.go.id › ...PDF PANDUAN PENANGANAN ANAK
BERKEBUTUHAN KHUSUS BAGI ...
http://repository.ut.ac.id › PD...PDF Hasil web Download - MODUL 1
https://core.ac.uk. › pdfPDF Hasil web PSIKOLOGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
http://staffnew.uny.ac.id. › me...PDFMENGENAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
https://resourcecentre.savethechildren.net › ...PDF PENDIDIKAN INKLUSIF:
APA, MENGAPA DAN BAGAIMANA
107
BIOGRAFI PENULIS
Siti Annisa Qisthi lahir di Bogor pada tanggal 16 September 2000. Menyelesaikan SD pada tahun 2012 dari SDN Banjarsari 02, kemudian menyelesaikan Pendidikan di SMP PGRI 1 CIAWI.
Lalu pada tahun 2018 menyelesaikan pendidikan di SMK Pariwisata Sagamulia dengan jurusan Busana Butik. Saat ini penulis sedang menyelesaikan S1
dengan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Djuanda Bogor.
hobinya menyanyi, mendengarkan musik, baca novel.
Piya Septiani lahir di Bekasi pada tanggal 16 September 2002. Menyelesaikan SD pada tahun 2014 dari SDN Sertajaya 03, kemudian menyelesaikan pendidikan SMPIT al-Muhajirin pada tahun 2018, pada tahun 2020 menyelesaikan pendidikan di MA Darussalam di kota Subang. Dan sekarang penulis sedang menyelesaikan pendidikan S1 dengan jurusan pendidikan guru sekolah dasar di universitas Djuanda Bogor. Alasan melanjutkan studi PGSD karena saya suka anak kecil dan suka mengajar, dan supaya ilmu-ilmu yg saya telah pelajari bisa saya amalkan kepada anak didik saya nanti.Hobi saya menonton film dan menyanyi.