BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
G. Indikator Kinerja
Indikator kinerja pada penelitian tindakan ini adalah apabila seluruh siswa telah mencapai 70 % atau kualifikasi cukup dinyatakan berhasil.
31 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Permasalahan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Strategi Aktivitas membaca Berfikir Terbimbing (AMBT) pada siswa kelas IV SDN NO. 54 Malolo Kab. Takalar. Penelitian ini dilaksanakan pada 20 siswa yang terdiri dari 11 orang perempuan dan 9 orang laki- laki sebagai subjek penelitian yang dilaksanakan dalam 2 siklus pembelajaran, dan diakhir tiap siklus dilakukan tes evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa.
1. Siklus I
Tindakan Siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, pertemuan I, dan pertemuan II digunakan untuk menerapkan Strategi AMBT masing-masing dengan alokasi waktu 2 x 35 menit, sedangkan pertemuan III digunakan untuk tes hasil belajar siswa dalam menulis narasi melalui Strategi Aktivitas membaca Berfikir Terbimbing dengan alokasi waktu 45 menit. Berikut adalah tahap-tahap pelaksanaan siklus I.
a. Tahap Perencanaan Siklus I
Pada tahap ini peneliti melakukan telaah terhadap kurikulum KTSP dan menentukan materi pokok. Perencanaan tersebut disusun dan dikembangkan oleh
peneliti bersama dengan guru kelas IV berupa skenerio pembelajaran RPP, Lembar kerja murid,dan tes siklus I.Menelaah silabus mata pelajaran bahasa Indonesia dan mendiskusikan materi yang akan diajarkan dengan guru kelas sebagai pelaksana tindakan sedangkan peneliti sebagai observer; menyiapkan alat-alat pembelajaran yang mendukung seperti gambar tentang ide pokok (5) menyusun instrumen observasi aktivitas mengajar guru dan instrumen observasi aktivitas belajar siswa;
dan (6) menyusun instrumen tes kemampuan membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok bacaan untuk siklus I.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus I berlangsung pada tanggal 4, dan 5, Agustus 2014,dengan alokasi waktu 2 x 35 menit yang diikuti oleh 20 siswa kelas IV SDN No. 54 Malolo Kab. Takalar. Pada tahap ini dilaksanakan kegiatan pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya, yaitu tindakan dipandu oleh perencanaan yang telah disusun secara rasional. Adapun langkah-langkah kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tahap ini adalah sebagai berikut:
Kegiatan awal dimulai guru dengan mengucapkan salam lalu mengecek kebersihan kelas, melakukan persiapan pembelajaran, mengecek kehadiran siswa, dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti pada tahap prabaca yaitu, mula-mula guru menggali pengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa. Guru mengelompokkan siswa menjadi empat kelompok yang terdiri atas lima siswa. Pengelompokkan siswa berdasarkan
33
perbedaan kemampuan, guru kemudian memperkenalkan topik bacaan. Guru memberikan penjelasan atau pernyataan yang akan membantu siswa dengan cara menghubungkan judul bacaan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa. Dalam hal ini akan membantu membangkitkan pengetahuannya, guru memfokuskan perhatian siswa pada judul bacaan. Dari judul bacaan dapat dihubungkan dengan petunjuk-petunjuk yang ada dalam bacaan seperti gambar dan kata-kata yang menghubungkan dengan pengalaman siswa. Apabila siswa menemui hambatan dalam memperdiksi guru melaksanakan pengajaran mini yaitu memberi penjelasan singkat cara memprediksi. Kemudian guru mencatat dipapan semua prediksi yang dikemukakan siswa dilakukan untuk mempermudah siswa melakukan penafsiran isi bacaan.
Kegiatan inti saatbaca yaitu guru membimbing siswa membaca dalam hati guna memahami isi bacaan. Sewaktu membaca dalam hati siswa dapat dilatih menentukan letak ide pokok, menentukan ide pokok dan ide penjelas dalam setiap paragraf, menjumlah kata dalam paragraf, mencari kalimat inti suatu paragraf.
Pada tahap pascabaca siswa ditugasi oleh guru untuk melaporkan hasil kerjanya membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok, kemudian guru memperbaiki kesalahan siswa dalam menentukan ide pokok.
Pada kegiatan akhir, guru memeriksa lembar kerja siswa. Selanjutnya guru memberi kesimpulan dan menutup pelajaran dengan memotivasi siswa dan memberikan pesan-pesan moral.
c. Observasi
Data aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran diperoleh melalui lembar observasi meliputi tiap pertemuan pada siklus I. Hasil pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran membaca pemahaman melalui Strategi Aktivitas Membaca Berfikir Terbimbing (AMBT) dalam menentukan ide pokok bacaan pada siklus I diperoleh gambaran bahwa kegiatan pelaksanaan belum maksimal atau belum terlaksana dengan baik.
Berikut ini adalah data hasil analisis kualitatif aktivitas siswa selama mengikuti kegiatan membaca pemahaman siswa dalam menentukan ide pokok bacaan pada siklus I yang disajikan pada tabel berikut:
35
Tabel 4.1 Aktivitas Siswa Selama Proses Belajar Mengajar Siklus I
No. Indikator Frekuensi Persentase
1. Paskabaca Kemampuan bekerjasama dalam kelompok
10 50%
Mampu menghubungkan judul dengan pengetahuan yang dimiliki
4 20%
Mampu memprediksi isi bacaan 0 0%
2. Saatbaca Menentukan ide pokok 8 40%
Menentukan jumlah paragraf suatu bacaan
17 85%
Mampu menentukan ide penjelas dalam suatu paragraf
8 40%
Mampu menentukan letak ide pokok dengan benar
8 40%
3. Pascabaca Mampu memperbaiki kesalahan dalam memprediksi isi bacaan melelui judul
5 25%
Mampu memperbaiki kesalahan dalam menentukan ide pokok dengan baik
0 0%
Mampu melakukan sharing dalam diskusi
5 25%
(Sumber: Data observasi siswa siklus I)
Tabel 4.1 di atas menunjukan bahwa aktivitas siswa pada tahap prabaca dari 20 siswa pada siklus 1 menunjukan bahwa pada poin memprediksi isi bacaan siswa tidak melaksanakannya hal ini disebabkan karena guru tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan prediksi awal suatu bacaan, 4 (20%) siswa yang dapat mengaitkan antara pengetahuan yang dimikili dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan, 10 (50%) orang siswa yang dapat bekerjasama dalam kelompoknya yang tidak terlaksana dengan baik adalah (1) sepuluh siswa tidak aktif dalam kegiatan kelompok dan tidak fokus pada materi (judul bacaan). Hal ini disebabkan guru tidak menguasai langkah-langkah pembelajaran, serta guru tidak mengimplementasikan rencana pembelajaran dengan baik hal tersebut menyebabkan siswa kurang memahami materi pembelajaran.
Aktivitas yang dilaksanakan siswa pada tahap saatbaca yaitu 8 siswa yang aktif membaca dalam hati, 8 (40%) siswa yang dapat menjumlah kata dalam suatu paragraf, pada poin menentukan ide pokok, ide penjelas isi suatu bacaan tidak dilaksanakan oleh siswa hal disebabkan guru tidak menguasai tahapan strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing, sehingga tidak mengimplementasikan rencana pembelajaran dengan baik.17 siswa dapat menentukan jumlah paragraf suatu bacaan (85%).
Proses aktivitas membaca pemahaman pada tahap pascabaca adalah 4 poin pada tahap pascabaca diharapkan dapat terlaksana, namun pada poin memperbaiki kesalahan dalam menentukan ide pokok isi bacaan tidak dilaksanakan oleh siswa, hal ini disebabkan karena guru tidak mengimplementasikan rencana pembelajaran
37
dengan baik, 5 siswa yang dapat memperbaiki kesalahan dalam menentukan ide penjelas (20%), 4 siswa yang dapat memperbaiki kesalahan dalam memprediksi isi bacaan melalui judul.
Berdasarkan data aktivitas siswa pada siklus 1 dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman masih Kurang, rata-rata dikategorikan Sangat Kurang (SK). Hal ini disebabkan guru kurang menguasai rancangan pembelajaran dengan baik sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Data hasil membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok isi bacaan dapat dilihat tabel 4.2 berikut
Tabel 4.2
Data Hasil Belajar Menentukan Ide Pokok Dan Isi Bacaan Siklus I No Hasil Membaca
Pemahaman
Frekuensi Persentase Kualitifikasi
1. Siswa dapat menentukan ide pokok suatu paragraf
10 50% Kurang (K)
2. Siswa dapat menentukan ide penjelas suatu paragraf
10 50% Kurang (K)
3. Siswa dapat menentukan letak ide pokok
11 55% Kurang (K)
4. Siswa dapat menjumlah kalimat dalam sebuah paragraf
12 60% Cukup (C)
Tabel 4.2 diatas menunjukan bahwa 10 (50%), siswa yang dapat menentukan ide pokok suatu paragraf, 10(50%) siswa yang dapat menentukan ide penjelas,
101(55%) siswa yang dapat menentukan letak ide pokok, 12 (60%) siswa dapat menentukan jumlah paragraf suatu bacaan. Hal ini disebabkan guru tidak menguasai tahapan strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing, guru tidak mengaktifkan skemata siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan topik yang akan dibaca, sehingga memudahkan siswa untuk memprediksi isi bacaan, guru tidak menampilkan alat peraga berupa gambar letak ide pokok suatu paragraf, guru tidak memberikan contoh dalam bentuk kalimat cara menentukan ide pokok suatu paragraf.
Berdasarkan data pada siklus pertama dapat disimpulkan bahwa hasil belajar membaca pemahaman rata-rata dikategorikan Sangat Kurang (K). Hal ini menunjukan bahwa indiktor keberhasilan belum tercapai, yaitu seluruh siswa mencapai 75 % atau kualifikasi Baik (B). Hal ini disebabkan guru belum mengimplementasikan rencana pembelajaran dengan baik, dalam pelaksanaan belajar mengajar guru harus menguasai langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing. Teks wacana yang digunakan pada siklus I terlalu panjang.
39
Table 4.3 Statistik Siswa Pada Tes Siklus I Membaca Pemahaman Siswa Dalam Menentukan Ide Pokok Bacaan
Statistik Nilai statistik Jumlah siswa
Skor ideal Skor maksimum
Skor minimum Rentang skor Skor rata-rata
20 100
80 60 40 70
(Sumber: Nilai Tes Siklus I)
Tabel di atas menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan berbicara siswa pada tes siklus I adalah 65,7 dari skor ideal yaitu 100. Skor maksimum yang diperoleh siswa adalah 85, skor minimum 40. Dari skor penguasaan siswa yang telah diperoleh, maka dapat diketahui distribusi frekuensi skor yang diperoleh siswa dalam tes siklus I seperti pada tabel berikut :
Tabel 4.4 Hasil Tes Kegiatan Membaca Pemahaman Siswa DalamMenentukan Ide Pokok Bacaan Siswa Siklus I
NO Nilai (x)
Frekuensi (f)
x (f) Keterangan
1 2 3 4 5 6
85 80 75 60 50 40
2 3 4 7 1 3
170 240 300 420 50 120
Nilai rata-rata keseluruhan siswa adalah 65
Jumah 20 1300
(Sumber : Nilai Tes Siklus I)
Berdasarkan tabel 4.3 nilai yang diperoleh siswa pada siklus I yaitu 85,80, 75, 60, 50 dan 40. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 65.
Hasil tes kegiatan membaca pemahaman siswa dalam menentukan ide pokok bacaan berdasarkan penentuan patokan dengan perhitungan persentase ditunjukkan pada tabel berikut:
41
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kegiatan Membaca Pemahaman Siswa Dalam Menentukan Ide Pokok Bacaan pada Tes Siklus I
Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)
86-100 Sangat Baik 0 0 %
71-85 Baik 6 30 %
56-70 Cukup 7 35 %
41-55 Kurang 4 20 %
0-40 Sangat Kurang 3 15 %
Jumlah 20 100 %
(Sumber: Data Tes Siklus I)
Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa dari 20 siswa kelas IV SDN No. 54 Malolo Kab. Takalar, 0 siswa (0 %) yang Pemahamannya dalam menentukan ide pokok bacaan berada dalam kategori sangat baik, 6 siswa (30%) yang berada dalam kategori baik, 7 siswa (35%) yang berada pada kategori cukup, 4 siswa (20%) yang berada dalam kategori kurang, dan 3 siswa (15%) yang pemahamannya dalam menentukan ide pokok suatu bacaan berada dalam kategori sangat kurang atau Sangat rendah.
c. Refleksi
Dalam menentukan ide pokok suatu bacaan dengan menggunakan Strategi Aktivitas Membaca Berfikir Terbimbing (AMBT). Hasil refleksi yang terjadi pada siklus I adalah sebagai berikut :
1) Siswa belum mampu menghubungkan judul dengan pengetahuan yang dimiliki.
2) Siswa belum maksimal dalam bekerjasama dengan kelompok dalam menentukan ide pokok.
3) Berdasarkan hasil tes akhir siklus I menunjukkan bahwa siswa masih kurang dalam menentukan ide pokok suatu bacaan.
Berdasarkan hasil refleksi di atas dan mengacu pada kriteria yang ditetapkan belum mencapai 85% siswa memiliki nilai ≥70, disimpulkan bahwa pembelajaran belum berhasil. Oleh karena itu materi ini perlu diulang pada siklus II dengan beberapa penyempurnaan sebagai berikut:
1) Guru memberikan penjelasan atau pernyataan yang akan membantu siswa menghubungkan judul bacaan.
2) Mengusahakan untuk memfokuskan perhatian siswa terutama kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
3) Guru harus melakukan semua kegiatan yang di rencanakan, menjelaskan langkah-langkah kegiatan belajar mengajar sesuai AMBT.
4) Memaksimalkan pengelolaan kelas, dan lebih memotivasi siswa.
43
5) Menggunakan waktu dengan seefisien mungkin serta menggunakan media gambar berupa gambar letak ide pokok suatu paragraf, memberikan contoh dalam bentuk kalimat harus jelas sehingga siswa dapat memahaminya.
2. Siklus II a. Perencanaan
Pada tahap ini peneliti kembali melakukan telaah terhadap kurikulum KTSP dan menentukan materi pokok. Perencanaan tersebut disusun dan dikembangkan Oleh peneliti bersama dengan guru kelas IV SDN NO.54 Malolo Kab. Takalar berupaskenerio pembelajaran RPP, Lembar kerja murid,dan tes siklus I.Menelaah silabus mata pelajaran bahasa Indonesia dan mendiskusikan materi yang akan diajarkan dengan guru kelas sebagai pelaksana tindakan sedangkan peneliti sebagai observer; menyiapkan alat-alat pembelajaran yang mendukung seperti gambar tentang ide pokok (5) menyusun instrumen observasi aktivitas mengajar guru dan instrumen observasi aktivitas belajar siswa; dan (6) menyusun instrumen tes kemampuan membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok bacaan untuk siklus II.
B. Pelaksanaan
Siklus II berlangsung pada tanggal, 11, 12, dan 14 Agustus 2014, dengan lama waktu 2 x 35 menit yang diikuti oleh semua siswa kelas IV SDN No. 54 Malolo Kab.
Takalar, yang dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, pertemuan I, dan pertemuan II, digunakan untuk menerapkan Strategi Aktifitas Membaca Berfikir Terbimbing masing-masing dengan alokasi waktu 2 x 35 menit, sedangkan pertemuan III
digunakan untuk tes hasil belajar siswa dalam membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok melalui Strategi Aktivitas Membaca Berfikir Terbimbing dengan alokasi waktu 45 menit.
Pada tahap perencanaan siklus ini kegiatan yang dilakukan peneliti adalah mendiskusikan materi yang akan diajarkan dengan guru kelas sebagai pelaksana tindakan sedangkan peneliti sebagai observer, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS), menyiapkan alat-alat pembelajaran yang mendukung, seperti media alat berupa gambar ide pokok.
Rencana kegiatan yang akan dilakukan tetap sama dengan siklus pertama hanya pelaksanaannya akan lebih dimaksimalkan pada kekurangan-kekurangan pada siklus pertama seperti guru mengusahakan agar siswa dapat menghubungkan judul dengan bacaan, memaksimalkan pengelolaan kelas, lebih memotivasi siswa, guru melakukan semua langkah-langkah pembelajaran sesuai AMBT, guru menggunakan waktu seefisien mungkin dan memberikan contoh dalam bentuk kalimat harus jelas sehingga siswa dapat memahaminya. Sehingga pada siklus ini terjadi peningkatan keterampilan siswa menentukan letak ide pokok suatu bacaan.
Pada tahap pelaksanaan tindakan siklus kedua dilaksanakan dengan mengacu pada rencana yang telah disusun. Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan tindakan ini adalah tetap sama pada siklus pertama hanya pelaksanaannya lebih dimaksimalkan dengan mengadakan perbaikan, penyempurnaan pada kekurangan- kekurangan yang ada pada siklus pertama.
Pada tahap ini dilaksanakan kegiatan pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya, yaitu tindakan dipandu oleh perencanaan yang telah disusun secara
45
rasional. Adapun langkah-langkah kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tahap ini adalah sebagai berikut:
Kegiatan awal dimulai guru dengan mengucapkan salam lalu mengecek kebersihan kelas, melakukan persiapan pembelajaran, mengecek kehadiran siswa, dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti pada tahap prabaca yaitu, mula-mula guru menggali pengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa. Guru mengelompokkan siswa menjadi empat kelompok yang terdiri atas lima siswa. Pengelompokkan siswa berdasarkan perbedaan kemampuan, guru kemudian memperkenalkan topik bacaan. Guru memberikan penjelasan atau pernyataan yang akan membantu siswa dengan cara menghubungkan judul bacaan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa. Dalam hal ini akan membantu membangkitkan pengetahuannya, guru memfokuskan perhatian siswa pada judul bacaan. Dari judul bacaan dapat dihubungkan dengan petunjuk-petunjuk yang ada dalam bacaan seperti gambar dan kata-kata yang menghubungkan dengan pengalaman siswa. Apabila siswa menemui hambatan dalam memperdiksi guru melaksanakan pengajaran mini yaitu memberi penjelasan singkat cara memprediksi. Kemudian guru mencatat dipapan semua prediksi yang dikemukakan siswa dilakukan untuk mempermudah siswa melakukan penafsiran isi bacaan.
Kegiatan inti saatbaca yaitu guru membimbing siswa membaca dalam hati guna memahami isi bacaan. Sewaktu membaca dalam hati siswa dapat dilatih menentukan
letak ide pokok, menentukan ide pokok dan ide penjelas dalam setiap paragraf, menjumlah kata dalam paragraf, mencari kalimat inti suatu paragraf.
Pada tahap pascabaca siswa ditugasi oleh guru untuk melaporkan hasil kerjanya membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok, kemudian guru memperbaiki kesalahan siswa dalam menentukan ide pokok.
Pada kegiatan akhir, guru memeriksa lembar kerja siswa. Selanjutnya guru memberi kesimpulan dan menutup pelajaran dengan memotivasi siswa dan memberikan pesan-pesan moral.
C. Observasi 1) Data aktivitas siswa
Data aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran diperoleh melalui lembar observasi meliputi tiap pertemuan pada siklus II.
Berikut ini adalah data hasil analisis kualitatif aktivitas siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran menentukan ide pokok suatu bacaan dengan menggunakan strategi Aktivitas Membaca Berfikir Terbimbing pada siklus II yang disajikan pada tabel berikut:
47
4.6 Data Aktivitas Membaca Pemahaman Siswa Dalam Menentukan Ide Pokok Isi Bacaan Siklus II
No. Indikator Frekuensi Persentase
1.Prabaca a. Kemampuan bekerjasama dalam kelompok
20 100%
b. Mampu menghubungkan judul dengan pengetahuan yang dimiliki
15 75%
c. Mampu memprediksi isi bacaan melalui judul.
12 60%
2. Saatbaca a. Menentukan letak ide pokok 18 90%
b. Menentukan jumlah paragraf suatu bacaan
20 100%
c. Mampu menentukan ide penjelas dalam suatu paragraf
14 70%
d. Mampu menentukan ide pokok dengan benar
14 70%
3.Paskabaca a. Mampu memperbaiki kesalahan dalam memprediksi isi bacaan melalui judul
13 65%
b. Mampu melaporkan hasil kerja dengan baik
18 90%
c. Mampu melakukan melakukan sharing dalam diskusi
15 75%
Tabel 4.6 di atas menunjukan bahwa Pada siklus II diharapkan siswa mampu melakukan aktivitas (11 butir indikator) yang telah ditetapkan. Dalam tabel 4.3 yaitu aktivitas siswa pada tahap prabaca menunjukan dari 20 siswa, 15 siswa (75%) yang
dapat melakukan 11 butir indikator (62, 5% ). 12 siswa yang dapat memprediksi isi bacaan (60%), 15 (75%) siswa yang dapat mengaitkan antara pengetahuan yang dimilki dengan pembelajaran yang akan dipelajari, 20 (100%) siswa yang dapat bekerjasama dalam kelompoknya.
Data aktifitas siswa pada tahap saatbaca dari 20 siswa pada siklus 2 menunjukan bahwa, 14 siswa (70%) yang dapat menentukan ide pokok suatu bacaan dengan benar. 15 siswa (75%) yang dapat menentukan ide penjelas dengan benar,
Data aktivitas membaca pemahaman pada tahap pascabaca menunjukan bahwa 13 orang (65%) yang dapat memperbaiki kesalahan dalam menentukan ide pokok, 14 (70%) orang yang dapat memperbaiki kesalahan dalan menentukan ide penjelas.
Berdasarkan data aktivitas siswa pada siklus II dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dikategorikan Baik (B). Dimana pada aktivitas siklus II siswa telah mampu bekerjasama dan berinteraksi dengan teman dalam kelompokknya, sehingga aktkivitas dalam proses pembelajaran berjalan dengan baik.
49 Tabel 4.7
Data hasil belajar menentukan ide pokok isi bacaan Siklus II No. Hasil Membaca
Pemahaman
Frekuensi Persentase Kualitifikasi 1. Siswa dapat menentukan
ide pokok suatu paragraf 14 70% Cukup (C)
2. Siswa dapat menentukan ide penjelas suatu paragraf
16 80% Baik (B)
3. Siswa dapat menentukan letak ide pokok
18 90 Sangat Baik
(SB)
4. Siswa dapat menjumlah kalimat dalam sebuah paragraf
15 75 Baik (B)
Data hasil siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada siklus dua menunjukan bahwa bahwa 14 siswa (70%) yang dapat menentukan ide pokok suatu paragraf, 16 (80%) siswa yang dapat menentukan ide penjelas suatu paragraf, 18 (90%) siswa yang dapat menentukan letak ide pokok suatu paragraf, 15 (75%) siswa yang dapat menjumlah kalimat suatu paragraF. Hal ini disebabkan guru membimbing siswa secara terarah dalam proses pembelajaran membaca pemahaman sesuai dengan prosedur atau tahapan dari strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing.
Berdasarkan data pada siklus kedua dapat disimpulkan bahwa hasil belajar membaca pemahaman mengalami peningkatan yang berarti dari kualifikasi Kurang (K) menjadi kualifikasi Baik (B).
Setelah keseluruhan pembelajaran dilaksanakan, guru melakukan tes akhir untuk mengetahui peningkatan hasil membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok suatu bacaan. Tes akhir lampiran 13. Berdasarkan hasil tes akhir diperoleh data 15 siswa yang mendapatkan skor criteria dan hanya 5 orang siswa yang mendapat skor dibawah ketuntasan. Bardasarkan data aktivitas guru, aktivitas dan hasil belajar membaca pemahaman siswa dalam menentukan ide pokok bacaan meningkat. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan tiap siklus yang mengalami perkembangan secara signifikan.
Tabel 4.8 Statistik Siswa pada Tes Siklus Kegiatan Membaca Pemahaman Siswa Dalam Menentukan Ide Pokok Bacaan II.
Statistik Nilai Statistik Jumlah siswa
Skor ideal Nilai maksimum
Nilai minimum Rentang skor Skor rata-rata
20 100
90 65 60 73 %
(Sumber: Data Tes Siklus II)
51
Tabel di atas menunjukkan bahwa skor rata-rata menemukan letak ide pokok pada tes siklus II adalah 73 dari skor ideal yaitu 100. Skor maksimum yang diperoleh siswa adalah 90, skor minimum 65. Dari skor penguasaan siswa yang telah diperoleh, maka dapat diketahui distribusi frekuensi skor yang diperoleh siswa dalam tes siklus II seperti pada tabel berikut :
Tabel 4.9 Hasil Tes Siswa Kegiatan Membaca Pemahaman Siswa Dalam Menentukan Ide Pokok Bacaan Siklus II
No Nilai (x)
Frekuensi (f)
x (f) Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
90 85 80 75 70 65 60 40
1 2 3 6 3 4 1 0
90 170 255 375 210 260 60
0
Nilai rata-rata keseluruhan siswa adalah 73
Jumlah 20 1420
(Sumber : Nilai Tes Siklus II)
Berdasarkan tabel 4.9 nilai yang diperoleh siswa pada siklus II yaitu 90, 85, 80, 75, 70, 65, dan 60. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 73.
. Gambar distribusi dapat dilihat pada diagram di bawah ini:
Gambar 4.1 Diagram Frekuensi dan Persentase Kegiatan Membaca Pemahaman Siswa Dalam Menentukan Ide Pokok Bacaan
pada Tes Siklus II
Dengan adanya data yang diperoleh dari tes siklus II maka hal ini berarti penelitian ini tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya karena berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, yaitu terjadi peningkatan kemampuan membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok. Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa persentase rata-rata peningkatan keterampilan berbicara siswa pada siklus II sebesar 95% atau 19 orang dari 20 siswa berada dalam kategori tuntas dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan yaitu ≥70%
Berdasarkan hasil analisis kuantitatif membaca siswa sesudah dilaksanakan siklus I dan siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18
Tidak Tuntas Tuntas
Frekuensi 1 18
Persentase 5% 95%
1
19
5% 95%
53
kemampuan membaca pemahaman melalui strategi AMBT. Adapun peningkatan siswa tiap siklus dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.12 Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Dalam Menentukan Ide Pokok Bacaan Melalui Strategi AMBT Siklus I dan Siklus II.
No Tes
Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Dalam Menentukan Ide Pokok
Tidak Tuntas Tuntas Rata-rata
1.
2.
Siklus I Siklus II
10 1
10 19
65 73 (Sumber: Data Tes Siklus I dan II)
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa adanya peningkatan dalam menentukan ide pokok bacaan setelah dua kali dilaksanakan tes pada tiap akhir siklus. Tindakan siklus I terlihat dengan perolehan nilai sebesar rata-rata 65, dan setelah tindakan siklus II mengalami peningkatan rata-rata sebesar 73.
d. Refleksi.
Pada siklus II perhatian dan keaktifan siswa semakin memperlihatkan kemajuan. Hal ini terjadi karena siswa semakin tertarik untuk menemukan ide pokok dalam bacaan dan mengingat kembali materi pelajaran yang telah diberikan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Hasil observasi aktivitas mengajar guru pun menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran dengan baik sesuai dengan indikator yang direncanakan. Demikian pula dengan hasil observasi aktivitas