BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................... 34-48
E. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah cara untuk memperoleh data yang lengkap, objektif dan dapat dipertanggumg jawabkan kebenaranya sesuai permasalahan penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi (pengamatan)
Metode penelitian yang bertumbuh pada pengamatan langsung pada objek observasi bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan yang dipelajari dan aktivitas yang tengah berlangsung kemudian hasil dari observasi yang berisis deskripsi hal-hal yang diamati secara lengkap dengan keterangan tanggal dan waktu. (Nasution, 2006: 106) Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam observasi ini yaitu dengan cara melakukan pengamatan terhadab objek penelitian kemudian mencatat hal-hal yang dianggap perlu.
2. Wawancara
Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstribusi makna dalam suatu topik jadi dengan teknik ini peneliti melakukan wawancara langsung atau bertatapan muka langsung dengan responden agar menjawab pertanyaan lisan maupun tulisan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti dengan tujuan mendapatkan data yang semaksimal mungkin efektif informasinya. (Sugiyono, 2010: 217).
3. Dokumentasi
Dokumentansi merupakan metode yang digunakan untuk mencari data yang mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger dan sebagainya (Arikunto, 2007: 23) dalam pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi ini penelitian, sehingga dapat dijelaskan dan diuraikan berbagai hal yang berkaitan, agar keabsaan dan kemurnian dari penelitian ini dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
F. Teknik Analisis dan Pengolahan Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehinga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. (Sugiyono, 2010: 333)
Menurut Afrizal mengemukakan bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalah aktivitas yang dilakukan secara terus menerus selama penelitian berlangsung, dilakukan mulai dari pengumpulan data sampai pada tahap penulisan proposal. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang penulis gunakan yaitu data kualitatif yaitu hasil dari wawancara kepada informan yang diberikan pertanyaan secukupnyan kemudian diberi penjelasan. (Afrizal, 2015: 176)
48
Analisis data hasil penelitian akan dilakukan dengan beberapa cara untuk memperoleh data yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, yaitu:
1. Reduksi data, yaitu data yang diperoleh dari lapangan yang banyak kompleks, maka perlu dilakukan analisis data melalui reduksi data.
Mereduksi data dengan cara merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan hal-hal yang penting dan membuang hal-hal yang dianggap kurang penting. Dengan demikian data yang direduksi dapat memberi gambaran yang jelas bagi penulis untuk mendapatkan selanjutnya.
2. Penyajian data, yaitu data yang direduksi disajikan dalam bentuk uraian singkat berupa teks yang bersifat naratif. Melalui penyajian data tersebut maka data akan mudah dipahami sehingga memudahkan rencana kerja selanjutnya.
Penarikan kesimpulan, yaitu data yang sudah disajikan dianalisis secara kritis berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan. Penarikan kesimpulan dilakukan dalam bentuk naratif sebagai jawaban dari rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal.
49 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Pemanfaatan e-resources yang dilanggan oleh perpustakaan nasional oleh pemustaka di perpustakaan STIKES Marendeng Majene Sulawesi Barat.
a. Pemanfaatan
Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber informasi untuk kegiatan belajar. E-resources adalah sumber- sumber bahan pustaka yang telah di alih mediakan atau dikemas dalam bentuk elektronik yang di langgan oleh Perpustakaan Nasional, contohnya Ebsco Host, browker, Neliti, Indonesia Heritage Digital Library, Dsb.
Ada berbagai bentuk pemanfaatan e-resources oleh mahasiswa STIKES Marendeng Majene di antaranya : Penelusuran, Mendapatkan Informasi, dan Referensi
1) Penelusuran
Penelusuran informasi adalah penelusuran informasi merupakan bagian dari sebuah proses temu kembali informasi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai akan informasi yang dibutuhkan, dengan bantuan berbagai alat penelusuran dan temu kembali informasi yang dimiliki perpustakaan / unit informasi
Berdasarkan dengan wawancara dengan informan pemanfaatan e-resources oleh mahasiswa STIKES Marendeng Majene adalah dalam bentuk penelusuran informasi untuk mencari sumber-sumber bahan pustaka yang mereka butuhkan,
50
Sebagaimana yang disampaikan oleh beberapa informan berikut ini :
“Kehadiran koleksi online atau yang dinamakan e-resources yang dilanggan oleh Perpustakaan Nasional dan di aplikasikan oleh Perpustakaan STIKES Marendeng Majene.
Waktu kita dalam mencari atau menelusuri suatu informasi atau bahan tugas kuliah lainnya tidaklah memakai waktu yang lama untuk memperoleh informasi yang di inginkan”.
(APD, Reponden, 2021)
Hal tersebut juga disampaikan oleh informan kedua bahwa e- resources di gunakan sebagai alat untuk menelusur baham pustaka :
“Kehadiran atau keberadaan koleksi online seperti e- resources di STIKES Marendeng Majene sangat membantu kami dalam penelusran”. (MI, Responden, 2021)
Juga di sampaikan oleh infoman ke tiga bahwa e-resources digunakan sebagai penelusuran bahan pustaka :
“Dengan menggunakan e-resources ini maka sangat membantu dalam menelusiri atau menemukan bahan pustaka yang di inginkan secara cepat dan tepat. Sehingga informasi yang di inginkan bisa di akses dimana dan kapanpun selagi tempat itu memiliki jaringan internet”. (MAH, Responden, 2021)
2) Referensi
Referensi adalah bagian tertentu dari buku atau publikasi ilmiah yang dapat dipergunakan sebagai dasar atau penegasan pernyataan melalui fakta yang teruji. Referensi dapat berupa dokumen fisik atau eletronik (E-Sources). Selain di gunakan sebagai penelusuran e-resouces juga di manfaatkan oleh mahasiswa STIKES Marendeng Majene sebagai bahan referensi dalam penulisan karya tulis ilmiah (KTI) seperti : Skripsi, Makalah dan tugas kuliah lainnya.
Sebagaimana yang di sampaikan oleh informan pertama bahwa e-resources mereka gunakan sebagai referensi :
”Hadirnya koleksi online atau e-resources yang dilanggan oleh Perpustakaan Nasional dan diaplikasikan oleh perpustakaan STIKES Marendeng Majene sangat membantu kami dalam mendapatkan referensi seperti e-book, e-journal dan bahan referensi lainnya”. (AD, Responden, 2021)
Hal tersebut juga di sampaikan oleh informan kedua bahwa :
“dengan adanya ini e-resources sangat baik dalam hal pencarian tugas semenjak adanya e-resources di perpustakaan STIKES Marendeng Majene maka kami pemustaka lebih cepat dalam mengerjakan tugas kuliah yang diberikan oleh dosen kami”. (S, Responden, 2021)
Juga di sampaikan oleh informan ke tiga bahwa :
“Mengapa kita perlu mengakses e-resources iyaa kita butuh sekali untuk mengakses apalagi mahasiswa semester akhir sangat perlu sekali untuk mengakses e-resources karena di layanan e-resources terdapat banyak referensi-referensi yang bisa diambil untuk penulisan makalah, draf proposal, skripsi, dan tugas kuliah lainnya”. (H, Responden, 2021)
3) Mendapatkan informasi
Selain di gunakan sebagai penelusuran dan reverensi e-resouces juga di manfaatkan oleh mahasiswa STIKES Marendeng Majene sebagai bahan untuk mendapatkan informasi atau bahan pustaka
Sebagaimana yang di sampaikan oleh informan pertama bahwa :
“Mengapa kita perlu mengakses atau menggunakan e- resources karena dengan menggunakan e-resources kita sangat mudah mendapatkan informasi yang kita inginkan
52
terdapat dalam di koleksi online atau e-resources tersebut”.
(MI, Responden2021)
Hal tersebut juga di sampaikan oleh informan ke dua bahwah :
“dengan adanya ini e-resources yang dilanggan oleh perpustakaan nasional dan di gunakan di perpustakaan STIKES Marendeng Majene sangat membantu kami sebagai pemustaka dalam mendapatkan informasi secara cepat dan tepat tanpa memerluka waktu yang lama”. (M, Responden, 2021)
B. Kendala Yang Dihadapi Pemustaka Dalam Memanfaatkan e-resources diperpustakaan STIKES Marendeng Majene Sulawesi Barat.
Dalam mengakses e-resources terkadang memiliki kendala dan hambatan yang dihadapi. Banyak fakor yang bisa menyebabkan terjadinya hambatan-hambatan tersebut. Alasan tersebut disampaikan oleh responden sherlyani yang menyampaikan bahwa :
“Hambatan-hambatan dalam mengakses e-resources ini pertama adalah jaringan, jaringan sering kali menjadi penghambat saat sedang mengakses e-resources tergantung jaringan kalau jaringan baik mengaksesnyapun lancar namun apabila jaringan lagi rusak disitulah biasa menjadi hambatan bagi saya yang sedang mengakses e-resources terkadang jaringan tiba-tiba mengalami gangguan saat mengakses sperti biasa tiba -tiba hilang, jaringan eror, dan lain – lain sebgainya.
Hambatan-hambatan yang terjadi saat ingin menggunakan/mengakses layanan perpustakaan e-resources juga disampaikan oleh responden Mahyudin yang mengatakan bahwa:
“Jadi yang biasa kita dapatkan ketika sedang mengakses sumber- sumber elektronik atau disebut dengan e-resources adalah jaringan, jaringan senantiasa menjadi kendala atau penghambat untuk memperoleh informasi dalam layanan e-resources karena terkadang jaringan tiba-tiba mengalami gangguan, lambat loading atau hang dan juga kartu keanggotaan yang dimana kita harus meregistrasi
terlebih dahulu dan menunggu beberapa saat agar kartu keanggotaan buisa open akses itupun lagi-lagi jika jaringan baik dn lancar. (M, Responden 2021)
Dalam mengakses e-resources banyak hal yang menyebabkan gangguan dan menjadikan hambatan. Hal ini diperkuat oleh pernyataan informan yang mengatakan bahwa :
“Hambatan-hambatan yang biasa dialami oleh pemustaka ketika sedang menggunakan atau mengakses e-resouces yaitu, kendala di jaringan, dimana apabila terjadi gangguan jaringan internet maka otomatis jaringan dan sumber-sumber elektronik atau jaringan e- resources juga mengalami gangguan yang dimana koleksi online e- resources juga menggunakan jaringan yang sama dalam mengakses internet. Dalam menggunakan e-resources terkadang juga kami mengalami hang entahlah itu jaringan Perpustakaan marendeng majekne sendiri yang mengalami gangguan atau karena jaringan di smart phone kurang lancar atau cepat sehingga kami tidak dapat mengakses e- resources tersebut. dalam menggunakan Bahasa inggris atau Bahasa asing lainnya juga menjadi kesulitan tersendiri bagi pemustaka yang kurang wawasan dalam berbahasa, kenapa demikian karena ada beberapa jenis-jenis e-resources yang menggunakan Bahasa asing contoh seperti e- journal, e-book, e- video dan lain sebagainya.”. (S 2021)
Dari wawancara diatas dapat diperoleh jawaban hambatan yang sering dihadapi pemustaka pada saat megakses e-resources yaitu kendala jaringan dan kendala Bahasa asing. Kendala yang dihadapi saat akses e- resources adalah kelancaran jaringan dan kurangnya kemampuan pemustaka dalam berbahasa inggris atau Bahasa asing lainnya sehingga pemanfaatan perpustakaan berbasis online tidak berjalan efektif sebagaimana mestinya.
Jadi kesimpulan yang dapat diberikan yaitu pentingnya mempersiapkan jaringan yang lancar didalam mengakses penggunaan e- resources di perpustakaan Stikes Marendeng Majene agar file karya tulis
54
ilmiah yang di akses tidak rusak serta pemustaka harus mempunyai wawasan atau pemahaman berbahasa asing agar efektifitas pemanfaatan koleksi bahan pustaka secara online.
Terdapat beberapa cara mengatasi hambatan jaringan yang sering ditemui saat mengakses e-resources. Hal ini dijelaskan oleh responden yang mengatakan bahwa :
“solusi atau cara mengatasi hambatan tersebut yaa mungkin pihak dari kampus khususnya di perpustakaan melakukan pengadaan jaringan yang lebih mumpuni atau lebih kuat menangkap jaringan dari apa yang ada sekarang ini, kerena dimana kita ketahui bahwa hambatan yang paling sering muncul atau sering terjadi pada saat menggunakan atau mengakses koleksi online atau e-resources ini adalah masalah jaringan. Selain jaringan hambatan berikutnya adalah penggunaan Bahasa pada e-resources dimana kita ketahui bahwa didalam koleksi online atau e-resources terdapat beberapa jenis e-resources yang menggunakan Bahasa inggris atau asing, jadi menurut saya pribadi cara mengatasi hambatan tersebut adalah saya menggunakaan google translate meskipun agak menggunakan waktu namun itulah cara saya agar saya bisa menmanfaatkan koleksi online atau e-resources di perpustakaan stikes marendeng majene”. (M, 2021)
Cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi hambatan dalam mengkases e-resources sperti yang disampikan oleh Responden yang lain mengatakan bahwa :
“Cara mengatasi hambatan tersebut menurut saya pribadi seharusnya disediakan jaringan khusus yang fokus ke bagian akses e-resources atau menambah banwich kapasitas jaringan agar semua mempunyai kesempatan meangakses e-resources dan selain jaringan penggunaan bahasa juga salah satu hambatan dalam mengakses e-resources, menurut saya cara mengatasinya bisa menggunakan google voice translet sehingga tdk perlu waktu yang cukup lama lagi mengetik untuk mencari bahan pustaka yang berbahasa asing”.(D, 2021)
Responden yang satu ini menjelaskan pendapatanya cara mengatasi hambatan saat mengakse e-resources yaitu :
“Dalam mengatasi hambatan tersebut pihak dari stikes marendeng khususnya di perpustakaan harus mengutamakan penambahan daya jaringan agar kami mahasiswa semua dapat mengakses dengan lancar kami sebgai pemustaka merasa nyaman juga menelusuri informasi kalau jaringannya bagus dan lancar. Selain jaringan dimana kita ketahui ada beberapa jenis e – resources yang menggunakan Bahasa inggris atau asing khususnya terbitan international jadi itu sedikit membuat saya kesulitan dan cara saya untuk mengatasi hambatn itu adalah saya dan teman yang lain sering menggunakan google translate untuk menerjemahkannya agar saya bisa memahami informasi atau referensi yang ada pada e - journal atau e – book tersebut”. (M,2021)
Dari wawancara diatas peneliti dapat mengetahui hambatan- hambatan apa saja yang terjadi saat mengakses e-resources dan cara untuk mengatasi hambatan dalam mengakses e-resources yaitu dengan cara menambah jaringan khusus ke bagian layanan online dan menyediakan voice transleter yang dimana itu sangat membantu dan memudahkan pemustaka guna memudahkan mereka dalam mencari bahan pustaka yang dibutuhkan/diinginkan.
Jadi dapat disimpulkan dalam menyelesaikan permasalahan saat mengakses bahan pustaka perlu didukung oleh layanan jaringan yang kuat dan kemampuan dalam memanfaatkan tekhnoligi yang mendukung dalam memberikan pemahaman tentang karya tulis ilmiah yang di akses dengan di hadirkannya voice transleter.
Keuntungan yang didapatkan ketika megakses e-resources yaitu selain menambah ilmu pengetahuan, juga menambah informasi. Hal ini diperkuat oleh pendapat Responden satu ini yang mengatakan bahwa :
56
“Bagi kami sebagi mahasiswa karena bisa menghemat pengeluaran biaya tidak harus membeli buku ini dan itu karena data y yang di muat oleh e – resources dapat di donwlaod tanpa memungut biaya sepersenpun. Dan juga setelah mengakses e – resouces ini dapat membuat ilmu pengetahuan teknologi kita semakin bertambah karena kita udah terbiasa dengan informasi teknologi”. (H 2021, h)
Hal yang sama disampaikan juga oleh yang satu ini menjelaskan bahwa :
“Keuntungan yang didapatkan setelah mengakses e – resources ini menurut saya dengan adanya e – resources ini ada banyak sekali informasi yang bisa kami dapatkan dengan berbagai e-book e- journal dan artikel yang kita inginkan. Berbagai rujukan referensi yang bisa kita dapatkan dari e-resources dan tentunya kami sebagai mahasiswa lebih rajin ke perpustakaan stikes marendeng untuk mendapatkan informasi dari e-resources”.(H,2021)
Responden lain juga menyatakan hal yang sama mengenai keuntungan yang didapatkan saat mengakses e – resources yaitu :
“Keuntungan yang saya dapatkan setelah menggunakan atau mengakses layanan e-resources ini ada banyak sekali ke untungan yang saya dapatkan karena ada bermacam – macam informasi yang ada didalam dikemas dalam bentuk e-book, e-journal artikel dan masih banyak lainnya”. (D 2021)
Dari wawancara diatas peneliti Banyak menemukan keuntungan dan hal positif yang didapatkan saat mengakses e-resources. Selain menambah ilmu pengetahuan, juga menambah informasi-informasi penting yang baru didapatkan yang dimana mereka tidak perlu mengeluarkan biaya lagi sehingga taka ada ke khawatiran dan rasa panik dalam memanfaatkan koleksi digital berbeda dengan yang manual cenderung memiliki proses administrasi yang lebih memakan waktu lama apabila ingin dipergunakan serta dikenakan sanksi biaya materi apa bila ada kerusakan, keterlambatan pengembalian dan kehilangan.
57 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Sangat banyak mahasiswa yang memanfaatkan penggunaan e-resources yang ada di Kampus Stikes Marendeng Majene. Hal ini terbukti dengan beberapa pendapat mahasiswa yang sudah menggunakan atau mengakses e-resources tersebut. Banyak informasi yang didapatkan dengan mengakses e-resources yang didapatkan dari berbagai sumber seperti e-book, e-journal dan lain sebagainya.
Namun terkadang muncul kendala dan hambatan yang didapati oleh mahasiswa ketika mengakses e-resources. Hambatan tersebut berupa jaringan yang kadang mengalami gangguan sehingga menghambat proses pembelajaran.
B. Saran
Untuk meningkatkan pemanfaatan e-resources sebagai sumber belajar di perpustakaan Stikes Marendeng Majene Provinsi Sulawesi barat, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan pemanfaatan koleksi online (e-resources) pengelolah harus memperhatikan lagi tentang pemahaman pemustaka mengenai cara mengaksesnya yaitu dengan memberikan promosi keberadaan koleksi online (e-resources), pendidikan pemustaka secara rutin tentang Sebagai sumbangan saran untuk menambah pengetahuan khususnya dalam Ilmu Perpustakaan, dan agar cara memanfaatkan koleksi online (e-resources), dan dengan memberikan petunjuk penggunaannya yang diletakkan di
58
perpustakaan maupun di meja kerja pemustaka, sehingga pemustaka intern maupun ekstern bisa memahami serta memanfaatkannya dengan baik.
2. Untuk meminimalisir kendala yang dihadapi pemustaka saat mengakses koleksi online (e-resources) sebaiknya pengelolah harus memperhatikan kembali fasilitas pendukung untuk mengakses koleksi online (e- resources), serta pengelolah juga perlu memperhatikan kesulitan pemustaka saat memanfaatkan koleksi tersebut seperti kurang memahami cara penggunaannya, atau bahkan kurang mengerti dengan bahasa yang disajikan dalam koleksi online (e-resources) karena beberapa menggunakan bahasa asing.
59 LAMPIRAN
60
62
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, dkk. (2012), Layanan Cinta Perwujudan Layanan Prima Perpustakaan.Jakarta: Sagung Seto
Ahmad, Kiki Fadillah. “Pengaruh Psikologi Terhadap Minat Baca Pemustaka Di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar”. Skripsi. Makassar: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar.
Anonim. (2004), Perpustakaan Perguruan Tinggi (Buku Pedoman). Edisi Ketiga.
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Faktor Pemanfaatan menurut Handoko 1999 dalam artikel “pemanfaatan koleksi perpustakaan pada mahasiswa di perpustakaan Universitas Khatolik Widya Mandala” Surabaya oleh: Stefanus Reditya Istiawan
Hamka. (2015), Tafsir Al-Azhar: Diperkaya dengan Pendekatan Sejarah,
Sosiologi, Tasawuf, Ilmu kalam, Sastra dan Psikologi. Jakarta: Gema Insani
Himayah. (2013), Layanan dan Pelayanan Perpustakaan: Menjawab Tantangan Era Teknologi Informasi. Khizanah Al-Hikmah Vol. 1 No. 1 hlm. 1-6 Diakses http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-khimah (Dikases 2 Januari 2021)
Ida Farida, (2005), Informasi Literacy Skills: dasar pembelajaran seumur hidup (Jakarta: UIN Jakarta Press:).
Indah Purwani dan Mariana Ginting. “Kataloging E-Resources: ekspansi
pustakawan dalam mengolah bahan perpustakaan sumber elektronik”
dalam Majalah Media Pustakawan, Vol. 20 No.1- April 2013, diakses pada tanggal 26 Januari 2021 https://www.perpusnas.go.id
Muliadi Irvan. Evaluasi Layanan Informasi dan Perpustakaan.
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/8850
Mujiati, H. (2013). Analisis dan perancangan sistem informasi stok obat pada apotek arjowinangun. Speed-Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, 12(1).
Pawit M. Yusuf dan Priyo Subekti, (2010), Teori dan Praktik Penelusuran Informasi (Jakarta: Kencana)
Pawit M. Yusup, (2007), Ilmu informasi, Komunikasi, dan Kepustakaan (Jakarta:
Bumi Akasara,).
64
Pedoman Akademik Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, (Palembang, 2015).
Perpustakaan Nasional RI, (2015), Modul Bimbingan Pemanfaatan E-resources Perpustakaan Nasional RI: modul dasar, (Jakarta: Perpustakaan Nasional RI,).
Perpustakaan Terbesar di Dunia, Artikel diakses pada 25 janari dari
https://news.okezone.com/read/2017/04/13/65/1666554/perpustakaan- terbesar-di-dunia-ada-di-mana-saja-ya
Program Beasiswa Doktor (Full Scholarship) Kemenag 2018, diakses tanggal 7 Desember,2021,pukul:12.30,padahttp://diktis.kemenag.go.id/NEW/index.p hp?berita=detil&jenis=news&jd=928#.W-N8X7x8vIU
Purwanti, Sri “Pemanfaatan Sumber Elektronik Oleh Mahasiswa Ilmu
Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta,”.
Skripsi, (Yogyakarta: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014) diunduh di Palembang 16 Februari2018,14.21WIB,darihttp://digilib.uinsuka.ac.id/13062/1/BAB%20 I%2C%20V%2C%20DAF TAR%20PUSTAKA.pdf
Putu laxman Pendit, (2007), Perpustakaan Digital: perspektif perpustakaan perguruan tinggi Indonesia (Jakarta: Sagung Seto
Quraisy, Mathar. (2012), Manajemen Dan Organisasi Perpustakaan, Makassar:
Alauddin Universitas Press.
Sharibuxbaum, Library Services: perpustakaan virtual untuk kuliah bisnis jarak jauh tren yang berkembang saat ini. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004)
Sutarno NS, (2006), Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Sagung Seto
Suwena, Kadek Rai. 2012, Menciptakan Layanan Perpustakaan yang Berkualitas Sebagai PendukungPelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jurnal.
Vol 11. No.1. Media Komunikasi FIS.
Yusuf Hadi, 1994, Pemilihan dan Penggunaan Media untuk pembelajaran, (Jakarta: RajaGafindo persada,) : http://www.lisbdnet.com/advantages- disadvantages-electronic-resource-e-resource/