• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORETIS

E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Setelah hasil keseluruhan dari implementasi terkumpul dilakukanlah pengembangan melalui dua tahap yaitu: Pertama, melakukan perhitungan rekapitulasi hasil implementasi secara kuantitatif untuk melihat tingkat keberhasilan tes tertulis. Kedua, melakukan analisis dengan metode deskriptif analitis.10 Tujuan dari metode deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta korelasi antara fenomena yang diselidiki dan menemukan makna dari setiap point-point penting yang menjadi landasan dari penelitian ini.

Berdasarkan hasil uji coba dan analisis dilakukanlah pengembangan meliputi tujuan, bahan materi, metode, evaluasi dan langkah-langkah pembelajaran.

9 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis 112

10 Menurut Whitney (1990) metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Lihat: F.L. Whitney, The Elements of Reseach, (New York: Prentice Hall Inc, 1960), hlm.160.

Bandingkan dengan Moh. Nazir yang menyebutkan bahwa „penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tatacara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Dalam metode deskriptif peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, serta penelitian terhadap penomena- penomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu sehingga banyak ahli menanamkan metode ini dengan nama survei normatif (normative survive). Dengan metode deskriptif ini juga diselidiki kedudukan (status) fenomena atau faktor dan melihat hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lain. Lihat: Moh. Nazir, Metode Penelitian, hlm.64.

mereka apa adanya (termasuk hasil observasi) tanpa ada komentar, evaluasi dan interpretasi. Kedua, berupa pembahasan yakni diskusi antara data temuan dengan teori-teori yang digunakan (kajian teoritik atas data temuan). Sebagaimana pandangan Bogdan dan Biklen, analisa data adalah „upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain‟.11

11 Moh. Nazir, Metode Penelitian, hlm.284.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian dan penjelasan pada bab-bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengembangan Media Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum (SMA Negeri 1 Tembilahan, SMA Negeri 2 Tembilahan dan SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu). Dalam hal ini, ada beberapa kesimpulan, antara lain;

a. Penggunaan Media Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMA Negeri 1 Tembilahan, SMA Negeri 2 Tembilahan dan SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu merupakan tuntutan kurikulum K13 dan kondisi yang ada, terkait dengan pandemi covid 19, yang menuntut siswa hanya belajar dari rumah.

b. Media Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berupa hardware telah biasa digunakan pada ketiga sekolah tersebut sebelum ada keharusan belajar di rumah akibat pandemi covid 19. Namun setelah keluar kebijakan sekolah di rumah, sebagian hardware tidak dapat digunakan seperti OHP atau Infocus, dan Laboratorium Komputer.

c. Media Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berupa software masih jarang digunakan ketiga sekolah tersebut.

WhatsApp dijadikan sebagai software yang biasa digunakan untuk memberikan tugas dan mengirim lembaran kerja siswa.

d. Sebagian kecil guru telah berusaha mengembangkan Media Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sebagian lainnya terbatas dalam penggunaan media berkembang sebelumnya, seperti power point.

2. Faktor yang mempengaruhi Pengembangan Media Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum (SMA Negeri 1 Tembilahan, SMA Negeri 2 Tembilahan dan SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu), dapat dikategorikan pada faktor pendukung dan faktor penghambat. Adapun faktor pendukungnya antara lain;

a. Ketersediaan listrik. Ketiga sekolah memiliki letak strategis dan sudah menggunakan daya listrik dari PLN.

b. Ketersediaan akses jaringan computer atau laptop.

c. Sudah ada impocus atau OHP (Over Head Projektor).

d. Ruang-ruang yang mendukung dan memadai. Seperti adanya ruang Laboratorium Komputer.

e. Sebagian besar guru sudah memiliki dan terampil dalam menggunakan Laptop dan Hand phone atau android.

f. Sebagian besar siswa sudah memiliki dan terampil dalam menggunakan Hand phone atau android.

. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain;

a. Sebagian guru kurang menguasainya IT.

b. Adanya orang tua siswa yang tdak mampu membelikan alat seperti handphone sehingga membuat siswa tersebut tidak dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh.

c. Tidak bisa memantau siswa secara detail dan dekat.

d. Kurangnya kemampuan anak dalam menggunakan teknologi, terutama dalam menggunakan aplikasi baru seperti Zoom.

e. Guru agama jarang sekali mendapat pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas profesionalismenya.

f. Sebagian siswa lebih tahu masalah teknologi dibandingkan gurunya oleh karena itu bila guru menyajikan yang biasa-biasa saja mereka anggap itu hal yang tidak asing, biasa dan tidak menarik.

B. Saran

Adapun saran dalam penelitian ini yaitu:

1. Kepada Pemerintah, hendaknya terus memberikan perhatian khusus dengan meningkatkan kompetensi guru pendidikan agama Islam tentang penggunaan media teknologi, sehingga proses pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis teknologi bisa tercapai.

2. Kepada Lembaga Pendidikan, peningkatan kompetensi guru pendidikan agama Islam berbasis teknologi harus dilakukan secara efektif dan efesien.

3. Kepada Kepala Sekolah Menengah Atas Kabupaten Indragiri Hilir, melakukan pengawasan dan pengarahan kepada guru pendidikan agama Islam dalam melaksanakan proses pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis teknologi secara efektif dan efesien.

4. Kepada guru pendidikan agama Islam yang mengajar di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Indragiri Hilir, hendaknya memahami proses pebelajaran pendidikan agama Islam bebrbasis teknologi sesuai denga standar kurikulum.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Abdul Majid and Muhaimin, Pemikiran Pendidikan Islam, Kajian Filosofis Dan Kerangka Dasar Operasionalisasinya (Bandung: Trigenda Karya, 1993)

Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005).

Agus Mulyanto, dkk, Pengenalan Teknologi Informasi, (Yogyakarta : Fakultas Sains, dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, 2006).

Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, (Bandung: Rosdakarya, 1994).

Ahmad Warson Munawwir. Kamus Arab Indonesia Al-Munawwir, (Yogyakarta:

Pustaka Progresif, 1997)

Ahmadi, Idielogi Pendidikan Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005).

Ali Muhammad al-Jurjany, Kitab At-Ta‟rifat (Jeddah: Al-Haramain, n.d.)

Ali Muhson. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi, dalam Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Volume VIII, No. 2, tahun 2010

Arief S. Sardiman, dkk. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemamfaatannya, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014)

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. (Jakarta : Rajawali Pers, 2019).

Benjamin S, Taxonomy Of Educational Objectives The Classification Of Educational Goals Handbook, I : Cognitive Domain, (New York : David McKAY Company, INC, 1974)

Budi Sutedjo Dharma Oetomo, e-Education Konsep, Teknologi, dan Aplikasi Internet Pendidikan, (Yogyakarta: C.V. Andi Offset, 2007)

Bukhari Umar, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Amzah, 2010).

Cik Bisri, Hasan, Bisri dan Fuaduddin, ( Eds ), Dinamika Pemikiran Islam di Perguran Tinggi, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999).

Daryanto., Pengenalaan dan Pengoperasian Komputer, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2001).

Deni Darmawan, Inovasi Pendidikan; Pendekatan Parktik Teknologi Multimedia dan Pembelajaran Online (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014).

Gall, etc.Educational Research An Introduction, (Boston: Pearson Education, Inc.

2003)

Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2011)

Harina Yuhetty dan Hardjito, Mozaik Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007)

Hasnul Fikri dan Ade Sri Madona. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif, (Yogyakarta: Samudra Biru, 2018)

Helmiati. Model Pembelajaran, (Yogyakarta: Aswaja Presindo, 2012)

Heris Hermawan, FIlsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, 2012).

Hujair AH. Sanaky, Paradigma Pendidikan Islam; Membangun Masyarakat Indonesia (Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI, 2003)

Ismail Thoib, Wacana Baru Pendidikan, Meretas Filsafat Pendidikan Islam (Yogyakarta: Genta Press, 2008)

Jamal Ma’mur Asmani, Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan, (Jogjakarta; Diva Press, 2011) John M. Echols dan Hassan Shaily. Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia,

2005)

Juli Amaliya Nasucha. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Al-Qur’an Dengan Metode At-Tartil Berbasis Android di Sidoardjo, Disertasi, (Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2019)

Kementrian Agama RI, Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, Direktorat Jendral Pendidikan Islam, (Jakarta : 2010)

Kementrian Agama RI, Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, Pendidikan Agama Islam, Sekolah Menengah Atas ( SMA )

Maria Fitriah. Transformasi Media Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19, dalam opini Liputan6, 8 Mei 2020 diakses pada tanggal 25 Juli 2020.

Mochtar Bukhori, Upaya Penegakkan Disiplin Nasional Dalam Kerangka Nilai- Nilai Sosial Budaya Indonesia Suatu Analisa Psikososial dalam Himpunan

Prasaran dalam seminar dan POLRI, (Jakarta : PTIK, 1991)

Moh. Roqib, Ilmu Pendidikan Islam: Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat, 1 ed. (Yogyakarta: PT. LKiS Printing Cemerlang, 2009)

Muchlas. Pengembangan Model Pembelajaran Online untuk Praktik Teknik Digital di Perguruan Tinggi, (Yogyakarta: Univesitas Negeri Yogyakarta, 2013)

Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2008)

Muhammad Naquib Al-Attas, Konsep Pendidikan Dalam Islam, (Bandung:

Mizan, 1992).

Munir, Multimedia, Konsep & Aplikasinya dala Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015).

Munzir Hitami, Menggagas Kembali Pendidikan Islam (Yogyakarta: Infinite Press, 2004).

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pendidikan, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2013).

Nelty Khairiyah dan Endi Suhendi Zen, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti; Buku Guru/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (Jakarta;

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017).

Nunuk Suryani, dkk. Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018).

Nusa Putra, Penelitian Aplikati :Proses dan Aplikatif, (JakartaL: Indeks, 2012).

Omar Mohammad At-Toumi Asy-Syaibany, Falsafah Pendidikan Islam, terj.

Hasan Langgulung, (Jakarta: Bulan Bintang, 1979)

Punaji Setyosari, Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan (Jakarta: KencanaPrenadamedia, 2013).

Rahmat Hidayat, Ilmu Pendidikan Islam (Menuntun Arah Pendidikan Islam Indonesia), (Medan: LPPPI, 2016).

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 1994).

Sardiman, A.M. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Pedoman bagi Guru dan Calon Guru, (Jakarta: Rajawali Pers, 1990).

Sharon, E. Smaldino, dkk, Instructional.Technology and Media for Learning (Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar), Cet. 2, (Jakarta:

Kencana, 2012).

Siswanto, Pendidikan Islam Dalam Dialektika Perubahan (Surabaya: Pena Salsabila, 2015).

Sonny Ronny Muntu. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web pada Mata Pelajaran Simulasi Digital Kelas X di SMK, Tesis, (Makassar:

Universitas Negeri Makassar, 2017).

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMA, MA, SMALB, SMK, dan MAK, Lampiran 3,1

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,(Jakarta:Rineka Cipta,1998)

Udin Syaefudin Sa’ud, Inovasi Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2014)

Umi Hijriyah, Media Pembelajaran Bahasa Arab dan Media Permainan Bahasa Arab (Lampung: Fakta Press Fakultas Tarbiyah, 2015)

Umi Kalsum. Manajeman Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Mewujudkan Budaya Religius (Studi di SMAN 1 dan SMKN 1 Kota Metro, Disertasi, (Lampung: Univesitas Islam Negeri Raden Intan, 2019).

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Utomo Dananjaya. Media Pembelajaran Aktif, (Bandung: Nuansa, 2017).

Widodo Dwi Riyanto. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III di SD Muhammadiyah 1 Ngawi, Tesis, (Surakarta: Univesitas Sebelas Maret, 2016).

Yusuf Hadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta:

Kencana,2007).

Zakiyah Daradjat, Pendidikan Islam Dalam Keluarga Dan Sekolah (Jakarta:

Ruhama, 1994)

Dokumen terkait