BAB III. METODE PENELITIAN
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskriptif untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data kuesioner yang telah terkumpul dari jawaban responden pada kantor Dinas Kependudukan pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (generalisasi).
Teknik analisis statistik deskriptif yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa tabel, perhitungan modus, median dan mean (pengukuran tendensi sentral), perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, serta perhitungan persentase (%). Penentuan persentase dari perolehan data hasil kuesioner dari masing-masing variabel menggunakan rumus perhitungan persentase:
% = x 100%
Keterangan rumus:
n = Skor yang diperoleh N = Skor ideal
% = Persentase
Data yang sudah dipersentasekan lalu ditafsirkan dengan kalimat- kalimat yang bersifat kualitatif, dimana hasil persentase itu dapat digolongkan sebagaimana terlihat pada Tabel 3.1:
Tabel 3.1. Kriteria Jawaban Responden
No Persentase Jawaban Tafsiran Kualitatif
1 81% - 100% Sangat Berkualitas
2 61%-<80% Berkualitas
3 41% - <60% Cukup Berkualitas
4 21% - <40% Kurang Berkualitas
5 0% - < 20% Tidak Bekualitas
F.
Pengabsahan Datasatu cara sangat penting dan mudah dalam menguji keabsahan hasil penelitian yaitu dengan melaukan triangulasi. Teknik pengumpulan data triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang sifatnya menggabungkan dari berbagai cara pengumpulan data atau sumber data yang sudah ada.
1) Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber adalah membandingkan dengan cara mengcek ulang derajat keabsahan terhadap informasi yang telah didapat dari sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil dari kuesioner dengan pengamatan, membandingkan yang dikatakan umum dengan yang dilakukan secara pribadi, membandingkan hasi koesioner dengan dokumen yang ada.
2) Triangulasi Teknik
Cara melihat data dari sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
Dalam konteks ini data yang diperoleh dari hasil koesener, lalu dikroscek dengan observasi dan dokumen. Apabila dengan 3 teknik pengujian kredibilitas data yang
di perolehmelahirkan informasi yang berbeda, makah peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjuta kepada sumberdata, agar dapat membuktikan data mana yang kredibel.
3) Triagulasi Waktu
Waktu juga dapat mempengaruhi kreadibilitas data maka pengumpul data dengan teknik kuesioner di lakukan pada pagi hari saat narasumber masih segar dan belum banyak memperole masalah sehingga data yang diperoleh bisa valid sehingga kreadibel. Dalam rangka pengujian kreadibilitas data, maka peneliti akan melakukan observasi. Dan apabila hasiluji menghasilkan data yang berbeda, maka akan dilakukan secara berulang-ulang hingga ditemukan kepastian datanya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Letak Georafis Dan Batas Wilayah
Kabupaten Enrekang adalah salah satu kabupaten di propensi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kota Enrekang.Ibu kota Enrekang terletak ± 235 Km sebelah utara Makassar. Secara geografi Kabupaten Enrekang terletak pada koordinat antara 3°14'36" sampai 3°50'00" Lintang Selatan dan 119°40'53" sampai 120°06'33" Bujur Timur, dengan luas wilayah sebesar 1.786,01 Km² atau sebesar 2,83 persen dari luas Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun batas wilaya Kabupaten Enrekang di seblahutara berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja, seblah timur Kabupaten Luwu, seblah selatan Kabupaten Siedendreng Rappang, dan di seblah barat berbatasan dengan Kabupaten Pinrang.
Wilayah Kabupaten Enrekang pada umumnya mempunyai wilayah topografi yang bervariasi berupa pegunungan, perbukitan, lembah dan sungai dengan ketinggian 47–3.293 meter dari permukaan laut serta tidak mempunyai wilayah pantai. Secara umum keadaan topografi wilayah Enrekang didominasi oleh bukit-bukit/gunung-gunung yaitu sekitar 84,96% dari luas wilayah Kabupaten Enrekang sedangkan yang datar hanya 15,04%. Kabupaten Enrekang memiliki topografi wilayah bergunung dan berbukit serta memiliki beberapa
puncak gunung seperti Gunung Bambapuang, Gunung Latimojong, Gunung Sinaji, dan lain-lain.
Kabupaten Enrekang memiliki 12 (dua belas) kecamatan, yaitu:Kecamatan Alla, Kecamatan Anggeraja, Kecamatan Baraka, Kecamatan Baroko, Kecamatan Bungin, Kecamatan Buntu Batu, Kecamatan Cendana, Kecamatan Curio, Kecamatan Enrekang, Kecamatan Maiwa, Kecamatan Malua, dan Kecamatan Masalle.
Dari 12 (dua belas) kecamatan defenitif terdapat 112 (seratus dua belas) desa/kelurahan, yaitu 17 kelurahan dan 95 desa. Adapun jumlah penduduk Kabupaten Enrekang pada tahun 2008 berjumlah sekitar 186.810 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 93.939 jiwa dan perempuan sebanyak 92.871 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 43.062.
2. Propil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas pokok merumuskan, membina dan mengendalikan kebijakan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dimana dalam melaksanakan tugasnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berkoordinasi dengan pihak terkait, yang meliputi 12 Kecamatan dan 95 desa di Kabupaten Enrekang.
Dengan jumlah pegawai sebanyak 47 orang terdiri dari 20 orang pegawai dan 27 orang pegawai operator, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Enrekang terus berusaha meningkatkan kualitas layanannya kepada masyarakat. Hal ini tentu saja semata-mata hanya untuk mewujudkan kepuasan masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.
3. Visi Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang Terwujudnya pusat data dan informasi kependudukan yang akurat, tertib, dan dinamis berbasisi teknologi informasi melalui gerbang Emas.
4. Misi Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang 1) Meningkatkan profesionalisme SDM yang berorientasi pelayanan
berkualitas (service quality) dengan memberikan pelayanan secara ramah, akurat, cepat, dan transparan.
2) Meningkatkan kualitas database kependudukan dan pencatatan sipil melalui pengolahan database berbasis teknologi informasi.
3) Meningkatkan kapasitas sumber daya yang meliputi SDM, teknologi informasi administrsi kependudukan, dan sarana pendukuung lainnya.
4) Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil melalui penyediaan pelayanan yang berkualitas untuk kepuasan masyarakat dengan merujuk pada standar operasional pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5. Tugas dan fungsi capil
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang melaksanakan tugas pokok dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang administrasi kependudukan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Enrekang mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data yang berbentuk data base serta analisis data untuk penyusunan program kegiatan.
2) Perencanaan strategis pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang.
3) Perumusan kebijakan teknis bidang kependudukan dan pencatatan sipil.
4) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan urusan umum bidang kependudukan dan pencatatan sipil.
5) Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang kependudukan dan pencatatan sipil.
6) Pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang kependudukan dan pencatatan sipil.
7) Pelaksanaan standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan pada bidang kependudukan dan pencatatan sipil.
8) Penyelenggaraan kesekretariatan dinas kependudukan dan pencatatan sipil.
9) Pelayanan pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan dan penyerasian perkembangan kependudukan.
10) Pengkoordinasian integrasi dan sinkronisasi kegiatan dibidang administrasi kependudukan dan penyerasian perkembangan kependudukan dilingkungan pemerintah daerah.
11) Pembinaan kepada masyarakat tentang kependudukan dan pencatatan sipil.
12) Pelaksanaan kerjasama dengan lembaga pemerintah dan lembaga lainnya.
13) Koordinasi dengan instansi terkait dalam hal kebijakan kependudukan, tertib administrasi kependudukan dan analisis dampak kependudukan.
14) Pelaksanaan sistem informasi administrasi kependudukan.
15) Pembangunan dam pengembangan jaringan komunikasi data kependudukan.
16) Perlindungan data pribadi penduduk dalam proses dan hasil pendaftaran penduduk, pencatatan sipil pada data base kependudukan.
17) Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan dan penyerasian perkembangan kependudukan.
18) Pengawasan dan pengendalian atas penyelenggaraan pendaftaran penduduk, pencatatan sipil pengelolaan informasi administrasi kependudukan dan penyerasian perkembangan kependudukan.
Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Nomor 05 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Enrekang sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Tahun 2011 Nomor 1 mengenai Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Tahun 2008 Nomor 05 mengenai Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Enrekang maka struktur organisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang yaitu terdiri dari Kepala Dinas yang membawahi :
a. Sekretariat
1) Sub bagian umum serta kepegawaian 2) Sub bagian keuangan.
3) Sub bagian perencanaan dan pelaporan.
b. Bidang pendaftaran penduduk 1) Seksi identitas penduduk.
2) Seksi perpindahan dan mutasi penduduk.
3) Seksi pencatatan dan pelaporan identitas.
c. Bidang pencacatan sipil
1) Seks pembuatan akta kelahiran, kematian dan pengangkatan anak
2) Seksi pembuatan akta perkawinan dan pembatalan perkawinan 3) Seksi pencatatan dan pelaporan pelayanan akta pencatatan sipil d. Bidang pengolahan data serta informasi administrasi kependudukan
1) Seksi administrasi analisa dan data dan informasi kependudukan.
2) Seksi pengembangan aplikasi sistem kependudukan.
3) Seksi dokumentasi dan proyeksi kependudukan.
6. Jenis Pelayanan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil
Adapun jenis pelayannan di dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Enrekang iyalah sebagai berikut:
1) Kartu Keluarga.
2) Kartu identitas anak.
3) Mutasi penduduk.
4) Surat keterangan kependudukan.
5) Akta kelahiran.
6) Akta kawin bagi penduduk non muslim.
7) Surat pengakuan anak.
8) Surat pengesahan anak.
9) Akta kematian.
7. Prosedur dan persyaratan pelayanan pembuatan Akta Kelahiran a. Prosedur Pelayanan pembuatan Akta Kelahiran
1) Pemohon melengkapi persyaratan sesuai ketentuan yang ada
2) Mengantar langsung ke kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Enrekang atau di Via Wa melalui nomor yang telah ditentukan.
3) Waktu penyelesaian 1 hari
b. Persyaratan pembuatan Akta kelahiran
1) Kartu keluarga (KK) dan Kartu tanda penduduk orang tua.
2) Surat nikah orang tua.
3) Surat keterangan lahir dari rumah sakait.
4) Mengisi formulir F2- 01 (diambil di kantor desa/ kelurahan, atau langsung ke kantor capil).
B. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 03 Desember 2020 sampai 21 Januari 2021 peneliti dapat mengetahui karakteristik responden dan tanggapan responden mengenai alat ukur untuk mengetahiu kualitas pelanyanan Akta Kelahiran di Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang.
Dimana alat ukur yang dingunakan dalam penelitian ini menggunakan lima dimensi alat ukur yang dikemukakan oleh Zeithaml, parasuraman dan Berry yang dikenal dengan teori servqual. Adapun hasil penelitian yang didapat dijabarkan sebagai berikut.
1. Karakteristrik Responden
a. Karaktristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.1
Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis kelamin Jumlah Persentase (%)
1 Laki- laki 15 50 %
2 Perempuan 15 50 %
Total 30 100 %
Berdasarkan tabel diatas dapat kita ketahui bahwa jumlah responde yang peneliti/1dapatkan untuk mengisi kosener sebanyak 30 orang dimana responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 15 orang dan berjenis kelamin perempuan juga 15 orang.
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 4.2
Jumlah Responden Berdasarkan Usia
No Usia ( Tahun ) Jumlah Presentase (%)
1 15-25 7 23.3 %
2 26-35 10 33.3 %
3 36-45 11 36,7 %
4 46-50 1 3,3 %
5 >55 1 3,3 %
Total 30 100 %
Berdasarkan tabel diatas dapat kita ketahui kebanyakan responden yang mengisi kuesioner berumur 36-45 tahun yaitu 11 orang, diurutan kedua berusia 26-35 tahun sebanyak 10 orang kemudian usia 15-25 tahun sebanyak
7 orang dan usia 46-55 tahun sebanyak 1orang.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 4.3
Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Pendidikan
No Pendidikan Jumlah Persentase ( % )
1 Tidak Tamat SD 1 3,33%
2 Tamat SD/SLP/SLA 18 60 %
3 S1 10 33,3 %
4 S2 1 3,3 %
5 S3 0 0 %
Total 30 100 %
Kamudian dari segi pendidikan bisa kita lihat pada tabel diatas dimana responden yang tidak tamat SD ada 1 orang, responden yang tammat SD/SLP/SLA ada 18 responden, responden yang tamat S1 10 orang dan responden yang berpendidikan S2 satu orang. Dari data diatas dapat kita ketahui kebanyakan responden yang mengisi kuesioner berpendidikan SD/SLP/SLA.
2. Tanggapan Responden
Untuk menentukan kualitas pelayanan di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang peneliti menggunakan lime dimensi alat ukur yang dikemukakan oleh Zeithaml, Parasuraman dan Berry yaitu Bukti Fisik (tanggibles), keandalan (realibility), daya tanggap (responsivenes), jaminan(asurance) dan empati (empaty). Adapun tanggapan responden dari
kelima dimensi dapat kitalihat dibawah ini:
a. Bukti pisik (Tangibles)
Bukti fisik atau dapat kita katakan sebagai fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam memberikan pelanyanan, untuk menentukan kualitas pelanyanan dari segi dimensi ini maka peneliti menggunakan lima indikator pertanyaan sebangai indikator yang pertama yaitu mengenai kemoderenan peralatan, yang kedua mengenai daya tarik fasilitas kator, yang ketiga mengenai kerapian pegawai, yang keempat mengenai kenyamanan fasilitas, dan yang terahir mengenai kelengkapan papan/pamplet imformasi. Adapun hasil tanggapan responden mengenai kelima indikator pertanyaan dapat kita lihat dibawah ini:
1) Mengenai kemoderenan peralatan yang digunakan petugas dalam memberikan pelayanan.
Tabel 4.4
Tanggapan Responden Mengenai Kemoderenan Peralatan Yang Digunakan Dalam Memberikan Pelayanan di Dinas kependudukan Dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang
No Kategori Penilaian Skor (X) F F.X Presentase(%)
1 Sangat Baik 4 4 16 16,6%
2 Baik 3 18 54 60%
3 Tidak Baik 2 8 16 26,6%
4 Sangat Tidak Baik 1 0 0 0%
JUMLAH 5 30 86 100%
Rata- rata scor
= 2,86
Dari tabel diatas dapat kita ketahui tanggapan responden mengenai kemoderenan peralatan yang digunakan oleh petugas dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang mendapat skor 2,86 yang dapat dikategorikan baik karna dapat dibulatkan menjadi 3. Adapun jawaban yang paling banyak dipilih oleh responden yaitu jawaban baik yaitu 18 responden dengan presentase 60%, kemudian jawaban tidak baik menjadi jawaban kedua terbayak yaitu 8 responden dengan presentase 26%, dan jawaban sangat baik menjadi jawaban terendah kedua yang dipilih 4 responden dengan presentase 16,6%, dan jawaban sangat tidak baik dipilih nol responden, masih bayaknya responden yang memilih jawaban tidak baik seingga mempengaruhi rendahnya skor yang diperoleh.
Berdasarkan hasil pengamatan saya mengenai kemoderenan peralatan yang digunakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang memang masi perlu untuk dibenahi, dimana tidak adanya alat komunikasi seperti pengeras suara yang digunakan petugas dalam memanggil masyarakat yang akan diproses, sehingga petugas kesulitan untuk memanggil masyarakat yang sedang menunggu pelayanan, tidak adanya mesin potokopi sehinnga masyarakat harus mencari sendiri tempat untuk mempotokopi berkasnya. Sehingga masalah tersebut mempengaruhi masih bayaknya masyarakat yang memilih jawaban tidak baik.
2) Mengenai daya tarik pasilitas.
Tabel 4.5
Tanggapan Responden Mengenai Mengenai Daya Tarik Pasilitas Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten
Enrekang
No Kategori Penilaian Skor (X) F F.X Presentase(%)
1 Sangat Baik 4 11 44 36,6%
2 Baik 3 18 54 60%
3 Tidak Baik 2 1 2 3,3%
4 Sangat Tidak Baik 1 0 0 0%
JUMLAH 30 100 100%
Rata- rata skor
= 3,33
Dari data diatas dapat kita lihat tanggapan responden mengenai daya tarik fasilitas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang mendapatkan skor 3,3 atau dapat dikategorikan baik, dimana jawaban yang paling bayak dipilih oleh responden yaitu jawaban baik yang dipilih 18 responden dengan presentase 60%, kemudian jawaban sangat baik menjadi jawaban kedua terbanyak yang dipilih responden yaitu 11 orang dengan presentase 36%, dan jawaban tidak baik menjadi jawaban terendah kedua yang dipilih responden yaitu 1 responden dengan presentase 3,3% sedangkan jawaban sangat baik dipilih nol responden.
Bayaknya responden yang memilih jawaban baik berdasarkan hasil pengamatan peneliti disebabkan karena daya tarik pasilitas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang bisa dikatan sudah baik dimana ruangan tunggu yang nyaman tata ruang yang sistematis yang dilengkapi dengan tv, tempat duduk yang yaman dan tersusun dengan rapi serta kebersihan
kantor yang selalau terjaga, yang membuat masyarakat tidak jenuh saat menunggu pelayanan.
3) Mengenai kerapian pegawai di Dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Enrekang
Tabel 4.6
Tanggapan Responden Mengenai Kerapian Pengawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang No Kategori Penilaian Skor
(X) F F.X Presentase(%)
1 Sangat Baik 4 8 32 26,6%
2 Baik 3 21 63 70%
3 Tidak Baik 2 1 2 3,3%
4 Sangat Tidak Baik 1 0 0 0%
JUMLAH 30 97 100%
Rata- Rata Skor
= 3,23
Dari tabel diatas bisa kita lihat tanggapan responden mengenai kerapian pegawai dalam memberikan pelayanan mendapatkan skor 3,2 yang dapat dikategorikan baik. Dari data diatas dapat kita ketaui jawaban yang paling banyak dipilih oleh responden yaitu jawaban baik yang dipilih 21 orang dengan presentase 70%, kemudian jawaban kedua terbayak yang dipilih responden yaitu jawaban sangat baik yang dipilih 8 responden dengan presentase 26%, dan jawaban tidak baik menjadi jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden yaitu 1 orang dengan presentase 3,3%.
Berdasarkan hasil pengamatan peneliti mengenai kerapian pengawai di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang memang sudah
dapat dikatakan baik dimana para pegawai menggunakan seragam dinas lengkap, sehingga petugas yang memberikan pelayanan dapat terlihat rapi dari aspek ini saya kira menjadi penyebab responden memberikan penilaiaan yang baik terhadap kerapian pegawai di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang.
4) Mengenai kenyamanan fasilitas
Tabel 4.7
Tanggapan Responden MengenaiKenyamanan Fasilitas Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang No Kategori
Penilaian Skor (X) F F.X Presentase (%)
1 Sangat Baik 4 12 52 40%
2 Baik 3 17 51 56,6%
3 Tidak Baik 2 1 2 6,6%
4 Sangat Tidak Baik 1 0 0 0%
JUMLAH 30 105 100%
Rata- rata skor
= 3,5
Dari tabel diatas dapat kita lihat skor yang diperoleh dari jawaban responden mengenai kenyamanan fasilitas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang yaitu 3,5 yang dapat dikategorikan baik.
Dimana dapat kita lihat jawaban baik menjadi jawaban yang paling bayak dipilih oleh responden yaitu 17 orang dengan presentase 56,6%, dan jawaban sangat baik menjadi jawaban kedua terbanyak yang dipilih oleh responden/1yaitu 12 orang dengan presentase 43,3%, sedangkan jawaban kedua terendah yang dipilih
responden yaitu jawaban tidak baik yang dipilih 1 orang dengan presentase 6,6%
dan jawaban sangat tidak baik dipilih nol responden.
Banyaknya responden yang memilih jawaban baik disebabkan karena kenyamanan fasilitas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang berdasarkan hasil pengamatan peneliti, suda bisa dikatakan baik dimana ruangan tunggu yang bersih dilengkapi dengan pendingin udara (ac) yang membuat masyarakat yang menunggu tidak merasah gerah, tempat duduk yang empuk serta tersedianya toilet yang bersih menambah kenyamanan fasilitas yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang . 5) Mengenai kelengkapan Papan/ Pamplet imformasi di Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang.
Tabel 4.8
Tanggapan Responden MengenaiKelengkapan Papan/ Pamplet Imformasi Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten
Enrekang
No Kategori Penilaian Skor (X) F F.X Presentase (%)
1 Sangat Baik 4 2 8 6.6%
2 Baik 3 17 51 56,6%
3 Tidak Baik 2 11 22 36.6%
4 Sangat Tidak Baik 1 0 0 0%
JUMLAH 30 81 100%
Rata-rata skor
= 2,7
Kemudian tangapan responden mengenai ketersediaan Papan/Pamplet imformasi perlu untuk mendapatkan perhatian kusus bagi Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang, dimana ketersediaan papan/pamplet impormasi adalah hal yang cukup penting dalam hal pelayanan dan pertanyaan ini mendapat skor paling rendah dari kelima pertanyaan mengenai indikator bukti fisik yaitu 2,7. Meskipun indikator ini bisa dikatakan baik karna dapat bulatkan menjadi 3, namaun berdasarkan hasil Presentase responden yang memilih jawaban tidak baik masi tinggi yaitu 36% yang menyebabkan skor yang diperoleh menjadi rendah.
Masih banyaknya responden yang memilh jawaban tidak baik yang artinya masih banyak masyarakat yang mengeluhkan mengenai kelengkapan papan/pamplet impormasi, berdasarkan hasil pengamatan saya mengenai kesediaan Papan/Pamplet imformasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang memang masi kurang dimana tidak adanya papan nama atau nomor pada loket pelayanan serta tidak adanya pamplet mengenai standar oprasional prosedur dan pelayanan sehingga membingungkan masyarakat untuk mencari imformasi mengenai proses pelayanan.
b. Keandalan (Realibility)
Keandalan atau dapat dikatakan sebagai kemampuan dan keandalan menyediakan pelayanan yang terpercaya. Untuk menentukan kualitas pelanyanan pembuatan akta kelahiran di Dinas kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang dari segi dimensi keandalan peneliti menggunakan lima indikator pertanyaan. Sebagai indikator yang pertama mengenai janji waktu untuk penyelesaian pembuatan Akta Kelahiran, pertanyaan kedua mengenai mengenai
penanganan keluhan, pertanyaan ketiga mengenaiketepatan kinerja pegawai, dan pertanyaan keempat mengenai pelayanan yang diberikan sesuai dengan waktu yang sudah dijanjikan dan petanyaan yang terahir yaitu mengenai respon petugas terhadap kesalahan dalam pencatatan. Adapun hasil tanggapan responden dari kelima pertanyaan mengenai dimensi keandalan dapat kita lihat sebagai berikut:
1) Mengenai janji waktu penyelesaian pembuatan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang.
Tabel 4.9
Tanggapan Responden Mengenai Janji Waktu Untuk Penyelesaian Pembuatan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Enrekang
No Kategori Penilaian Skor (X) F F.X Presentase (%)
1 Sangat Baik 4 4 16 13,3%
2 Baik 3 18 54 60%
3 Tidak Baik 2 8 16 26,6%
4 Sangat Tidak Baik 1 0 0 0%
JUMLAH 30 86 100%
Rata- Rata Skor
= 2.86
Berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat tanggapan responden mengenai janji waktu penyelesaian pembuatan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang dimana jawaban baik menjadi jawaban yang paling bayak dipilih oleh responden yaitu 18 orang dengan presentase 60%, jawaban tidak baik amenjadi jawaban kedua terbayak yang dipilih oleh responden yaitu 6 orang dengan presentase 26%, disusul oleh jawaban sangat baik yang
dipilih oleh 4 responden dengan presentase 13,3%, dan jawaban sangat tidak baik dipilih nol responden.
Dari data diatas dapat kita ketahui tanggapan responden mengenai janji waktu penyelesaian pembuatan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang dapat dikategorikan baik dimana skor yang diperoleh dapat dibulatkan menjadi 3 (tiga).
Rendahnya skor yang diproleh dari pertanyaan ini disebabkan karena masih bayaknya responden yang memilih jawaban tidak baik, berdasarkan hasil pengamatan peneliti mengenai janji waktu penyelesaian pelayanan masih kurang baik dimana petugas yang memberikan pelayanan tidak memberikan janji waktu kepada masyarakat yang akan menerima pelayanan, bahkan nomor antrian juga tidak berikan, dimana nomor antrian bisa dikatakan sebagai salah satu janji waktu kepada masyarakat yang menerima pelayanan.
2) Mengenai Penanganan keluhan pelayanan.
Tabel 4.10
Tanggapan Responden Mengenai Penanganan Keluhan Pelayanan Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang
No Kategori Penilaian Skor (X) F F.X Presentase (%)
1 Sangat Baik 4 5 20 16,6%
2 Baik 3 24 72 80%
3 Tidak Baik 2 1 2 3,3%
4 Sangat Tidak Baik 1 0 0 0%
JUMLAH 30 94 100%
Rata-Rata Skor
= 3,1
Berbeda dengan pertanyan yang pertama pertanyaan ini mendapat nilai rata-rata yang bagus dimana hasil rekapitulasi tanggapan responden mengenai penanganan keluhan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang/1mendapat skor 3,1 yang dapat dikategorikan baik. Dan dari perhitungan presentase 80%/1responden menjawab baik, 16,6% responden menjawab sangat baik dan 3,3%/1responden menjawab tidak baik.
Bayaknya responden yang memilih jawaban baik menjadikan peryataan ini mendapatkan skor yang tinggi, banyaknya responden yang memilih jawaban baik menurut hasil pengamatan peneliti mengenai penaganan keluhan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang bisa dikatakan baik dimana petugas yang menangani keluhan masyarakat dapat menjelaskan serta memberikan solusi yang tepat terhadap masalah yang dialami oleh masyarakat.
3) Mengenai ketepatan kinerja pengawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang.
Tabel 4.11
Tanggapan Responden Mengenai Ketepatan Kinerja Pengawai Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang
No Kategori Penilaian Skor (X) F F.X Presentase(%)
1 Sangat Baik 4 7 28 23,3%
2 Baik 3 20 60 66.6%
3 Tidak Baik 2 3 6 10%
4 Sangat Tidak Baik 1 0 0 0%
JUMLAH 30 94 100%
Rata-Rata Skor
= 3.1