BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Analisis Data
Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistic infrensial. Sesuai dengan penjelasan Sugiyono bahwa teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistic deskriptif dan statistik infrensial.
a. Stastistik deskriftif
Analisis statistic deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Aqidah Ahlak yang diperoleh pada kelompok ekseperiment. Guna mendapatkan gambaran yang jelas tentang hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Aqidah, maka dilakukan pengelompokan. Pengelompokan tersebut dilakuakan dalam 5 kategori:
sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah. Pedoman
pengkategorian hasil belajar peserta didik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan ststistik dekriptif.
Rata-rata (mean)
π₯ =βππ= 1ππππ
βππ=1ππ β¦ 9
Prenentase (%) nilai rata-rata π = f
N π 100%
Keterangan:
P : angka prentase
F : Frekuensi yang dicari presentasenya N : Banyaknya sampel responden
Pedoman yang digunakan untuk mengubah skor mentah yang diperoleh peserta didik menjadi skor standar (nilai) untuk mengetahui tingkat daya serap peserta didik mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh dekdinas tahun 2003 yaitu:
Tabel 3.2 : Kategori Tingkat Penguasaan Materi Tingkat penguasaan (%) Kategori hasil belajar
0-34 Sangat rendah
35-54 Rendah
55-64 Sedang
65-84 Tinggi
85-100 Sangat tinggi
b. Stastik inferensial Data-data analisis stastik
Untuk keperluan pengujian hipotesis, maka terlebih dahulu pengujian dasar yaitu uji normalitas.
1. Uji normalitas data
Uji normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui apakah data-data yang digunakan berdistrubusi normal atau tidak. Pengujian ini juga dilakukan untuk mengetahui data yang akan diperoleh akan diuji dengan stastik paramentri atau stastic nonparamentri. Untuk pengujian tersebut digunakan rumus chi-kuadrat yang dirumuskan sebagai berikut:
Keterampilan:
X : Nilai chi-kuadrat hitung O : Frekuensi hasil pengamatan E : Frekuensi harapan
N : Banyaknya kelas
Kriteria pengujian normal bila X hitung lebih kecil
2. Uji homogenitas varians populasi
Pengujian ini dilakukan karena peneliti akan menggeneralisasikan hasil penelitian terhadap populasi penelitian.
Dalam arti bahwa apabila data yang diperoleh homogeny maka kelompok-kelompok smpel berasal dari populasi yang sama.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui uji t-test komparatif yang akan digunakan. Apakah rumus yang akan digunakan separated varians dan polled varians. Untuk menguji homogen data tes pemahaman konsep digunakan uji F dengan rumus sebagai berikut:
πΉ =varians terbesar
varians terkecil β¦ . 13 Kriteria pengujian
Kriteria pengujian adalah jika F hitungοΌ Ftabel pada taraf nyata dengan Ftabel Didapat dari distribusi F dengan derajat kebebasan masing-masing sesuai dengan dk pemblang dan dk penyebut pada taraf ο‘ = 0,05 atau kriteria pengujian homogenitas dengan hasil olahan SPSS versi 16 jika sign > ο‘ maka data homogen dan sign < ο‘ maka data tidak homogeny.
3. Pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk menjawab hipotesis yang telah diajuka. Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk menjawab hipotesis yang telah diajukan. Pengajuan hipotesis data tes hasil belajar peserta didik yang dianalisis dengan menggunakan uji t-test dengan rumus sebagai berikut:
π‘ = π1β π2
β(π1β 1)π12+ (π2β 1)π22 π1+ π2β 2 (1
π1 + 1 π2)
Keterangan:
π1 = Nilai rata-rata sesudah π2 = Nilai rata-rata sebelum π12 = Variansi kelompok sesudah π22 = Variansi kelompok sebelum π1 = Jumlah sampel kelompok sesudah π2 = Jumlah sampel kelompok sebelum
Hipotesis penelitian akan diuji dengan kriteria pengujian sebagai berikut:
a) Jika π‘βππ‘π’ππ> π‘π‘ππππ ππππ π»0 ditolak, terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan metode diskusi di MTs Salafiyah Kota Cirebon.
b) Jika π‘βππ‘π’ππ< π‘π‘ππππ ππππ π»0 diterima, berarti tidak terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan metode diskusi di MTs Salafiyah Kota Cirebon.
57 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Hasil penelitian ini adalah jawaban atu rumusan masalah yang penulis tetapkan sebelumnya, diman terdapat 3 item rumusan masalah. Hasil penelitian ini terdiri atas 3 bagian sesuai dengan jumlah rumusan masalah. Hasil penelitian ini terdiri atas 3 bagian sesuai dengan jumlah rumusan masalah. Pada rumusan masalah 1 dan 2 akan dijawab dengan menggunakan analisis statistic deskriptif sedangkan untuk menjawab rumusan masalah 3 akan dijawab dengan menggunakan analisis statistic inferensial sekaligus menjawab hipotesis yang telah ditetapkan. Pada bab ini membahas tentang hasil penelitian yang menunjukkan hasil belajar mata pelajaran Aqidah Ahlak yang menggunakan metode diskusi dan yang tidak menggunakan metode diskusi (menggunakan metode ceramah) pada peserta didik di kelas VIII A MTs Salafiyah Kota Cirebon.
Data hasil penelitian ini adalah data yang diperoleh dari tes kemampuan hasil belajar mata pelajaran Aqidah Ahlak peserta didik sebelum dan sesudah digunakannya metode diskusi.
1. Hasil Analisis Deskriptif
a. Deskripsi Hasil Belajar Mata Pelajaran Akidah Ahlaq yang Diajar Menggunakan Metode Ceramah pada Peserta Didik di Kelas VIII A MTs Salafiyah Kota Cirebon.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap peserta didik kelas VIII A MTs Salafiyah yang berjumlah 18 peserta didik, maka peneliti dapat mengumpulkan data hasil belajar peserta didik melalui tes tertulis. Berikut adalah hasil belajar pretes dan posttest peserta didik yang diajar menggunakan metode diskusi.
Tabel 4.1
Data Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum Metode Diskusi
No Nama
Skor Pretest Postest
1 Achmad Chusni 40 60
2 Aep saefullah 45 55
3 Dani firmansyah 65 65
4 Dika hermawan 30 60
5 Euis lutpiaturrohmah 30 75
6 Hasan abdul karim 35 60
7 Irent safhira 60 50
8 M. Apri Maulana 50 70
9 Meilani Triyasanti 55 75
10 Mela Maulidina 35 70
11 Nabila Nur Zahra 40 65
12 Nadilah Nuraini Kusuma 55 80
13 Renanda Alya Syahbi 35 80
14 Rasya Ovilina 40 55
15 Siti Melita 45 50
16 Vikri Romadon 55 80
17 Ulfa Turrohimah 50 75
18 Zaki Mubarok 60 70
Dari hasil pengumpulan data di atas, maka untuk mengetahui daya serap peserta didik dapat dilihat sebagi berikut:
1) Pretest Sebelum Metode Diskusi
Hasil analisis statistik deskriptif untuk hasil belajar mata pelajaran Akidah Ahlaq peserta didik pada setelah dilakukan pretest adalah sebagai berikut:
a) Membuat Tabel Distribusi Frekuensi
Untuk membuat tabel distribusi frekuensi digunakan langkah- langkah sebagai berikut :
(1) Menentukan banyak kelas interval K = 1 + (3,3 log n)
= 1 + (3,3 log 18 ) = 1 + (3,3 x 1,255) = 5,142 dibulatkan 5 (2) Menentukan rentang kelas
R = Data terbesar β Data terkecil R = 65-30
R = 35
(3) Menghitung panjang kelas P = 35
5
P = 7
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Pretest Sebelum Metode Diskusi
Interval Frekuensi (Fi)
30-36 5
37-43 3
44-50 4
51-57 3
58-65 3
jumlah 18
b) Menhitung Nilai Rata-Rata
Tabel 4.3
Distribusi Tabel Penolong Untuk Menghitung Nilai Rata-rata pretest Sebelum Metode Diskusi
Interval Frekuensi (Fi) Titik Tengah (Xi) Fi , Xi
30-36 5 33 165
37-43 3 40 120
44-50 4 47 188
51-57 3 54 162
58-65 3 61,5 184,5
Jumlah 18 235,5 819,5
Berdasarkan tabel di atas maka nilai rata-rata pretest sebelum metode diskusi adalah:
π₯ =βππ=1π πππ
βππ=1π π
π =819,5 18
π = 45,528
Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh nilai rata-rata hasil belajar mata pelajaran Akidah Ahlaq peserta didik kelas VIII A di MTs Salafiyah Kota Cirebon adalah 45,528.
c) Menghitung Standar Deviasi
Tabel 4.4
Standar Deviasi pretest Sebelum Metode Diskusi
Interval Fi Xi xiβπΜ (xiβπΜ )2 fi (xi - πΜ )2
30-36 5 33 -12,528 156,95 784,75
37-43 3 40 -5,528 30,55 91,65
44-50 4 47 1,472 2,16 8,64
51-57 3 54 8,472 71,77 215,31
58-60 3 61,5 15,972 255,10 765,3
Jumlah 18 223 7,86 516,53 1865,65
SD = ββ ππ ( ππβ π)2 πβ1
= β1865,65
17
= β109,74
= 10,475 2) Posttest Sebelum Metode Diskusi
Hasil analisis statistic deskriptif untuk hasil belajar peserta didik pada kelompok control setelah dilakukan post-test adalah sebagai berikut:
a) Membuat tabel distribusi frekuensi
Untuk membuat tabel distribusi frekuensi digunakan langkah- langkah sebagai berikut:
(1) Menentukan banyak kelas interval K = 1 + ( 3,3 log n)
= 1 + (3,3 log 18) = 1+ (3,3 x 1,255) = 5,142 dibulatkan 5 (2) Menentukan rentang kelas
R = Data terbesar β Data terkecil R = 80-50
R = 30
(3) Menghitung panjang kelas P = π
πΎ
P = 30
5
P = 5
Tabel 4.5
Distribusi Frekuensi posttest Sebelum Metode Diskusi
Interval Frekuensi (Fi)
50-55 4
56-61 3
62-67 2
68-73 3
74-80 6
jumlah 18
Dari tabel distribusi frekuensi hasil belajar di atas, menunjukan bahwa distribusi frekuensi tertinggi hasil belajar peserta didik berada pada interval 74 - 80 dengan frejuensi 6 sedangkan frekuensi terendah pada interval 62 - 72 yaitu 1
b) Menghitung Nilai Rata-Rata
Tabel 4.6
Distribusi Tabel Penolong Untuk Menhitung Nilai Rata-Rata Posstest Sebelum Metode Diskusi
Interval Frekuensi (Fi)
Titik Tengah (Xi)
Fi . Xi
50-55 4 52,5 210
56-61 3 58,5 175,5
62-67 2 64,5 129
68-73 3 70,5 211,5
74-80 6 77 462
jumlah 18 323 1.188
Berdasarkan tabel di atas, maka nilai rata β rata posttest sebelum metode diskusi adalah :
π₯ =βππ=1π πππ
βππ=1π π
= 1.188
18
= 66
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rata-rata hasil belajar mata pelajaran aqidah akhlak peserta didik kelas VIII A di MTS Salafiyah Kota Cirebon adalah 66.
c) Menghitung Standart Deviasi
Tabel 4.7
Standart Deviasi Posttest Sebelum Metode Diskusi Interval Fi Xi Xi β X (Xi β X)2 fi (Xi β X)2
50-55 4 52,5 -13,5 182,25 729
56-61 3 58,5 -7,5 56,25 168,75
62-67 2 64,5 -1,5 2,25 5,06
68-73 3 70,5 4,5 20,25 60,75
74-80 6 77 11 121 726
Jumlah 18 32 18,65 382 1.789,56
πΊπ« = ββ ππ (πΜ π β πΜ )π n β 1
=βππππ,ππ
ππ
= βπππ, ππ
= 10,259 Tabel 4.8
Nilai statistic deskriptif hasil pretest dan posttest Kelas VIII A
Stastistik Nilai Statistik
Pretest Posttest
Nilai terendah 30 50
Nilai tertinggi 65 80
Nilai rata-rat ( 45,52 66
Standar Deviasi (SD) 10,47 10,25
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa:
(1) Pretest Sebelum Metode Diskusi
Nilai terendah yang diperoleh pada pretest sebelum metode diskusi adalah 30 dan nilai tertinggi adalah 65. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 54,52 dengan standar deviasinya adalah 10,47.
(2) Posttest sebelum metode diskusi
Nilai terendah yang diperoleh pada kelas control adalah.. dan nilai tertinggi adalah 65. nilai rata-rata yang diperoleh adalah 45,52 dengan standar deviasinya adalah 10,47. Jika hsil belajar peserta didik dikelompokkan dalam kategori sangat rendah, sedang, tertinggi , sangat tertinggi akan diperoleh frekuensi dan presentase setelah dilakukan pretttest dan posttest maka didapatkan hasil seperti dibawah ini.
Tabel 4.9
Distribusi Frekuensi Dan Presentase Tingkat penguasaan materi ppserta Didik Sebelum Metode Diskusi
Tingkat Penguasa
an
Kategori
Pretest Posttest Frekuensi Persentas
e (%)
Frekuen si
Persentas e (%)
0 β 39 Sangat Rendah 5 27,78 0 0
40 β 54 Rendah 7 38,89 2 11,11
55 β 74 Sedang 6 33,33 10 55,56
75 β 89 Tinggi 0 0 6 33,33
90 β 100 Sangat Tinggi 0 0 0 0
Jumlah 18 100 18 100
Berdasarkan pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa tingkat penguasaan materi peserta didik pada pretest dan posttest sebagai berikut:
(a) Pada pretest terdapat .. peserta didik (27,78%) berada pada kategori sangat rendah, 7 peserta didik (38,89%) berada pada kategori rendah, 6 peserta didik (33,33%) berada pada kategori sedang (0%) berada pada kategori tinggi, dan sangat tinggi.
(b) Pada posstest terdapat 0 peserta didik (0%) berada pada kategori sangat rendah, 2 peserta didik (11,11%) berada pada kategori rendah, 10 peserta didik (55,56%) berada pada kategori sedang, 6 peserta didik (33,33%) berada pada kategori tinggi, dan 0 peserta didik (0%) yang berada pada kategori sangat tinggi.
Selanjutnya, penulis menyajikan presentase nilai rata-rata kenaikan hasil belajar mata pelajaran akidah ahlak peserta didik kelas VIII A di MTs Salafiyah Kota Cirebon yang dilihat dari hasil pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik sebagai berikut:
Tabel 4.10
Nilai Rata-rata pada Pretest dan Posttest Sebelum Metode Diskusi
Stastistik
Nilai statistik
Pretest Posttest
Nilai rata-rata (π₯) 45,52 66
P = π· =ππβππ,ππ
ππ,ππ πΜ πππ% = ππ,ππ
ππ,ππ πΜ πππ% = ππ, ππ%
Jadi, selisih rat-rat kenaikan hasil belajar peserta didik adalah 20,48.dengan presentase 44,99%.
Dari tabel atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mata pelajaran akidah ahlaq yang diajar menggunakan metode diskusi meningkat dengan presentase rata-rata kenaikan hasil belajar yaitu 44,99%
b. Deskripsi hasil belajar mata pelajaran akidah ahlaq yang diajar menggunakan metode diskusi pada peserta didik kelas VIII A MTs Salafiyah
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap peserta didik kelas VIII A yang berjumlah 17 pesera didik, maka peneliti dapat mengumpulkan data hasil belajar peserta didik melalui tes tertulis. Berikut adalah hasil belajar pretest dan post test peserta didik yang diajar dengan menerapkan metode diskusi.
Tabel 4.11
Data hasil belajar pesera didik
No Nama Pretest Posttest
1 Abdul ghofur 50 80
2 Rafi Fadlurohman 30 65
3 Moch. Murgoni Anis 55 85
4 M. Luthfi Habibi 30 60
5 Moh. Rizki Hidayatullah 40 75
6 Tellani 35 80
7 Siti Khumairoh Azizah 40 85
8 Leni Febiayanti 35 65
9 Ahmad Mahasusu 35 85
10 Siti Laela 25 80
11 M. Nabil Al mubarok 60 85
12 Teti Nurkhomsah 40 70
13 M.Bachtiar 30 75
14 Siti Neng Marhamah 35 85
15 Ali Hidayah 40 80
16 Ameliani Rotua 60 80
17 Ferdi Ka yandri 55 75
Dari hasil pengumpulan data di atas, maka untuk mengetahui daya serap peserta didik dapat dilihat sebagai berikut:
1) Pretest
Hasil analisis statistic deskriptif untuk hasil belajar Akidah Ahlaq peserta didik setelah dilakukan pretest adalah sebagai berikut:
a) Membuat tabel distribusi frekuensi
Untuk membuat tabel distribusi frekuensi digunakan langkah-langkah sebagai berikut:
(1) Menentukan banyak kelas interval
K = 1 + (3,3 log n)
= 1 = (3,3 log 17) = 1 + (3,3 x 1,230) = 1+ 4,050
= 5, 059 dibulatkan 5 (2) Menentukan rentang kelas
R = Data terbesar β Data terkecil R = 60-25
R = 35
(3) Menghitung panjang kelas P = π
πΎ
P = 35
5 P =7
Tabel 4.12
Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum Penerapan Metode Diskusi
Interval Frekuensi (Fi)
25-31 4
32-38 3
39-45 3
46-52 2
53-60 5
Jumlah 17
a) Menghitung Nilai Rata-Rata Tabel 4.13
Distribusi Tabel Penolong Untuk Menghitung Nilai Rata-rata Sebelum Penerapan Metode Diskusi
interval Frekuensi (Fi)
Titik tengan (Xi)
Fi . Xi
23-31 4 28 112
32-38 3 35 105
39-45 3 42 126
46-52 2 49 98
53-60 5 56.5 282,5
Jumlah 17 210,5 723,5
Berdasarkan tabel di atas, maka nilai rata-rata pretest adalah : π = β π π ππ
π πβ1
βππβ1π π
= 723,5
17
= 42,558
Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh nilai rata-rata hasil belajar Akidah Ahlaq kelas VIII A di MTs Salafiyah sebelum penerapan metode diskusi adalah 42,558.
b) Menghitung Standar Deviasi
Tabel 4.14 Standar Deviasi Pretest
Interval Fi Xi π1 β x (xiβπΜ Μ )2 fi(xi - πΜ Μ )2
25-31 4 28 -14,558 211,93 847,72
32-38 3 35 -7,558 57,12 171,36
39-45 3 42 -0,558 0,31 0,93
46-52 2 49 6,442 41,49 82.98
53-60 5 56,5 13,944 194,43 972,15
jumlah 17 210,5 -2,288 505,28 2075,14
ππ· = ββ ππ (xi β x )2 π β 1 = β2075,14
16
= β129,69
= 11,388
2. Postesst Sesudah Metode Diskusi
Hasil analisis statistik deskriptif untuk hasil belajar Akidah Ahlak peserta didik setelah dilakukan post-test adalah sebagai berikut:
a) Membuat Tabel Distribusi Frekuensi
Untuk membuat tabel distribusi frekuensi digunakan langkah-langkah sebagai berikut:
(1) Menentukan banyak kelas interval K = 1 + (3,3 log n)
= 1 + (3,3 log 17) = 1 + (3,3 x 1,230) = 1 + 4,059
= 5,059 dibulatkan 5 (2) Menentukan rentang kelas
R = Data terbesar β Data terkecil R = 85-60 = 25
(3) Menghitung panjang kelas P = π
πΎ
P = 25
5
P = 5
Tabel 4.15
Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Peserta Didik Setelah Penerapan Metode Diskusi
Interval Frekuensi
60-64 1
65-69 2
70-74 1
75-79 3
80-85 10
Jumlah 17
b) Menghitung Nilai Rata-Rata
Tabel 4.16
Distibusi Tabel Penolong Untuk Menghitung Nilai Rata-Rata Setelah Penerapan Metode Diskusi
Interval Frekuensi (Fi)
Titik Tengah (Xi)
Fi . Xi
60-64 1 62 62
65-69 2 67 134
70-74 1 72 72
75-79 3 77 231
80-85 10 82,5 825
Jumlah 17 360,5 1,324
Berdasarkan tabel di atas, maka rata-rata posttes adalah : π = βππβ1π π ππ
βππβ1π π
= 1.324
17
= 77,88
Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh nilai rata-rata belajar peserta didik kelas VIII A MTs Salafiyah Kota Cirebon setelah menggunakan metode diskusi adalah 77,88.
Tabel 4.17
Standar Deviasi Posttest
Interval Fi Xi xiβπΜ Μ (xiβπΜ Μ )2 fi(xi - πΜ Μ )2
60-64 1 62 -15,88 252,17 252,17
65-69 2 67 -10,88 118,37 236,74
70-74 1 72 -5,88 34,57 34,57
75-79 3 77 -0,88 0,77 2,32
80-85 10 82,5 4,62 21,34 213,44
jumlah 17 360,5 -38,14 263,98 739,24
ππ· = ββ ππ (xi β x )2 π β 1
= β739,24 16
= βππ, ππ
= 7,817
Tabel 4.18
Nilai Stastistik Deskriptif Hasil Pretest dan Posttest Stastistik
Nilai Statisti
Pretest Posttest
Nilai terendah 25 60
Nilai tertinggi 60 85
Nilai rat-rat ( x) 42,55 77,88
Standar Deviasi (SD) 11,38 7,81
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa:
(1) Pretest
Nilai terendah yang diperoleh pretest adalah 25 dan nilai tertinggi adalah 60. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 42,55 dengan standar deviasinya adalah 11,38.
(2) Posttest
Nilai terendah yang diperoleh posttest adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 85. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 77,88 dengan standar deviasinya adalah 7,81.
Berdasarkan hasil pretest dan posttest diperoleh nilai rata-rata hasil belajar Akidah Ahlaq meningkat, yakni nilai rata-rata pretest adalah 42,55 sedangkan niali rata-rata posttest adalah 77,88 dengan selisih sebanyak 35,33.
Jika hasil belajar peserta didik dikelompokkan dalam kategori sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, sangat tinggi akan diperoleh frekuensi dan presentase setelah dilakukan pretest dan posttest maka didapatkanlah hasil seperti di bawah ini.
Tabel 4.19
Distribusi Frekuensi dan Presentase Tingkat Penguasaan Materi Peserta Didik
Penguas
aan Kategori
Pretest Kelas Eksperimen
Posttest Kelas Eksperimen Frekuen
si
Persentase
(%) Frekuensi Persentase (%)
0-39 Sangat rendah 7 41,18 0 0
40-54 Rendah 5 29,41 0 0
55-74 Sedang 5 29,41 4 23,52
75-89 Tinggi 0 0 13 76,48
90-100 Sangat tinggi 0 0 0
Jumlah 17 100 17 100
Berdasarkan pada tabel di atas maka, dapat diketahui bahwa tingkat penguasaan materi siswa pada pretest dan posttest sebagai berikut :
(a) Pada pretest terdapat 7 peserta didik (41,18%) berada pada kategori sangat rendah, 5 peserta didik (29,41%) berada pada kategori rendah, 5 peserta didik (29,41%) berada pada kategori sedang, 0 peserta didik (%) berada pada kategori tinggi dan 0% berada pada kategori sangat tinggi.
(b) Pada posttest terdapat 0% peserta didik berada pada kategori sangat rendah, 0% peserta didik berada kategori rendah, 4 peserta didik (23,52%) berada pada kategori sedang, 13 peserta didik (76,48%) berada pada kategori tinggi, dan peserta didik (0%) berada pada kategori sangat tinggi.
Selanjutnya, penulis menyajikan presentase nilai rata-rata kenaikan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Ahlak
kelas VIII A MTs Salafiyah yang dilihat dari hasil pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik sebagai berikut:
Tabel 4.20
Nilai Rata-rata pada pretest dan posttest
Stastistik Nilai stastistik
Pretest Posttest
Nilai rata-rat (x) 42,55 77,88
π· =ππ, ππ β ππ, ππ
ππ, ππ πΜ πππ% = ππ, ππ
ππ, πππ πΜ πππ% = ππ, ππ%
Jadi, selisih rata-rata kenaikan hasil belajar Akidah Ahlak adalah 35,33 dengan presentase 83,03%.
Dari tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Akidah Ahlak yang diajar menggunakan metode diskusi. Meningkat dengan presentase rata-rat kenaikan hasil belajar yaitu 83,03%.
Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Nilai Rata-rata pretest dan posttest
2. Hasil Analisis Inferensial
a. Efektivitas Metode Diskusi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Pada mata pelajaran Akidah Ahlak Siswa Kelas VIII A DI MTs Salafiyah Kota Cirebon.
Pada bagian ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga, dimana pada bagian ini akn dijawab dengan stastistik inferensial. Pada analisis ini ada 3 tahap untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran Akidah Ahlaq sebelum dan sesudah di ajar dengan mengunakan metode diskusi,. Tahap yang dimaksud adalah pengujian normalitas, homogenitas, dan pengujian
hipotesis dengan t-test. Ketiga pengujian ini dilakukan secara menggunakan SPSS. Berikut hasil pengolahan data dengan tahap yang dimaksud:
1) Uji normalitas
Pengujian normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan pada hasil dari sample tersebut, yaitu hasil belajar sebelum dan sesudah.
Pengujian normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data tersebut normal atau tidak. Jika data tersebut berdistribusi normal maka sig>a . pengujian normalitas pada data tersebit dapat dilihat pada output SPSS dibawah ini!
Tabel 4.21
Pengujian Normalitas Terhadap Prettest data hasil belajar Akidah Ahlak peserta didik kelas VIII A MTs Salafiyah
Tests of Normality
Kolmogrov- Smirnova
Keterangan Sig
Pretest sesudah 0,651 Normal
Pretest sebelum 0,822 Normal
Pengujian normalitas yang dilakukan terhadap pretest data hasil belajar Akidah Ahlak pada data tersebut, ditetapkan taraf signifikannya adalah 0,05. Pengujian normalitas dilakukan pada data pretest sebelum dan sesudah, taraf signifikan yang ditetapkan adalah 0,05, setelah dilakukan pengolahan data pada SPSS maka diperoleh output nilai sign untuk pretest sebesar 0,651 berarti nilai sig lebih besar dari nilai a (0.651> 0,05), jadi, dapat disimpulkan bahwa data pretest sesudah berdistribusikan normal.
Pada hasil pretest diperoleh sign sebesar 0,822, berarti nilai sig lebih besar nilai a (0822> 0,05), jadi dapat disimpulkan bahwa data pretest sesudah juga berdistribusi normal.
Tabel 4.22
Pengujian Normalitas Terhadap Postest Data Hasil Belajar Akidah Ahlak Sebelum dan Sesudah Peserta Didik Kelas VIII A di MTs
Salafuyah
Test of Normality Kolmogorov-Smirnova
Keterangan Sig
Posttest sesudah 0,314 Normal
Posttest sebelum 0,875 Normal
Pengujian normalitas yang dilakukan terhadap posttest data hasil belajar Akidah Ahlak pada data tersebut, ditetapkan taraf signifikannya adalah 0,05. Pengujian normalitas dilakukan pada data posttest sesudah dan sebelum, taraf signifikannya yang ditetapkan adalah 0,05 setelah dilakukan
pengolahan data pada SPSS maka diperoleh output nilai sign untuk posttest sesudah sebesar 0,314 berarti nilai sig lebih besar dari niali a (0,314> 0,05), jadi dapat disimpulkan bahwa data posttest sesudah metode diskusi berdistribusi normal. Pada hasil posttest sebelum metode diskusi diperoleh sign sebesar 0,875, berarti nilai sig lebih besar dari nilai a (0,875> 0,05), jadi dapat disimpulkan bahwa data posttest sebelum metode diskusi juga berdistribusi normal.
2) Uji Homogenitas
Sebelum mengadakan uji hipotesis, maka terlebih dahulu dilakukan uji homogenitas, karena hal ini merupakan syarat untuk melakukan pengujian dalam analisis inferensial. Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua data sebelum dan sesudah metode diskusi berasal dari populasi yang homogeny. Adapun formulasi hipotesis yang digunakan sebagai berikut:
H= Variansi kedua data sama H= Variansi kedua data tidak sama
Pengujian homogenitas dilakukan pada data pretest sebelum dan sesudah, dengan taraf signifikan yang ditetapkan sebelumnya adalah a = 0,05. Jika sig>a maka H diterima, mak kedua data yang di uji homogen dan jika sig<a, maka H ditolak, maka kedua data yang diuji tidak homogen.
Tabel 4.23
Pengujian Homogenitas Terhadap Posttest Data Hasil Belajar Akidah Ahlak Sebelum dan Sesudah Metode Diskusi Peserta Didik Kelas VIII
A MTs Salafiyah
Pengujian Leven stastistik Sig Keterangan
Prettest 0,278 0,601 Homogen
Berdasarkan output SPSS maka diperoleh nilai sign sebesar 0,601, berarti nilai sig lebih besar dari nialai a = 0,05 (0,601> 0,05). Dengan demikian H di terima. Mak dapat disimpulkan bahwa data pretest sebelum dan sesudah metode diskusi homogeny.
Tabel 4.24
Pengujian Homogenitas Terhadap Posttest Data Hasil Belajar Akidah Ahlak Sebelum dan Sesudah Metode Diskusi Kelas VIII A MTs
Salafiyah
Pengujian Levene stastistik Sig Keterangan
Posttest 1.979 0,169 Homogen
Berdasarkan output SPSS maka diperoleh nilai sign sebesar 0,169, berarti nilai sig lebih besar dari nilai a = 0,05 (0,169> 0,05). Dengan demikian H di terima.maka dapat disimpulkan bahwa data pretest dari sebelum dan sesudah metode diskusi homogen.
3) Uji Hipotesis
Analisis inferensial dalam hal ini adalah berupa pengujian terhadap hipotesis yang telah diajukan.Hipotesis akan diuji dengan menggunakan stastistik uji t jenis Independen Sample T-ttest dengan bantuan aplikasi SPSS Versi 16 Dengan Kriteria pengujian adalah jika nialai t hitung>
t tabel atau taraf signifikan < a (nilai sig <0.05) maka H ditolak dan H diterima tapi jika t hitung<t tabel atau taraf signifikan <a (nilai sig <0,05) maka H diterima dan H ditolak. Adapun hasilnya pengujian uji t jenis Independen Sample T-t t sebagai berikut:
Tabel 4.25
Uji-t jenis Independent Sampel T-ttest Data Hasil Belajar Fiqih Peserta Didik Kelas VIII A MTS Salafiyah Kota Cirebon
Pengujian thitung ttabel Sig
Uji-t Post test 3.460 1.692 0,002
Pada table 4.25 diatas menunjukkan nilai π‘βππ‘π’ππ sebesar 3.460 dengan tingkat Sig = 0,002 Dengan df = N-2 = 35-2 = 33 sehingga nilai π‘π‘ππππ=1.692 pada taraf signifikasi [Ξ± = 0,05]. Untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak, maka dilakukan dengan cara memperhatikan kaidah keputusannya. jika nilai thitung> ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil diatas, maka dapat disimpulan bahwa H0
ditolak karena π‘βππ‘π’ππ lebih besar dari π‘π‘ππππ yakni 3.460 > 1.692 Jadi terdapat perbedaan hasil belajar fiqih antara yang menggunakan metode diskusi dan
yang menggunakan metode ceramah dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
A. Pembahasan
Pada bagian pembahasan ini akan dibahas mengenai hasil penelitian yang telah diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan yaitu Non Equivalent Control Group Desain yaitu dengan membandingkan sesudah metode diskusi dengan sebelum diskusi..
Setelah melalui proses perhitungan, diperoleh hasil Pretest dan Posttes yang telah dilakukan pada masing-masing kelas eksperimen dan kelas control dimana Pretest merupakan tes awal yang dilakukan peneliti pada masing-masing kelas sebelum diberikannya perlakuan sebelum metode diskusi dan sesudah metode diskusi sedangkan Posttest merupakan tesa yang dilakukan setelah metode diskusi diajar dengan menggunakan metode diskusi. Dapat terlihat bahwa pelajaran yang menggunakan metode diakusi dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar pesrta didik pada mata pelajaran Aqidah Ahlak kelas VIII A di MTs Salafiyah Kota Cirebon.
Hal ini dapat terlihat pada analisis deskriptif dan inferensial yang dilakukan sebelumnya, yaitu hasil analisis deskriptif tes Aqidah Ahlak peserta didik sesudah metode diskusi dengan rata-rata nilai hasil pretest yaitu 42,55 dan rata- rata nilai hasil posttest yaitu 77.88 serta selisih rata-rata kenaikan hasil belajar pesrta didik adalah 35,33 dengan persentase 83,03% sedangkan hasil analisis tes fiqih peserta didik pada kelas control dengan rata-rata nilai