• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK

3.5 Teknik Analisis Data

Amparita Kab. Sidrap. Adapun persamaan Regresi Linear Berganda adalah sebagai berikut:63

Y = a + β1X1+ β2X2+ β3X3+ β4X4+e Dimana :

Y : Loyalitas nasabah (Variabel terikat/ tidak bebas) X1 : Kepercayaan (Variabel bebas pertama)

X2 : Komitmen (Variabel bebas kedua) X3 : Komunikasi (Variabel bebas ketiga)

X4 : Penanganan Keluhan (Variabel bebas keempat)

a : Konstanta

β1, β2, β3, β4 : Koefisien Regresi

e : Eror trem

3.5.3 Uji Asumsi Kalsik

Uji asumsi klasik adalah persyaratan statik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square (OLS). Regresi linier mengestimasi besarnya koefisien-koefisien yang dihasilkan oleh persamaan yang bersifat linier, yang melibatkan dua variabel bebas, untuk digunakan sebagai alat prediksi besar nilai variabel tergantung.

3.3.2.1 Uji Normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah tidak. Uji normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal

63Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif :Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS . h. 301.

3.3.2.2 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas adalah untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linear berganda. Jika ada korelasi yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya menjadi terganggu.

Uji multikolinearitas untuk mengetahui penyimpangan dengan melihat adanya pengaruh linear antar variabel independen dalam model regresi. Metode pengujian yang digunakan dengan melihat nilai Inflation Factor (VIF) pada model regresi. Jika VIF< 10 dan Tolerance mendekati > 0,1, maka tidak terjadi multikolinearitas antara variabel bebas.

3.3.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain, jika varian residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.3.2.4 Uji Autokorelasi

Autokorelasi bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel pengganggu pada periode tertentu dengan variabel sebelumnya. 64 Autokorelasi terjadi jika terdapat kesalahan observasi yang ada berkorelasi satu sama lain. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi, melalui metode Durbin-Watson yang dapat dilakukan melalui program SPSS, dimana secara umum dapat diambil patokan yaitu:

64Wiratna Sujarweni, SPSS Untuk Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2014, Cet. I) h. 186.

1. Jika angka D-W dibawah -2, berarti autokorelasi positif.

2. Jika angka D-W diatas +2, berarti autokorelasi negatif.

3. Jika angka D-W diantara -2 sampai dengan +2, berarti tidak ada autokorelasi.

3.5.4 Uji Hipotesis 3.5.4.1 Uji Korelasi

Uji korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini dilakukan, ketika ingin mengetahui tentang ada tidaknya dan kuat lemahnya hubungan dan tingkat variabel ini penting, karena dengan mengetahui tingkat yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai denagn tujuan penelitian.

3.5.4.2 Uji t

Uji t merupakan metode statistik parametrik yang paling dasar, dan merupakan prosedur yang paling banyak digunakan dalam penelitian. Misalnya untuk membandingkan sekro rata-rata dari dua kelompok yang hendak di uji.

Terdapat berbagai macam tipe pengujian dengan menggunakan Uji t tergantung pada promblem dan situasi penelitian yang dihadapi.65 Uji t adalah uji yang dilakukan untuk mengatahui seberapa besar pengaruh satu varibel independen terhadap variabel depneden. Uji ini bertujuan untuk mengatahui apakah varibel indpenden (kepercayaan (X1), komitmen (X2), Komunkasi (X3), dan penanganan keluhan (X4) berpengaruh terhadap loyalitas Nasabah (Y) secara terpisah atau bersama-sama.

3.5.4.1.1 Apabila tingkat singnifikan ˂ 0.05 maka Ho ditolak dan H1 diterimah, maka ada pengaruh singnifikan variabel independen sevra individual terhadap variabel dependen.

65Morissa, Metode Penelitian Survei (Jakarta: Kencana, 2012), h. 329-330.

3.5.4.1.2 Apabila tingkat singnifikan ˃ 0.05 maka Ho diteima dan H1 ditolak, maka tidak ada pengaruh singnifikan variabel independen sevra individual terhadap variabel dependen.

3.5.4.2 Uji F

Uji F adalah uji yang dilakukan untuk menunjukkan apakah variabel independ berpengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap varibel dependen.

Uji F dilakukan untuk mengatahui apakah variabel kepercayaan (X1), komitmen (X2), Komunkasi (X3), dan peananganan keluhan (X4) terhadap loyalitas Nasabah (Y).

Adapun hipoesis yang diajukan adalah sebagai berikut:

3.5.4.2.1 Hipotesisi nol (Ho) diterima dan Hipotesisi alternatif (Ha) ditolak, maka:

tidak ada penagruh variabel independen (X1,X2...Xn) secara simultan terhadap varibel dependen. (Y) ( Apabila nilai singnifikan ˃ 0,05 maka H0

diterima dan Ho ditolak).

3.5.4.2.2 Hipotesisi nol (Ho) ditolak dan Hipotesisi alternatif (Ha) diterima. maka:

ada penagruh variabel independen (X1,X2...Xn) secara simultan terhadap varibel dependen. (Y) (Apabila nilai singnifikan ˂ 0,05 maka H0 ditolak dan Ho diterima).

3.5.4.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Uji determinasi dapat dilihat melalu R square, nilai R square dikatakan baik jika di atas 0,5.

43 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Lokasi Penelitian

Nama : PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor BRI Unit Amparita Alamat : Jl. Semangka Kel Toddang Pulu, Kec. Tellu Limpoe

Telepon : (0421) 3582534 Facsimile : (0421) 3582534 Email : [email protected] 4.1.1 Sejarah

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.

1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No.

41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang

merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia danBank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

PT. BRI (Persero) yang didirikan sejak tahun 1895 didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang tetap konsisten, yaitu dengan fokus

pemberian fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil. Hal ini antara lain tercermin pada perkembangan penyaluran KUK pada tahun 1994 sebesar Rp. 6.419,8 milyar yang meningkat menjadi Rp. 8.231,1 milyar pada tahun 1995 dan pada tahun 1999 sampai dengan bulan September sebesar Rp. 20.466 milyar. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini Bank Rakyat Indonesia mempunyai Unit Kerja yang berjumlah 4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi /SPI, 170 Kantor Cabang (Dalam Negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.POINT,3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa.

4.1.2 Visi dan Misi

Visi PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah bank terkemuka dan terbuka yang selalu mengutamakan kepuasaan semua para nasabah yang ada diseluruh Indonesia agar selalu mempercayai Bank Rakyat Indonesia sebagai Bank terbaik di Indonesia.

4.1.1.1 Misi BRI

1. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

2. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan teknologi informasi yang handal dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance (GCG) yang sangat baik.

3. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).

4.1.1.2 Visi Unit BRI

Visi Unit BRI adalah menjadi lembaga keuangan dengan reputasi International, tumbuh sehat melalui penyediaan jasa perbankan untuk pengusaha mikro, kecil dan menengah.

4.1.3 Produk – produk Bank BRI Amparita

Produk Perbankan merupakan instrument atau perangkat yang dimiliki oleh bank berupa produk yang ditawarkan bank kepada masyarakat. Produk perbankan yang ditawarkan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor BRI Unit Amparita antara lain:66

4.1.2.1 Pruduk Simpanan/Tabungan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kantor BRI Unit Amparita. Berikut produk simpanan/tabungan yang ada di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor BRI Unit Amparita.

1. Simpedes

Simpedes adalah simpanan masyarakat pedesaan yang terasuk kelompok tabungan yang pengambilannya tidak dibatasi jumlah maupun frekuensinya sepanjang saldo mencukupi yaitu sebesar Rp 50.000,-

2. Britama

Britama adalah produk simpanan yang termasuk kelompok tabungan yang dana penyetoran awalnya Rp 250.000,- pengambilan serta penyetoran tidak dibatasi dalam jumlah maupun frekuensi sepanjang saldo mencukupi.

66 https://bri.co.id/ (diakses 31 mei 2019)

3. Deposito

Deposito adalah simpanan uang dari masyarakat kepada bank yang penarikannya hanya dapatdilakukan dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan yang telah disetujui antara nasabah dengan bank yang bersangkutan.

4. Giro

Giro adalah simpanan masyarakat kepada PT. BRI (Persero) Unit Desa yang setorannya maupun penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan tidak dibatasi jumlah maupun frekuensi sepanjang dana mencukupi

4.1.2.2 Kredit / Pinjaman PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor BRI Unit Amparita. Berikut produk kredit/pinjaman yang terdapat pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor BRI Unit Amparita:

1. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kredit usaha rakyat merupakan fasilitas kredit yang berasal dari program pemerintahan untuk pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah dengan persyaratan yang mudah.

2. Kredit KUPEDES

Kredit KUPEDES merupakan fasilitas kredit untuk pengembangan usaha keatas dengan persyaratan yang mudah. Kredit dengan bungan bersaing yang bersifat umum untuk semua sector ekonomi, ditunjukkan untuk individual (badan usaha maupun perseorangan) yang memenuhi persyaratan dan dilayani seluruh BRI Unit dan Teras BRI.

3. Kredit Briguna

Kredit Briguna adalah kredit yang diberikan kepada calon debitur / debitur dengn sumber pembayaran (repayment) berasal dari sumber penghasilan tetap atau fixed income (gaji / uang pensiun). Briguna diberikan untuk pembiayaan keperluan

produktif dan non produktif, misalnya : pembelian barang bergerak atau tidak bergerak, perbaikan rumah, keperluan kuliah / sekolah, pengobatan, pernikahan dan lain lain. Briguna merupakan hasil harmonisasi Briguna dan Kupedes Golbertahap yang dapat dilayani di Kanca, KCP dan BRI Unit. Pasar sasaran untuk Briguna ini adalah :

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Pegawai yang telah diangkat sebagai pegawai tetap, yang terdiri dari:

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusat dan Daerah.

2. Anggota TNI 3. Anggota POLRI 4. Anggota BUMN 5. Anggota BUMD

3. Pegawai perusahaan swasta yaitu pegawai tetap dari badan usaha atau badan hukum milik Negara, yang didirikan berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku

Dokumen terkait