• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK MEMODIFIKASI ALAT GELAS

58

59

tinggi untuk memuai. Dengan demikian berarti soft gelass memuai dan menyusut sangat cepat ketika dipanaskan dan didinginkan; perubahan temperatur yang cepat dapat menyebabkan gelas tersebut cepat retak.

Selain kelemahan tersebut, soft gelass memiliki kelebihan yaitu mudah pengerjaannya (modifikasi) dengan menggunakan pembakar Bunsen. Perawatan gelas ini harus dilakukan untuk mencegah kerusakan, yaitu dengan sedikit pemanasan secara merata terlebih dahulu, pendinginan secara bertahap, tekanan dan tegangan dikontrol.

1. Memotong pipa gelas

1) Persiapkan pipa gelas panjang (diameter 5 – 6 mm). Letakkan pipa gelas di atas meja, tandai dengan pensil pada bagian yang akan dipotong.

Pegang kikir dengan satu tangan, tempatkan jari telunjuk anda tepat pada sisi datar kikir. Dengan tangan yang lain, tahan pipa gelas dengan kuat di atas bangku. Di atas tanda, goreskan sisi kikir dengan kuat pada gelas secara kontinyu (Gambar 2.30)39

Gambar 2.30 Menggores pipa gelas dengan kikir

2) Teteskan satu tetes air di atas goresan (untuk memudahkan pematahan gelas). Bungkus pipa gelas dengan kain kemudian genggam dengan kedua tangan anda seperti yang ditunjukkan oleh

39 Bettelheim & Landesberg, hal. 5.

60

Gambar 2.31. Letakkan kedua ibu jari diantara goresan. Posisi goresan hendaknya jauhkan dari badan dan wajah. Patahkan tabung pipa, dengan menekan cara serentak dengan kedua ibu jari dan menariknya dengan kedua tangan kearah badan.

Tabung pipa gelas akan patah di tempat yang anda gores. Apabila pipa gelas tersebut tidak patah, ulangi prosedur di atas.

Gambar 2.31 Cara mematahkan pipa gelas

2. Membengkokkan Gelas

1) Letakkan sayap di puncak lampu bunsen yang sedang dalam keadaan mati. Sayap tersebut akan memperlebar nyala sehingga akan memanaskan pipa gelas lebih panjang sampai lunak. Nyalakan pembakar dan atur sampai memperoleh kerucut dalam berwarna biru sepanjang lebar bagian atas sayap (Gambar 2.32)

Gambar 2.32 Sayap bagian atas pembakar

Bunsen

Gambar 2.33 memegang pipa gelas

diatas nyala

61 Gambar 2.34 Cara memegang sebelum

dibengkokan

Gambar 2.35 Membenggokkan pipa

gelas dengan cepat

1 2 3 Gambar 2.36

Gelas 1 hasil yang bagus dan gelas 2 dan 3 kurang bagus

3. Membersihkan Peralatan Gelas

Ikuti petunjuk berikut ini untuk menjaga peralatan gelas agar tetap seperti kondisi baru:40 1) Biasakan segera membersihkan peralatan gelas

setelah digunakan, karena pengotor lebih mudah dibilas dari pada telah bermalam. Pengotor yang telah mengendap bisa jadi sangat sulit untuk dihilangkan.

2) Sebelum membersihkan peralatan gelas, biasakan selalu memeriksa alat gelas tersebut apakah terjadi kerusakan seperti pecah, retak atau kerusakan lainnya. Buang peralatan gelas yang rusak, sebelumnya dibilas dulu sebanyak mungkin untuk menghilangkan pengotor, kemudian dibungkus dengan koran beberapa lapis, dan buang bersama sampah rumah tangga.

3) Untuk perlatan yang berlubang kecil seperti pipa gelas, pipet, dan lainnya, dorong atau tarik air keran melalui lubangnya selama beberapa kali untuk mengeluarkan pengotor sebanyak-

40Robert Bruce Thompson, 90

62

banyaknya. Kemudian tarik cairan pembersih berbusa memelalui peralatan gelas selama beberapa kali, diikuti dengan menarik atau mengalirkan beberapa bilasan air keran melalui peralatan gelas. Terakhir, alirkan akuades bebas ion beberapa kali. Gunakan bola karet untuk meniup keluar beberapa cairan bilasan yang tersisa dan tempatkan peralatan gelas pada tempat tertentu sampai kering.

4) Untuk peralatan gelas dengan lubang yang besar seperti gelas kimia, labu, dan tabung reaksi, segera bersihkan setelah digunakan, biarkan dingin (apa bila panas), buang isinya pada tempat pembuangan limbah, bilas peralatan gelas tersebut dengan air keran panas (jika ada), kemudian letakkan dengan posisi terbalik untuk pengeringan. Pastikan tempat untuk peralatan yang kotor dan tempat peralatan yang bersih dengan memberikan tanda atau label.

5) Jika peralatan gelas sangat kotor (seperti tabung reaksi atau labu yang mengandung endapan yang tidak dapat dibilas) gunakan sikat dan air panas berbusa untuk menghilangkan pengotor sebanyak mungkin. Jika peralatan masih tampak kotor, rendam dia di dalam bak cuci atau bak plastik yang berisi air panas berbusa, biarkan dia terendam selama beberapa jam atau semalam.

Ulangi lagi dengan gunakan sikat dan air panas berbusa untuk menggosoknya. Jika peralatan gelas masih juga terlihat kotor, coba direndam dalam larutan asam HCl 1 M selama semalam (encerkan dengan perbandingan 1 asam : 10 air) dan kemudian menggosoknya kembali. Jika peralatan tampak bersih, bilas dengan air keran

63

dan keringkan sampai siap untuk digunakan.

Sebaliknya, jika tidak juga bersih maka buang peralatan tersebut.

6) Peralatan gelas yang telah mengalami pencucian awal terlihat sudah bersih, tetapi bisa saja belum bersih untuk keperluan laboratorium. Pencucian awal sudah cukup baik jika mampu menghilangkan semua kontaminan atau pengotor, namun demikian pencucian akhir tetap diperlukan untuk memastikan peralatan gelas dalam keadaan benar-benar bersih.

7) Pada pencucian akhir dapat dimulai dengan mengisi bak cuci atau lainnya dengan air panas berbusa. Gunakan sikat yang sesuai, gosok seluruh bagian peralatan baik bagian dalam maupun luar. Bilas seluruh bagian peralatan dengan aliran air keran yang panas, dan kemudian memeriksanya apakah sudah benar-benar bersih.

Keringkan dengan posisi terbalik dan biarkan sampai benar-benar kering sempurna. Terakhir, bilas alat gelas terutama pada bagian dalam, dengan akuades dan tempatkan pada rak pengering dengan posisi terbalik.

8) Setelah peralatan kering, kembalikan ke tempat penyimpanan.

4. Kapan Dibersihkan dan Kapan Dibuang

Jika alat gelas benar-benar kotor mungkin sebaiknya dibuang dan diganti dengan yang baru, apalagi alat gelas yang tidak tergolong mahal seperti tabung reaksi, pipet, gelas kimia atau erlenmeyer.

Sedangkan untuk alat gelas yang mahal seperti buret, labu ukur, dan gelas ukur mungkin diperlukan sedikit keberanian untuk mencucinya. (oleh karena itu jangan melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan peralatan

64

gelas yang mahal menjadi sangat kotor; sebagian besar alat gelas mahal digunakan untuk keperluan volumetrik bukan sebagai tempat reaksi). Jika digosok dengan sabun dan air tenyata tidak bisa bersih, direndam dalam larutan HCl encer (1:10) ternyata juga tidak mampu membersihkan, maka sebaiknya alat gelas tersebut dibuang. Jika anda memutuskan untuk mengambil resiko menggunakan larutan alkohol/hidroksida ternyata juga tidak mampu membrsihkan, maka sudah saatnya alat gelas tersebut untuk diganti.

Catatan

Gelas yang sangat kotor bisa juga dicuci dengan merendamnya dalam air basa (etanol + KOH pekat), setelah itu, dibilas dengan air dan dikeringkan dengan aseton.

Metode standar untuk membersihkan gelas menggunakan larutan Kromium trioksida (atau potassium dikromat) dalam asam sulfat pekat. Kelemahannya adalah larutan Kromium- asam sulfat sangat mahal, sangat beracun, karsinogen, sangat korosif, mengemisikan gas kromil klorida, dapat meledak secara tak terduga, dan sangat sulit untuk dibuang dengan aman.

Solusi lainya yang hampir sama baiknya dengan larutan tersebut dan lebih aman digunakan adalah larutan pekat NaOH atau KOH dalam 91% isopropanol atau 95% etanol.

Walaupun larutan ini sangat korosif dan sangat mudah terbakar, namun kelebihannya adalah tidak mengandung ion logam berat, mudah dan aman pembuangannya. Larutan ini sangat kuat untuk melarutkan gelas, oleh karena itu anda harus menyimpannya dalam wadah non gelas yang diketahui atau tertera untuk menyimpan basa-basa kuat. Netralkan dengan asam lemah setelah selesai digunakan sebelum dibuang. Namun menggunakan larutan pembersih ini tidak direkomendasikan.

65

P. TEKNIK PENGUAPAN DAN PENGERINGAN